Latest Post




Bandung-Rombongan Duta Wisata Religi Sumbar-Jabar,Ikatan Keluarga Minang(IKM) Jabar beserta rombongan kunjungi Gedung Sate Provinsi Jawa Barat.

Rombonga Duta Wisata Religi asal Sumbar yang di pimpin Ely Roseva itu di dampingi oleh IKM Jabar, Indonesia Mengaji dan Mitra Bisnis Gemilang (MBG)  di sambut oleh Gubernur Jabar yang diwakili oleh Biro Pemerintahan dan kerjasama Pemprov Jabar. 

Dalam hal ini pemrov Jabar yang diwakili Biro Pemerintahan dan Kerjasama Pemprov Jabar mengatakan  ucapan terimakasi kepada Rombongan Duta Wisata Religi Sumbar atas kunjungannya ke Provinai Jabar, dan ucapan maaf juga kami sampaikan bahwa pimpinan tidak bisa menyambut langsuang dikarenakan ada tugas di Luar Kota yang tidak bisa ditinggalkan. 

Sementara itu Ketua IKM Jabar dalam sambutannya menjelaskan, terimakasi kami ucapkan kepada Pemrov Jabar atas sambutan keluarga besar minang yang datang dari Sumbar, yang kali ini dalam rangka perjalan Wisata Religi.

"perjalanan Wisata Religi asal Sumbar kali ini nanti akan membawa cerita ke Sumbar, bahwasanya Provinsi Jabar memiliki destinasi wisata yang sangat luar biasa", ungkapnya. 

Semoga setelah ini Wisatawan asal Jabar nanti juga bisa datang ke Sumbar, bahwa Sumbar juga memiliki alam yang sangat luar biasa cantiknya dan semua asli buatan tuhan, terangnya. 

Senada dengan ketua IKM, Inisiator Indonesia Mengaji Muhammad Hidayat menjelaskan maksut kunjungan Rombongan Duta Wisata Religi Sumbar, Indonesia Mengaji  dan MBG adalah untuk mentransformasi diri menjadi lebih baik.

Dalam perjalanan rombongan tentu menghadapi perjalanan yang amat panjang dan melelahkan, namun nantinya semua akan mendapatkan ilmu dan pengalaman, paparnya.

Kita berhara dengan ada nya perjalanan begini silaturahmi bisa terjlin dengan baik, Mudah-mudahan nanti bisa saling berkontribusi dan mempopmosikan  daerah kita agar lebih maju. (SRP) 


Dharmasraya - Maklumatnews.co.id - Respon pengaduan masyarakat yang sudah resah dengan kehadiran Kafe remang-remang, Kapolres Dharmasraya AKBP Anggun Cahyono, S.I.K pimpin Razia PEKAT (Penyakit Masyarakat) di KM 7 dan KM 4 pada hari Rabu (3/11)


Sebanyak 39 orang yang terdiri dari 37 orang wanita dan 2 orang laki-laki diamankan ke Mapolres Dharmasraya untuk dimintai keterangan dan pendataan


Kapolres menghimbau kepada kepada pemilik cafe untuk tidak mengoperasikan usaha yang dapat melanggar hukum dan norma masyarakat


Tidak hanya itu, petugas Polres Dharmasraya mengamankan ratusan botol miras hasil Razia PEKAT di KM 7 & KM 4 


Puluhan botol miras ini diduga diperjualbelikan di Cafe remang-remang dan sudah meresahkan masyarakat sekitar


Kapolres Dharmasraya menyampaikan bahwa kegiatan razia PEKAT ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas di wilayah Kabupaten Dharmasraya


"Kami menerima pengaduan dari masyarakat terkait keberadaan Cafe remang-remang yang berada di beberapa titik di wilayah Kabupaten Dharmasraya, terkait laporan tersebut Kami dan jajaran melakukan penertiban untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas di Wilayah Hukum Polres Dharmasraya" Ujar Kapolres.


"Kami himbau kepada masyarakat khususnya para pemilik usaha cafe untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat melanggar hukum serta norma-norma ditengah masyarakat" ujar Kapolres lagi (*)



Bandung-- Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Jawa Barat sambangi Duta Wisata Religi Sumbar yang lakukan perjalanan ke Kota Bandung.

Johni Martius selaku Ketua IKM Jabar menjelaskan suatu kebanggan yang sangat hakiki telah bisa hadir ditengah-tengah Rombongan Duta Wisata Religi asal Sumbar. 

Masih kata dia, perjalan wisata religi ini terjadi tentu dengan sebuah gagasan yang sangat baik, dan merupakan kolaborasi Organisasi besar yakni Indonesia Mengaji dan Mitra Bisnis Gemilang sehingga dapat terlahir duta-duta wisata  religi. 

Dalam kegiatan seperti ini sama dengan halnya Indonesia dititipakn kepada seluruh rombongan dan Indonesia mengaji agar dapat kembali bisa melahirkan para penghafal Al Qur'an yang baik, pungkasnya. 

Dirinya menjelaskan bahwa orang minang sangat identik dengan merantau, menurut data statistik orang minang lebih banyak yang merantau ketimbang yang ada di Sumbar, jelasnya. 

Diakhir dia berkata Semoga  rombongan ibuk-ibuk sehat semuanya dan doakan kami semua orang minang di Jabar agar bisa berkontribusi untuk memajukan kampung halaman dan tanah air tercinta, harapnya. 

Sementara itu Coach Muhammad Hidayat Presiden Indonesia Mengaji mengatakan, saya sangat cemburu, karena saya belum tentu bisa seperti uda-uda yang berhasil ini di rantau, saya belum tentu sepertu ini kalau merantau. 

Ini merupakan sebuah contoh yang amat positif, tampak sangat kompak para perantau asal Sumatera Barat, kami dari Indonesia Mengaji sangat mengapresiasi para perantau. 

Dengan Wisata Religi ini semoga kita semua bisa mendapat safaat dari Allah dan kami dari Indonesia Mengaji siap berkontribusi dalam hal yang posutif dan kita wujudkan Indonesia tidak ada lagi yang belum bisa membaca Al Qur'an, tutupnya.

Diakhir acara Ely Roseva selaku ketua Rombongan Duta Wisata Religi Sumbar-Jabar menerima Mascot Duta Wisata Religi  tahun 2021-2022.(SRP) 



Bandung-- Dihari Kamis pada hari ke tiga, Rombongan Duta Wisata Religi Asal Sumatera Barat (Sumbar) ikuti "Bicoming" atau Menjadi Pemenang yang diadakan oleh panitia. 

Seluruh peserta Rombongan Duta Wisata Religi asal Sumbar tampak hadir keseluruhan dan mengikuti rangkaian acara trening untuk menjadi pemenang di lantai V di salah satu Hotel di Kota Bandung pada Kamis, (4/11/2021).

Coach Muhammad Hidayat bertindak sebagai narasumber yang memberi materi kepada seluruh peserta Duta Wisata Religi dan seluruh peserta tampak serius mengikuti. 

Coach Muhammad Hidayat menjelaskan, ini merupakan para duta-duta Wisata Religi yang terbaik, semua kegiatan ini bisa terwujud berkat kerja sama keluarga besar Indonesi Mengaji dan keluarga besar Mitra Bisnis Gemilang. 

Inisiator Indonesia mengaji itu juga menjelaskan bahwa semua perjalanan ini memang sangat melelahkan dan butuh perjuangan agar sampai di Kota Bandung. Maka dari itu dia mengingatkan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian acara dan agar tidak ada yang tertinggalkan. 

Masih kata Sarjana Farmasi dan Apoteker ITB itu, perjalanan ini memang menguras tenaga, semua pasti memiliki rasa capek, semua ini adalah bentuk upaya untuk mentranpormasi diri kearah yang lebih baik dan menjadi sukses dunia akhirat. 

"Mulai saat ini berhentilah mengeluh, berhenti menyalahkan, niatkan untuk sukses dunia akhirat dan ambil tanggung jawab serta mengambil keputusan untuk perubahan yang baik", pungkasnya. 

Semua sudah dipersiapkan oleh panitia dan panitia akan bertanggung jawab memberikan pelayanan yang terbaik, katanya sembari memberi semangat kepada seluruh peserta. 

Dirinya juga berharap kepada selurub peserta yang mengikuti agar tetap selalu menjaga kekompakan dan selalu hati-hati serta tetap selalu menjaga protokol kesehatan. (SRP) 


maklumat-Sumbar-
Tak banyak perusahaan jasa perjalanan wisata yang meninggalkan "jejak' positif di suatu destinasi yang notabene adalah lokasi kunjungan tamu mereka. 


Tak banyak perusahaan perjalanan wisata yang memikirkan soal pemberdayaan masyarakat sekitar destinasi yang jadi tujuan berwisata tamu mereka.


Perusahaan tahunya cuma datang bawa tamu, bayar tiket restribusi masuk destinasi, awasi tamunya menikmati destinasi, yang jelas tamu senang. Itu saja.


Perusahaan, tetap saja sebagai perusahaan. Perusahaan yang melulu berfikir ekonomi/benefit; bagaimana bisa meraup untung besar. 


Tamu/wisatawan, tetap saja sebagai tamu. Mereka datang minta disajikan paket-paket yang wah dan indah untuk dinikmati. Kami bayar. Egois kesannya.


Destinasi wisata begitu pula. Tetap seperti-seperti itu saja. Monoton. Tak ada perubahan. Padahal bejibun perusahaan perjalanan yang bawa tamu ke sana. 


Masyarakat di sekitar destinasi juga begitu. Pelayanan mereka seperti-seperti itu saja. Jurus semau 'gue' masih saja terjadi. Padahal tamu/wisatawan ramai.


Selama ini, sedikit sekali perusahaan perjalanan wisata yang mampu berperan ganda; peran ekonomi dan peran pemberdayaan masyarakat. 


Banyak perusahaan perjalanan wisata hebat dan bonafit. Banyak tamu yang dibawa ke destinasi wisata di daerah. Tapi, cuma sampai di situ.


Tak banyak perusahaan perjalanan yang mampu berperan sebagai jembatan penghubung tamu dengan perbaikkan kualitas pelayanan destinasi wisata.


Lebih jelasnya, perusahaan menjadi fasilitator untuk perbaikkan kualitas destinasi, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia sekitar destinasi. 


Karena tak mau berperan, makanya penulis berani menyebut bahwa, tak banyak perusahaan perjalanan wisata yang meninggalkan "jejak" positif di destinasi.


Dari sedikit perusahaan perjalanan yang meninggalkan "jejak" positif di destinasi wisata tujuan tamunya, salah satunya adalah perusahaan bang Ridwan Tulus.


Perusahaan perjalanan bang Ridwan, dalam mendesain program/paket, selalu berfikir bagaimana tamunya bisa meninggalkan "jejak" positif di destinasi tujuan.


Bang Ridwan dan tim selalu berfikir bagaimana tamu yang dia bawa, bisa ikut berkecimpung membantu aktivitas sosial masyarakat di destinasi.


Banyak "jejak" positif yang ditinggalkan perusahaan Bang Ridwan Tulus di seantero daerah/destinasi yang pernah dikunjungi tamu wisatanya. 


Salah satu bukti "jejaknya" ada di Kota Pariaman. Yakni, di Kawasan Wisata Edukasi Konservasi Mangrove atau Apar Mangrove Park di Desa Apar, Kec. Pariaman Utara. 


Perusahaan Bang Ridwan Tulus bekerjasama dengan komunitas lokal, beraktivitas sejak tahun 2011 merehabilitasi mangrove dan terumbu karang.


Rata-rata ada dua rombongan tamu/paket wisata edukasi konservasi yang dibawa Bang Ridwan dan tim ke Pariaman tiap tahun. 


Di Pariaman para tamu yang notabene murid-murid sekolah international dikenalkan kegiatan konservasi perairan dan pesisir (mangrove dan terumbu karang).


Tak hanya dikenalkan, mereka juga ikut berdonasi, ikut jadi relawan sehari, merasakan dan menikmati bagaimana aktivitas konservasi dilaksanakan. 


Dari paket wisata edukasi konservasi perairan dan pesisir ini, sudah tak terhitung lagi banyaknya jumlah batang mangrove yang didonasikan dan ditanam tamu.


Sudah tak terbilang lagi, entah sudah berapa banyak meja-meja tranplantasi terumbu karang yang ditanamkan di dasar perairan pulau-pulau Pariaman. 


Bibit-bibit mangrove donasi dan ditanam langsung oleh para tamu wisata Bang Ridwan Tulus itu, kini menjelma jadi kawasan mangrove nan hijau rindang. 


Meja-meja tranplantasi terumbu karang donasi dari tamu wisata Bang Ridwan Tulus yang 'kami' bantu tanamkan di dasar perairan Pariaman, hidup bagus.


Kawasan mangrove Apar yang sepuluh tahun lalu 'kami' temui rusak parah, dengan adanya kolaborasi konservasi dan pariwisata, kini kondisinya membaik.


Bahkan, kini kawasan mangrove Apar telah menjelma menjadi destinasi taman wisata alam unggulan Kota Pariaman yang dilengkapi jembatan jelajah mangrove.


Destinasi wisata alam Kawasan Mangrove Apar (Apar Mangrove Park) kini dikelola oleh desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Apar Mandiri.


Dampak positif dari hadirnya destinasi wisata alam Kawasan Mangrove Apar (Apar Mangrove Park), kini telah dinikmati oleh masyarakat. 


Sebagai destinasi wisata yang menyuguhkan keelokkan alam, Kawasan Mangrove Apar, kini ramai dikunjungi pelancong dengan sistem bayar restribusi. 


Kini, kawasan tersebut tak terbatas dikunjungi oleh tamu wisatawan paket wisata minat khusus (wisata edukasi konservasi), tapi telah terbuka untuk umum.


Inilah contoh "jejak" positif yang ditinggalkan perusahaan perjalanan wisata Sumatera and Beyond milik Bang Ridwan Tulus untuk masyarakat Apar.


Karena alasan tamunya tak sekedar datang/melihat, lalu pergi, tanpa meninggalkan"jejak" itulah, 'kami' komunitas lokal bisa klop dengan Bang Ridwan Tulus. 


Karena alasan ada "jejak" positif yang akan ditinggalkan, itu pula jadi penguat kenapa 'kami' komunitas konservasi lokal mau bekerjasama. 


Terimakasih Bang Ridwan Tulus dan tim, terimakasih Sumatera and Beyond, terimakasih Green Tourism Institute, terimakasih masyarakat Apar. Salam lestari. (*)


(Catatan Pagi, Rabu 3 November 2021)



Sumedang-Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M. Sambut kedatang Rombongan Duta Wisata Religi Sumbar di gedung Negara pada Rabu, (3/10/2021).

Bupati Sumedang mengucapkan selamat datang kepada Rombongan Duta Wisata Religi Sumbar beserta rombongan dan ucapan terimakasih atas kedatangan ke Sumedang. 

Masih kata Bupati, ini merupakan sebuah kehormatan, kebanggaan dan kebahagiaan tentunya ini merupakan sesuatu penghargaan yang sangat tinggi bagi saya. 

Wisata Religi ini merupakan sebuah inovasi yang sangat baik, bukan hanya mendapat pelajaran ilmu agama saja tetapi juga mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan menguatkan silaturahmi, jelas Bupati. 

Semoga perjalanan ini bisa menjadi ibadah dan mendapatkan keberkahan yang baik kepada kita semua, harapnya. 

Sementara itu Ketua Rombongan Duta Wisata Religi Elly Roseva mengatakan saat diwawancara, kami dari Rombongan Duta Wisata Religi Sumbar mengucapkan terimakasih atas penyambutan kami di Sumedang. 

Wisata Religi ini bisa terlaksana berkat kolaborasi Indonesia Mengaji dan Bisnis Mitra Gemilang, untuk peserta rombonga keseluruhan lebih kurag 100 orang yang datang dari Sumbar, Riau dan Pulau Jawa, tegasnya. 

Kita berarap kedepan Wisata Religi ini bisa terus dilakukan ke daerah lain, yang berguna untuk menambah ilmu pengetahuan tentang Agama, budaya dan mempererat tali silaturahmi, tandasnya sembari tersenyum ramah. 

(SRP) 

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.