Articles by "Kab. Pesisir Selatan"

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel ASBANDA Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dir narkoba Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Ditlantas Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodaeral II Kodim 0312/Padang Korem 032/Wbr Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PJN Wilayah II PoldaSumbar Politik Polres Polres Bukittinggi Polres Padang Pariaman Polres Pasaman Barat Polres Sijunjung PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Polsek IV Nagari PPK 2.4 Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama
Showing posts with label Kab. Pesisir Selatan. Show all posts



‎PADANG — Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 mengimbau para pengguna jalan yang secara rutin melintasi Jembatan Silaut untuk dapat menyesuaikan jadwal perjalanan mereka, terutama bagi angkutan komoditas kelapa sawit lintas provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu.
‎Langkah ini diambil menyusul pengetatan operasional dan pembatasan beban kendaraan demi menjaga keselamatan serta ketahanan jembatan sementara (bailey) yang menghubungkan jalur vital kawasan selatan Sumbar menuju Bengkulu tersebut.
‎PPK 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., menyampaikan bahwa uji coba Jembatan Bailey telah berhasil dilaksanakan pada 2–3 September 2026. Sejumlah perbaikan pada kondisi lantai jembatan hingga area oprit juga telah dirampungkan untuk memastikan kelayakan perlintasan.
‎"Untuk menjaga ketahanan jembatan sementara ini, PPK 2.4 menetapkan pembatasan tonase kendaraan yang melintas, yaitu maksimum 25 ton," ungkap Gina.
‎Selain pembatasan beban, skema perlintasan kendaraan berat juga diperketat. Kendaraan berbobot besar wajib melintas secara bergantian satu per satu dan dilarang keras melintas secara beriringan di atas jembatan.
‎Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Jika pengendara memaksakan tonase yang melebihi kemampuan daya dukung jembatan, dikhawatirkan jembatan sementara tersebut tidak akan mampu bertahan hingga seluruh pekerjaan penggantian lantai selesai dilakukan. Kondisi ini berpotensi fatal dan dapat berakibat pada putusnya jalur transportasi vital ruas jalan Tapan hingga batas Provinsi Bengkulu.
‎Pengetatan operasional ini sendiri dilakukan seiring berjalannya tahapan perbaikan permanen. Pekerjaan penggantian lantai jembatan direncanakan berlangsung selama 60 hari, meliputi proses pembongkaran lantai lama, pembesian, pengecoran, hingga masa pemeliharaan beton mencapai umur matang dan siap dilintasi secara optimal.
‎Para pengguna jalan, khususnya sopir angkutan barang dan logistik sawit, diminta untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu petunjuk serta arahan petugas di lapangan guna menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan bersama. Setelah seluruh rangkaian pekerjaan selesai nanti, masyarakat juga diharapkan dapat ikut menjaga dan merawat kondisi jembatan ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam menopang urat nadi perekonomian kawasan. (SRP)



PESISIR SELATAN — Senyum lega kini menyelimuti warga Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Hadirnya Jembatan Gantung Pejalan Kaki Tipe Rigid sepanjang 100 meter yang berdiri kokoh di wilayah tersebut menjadi urat nadi baru untuk mendorong mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat.

Infrastruktur ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat via Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah II. Selain tampil modern dengan warna pylon khas merah-putih, jembatan ini dilengkapi pagar pengaman baja, jalan pendekat beton yang mulus, sistem drainase rapi, hingga penerangan jalan untuk keamanan lintasan malam hari.

Apresiasi mendalam disampaikan oleh Wali Nagari Koto Rawang, Derijol. Pihaknya berterima kasih kepada BPJN Sumbar atas terealisasinya akses vital yang telah lama diharapkan masyarakat.

"Kami sudah menanti sejak 2024. Alhamdulillah tahun ini selesai dan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga," ungkap Derijol saat dikonfirmasi media via WhatsApp, Sabtu (29/8).

Kehadiran jembatan ini memangkas jarak tempuh antarwilayah, mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, serta memperlancar distribusi hasil pertanian. Manfaat nyata ini turut dirasakan oleh Mira, pemilik kedai kopi di sekitar lokasi. Menurutnya, warga telah memahami tata tertib penggunaan jembatan demi keamanan bersama.

"Warga sangat terbantu. Mengenai pembatasan kendaraan, masyarakat sudah paham dari plang imbauan bahwa hanya mobil darurat seperti ambulans yang boleh melintas," ujar Mira.

Demi menjaga keamanan dan keawetan bangunan, pengelola menerapkan tata cara melintas bagi warga:

Kapasitas Maksimal: Antre secara berurutan dengan pembatasan maksimal 40 orang dalam satu waktu.

Keselamatan Utama: Dilarang berlari, bersandar pada pagar pembatas, atau berfoto (selfie) berlebihan di atas jembatan.

Pengawasan & Cuaca: Anak-anak wajib didampingi, serta hindari melintas saat hujan deras atau debit air sungai meluap.

Ketertiban: Wajib menjaga kebersihan lingkungan di area jembatan.

Pembatasan Kendaraan: Kendaraan roda empat tidak diperkenankan melintas, kecuali dalam kondisi darurat (ambulans).

Rampungnya jembatan gantung ini diharapkan dapat terus menjaga mobilitas warga Nagari Tambang dan sekitarnya agar berjalan aman, nyaman, dan berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan daerah. (Red)

Saran & Masukan Tambahan

Judul ketiga di atas disesuaikan sebagai judul utama karena paling kuat dari sisi nilai berita (news value). Jika berita ini ditujukan khusus untuk media lokal Pesisir Selatan, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menambahkan kutipan langsung dari pihak BPJN Sumbar untuk memperkuat netralitas dan kelengkapan sumber berita.(*)

 

 

PESSEL - Pilkada Serentak Kabupaten Pessel 2024, mulai bergema. Beberapa nama sudah mencuat. Salah satunya Rudi Syafriadi Ketua Satria Gerindra Sumbar

Sosok muda dan putra asal Ranah Pasisia itu, dipercaya Partai Gerindra untuk maju pada Pilkada Pessel. Itu bukan tanpa alasan. Ia diharapkan mampu membangun daerah itu lebih baik lagi. Dan, juga sebagai balas budi, Ketum Partai Gerindra, Prabowo yang menang pada Pilpres di Kabupaten Pesisir Selatan

Kepercayaan kepada Rudi Syafriadi maju pada Pilkada Pessel itu, dilontarkan langsung oleh Ketua DPD Partai Gerindra, Andre Rosiade didamping Sekretaris Evi Yandri didepan Rudy Syafriadi

Andre menyebutkan, Partai Gerindra, mengurus Rudy Syafriadi ikut kontestan Pilkada Kabupaten 2024. Dengan tulus Andre Rosiade menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Pessel. Karena, saat Pilpres 2024 lalu, Prabowo menang di daerah itu

Kepercayaan diberikan kepada Rudi Syafriadi untuk maju pada Pilkada Pessel 2024, suatu amanah yang luar biasa. Ia siap bertarung habis habisan dan menjaga marwah Partai Gerindra

Jika terpilih nanti, Rudi yakin bisa membuat pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan, lebih baik lagi. Karena, selaras dengan pemerintah pusat.

"Ucapan terima Bapak Prabowo kepada masyarakat Pessel karena dua kali Pilpres menang di daerah itu. Dan, Bapak Prabowo akan memprioritaskan pembangunan daerah yang terkenal dengan sebutan Sejuta Pesona Wisata itu," kata Rudi Syafriadi


 *Disambut Antusias Warga Pessel* 


Keinginan Rudi Syafriadi disambut gembira warga Pessel, terutama di Tarusan. Ini terlihat saat pertemuan dengan warga dan tokoh masyarakat, Rabu (10/7)

Dalam pertemuan penuh rasa kekeluargaan dan rasa badunsanak itu, warga berharap Rudi Syafriadi bisa membawa perubahan untuk Kabupaten Pesisir Selatan

Apalagi, Rudi maju dari Partai Gerindra. Dan, sudah terbukti warga Pessel, sangat mendukung Partai Gerindra, terutama pada Pilpres 2024 lalu. Sekarang, saat warga memenangkan Rudi Syafriadi pada Pilkada 2024 nanti.

Penulis : Herman Jetar
Editor : Novri Investigasi



Painan-Masyarakat pengendara mobil atau motor khususnya yang menuju kawasan Wisata Mandeh tepatnya di Tarusan kini harus berhti-hati, pasalnya disepanjang jalan menuju Mandeh terdapat bahu jalan yang berlobang. 

Diduga bahu jalan yang berlubang itu merupakan bekas galian kabel Telkom yang tidak dibenahi usai digali, yang mana dikerjakan oleh Pt. Mukti Mandiri Lestari. 

Beberapa hari yang lalu tepat pada tanggal (11/11/2022) sebuah mobil Tangki terperosok kedalam sebuah lubang yang diduga bekas galian Kabel Telkom. 

Menanggapi kejadian tersebut,  salah seorang warga Andi yang berada di sekitar mobil terperosok tersebut mengatakan,  Kejadian itu sangat membahayakan pengendara yang melintasi dan apa bila hendak berhenti harus berhati-hati. 

Andi itu menjelaskan bahwa pejalan kaki pun harus berhati-hati agar tidak menjadi korban terperosok ke dalam lubang bekas galian  itu.

Dengan kejadian itu Andi berharap pemerintah setempat dan pihak Telkom segera mengatasi permasalahn ini sebelum timbul korban jiwa.”Jangan Sampai ada dulu korban jiwa baru lubang ini ditutupi,” ungkapnya. 

Menanggapai hal tersebut awak media ini mencoba mengkonfirmasi pada pihak Pt. Mukti Mandiri Lestari kepada Saudara Aris, Senin, (14/11/2022) ia mengatakan akan mengonfirmasi ke penanggung jawab terlebih dahulu. 

kemudian Aris  juga mengatakan akan segera kita tindak lanjuti mohon waktu sebentar, katanya

Dari pantauan awak media hingga sore tadi di lapangaan,  lokasi lubang besar tersebut masih dibiarkan begitu saja bahkan sudah dipenuhi oleh air hujan sehingga tidak terlihat bekas ada galian lubang. (Tim)

Pesisir Selatan-MN-Wabah virus Corona dari Cina atau dinamai dengan Virus Covid 19 sedang mengkhawatirkan banyak pihak akhir-akhir ini. Virus yang tercatat penyebaran pertama kalinya di Wuhan, Cina itu kini dilaporkan telah menyebar ke berbagai negara. Sebagaimana diketahui, virus Corona adalah virus baru penyebab penyakit saluran pernapasan.

 Virus ini merupakan satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS. Gejala klinis yang ditimbulkan dari infeksi virus Corona antara lain demam, batuk-pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu.

Dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid 19, dilakukan aturan physical distancing. Akan tetapi, sebagian besar masyarakat di Indonesia sepertinya masih belum memahami mengenai bahaya dari virus Covid 19, sehingga masih banyak masyarakat yang melakukan pelanggaran terhadap aturan physical distancing. Padahal jika aturan ini tidak ditaati, maka kemungkinan besar Virus Covid 19 dapat menulari masyarakat. Warga masyarakat yang ingin keluar rumah sedapat mungkin harus betul-betul mengetahui mengenai virus covid 19 dan cara penularannya sehingga mereka bisa menjaga diri agar tidak tertular virus covid 19.

Dengan demikian, kedisiplinan dalam menjaga diri sangat mempengaruhi kesehatan masing-masing individu.
Oleh karena itu, perlu diadakan sosialisasi kepada warga masyarakat yang “harus” keluar rumah agar mampu membentuk karakter disiplin diri agar tidak tertular virus covid 19.

Hal inilah yang dilakukan oleh dosen STKIP PGRI Sumatera Barat, yaitu memberikan sosialiasi melalui penyebaran pamflet kepada masyarakat Nagari Ampang Pulai, Kecamatan X Koto Tarusan, Kabupaten Pesisiri Selatan mengenai membentuk karakter disiplin dalam rangka pencegahan penularan covid 19.

Tim pelaksana kegiatan Pengabdian pada Masyaralat ini antara lain Yenita Yatim, S.Sos., M.Pd. dari program studi Pendidikan Sosiologi, Meldawati., M.Pd. dan Livia Ersi, S.S.,  M.Hum. dari program Studi Pendidikan Sejarah. Tim ini dibantu oleh 2 orang mahasiswa, Sonia dan Lisa Wurianti dari Program Studi Pendidikan Sosiologi.

“Disiplin diri sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran Virus Covid 19 ini, juga penyebaran virus ini sangatlah cepat dari pada virus penyakit lainnya yang selama ini pernah kita hadapi didalam masyarakat,” demikian dituturkan oleh Yenita Yatim kepada wartawan pada hari Senin (3/8/2020) saat pelaksanaan kegiatan ini.

“Tanpa disiplin, maka akan sangat mudah virus covid 19 menulari warga masyarakat, dan ujung-ujungnya juga akan menulari anggota keluarga dari orang yang tertular, dengan cara pencegahannya, kita harus bersih-bersih,” imbuh Meldawati di saat yang sama.

Tim Pengabdian pada Masyarakat ini berharap dengan adanya pamflet yang dibagikan ini, diharapkan warga masyarakat Nagari Ampang Pulai mampu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga disiplin diri untuk mencegah penularan virus covid 19.(****)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.