Articles by "Terbaru"

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel ASBANDA Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dir narkoba Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Ditlantas Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda HBT Padang Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodaeral II Kodim 0312/Padang Korem 032/Wbr Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Peduli korban bencana Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PJN Wilayah II PoldaSumbar Politik Polres Polres Bukittinggi Polres Padang Pariaman Polres Pasaman Barat Polres Sijunjung PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Polsek IV Nagari PPK 2.4 Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama
Showing posts with label Terbaru. Show all posts



ALAHAN PANJANG — Inovasi dalam bidang pembinaan, pengawasan, dan administrasi terus dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang. Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas Harianto, S.Sos., M.H., Lapas Alahan Panjang menghadirkan aplikasi SMARTPAS 360° sebagai upaya mendorong transformasi digital dalam pelayanan pemasyarakatan.

SMARTPAS 360° merupakan sistem Monitoring, Rekapitulasi, dan Informasi Pemasyarakatan Terpadu yang dirancang untuk mendukung pengelolaan informasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu fitur unggulannya adalah layanan pendaftaran kunjungan keluarga warga binaan secara daring. Melalui sistem ini, keluarga dapat mendaftarkan jadwal kunjungan tanpa harus datang langsung ke lapas hanya untuk melakukan pendaftaran, sehingga proses pelayanan diharapkan menjadi lebih praktis dan tertib.

Pendaftaran kunjungan dapat dilakukan minimal satu hari sebelum jadwal kunjungan. Setelah permohonan didaftarkan dan disetujui, sistem akan menghasilkan booking barcode yang harus ditunjukkan kepada petugas saat hari kunjungan.

Selain itu, berbagai informasi di Lapas Kelas III Alahan Panjang dapat diakses Melalui Aplikasi ini. Seperti program pembinaan, ketahanan pangan, bakti sosial dan layanan kesehatan grati.

Cara Menggunakan SMARTPAS 360°

Masyarakat dapat mengakses aplikasi melalui laman https://smartpas.bronghummy.homes menggunakan perangkat pribadi.

Berikut tahapan pendaftarannya:

  1. Registrasi akun: Pengguna membuat akun dengan mengisi data diri, meliputi nama, nomor KTP, alamat, nomor telepon, dan alamat email, serta mengunggah foto kartu identitas.
  2. Pilih layanan kunjungan: Setelah masuk ke akun, pengguna membuka menu layanan kunjungan dan mencari nama warga binaan yang akan dikunjungi.
  3. Tentukan jadwal: Pengguna memilih tanggal dan sesi kunjungan, mengisi hubungan keluarga, serta menentukan jumlah pengunjung sesuai ketentuan yang berlaku.
  4. Simpan barcode: Setelah data lengkap dan permohonan didaftarkan, pengguna menunggu persetujuan. Jika disetujui, booking barcode dapat disimpan atau diunduh untuk ditunjukkan kepada petugas lapas saat kunjungan.

Kehadiran SMARTPAS 360° menjadi bagian dari langkah Lapas Kelas III Alahan Panjang dalam mengembangkan pelayanan berbasis teknologi informasi. Digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses layanan, mendukung ketertiban administrasi, serta memperkuat sistem monitoring dan pengawasan pemasyarakatan.

Melalui inovasi tersebut, Lapas Alahan Panjang berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin efektif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap memperhatikan ketentuan keamanan dan tata tertib kunjungan yang berlaku.



ALAHAN PANJANG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang berhasil meraih predikat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terbaik dalam Postingan Media Sosial Terbanyak yang Berkualitas kategori Edukasi di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Barat untuk periode September 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi Lapas Kelas III Alahan Panjang dalam mengelola dan menyajikan informasi melalui media sosial, khususnya konten yang memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

Capaian ini juga menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana publikasi kegiatan pemasyarakatan, tetapi juga sebagai media komunikasi publik untuk menyampaikan berbagai informasi positif, edukatif, dan informatif kepada masyarakat.

Melalui konten-konten yang dipublikasikan, Lapas Kelas III Alahan Panjang berupaya memperkenalkan berbagai program pembinaan, kegiatan warga binaan, serta aktivitas kedinasan kepada masyarakat secara terbuka dan mudah diakses.

Predikat tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Kelas III Alahan Panjang untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan media sosial. Ke depan, publikasi diharapkan tidak hanya semakin aktif, tetapi juga tetap mengedepankan akurasi informasi, nilai edukasi, kreativitas, serta etika dalam penyampaian informasi kepada publik.

Penghargaan periode September 2026 ini menegaskan komitmen Lapas Kelas III Alahan Panjang dalam membangun komunikasi publik yang positif sekaligus memperkuat citra pemasyarakatan yang transparan, edukatif, dan dekat dengan masyarakat.



Alahan Panjang — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang melaksanakan pelatihan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Solok dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, khususnya dalam bidang pertanian. 

Melalui pelatihan ini, warga binaan diberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yang dapat diterapkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena metode hidroponik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan metode penanaman sayuran menggunakan lahan konvensional atau tanah.

“Berbagai keunggulan sayuran hidroponik antara lain dapat diterapkan di pekarangan yang sempit, lebih efisien dalam penggunaan air, serta memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan waktu panen yang lebih singkat karena kebutuhan nutrisi, air, dan oksigen dapat tercukupi secara lebih akurat. Selain itu, tanaman hidroponik relatif bebas dari hama dan penyakit yang berasal dari tanah,” ujar Harianto.

Menurutnya, keterampilan yang diberikan melalui pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat selama warga binaan menjalani masa pembinaan, tetapi juga dapat menjadi bekal keterampilan produktif setelah mereka selesai menjalani masa pidana.

Sementara itu, salah seorang warga binaan Lapas Kelas III Alahan Panjang yang enggan disebutkan namanya mengaku bersyukur atas kesempatan mengikuti pelatihan yang diberikan melalui sinergitas pemerintah dan pihak Lapas.

“Program pembinaan ini sangat bermanfaat bagi semua kalangan, khususnya masyarakat di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti. Mayoritas penduduk di sini bekerja sebagai petani,” ujarnya.

Ia berharap seluruh program pelatihan dan pembinaan yang diberikan oleh Lapas, baik di bidang pertanian, sosial maupun keagamaan, dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah bebas dan kembali ke lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Lapas Kelas III Alahan Panjang berkomitmen untuk terus memberikan keterampilan yang produktif dan bermanfaat sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu hidup mandiri serta berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.



ALAHAN PANJANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang memperkuat upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) dengan melakukan kontrol keliling di sejumlah titik area lapas, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, bersama jajaran. Kontrol dilakukan dengan menyusuri area lapas yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dalam rangka memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan terkendali.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif jajaran Lapas Alahan Panjang untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan seluruh area lapas berada dalam kondisi sesuai standar pengamanan.

Dalam pelaksanaan kontrol keliling, jajaran melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan dan titik-titik yang dianggap rawan. Langkah tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kewaspadaan petugas dalam menjalankan tugas dan fungsi pengamanan.

Harianto menegaskan bahwa deteksi dini merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

“Kontrol keliling ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk memastikan kondisi seluruh area lapas tetap aman dan kondusif,” ujar Harianto.

Ia juga mengingatkan jajaran agar terus meningkatkan kewaspadaan serta melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Langkah pengawasan secara berkala tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengamanan sekaligus mencegah potensi gangguan kamtib di lingkungan Lapas Kelas III Alahan Panjang.



SOLOK – Sebagai wujud nyata pelaksanaan program pembinaan kerohanian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang rutin melaksanakan kajian dan pembacaan Yasin setiap malam Jumat di Mushalla Lapas Kelas III Alahan Panjang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan bersama petugas Lapas sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.

Pelaksanaan kajian Yasin diawali dengan pembacaan Surat Yasin secara bersama-sama, dilanjutkan dengan doa dan tausiah keagamaan. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.

Program pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan Lapas Kelas III Alahan Panjang untuk memberikan ruang kepada warga binaan dalam memperdalam pemahaman agama serta meningkatkan kesadaran spiritual.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan dapat memanfaatkan masa pembinaan dengan berbagai kegiatan positif. Nilai-nilai keagamaan yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Lapas Kelas III Alahan Panjang berkomitmen untuk terus memperkuat program pembinaan, baik di bidang kepribadian maupun kemandirian, sebagai bagian dari proses pemasyarakatan yang humanis dan berkelanjutan.



SOLOK — Di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Lapas Kelas III Alahan Panjang menggelar shalat istisqa dan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar spiritual sekaligus doa agar hujan segera turun dan kondisi udara kembali membaik. Jumat (18/09/26).

Shalat istisqa dan doa bersama diikuti Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang Harianto, S.Sos., M.H., jajaran petugas, calon pegawai negeri sipil (CPNS), peserta magang, serta warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan kepedulian bersama dalam menghadapi kondisi kabut asap yang terjadi.

“Tujuan kegiatan ini adalah sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan, sehingga kondisi kabut asap dapat segera berkurang dan udara kembali membaik,” ujar Harianto.

Menurut Harianto, shalat istisqa juga menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan serta mempererat kebersamaan antara petugas, CPNS, peserta magang dan warga binaan.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi ikhtiar untuk menghadapi kondisi lingkungan yang sedang terjadi, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Kita berharap hujan segera turun dan kondisi udara kembali normal. Mudah-mudahan melalui doa bersama ini, kita senantiasa diberikan perlindungan dan kesehatan,” katanya.

Kegiatan shalat istisqa dan doa bersama berlangsung dengan khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan serta memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kabut asap berangsur menghilang.

Lapas Kelas III Alahan Panjang juga terus mengingatkan seluruh jajaran dan warga binaan untuk menjaga kesehatan serta memperhatikan kondisi lingkungan selama kabut asap masih terjadi.



SOLOK – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Solok melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait program pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas III Alahan Panjang dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi WBP, khususnya melalui peningkatan keterampilan kerja dan pelatihan vokasional.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri jajaran Lapas Kelas III Alahan Panjang bersama perwakilan BLK Kabupaten Solok. Kegiatan juga diisi dengan pembahasan mengenai bentuk pembinaan dan pelatihan yang dapat diberikan kepada WBP sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki.

Melalui kerja sama ini, WBP diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

Program pembinaan kemandirian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Selain membekali WBP dengan keterampilan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kemandirian serta meningkatkan kesiapan mereka untuk menjalani kehidupan secara produktif setelah bebas.

Pihak Lapas Kelas III Alahan Panjang berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pelatihan kerja, dalam mendukung pelaksanaan pembinaan yang berkelanjutan.

Kerja sama dengan BLK Kabupaten Solok tersebut diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam menghadirkan program pelatihan yang memberikan manfaat langsung bagi WBP, sekaligus mendukung tujuan pemasyarakatan dalam proses reintegrasi sosial.

Dengan adanya MoU ini, pembinaan di Lapas Kelas III Alahan Panjang tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga peningkatan keterampilan sebagai bekal WBP untuk kembali produktif di masyarakat




SOLOK — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pemeliharaan senjata sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi sarana keamanan tetap terjaga dan siap digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui pemeriksaan terhadap kondisi fisik dan kelengkapan senjata serta pemeliharaan untuk memastikan setiap perlengkapan dalam kondisi baik dan terawat.

Pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pengamanan di lingkungan Lapas. Selain menjaga kondisi perlengkapan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menjalankan tugas dan fungsi pengamanan.

Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, S.Sos., M.H., menekankan pentingnya perawatan sarana dan prasarana keamanan secara rutin. Menurutnya, seluruh perlengkapan pengamanan harus dijaga dan dipastikan kondisinya agar dapat menunjang pelaksanaan tugas secara optimal.

“Pemeriksaan dan pemeliharaan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapan sarana keamanan sekaligus memastikan seluruh perlengkapan tercatat, terawat, dan digunakan sesuai prosedur,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya pemeriksaan secara berkala, Lapas Kelas III Alahan Panjang berkomitmen menjaga kesiapsiagaan petugas serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di lingkungan pemasyarakatan.



Alahan Panjang, Sumatera Barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan bantuan sosial dalam rangka Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket kebutuhan pokok kepada masyarakat penerima manfaat. Bantuan diserahkan oleh jajaran Lapas Kelas III Alahan Panjang secara langsung kepada keluarga penerima.

Program bantuan sosial ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara Lapas dengan lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas III Alahan Panjang tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pemberian bantuan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima serta menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

Program bantuan sosial bagi keluarga warga binaan dan masyarakat sekitar juga sejalan dengan pelaksanaan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong jajaran pemasyarakatan agar hadir dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Kelas III Alahan Panjang menegaskan komitmennya untuk terus membangun kepedulian sosial dan menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.



PADANG – Suasana berbeda terasa di Masjid Al Hakim, Kota Padang, Jumat (4/9/2026) pagi. Jamaah mengikuti salat Subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan kajian Subuh bersama pimpinan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut menghadirkan Gubernur Lemhannas RI Dr. H. Tubagus Ace Hasan Syadzily, M.Si. dan Sestama Lemhannas RI Komjen Pol Dr. H. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA.

Kajian Subuh ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya ketahanan nasional yang dibangun melalui penguatan moral, persatuan, serta kebersamaan seluruh elemen bangsa.

Dalam kajian tersebut ditekankan bahwa ketahanan nasional tidak semata-mata berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga membutuhkan fondasi spiritual dan moral masyarakat yang kuat.

Masjid dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung hal tersebut. Selain sebagai tempat ibadah, masjid dapat menjadi pusat ilmu, pembinaan mental dan spiritual, sekaligus menjadi benteng pertahanan moral di tengah berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat.

Penguatan nilai keagamaan juga dinilai penting dalam membangun karakter masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui kegiatan seperti kajian Subuh, sinergi antara umat, tokoh agama, masyarakat dan pemerintah diharapkan semakin kuat. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga stabilitas serta memperkokoh ketahanan nasional.

Kajian Subuh bersama pimpinan Lemhannas RI di Masjid Al Hakim Padang berlangsung setelah salat Subuh dan diikuti jamaah dengan penuh khidmat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga ketahanan nasional dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk melalui penguatan iman, akhlak, persatuan dan kepedulian terhadap sesama.


ALAHAN PANJANG
— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang menggelar kegiatan tausiah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jajaran petugas Lapas, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta peserta magang.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Tausiah disampaikan Ustadz di lingkungan Lapas dengan seluruh peserta mengikuti kegiatan secara tertib dan penuh perhatian. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menekankan pentingnya meneladani sifat dan akhlak Nabi Muhammad SAW, seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk terus memperbaiki diri.

Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, S.Sos., M.H., turut mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut sebagai bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Lapas Kelas III Alahan Panjang berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara petugas, warga binaan dan peserta magang dalam menciptakan suasana pembinaan yang religius, humanis dan kondusif di lingkungan Lapas.

Dengan adanya kegiatan keagamaan secara rutin, diharapkan proses pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku menuju pribadi yang lebih baik serta siap kembali ke tengah masyarakat.



ALAHAN PANJANG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang melaksanakan pemeriksaan urine atau tes NAPZA terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rabu (19/8/2026). Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh WBP yang menjalani tes dinyatakan negatif menggunakan narkotika.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan di Aula Lapas Kelas III Alahan Panjang. Pemeriksaan dilakukan oleh perawat bersama peserta magang bidang kesehatan Lapas Alahan Panjang.

Pelaksanaan tes urine tersebut diawasi langsung oleh Kepala Subseksi Pembinaan dan Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Kelas III Alahan Panjang guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, mengatakan pemeriksaan urine merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk deteksi dini sekaligus upaya memastikan lingkungan Lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” Ujar Kalapas Kelas III Alahan Panjang.

Pelaksanaan pemeriksaan urine tersebut juga menjadi bagian dari penyelenggaraan tugas dan fungsi pemasyarakatan dalam menjaga keamanan serta mendukung pembinaan warga binaan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Dengan hasil pemeriksaan seluruhnya negatif, Lapas Kelas III Alahan Panjang akan terus meningkatkan pengawasan dan langkah pencegahan guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.



Padang Pariaman – Tim Operasional Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Padang Pariaman mengamankan seorang pria yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika di sebuah rumah di Korong Pasa Kandang, Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Pria yang diamankan berinisial YA (29), seorang wiraswasta yang berdomisili di Korong Pasa Kandang, Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa lokasi tersebut diduga kerap dijadikan tempat terjadinya transaksi narkotika. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Padang Pariaman melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya mengamankan terduga pelaku di sebuah rumah di kawasan tersebut.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu paket besar yang diduga narkotika jenis ganja yang dibungkus lakban kuning dan disimpan di dalam kantong plastik kresek warna biru-merah yang digantung di dinding kamar. Selain itu, petugas juga menemukan satu kaca pirek yang berisi diduga narkotika jenis sabu beserta satu alat hisap (bong).

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, terduga mengakui bahwa barang-barang yang diduga narkotika tersebut adalah miliknya. Meski demikian, seluruh proses pembuktian akan dilakukan melalui penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dari lokasi kejadian, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu paket besar diduga ganja, satu kaca pirek berisi diduga sabu, satu alat hisap (bong), satu kantong plastik kresek warna biru-merah, satu gunting, sepuluh lembar kertas papir, serta satu unit telepon genggam merek Vivo berwarna biru dongker.

Dalam proses pengungkapan kasus tersebut, polisi juga mencatat keterangan dari dua orang saksi yang berada di sekitar lokasi.

Saat ini, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Padang Pariaman untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik Satresnarkoba masih melengkapi administrasi penyidikan, melakukan penyitaan barang bukti, serta mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Padang Pariaman, AKP. Iptu Irhas Murad, S.H.,M.H mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sebagai upaya bersama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.



Alahan Panjang – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang menggelar Aksi Jumat Bersih di Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Alahan Panjang dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus mempererat sinergi dengan masyarakat sekitar menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Aksi Jumat Bersih dilaksanakan dengan melibatkan jajaran pegawai Lapas Alahan Panjang yang bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan lingkungan di kawasan Nagari Alahan Panjang. Kegiatan ini juga menjadi implementasi nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, S.Sos., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya membangun semangat kebersamaan dalam menyambut HUT RI ke-81.

"Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat hubungan baik antara Lapas dengan masyarakat," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Presiden Nomor 157 Tahun 2024 tentang Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta 21 Perintah Harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui Aksi Jumat Bersih ini, Kalapas Alahan Panjang berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari nilai luhur bangsa Indonesia menjelang peringatan HUT RI ke-81.



Alahan Panjang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Alahan Panjang bersama jajaran mengikuti Rapat Koordinasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sidang Elektronik dan Sosialisasi Aplikasi SANTIANG yang diselenggarakan di Media Center Pengadilan Negeri Koto Baru, Sabtu (26/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan persidangan secara elektronik.

Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh perwakilan Pengadilan Negeri Koto Baru, Kejaksaan, Lapas Kelas III Alahan Panjang, serta instansi terkait lainnya. Agenda utama meliputi pembahasan pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sidang elektronik sekaligus sosialisasi penggunaan Aplikasi SANTIANG sebagai sarana pendukung administrasi dan pelaksanaan persidangan berbasis digital.

Kalapas Kelas III Alahan Panjang menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung transformasi digital dalam sistem peradilan, khususnya pada penyelenggaraan sidang elektronik yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan efektivitas proses hukum bagi warga binaan.

Melalui forum koordinasi tersebut, seluruh peserta juga menyamakan persepsi terkait mekanisme pelaksanaan sidang elektronik, pembagian tugas masing-masing instansi, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi agar pelayanan kepada masyarakat dan pencari keadilan dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Dengan terlaksananya rapat koordinasi ini, diharapkan kerja sama antara Lapas Kelas III Alahan Panjang dengan Pengadilan Negeri Koto Baru beserta aparat penegak hukum lainnya semakin solid dalam mewujudkan sistem peradilan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.



Alahan Panjang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang menggelar kegiatan kerja bakti dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Rabu (22/7/2026). 

Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Agung Al-Jami' Taratak Galundi, Alahan Panjang, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat.

Kerja bakti dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan jajaran petugas Lapas Alahan Panjang. Kegiatan difokuskan pada pembersihan area masjid dan lingkungan sekitarnya agar tetap bersih, nyaman, dan layak digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas ibadah.

Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, S.Sos., M.H., mengatakan bahwa kerja bakti ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus implementasi semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur bangsa.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Selain menyambut HUT RI ke-81, kerja bakti ini juga menjadi wujud pengabdian Lapas kepada masyarakat," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan mengacu pada berbagai ketentuan, di antaranya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Presiden Nomor 157 Tahun 2024 tentang Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta 21 Perintah Harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Lapas Alahan Panjang berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan peran pemasyarakatan dalam membangun sinergi dengan masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.




‎JAKARTA – Sebanyak 42 warga penghuni Ruko Marinatama (Marina) Mangga Dua, Jakarta Utara, secara resmi melayangkan gugatan terhadap Induk Koperasi Angkatan Laut (Inkopal) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur. Gugatan ini diajukan sebagai bentuk keberatan atas penerbitan sertifikat hak pakai atas lahan yang mereka tempati, yang dinilai cacat hukum dan melanggar prosedur administrasi pertanahan.
‎
‎Dasar Gugatan: Pelanggaran Komitmen dan Prosedur Agraria
‎Kuasa hukum warga, Subali, S.H., menjelaskan bahwa inti dari gugatan adalah keabsahan penerbitan hak pakai yang bertentangan dengan komitmen awal pembangunan kawasan Marinatama pada akhir 1990-an.
‎
‎Warga membeli dan menempati ruko dengan janji akan memperoleh Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Namun, setelah lebih dari dua dekade, sertifikat yang terbit justru berupa Hak Pakai atas nama pihak lain.
‎
‎"Proses ini melanggar ketentuan hukum agraria. Kami menilai penerbitan hak pakai tersebut keliru secara hukum," ujar Subali usai sidang kelima di PTUN Jakarta Timur, Selasa (12/11/2025).
‎
‎Persidangan dan Permintaan Mediasi Kemenhan
‎Dalam persidangan kelima, Majelis Hakim menekankan pentingnya pembuktian yang relevan dan profesional. Pihak penggugat berencana menghadirkan saksi ahli dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) untuk menjelaskan aspek hukum konversi tanah negara.
‎
‎Menurut Subali, berdasarkan aturan, tanah negara seharusnya terlebih dahulu dikonversi menjadi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas nama Kementerian Pertahanan, baru kemudian dapat dilekati Hak Guna Bangunan (HGB). "Dalam kasus ini, tanah langsung diterbitkan sebagai Hak Pakai. Ini yang kami anggap keliru," tegasnya.
‎
‎Di tengah proses hukum, warga juga melaporkan telah menerima surat peringatan pengosongan bangunan dari pihak Inkopal, serta adanya dugaan intimidasi.
‎
‎Menyikapi hal tersebut, Subali meminta aparat penegak hukum dan pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada warga. "Tidak boleh ada pengosongan sebelum ada putusan hukum tetap. Langkah-langkah itu mencederai proses hukum yang sedang berjalan," kata Subali.
‎
‎Sebagai upaya damai, warga telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Pertahanan, Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin, pada 29 Oktober 2025. Surat tersebut berisi permohonan agar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bersedia menjadi mediator dalam penyelesaian sengketa antara warga dan Inkopal.
‎
‎"Kami masih percaya bahwa TNI adalah bagian dari rakyat, dan kami berharap Menhan berkenan membuka ruang komunikasi demi penyelesaian yang berkeadilan," tutup Subali.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemenhan belum memberikan tanggapan resmi atas permohonan mediasi tersebut. Sidang lanjutan dijadwalkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi ahli dari pihak penggugat.
‎
‎Bantu saya jadikan berita di atas menjadi sebuah narasi berita simpel dan tegas
‎ChatGPT bilang:
‎Berikut versi narasi berita yang lebih simpel dan tegas dari teks di atas:
‎
‎42 Warga Ruko Marinatama Gugat Inkopal ke PTUN Soal Sertifikat Tanah
‎Jakarta – Sebanyak 42 warga Ruko Marinatama Mangga Dua, Jakarta Utara, menggugat Induk Koperasi Angkatan Laut (Inkopal) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur. Gugatan diajukan karena warga menilai penerbitan sertifikat hak pakai atas lahan yang mereka tempati cacat hukum dan menyalahi prosedur agraria.
‎
‎Kuasa hukum warga, Subali, S.H., menyebut warga awalnya dijanjikan akan memperoleh Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) saat membeli ruko pada akhir 1990-an. Namun, sertifikat yang terbit justru berupa Hak Pakai atas nama pihak lain. “Proses ini menyalahi ketentuan hukum agraria,” ujarnya usai sidang kelima, Selasa (12/11/2025).
‎
‎Dalam sidang tersebut, majelis hakim meminta pembuktian yang kuat. Pihak warga akan menghadirkan saksi ahli dari Universitas Indonesia (UI) untuk menjelaskan bahwa tanah negara seharusnya dikonversi menjadi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) sebelum diterbitkan SHGB, bukan langsung menjadi Hak Pakai.
‎
‎Di tengah proses hukum, warga mengaku menerima surat peringatan pengosongan dan dugaan intimidasi dari pihak Inkopal. Subali meminta aparat menegakkan hukum dan melindungi warga. “Tidak boleh ada pengosongan sebelum putusan inkrah,” tegasnya.
‎
‎Sebagai upaya damai, warga telah mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin pada 29 Oktober 2025, memohon agar Kemenhan menjadi mediator antara warga dan Inkopal.
‎
‎“Kami berharap Menhan membuka ruang komunikasi untuk penyelesaian yang adil,” tutup Subali.
‎
‎Hingga kini, pihak Kemenhan belum memberikan tanggapan. Sidang lanjutan dijadwalkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi ahli dari pihak penggugat.
‎(rilis)



Padang, Rangkiang Nagari - Bakal calon Walikota Padang periode 2024-2029 Fadly Amran menyampaikan komitmennya tidak akan bermain proyek meminta fee sekian persen dari proyek- proyek yang dikerjakan di wilayah kota Padang.

Hal itu disampaikan Fadly Amran ketika menyampaikan visi misinya untuk maju sebagai calon walikota Padang periode 2024-2029 kepada wartawan yang tergabung dalam Kolaborasi Jurnalis Indonesia ( KJI) di salah cafe di kawasan jl Ahmad Dahlan tadi siang.

Sebagai putra yang dilahirkan dan dibesarkan di kota Padang, Fadly Amran ingin memberikan contoh kepada bawahan dan pegawai di lingkungan kota Padang agar bisa bekerja bersih dan profesional.

"Tidak main proyek mengatur tender dan menentukan pemenang dan akhirnya mendapatkan "fee" dari hasil proyek tersebut" tegas Fadly.

Sebagai anak muda, Fadly ingin memberikan contoh dan memulai komitmen dan keteladanan dari diri ia sendiri. " Saya berjanji, tidak akan minta-minta fee seperti yang mungkin terjadi di berbagai daerah dan instansi saat ini, " kata Fadly.

Ada yang mengatakan untuk pekerjaan tanpa tender atau PL, kontraktornya harus keluarkan 20 persen dana dari nilai proyek dan untuk proyek biasa 2,5 persen. " Saya jamin hal itu tidak akan saya lakukan bila terpilih jadi walikota, "sebut Fadly.

Kepada kepala- kepala dinas dan pimpro saya akan sampaikan komitmen itu. Bagi yang tidak sanggup,silahkan mundur, tidak bergabung dengan saya, katanya.

Selain menyampaikan komitmennya, Fadly juga menyampaikan visi dan misinya yang intinya meningkatkan kolaborasi terhadap segala potensi yang dimiliki kota Padang.

Sebuah visi tentu mencakup banyak hal dan persoalan mendasar di kota Padang. Ia menyebutkan bagaimana membangun " smart city" kota pintar.
Smart city melingkupi berbagai hal, masalah lingkungan, pemerintahan, kesehatan, perekonomian, mobilitas dan aspek penting lainnya.

Fadli mengurai poin- poin "smart city" seperti yang dikembangkan kota-kota besar di Indonesia. Ia juga bicara terkait kearifan lokal budaya dan agama.

Pertemuan Fadly dengan kalangan wartawan berlangsung hangat dan bersemangat. Berbagai persoalan kota diangkat dalam pertemuan, termasuk juga tawuran massal . ( bb).


 

Padang- Harapan masyarakat Pasaman Barat Khususnya di Jalan Jawa, Nagari Ujung Gading untuk mendapatkan sinyal HP Selular dan layanan internet maksimal sudah semakin nyata. 

Pasalnya pembangunan Menara Base Transceiver Station (BTS) tersebut bisa lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses jaringan internet khusunya di wilayah Nagari Ujung Gading sekitarnya.

BTS adalah salah satu bentuk infrastruktur telekomunikasi yang berperan penting dalam mewujudkan komunikasi nirkabel antara jaringan operator dengan perangkat komunikasi. Tugas utama BTS adalah mengirimkan dan menerima sinyal radio ke perangkat komunikasi seperti telepon rumah,telepon seluler dan sejenis perangkat lainnya. Kemudian sinyal radio tersebut akan diubah menjadi sinyal digital yang selanjutnya dikirim ke terminal lainnya menjadi sebuah pesan atau data.

Dalam pembuatan tower BTS bentuknya bisa bervariasi, ada yang kaki segi empat, kaki segitiga, bahkan ada yang hanya berupa pipa panjang saja.

Umumnya tower BTS memiliki panjang antara 40 hingga 75 meter. Tiap daerah memiliki panjang tower BTS yang berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi geografis serta luas jangkauan jaringan yang ditargetkan.

Pembangun base transceiver station (bts) menurut  Kementerian Kominfo dinilai memberikan banyak dampak positif baik untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan aktivitas dunia pendidikan. Terutama di daerah daerah yang sebelum ada pandemi sangat sulit untuk mengakses internet.  

Dengan adanya layanan internet sehingga dapat membantu anak sekolah untuk mencari referensi pelajaran melalui internet, dapat saling terhubung dengan keluarga yang jauh melalui layanan video call maupun sosial media. 

Bahkan ada masyarakat yang telah menggunakan layanan internet untuk menjual hasil usahanya yang berupa paving block, Makanan dan Produk UMKM melalui media sosial. 

Pembangunan BTS sangat berdampak positif bagi ekonomi di Indonesia khususnya masyarakat dan untuk dunia pendidikan.

PT. GPA Graha Prima Agung yang tengah melakukan pembangunan  BTS di Nagari Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, diwakili oleh Taufik Hidayat mengatakan bahwa pembangunan berjalan dengan lancar dan aman.

Pada tahap awal pembangunan BTS kami melakukan sosialisasi dan memintak izin kepada pihak-pihak yang berada disekitar yang akan dibangun tower, sperti pemilik tanah, perangkat nagari, masyarakat sekitar, Babinsa dan juga Bhabinkamtibmas serta pihak lainnya juga tengah kami informasika, paparnya.

Kemudian kata dia, pihaknya juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ada disekitar pembangunan BTS dengan saling berkoordinasi dan bekerja secara profesional.

Dirinya juga juga menjamin bahwa pembangunan BTS ini sudah dikerjakan secara profesional, kemudian juga sudah memenuhi standar pekerjaan, SOP yang benar dan aturan yang berlaku untuk sebuah perusahaan mengerjakan pembuatan tower seperti ini.

''Dalam pembangunan BTS ini juga sudah diadakan asuransinya apa bila ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dan tentunya ini sangatlah berdampak positif bagi masyarakat khususnya dunia pendidikan sekitar yang sangat memerlukan akses internet ", ucapnya.

Seperti dilansir sealah seorang ahli, Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nigerian Communications Commission yang berkolaborasi dengan African Economic Community of West Africa (ECOWAS), West African Regulatory Association (WATRA), Mobile Manufacturers Forum (MMF) dan GSM Association, menyatakan bahwa sampai sekarang belum ada hasil penelitian yang mengatakan bahwa medan EMF (electro magnetic fields) berbahaya untuk manusia.

Hal tersebut didukung langsung oleh pernyataan dari Dr Emilie Van Deventer, Team Leader - Radiation Programme Department of Public Health and Environment dari World Health Organisation (WHO).

"Tidak ada bukti konkrit terkait yang disebabkan oleh medan frekuensi radio yang dikeluarkan baik oleh ponsel maupun dari BTS.(tim)




Padang- Persatuan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Kota Padang gelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Dengan mengusung tema '' Satukan persepsi dalam membangun Solidaritas untuk kesejahteraan bersama'' pada Minggu, (20/8) di Auditorium Gubernuran, Kota Padang.

Ketua DPD PKPS Kota Padang Syahrial Nadir dalam sambutannya mengatakan, PKPS adalah sebagai wadah untuk berkumpul para perantau yang berasal dari Pesisir Selatan khususnya yang berada di Kota Padang.

'' PKPS Kota Padang tentunya sebagai tempat berkumpul kita bersama-sama terdiri dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh politik, birokrasi, legislatif, pengusaha, pegawai, petani dan pedagang,'' ungkapnya.

Masih kata dia, semua berkumpul dalam suatu wadah yakni PKPS, ketua PKPS  Padang tidak terlibat menjadi pengurus Partai politik baik Sumatera Barat maupun Padang.

Namun jelas dia, kalau anggota PKPS silakan bergaul silahkan masuk ke dalam partai politik karena kita harus berpolitik. PKPS Padang terbuka untuk  mengumpulkan seluruh elemen masyarakat dan para tokoh-tokoh politik di dalamnya silakan bersaing dengan dengan baik dan sehat.

Ketua DPW PKPS Provinsi Sumbar Budi Syukur dalam sambutannya, PKPS ini adalah organisasi  yang benar-benar menaungi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan dan telah memiliki badan hukum serta juga layak mendapat dukungan dan bantuan oleh pemerintah. Oleh sebab itu kita merasa keberadaan organisasi ini sangat dibutuhkan.

Organisasi ini nantinya akan menyusun program-program bagaimana PKPS kota Padang ke depan agar lebih baik, " kemudian melaksanakan kegiatan secara organisasi maupun kemasyarakatan dan membina hubungan sesama dengan orang Pesisir Selatan baik itu yang ada di Padang maupun yang ada di perantauan,'' jelasnya.

Kemudian yang kami patut kita banggakan juga bahwa  baru-baru ini ibu-ibu persatuan wanita Pesisir Selatan juga sudah didirikan, yang mana memiliki  semangat dan motivasi sekali ya terhadap ibuk-ibuk khususnya Pessel.

'' Persatuan wanita Pessel ini nantinya untuk mengumpulkan  dan menggandeng ibu-ibu untuk hadir bersama-sama melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkup warga Pesisir Selatan,"paparnya.

Dirinya berharap agar kita yang ada di sini nantinya punya peran besar, punya peran strategis untuk memajukan Pessel, mari bersama-sama untuk memajukan kampung halam kita.

Kemudian kata dia, beberapa hal yang ada kita di Pessel  yang perlu kita bina UKM-UKM sangat perlu kita tingkatkan dan menjadi perhatian kita bersama meningkatkan taraf hidup masyarakat. Oleh sebab itu peran-peran strategis ini PKPS juga harus mengambil peran.

Senada dengan ketua DPW PKPS, Wakil Gubernur Sumbar Audi Joinaldy langsung membuka Rakerda PKPS kota Padang, dirinya sangat mengapresiasi semangat warga kabupaten Pesisir Selatan yang ada di Kota Padang.

Organisasi PKPS ini merupakan sebuah organisasi yang sangat besar, patut kita suport apapun kegiatan yang positifnya karena PKPS merupakan penduduk ketiga terbanyak setelah Padang dan Kabupaten Agam, terangnya.

Semoga dengan dilakukannya Rakerda PKPS ini, bisa menjadi sebuah awal untuk kemajuan organisasi, begitu juga kemajuan daerah kampung halaman, paparnya.(SRP)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.