Latest Post



MaklumatNews Sumbar - Ketua DPW APKASINDO Provinsi Sumatera Barat Jufri Nur, SE, MM menyampaikan ucapan terima kasih dan mengapresiasi Pemerintah yang telah memberikan mengizinkan kembali ekspor CPO sawit, dimana sebelumnya dilakukan pelarangan. 


Hal ini disampaikannya pada Sabtu (21/5) di Padang. Dimana dengan telah dibukanya kembali ekspor CPO dan turunannya oleh pemerintah pusat.


"Kami APKASINDO  dan petani sawit mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat. Karena akan membawa dampak stabilnya harga tandan buah segar kelapa sawit di pasar," katanya.


Lebih lanjut ia menyampaikan, terimakasih kepada bapak Jokowi yang telah menerima pernohonan kami petani  Indonesia tentang tinjau ulang larangan ekspor.


Selain itu, Ketua APKASINDO Provinsi Sumbar juga menyampaikan, ini merupakan sebuah kehormatan bagi APKASINDO yang bisa berguna dan mewujudkan keinginan pemerintah untuk ketersediaan dan terjangkaunya harga minyak goreng ditengah-tengah masyarakat.


Terpisah, pengurus dan karyawan plasma kebun sawit Yayasan Tanjung Manggopoh Kabupaten Agam juga turut mengapresiasi pemerintah atas dibuka  larangan ekspor CPO sawit dan minyak goreng, hal ini membawa dampak harga tandan buah segar sawit sesuai dengan harga pasar sehingga bisa meningkatkan perekonomian Indonesia.(*)

Doc : Humas Polda Sumbar


MaklumatNews- Sumbar - Kepolisian Resor (Polres) Bukittinggi berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu. Tak tanggung-tanggung, barang bukti yang diamankan seberat 41,4 kg.


Hal tersebut disampaikan Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P, SH. S.Ik. MH saat memimpin konferensi pers di Mako Polres Bukittinggi, Sabtu (21/5) siang. 


Bahkan, Kapolda Sumbar menyebut pengungkapan kasus narkoba oleh Polres Bukittinggi tersebut merupakan yang terbesar di Sumatera Barat. 


"Kali ini merupakan capaian yang terbesar sejak berdirinya mungkin Polres Bukittinggi juga termasuk Polda Sumatera Barat. Dan pengungkapan ini tidak luput juga dari peran jajaran Direktorat Narkotika Polda Sumatera Barat," katanya dihadapan awak media. 


Irjen Pol Teddy menerangkan, dari barang bukti yang diamankan seberat 41,4 kg tersebut, pihaknya telah menangkap delapan orang tersangka yang masing-masingnya berperan sebagai pengguna dan pengedar, dan ada juga pengedar dan bandar besarnya


"Pertama inisial AH alias Adi 24 tahun, kemudian DF alias Febri 20 tahun, yang ketiga adalah RT alias Baron 27 tahun. Yang keempat IS alias One 37 tahun, yang kelima AR alias Haris 34 tahun, yang keenam AB juga 29 tahun yang ketujuh MF 25 tahun dan yang kedelapan NF alias jalur 39 tahun," sebut Kapolda Sumbar. 


Jenderal bintang dua tersebut menyampaikan, dari total 41,4 kg ini apabila di ekuivalen dengan harga itu mencapai lebih kurang 62,1 miliar rupiah . 


"Jika dikonsumsi oleh 10 orang apabila dikonsumsi oleh lebih dari 10 orang, tentunya kita bisa menyelamatkan lebih banyak dari 414.000 jiwa," paparnya.  


Kemudian katanya, dari 8 tersangka yang telah diamankan ada 2 yang di kategorikan atau diterapkan Pasal sebagai pengguna dan pengedar.


"Sedangkan yang enam orang kita kenakan pasal Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yakni pasal 114 ayat 2 di mana sebagai pengedar dia mengedarkan lebih dari satu kilogram ancaman hukumannya yang pertama pidana mati kemudian penjara seumur hidup," tegasnya.  


Irjen Pol Teddy mengatakan, untuk kasus narkotika masih menduduki posisi pertama yaitu sejumlah 1. 043 kasus. "Ini menggambarkan bahwa Provinsi Sumatera Barat sangat potensial dan cukup mengkhawatirkan dalam hal penyalahgunaan narkotika," ujarnya. 


Oleh karena itu, Kapolda berharap dengan melihat angka penyalahgunaan narkotika yang begitu tinggi maka mari kita timbulkan environmental atau kesadaran lingkungan atau kepedulian lingkungan di seluruh elemen masyarakat Sumatera Barat ini. 


"Mari kita sama-sama menyelamatkan generasi muda kita apalagi kita saat ini sedang memasuki masa atau era bonus demografi. Disitu kita dituntut untuk bisa menampilkan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan kompetitif," ujarnya. 


"Bisa dibayangkan kalau generasi muda kita semuanya terpapar oleh narkotika, maka harapan itu akan sirna," pungkasnya menambahkan.(*)



MaklumatNews-Sumbar - Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si membuka kegiatan pelatihan dan keterampilan bagi Pegawai Negeri pada Polri di lingkungan Polda Sumatera Barat, Rabu (18/5) pagi di Ruang Jenderal Hoegeng Mapolda Sumbar.


Pelatihan keterampilan dan pembekalan PPNP jelang Purna tugas T.A 2022 Polda Sumbar, diikuti oleh ratusan personel dari Polda dan Polres sejajaran Polda Sumbar. 


Pada pelatihan kali ini, bertemakan "SIAP" Siap Pensiun Bahagia "Sehat - Ikhlas - Aktivitas bermanfaat - Produktif.


Brigjen Pol Edi Mardianto saat membuka pelatihan menyampaikan, kegiatan pembekalan dan pelatihan keterampilan terhadap pegawai negeri pada polri Polda Sumbar sebanyak 183 orang, terdiri dari Satker Polda 51 orang, Satwil 132 orang. 


"Sebagai bentuk dukungan dan perhatian institusi, sekaligus sebagai investasi yang dapat Polri berikan kepada para personel yang akan mengakhiri masa tugas dan pengabdiannya," katanya. 


Wakapolda menuturkan, sesungguhnya purna tugas itu bukan merupakan sesuatu hal yang menakutkan. Banyak para senior kita yang menikmati masa purna tugas sebagai masa yang menyenangkan bahkan masa yang ditunggu-tunggu, sehingga mereka menjadikan masa purna tugas sebagai akhir yang indah dan cemerlang dalam pencapaian hidupnya. 


Dikatakan, mereka yang telah purna tugas juga berhasil menyusun beberapa langkah untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan pada masa tua mereka, diantaranya, masalah psikologi, masalah keuangan yang tidak lagi stabil, dan perubahan status dan aktivitas yang cukup signifikan.


"Hal ini juga akan terjadi pada peserta sekalian, yang akan memasuki masa purna tugas tiga atau empat tahun lagi. Purna tugas bukan berarti kita berhenti untuk berkarya, namun justru menjadi babak baru kehidupan untuk mengembangkan minat, bakat, hobi dan rencana-rencana yang tidak terealisasi karena pada saat bertugas tidak dapat dilakukan," ujarnya. 


"Ini adalah sesuatu yang bersifat alamiah yang hendaknya disikapi dengan jiwa yang ikhlas," sambung Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto. 


Lanjutnya, pembekalan dan pelatihan ini merupakan suatu program kegiatan yang ditempuh polri dalam rangka memberikan bekal untuk mempersiapkan para peserta baik secara psikologis, mental maupun fisik, dan pelatihan keterampilan di bidang kewirausahaan. Dengan mitra pelaksana yaitu PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). 


Sementara, tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah: “Pensiun Siap Bahagia”, yang merupakan singkatan dari Sehat, Ikhlas Aktifitasnya bermanfaat, Produktif yang diharapkan dapat menggambarkan kesiapan kita untuk menghadapi masa purna tugas yang akan dihadapi dalam waktu dekat dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat. 


"Peserta pelatihan diharapkan dapat mempersiapkan masa purna tugas guna mendapatkan second carrier yang tepat dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat," pungkasnya. 


Pelatihan ini juga dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Sumbar, dan para narasumber.(*)

Doc : Konferensi pers Bidhumas Polda Sumbar


Maklumatnews-Sumbar- Operasi Ketupat Singgalang 2022 telah selesai digelar, berdasarkan pengumpulan laporan dari Polres-Polres maupun dari Direktorat Lalu lintas Polda Sumbar sendiri mengenai pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.

Hal tersebut disampaikan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumbar AKBP Afriyani, SH, yang didampinggi oleh Kasubbag Renmin Bag Ops Ditlantas Polda Sumbar Kompol Febgendri saat digelarnya Konferensi pers di Mapolda Sumbar Kamis siang (12/5).


Dari hasil analisa dan evaluasi (anev) selama operasi ketupat singgalang 2022 tersebut, kata AKBP Afriyani, untuk  data kecelakaan lalu lintas selama mudik dan arus balik, terjadi peningkatan jumlah kejadian, dimana untuk tahun 2021 sebanyak 78 kejadian, sementara untuk tahun 2022 sebanyak 108 kejadian, terjadi penambahan 30 kasus, artinya naik 38%.


Untuk korban meninggal dunia, pada tahun 2021 terjadi 9 kasus, dan pada tahun 2022 terjadi 15 kasus, terjadi penambahan 6 kasus, artinya untuk kasus korban meninggal dunia naik 67%.


Untuk korban luka berat, di tahun 2021 terdapat 8 kasus, dan tahun 2022 terdapat 9 kasus, hanya terjadi 1 kasus, artinya naik 13% dibandingkan tahun sebelumnya.


Sementara untuk kasus korban luka ringan untuk tahun 2021 terdapat 118 kasus, dan di tahun ini 2022 terdapat 195 kasus, ada penambahan 77 kasus, artinya  naik 65%. Untuk kerugian materil jika bandingkan tahun 2021 naik 267%, dimana Rp. 109.650.000 untuk tahun 2021, dan untuk tahun 2022 sejumlah Rp. 401.950.000, artinya terjadi penambahan angka sebanyak Rp. 292.300.000.


Dalam kesempatan yang sama, Kasubbag Renmin Bag Ops Ditlantas Polda Sumbar Kompol Febgendri menyampaikan  untuk data pelanggaran lalu lintas pada arus mudik dan arus balik saat operasi ketupat singgalang 2022, dimana untuk tilang dari tahun sebelumnya naik 7%, ditahun 2021 terdapat 321 tilang dan tahun 2022 terdapat 345 tilang, artinya terjadi penambahan sebanyak 24 tilang.



Lebih lanjut Kompol Febgendri menjelaskan, untuk Teguran naik 201% , dimana dalam tahun 2021 terdapat 1.468 teguran, sementara di tahun 2022 terdapat 4.412 teguran, artinya terjadi penambahan diangka 2.944 teguran.  Sementara perbandingan jumlah pelanggaran antara tahun 2021 dengan 2022 dalam operasi ketupat singgalang terjadi kenaikan di angka 2.968, untuk tahun 2021 jumlah pelanggaran 1.789 dan tahun ini  berjumlah 4.757 pelanggaran, artinya terjadi kenaikan 166%.


Ia menambahkan, selama operasi ketupat singgalang 2022 ini, secara umum situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda sumbar dapat dikatakan aman, kondusif dan terkendali, katanya.


"Kegiatan ini merupakan sebagai bentuk pemberian perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat terutama saat arus mudik dan arus balik pada hari raya Idul Fitri 1443 H," pungkasnya.(***)

Doc : Prosesi Cabut Bai'at dan kembali ke NKRI


MaklumatNews- Sumbar - Setelah di Dharmasraya, dan Tanah Datar, ratusan eks pengikut Negara Islam Indonesia (NII) mencabut bai’at nya dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kamis (12/5) di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak Kabupaten Limapuluh Kota.


Pencabutan bai’at jilid III diikuti oleh 225 ex. NII yang berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Dharmasraya.


Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaharo Rajo berterimakasih kepada Gubernur Sumbar, Kapolda Sumbar dan aparatur negara yang melaksanakan pengamanan dan yang mengikuti kegiatan pencabutan Bai'at NII jilid III, serta seluruh masyarakat yang akan melakukan pencabutan Bai'at di aula Kantor Bupati Limapuluh Kota.


"Semoga masyarakat yang di cabut Bai'at NII ini menjadi warga negara Indonesia yang patuh terhadap hukum NKRI," ujar Safaruddin.


Sementara, mantan Ketua Perekrutan anggota NII menyampaikan, agar seluruh masyarakat yang hadir dalam pencabutan Bai'at NII ini menjadi warga negara Indonesia yang baik dan jangan sampai kita menjadi korban hoax. "Setelah selesai dari NII dapat berkarir bersama masyarakat lain," ujarnya.


Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah juga menyebutkan, bahwa masyarakat Lima Puluh Kota ini banyak jasanya kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Maka dari itu, masyarakat Sumatera Barat ini jadi garda terdepan dalam menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Usai sambutan Gubernur Sumbar, dilanjutkan prosesi pencabutan bai'at NII oleh peserta ex. NII dengan mengucapkan ikrar setia mengakui negara Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dengan  menyuarakan "NKRI Harga Mati, Pancasila junjung Tinggi".


Bai’at massal tersebut, disaksikan langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa, Perwakilan Danrem 032 Wirabraja, Kasatgaswil Densus 88 AT, Kabinda Sumbar, Pejabat Utama Polda Sumbar, Bupati Limapuluh Kota, Forkompimda Kab. Limapuluh Kota, Kapolres 50 Kota, Kapolres Payakumbuh, Kapolres Tanah Datar dan Kapolres Dharmasraya.


Jumlah warga yang mengikuti bai’at hari ini merupakan hasil penyelidikan dari Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Hari ini mereka sepakat dari hati yang paling dalam untuk mencabut bai’at.(*)



Padang  – Untuk mewujudkan efisiensi dan efektifitas hari kerja, Perumda Air Minum Kota Padang, langsung memulai aktifitas kerja diawali dengan Apel Pagi di halaman kantor pusat (9/5/22).

Dirut Hendra Pebrizal  langsung bertindak sebagai pembina pada apel pagi ini yang di ikuti seluruh karyawan/ti yang berada di kantor pusat, dan cabang yang tidak bertugas khusus. Dalam amanat yang disampaikan, Dirut mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, dan mohon maaf lahir batin kepada semua peserta apel pagi. Dirut juga berterimakasih kepada semua divisi yang telah melaksanakan tugas selama masa cuti lebaran, sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap prima.

Dalam apel pagi ini, Dirut, didampingi Dirum @afrizalkuning dan Dirtek @andri.satria1 juga melepas sekaligus 4 (empat) orang karyawan yang memasuki masa purna tugas pada bulan ini. Agus Radiono, Azhar, Mardi, dan Afri Darman, kepada bapak-bapak hebat pejuang ledeng ini, Dirut berterimakasih atas dedikasinya yang telah membesarkan perusahaan.

Dirut berpesan, tetaplah menjaga silaturahmi, meski sudah tak lagi aktif, namun sumbangsih fikiran dan ide yang cemerlang untuk kemajuan perusahaan tetap diharapkan.

“Keluarga Besar Perumda Air Minum Kota Padang mengucapkan “Selamat memasuki masa purna tugas, semua hal baik yang telah dilakukan, akan Kami lanjutkan. Semoga senantiasa sehat bersama orang-orang yang dicintai,”tutupnya.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.