Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Korem 032/Wbr Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Bukittinggi Polres Padang Pariaman Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama



PADANG – Jajaran Direksi Perumda Air Minum (AM) Kota Padang bergerak cepat merespons keluhan pelanggan terkait penurunan kualitas layanan, seperti air keruh dan gangguan suplai. Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, bersama Direktur Teknik Andri Satria, memaparkan analisis teknis di lapangan sekaligus peta jalan (roadmap) pemulihan komprehensif yang targetnya rampung pada akhir tahun 2026.

Hendra Pebrizal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang dialami warga. Ia menjelaskan bahwa akar permasalahan berada di area hulu. Bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu telah mengubah karakteristik sumber air baku sungai di Kota Padang secara ekstrem.

"Saat cuaca buruk, tingkat kekeruhan air baku di Sungai Batang Kuranji dan wilayah Intake Kampung Koto meningkat drastis. Sebagian Instalasi Pengolahan Air (IPA) kami saat ini menghadapi beban kerja yang berat karena belum dirancang untuk menetralisir tingkat kekeruhan ekstrem tersebut secara instan," ujar Hendra.

Faktor usia infrastruktur turut memperumit situasi. IPA Gunung Pangilun, yang dibangun sejak tahun 1867, awalnya hanya dirancang untuk kapasitas 10 ribu pelanggan. Saat ini, instalasi tersebut harus melayani hingga 30 ribu sambungan, dengan total pendistribusian mencapai 50 ribu pelanggan.

Untuk mengatasi penurunan debit dan kualitas air, Perumda AM Kota Padang tengah menjalankan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana skala besar sejak Desember 2025 hingga Desember 2026. Salah satu fokus utamanya adalah perbaikan total filter air.

"Kami sedang memperbaiki 12 unit filter di Gunung Pangilun secara berkala. Estimasi pengerjaan satu filter memakan waktu 1 hingga 15 hari. Proses pencucian dan perbaikan khusus ini berpotensi memicu kekeruhan minor untuk sementara waktu, namun kami pastikan pasokan air ke masyarakat tetap mengalir," tambah Hendra.

Strategi Jangka Panjang dan Dukungan Pemerintah Pusat

Langkah solutif jangka panjang telah disiapkan melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah pusat. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Perumda AM Kota Padang mendapat dukungan peningkatan kapasitas IPA Palukahan berupa pembangunan jaringan pipa sepanjang 19 kilometer. Proyek dengan anggaran Rp284 miliar ini ditargetkan selesai dalam waktu 22 bulan.

Selain itu, usulan relokasi dan perbaikan menyeluruh untuk IPA Gunung Pangilun senilai Rp400 miliar terus digulirkan. Secara akumulatif, total estimasi kebutuhan pemeliharaan dan pengembangan instalasi ini mendekati angka Rp1 triliun.

"Kami optimistis seluruh paket perbaikan ini berjalan lancar sesuai kontrak hingga Desember 2026 agar pemulihan layanan dapat tuntas tepat waktu," kata Direktur Teknik, Andri Satria.

Meski menghadapi kendala teknis, Andri menjamin kualitas air bersih yang disalurkan tetap memenuhi standar higienitas berdasarkan Permenkes. Ia juga memastikan proses koagulasi dan penjernihan air menggunakan bahan kimia yang aman dan telah tersertifikasi halal, dengan pengawasan ketat setiap hari.

"Seluruh kandungan kimia yang digunakan dijamin aman bagi kesehatan masyarakat. Untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, kami memberikan prioritas utama guna memastikan suplai air bersih tidak terputus," tegas Andri. Ia juga menambahkan bahwa sebagai bentuk inovasi pelayanan, wilayah Lubuk Minturun kini sudah mulai menikmati fasilitas air siap minum langsung dari keran (Zona Air Minum Prima).

Mitigasi Risiko dan Layanan Darurat

Mengantisipasi dinamika selama masa perbaikan, manajemen Perumda AM Kota Padang tetap memberlakukan kebijakan subsidi bagi masyarakat serta menyiagakan armada tangki air dan CPO mobile untuk wilayah perkotaan jika terjadi gangguan suplai mendadak. Sementara itu, pasokan untuk wilayah Teluk Bayur yang ditopang oleh tiga sumber air dipastikan tetap aman.

Manajemen mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi proses rehab-rekon ini dengan menampung air secukupnya. Warga juga diharapkan aktif melaporkan setiap kendala, baik kebocoran pipa maupun masalah administrasi dan tarif, melalui kanal resmi Call Center atau media sosial Perumda AM Kota Padang.

"Setiap laporan kebocoran akan langsung ditangani oleh tim teknis di lapangan. Kami sangat mengharapkan sinergi dan kerja sama dari seluruh pelanggan demi percepatan pemulihan layanan ini," tutup Hendra.(*)



‎PADANG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang menjadwalkan pengerjaan pengurasan Reservoar Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban pada Kamis malam (9/7/2026). Proses perawatan berkala ini akan dimulai pukul 21.00 WIB hingga selesai.
‎Demi mengantisipasi gangguan pasokan selama proses pembersihan berlangsung, manajemen Perumda AM Kota Padang meminta masyarakat, khususnya para pelanggan yang berada di area terdampak, untuk segera melakukan langkah persiapan.
‎Kasubag Humas dan Protokoler Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengimbau para pelanggan untuk segera menampung air bersih sebagai cadangan sebelum pengerjaan dimulai.
‎"Kami menyarankan pelanggan untuk sesegera mungkin menampung air untuk mengantisipasi jika proses pengurasan di lapangan memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, kami juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air selama masa pemeliharaan ini," ujar Adhie Zein.
‎Adapun sejumlah wilayah dan kawasan yang diperkirakan akan mengalami dampak langsung berupa penurunan debit hingga penghentian sementara aliran air meliputi:
‎Sungai Lareh dan sekitarnya
‎Simpang Lauak Asin
‎Lubuk Minturun
‎Balai Gadang
‎Sungai Bangek
‎Sawah Laiang Balai Baru (Balbar)
‎Pilakut
‎Kalumbuk
‎Gurun Laweh, Gunung Juaro, dan Surau Gadang
‎Sebagian kawasan Siteba
‎Pihak Perumda AM Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari aktivitas perawatan infrastruktur ini. Upaya pengurasan reservoar ini dilakukan secara berkala demi menjaga dan meningkatkan kualitas distribusi air bersih kepada seluruh pelanggan di Kota Padang.



PADANG – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan, khususnya di kawasan pusat kota, terkait adanya keluhan kekeruhan air dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dipicu oleh dampak banjir bandang yang melanda akhir tahun lalu, yang secara signifikan mempengaruhi infrastruktur pengolahan air bersih.
‎Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adi Zein, menjelaskan bahwa kekeruhan air yang dirasakan di rumah pelanggan disebabkan oleh proses perbaikan dan rehabilitasi yang sedang berjalan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Akibat bencana alam tersebut, kapasitas produksi IPA Gunung Pangilun yang semula mencapai 500 liter per detik mengalami penurunan pasca-bencana. Selain kerusakan fisik pada instalasi, kondisi kualitas air baku pada Sungai Batang Kuranji sebagai sumber utama juga mengalami perubahan dan tidak sebersih sebelum bencana.
‎“Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat. Keluhan terkait air keruh ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami untuk bekerja ekstra keras demi menjaga kualitas air baku yang didistribusikan. Namun, kami memastikan bahwa air yang mengalir saat ini tetap aman digunakan karena seluruh proses produksinya tetap dijalankan dengan pengawasan ketat, mengacu pada syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes),” ujar Adi Zein dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).
‎Saat ini, proses pengerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi fisik berskala besar sedang berjalan secara bertahap oleh pemerintah melalui kontraktor pelaksana PT Hutama Karya. Perumda AM Kota Padang optimis bahwa setelah seluruh rangkaian proyek rehab-rekon ini rampung, kestabilan suplai dan kejernihan air ke area pelayanan pusat kota akan kembali normal seperti sedia kala.
‎Sebagai langkah strategis jangka pendek untuk mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan kualitas air, Perumda AM Kota Padang menjadwalkan pengerjaan pemeliharaan rutin berupa pengurasan bak reservoar (penampungan air) pada IPA Gunung Pangilun. Langkah ini dinilai sangat vital guna membersihkan endapan lumpur sisa material pasca-bencana serta mencegah pertumbuhan lumut di dalam bak tampung.
‎“Pekerjaan pengurasan reservoar ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Hari Jumat, 10 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai. Selama proses pemeliharaan tersebut berlangsung, IPA Gunung Pangilun akan BERHENTI BEROPERASI sementara waktu. Hal ini berdampak langsung pada penghentian sementara aliran air ke pelanggan di seluruh wilayah pelayanan Pusat Kota Padang,” tambah Adi Zein.
‎Mengingat estimasi pengerjaan teknis yang memakan waktu cukup lama, pihak manajemen Perumda AM Kota Padang menyampaikan tiga imbauan penting kepada seluruh pelanggan terdampak untuk melakukan langkah antisipasi:
‎Menampung Air Secukupnya: Pelanggan diharapkan mengisi penuh bak penampungan, tandon, atau ember di rumah masing-masing sebelum jadwal pengerjaan dimulai pada Jumat malam pukul 20.00 WIB.
‎Bijak Menggunakan Air: Menghemat penggunaan cadangan air yang tersedia selama masa pemeliharaan berlangsung.
‎Antisipasi Normalisasi Aliran Air: Setelah pekerjaan selesai, aliran air akan didistribusikan kembali secara bertahap. Jika air di keran didapati sedikit keruh pada saat pertama kali mengalir, pelanggan cukup mendiamkan atau mengalirkan air tersebut selama 3–5 menit hingga kondisinya kembali jernih dan higienis.
‎Pihak Perumda AM Kota Padang mengerahkan tim teknis terbaik agar proses pengurasan dan normalisasi ini berjalan seoptimal mungkin demi mempercepat durasi pengerjaan. Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan pengaduan, dapat menghubungi layanan resmi Call Center di nomor 1500030 atau melalui pesan WhatsApp Center di nomor 0811669123.(SRP)



   PADANG – Komitmen Perumda Air Minum (AM) Kota Padang dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat terus dibuktikan lewat langkah-langkah strategis di lapangan. Saat ini, perusahaan pelat merah tersebut tengah fokus melakukan pekerjaan pemasangan jaringan pipa baru di kawasan Jati, tepatnya di depan gerbang RSUP Dr. M. Djamil Padang.
‎Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kawasan Jati, terutama objek vital seperti RSUP Dr. M. Djamil, membutuhkan jaminan kepastian suplai air bersih yang stabil dan higienis setiap saat. Pemasangan instalasi pipa baru ini menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan sistem distribusi air bersih di wilayah tersebut guna menghadirkan pelayanan yang jauh lebih baik dan prima ke depan.
‎Mengingat lokasi pengerjaan berada di jantung aktivitas kota yang padat akan lalu lintas kendaraan, pedagang, dan mobilitas masyarakat, Perumda AM Kota Padang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses konstruksi berlangsung.
‎Kasubag Humas dan Protokoler Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa kenyamanan masyarakat tetap menjadi perhatian utama manajemen. Oleh karena itu, sebelum alat berat dan material diturunkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah persuasif dan prosedural demi menghormati warga setempat.
‎"Jauh hari sebelum pekerjaan ini dimulai, Perumda AM Kota Padang telah berkirim surat resmi untuk meminta izin pelaksanaan pekerjaan kepada seluruh perangkat wilayah di lokasi. Koordinasi dan permohonan izin kepada Ketua RT, RW, hingga Ketua Pemuda setempat telah tuntas kami lakukan sebelum proyek berjalan," ujar Adhie Zein.
‎Saat ini, proses pengerjaan di lapangan masih berlangsung intensif dan diperkirakan akan berjalan dalam beberapa hari ke depan. Adhie mengakui, karena proyek sedang berada dalam tahap krusial dan belum sepenuhnya rampung, kondisi fisik di sekitar lokasi seperti bekas galian aspal, selokan, serta infrastruktur penunjang lainnya yang terdampak memang belum bisa langsung diperbaiki secara permanen.
‎Namun, masyarakat tidak perlu khawatir. Perumda AM Kota Padang memberikan garansi penuh bahwa pemulihan lingkungan sekitar akan dilakukan secepat mungkin begitu proses penyambungan pipa selesai.
‎"Begitu pengerjaan pipa ini selesai, seluruh infrastruktur yang terdampak akibat proyek ini dipastikan segera diperbaiki dan dikembalikan kondisinya seperti semula. Untuk itu, kami memohon doa, dukungan, serta kesabaran dari seluruh masyarakat sekitar dan para pengguna jalan. Semua ketidaknyamanan sementara ini semata-mata kami lakukan demi menghadirkan pelayanan air bersih yang jauh lebih andal dan mengalir lancar untuk kita bersama," pungkas Adhie Zein menutup keterangannya.(SRP)



Padang Pariaman – Komitmen Polres Padang Pariaman dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika kembali dibuktikan melalui pengungkapan kasus yang dilakukan jajaran Satuan Reserse Narkoba. Seorang pria berinisial AS (32) berhasil diamankan dalam operasi yang digelar pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah rumah di Korong Toboh Padang Kapeh, Nagari Toboh Gadang Selatan, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman.

Pengungkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/32/VII/2026/SPKT/SATRESNARKOBA/POLRES PADANG PARIAMAN/POLDA SUMBAR.

Penindakan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa wilayah Nagari Toboh Gadang Selatan diduga kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Padang Pariaman segera melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan seorang pria yang mengaku bernama Andika Saputra alias Andi.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa delapan paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu dibungkus lakban warna cokelat, enam paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu dibungkus plastik klip bening, serta satu unit telepon genggam merek Oppo.

Dari hasil interogasi awal, terduga mengakui bahwa barang bukti yang ditemukan tersebut adalah miliknya. Selanjutnya, terduga beserta seluruh barang bukti diamankan ke Mapolres Padang Pariaman guna menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Padang Pariaman melalui Satresnarkoba  AKP. Iptu Irhas Murad, S.H, M.H menegaskan bahwa pihaknya akan terus menunjukkan komitmen dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Padang Pariaman. Dukungan serta informasi dari masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam membantu aparat mengungkap berbagai kasus narkotika.

Polres Padang Pariaman juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba.

Perlu diketahui, tersangka yang diamankan saat ini masih menjalani proses penyidikan. Yang bersangkutan tetap memiliki hak-hak hukum dan dianggap tidak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.



PADANG – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 menorehkan catatan penting bagi perjalanan panjang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Di usia yang kian matang, institusi penjaga keamanan negara ini terus dituntut memperkuat komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang Presisi dan humanis.

Apresiasi mendalam terhadap kiprah Korps Bhayangkara tersebut mengalir dari berbagai elemen, salah satunya dari Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Wartawan (DPW PW) Fast Respon Nusantara Counter Polri Sumatera Barat.

Ketua DPW PW Fast Respon Nusantara Sumatera Barat, Ridwan Syafriandi, S.IP., menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel kepolisian, khususnya di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat. Dedikasi dan semangat pengabdian tanpa lelah dinilai menjadi kunci terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Ranah Minang.

"Atas nama keluarga besar DPW PW Fast Respon Nusantara Counter Polri Sumatera Barat, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, serta kerja keras seluruh insan Bhayangkara dalam menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat. Semoga Polri semakin Presisi, dicintai rakyat, serta kokoh sebagai institusi yang profesional, modern, dan terpercaya," ujar Ridwan hangat.

Kado Istimewa untuk Kapolda Sumbar

Hari jadi ke-80 ini terasa kian istimewa bagi publik Sumatera Barat. Momentum ini bertepatan dengan kabar bahagia atas kenaikan pangkat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si.

Bagi Ridwan, pencapaian pangkat bintang tiga tersebut merupakan buah manis dari integritas, rekam jejak kepemimpinan, dan prestasi nyata yang diukir Komjen Pol Gatot Tri Suryanta selama mendedikasikan hidupnya di korps baju cokelat.

"Kami mengucapkan selamat dan sukses atas amanah serta kehormatan besar yang diberikan negara kepada Bapak Komjen Pol Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si. Semoga beliau senantiasa dianugerahi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam memimpin serta membawa Polda Sumatera Barat melangkah lebih maju, humanis, dan kian lekat di hati masyarakat," tuturnya.

Merawat Sinergi, Mengawal Informasi

Di bawah nakhoda Komjen Pol Gatot Tri Suryanta, Polda Sumatera Barat dinilai sukses merajut jembatan komunikasi dengan berbagai lini. Mulai dari organisasi kemasyarakatan, jurnalis, hingga para tokoh adat dan agama (tungku tigo sajarangan). Sinergi multisektor inilah yang menjadi fondasi kokoh dalam merawat stabilitas keamanan daerah secara berkelanjutan.

Menutup keterangannya, Ridwan menegaskan komitmen DPW PW Fast Respon Nusantara Sumatera Barat untuk terus berjalan beriringan bersama Polri melalui kolaborasi yang konstruktif. Peran media dan jurnalis akan dioptimalkan sebagai mitra strategis dalam mengedukasi kamtibmas serta menyajikan informasi yang edukatif bagi publik.

"Semoga di usia ke-80 ini, Polri tidak hanya semakin profesional secara struktural, tetapi juga kian dicintai secara kultural oleh masyarakat, sekaligus teguh menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas Ridwan.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.