Latest Post





PADANG – Konsolidasi besar-besaran dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa wilayah Sumatera Barat melalui gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung di ZHM Premiere Hotel Padang, Senin (13/4/2026). Agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat struktur partai sekaligus memanaskan mesin politik menghadapi pemilu mendatang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sumbar ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya A. Halim Iskandar, Faisol Riza, Lalu Hadrian Irfani, Ahmad Iman Sukri, serta Purnama Dhedhy Styawan. Turut hadir pula jajaran pengurus dari berbagai tingkatan, mulai dari DPC, DPAC hingga badan otonom partai.

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus, menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum penting untuk evaluasi dan penguatan struktur hingga ke akar rumput.

“Muscab ini kita bagi dalam dua gelombang. Pada tahap pertama, tujuh DPC telah mengikuti, termasuk dari Kota Padang, Padang Pariaman, Agam, Payakumbuh, Sawahlunto, Sijunjung, hingga Limapuluh Kota,” ujarnya.

Lebih jauh, Firdaus menekankan bahwa forum ini juga menjadi ruang merumuskan langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat, sekaligus menyusun strategi pemenangan.

PKB Sumbar sendiri memasang target ambisius pada pemilu mendatang, yakni meraih dua kursi DPR RI, sembilan kursi DPRD provinsi, serta 100 kursi DPRD kabupaten/kota.

“Target ini tidak bisa dicapai dengan cara biasa. Sesuai arahan Muhaimin Iskandar, kita harus bergerak cepat dan bekerja lebih keras,” tegasnya.

Sementara itu, A. Halim Iskandar menyoroti pentingnya penguatan basis akar rumput sebagai kekuatan utama partai. Ia menekankan bahwa arah politik PKB harus jelas, yakni mengedepankan politik kehadiran dan pelayanan nyata kepada masyarakat.

“Kita tidak harus menjadi yang terbesar, tapi harus memberikan dampak nyata melalui keteladanan dan kepemimpinan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kader untuk menguasai tiga medan utama dalam perjuangan politik, yaitu kedekatan dengan rakyat, kekuatan struktur partai, serta pengelolaan media sosial.

Melalui Muscab ini, PKB Sumbar menunjukkan keseriusannya dalam membangun kekuatan politik yang solid dan terarah. Dengan konsolidasi yang semakin matang, partai optimistis mampu meraih hasil maksimal dan memperluas pengaruhnya di kancah politik nasional.




PADANG – Kota Padang kembali bersiap mencuri perhatian lewat event olahraga berskala besar. Grand Launching Blue Ocean Minang Run (BOM Run) 2026 resmi digelar meriah di Gedung Youth Center Padang, Minggu (12/4/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

Event ini menjadi bukti keseriusan pemerintah kota dalam mengembangkan konsep sport tourism yang memadukan olahraga dengan pesona wisata. Didukung oleh IKASMANTRI, BOM Run 2026 juga terintegrasi dengan program unggulan “Jelajah Padang” yang bertujuan memperkenalkan keindahan kota secara lebih luas.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini diproyeksikan jauh lebih besar dan semarak dibandingkan sebelumnya. Tidak hanya menyasar peserta lokal, ajang ini juga dibuka untuk pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

“Kami ingin menjadikan BOM Run sebagai event kebanggaan Kota Padang yang mampu menarik peserta dari tingkat nasional hingga internasional. Ini bukan sekadar lomba lari, tapi juga pengalaman wisata yang berkesan,” ujarnya.

Dengan rute yang dirancang melewati berbagai ikon kota dan kawasan pesisir, peserta tidak hanya akan berkompetisi, tetapi juga diajak menikmati panorama khas Padang yang memukau. Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pelari sekaligus wisatawan.

Panitia juga menyiapkan beragam rangkaian kegiatan pendukung yang akan menambah kemeriahan acara. Antusiasme masyarakat pun mulai terlihat, seiring dibukanya pendaftaran bagi para pecinta lari dari berbagai kalangan.

Melalui BOM Run 2026, Pemerintah Kota Padang optimistis dapat memperkuat citra kota sebagai destinasi unggulan untuk event olahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Dengan konsep yang lebih segar dan skala yang lebih luas, BOM Run 2026 siap menjadi ajang yang tidak hanya menantang, tetapi juga memikat hati setiap peserta yang datang ke Kota Padang.



PADANG — Musyawarah Besar (Mubes) Alumni Universitas Bung Hatta (UBH) 2026 berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan di Kampus UBH Ulak Karang, Sabtu (11/4/2026). Forum yang dihadiri ratusan alumni lintas angkatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah baru organisasi alumni yang lebih solid, progresif, dan berdaya saing.

Dalam proses demokratis yang berlangsung dinamis, Ir. Mardiansyah, ST, MT, MBA, IPU resmi terpilih sebagai Ketua Umum Alumni UBH periode 2026–2030. Sosok yang dikenal berpengalaman di dunia profesional ini diharapkan mampu membawa organisasi alumni ke level yang lebih tinggi, baik dalam kontribusi terhadap kampus maupun masyarakat luas.

Mubes tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan alumni. Nuansa rekonsiliasi dan kebersamaan terasa kuat sepanjang kegiatan, menandai semangat baru untuk meninggalkan sekat-sekat perbedaan.

Dalam sambutannya, Mardiansyah menegaskan bahwa alumni UBH harus menjadi kekuatan besar yang terorganisir dan memberikan dampak nyata. Ia menyebut organisasi alumni sebagai “rumah besar” yang harus mampu merangkul seluruh elemen, mulai dari alumni, mahasiswa hingga pihak kampus.

“Ini bukan sekadar organisasi, tetapi rumah bersama. Kita harus bersatu untuk membangun almamater dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Mardiansyah telah menyiapkan sejumlah program strategis yang terstruktur dalam tiga tahapan. Pada jangka pendek, fokus diarahkan pada konsolidasi organisasi, penguatan struktur kepengurusan, serta pendataan alumni melalui database terintegrasi nasional.

Sementara itu, pada tahap jangka menengah, pengembangan platform digital alumni akan menjadi prioritas sebagai pusat informasi dan jejaring. Selain itu, kolaborasi dengan kampus dan dunia industri akan diperkuat, termasuk mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi alumni berbasis kewirausahaan.

Adapun dalam jangka panjang, program ambisius pembangunan “Hatta Graha” digagas sebagai pusat kegiatan alumni. Fasilitas ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus ruang kolaborasi strategis. Tak hanya itu, penguatan peran alumni sebagai kekuatan sosial dan ekonomi serta upaya mewujudkan jaringan alumni UBH yang berdaya saing nasional dan global juga menjadi target utama.

Mardiansyah menegaskan bahwa kepemimpinannya akan mengedepankan semangat inklusif dan kebersamaan sebagai fondasi utama.

“Kita harus meninggalkan sekat-sekat perbedaan. Alumni UBH adalah satu keluarga besar. Dengan persatuan, kita bisa berkontribusi lebih besar bagi kampus, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya.

Mubes Alumni UBH 2026 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan organisasi alumni yang lebih profesional, solid, dan mampu menjadi mitra strategis Universitas Bung Hatta dalam menghadapi tantangan masa depan.(D)



PADANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-fraksi serta Penyerahan Rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun Anggaran 2025.

Rapat yang berlangsung khidmat pada Senin (6/4/2026) di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Jalan Baginda Aziz, Sungai Sapih, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, didampingi Wakil Ketua Mastilizal Aye dan Osman Ayub, serta Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar.


Kontribusi Konstruktif Legislatif

Meski secara umum fraksi-fraksi di DPRD memberikan lampu hijau dan menyetujui LKPJ 2025, suasana rapat tetap dinamis dengan pemaparan berbagai rekomendasi tajam. Salah satu sorotan datang dari Fraksi Partai NasDem yang menekankan pentingnya efisiensi dan inovasi dalam tata kelola daerah.

Beberapa poin krusial yang direkomendasikan kepada Pemerintah Kota Padang meliputi:

Transformasi Ekonomi: Penguatan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan.

Optimalisasi PAD: Mendorong digitalisasi layanan demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara transparan.

Infrastruktur & Bencana: Pemerataan pembangunan infrastruktur serta penguatan sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh.

Kinerja Birokrasi: Penerapan penganggaran berbasis kinerja dan peningkatan pelayanan publik yang terintegrasi teknologi.


Respons Pemerintah Kota Padang

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir dan Plt Sekda Raju Minrofa Caniago. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD, khususnya Panitia Khusus (Pansus) LKPJ.

"Masukan dan tanggapan multidimensi yang diberikan oleh DPRD Kota Padang merupakan bahan evaluasi berharga bagi kami. LKPJ ini bukan sekadar laporan formalitas, melainkan alat ukur untuk memperbaiki kinerja demi kepentingan masyarakat," ujar Fadly Amran.

Beliau mengakui bahwa pelaksanaan program di tahun 2025 masih memerlukan penyempurnaan di berbagai lini. Oleh karena itu, sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci utama untuk memastikan pembangunan di tahun-tahun mendatang berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.


Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Rapat Paripurna ini menjadi simbol harmonisasi antara pengawas (DPRD) dan pelaksana (Pemko) kebijakan. Dengan diserahkannya rekomendasi tersebut, DPRD Kota Padang berharap pemerintah daerah dapat bergerak lebih lincah dalam merespons kebutuhan riil masyarakat.


Komitmen yang lahir dari sidang paripurna ini diharapkan mampu membawa Kota Padang menuju arah pembangunan yang lebih berkelanjutan, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga Kota Bingkuang.(Adv)



PADANG---Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai pelantikan pengurus Perdami Sumatera Barat yang dirangkai dengan acara halal bihalal. Kegiatan ini digelar di Hotel Truntum Padang dan menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sekaligus arah baru organisasi periode 2025–2028.

Ketua Perdami Sumbar, Romi Yusardi, dalam wawancaranya dengan awak media mengungkapkan bahwa saat ini jumlah anggota Perdami di Sumatera Barat mencapai 97 dokter spesialis mata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Menurutnya, pemerataan tenaga medis ini seharusnya menjadi kabar baik bagi masyarakat. Ia menyoroti masih adanya anggapan bahwa berobat ke rumah sakit mata di pusat kota lebih baik dibandingkan di daerah.

“Semua tempat berobat mata itu bagus, baik di klinik maupun rumah sakit. Semua dokter mata juga memiliki kompetensi yang baik. Mungkin perbedaannya hanya pada kelengkapan alat,” ujar Romi.

Ia pun menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu selalu datang ke kota besar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang berkualitas. Di berbagai daerah di Sumatera Barat, layanan serupa juga telah tersedia dengan standar yang baik.

Lebih lanjut, Romi menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mata. Ia mengibaratkan pemeriksaan mata seperti perawatan kendaraan.

“Periksalah mata secara rutin, jangan tunggu sakit dulu. Seperti kendaraan, lebih baik dicek sebelum rusak. Kalau sudah parah, justru biayanya bisa lebih besar,” pesannya.

Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga penegasan komitmen Perdami Sumbar untuk terus meningkatkan pelayanan, edukasi, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata di seluruh wilayah Sumatera Barat.



PADANG---Menjelang Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Bung Hatta yang akan digelar pada 10–12 April 2026 di Padang, dinamika pemilihan Ketua Umum periode 2026–2030 semakin menghangat. Sejumlah nama mulai bermunculan, namun salah satu figur yang mencuri perhatian adalah Mardiansyah.

Alumni Teknik Sipil angkatan 1996 ini bukan hanya dikenal sebagai profesional di bidang konstruksi, tetapi juga memiliki akar kuat sebagai aktivis kampus semasa kuliah. Kini, sebagai Direktur Operasi 2 di PT Hutama Karya, Mardiansyah membawa pengalaman strategis yang dinilai relevan untuk memimpin organisasi alumni ke arah yang lebih terstruktur dan berdampak.

Keseriusannya terlihat dari langkah awal yang telah diambil, termasuk mengambil formulir pendaftaran dan mulai memaparkan visi dalam berbagai pertemuan alumni di Padang. Dalam forum-forum tersebut, ia menekankan pentingnya membangun ikatan alumni yang tidak hanya kuat secara emosional, tetapi juga produktif dalam menciptakan peluang dan kontribusi nyata.

“Alumni harus menjadi kekuatan bersama—saling terhubung, saling mendukung, dan mampu memberi manfaat luas, baik bagi sesama alumni maupun bagi masyarakat,” menjadi garis besar gagasan yang ia dorong.

Dukungan terhadapnya pun mulai bermunculan. Banyak alumni melihat Mardiansyah sebagai sosok yang mampu menjembatani generasi lama dan baru, sekaligus menghadirkan kepemimpinan yang adaptif di tengah tantangan zaman.

Dengan Mubes yang tinggal menghitung hari, kontestasi ini diprediksi akan semakin dinamis. Namun satu hal yang pasti, kehadiran figur seperti Mardiansyah memberi harapan baru: bahwa Ikatan Alumni Universitas Bung Hatta dapat berkembang menjadi organisasi yang lebih solid, progresif, dan berdaya saing di tingkat nasional.(D)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.