Latest Post



‎PADANG — Menjelang tradisi mudik Lebaran, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumah dalam waktu lama. Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengingatkan pelanggan untuk memastikan seluruh instalasi air dalam kondisi aman demi menghindari lonjakan tagihan.
‎Pentingnya Pengecekan Instalasi
‎Hendra menekankan bahwa kelalaian kecil, seperti keran yang tidak tertutup rapat atau kebocoran halus pada pipa, dapat menyebabkan pemborosan air dalam jumlah besar. Karena meteran air tetap berputar selama air mengalir, pelanggan sering kali terkejut dengan tagihan yang membengkak saat kembali dari kampung halaman.
‎"Kami mengimbau pelanggan memastikan seluruh keran tertutup baik. Ini penting untuk mencegah pemborosan dan memastikan tagihan tetap terkontrol," ujar Hendra pada Rabu (11/3/2026).
‎Panduan Persiapan Sebelum Mudik
‎Agar momen mudik tetap nyaman tanpa kekhawatiran, Perumda AM Padang menyarankan langkah-langkah berikut:
‎Tutup Rapat Seluruh Keran: Periksa area dapur, kamar mandi, hingga keran halaman.
‎Cek Kebocoran Pipa: Pastikan tidak ada rembesan pada instalasi pipa di dalam rumah.
‎Matikan Pompa Air: Nonaktifkan pompa atau sistem penampungan jika tidak diperlukan.
‎Titip Pengawasan: Informasikan kepada tetangga atau kerabat untuk memantau kondisi rumah secara berkala.
‎Komitmen Pelayanan
‎Selain memberikan imbauan, Perumda AM Kota Padang memastikan bahwa distribusi air bersih bagi warga yang tidak mudik akan tetap berjalan normal. Petugas lapangan disiagakan untuk menjaga stabilitas layanan selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
‎Melalui langkah sederhana ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Lebaran dengan tenang sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketersediaan sumber daya air bersih di Kota Padang.



‎PADANG — Gema takbir yang kian dekat membawa serta nuansa kehangatan Lebaran bagi masyarakat Kota Padang. Di tengah hiruk-pikuk persiapan mudik dan silaturahmi, kenyamanan dalam memenuhi kewajiban domestik, seperti pembayaran rekening air, kini tak lagi menjadi beban pikiran. Perumda Air Minum (AM) Kota Padang hadir memastikan bahwa libur panjang Idul Fitri 1447 H tetap berjalan lancar dengan sistem layanan digital yang tangguh dan responsif.
‎Menyadari mobilitas masyarakat yang tinggi selama masa cuti bersama, Perumda AM Kota Padang memperkuat infrastruktur pembayaran online. Inisiatif ini merupakan wujud nyata transformasi digital perusahaan yang menempatkan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama. Kini, pelanggan tidak perlu lagi meluangkan waktu khusus untuk datang ke kantor pelayanan, karena akses pembayaran telah terintegrasi dalam satu genggaman.
‎Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, mengungkapkan bahwa momentum Lebaran seharusnya diisi dengan ketenangan tanpa rasa khawatir akan tunggakan layanan dasar.
‎"Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes air yang mengalir di rumah pelanggan dibarengi dengan kemudahan administratif. Selama libur Lebaran, seluruh kanal pembayaran digital kami tetap beroperasi penuh. Ini adalah komitmen kami untuk terus hadir melayani, kapan pun dan di mana pun pelanggan berada," ujar Adhie Zein dengan nada optimis.
‎Efisiensi di Balik Layar Digital
‎Melalui kolaborasi luas dengan berbagai mitra perbankan dan platform teknologi finansial, Perumda AM Kota Padang telah memangkas jarak dan waktu. Pelanggan dapat memanfaatkan fitur mobile banking, internet banking, hingga berbagai marketplace populer untuk menyelesaikan tagihan mereka.
‎Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah solusi cerdas bagi warga yang sedang menempuh perjalanan mudik atau tengah berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Transparansi dan kecepatan transaksi menjadi jaminan utama, sehingga potensi keterlambatan pembayaran dapat dieliminasi secara otomatis.
‎Inovasi untuk Kepuasan Publik
‎Lebih dari sekadar urusan transaksi, kemudahan ini mencerminkan visi Perumda AM Kota Padang untuk menjadi perusahaan daerah yang modern dan humanis. Adhie Zein menambahkan bahwa digitalisasi layanan ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi yang berujung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
‎“Teknologi adalah jembatan kami untuk lebih dekat dengan warga. Dengan memanfaatkan fasilitas pembayaran online, pelanggan tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga membantu kami menjaga stabilitas operasional layanan di lapangan selama masa libur,” tambahnya.
‎Dengan kesiapan layanan digital ini, Perumda AM Kota Padang mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut hari kemenangan dengan hati yang lapang. Mari jadikan momen Idul Fitri lebih bermakna dengan memastikan segala urusan administratif tuntas melalui cara yang praktis, cepat, dan aman.



‎PADANG – Bayang-bayang musim kemarau mulai menyentuh cakrawala Nusantara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi transisi cuaca akan segera melanda sejumlah wilayah di Indonesia, membawa hawa panas yang lebih menyengat dan intensitas hujan yang kian menipis. Di tengah ancaman kekeringan yang mengintai, ketersediaan air bersih menjadi diskursus krusial yang harus disikapi dengan langkah nyata.
‎Menanggapi fenomena alam ini, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang bergerak cepat dengan mengeluarkan imbauan strategis kepada seluruh pelanggan dan lapisan masyarakat. Bukan sekadar rutinitas tahunan, imbauan ini merupakan alarm bagi semua pihak untuk mulai mempraktikkan gaya hidup hemat air sebelum krisis benar-benar mengetuk pintu rumah.
‎Menjaga Hulu, Menghemat di Hilir
‎Kondisi sungai-sungai yang menjadi sumber air baku utama di Kota Padang sangat bergantung pada fluktuasi curah hujan. Penurunan debit air di hulu saat kemarau merupakan tantangan teknis yang harus dihadapi dengan manajemen distribusi yang presisi. Namun, upaya teknis dari operator saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan kesadaran kolektif di sisi konsumsi.
‎"Air adalah nadi kehidupan, dan di musim kemarau, setiap tetesnya menjadi kian berharga. Kami mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola pemakaian air—gunakan seperlunya dan hindari pemborosan untuk aktivitas yang bisa ditunda," ungkap Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal melalui Adhie Zein selaku Kasubag Humas dalam keterangan resminya.
‎Langkah Praktis Menghadapi Kekeringan
‎Sebagai langkah mitigasi, masyarakat disarankan untuk melakukan beberapa hal sederhana namun berdampak besar:
‎Menampung Air: Mulailah menyediakan cadangan air di bak penampungan atau tandon sebagai antisipasi jika terjadi penurunan tekanan distribusi secara mendadak.
‎Cek Kebocoran: Pastikan tidak ada kebocoran pada instalasi pipa di dalam rumah. Tetesan kecil yang terbuang percuma bisa mencapai puluhan liter dalam sehari.
‎Prioritas Pemakaian: Gunakan air secara bijak untuk kebutuhan primer seperti memasak dan mandi, serta membatasi penggunaan air untuk kegiatan sekunder seperti mencuci kendaraan atau menyiram halaman secara berlebihan.
‎Komitmen Pelayanan
‎Meski tantangan alam menghadang, Perumda AM Kota Padang berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas distribusi air bersih kepada pelanggan. Tim teknis disiagakan secara penuh untuk memantau titik-titik rawan kekeringan serta memastikan infrastruktur pengolahan tetap beroperasi optimal di tengah penurunan debit air baku.
‎Masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan jika terjadi kendala distribusi di wilayah mereka melalui saluran pengaduan resmi atau Call Center yang telah disediakan. Kolaborasi antara kebijakan pemerintah, kesiagaan operator, dan kesadaran masyarakat adalah kunci utama agar Kota Padang tetap tangguh melewati musim kemarau tahun ini.(*)



SAWAHLUNTO – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar retorika di bawah kepemimpinan Kapolres Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H. Pada Rabu (11/03/2026), sebuah langkah besar diambil untuk menyelamatkan ekosistem dan masa depan Kota Tambang yang kini berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kapolres memimpin langsung operasi penutupan kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), sebuah aksi yang menegaskan bahwa hukum harus berdiri tegak di atas kepentingan pribadi yang merusak.

Kepemimpinan Tegas yang Kolaboratif

Bagi AKBP Simon Yana Putra, penegakan hukum terhadap PETI bukan hanya soal penindakan, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

"Langkah penutupan ini adalah tindak lanjut dari aspirasi masyarakat. Kita tidak bisa membiarkan aset alam kita hancur demi keuntungan sesaat. Kami hadir untuk melindungi ekosistem Kota Sawahlunto agar tetap lestari bagi generasi mendatang," tegas Kapolres.

Operasi ini bukan kerja tunggal. Di bawah inisiasi Polres Sawahlunto, sinergi kuat tercipta dengan menghadirkan:

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra dan jajaran Pemkot.

Tim Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat untuk memastikan prosedur profesional.

Unsur Forkopimda serta dukungan penuh dari DPRD Kota Sawahlunto.

Restu dari Ninik Mamak dan Tokoh Pemuda

Salah satu poin krusial dalam operasi ini adalah hadirnya dukungan sosial dari akar rumput. Kehadiran para Ninik Mamak, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda di lokasi operasi menjadi bukti nyata bahwa langkah Kapolres sejalan dengan nilai-nilai adat dan keinginan warga setempat.

Sinergi antara aparat keamanan dan pemangku adat ini mengirimkan pesan kuat: Sawahlunto menolak keras praktik tambang ilegal.

Lebih dari Sekadar Penutupan: Sebuah Edukasi
Kapolres Sawahlunto memahami bahwa pendekatan keamanan harus dibarengi dengan pendekatan edukatif. Selain menutup akses lokasi, tim gabungan secara aktif mengedukasi warga mengenai bahaya bahan kimia dan alat berat bagi kesuburan tanah dan kejernihan sungai di "Kota Kuali".

Fokus Utama Operasi:

Deterrent Effect: Memberikan efek jera bagi para pelaku tambang ilegal.

Pemulihan Ekosistem: Menghentikan kerusakan lingkungan di zona warisan dunia.

Ketertiban Umum: Menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat luas.

Menuju Sawahlunto yang Berkelanjutan

Melalui operasi ini, AKBP Simon Yana Putra tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga membuka ruang bagi solusi ekonomi alternatif yang lebih sehat dan legal. Langkah ini membuktikan bahwa Polres Sawahlunto adalah mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menjaga martabat kota.

Dengan tindakan tegas dan terukur ini, Sawahlunto kembali mengukuhkan dirinya sebagai kota yang menghargai sejarah, menjaga alam, dan taat pada aturan hukum.(*)



‎PADANG – Komitmen Perumda Air Minum Kota Padang dalam menjaga konsistensi layanan kepada masyarakat terus dibuktikan. Menanggapi fluktuasi debit air pada sumber Intake Pegambiran, perusahaan plat merah ini secara resmi menerapkan sistem penggiliran distribusi air. Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh pelanggan tetap mendapatkan akses air bersih secara adil dan merata.
‎Upaya Menjaga Stabilitas Distribusi
‎Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan langkah teknis yang paling efektif untuk menjaga tekanan air di tengah kondisi debit sumber yang sedang menyesuaikan.
‎"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada wilayah yang terabaikan. Penggiliran ini adalah bentuk manajemen distribusi agar pasokan air tetap menjangkau setiap rumah pelanggan yang terhubung dengan Intake Pegambiran," ujar Adhie Zein.
‎Jadwal Penggiliran Wilayah
‎Agar masyarakat dapat mengantisipasi kebutuhan harian, Perumda Air Minum Kota Padang telah menyusun jadwal distribusi yang terbagi menjadi tiga zona waktu:
‎Waktu DistribusiWilayah Layanan
‎08.00 – 14.00 WIBBerlian 8, Berlian 2 Atas, Berlian Raya (Blok M & R), Zamrud, dan Mutiara.
‎14.00 – 19.00 WIBBerlian 2 Bawah, Berlian Raya Blok L, Berlian 3, 4, 5, serta Mustika 8, 9, dan 13.
‎19.00 – 08.00 WIBKawasan Ampalu – By Pass.
‎Imbauan bagi Pelanggan
‎Mengingat kondisi debit air di intake sangat bergantung pada faktor alam, jadwal ini bersifat situasional. Pihak Perumda mengimbau kepada seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk:
‎Menampung air secukupnya saat distribusi mengalir.
‎Menyiapkan cadangan air untuk mendukung aktivitas rumah tangga selama masa penggiliran.
‎Memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi Perumda jika terjadi perubahan jadwal mendadak.
‎“Kami terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Fokus utama kami adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal meskipun dalam kondisi penyesuaian debit air,” tutup Adhie.
‎Dengan langkah proaktif ini, Perumda Air Minum Kota Padang berharap masyarakat dapat terus mendukung upaya pemeliharaan layanan demi kenyamanan bersama.



PADANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggelar Rapat Paripurna istimewa dengan agenda penyampaian resmi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran (TA) 2025 di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kota Padang, Senin (9/3).

Momen ini menjadi tonggak penting dalam mengevaluasi capaian kinerja pembangunan sekaligus memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif demi kemajuan Kota Padang di masa depan.



Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, didampingi jajaran Wakil Ketua: Mastilizal Aye, Osman Ayub, dan Jupri, serta Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar. Dalam keterangannya, Muharlion menegaskan bahwa LKPJ merupakan potret nyata kinerja Wali Kota dalam menjalankan roda pemerintahan selama periode Januari hingga Desember 2025.

"LKPJ ini menggambarkan sejauh mana capaian yang diraih selama masa kepemimpinan. Setelah ini, kami akan melakukan pembahasan mendalam di tingkat komisi untuk melahirkan rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kota Padang pada pelaksanaan tahun 2026," ujar Muharlion.



Ia menambahkan, fokus utama DPRD tahun ini adalah mengawal tuntasnya Program Unggulan (Progul) sesuai amanah RPJMD. "Apa yang belum tercapai akan kita kawal ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.

Capaian Positif di Tengah Tantangan Efisiensi

Mewakili Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Maigus Nasir secara resmi memaparkan Nota LKPJ 2025. Ia menyebut laporan ini sebagai bentuk akuntabilitas publik dan evaluasi agar otonomi daerah berjalan sesuai koridor transparansi.

Sepanjang tahun 2025, Pemko Padang menunjukkan performa fiskal yang cukup solid:

Realisasi Pendapatan Daerah: Mencapai Rp2,85 triliun atau 99,15% dari target Rp2,87 triliun.

Realisasi Belanja Daerah: Mencapai 92,78% atau sebesar Rp2,81 triliun, yang dialokasikan secara proporsional untuk belanja operasi dan belanja modal guna mendukung infrastruktur publik.



"Secara umum, pembangunan dan kemasyarakatan di Kota Padang tahun 2025 berjalan lancar. Meski ada tantangan terkait sinkronisasi prioritas pembangunan dengan kemampuan keuangan, kami berkomitmen menyelesaikannya melalui perencanaan yang lebih cermat dan berorientasi kinerja," ungkap Maigus Nasir.

Rincian Realisasi Keuangan TA 2025

Sektor Anggaran Target (Rp) Realisasi (Rp) Persentase Total Pendapatan 2,87 Triliun 2,85 Triliun 99,15%

Total Belanja 3,03 Triliun 2,81 Triliun 92,78%

Belanja Modal 465,8 Miliar 433,4 Miliar 93,03%



Menatap Tahun 2026 yang Lebih Kuat

Penyampaian LKPJ ini diharapkan menjadi bahan telaahan bagi DPRD untuk memberikan masukan konstruktif. Dengan pengawasan yang efektif dan manajemen sumber daya yang transparan, Pemerintah Kota Padang optimis dapat mengakselerasi sisa target pembangunan yang ada, menjadikan Padang kota yang lebih maju, sejahtera, dan akuntabel. (Adv)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.