Latest Post

 


Ricky Francois seorang pengacara Muda yang telah melanglang buana ke belahan Nusantara, datang ke Pesisir Selatan hanya membawa tekad untuk menwujudkan keadilan bagi masyarakat kecil, yang ditindas hak-hak hukum oleh kalangan atas.

Ricky Francois nama aslìnya Ricky Hadiputra menjalankan profesinya sebagai pengacara tidak lain hanya sebatas membela yang lemah. Selagi masyarakat datang minta bantuan hukum kepadanya, Ricky Francois tidak pernah menolak perkara dari yang lemah atau tak mampu.

Ricky Francois juga aktif berbagai organisasi dan partai politik. Saat ini Ricky Francois menjabat sebagai ketua PERINDO Kota Padang juga bendahara PERADI RBA. Ricky Francois adalah alumni Universitas Andalas angkatan 2003.

Sèwaktu ditemui awak media, pria yang murah senyum ini sedang melaksanakan kunjungannya ke Pesisir Selatan.

Ricky Francois mengatakan," Sebagai seorang advokad wajib peduli terhadap hukum di Indonesia, apalagi hukum tersebut merugikan masyaràkat atau si pencari keadilan, wajib kita bantu karena tertuang dalam kode ETIK advokad".

Lanjut Ricky Francois," Saya berharap penegakkan hukum di Indonesia terutama di Sumatera Barat bisa berlaku adil".

Tutup Ricky Fŕancois," Kita seprofesi hendaknya saling mendukung terhadap terwujudnya sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945".




MaklumatNews Sumbar -Kapolda Sumbar berkomitmen dalam pemberantasan segala bentuk permainan judi yang meresahkan masyarakat, karna bagi Sumatera Barat Judi ini tidak sesuai dengan Falsafah yang dijunjung oleh masyarakat minan "adat basandi syarak,syarak basandi kitabullah". 


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, SH. S.Ik. M.Si menyampaikan, adanya keresahan dari masyarakat Sumbar terhadap perkembangan kegiatan perjudian, sehingga Kapolda Sumbar menindaklanjuti kepada seluruh personel Polda Sumbar jajaran terhadap segala bentuk perjudian.


"Untuk menyikapi keinginan masyarakat yang telah resah karena maraknya perjudian di Sumatera Barat," katanya saat menggelar konferensi pers, Senin (15/8).


Dikatakan, sejak tanggal 1 Agustus 2022 ini, pihaknya telah melakukan penindakan segala bentuk perjudian, karena alasannya pertama adalah perjudian itu perbuatan yang melanggar aturan agama dan aturan negara sesuai Undang-undang.


Ketiga lanjut Kombes Pol Dwi, judi itu tidak sesuai falsafah masyarakat Sumbar tentang "Adat basandi Syara', dan Syara' basandi Kitabullah" yang terkenal religius ini.


"Terakhir, perjudian ini menyengsarakan masyarakat kecil yang ekonominya lemah. Sehingga manakala sudah kehabisan uang untuk berjudi sangat potensial melakukan kriminalitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau untuk berjudi lagi. Mereka tidak tau perjudian itu tidak membuat kaya, justru hanya bandarnya saja yang dibuat kaya," bebernya. 


Sampai dengan hari yang ke 15 ini, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa, SH. S.Ik. MH semakin atensi, yang akan membawa resiko juga bagi aparat kepolisian yang bermain perjudian, baik sebagai beking, pemasang ataupun pihak kepolisian yang tutup mata dengan adanya perjudian. "Jumlah penindakan akan dipantau terus oleh bapak Kapolda Sumbar," ujarnya.


Disebutkan Kabid Humas, Polda Sumbar dalam hal ini telah berhasil mengungkap kasus perjudian sebanyak 124 laporan polisi, dengan tersangka 230 tersangka dengan didominasi oleh pelaku judi online. 


"Komitmen bapak Kapolda Sumbar tidak ada kasus judi yang diselesaikan secara Restoratif Justice, semua kasus judi harus di naikkan (sampai) ke pengadilan sampai ada keputusannya," jelas Kabid Humas Polda Sumbar. 


Berkaitan kasus judi ini, Pasal yang diterapkan adalah Pasal 303 bis KUHP ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara paling banyak dendanya 15 juta rupiah.


Kemudian, juga Pasal 45 Ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun penjara atau pidana paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).


"Dari 124 penangkapan ini, kebanyakan berpraktik secara online dengan total jumlah tersangka 226 orang," terangnya. 


Terkait komitmen dan kebijakan Kapolda Sumbar untuk memberantas judi, ia berpesan kepada rekan-rekan wartawan jika mengetahui adanya masyarakat atau anggota kepolisian yang terlibat judi agar segera dilaporkan kepada pihaknya. 


"Konstelasi ini tentunya tidak dapat diabaikan oleh aparat penegak hukum, maupun oleh seluruh stakeholder," ujarnya. 


Peran seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan untuk dapat memberantas segala bentuk perjudian di Provinsi Sumatera Barat.


"Informasikan kepada kami Polda Sumbar manakala diseputar rekan-rekan ada yang bermain judi. Agar rekan-rekan bisa mensosialisasikan apa yang kita sampaikan tadi," jelasnya. 


"Kita tidak akan kendor dalam memberantas perjudian di Sumbar, hingga Sumatera Barat benar-benar bersih dari praktik judi," pungkasnya menambahkan.

Saat closing statment kabid Humas juga menyampaikan " Agar kita ini bisa menjadi Polisi bagi diri sendiri, Polisi bagi keluarga, Dan Polisi bagi lingkungan. (**)



MaklumatNews Sumbar - Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P, SH. S.Ik. MH menghadiri pembukaan musyawarah daerah (Musda) ke IV IJTI Sumbar dan malam anugerah IJTI Sumbar, Jumat (12/8) malam di ballroom Pangeran Beach Hotel Padang. 


Pada kegiatan ini juga, Kapolda Sumbar menerima penghargaan dari IJTI Sumbar sebagai Tokoh Inspiratif, yang diserahkan oleh Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan dengan didampingi Ketua IJTI Sumbar Jonnedy Kambang.


Usai menerima anugerah tersebut, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak IJTI Sumbar atas penghargaan yang diberikan. 


"Soliditas antara jajaran saya (Polda Sumbar) terutama sebagai narasumber, barangkali juga sebagai partner dengan rekan-rekan jurnalis, khususnya dengan IJTI di Provinsi Sumatera Barat," ujarnya.


"Semua ini terjalin karena begitu saja, karena tugas dari masing-masing itu semuanya bermuara pada bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," ucap Irjen Pol Teddy menambahkan. 


Kapolda juga menambahkan, selama ia bekerja selalu bermitra dengan media, karena media baginya merupakan partner kerja yang memang harus sinergi dengan polisi.


"Pesan-pesan kamtibmas, edukasi yang disampaikan oleh polisi tanpa peran media itu tidak sampai kepada publik. Sekali lagi terimakasih kepada teman-teman IJTI," pungkasnya. 


Dalam pembukaan Musda IJTI Sumbar ke IV ini, Kapolda Sumbar didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.Ik, dan Wakapolresta Padang AKBP Yessi Kurniati, S.Ik.(*)

 


MaklumatNews Sumbar - Polda Sumatera Barat (Sumbar) dan jajaran, kurun waktu 10 hari selama Agustus 2022 ini telah berhasil mengungkap belasan kasus perjudian.


"Sejak tanggal 1-10 Agustus 2022 ada 18 kasus judi yang berhasil diungkap oleh Polda dan Polres," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.Ik, Rabu (10/8) siang.


Pengungkapan judi tersebut dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Sumbar 1 kasus, Polres Pasaman Barat 2 kasus, Polres Dharmasraya 1 kasus, Polres Padang Pariaman 2 kasus, Polres Pesisir Selatan 1 kasus, Polres Bukittinggi 1 kasus, Polres Pasaman 3 kasus, Polres Padang Panjang 1 kasus, Polres Solok Kota 1 kasus, Polres Solok Selatan 1 kasus, Polres Pariaman 3 kasus, dan Sawahlunto 1 kasus.


Ia menjelaskan, 18 kasus judi yang berhasil diungkap ini pada umumnya merupakan kasus judi jenis togel (toto gelap).


"Ini bentuk komitmen Polri dan bapak Kapolda Sumbar dalam memberantas penyakit masyarakat, diantaranya judi yang meresahkan masyarakat," ujarnya. 


Untuk itu sebut Kombes Pol Dwi Sulistyawan, pihaknya sangat berharap peran serta masyarakat dalam memberantas praktik judi ini, khususnya di wilayah Provinsi Sumbar. 


"Jika ada informasi (judi) segera informasikan kepada kami, akan kami tindak lanjuti," ungkapnya.(*)



Maklumatnews - Jakarta - Penetapan Ferdy Sambo (FS) sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J oleh Tim Khusus yang dibentuk Kapolri telah membuktikan bahwa diplomasi kejujuran, transparansi dan kinerja berbasis data telah mengantarkan pada kesimpulan dan fakta dengan bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi pembunuhan atas Brigadir J yang melibatkan FS.


Pada awalnya Polri sempat terkesan sangat berhati-hati, karena peristiwa tersebut menyangkut perwira tinggi Polri yang juga berprestasi dan adanya suatu upaya menghalangi proses penegakan hukum (obstruction of justice). Belum lagi semburan informasi menyangkut kasus ini yang sangat massif membuat proses penyidikan sempat terhambat. Di tengah menurunnya kepercayaan publik pada institusi Polri, kasus ini sungguh menjadi ujian terberat bagi Kapolri, meskipun akhirnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo lulus dari ujian tersebut.


Pengungkapan keterlibatan FS dalam peristiwa pembunuhan ini menjadi pembelajaran sangat penting bahwa oleh faktor-faktor tertentu, anggota Polri dan juga penegak hukum lainnya, dapat saja terlibat suatu perbuatan yang melanggar hukum. Dalam sebuah korps, naughty cop dan clean cop akan selalu ada. Tetapi, sebagai sebagai sebuah instrumen penegakan hukum, institusi Polri tetap harus menjalankan tugas legal dan konstitusionalnya menegakan keadilan. Polri harus diawasi dan dikritik tetapi sebagai sebuah mekanisme tentu harus dipercaya.


Langkah maju Polri dalam penanganan kasus ini telah memutus berbagai spekulasi dan politisasi yang mengaitkan peristiwa ini dengan banyak hal di luar isu pembunuhan itu sendiri. Meskipun motif pembunuhan itu mungkin belum terungkap, tetapi penetapan tersangka atas FS telah memusatkan kepemimpinan penyidikan Polri mengalami kemajuan signifikan dan memutus politisasi oleh banyak pihak yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan politik dan keamanan.


Capaian ini bukan hanya ditujukan untuk menjaga citra Polri semata tetapi yang utama menunjukkan bahwa kinerja instrumen keadilan ini masih bekerja dan dipercaya.(*)

Ketua Setara Institute,

HENDARDI 9/8/2022



MaklumatNews Sumbar - Sambut hari Jadi Polwan ke 74 tahun 2022, Polwan Polda Sumbar melaksanakan kegiatan Anjangsana ke beberapa tempat di Kota Padang, Selasa (9/8). 


Kegiatan Anjansana ini dipimpin oleh Kompol Dewi Suryani,S.H, M.H, dan diikuti beberapa personel Polwan Polda Sumbar yang terdiri dari Perwira dan Bintara dengan mengunjungi rumah warakauri dan Purnawirawan Polwan.


"Kali ini kita mengunjungi  para Warakawuri dan juga purnawirawan  Polwan Polda Sumbar yang diantaranya Mantan ibu asuh polwan Ibu Kol.Purn. Siman Supardi Komplek GOR H. Agus Salim Kota Padang, Senior Polwan IPTU Purn. Getrida Perum. Wahana 3 Blok. C no.10 Depan TVRI Kota Padang dan Purn. Yang Sakit AIPTU Purn. Bastiah Bakar Jl. Delima V no.168 Perumnas Belimbing Kota Padang," kata Kompol Dewi.


Dalam Anjangsana ini, Polwan Polda Sumbar memberikan bingkisan sembako kepada Warakawuri dan Purnawirawan Polwan Polda Sumbar.


" Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada Polwan yang sudah purna tugas, " tambahnya.


Dengan kegiatan ini, polwan yang masih aktif berdinas dapat mengambil pelajaran dan juga menimba pengalaman, harapnya.


Semoga di Hari Jadi yang ke 74 Polwan (Polisi Wanita) semakin maju dan semakin dapat membawa institusi Polri menjadi semakin baik, serta dapat mengimplementasikan di Hari Jadi ke-74.dengan tema “Polwan siap mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural mewujudkan Indonesia Tangguh – Indonesia Tumbuh,” tutup Kompol Dewi.(*)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.