Latest Post

Ranperda Pajak Dan Retribusi Daerah Disetujui Jadi Perda Di Tanah Datar
Maklumatnews, TD - "Setelah melalui berbagai tahapan sehingga sampai dengan pendapat akhir fraksi pada 15 April 2026 lalu, delapan fraksi DPRD Tanah Datar secara keseluruhan menerima dan menyetujui perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ditetapkan menjadi Perda".

Persetujuan itu disampaikan wakil ketua DPRD Kamrita sebagai pimpinan rapat didampingi wakil ketua Nurhdi Zahari  dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di aula utama DPRD setempat, Kamis (16/4). 

Dikatakan Kamrita, "Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bersama dua Ranperda lainnya telah disidang pada Paripurna 27 Maret 2026 lalu dan hari ini juga didengarkan laporan Panitia Khusus (Pansus) II DPRD dan dapat diserujui".
"Setelah persetujuan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan keputusan bersama terhadap Ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah oleh DPRD dan Bupati yang diwakili Wakil Bupati", urainya lagi. 

Wabup Ahmad Fadly bertindak mewakili bupati menyampaikan terima kasih kepada DPRD dan Pansus serta fraksi DPRD yang telah memberikan saumbangan pemikiran terhadap penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah tersebut.

"Sumbangan pemikiran bapak-bapak Dewan sangat besar artinya dalam pembahasan dan perumusan Ranpeda ini sampai disetujuinya menjadi Perda dan diharapkan nantinya peraturan daerah ini tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi dan kepentingan umum, karena itu kami sampaikan terima kasih," ujarnya.
"Dengan telah ditetapkannya Ranperda ini menjadi Perda, tambah Wabup, diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tanah Datar", harap Wabup Fadly. 

"Karena itu diharapkan kepada perangkat daerah yang terkait langsung dengan Perda ini, diharapkan menyebarluaskan Perda ini dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat, sehingga Perda ini tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Dan menindaklanjuti saran dan masukan disampaikan Pansus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan dalam pelaksanaan Peraturan Daerah," katanya.

Terakhir Wabup mengungkapkan Bupati dan Wabup selaku Pimpinan Daerah tentunya bersama DPRD bertekad memberi yang terbaik bagi kepentingan rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanah Datar yang merata dan berkeadilan. , 

Paripurna kali imi juga dibadiri Sekwan  Wakil Forkopimda, ekda Abdurrahman Hadi, para Staf Ahli dan Asisten, Kepala OPD, para Kabag, Camat, Wali Nagari dan undangan lainnya.(Pinos)



PADANG — Semangat menjaga nilai-nilai Ramadan akan kembali digaungkan dalam Tabligh Akbar bertema “Pasca Ramadan, Bertahan atau Tumbang” yang akan digelar pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 09.30 WIB di Masjid Baiturrahmah, Aie Pacah, Kota Padang. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Al Azhar Lembaga Amil Zakat Sumatera Barat ini menghadirkan Ustadz Tgk. Habibi An Nawawi, Lc., M. Dipl, dai asal Aceh yang dikenal sebagai Juara 1 AKSI Indosiar 2026, dalam rangkaian safari dakwah di Sumatera Barat. 

Kepala Perwakilan Al Azhar Sumbar sekaligus Ketua Safari Dakwah, Ridwan Sanusi menyampaikan bahwa tabligh akbar ini tidak hanya menjadi ruang penguatan iman pasca Ramadan, tetapi juga momentum membangun kepedulian kemanusiaan. 

“Ini bukan sekadar safari dakwah, tetapi juga ajakan bersama untuk membantu saudara kita di Palestina melalui donasi kurban, paket sembako, dan infak kemanusiaan,” ujarnya. 

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Padang yang turut membantu sosialisasi, promosi, hingga akomodasi kegiatan sehingga acara diyakini akan berlangsung lancar dan ramai. 

Selain tausyiah, panitia juga membuka penggalangan dana untuk Palestina dengan tiga pilihan donasi, yakni program kurban, paket sembako, dan infak umum yang akan disalurkan untuk berbagai kebutuhan kemanusiaan, termasuk pangan, pakaian musim dingin, dan layanan kesehatan. 

Ridwan mengajak masyarakat Kota Padang dan sekitarnya untuk hadir meramaikan kegiatan tersebut. 

“Mari bersama-sama hadir, mengambil hikmah tausyiah, sekaligus menyiapkan infak terbaik untuk saudara kita di Palestina,” tutupnya. 

(Wahyudi Eka Putra)

 


PADANG — Momentum Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menandai arah baru kepemimpinan dan penguatan strategi nasional pencak silat menuju panggung dunia. Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti agenda nasional tersebut secara konkret dan terukur di daerah.

Dalam Munas tersebut, kepemimpinan PB IPSI periode 2026–2030 resmi beralih, dari Prabowo Subianto ke Sugiono. Peralihan kepemimpinan ini menandai babak baru dalam pengembangan pencak silat nasional.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat orkestrasi program pembinaan, sekaligus mempercepat langkah pencak silat Indonesia menuju pengakuan global, termasuk target masuk Olimpiade.

Menurut Vasko yang juga merupakan Ketua IPSI Sumbar, Munas IPSI harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk memastikan seluruh pengurus IPSI pusat dan daerah bergerak dalam satu arah yang sama.

“Munas IPSI ini bukan sekadar forum organisasi biasa, tapi momentum konsolidasi nasional untuk memastikan pencak silat benar-benar naik kelas ke panggung dunia, termasuk Olimpiade,” ujar Vasko, di Padang, Senin (13/4/2026).

Ia menilai, arah kebijakan yang dihasilkan dalam Munas, termasuk penguatan pembinaan, peningkatan kualitas atlet, serta ekspansi ke level global, harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah.

“Sebagai Ketua IPSI Sumatera Barat, kami memastikan arah besar ini ditindaklanjuti dengan penguatan pembinaan atlet sejak dini, peningkatan kualitas pelatih, serta kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Vasko menekankan Sumbar memiliki posisi strategis dalam pengembangan pencak silat nasional. Selain dikenal sebagai daerah dengan akar budaya silat yang kuat, Sumbar juga memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi di tingkat dunia.

“Sumbar tidak hanya menjaga tradisi, tapi harus mampu melahirkan juara dunia. Kekuatan budaya yang kita miliki harus kita konversi menjadi prestasi,” katanya.

Sejalan dengan arah nasional di bawah kepemimpinan baru PB IPSI, Vasko juga menyoroti pentingnya membangun pencak silat sebagai ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga mencakup pelestarian budaya dan penguatan ekonomi.

Menurutnya, pengembangan pencak silat ke depan harus mencakup tiga pilar utama, yakni prestasi, budaya, dan ekonomi olahraga. Dengan demikian, pencak silat tidak hanya menjadi kebanggaan identitas bangsa, tetapi juga memiliki nilai tambah bagi pembangunan daerah.

“Kita tidak hanya bicara medali, tapi juga bagaimana pencak silat menjadi kekuatan budaya sekaligus penggerak ekonomi, termasuk melalui sport tourism dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, IPSI, perguruan silat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat langkah menuju target global tersebut.

“Ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi kuat antara pemerintah, organisasi, dan seluruh ekosistem pencak silat. Sumatera Barat siap menjadi bagian penting dari gerakan nasional ini,” tutup Vasko.

Dengan kepemimpinan baru di tingkat pusat, dukungan kebijakan nasional, serta kekuatan tradisi yang dimiliki daerah, Sumbar optimistis dapat mengambil peran strategis dalam mendorong pencak silat Indonesia semakin diakui dunia hingga menuju Olimpiade. 

Penulis: Wahyudi Eka Putra 





PADANG – Konsolidasi besar-besaran dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa wilayah Sumatera Barat melalui gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung di ZHM Premiere Hotel Padang, Senin (13/4/2026). Agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat struktur partai sekaligus memanaskan mesin politik menghadapi pemilu mendatang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sumbar ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya A. Halim Iskandar, Faisol Riza, Lalu Hadrian Irfani, Ahmad Iman Sukri, serta Purnama Dhedhy Styawan. Turut hadir pula jajaran pengurus dari berbagai tingkatan, mulai dari DPC, DPAC hingga badan otonom partai.

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus, menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum penting untuk evaluasi dan penguatan struktur hingga ke akar rumput.

“Muscab ini kita bagi dalam dua gelombang. Pada tahap pertama, tujuh DPC telah mengikuti, termasuk dari Kota Padang, Padang Pariaman, Agam, Payakumbuh, Sawahlunto, Sijunjung, hingga Limapuluh Kota,” ujarnya.

Lebih jauh, Firdaus menekankan bahwa forum ini juga menjadi ruang merumuskan langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat, sekaligus menyusun strategi pemenangan.

PKB Sumbar sendiri memasang target ambisius pada pemilu mendatang, yakni meraih dua kursi DPR RI, sembilan kursi DPRD provinsi, serta 100 kursi DPRD kabupaten/kota.

“Target ini tidak bisa dicapai dengan cara biasa. Sesuai arahan Muhaimin Iskandar, kita harus bergerak cepat dan bekerja lebih keras,” tegasnya.

Sementara itu, A. Halim Iskandar menyoroti pentingnya penguatan basis akar rumput sebagai kekuatan utama partai. Ia menekankan bahwa arah politik PKB harus jelas, yakni mengedepankan politik kehadiran dan pelayanan nyata kepada masyarakat.

“Kita tidak harus menjadi yang terbesar, tapi harus memberikan dampak nyata melalui keteladanan dan kepemimpinan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kader untuk menguasai tiga medan utama dalam perjuangan politik, yaitu kedekatan dengan rakyat, kekuatan struktur partai, serta pengelolaan media sosial.

Melalui Muscab ini, PKB Sumbar menunjukkan keseriusannya dalam membangun kekuatan politik yang solid dan terarah. Dengan konsolidasi yang semakin matang, partai optimistis mampu meraih hasil maksimal dan memperluas pengaruhnya di kancah politik nasional.




PADANG – Kota Padang kembali bersiap mencuri perhatian lewat event olahraga berskala besar. Grand Launching Blue Ocean Minang Run (BOM Run) 2026 resmi digelar meriah di Gedung Youth Center Padang, Minggu (12/4/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

Event ini menjadi bukti keseriusan pemerintah kota dalam mengembangkan konsep sport tourism yang memadukan olahraga dengan pesona wisata. Didukung oleh IKASMANTRI, BOM Run 2026 juga terintegrasi dengan program unggulan “Jelajah Padang” yang bertujuan memperkenalkan keindahan kota secara lebih luas.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini diproyeksikan jauh lebih besar dan semarak dibandingkan sebelumnya. Tidak hanya menyasar peserta lokal, ajang ini juga dibuka untuk pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

“Kami ingin menjadikan BOM Run sebagai event kebanggaan Kota Padang yang mampu menarik peserta dari tingkat nasional hingga internasional. Ini bukan sekadar lomba lari, tapi juga pengalaman wisata yang berkesan,” ujarnya.

Dengan rute yang dirancang melewati berbagai ikon kota dan kawasan pesisir, peserta tidak hanya akan berkompetisi, tetapi juga diajak menikmati panorama khas Padang yang memukau. Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pelari sekaligus wisatawan.

Panitia juga menyiapkan beragam rangkaian kegiatan pendukung yang akan menambah kemeriahan acara. Antusiasme masyarakat pun mulai terlihat, seiring dibukanya pendaftaran bagi para pecinta lari dari berbagai kalangan.

Melalui BOM Run 2026, Pemerintah Kota Padang optimistis dapat memperkuat citra kota sebagai destinasi unggulan untuk event olahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Dengan konsep yang lebih segar dan skala yang lebih luas, BOM Run 2026 siap menjadi ajang yang tidak hanya menantang, tetapi juga memikat hati setiap peserta yang datang ke Kota Padang.



PADANG — Musyawarah Besar (Mubes) Alumni Universitas Bung Hatta (UBH) 2026 berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan di Kampus UBH Ulak Karang, Sabtu (11/4/2026). Forum yang dihadiri ratusan alumni lintas angkatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah baru organisasi alumni yang lebih solid, progresif, dan berdaya saing.

Dalam proses demokratis yang berlangsung dinamis, Ir. Mardiansyah, ST, MT, MBA, IPU resmi terpilih sebagai Ketua Umum Alumni UBH periode 2026–2030. Sosok yang dikenal berpengalaman di dunia profesional ini diharapkan mampu membawa organisasi alumni ke level yang lebih tinggi, baik dalam kontribusi terhadap kampus maupun masyarakat luas.

Mubes tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan alumni. Nuansa rekonsiliasi dan kebersamaan terasa kuat sepanjang kegiatan, menandai semangat baru untuk meninggalkan sekat-sekat perbedaan.

Dalam sambutannya, Mardiansyah menegaskan bahwa alumni UBH harus menjadi kekuatan besar yang terorganisir dan memberikan dampak nyata. Ia menyebut organisasi alumni sebagai “rumah besar” yang harus mampu merangkul seluruh elemen, mulai dari alumni, mahasiswa hingga pihak kampus.

“Ini bukan sekadar organisasi, tetapi rumah bersama. Kita harus bersatu untuk membangun almamater dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Mardiansyah telah menyiapkan sejumlah program strategis yang terstruktur dalam tiga tahapan. Pada jangka pendek, fokus diarahkan pada konsolidasi organisasi, penguatan struktur kepengurusan, serta pendataan alumni melalui database terintegrasi nasional.

Sementara itu, pada tahap jangka menengah, pengembangan platform digital alumni akan menjadi prioritas sebagai pusat informasi dan jejaring. Selain itu, kolaborasi dengan kampus dan dunia industri akan diperkuat, termasuk mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi alumni berbasis kewirausahaan.

Adapun dalam jangka panjang, program ambisius pembangunan “Hatta Graha” digagas sebagai pusat kegiatan alumni. Fasilitas ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus ruang kolaborasi strategis. Tak hanya itu, penguatan peran alumni sebagai kekuatan sosial dan ekonomi serta upaya mewujudkan jaringan alumni UBH yang berdaya saing nasional dan global juga menjadi target utama.

Mardiansyah menegaskan bahwa kepemimpinannya akan mengedepankan semangat inklusif dan kebersamaan sebagai fondasi utama.

“Kita harus meninggalkan sekat-sekat perbedaan. Alumni UBH adalah satu keluarga besar. Dengan persatuan, kita bisa berkontribusi lebih besar bagi kampus, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya.

Mubes Alumni UBH 2026 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan organisasi alumni yang lebih profesional, solid, dan mampu menjadi mitra strategis Universitas Bung Hatta dalam menghadapi tantangan masa depan.(D)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.