Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel ASBANDA Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dir narkoba Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Ditlantas Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda HBT Padang Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodaeral II Kodim 0312/Padang Korem 032/Wbr Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Peduli korban bencana Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PJN Wilayah II PoldaSumbar Politik Polres Polres Bukittinggi Polres Padang Pariaman Polres Pasaman Barat Polres Sijunjung PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Polsek IV Nagari PPK 2.4 Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama




PADANG - Dua persoalan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kota Padang. Mulai dari keluhan pelayanan kesehatan yang melibatkan rumah sakit dan BPJS Kesehatan hingga disharmonisasi kemitraan pengemudi ojek online (ojol) dengan aplikator Maxim, DPRD mendorong pembenahan agar hak pasien dan kesejahteraan driver tidak terabaikan.

Sorotan tersebut mengemuka dalam dua agenda rapat pada Senin (26/10/2026). Komisi IV DPRD Kota Padang mempertemukan pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan pelayanan kesehatan sekaligus mendengarkan aspirasi pengemudi transportasi online. Dua isu ini memiliki kepentingan berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan kejelasan tanggung jawab, pengawasan, dan tindak lanjut konkret. Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar dan dihadiri Ketua DPRD Kota Padang Muharlion. Anggota Komisi IV yang hadir dalam rapat itu adalah Erianto Mahmuda, Dewi Susanti, Irwandi, Rustam Effendi, Hendrizal, Rusdi, dan lain-lain. 



Dalam rapat pelayanan kesehatan, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar, menyoroti keluhan masyarakat mengenai pembatasan rujukan pasien hingga dugaan pemulangan pasien rawat inap sebelum kondisi medisnya dinyatakan layak oleh dokter. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus mengutamakan keselamatan pasien, bukan semata-mata pertimbangan administratif atau pembiayaan.

“Layanan kesehatan kita masih jauh tertinggal dibandingkan Malaysia dan Singapura. Oleh karena itu, banyak warga Kota Padang yang berekonomi mapan memilih berobat ke luar negeri,” tegas Iskandar. Pernyataan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pihak terkait untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas medis di daerah sendiri.



Rapat itu melibatkan Dinas Kesehatan Kota Padang, RSUD dr. Rasyidin, BPJS Kesehatan Cabang Padang, para direktur rumah sakit se-Kota Padang, serta pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Padang. Forum tersebut membahas berbagai keluhan, termasuk pasien yang disebut tidak bisa memperoleh rujukan karena kuota pelayanan pada bulan berjalan telah penuh dan diminta menunggu hingga bulan berikutnya.

Menurut Iskandar, keluhan mengenai pembatasan rujukan perlu ditindaklanjuti secara serius. Ia meminta agar mekanisme pelayanan dievaluasi sehingga persoalan kuota maupun administrasi tidak menjadi penghalang bagi pasien untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Setiap kasus, menurutnya, perlu ditangani berdasarkan ketentuan yang berlaku dan kebutuhan medis pasien.



Selain rujukan, DPRD juga menerima keluhan mengenai dugaan pemulangan pasien rawat inap yang dikaitkan dengan keterbatasan pembiayaan atau klaim BPJS Kesehatan. Iskandar menegaskan bahwa keputusan medis untuk memulangkan pasien harus didasarkan pada penilaian dokter yang menangani, bukan semata-mata pertimbangan pembiayaan. Dugaan tersebut perlu diperiksa bersama agar persoalan yang dikeluhkan masyarakat dapat dijelaskan secara objektif.

Bagi DPRD, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dilindungi. Karena itu, rumah sakit, BPJS Kesehatan, dan instansi terkait diminta memperkuat koordinasi untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai kebutuhan medis serta ketentuan yang berlaku. Pembenahan ini diharapkan mampu mencegah berulangnya keluhan serupa dan memberikan kepastian kepada pasien maupun keluarganya.




Sebagai langkah tindak lanjut, Komisi IV DPRD Kota Padang mendorong pembentukan call center pengaduan agar masyarakat memiliki saluran untuk menyampaikan keluhan pelayanan kesehatan. DPRD juga menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap persoalan yang muncul. Dengan saluran pengaduan yang mudah diakses, keluhan warga diharapkan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara lebih terarah.

Di sisi lain, perhatian Komisi IV DPRD Kota Padang juga tertuju pada persoalan kemitraan pengemudi Maxim. Rapat yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Kota Padang pada Senin (26/10/2026) dipimpin Ketua Komisi IV, Buya Iskandar, dan dihadiri Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. Pertemuan tersebut melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dinas Perhubungan, BPJS Ketenagakerjaan, manajemen Maxim, serta perwakilan pengemudi.

Dalam rapat itu, perwakilan mitra menyampaikan 10 poin tuntutan yang berkaitan dengan kondisi kemitraan dan penghasilan pengemudi. Buya Iskandar menyoroti disharmonisasi antara aplikator dan driver, termasuk persoalan perubahan tarif serta sistem kemitraan yang dinilai perlu dievaluasi. Perwakilan Maxim telah hadir dan merespons aspirasi tersebut, tetapi menurut Iskandar, mereka belum memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan akhir.

Salah satu tuntutan yang disampaikan pengemudi berkaitan dengan potongan biaya aplikasi. Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menjelaskan bahwa pengemudi meminta potongan yang saat ini disebut sebesar 10 persen diturunkan menjadi 8 persen. Mereka berharap usulan tersebut dapat dipertimbangkan untuk wilayah Kota Padang, dengan memperhatikan kebijakan perusahaan dan perkembangan ketentuan di daerah lain.

Persoalan lain yang disampaikan menyangkut kompensasi stiker kendaraan. Muharlion menyebut pengemudi sebelumnya menerima kompensasi Rp300.000 per bulan, tetapi pembayaran tersebut kini disebut tidak lagi diberikan, sementara pengemudi harus membeli stiker sendiri. Kondisi ini menjadi salah satu poin yang perlu diklarifikasi agar terdapat kejelasan mengenai biaya operasional dan kewajiban masing-masing pihak dalam hubungan kemitraan.

DPRD juga meminta penjelasan lebih lanjut mengenai pemotongan Rp600 yang dipersoalkan pengemudi, termasuk kaitannya dengan perpajakan. Besaran, dasar pengenaan, dan mekanisme pemotongan tersebut perlu ditelusuri melalui penjelasan pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Transparansi biaya dinilai penting bagi pengemudi untuk memahami komponen pendapatan bersih yang mereka terima.

Tak hanya urusan potongan aplikasi, rapat turut membahas perlindungan sosial bagi pengemudi. Keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan menjadi penting untuk memperjelas akses mitra transportasi online terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai persyaratan yang berlaku. DPRD mendorong agar persoalan perlindungan dan kesejahteraan pengemudi dibahas bersama, sehingga hubungan kemitraan tidak hanya berfokus pada operasional aplikasi, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan kepastian perlindungan.

Isu lain yang mencuat adalah status perizinan operasional transportasi online di Kota Padang. Dalam rapat tersebut, Buya Iskandar menyoroti informasi mengenai perizinan lokal aplikator seperti Maxim, Gojek, dan Grab. Persoalan ini perlu diklarifikasi bersama instansi berwenang dan perusahaan terkait untuk memastikan status perizinan masing-masing operator berdasarkan aturan yang berlaku. DPRD menyatakan akan memanggil pihak-pihak terkait guna membahas persoalan tersebut lebih lanjut.

Muharlion menjelaskan, Dinas Perhubungan menyampaikan bahwa pengurusan perizinan dapat ditindaklanjuti melalui dinas terkait. Namun, sejumlah keputusan tetap memerlukan pembahasan dengan manajemen pusat perusahaan. Karena itu, pertemuan lanjutan direncanakan kembali berlangsung dalam waktu sekitar dua minggu setelah rapat, agar persoalan perizinan dan aspirasi pengemudi dapat dibahas lebih mendalam.

Dalam pembahasan itu, Buya Iskandar juga menyinggung besarnya perputaran uang dari penggunaan transportasi online di Kota Padang serta pentingnya kejelasan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Meski nilai perputaran transaksi yang disampaikan dalam rapat belum dirinci melalui data terverifikasi, DPRD menilai aspek kepatuhan terhadap aturan dan kontribusi daerah perlu menjadi bagian dari evaluasi bersama pemerintah dan operator.

Kini, tindak lanjut kedua persoalan tersebut menjadi hal yang dinantikan masyarakat. Di sektor kesehatan, warga membutuhkan pelayanan yang tepat waktu, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Sementara bagi mitra Maxim dan pengemudi ojol lainnya, kejelasan potongan aplikasi, kompensasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta perizinan operator menjadi isu penting yang membutuhkan jawaban nyata dari pihak terkait.

Komisi IV DPRD Kota Padang menyatakan akan mengawal pembahasan tersebut agar tidak berhenti sebatas rapat dan penyampaian aspirasi. Masyarakat menunggu tindak lanjut dari BPJS Kesehatan, rumah sakit, instansi pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, serta manajemen aplikator. Perkembangan selanjutnya akan menjadi tolok ukur bagaimana koordinasi dan pengawasan dijalankan untuk melindungi kepentingan pasien sekaligus memperjelas hak dan kewajiban mitra pengemudi transportasi online di Kota Padang. (Adv).

Disdikbud Tanah Datar Kecipratan Dana TKD 2.7 Milyar Lebih, Ini Realisasinya
Maklumatnews, TD - "Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Dikbud  menerima kucuran dana TKD  2026 sebesar Rp2,757,520,942 dengan realisasi sampai saat ini sebesar Rp1,751,318,881 atau 63,51 persen".

Penjelasan itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Dikbud Mulkhairi didampingi Kepala Dinas Kominfo Dedi Tri Widono dan PPTK Sarana dan Prasarana Bidang SMP Zainal Arif kepada awak media di Aula Dinas Dikbud, Jumat (23/10).

"Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi sarana, prasarana dan utilitas sekolah tingkat SMP sebesar Rp414,120,942 dengan realisasi sebesar Rp260,385,000 atau 62,8 persen", rincinya.

" Sedangkan untuk rehabilitasi prasarana dan utilitas sekolah tingkat SD sebesar Rp545,000,000 dengan realisasi sebesar Rp296,689,360 atau 54,31 persen".

"Selanjutnya, untuk biaya operasional (BOP) dan pembangunan ruang kelas baru UPT SDN 05 Bungo Tanjuang sebesar Rp270,000,000 dengan realisasi sebesar Rp255,731,000 atau 94,44 persen, untuk pengadaan mebel sekolah tingkat SD sebesar Rp330,000,000 dengan realisasi sebesar Rp50,034,500 atau 15,15 persen". urainya lagi.

"Untuk rehabilitasi ruang kelas sekolah tingkat SD sebesar Rp555,000,000 dengan realisasi sebesar Rp386,169,021 atau 69,55 persen.Untuk pembangunan sarana, prasarana dan utilitas sekolah tingkat SD sebesar Rp520,000,000 dengan realisasi sebesar Rp502,310,000 atau 96,53 persen".

"Untuk rehabilitasi ruang kelas TK Pembina, Nagari Batipuh Ateh sebesar Rp123,400,000 dimana saat ini masih dalam proses perencanaan karena masuk dalam dana TKD tambahan setelah APBD Perubahan", pungkasnya.

Sementara itu, kepala dinas Kominfo Dedi Tri Widono menyampaikan bahwasanya penjelasan penggunaan dana TKD oleh OPD terkait ini dalam upaya mewujudkan prinsip keterbukaan informasi publik.

“Kita berharap masyarakat dapat informasi yang jelas mengenai pengelolaan dana TKD bidang Pendidikan dan Kebudayaan di Tanah Datar,” ucap Dedi. (Pinos)



ALAHAN PANJANG — Inovasi dalam bidang pembinaan, pengawasan, dan administrasi terus dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang. Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas Harianto, S.Sos., M.H., Lapas Alahan Panjang menghadirkan aplikasi SMARTPAS 360° sebagai upaya mendorong transformasi digital dalam pelayanan pemasyarakatan.

SMARTPAS 360° merupakan sistem Monitoring, Rekapitulasi, dan Informasi Pemasyarakatan Terpadu yang dirancang untuk mendukung pengelolaan informasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu fitur unggulannya adalah layanan pendaftaran kunjungan keluarga warga binaan secara daring. Melalui sistem ini, keluarga dapat mendaftarkan jadwal kunjungan tanpa harus datang langsung ke lapas hanya untuk melakukan pendaftaran, sehingga proses pelayanan diharapkan menjadi lebih praktis dan tertib.

Pendaftaran kunjungan dapat dilakukan minimal satu hari sebelum jadwal kunjungan. Setelah permohonan didaftarkan dan disetujui, sistem akan menghasilkan booking barcode yang harus ditunjukkan kepada petugas saat hari kunjungan.

Selain itu, berbagai informasi di Lapas Kelas III Alahan Panjang dapat diakses Melalui Aplikasi ini. Seperti program pembinaan, ketahanan pangan, bakti sosial dan layanan kesehatan grati.

Cara Menggunakan SMARTPAS 360°

Masyarakat dapat mengakses aplikasi melalui laman https://smartpas.bronghummy.homes menggunakan perangkat pribadi.

Berikut tahapan pendaftarannya:

  1. Registrasi akun: Pengguna membuat akun dengan mengisi data diri, meliputi nama, nomor KTP, alamat, nomor telepon, dan alamat email, serta mengunggah foto kartu identitas.
  2. Pilih layanan kunjungan: Setelah masuk ke akun, pengguna membuka menu layanan kunjungan dan mencari nama warga binaan yang akan dikunjungi.
  3. Tentukan jadwal: Pengguna memilih tanggal dan sesi kunjungan, mengisi hubungan keluarga, serta menentukan jumlah pengunjung sesuai ketentuan yang berlaku.
  4. Simpan barcode: Setelah data lengkap dan permohonan didaftarkan, pengguna menunggu persetujuan. Jika disetujui, booking barcode dapat disimpan atau diunduh untuk ditunjukkan kepada petugas lapas saat kunjungan.

Kehadiran SMARTPAS 360° menjadi bagian dari langkah Lapas Kelas III Alahan Panjang dalam mengembangkan pelayanan berbasis teknologi informasi. Digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses layanan, mendukung ketertiban administrasi, serta memperkuat sistem monitoring dan pengawasan pemasyarakatan.

Melalui inovasi tersebut, Lapas Alahan Panjang berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin efektif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap memperhatikan ketentuan keamanan dan tata tertib kunjungan yang berlaku.

Ahmad Fadly Sampaikan Jawaban Bupati Terkait Ranperda APBD TA 2027
.     Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly

Maklumatnews, TD, - "Terima kasih atas sumbangsih dalam bentuk apresiasi, pertanyaan, pernyataan dan saran dalam penyempurnaan Ranperda ini sehingga nantinya akan lahir produk hukum sesuai kebutuhan serta mengacu pada peraturan perundang-undangan".. 

Hal itu disampaikan Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly membacakan jawaban bupati Tanah Datar atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda tentangan APBD Tahun Anggaran 2027 bergantian dengan Sekdakab Abdurrahman Hadi pada rapat Paripurna DPRD setempat di Pagaruyung, Kamis (22/10).

Dikesempatan itu, Wabup bersama Sekda Tanah Datar menyampaikan jawaban pandangan fraksi yang sebelumnya telah disampaikan melalui Rapat Paripurna selasa kemaren. 

"Menanggapi saran dari fraksi PPP agar Pemda Tanah Datar lebih efesien dan inovatif dalam menggali sumber PAD, Pemda telah melaksanakannya, dan bahkan sudah menata prioritas belanja publik agar program pembangunan tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pelayanan," ungkap Ahmad Fadly. 

Sedangkan untuk berapa persen target capaian RPJMD dan Progul Daerah tahun 2027 sesuai dengan APBD 2027, Ahmad Fadly menyampaikan seluruh sasaran strategis dan target indikator setiap misi tertuang pada RPJMD 2025-2029. 

"Sedangkan untuk Progul Tahun 2027 telah dituangkan dalam Keputusan Bupati tentang Roadmap Pelaksanaan Progul dalam RPJMD tahun 2025-2029, yang menjelaskan target dan indikator yang digunakan dalam pencapaian Progul hingga tahun 2030," tukasnya. 

Selepas jawaban disampaikan Wabup dan diserahkan kepada DPRD, Ketua DPRD Anton Yondra menyampaikan bahwa jawaban Bupati itu akan dilakukan pembahasan antara Banggar DPRD dengan TAPD yang dilaksanakan besok sampai 13 November 2026. 

"Selepas pembahasan, maka akan digelar Paripurna Pembicaraan Tingkat II tentang Ranperda ini pada 16 November 2026 dengan agenda Pengambilan Keputusan DPRD terhadap Ranperda APBD TA 2027 ini," pungkasnya. 

Paripurna kali ini dipimpin Ketua DPRD Anton Yondra didampingi Wakil Ketua Nurhamdi Zahari dan Kamrita serta 22 orang anggota DPRD serta undangan lainnya, 



PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempresentasikan komitmen serta berbagai capaian keterbukaan informasi publik dalam uji kepatuhan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik se-Sumatera Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Selasa (20/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Padang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, didampingi Asisten III Sekretariat Daerah Kota Padang Corri Saidan, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang Tommy TRD.

Presentasi dan uji kepatuhan ini dinilai langsung oleh tim panelis Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Ketua KI Sumbar Idham Fadhli, bersama para komisioner yakni Tanti Endang Lestari, Mona Sisca, dan Riswandy.

Langkah ini menjadi bentuk pertanggungjawaban Pemko Padang atas amanat undang-undang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Sebelumnya, Kota Padang sukses menyandang predikat tertinggi sebagai kota "Informatif" sekaligus meraih Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tingkat Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat pada tahun 2025.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban fundamental yang terus diperkuat.

"Pemerintah Kota Padang menyadari bahwa ini merupakan sebuah kewajiban yang diamanatkan oleh undang-undang. Tentu kita menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan akuntabel," ujar Raju.

Inovasi Layanan hingga Tingkat Kelurahan
Guna mengoptimalkan arus informasi hingga ke akar rumput, Pemko Padang telah membentuk struktur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana di seluruh perangkat daerah dan akan memperluasnya hingga ke tingkat kelurahan serta unit kerja.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemko Padang menyiapkan dukungan anggaran khusus pada tahun 2027 mendatang berupa pengadaan satu unit komputer PC All-in-One untuk setiap kelurahan.

"Khusus tahun 2027 depan, untuk memperkuat peran kelurahan sebagai PPID pelaksana, kita menyiapkan anggaran untuk pengadaan satu unit PC all-in-one. Hal ini bukan untuk administrasi persuratan, melainkan khusus menunjang kegiatan PPID pelaksana. Peralatan administrasi kelurahan sudah ada tersendiri, namun ini kita sediakan agar lurah dapat menyampaikan informasi secara tepat dan baik memanfaatkan teknologi yang ada," jelas Raju.

Transparansi Dokumen Publik dan Fitur Ramah Disabilitas
Dalam hal aksesibilitas data, Pemko Padang secara rutin memublikasikan berbagai dokumen krusial, seperti APBD, 9 Program Unggulan Kota, Rencana Umum Pengadaan (RUP), hingga alokasi dana hibah dan bantuan sosial (bansos). Dokumen-dokumen ini dapat diakses secara terbuka melalui situs resmi BPKAD maupun portal PPID Kota Padang. Transparansi ini juga difungsikan sebagai alat kontrol sosial agar masyarakat dapat ikut mengawasi dan memberikan masukan melalui saluran pengaduan.

Tak hanya itu, portal PPID Kota Padang kini telah dilengkapi dengan fitur accessibility guna memudahkan penyandang disabilitas. Layanan ini mencakup penyesuaian kontras, sorotan tautan, ukuran teks, bionic text, jeda animasi, format ramah disleksia, pengaturan tinggi garis, hingga fitur text-to-speech.

Sementara terkait penanganan sengketa informasi, Pemko Padang mengedepankan langkah mediasi di bawah koordinasi PPID Utama sebelum melangkah ke tahap persidangan di Komisi Informasi.

Dengan peningkatan alokasi anggaran yang signifikan, penguatan kelembagaan, serta penyempurnaan kualitas layanan, Pemko Padang optimistis dapat mempertahankan gelar juara pada evaluasi KIP tahun ini.

"Insya Allah, untuk tahun 2026 ini kita yakin dapat mempertahankan capaian peringkat satu Keterbukaan Informasi Publik tingkat Provinsi Sumatera Barat. Meringankan langkah kita, komitmen anggaran, penguatan kelembagaan, serta kualitas informasi terus diperkuat. Kita berharap Kota Padang kembali meraih predikat terbaik," tutup Raju.(A)



PADANG — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kota Padang kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Kontingen dari madrasah ini berhasil memborong tiga gelar juara dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Olahraga Baris-Berbaris Seluruh Indonesia (FORBASI) Sumatera Barat yang diselenggarakan di Kabupaten Pesisir Selatan pada 15–17 Oktober 2026.

Tiga penghargaan bergengsi yang berhasil dibawa pulang meliputi Juara Utama III kategori Vaformus, Juara Utama II kategori LOBB, serta Juara Utama III kategori RUKIBRA. Berkat capaian gemilang ini, tim MTsN 5 Kota Padang secara resmi mengamankan tiket untuk melaju ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FORBASI yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada Desember 2026 mendatang.

Kepala MTsN 5 Kota Padang, Noprizal, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan perjuangan para siswa yang telah mengharumkan nama sekolah dan daerah.

"Alhamdulillah, tiga prestasi yang berhasil diraih ini mengantarkan MTsN 5 Kota Padang melaju ke Kejurnas FORBASI di Bandung pada Desember mendatang. Ini merupakan hasil yang sangat membanggakan bagi keluarga besar madrasah," ujar Noprizal di MTsN 5 Kota Padang, Selasa (20/10/2026).

Noprizal mengungkapkan bahwa piala yang diraih merupakan buah manis dari proses latihan yang panjang, kedisiplinan tinggi, serta kekompakan yang terjalin erat antaranggota tim. Menurutnya, torehan di tingkat daerah ini barulah langkah awal dari perjuangan yang lebih besar di tingkat nasional.

"Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, kekompakan, dan semangat juang mampu mengantarkan murid madrasah meraih hasil membanggakan. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya," tambahnya.

Menghadapi persaingan di Kejurnas mendatang, Noprizal berpesan agar para siswa tidak cepat berpuas diri, melainkan tetap menjaga semangat juang dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama masa persiapan.

"Prestasi lahir dari disiplin, tumbuh melalui kekompakan, dan menjadi kebanggaan melalui perjuangan. Terus melangkah, jaga kekompakan, junjung sportivitas, dan harumkan nama madrasah di tingkat nasional," tegasnya memotivasi.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh siswa MTsN 5 Kota Padang untuk terus menggali potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik, serta membawa nama harum Kota Padang di kancah nasional.(A)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.