July 2023

Polres Payakumbuh Amankan Dua Orang Bandar Narkoba antar Provinsi

Payakumbuh – Sat resnarkoba Kota Payakumbuh berhasil mengamankan dua orang bandar Narkoba jaringan antar Provinsi di wilayah hukum Polres Kota Payakumbuh.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Payakumbuh, AKBP Wahyuni Sri Lestari didampingi Kasat Narkoba, Iptu Aiga Putra saat press release dihadapan awak media, pada Senin, 31 Juli 2023.

“Tim kami berhasil menangkap dua orang bandar Narkoba asal Pekanbaru, yang merupakan sindikat pengedar narkoba lintas provinsi beberapa waktu lalu. Tersangka ini rencananya akan melakukan transaksi di Kota Payakumbuh,” ujarnya.

Dikatakannya, proses penangkapan dilakukan oleh tim setelah dilakukan pengintaian terlebih dahulu dan tersangka berhasil ditangkap saat melintas di jalan lintas Lintau-Payakumbuh.

“Dari kedua tangan tersangka kita berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis Sabu sebanyak 25 gram,” sambungnya.

Akibat perbuatannya, dua tersangka bakal dijerat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Rel/FS)

Lantik dan Serahkan SK 234 PPPK, Pj Wako: Semoga dapat Mempercepat Akselerasi Pembangunan Payakumbuh

Payakumbuh – Sebanyak 234 Orang honorer di Pemko Payakumbuh menerima SK Pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pelantikan dan penyerahan SK PPPK tersebut dipimpin oleh Plt. Sekda Payakumbuh, Dafrul Pasi di Aula Ngalau Lt 3 Kantor Balai Kota Payakumbuh, pada Senin 31 Juli 2023.

Tampak juga hadir dalam pelantikan PPPK tersebut Plt Asisten I Hidayatul Rusda, Asisten II Elzadaswarman, Plh Asisten III Nalfira, dan Kepala BKPSDM Erwan, serta kepala OPD se-Kota Payakumbuh lainnya.

Plt Sekda Dafrul Pasi yang mewakili Pj. Walikota Rida Ananda dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada 213 guru dan 21 tenaga teknis yang dilantik secara resmi setelah proses panjang hingga berstatus P3K pada hari ini.

“Selamat kami ucapkan, tidak semua yang mengabdi di Pemerintah Kota Payakumbuh selama bertahun-tahun diterima jadi ASN dan tidak semua pegawai honorer diterima jadi P3K,” ucap Dafrul.

Lebih lanjut, Dafrul mengatakan bahwa dari 21 orang pegawai teknis yang lolos, hanya 5 orang yang berasal dari Kota Payakumbuh.

“Hanya 5 orang dari Kota Payakumbuh, artinya ini jadi motivasi untuk pegawai honor lain agar selalu meningkatkan wawasan dan kinerjanya. Sebab, lama mengabdi di lingkungan pemerintah kota juga tidak menjamin akan diterima sebagai P3K,” ungkap Dafrul.

Kemudian Dafrul juga menegaskan bahwa sedikitnya jumlah P3K yang lolos ini hendaknya dapat membuka mata masyarakat mengenai asumsi terhadap sistem rekrutmen PPPK yang dianggap tidak adil dan jujur

“Buktikan bahwa Bapak dan Ibu memang layak menjadi bagian dari pemerintah Kota Payakumbuh. Kami betul-betul berharap Bapak dan Ibu memaksimalkan kompetensi teknis untuk mengembangkan keterampilan tugas pokok dan fungsi sesuai perundang-undangan yang berlaku, kompetensi manajerial untuk memimpin dan mengelola tugas yang diberikan, serta kompetensi sosial kultural untuk bersosialisasi dan membantu masyarakat,” tegas Dafrul

Dafrul turut menambahkan bahwa ASN adalah panutan bagi masyarakat yang harus peduli terhadap kiri, kanan, depan, dan belakangnya. Ketika ada permasalahan, sudah seharusnya ASN dapat membantu mencarikan solusi, alih-alih mempersulit keadaan masyarakat.

“Selamat bergabung dan semangat mengabdi di pemerintah Kota Payakumbuh. Semoga Bapak dan Ibu dapat mempercepat akselerasi untuk membangun kota Payakumbuh dari aspek manapun. Selamat bertugas, semoga dirahmati dan diberkahi Allah SWT,” tutup Dafrul

Sementara itu, pada pelantikan kali ini diketahui ada beberapa orang yang berasal dari lingkungan pemerintah Kota Payakumbuh sebelumnya.

Febrivo Ramayadi sebagai terampil pranata komputer di bidang pengadaan dan mutasi dan pemberhentian di BKPSDM, Willy Novandri sebagai terampil terampil pranata komputer di bidang penyelenggaraan E-Goverment di Diskominfo, dan Fitrah sebagai TJP di Badan keuangan Daerah, serta Winofri Mardanis (ahli pertama pranata hubungan masyarakat) di bidang kehumasan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh. (Rel/FS)


Payakumbuh --- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi mengharapkan digelarnya Festival Silat Tradisi Nusantara di Kota Payakumbuh selama 4 hari, dapat menjadi stimulan bagi pemerintah daerah kota/kabupaten di Sumatera Barat untuk dapat menghidupkan gairah silat tradisi yang saat ini kian tergerus oleh zaman.


"Festival silat tradisi nusantara ini diinisiasi dari sebuah pemikiran kalau kita harus punya pengakuan bahwa silat sebagai warisan budaya tak benda dunia dari Indonesia yang asalnya dari Sumatera Barat," kata Supardi saat jumpa pers, Senin (31/7).

Supardi menyebut dulunya silat merupakan kebutuhan, setiap anak di Ranah Minang menjelang dilepas pergi merantau harus diwarisi dengan kemampuan silat. Namun kini, budaya itu sudah tergerus, seiring masuknya perguruan bela diri lain selain silat.


"Tak hanya itu yang membuat silat tradisi mengalami kemunduran, adanya perbedaan persepsi antara silat tradisional dengan silat prestasi juga berpengaruh," ujarnya.


Politisi Gerindra itu menambahkan, dirinya selaku Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat telah berkomunikasi dengan perguruan silat yang ada di Indonesia, umumnya mereka mengakui dan menyatakan nenek moyang perguruan mereka belajar silat dari Minangkabau.


"Guru-guru mereka yang belajar di Sumbar mengembangkannya di kampung masing-masing, sehingga tidak heran gerakan dan langkahnya mirip dengan kita," jelasnya.


Setidaknya, kata Supardi, festival ini dapat membangkitkan kembali semangat warga Sumbar, kalau silat tradisi masih layak dan harus terus dilestarikan. Pemuda minang tak hanya pandai berkelahi saja, tapi dituntut belajar agama, tata krama, etika, dan filosofi kehidupan sebagai jati diri orang minang.


"Kita ingin agar kembalinya mentalitas pendekar, yang tak mungkin bertarung tanpa dasar, mengerti arti kehidupan dan nilai kesabaran," tegasnya.


Supardi menyebut, pasca festival ini digelar, ada beberapa pointer yang akan direkomendasikan kepada pemerintah daerah. Seperti juga halnya acara ini adalah rekomendasi dari kegiatan pada tahun lalu, yakni Musyawarah Tuo Silek.


"Bulan Desember lalu, dilaksanakan Musyawarah Tuo Silek yang didapat kesimpulan kalau silat tradisi merupakan bagian tak terpisahkan dari perkembangan silat yang ada di Sumatera Barat, maka IPSI sebagai lembaga yang mewadahi baik silat tradisi maupun silat prestasi," ulasnya.


Wakil rakyat itu menyampaikan harapan agar silat tradisi ada dalam mata pelajaran SMA/SMK/MA di Sumatera Barat, sehingga bisa membangkitkan semangat belajar silat tradisi di mata generasi muda.


"Nanti kita bisa wujudkan festival-festival terjadwal yang mengundang peserta dari berbagai daerah dan perguruan silat berbeda, sehingga hiduplah silat tradisional di sendi-sendi kehidupan orang minang," harapnya.


Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Supriyadi mengatakan festival ini digelar selama 4 hari, dan mengundang tim pencak silat sebayak 6 dari luar Provinsi Sumbar, dan 19 kota/kabupaten yang ada di Sumbar.


"Setiap perguruan memiliki ciri khasnya masing-masing, ini yang ingin kita tunjukkan kepada penonton dan masyarakat, bahwa betapa berharganya kebudayaan yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada anak cucu kita kelak," pungkasnya. (FS)









Payakumbuh — Tim sepakbola SMP Kota Payakumbuh berhasil menang dengan meyakinkan dari hasil 3 kali pertandingan di tingkat provinsi Sumbar dalam proses seleksi Gala Siswa Indonesia (GSI) Sumbar beberapa waktu lalu di Lapangan GOR H. Agus Salim Padang.

Tim sepakbola SMP asal Payakumbuh itu dipertandingkan pertama menang mudah dengan skor telak : Pyk vs Bsk skor: 3-0, dipertandingan kedua kesebelasan SMP Payakumbuh unggul dengan skor: 3-1 melawan Pasaman Barat dan pada pertandingan terakhir SMP Payakumbuh menang melawan SMP Padang dengan skor akhir 3-1, sehingga tim GSI SMP kota Payakumbuh juara 1 di Sumbar dengan nilai poin penuh yakni 9 point.

Dengan bekal tiga kemenangan dan menjadi juara 1 pada laga GSI SMP tersebut tim GSI SMP Kota Payakumbuh berhak mewakili 60 % dari jumlah pemain 18 orang pemain yang akan mewakili Sumbar ke tingkat Nasional nantinya.

Adapun daftar nama pemain yang mewakili Payakumbuh nantinya adalah 11 orang terdiri dari 1. Kafka Yoandriko (SMPN 3)Kiper, 2. Ibrahim Alim Pramudya(SMPN 3) Striker yang sudah pernah lolos ketingkat nasional dalam ajang GSI SMP tahun 2022 yang lalu, 3. M .Rafha Putra (SMPN 3 ) Gelandang, 4. M.Zaky (SMPN 9 ) Gelandang, 5. Rahman Junior(SMPN 1 ) Center Bek, 6.M.Fakhrul Husni (SMPN 2) Center Bek 7. M. Adly Rahmanda ( SMPN 3) Gelandang, 8. Hidayatul Rehan( SMPN 3) Striker, 9. Zikry Alviano H (SMPN 4) Bek Kiri, 10. Raffa Ainil Wirman ( SMPN 3 ) Bek Kiri, 11. Figo Azizul Hakim (SMPN 1) Gelandang .

Mereka akan berlaga di ajang GSI antar SMP tingkat Nasional bulan Oktober 2023 mendatang dan 7 orang pemain lagi diisi oleh siswa SMP dari Kota Padang 5 siswa, Tanah Datar 1 siswa dan Pasaman Barat 1 siswa dan akan masuk dalam pantauan BPTI ( Badan Pembinaan Talenta Indonesia ) dibawah Kemdikbudristek RI dan akan mendapatkan berbagai fasilitas pengembangan talenta dan karier dimasa yang akan datang melalui Kemdikbudristek RI.

Usai berhasil menjadi juara, Kadis Pendidikan Payakumbuh mengungkapkan rasa bangganya. Ia mengungkapkan keberhasilan GSI SMP Payakumbuh ini berkat kerja keras serta arahan dari Pj. Wali Kota Payakumbuh.

“Semoga 11 pemain yang lolos ini akan melanjutkan tradisi kontribusi Kota Payakumbuh memperkuat Timnas PSSI seperti Nabiel Asyura pemain timnas U17 yang juga berproses dari SSB dan ajang GSI SMP Kota Payakumbuh dari generasi sebelumnya. Jadi, Kepada semua pihak yang telah mempersiapkan tim Kota Payakumbuh dengan sangat baik mulai dari kepala sekolah SMP di Kota Payakumbuh untuk GSI tingkat kota SMPN 3 Payakumbuh adalah juara GSI tahun 2023 ini, para guru olahraga pembina dan pelatih SSB tempat mereka bergabung, pengurus PSSI Kota Payakumbuh dibawah binaan Pj. Walikota Payakumbuh Drs. Rida Ananda M.Si yang rajin menggelar kompetisi antar SSB serta tim talent Dinas Pendidikan yang telah bekerja keras dalam melahirkan tim tangguh ini walau dibawah keterbatasan dana yang minim,”ungaknya.

Ia berharap semoga ditingkat Nasional tim GSI Sumbar dapat berbicara banyak dan bahkan bisa menjadi juara tahun 2023. Sehingga para pemain dari Kota Payakumbuh bisa terpilih jadi pemain timnas mulai usia dibawah 16 tahun. “Selamat bertanding buat semua pemain terbaik kota Payakumbuh di tingkat Nasional semoga tampil prima dan mengharumkan nama Kota Payakumbuh,” tutupnya. (Rel/FS).

Payakumbuh — Rapat kerja (Raker) pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kota Payakumbuh Tahun 2024 dimulai.

Raker yang dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Armen Faindal itu, diikuti oleh Pj. Wali Kota Payakumbuh, Pj. Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Banggar DPRD Kota Payakumbuh dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di ruang sidang DPRD setempat, Minggu (30/08/2023).

Pembahas rancangan KUA-PPAS APBD tahun 2024 itu akan dimulai tanggal 30 Juli s.d 1 Agustus 2023. Dan dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepakatan pada hari Senin tanggal 7 Agustus 2023.

“Rapat kerja pembahasan Rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2024 hari ini merupakan salah satu proses perencanaan anggaran yang akan menjadi pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam penyusunan APBD nantinya,” kata Pj. Wako Rida Ananda.

Untuk tahun 2024 sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023-2026, Rida mengatakan pemda telah menetapkan 5 (lima) prioritas Pembangunan Daerah Kota Payakumbuh yaitu:
1. Peningkatan Sumber Daya Manusia yang berakhlak mulia, sehat, berkualitas dan berdaya saing;
2. Peningkatan perekonomian yang berkualitas, unggul, berdaya saing berbasis produk unggulan dan inovasi;
3. Peningkatan pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan;
4. Peningkatan kualitas tata kelola penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih, akuntabel serta berkualitas;
5. Peningkatan tata kehidupan sosial dan budaya kemasyarakatan berdasarkan falsafah Adat Basandi Syara’ – Syara’ Basandi Kitabullah.

“Lima prioritas ini yang akan kita capai melalui program, kegiatan dan subkegiatan serta dengan mengalokasikan anggaran pada setiap SKPD,” terangnya..
“Kami berharap pada rapat kali ini dapat berjalan dengan lancar dengan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang berguna untuk kemajuan Kota Payakumbuh kedepannya dan juga dapat kita selesaikan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan oleh aturan yang berlaku,” tukuknya.

Pj. Rida juga menyampaikan bahwa Kota Payakumbuh berhasil meraih penghargaan atas keberhasilan dalam pengendalian laju inflasi di Payakumbuh.

Sementara itu, Wakil ketua DPRD Armen Faindal mengucapkan selamat atas prestasi yang baru saja diraih oleh Kota Payakumbuh dalam pengendalian inflasi di Payakumbuh.
“Selamat untuk Pemko Payakumbuh semoga dengan penghargaan ini, masyarakat kita bisa lebih sejahtera lagi,” pungkasnya. (Rel/FS)

Payakumbuh — Ketua DPRD Sumbar Supardi membuka secara resmi Bimtek Digitalisasi Pendidikan bagi Guru SMA sekota Payakumbuh, angkatan III dan IV, tahap IV, di Rocky Hotel Bukittinggi, Jumat (28/7).

Bimtek angkatan III dan IV diikuti 100 peserta. Dua angkatan sebelumnya, juga diikuti 100 peserta. Bimtek berlangsung selama empat hari untuk setiap angkatan. Peserta mendapatkan materi berupa Praktek Tools Digital Pembelajaran Per Bidang Studi, Psikologi Pelajar Era Digital, Pengantar Pembuatan E-Modul Pembelajaran Interaktif, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Pengelolaan Pembelajaran Sosial, Menjadi Guru Kreatif, Inovatif dan Inspiratif, Pengayaan Metode Pembelajaran Berbasis Student Center Learning Dan Gaming, Pengantar Asesmen Pembelajaran Sosial, Pengantar Asesmen Pembelajaran Sosial Sesi Presentasi, Kesimpulan dan Review Materi Keseluruhan.

Menurut Supardi, Bimtek diharapkan akan mampu menjawab sebagian masalah yang dihadapi guru dan dunia pendidikan hari ini. Tim fasilitator sudah mempersiapkan materi sedemikian rupa, termasuk kapasitas narasumber.

Supardi menyebutkan, pada Kurikulum Merdeka terjadi perubahan sudut pandangan terhadap keberadaan guru. Guru tak lagi sumber menjadi ilmu, tetapi hanya sebagai fasilitator. Anak-anak hari ini lebih banyak memiliki sumber ilmu yang didapatkan mereka di luar. “Mereka banyak mendapatkan melalui online, sementara kita Gaptek dengan teknologi,” kata Supardi.

Hari ini, katanya, kita harus mengakui kehebatan dunia luar. Anak-anak hari ini, para generasi Z, atau Gen Z, adalah generasi yang menguasai teknologi. Malahan ada pameo dikalangan generasi ini, jika tak menguasai teknologi, bukanlah generasi Z.

Akibatnya, tak jarang mereka juga cenderung memposisikan guru justru menjadi penghalang kreativitas mereka. Salah satunya karena guru tak mampu mengikuti perkembangan mereka.

Di sisi lain, keterbatasan insfrastruktur di sekolah cenderung membuat banyak guru menyerah pada keadaan. Ketika mereka tidak mampu mengikuti perkembangan siswanya, mereka justru menjadikan keterbatasan itu sebagai kambing hitam. Padahal, sampai kapan pun, akan sulit untuk menyiapkan semua kebutuhan secara sempurna.

“Orang cerdas adalah orang yang bisa keluar dari kesulitan. Jika menyerah pada keadaan, maka pendidikan tidak akan tercapai. Negara memang belum bisa mensejahterakan semua guru, tetapi kita tetap punya tanggungjawab penuh,” katanya.

Di sisi lain, kalau mencari anak pintar, banyak. Sumbar tak hanya butuh yang pintar, tapi butuh anak cerdas, guru yang cerdas. Orang-orang cerdas dilahirkan dari kemampuan menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Guru yang tak pesimis. Kalau kita gagal, maka kita gagal menjadikan siswa yang cerdas. Harus dengan solusi dan sikap yang nyata.

Supardi juga mengingatkan, selama ini, setiap masalah yang dilakukan seorang anak, langsung masuk ke BK. Apakah tidak terpikir oleh kita, guru BK juga sedang punya masalah? Harusnya sebagai guru, perlu menguasai teknik-teknik dasar psikologi. Upaya memahaminya, bisa dibaca dengan insting. Bagaimana mungkin kita memasuki rasa, kalau tidak memahami karakter dan kultur anak.

Selain itu, katanya, kita juga sering merasa anak sok tahu saja. Padahal mereka memiliki kesiapan di bidang yang akan dijalaninya tersebut. Kita sering membatasi ruang geraknya dan harus mengikuti apa kata kita, sementara sesungguhnya mereka sudah punya pilihan atau langkah yang cocok untuk mereka.

Agus Hilaluddin, fasilitator pendidikan dan instruktur pada Bimtek tersebut mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan materi sedemikian rupa. Target dari materi yang dipersiapkan akan dapat meningkatan SDM guru dimasa datang.

Mayang Evidianti, Guru Ekonomi SMAN 4 Payakumbuh yang sudah mengikuti tahapan sebelumnya, mengaku merasakan peningkatan ilmu yang diperolehnya. Katanya, SDM bisa lebih baik. Mengenal dan memahami aplikasi baru dan sangat berguna bagi guru.

Ia berharap, selain Bimtek ini bisa terus berlanjut ke tahapan berikutnya, juga diharapkannya bisa dilaksanakan juga di daerah lain karena persoalan yang dihadapi tak jauh berbeda. (Rel/FS)

 


Payakumbuh --- Pengurus Karang Taruna Kota Payakumbuh berkunjung ke rumah Anggota DPRD Kota Payakumbuh Edward DF yang merupakan salah seorang pengurus Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kota Payakumbuh.


Ketua Karang Taruna Kota Payakumbuh Yonaldi membawa serta jajarannya seperti Noni Syawelly, Novianto Yudhistira, Kancen, Fajar Sitepu, dan Pak Mbonk ke kediaman Edward DF yang juga Wakil Ketua DPD LPM Kota Payakumbuh ini di Pakan Salasa, Kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat (28/7) malam.


Yonaldi mengatakan setelah setahun lalu pemilihan ketua karang taruna digelar, secara defacto sudah ada SK, namun mereka belum diakui secara dejure atau belum dilantik secara resmi. Maka kedatangannya untuk menyampaikan perihal rencana pelantikan pengurus Karang Taruna yang akan digelar dalam waktu dekat. Kemudian kesempatan itu Yonaldi dan kabinetnya juga menyampaika SK Edward DF sebagai MPKT.


"Kita pengurus baru tentu perlu bersilaturahmi dengan pengurus MPKT sebagai senior kita juga mendapat wejangan terkait bagaimana harapan beliau kepada Karang Taruna ke depannya," kata Yonaldi.


Sementara itu, Edward DF yang pengurus LKAAM bidang pemuda dan olahraga, menyampaikan sudah cukup lama rasanya Karang Taruna punya SK, tapi belum juga dilantik. Dengan kabar baik ini, menjadi angin segar bagi Karang Taruna yang menjadi salah satu organisasi pemuda yang ikut serta bersama pemerintah mengentaskan permasalahan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)


"Karang Taruna dapat menjadi leading sector dalam urusan pengentasan ekonomi ekstrem dan stunting, melalui program di setiap kelurahan hingga ke tingkat kota," ujarnya.


Selain itu, Edward DF juga berharap kepada pemerintah daerah agar dapat memastikan setiap organisasi pemuda diperlakukan adil, tidak dibeda-bedakan karena mereka memiliki peran penting dalam bidangnya masing-masing.


"Dengan begitu, semangat kebersamaan kita dalam mengentaskan permasalahan sosial di Kota Randang ini dapat mendorong realisasinya dengan cepat, angka kemiskinan dan stunting menurun, SDM kita unggul," pungkas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang pada Pemilu 2024 nyaleg sebagai Anggota DPRD Ptovinsi Sumbar itu. (FS)


Payakumbuh ---- Angin segar didapatkan oleh pemerintah daerah untuk menjuluk dana pembangunan program instruksi presiden tahun 2023 yang merupakan salah satu program percepatan pembangunan infrasturktur yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR.


Salah satu wakil rakyat yang ada di DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II dari Partai PPP, Muhammad Iqbal yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi V dimana mitra kerjanya adalah Kementerian PUPR ikut memperjuangkan daerah pemilihannya untuk mendapatkan dana dari program Inpres 2023 tersebut.


Media ini mendapat informasi dari Tenaga Ahli Muhammad Iqbal, Chairil Chan "Adek" via seluler, Jumat (28/7) yang memberikan keterangan kalau Limapuluh Kota mendapat 1 ruas jalan dari 27 yang diusulkan dan Kota Payakumbuh mendapatkan 3 ruas jalan dari 5 yang diusulkan.


Chairil Chan yang merupakan Putra Asli Batu Hampar, Kecamatan Akabiluru itu menyebut program Inpres 2023 ini hadir untuk mempercepat pembangunan jalan daerah. Sebagai Wakil Ketua Komisi V di DPR RI dengan mitra kerja salah satunya Kementerian PUPR, Muhammad Iqbal malah ingin agar dana itu banyak tersalurkan ke Kabupaten Limapuluh Kota, pihaknya mencari solusi dengan bertemu sekaligus melakukan sosisalisasi dengan wali nagari terkait kebutuhan aspirasi masyarakat.

"Ada 6 daerah yang diusulkan mendapatkan program inpres 2023, yakni Kabupaten Agam, Pasaman, Limapuluh Kota, dan Padang Pariaman, serta Kota Payakumbuh dan Pariaman," katanya.


Adek menjelaskan, Muhammad Iqbal mengusulkan sebanyak 27 usulan untuk perbaikan infrastruktur di Kabupaten Limapuluh Kota, seperti:

1. SP TARATAK-SITANANG

2. SP SUNGAI IPUAH-AMPALU

3. HALABAN-SP TEMBOK

5. BUKIK SIKUMPA PADANG BALIMBIANG (PADANG CUBADAK)

6. SP BATU AMPA-SUAYAN

7. PIOBANG-KOTO PANJANG (SUNGAI BERINGIN) 

8. TAEH BARUAH-TAEH BUKIK

9. JALAN POROS TANJUNG BALIK PANGKALAN.

10. BUKIK APIK SARIAK LAWEH

11. JALAN SIMPANG LURAH BONJO- BATU KAPUA

12. JALAN BULUH KASOK BATAS RIAU, 

13. JALAN LINGKAR PUSKESMAS LIMBANANG

14. JALAN SIMPANG TEMBOK KOBUN HALABAN

15. BUKIK APIK LUAK BEGAK TALANG ANAU

16. SITUJUAH BATUAH-SAWAH LAWEH

17. SIALANG ATEH-RONAH BINGKEK

18. JALAN LURAH BONJAU-BATU KAPUR

19. JALAN MANGUNAI AMPALU

20. JALAN PILADANG-BATU AMPA.

21. LOMPEK-PAMOSIAN

22. SIMPANG ANDIANG-MAEK

23.JEMBATAN SAWAH GADANG SITANANG

24. JEMBATAN LOMPEK NAGARI HALABAN

25. JEMBATAN AMPALU

26. JEMBATAN TALAWEH

27. JEMBATAN BULUH KASOK.

Namun, kata Adek, dari 27 yang direkomendasikan, karena kurang lengkapnya syarat yang diminta oleh pusat, akhirnya terealisasi cuma 1, yakni jalan di Tanjuang Balik, sepanjang 5 Km dengan anggaran 13 miliar.

"Iqbal tidak pernah memberikan prioritas-prioritas pada daerah, tapi dimana saja wilayah Sumbar 2 yang paling urgen butuh pembangunan tentu diusulkan sepanjang memenuhi persyaratan," ungkapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Payakumbuh mengusulkan 5 ruas jalan, seperti:

1. JL.RKY.RASUNA SAID

2. JL.PROF.DR.HAMKA

3. JL.KH.AGUS SALIM

4. JL.RASYID TAHER

5. JL.ADE IRMA SURYANI

"Di antara 5 rekomendasi ini, 3 lolos dan saat ini tengah berlangsung proses pembangunannya, yakni di JL.PROF.DR.HAMKA, JL.KH.AGUS SALIM, dan JL.RASYID TAHER," terangnya.

Adek menerangkan, walaupun 50 kota saat ini hanya mendapatkan 1 paket jalan inpres tahap pertama ini, diharapkan untuk tahap 2 nanti bisa bertambah lagi dengan cara melengkapi persyaratan yang diminta pemerintah pusat, dan terus ditambah.


"Nanti bisa ditambah lagi, Muhammad Iqbal selalu siap memperjuangkan tentang inpres jalan ini, jika persyaratan sudah dipenuhi oleh Pemda," kata Adek 

Adek menambahkan, selain fokus pada infrastruktur, Muhammad Iqbal termasuk wakil rakyat yang juga aktif untuk memperjuangkan program bedah rumah, dari 2000an yang diusulkan di Sumbar II, 500nya buat Limapuluh Kota untuk direkomendasikan.

"Untuk program bedah rumah, kita sudah realisasikan sebanyak 430an rumah, setelah lolos hasil verifikasi. Bahkan kegiatan jalan rabat beton sebanyak 29 di Sumbar 2, ada 9 yang dilaksanakan di Limapuluh Kota, tapi sayang untuk Inpres 2023 ini pemda kurang aktif berkolaborasi," pungkasnya. 


Sementara itu, berkat upaya Muhammad Iqbal menjuluk dana inpres tersebut, mendapat ucapan terimakasih dan apresiasi dari Kader PPP Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Menurut mereka, Chairil Chan Adek selaku Tenaga Ahli dan Muhammad Iqbal sebagai Anggota DPR RI sangat berperan membawa program inpres jalan ke Payakumbuh dan Limapuluh Kota.


"Program yang dibawa Muhammad Iqbal sangat bagus untuk pembangunan di Luak Limopuluah dan dapil II Sumbar. Karena program inpres ini membangun infrastruktur yang bisa meningkatkan perekonomian masarakat. Apalagi saat ini di Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota kekurangan keuangan untuk membangun. Kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya," kata Ketua DPC PPP Kota Payakumbuh Fitrayanto dan Ketua DPC PPP Kabupaten Limapuluh Kota Ermizal Jalinus ketika dikonfirmasi media secara terpisah. (FS)


Solok Selatan –
Dosen dari dua perguruan tinggi di Sumatera Barat, yaitu Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dan Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA) berkolaborasi mengadakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) di Nagari Ranah Pantai Cermin, Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan oleh dosen, dan merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan oleh setiap pendidik di tingkat perguruan tinggi. Pengabdian pada Masyarakat kali ini diadakan dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Nagari Ranah Pantai Cermin Kabupaten Solok Selatan”. Tujuannya adalah untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan serta pendampingan pada kaum perempuan agar memiliki skill atau keahlian yang dapat diberdayakan dalam membantu ekonomi keluarga.


Kegiatan ini dilakukan oleh Ernadwita, Erningsih, Yenita Yatim, Gustia Harini, dan Indra Rahmat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang ditujukan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa yang bersangkutan sekaitan dengan kegiatan lapangan yang dapat dilakukan di luar kampus. Peserta yang disasar oleh tim Pengabdian pada Masyarakat ini adalah ibu-ibu di Nagari Ranah Pantai Cermin, kegiatan dilaksanakan pad Rabu, tanggal 19 Juli 2023, berlokasi di aula serba guna kantor Wali Nagari Ranah Pantai Cermin. Kegiatan ini dihadiri juga oleh wali nagari, Zul Nasri.


Ernadwita menyatakan bahwa “kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang kami lakukan setiap semester dan selalu melibatkan mitra dari berbagai daerah” ujarnya ketika diwawancarai ditengah acara berlangsung (19/07/2023)


Yenita Yatim menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan kali ini bertujuan untuk mencipatakan perempuan yang berdaya guna demi membantu ekonomi keluarga. “jika perempuan memiliki keterampilan, maka diharakan mampu untuk membantu meringankan kerja suami dalam mencari nafkah” tambahnya.

Wali Nagari, Zul Nasri, menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar kegiatan yang dilakukan oleh dosen dari UMSB dan UPGRISBA ini dapat dilakukan lagi di Nagari Ranah Pantai Cermin dalam tema dan kegiatan yang berbeda.(***)

Payakumbuh — Perhatian Irfendi Arbi terhadap wartawan memang tak perlu diragukan lagi. Bagaimana tidak, pada hari Kamis (27/7), Irfendi Arbi yang saat itu dalam kesibukannya mempersiapkan diri untuk menjadi Bacaleg DPR RI mendapatkan kabar bahwasanya ada seorang wartawan senior Luak Limopuluah yang dirawat di rumah sakit pasca operasi kaki, hati Irfendi langsung tergerak untuk membesuknya ke rumah sakit.

“Saat kegiatan tadi dikampung, saya mendapat kabar bahwasanya ada salah satu rekan media kita yang sudah senior di Luak Limopuluah saat ini terbaring sakit dirumah sakit. Oleh sebab itu saya langsung menjenguknya hari ini,” ujar Irfendi Arbi.

Irfendi mengungkapkan, kedatangannya ke rumah sakit adalah untuk memberikan semangat serta melihat langsung jurnalis yang sakit itu. Jurnalis yang tengah berjuang untuk sehat tersebut bernama Nahar Sago. Dia merupakan wartawan senior di sebuah media mingguan.

Nahar Sago diketahui mengalami pembengkakan dibagikan kakinya akibat sakit asam usat yang telah parah dan akibat pembengkakan tersebut kaki Nahar harus dilakukan tindakan operasi. Kini, jurnalis senior tersebut tengah terbaring untuk pemulihan pasca operasi.

“Mudah-mudahan kaki Pak Nahar cepat sembuh, dan pak Nahar dapat kembali bisa berjalan dengan normal sehingga nantinya bisa kembali beraktifitas seperti biasa,” ujarnya.

Usai mendoakan kesehatan Nahar Sago dikesempatan itu, mantan Bupati Limapuluh Kota itu tampak menyerahkan sedikit bantuan untuk meringankan biaya pengobatan Nahar Sago yang saat itu didampingi oleh anaknya.

Usai dijenguk Irfendi Arbi,Nahar Sago merasa terharu dan bersyukur. Dirinya mengaku salut akan perhatian Irfendi terhadap wartawan.

“Yo salut ambo ka Pak Irfendi”, Perhatian beliau kepada Awak media memang sudah terkenal, Ia tidak pernah membedakan wartawan yang bertugas di daerah ini. Terimakasih pak, dengan kunjungan bapak ini akan mendorong semangat saya untuk kembali sehat dan mudah-mudahan penyakit saya ini dapat hilang,”ujar Nahar.

(Rel/FS)

Payakumbuh — Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Bagi Guru SMA se Kota Payakumbuh angkatan I dan II, tahap IV, berakhir dan ditutup secara resmi oleh Kadis Pendidikan Provinsi Sumatera Barat diwakili Titi Sandri.

“Semoga bekal yang sudah didapatkan selama Bimtek dapat diaplikasikan di sekolah, sehingga memberikan nilai bagi sekolah dan peserta didik,” kata Titi Sandri, ketika menutup Bimtek angkatan I dan II yang diikuti 200 peserta, di Hotel Rocky Bukittinggi, Kamis (27/7).

Bimtek tersebut memberikan bekal yang sangat berarti kepada peserta, sehingga sesaat sebelum ditutup, keharuan dirasakan para peserta. Banyak ilmu yang didapatkan. Pelaksanaan Bimtek pun berlangsung penuh keakraban dan memberikan materi yang sangat dibutuhkan peserta.

Gusmawenti Syam S.Pd, guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Payakumbuh menyebutkan, tak hanya materi secara teknis yang didapatkan, tetapi jauh lebih luas. Peserta seakan “dicas” ulang, mendapatkan ilmu dan menjadikan lebih tajam cara berpikirnya.

Ia merasakan, peserta seakan disadarkan atau diingatkan, bahwa sesungguhnya mereka sedang menjalani sebuah tugas besar, seakan membawa tanggungjawab yang besar untuk membawa atau mengawal anak-anak bangsa dengan baik lugas. Jangan sampai keliru.

Menghadapi masa depan, katanya, harus diseimbangkan dalam membangun dan menguatkan otak, juga harus menguatkan fisik. Keduanya sangat dibutuhkan.

Di sisi lain, Rika Febrina M.Si, guru Matematika SMAN 2 Payakumbuh mengutip ajakan Ketua DPRD Sumbar Supardi, saat memberikan materi kepada peserta, sehari sebelumnya. Ajakan sang ketua, merupakan wujud nyata yang harus dijalani setiap orang.

Katanya, kita tidak akan bisa hidup atau bergerak sendiri. Dalam upaya membangun generasi yang lebih baik, harus dibangun pondasi yang kokoh. Tak bisa satu ahli. Harus dikerjakan bersama, seperti hanya menghadirkan sebuah bangunan.

“Kita tak bisa dibangun sendiri oleh tukang, tetapi juga ada arsiteknya, desain interiornya. Kalau ahli pondasinya tidak membangun pondasi yang kokoh, maka bangunan tersebut akan mudah runtuh,” katanya.

Jika dianalogikan membangun gedung, maka untuk langkah setiap anak bangsa, ahli yang membangun pondasinya adalah guru. Semua kemampuan guru harus digerakkan, harus difokuskan di sana, termasuk harus memikirkan keberlanjutan bangunan tersebut.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua DPRD Sumbar Supardi mengingatkan arti penting sebuah kolaborasi, khususnya kolaborasi antar sekolah, kolaborasi di sekolah mau pun kolaborasi sesama guru. Kolaborasi tersebut akan bermuara baiknya suasana antar guru, lingkungan sekolah dan antar sekolah.
Ajakan kolaborasi tersebut disampaikannya, sebab Supardi melihat dan merasakan masih tingginya tingkat persaingan antar guru.

“Jika persaiangan antar guru tersebut dibiarkan, atau Kepala Sekolah tak mampu mengakomodir atau menyelesaikannya, dikhawatirkan suasana sekolah tidak akan kondusif,” kata Supardi sembari menyebutkan, kekuatan sesungguhnya adalah pada tim yang kuat.

Agus Hilaluddin, instruktur pada Bimtek tersebut memberikan apresiasi kepada peserta. Semua agenda dan materi diikuti semua peserta dengan sangat antusias.
“Mudah-mudahan, sekembali semua guru ke sekolah, ada sesuatu yang baru dibawa mereka untuk kemajuan sekolah dan bekal bagi anak didiknya,” kata Agus.

Materi yang diberikan berupa Praktek Tools Digital Pembelajaran Per Bidang Studi, Psikologi Pelajar Era Digital, Pengantar Pembuatan E-Modul Pembelajaran Interaktif, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Pengelolaan Pembelajaran Sosial, Menjadi Guru Kreatif, Inovatif dan Inspiratif, Pengayaan Metode Pembelajaran Berbasis Student Center Learning Dan Gaming, Pengantar Asesmen Pembelajaran Sosial, Pengantar Asesmen Pembelajaran Sosial Sesi Presentasi, Kesimpulan dan Review Materi Keseluruhan.(Rel/FS)

Payakumbuh – Tuntutan dunia pendidikan semakin tinggi. Di saat guru di tuntut menguasa teknologi secara maksimal, beragam kompetensi lain juga harus menyertai. Targetnya, guru harus siap menyambut masa depan yang lebih cerah.

Sasaran yang hendak di capai tersebut, tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemajuan teknologi yang sangat cepat, tidak sebanding dengan kemampuan guru mengikutinya. Ketika hal tersebut di ikuti, atau di saat guru berkonsentrasi penuh mengikutinya, persoalan lain justru terjadi.

“Guru cenderung tidak mampu memahami karakter peserta didiknya karena terlalu konsentrasi pada pelajaran tanpa mempelajari karakter siswanya,” kata Ketua DPRD Sumbar Supardi, ketika Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi Guru SMA sekota Payakumbuh, di Bukittinggi, Rabu (26/7).

Supardi mengingatkan, jika guru hanya memiliki perhatian kepada pelajaran, lalu memahami karakter peserta didiknya terabaikan, maka di khawatirkan, justru akan menjadi bom waktu di kemudian hari.

Ia kemudian membeberkan hasil survei sebuah lembaga berkompeten, KPA. Katanya, sebuah SMK di Payakumbuh ditemukan sebuah hasil survei mengejutkan. Sebanyak 10 dari satu kelas di salah satu SMK, ternyata siswanya terlibat LGBT.

Kondisi ini, katanya, tentu memprihatinkan. Terhadap hal tersebut, maka, kata Supardi, setiap guru harus memiliki kemampuan untuk memahami karakter siswanya. Jangan di abaikan.

Membekali Guru, Supardi menyebutkan, makanya dalam Bimtek kali ini, juga diberikan bekal terkait psikologi. Bekal psikologi yang dimiliki guru diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut.

Sejalan dengan kemajuan zaman, maka tingkat perangai siswanya juga berbeda. Perkembangan tersebut juga harus di ikuti kemampuan guru untuk mengetahui atau memahaminya.

Ia kemudian mengambil contoh kasus yang baru-baru saja terjadi di Limapuluh Kota. Seorang guru merekam muridnya yang sedang emosi. Murid tersebut mampacaruik-an (mengatai gurunya dengan kata-kata kotor). Video tersebut beredar secara luas. Beragam tanggapan muncul.

“Siapa yang salah, atau apa yang salah dari kejadian tersebut,” kata Supardi sembari menyebutkan, betapa memprihatinkannya kondisi pendidikan hari ini.

Lalu, katanya, dari apa dan siapa yang salah, kejadian tersebut harus dijadikan pelajaran berharga bagi semua. Semua komponen harus melakukan introspeksi diri.

Terkait tantangan dan kemampuan untuk mengikuti perkembangan teknologi, Bimtek yang berlangsung selama empat hari tersebut, membekali seluruh peserta untuk terampil menggunakan teknologi sehingga dapat menyikapi kebutuhan dalam menghadapi dan menjalani pembelajaran.

Kendati demikian, kata Supardi, bukan berarti sudah puas dengan penggunaan aplikasi yang sudah dikuasai, tetapi tolok ukurnya adalah bagaimana setiap guru memiliki motivasi untuk mengelola aplikasi tersebut. Jika tidak memiliko motivasi mengelolanya, maka akan selalu terbelakang, sebab teknologinya terus bergerak dan berkembang.

Supardi juga menyebutkan, sejumlah pembekalan yang sudah di berikan kepada guru SMA di Payakumbuh, khususnya melalui program Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi Guru SMA sekota Payakumbuh, di harapkan menjadi motor penggerak peningkatan SDM guru dan sekaligus akan memberikan pembeda kualitas guru-guru di Payakumbuh dengan kota dan kabupaten lain.

Kolaborasi
Supardi yang juga pernah menjadi guru tersebut juga mengingatkan arti penting sebuah kolaborasi, khususnya kolaborasi antar sekolah, kolaborasi di sekolah mau pun kolaborasi sesama guru. Kolaborasi tersebut akan bermuara baiknya suasana antar guru, lingkungan sekolah dan antar sekolah.

Ajakan kolaborasi tersebut disampaikannya, sebab Supardi melihat dan merasakan masih tingginya tingkat persaingan antar guru.

“Jika persaiangan antar guru tersebut dibiarkan, atau Kepala Sekolah tak mampu mengakomodir atau menyelesaikannya, di khawatirkan suasana sekolah tidak akan kondusif,” kata Supardi sembari menyebutkan, kekuatan sesungguhnya adalah pada tim yang kuat.

Agus Hilaluddin, instruktur pada Bimtek tersebut menyebutkan, tingginya tuntutan terhadap tugas seorang guru, sesungguhnya sudah di ketahui dan di pahami orang sejak dahulu. Seorang guru adalah sosok yang selalu menjadi acuan, panduan dan teladan bagi setiap orang.

Menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela kegiatan, Agus Hilaluddin menyebutkan, ada sedikit pergeseran yang membedakan guru dahulu dan sekarang.

“Masa lalu, mereka yang menjadi guru sudah di impikan sejak kecil. Sekarang, mayoritas banyak yang tidak, sehingga rasa yang ada pastilah berbeda,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Prov Sumbar Drs. Barlius, MM mendukung program yang berasal dari Pokir Supardi tersebut. Aplikasinya langsung menyentuh sasaran. Titik yang di sasar sangat membutuhkan peningkatan kapasitas SDM yang berhubungan langsung dengan tuntutan mereka hari ini dan masa datang.

Barlius juga mengatakan, komitmen Ketua DPRD Sumbar Supardi mewujudkan Kota Payakumbuh menjadi Kota Digital, khususnya di bidang Pendidikan, sangatlah besar.
“Beliau sangat fokusnya,” kata Barlius.

Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi Guru SMA sekota Payakumbuh di laksanakan di Hotel Rocky Bukittinggi, 24 – Juli 2023. Di ikuti 200 peserta, terbagi dalam 4 angkatan. Peserta di bekali keterampilan terkait digitalisasi bahan ajar. Mereka di mentori oleh beberapa pakar untuk merancang bahan ajar digital, dan penggunaan aplikasi.(Rel/FS)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.