Latest Post

 

Payakumbuh — Dinas Koperasi dan UKM mulai fokus untuk menangani kebersihan pasar guna memberikan rasa nyaman kepada konsumen dan pedagang dalam beraktifitas di pasar.

“Kebersihan pasar menjadi perhatian serius kami dalam melakukan penataan pasar di Kota Payakumbuh termasuk kebersihan pasar Tradisional Ibuh,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM, M. Faizal didampingi Kabid Pasar, Arnel kepada wartawan di lapangan, Selasa (4/10/22).

Menurutnya, penataan kebersihan pasar menjadi program prioritas dalam penataan pasar sebagai bentuk dukungan pihaknya terhadap terwujudnya Kota Payakumbuh yang bersih, indah dan nyaman, khususnya di lingkup pasar.

“Hal ini tidak saja menjadi tangungjawab petugas kebersihan dari dinas terkait tetapi menjadi tangungjawab semua, termasuk penghuni pasar yang berdagang dalam pasar. Selanjutnya kita akan menggerakan semua potensi dalam kawasan pasar untuk bersama-sama menjaga kebersihan dalam kawasan pasar,” ujar Faizal.

Sementara itu Kabid Pasar Arnel menambahkan, semua petugas kebersihan, termasuk petugas keamanan (Trantib Pasar) pun sambil patroli di pasar turun bersama membersihkan, dan memungut sampah yang berserakan dalam kawasan pasar. Pihaknya mengaku siap untuk terus menjaga kebersihan ini sekaligus sosialisasikan kepada para pedagang agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Intinya Bidang Pasar dibawah naungan Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakunbuh serius menangani persoalan sampah, apalagi pasar Payakumbuh menjadi salah satu tujuan wisatawan sehingga kebersihan adalah yang hal utama,” terang Arnel. (MS)

 

Payakumbuh — Sosialisasi Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial yang bertemakan “Melalui Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial Kita Tingkatkan Literasi Untuk Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat” dihelat oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Payakumbuh di Kantor Eks. Balai Kota Bukik Sibaluik, Selasa (4/10/22).

Berlangsung selama 2 hari pelaksanaannya, kegitan sosialisasi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Payakumbuh Prima Yanuarita S.H, M.si, dan dengan menghadirkan peserta sebanyak 38 orang pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar pada kelurahan di Kota Payakumbuh.

Untuk mendukung lancarnya sosialisasi literasi ini, pihak penyelenggara mendatangkan narasumber dari tim Universitas Negeri Padang. Selain tentang literasi, narasumber turut memberikan bekal ilmu bagi para peserta supaya bisa membuat sabun cuci piring secara mandiri dirumah.

Dalam keterangannya, Prima menyampaikan bahwa yang melatarbelakangi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Payakumbuh melaksanakan kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah merujuk kepada UU No 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, yang dalam pasal 2 disebutkan bahwa perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan.

“Paradigma perpustakaan harus berubah, dari yang semulanya hanya sebagai gudang buku dan tempat membaca kini bertransformasi menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat sehingga dapat membantu kualitas hidupnya menjadi lebih baik, sehingga menambah income bagi pembaca, pengelola, maupun masyarakat di sekitarnya,” ujar Prima.

Dengan dihelat ya sosialisasi yang bertajuk pengembangan literasi berbasis inklusi sosial itu, Prima berharap kepada semua peserta agar dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan serius dan membawa pulang ilmu yang bermanfaat bagi TBM masing-masing, baik TBM kelurahan maupun TBM mandiri,” ujarnya.

“Pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan akan memberikan honor pengelola secara stimulan bagi setiap TBM di kelurahan yang aktif, ada laporan, dan memberikan feedback kepada kita,” lanjut Prima.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Joni turut menyampaikan bahwa telah banyak upaya yang dilakukan mereka untuk memajukan literasi di Kota Payakumbuh.

“Meskipun dengan dana terbatas, penambahan koleksi bahan bacaan akan terus kami upayakan, serta untuk perbaikan sarana dan prasarana juga. Dan tentu sebelumnya kami juga telah melaksanakan sosialisasi literasi ke sekolah-sekolah dengan menggunakan sarana pustaka keliling yang berlangsung setiap hari secara terjadwal,” tukuk Joni.

Pada kesempatan itu, salah seorang peserta sosialisasi dari pengelola TBM Pondok Baca Asa Kreatif yang berada di kelurahan Parit Rantang, Sesmi Anggia mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi yang digelar dinas kearsipan dan perpustakaan kota Payakumbuh ini sangat bermanfaat baik bagi para peserta maupun masyarakat.

“Mari kita tangkap dan ambil semua ilmu yang diberikan, karna kegiatan seperti ini tentu tidak akan sering kita dapatkan, sehingga hal ini tidak boleh di sia-sialan,” ungkapnya semangat.

Lebih lanjut, dengan digelar sosialisasi literasi tersebut, Sesmi berharap nantinya kepada seluruh peserta yang hadir agar dapat kembali mensosialisasikan ilmu yang didapat kepada masyarakat, atas apa yang diberikan Pemko Payakumbuh melalui dinas kearsipan dan perpustakaan ini kami merasa betul-betul dapat menikmati ilmunya, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat yang nantinya akan berdampak terhadap income yang bisa didapat secara lebih lepas ini,” pungkas Sesmi.

Diakhir kegiatan, Sesmi Anggia menyerahkan buku hasil karya dirinya sendiri yang berjudul Asa Kreatif untuk dapat masuk kedalam koleksi buku yang berada di pustaka umum Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Payakumbuh. (MS)

 

Payakumbuh — Dalam rangka menyerap aspirasi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Payakumbuh, Pemerintah Kota Payakumbuh mengadakan Rapat Kordinasi dengan instansi vertikal, Perbankan, Niniak Mamak, Bundo Kanduang dan seluruh OPD terkait yang dilaksanakan di Aula Ngalau Indah Lt III Balai Kota Payakumbuh, Senin (3/10/22).

Rapat Kordinasi dipimpin langsung Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda didampingi oleh Sekretaris Daerah Dafrul Pasi, Asisten II Elzadaswarman, Asisten III Ifon Satria , Serta turut hadir Ketua LKAAM Datuak Parmato Alam, Instansi vertikal, perbankan, niniak mamak KAN seluruh nagari, Bundo Kanduang dan OPD terkait.

Dalam sambutannya, Wali Kota Rida Ananda menyampaikan setelah mengemban amanah menjadi Pj. Wali Kota pihaknya sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai instansi dan OPD terkait guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh.

“Sehubungan dengan telah dilantiknya kami sebagai Pj. Wali Kota Payakumbuh, kami mohon dukungan dan bantuan agar dapat menjalankan pemerintahan dengan baik dan kondusif dengan tujuan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rida.

Ditambahkannya, Pertumbuhan ekonomi di Kota Payakumbuh saat ini masih rendah. Perlu adanya strategi dan langkah yang harus dilakukan agat dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi beberapa waktu lalu tingkat inflasi di Provinsi Sumatera Barat nomor 2 tingkat Nasional.

“Perlu adanya strategi dan langkah cepat untuk mengendalikan inflasi khususnya harga cabe ditengah-tengah masyarakat. Bagaimana kita menggalakkan kembali untuk menanam cabe, bawang dan bahan pokok lainnya disekitar rumah atau pekarangan untuk menekan adanya inflasi,” terang Rida.

Lebih lanjut Rida memaparkan masalah kemiskinan di tahun 2017 samapai 2021 meningkat karena adanya pandemi Covid-19 dan di tahun 2022, terdata ada 6,16 persen yang termasuk warga miskin di Kota Payakumbuh.

“Untuk itu dengan Rapat Kordinasi ini kita dapat berdiskusi bagaimana pola dan kebijakan kita untuk menekan kemiskinan. Kita juga meminta kerjasama dan bantuannya dari Instansi vertikal serta perbankan dengan berbagai macam program yang ada untuk menekan kemiskinan di Kota Payakumbuh,” ucap Rida.

“Saya berharap dengan bantuan dan kerjasama dengan instansi terkait untuk sama-sama kita menekan inflasi, Menurunkan kemiskinan dan membuat kondisi yang kondusif untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (FS)

 

Payakumbuh — Dalam rangka menurunkan Inflasi Daerah terutama pada komoditi cabe merah, Lurah Koto Tangah Kecamatan Payakumbuh Barat Khalid Zamri mengajak warganya memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan kosong untuk melakukan penanaman cabe.

Ajakan bercocok tanam ini bukan tanpa alasan. Selain bisa membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, juga dapat menghemat pengeluaran belanja sehari-hari mengingat cabe merupakan komoditi yang kerap mengalami kenaikan harga.

“Karena itu kami menghimbau pada masyarakat agar bertanam di pekarangan rumah, minimal untuk belanja hariannya bisa lepas,” ujarnya saat dihubungi media, Senin (3/10/22).

Ditambahkan Khalid, Cabe merupakan komoditas pangan penyumbang inflasi tertinggi. Menurut dia program ini juga sesuai dengan arahan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang meminta kepala daerah meredam angka inflasi.

“Kota Payakumbuh termasuk tinggi inflasinya, karena itu gerakan menanam cabe di seluruh rumah warga diharapkan mampu meredam angka inflasi,” Ujarnya

Di Kelurahan Koto Tangah saat ini ada dua kelompok tani yang aktif yaitu Kelompok wanita tani Sumber Rezeki dan Kelompok Melati yang berfokus pada penanaman cabe dan bawang.

Khalid juga memaparkan saat ini salah seorang warga Kelurahan Koto Tangah telah melakukan penanaman cabe sebanyak 1800 batang di lahan kosong dekat rumahnya dan ini patut untuk diapresiasi.

“Alhamdulillah salah seorang warga kami Edi (56) telah melakukan penanaman bibit cabe sebanyak 1800 batang dan ini patut untuk kami apresiasi. Semoga kedepannya lebih banyak lagi masyarakat yang melakukan hal serupa,” harapnya.

Dikesempatan yang sama, Edi Warga Kelurahan Koto Tangah mengatakan sesuai dengan himbauan kelurahan kepada warga untuk menekan adanya inflasi, ia baru pertama kali menanam cabe dan untuk cara dan teknik penanamannya dipelajari secara otodidak melalui Youtube.

“Sesuai dengan imbauan pak Lurah, kami berinisiatif untuk menanam cabe di lahan milik kami, meskipun ini merupakan pertama kalinya kami menanam cabe, namun kami sangat antusias karena ternyata menanam cabe itu tidak sesulit yang dibayangkan, zaman serba canggih semuanya bisa dipelajari melalui media Youtube,” ujarnya

“Semoga panen perdana cabe kami ini nantinya sesuai dengan yang diharapkan, dan insyaallah akan dilakukan secara berkelanjutan,” pungkas Edi. (MS)

 

Lima Puluh Kota — Tingginya intensitas curah hujan tiga hari belakangan menyebabkan terjadinya bencana longsor dan banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota. Setidaknya tiga kecamatan mengalami dampak bencana alam ini diantaranya Kecamatan Akabiluru, Bukik Barisan dan Harau. Jenis kerusakan yang ditimbulkan mulai dari kerusakan infrasruktur jalan, irigasi, dan lahan pertanian/perkebunan. Sampai tadi malam genangan air setinggi ±30 cm melanda kawasan pemukiman di Jorong Purwajaya, Harau dan Nagari Tarantang, Kecamatan Harau.

Demikian keterangan yang dihimpun media dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Lima Puluh Kota Rahmadinol, Minggu malam (2/10/22).

“Potensi curah hujan ekstrim masih berpeluang terjadi, untuk itu diharapkan kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama pengguna jalan umum serta warga yang bermukim di Kawasan rawan bencana longsor dan banjir,” ucap Rahmadinol.

Menerangkan lebih lanjut dampak bencana sampai tadi malam, dijelaskan Kalaksa BPBD, tercatat longsor terjadi pada ruas jalan Negara Km 114 dan kerusakan irigasi di Nagari Batu Hampa, Akabiluru. Kondisi sejenis juga menimpa pada ruas jalan antara Simpang Andiang-Maek dan ruas Jalan Ronah- Ampang Gadang II Nagari Maek.

Kerusakan infrastruktur jalan dalam kategori rusak sedang dan berat, telah mengakibatkan terjadinya gangguan lalu lintas dan beberapa rumah penduduk terisolasi.

Sementara itu, banjir ini juga telah merusak lahan dan tanaman pertanian di sejumlah nagari di Kecamatan Harau antara lain Harau, Tarantang, Koto Tua, Taram, Bukik Limbuku, dan Solok Bio Bio. Rahmadinol juga menyebutkan sebanyak 515 Kepala Keluarga (KK) mengalami kerugian pada bencana ini.

“Masyarakat yang terdampak dialami oleh warga Jorong Purwayaja, Sarilamak sebanyak 10 KK, Jorong Aua Duri, Maek sebanyak 135 KK dan Jorong Ampang Gadang II, Maek sebanyak 370 KK,” tutur Rahmadinol.

Upaya penanganan bencana alam ini, BPBD telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Nagari, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Polres Lima Puluh Kota, Polres Payakumbuh dan Kodim 03/06 Lima Puluh Kota.

Sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah melakukan ceking ke lokasi bencana. Selanjutnya, Rahmadinol menginformasikan kondisi terkini jalan Negara Km 114 di Nagari Batu Hampa sudah bisa dilewati oleh kendaraan. (FS)



Padang - Kegiatan kepramukaan menjadi teladan dan pembentukan karakter yang nantinya terus menginspirasi para anak bangsa ini untuk berbakti, mengukir karya, inovasi dan prestasi demi kemajuan bangsa Indonesia.

Begitu nasihat Kakanwil Helmi didampingi istri Ny. Hj. Nazifah Helmi saat menutup secara resmi kegiatan Kemah Karya Pramuka Madrasah (KKPM) Sumbar 2022, malam ini Jumat (01/10) malam sekitar pukul 22.55 WIB, di Asrama Haji Sumbar Padang Pariaman.

Helmi, berharap kegiatan yang berlangsung dari tanggal 28 September -01 Oktober 2022 ini bisa meningkatkan kesadaran pentingnya gerakan pramuka madrasah dalam membangun watak dan karakter remaja yang disiplin, teguh, kuat serta memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

Kakanwil Helmi, dalam arahan menyampaikan  gerakan pramuka termasuk dalam jalur pendidikan non formal sebagai salah satu pilar dalam sistem pendidikan nasional. Kegiatan ini menurutnya diperkaya dengan pendidikan nilai sportivitas, disiplin, keikhlasan, partriotik serta  memiliki kecakapan hidup.

KKPM, dipandang Helmi sebagai ajang merajut kebersamaan, meningkatkan tali silaturahim bagi seluruh keluarga besar Kementerian Agama.  

"Khususnya bagi adik-adik kita, dimana mereka dapat saling mengenal budaya dan keterampilan teman-teman dari seluruh kabupaten kota di Sumatera Barat," kata Helmi.

Helmi menyampaikan rasa bangga kepada seluruh pramuka madrasah yang telah menampilkan berbagai kebolehannya.

"Teruslah berlatih dan berlatih untuk mengasah keterampilan adik-adik, agar tahun depan lebih baik lagi. Sudah 5 hari lebih kurang di bumi perkemahan ini, adik adik dan kakak-kakak pembina berjibaku di sini, saya salut kepada adik-adik kita, ini adalah bagian dari proses pembentukan karakter bagi kalian semua sebagai calon pemimpin masa depan,"cetus Helmi.

Helmi berpesan agar peserta pramuka berbagi pengalaman dengan orangtua dirumah, tentang apa yang telah disaksikan dan dilaksanakan selama KKPM berlangsung.

"Ceritakanlah nanti kepada orang tua sebagai kado terindah buat orang tua kalian," ajaknya.

Helmi mengaku bangga bahwa KKPM di Sumbar adalah satu satunya yang di buka langsung oleh Dirjen Pendis Kemenag RI.

"Tentu ini sebuah prestise tersendiri bagi kita Sumatera Barat," Ucapnya.

Disisi lain, kendati Helmi menyayangkan belum bisa melaksanakan api unggun pada malam penutupan, karena kondisi cuaca di guyur hujan terus, namun kegiatan tetap berjalan khidmat.

"Meskipun api unggun batal, kami berharap tidak mengurangi kelebihan dan syahdunya acara KKPM kita, imbuh Kakanwil.

Lanjut, Kakanwil menekankan makna keikhlasan dan sportifitas dihadapan peserta pramuka. " Kepada yang tahun ini meraih prestasi saya ucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada adik2," kata Kakanwil lagi.

"Sebaliknya, bagi yang belum meraih prestasi jangan berkecil hati. Teruslah berlatih dan berkarya untuk meraih prestasi di tahun yang akan datang," terang Kakanwil.

Di akhir sambutan, Kakanwil mengapresiasi seluruh panitia, pembina, Kakankemenag dan Kamad se-Sumbar atas perencanaan, anggaran, proses persiapan tempat dan lainnya untuk kesuksesan KKPM.

"Kita juga cukup bangga, jika selama proses pelaksanaan ada hal-hal yang kurang baik, belum maksimal tentu menjadi bahan evaluasi bagi kita bersama. Insyaallah tahun depan kita kembali, akan tumbuh lebih baik lagi lebih meriah lagi KKPM ini," tutupnya.

Istimewa, dalam rangkaian kegiatan penutupan, mengenakan gaun berwarna merah penuh semangat dan energik, Ny. Hj Nazifah Helmi turut menyumbangkan suara emasnya di hadapan ribuan peserta pramuka. Turut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Jhon Kenedy Azis, Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sumbar H Hendri Pani Dias, Kakankemenag Kota Padang H Edi Oktafiandi, kakankemenag Kab Kepulauan Metnawai H Masdan, Kakankemenag Kabupaten Solsel, ketua panitia Akhri Meinhardi dan jajaran panitia pelaksana, dirangkai dengan pemberian tropi kepada juara – juara seluruh cabang perlombaan.(vera)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.