Articles by "Aceh Singkil"

Showing posts with label Aceh Singkil. Show all posts

Aceh Singkil - 
Hingga saat Dewan Aceh Singkil belum mengupas  Rancangan Qanun Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda). Aceh Singkil.

Dikarenakan, Raqan dari awalnya sudah masuk kedalam  program legislasi lembaga legislatif Aceh Singkil, namun, hingga sekarang  Pihak  Perumda belum menyerahkan berkas-berkas adminitrasi yang diminta oleh pihak Dewan untuk dibahas didalam rapat.

Ketua Banleg DPRK Aceh Singkil, dikonfirmasi Senin, 32/08/2020. mengatakan qanun Tentang penyertaan modal terhadap Perusahaan Umum Milik Daerah yang  belum  dibahas dan dilaporkan agar dapat disetujui. Ucapnya.

Akibat belum adanya masuk  berkas dokumen hingga saat ini, bahasan raqan tersebut  belum dibahas dan masuk dalam laporan untuk disetujui bersama eksekutif dan legislatif,  Ucap Ahmad Fadhli.

Hal sama dikatakan oleh Anggota DPRK Aceh Singkil lainnya, Yulihardin, S.Ag mengatakan, sebelumnya ada 11 usulan raqan daerah setempat yang disampaikan dalam program legislasi. Salah satunya  Raqan Penyertaan Modal Perumda Aceh Singkil yang sudah lama dinanti oleh pihak  Perusahaan, jelasnya.

Kemudian, tambah Yulihardin, apabila qanun tersebut belum disetujui oleh pihak Eksekutif dan Legislatif,  pihak  Perumda  tidak bisa menerima haji dan tidak  melakukan penarikan lainnya, pungkasnya (R)

Aceh Singkil, MN 
Dewan  Aceh Singkil menggelar rapat  rancangan qanun (Raqan) tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda), guna meminta Banleg kelengkapan dokumen perusahaan tersebut. Diruang Sidang Paripurna dewan, dipimpin langsung oleh ketua Banleg Ahmad Fadli. Jumat, 28/08/2020.

Ketua Banleg DPRK Aceh Singkil Ahmad Fadli, mengatakan  raqan penyertaan modal sudah dimusyawarahkan dalam rapat Banmus. Namun sebelum pembahasan perlu dokumen pendukung agar tidak ada kesalahan dalam penyertaan modal pada Perumda, jelasnya.

Menurutnya,  jangan salah dalam menyertakan modal kepada sebuah perusahaan, baik itu sifatnya perusahaan swasta ataupun perusahaan umum daerah, tambahnya.

“Kebetulan, ada rencana Pemerintah Daerah Aceh Singkil untuk menyertakan modalnya kepada Perumda. Bagi kami DPRK tidak ada masalah, sebatas lembaga yang dimaksud tidak ada menuai persoalan”,ujarnya.

Pihaknya ingin mengetahui apakah sistem perekrutan struktur Perumda itu sudah sesuai Qanun (Peraturan daerah), dan kedua apakah mereka sudah diaudit, sebagaimana dilakukan oleh Akuntan Publik dan apa fungsi serta laporan hasilnya, katanya lagi.

Apa yang diminta Dewan adalah merupakan hal yang wajar. Jika dokumen dapat dipenuhi, DPRK akan melanjutkan ke tingkat pembahasan Qanun tersebut, ujarnya.

“Persoalan anggaran ini memang harus dipublikasikan kepada masyarakat, tidak boleh tertutup. Tetapi apabila tidak ada laporan fungsi dan hasilnya hal ini perlu pertimbangan,”ucapnya.

Adapun usulan penyertaan modal pada peruntuk tahun 2020 awalnya sebesar RP 500 juta, seperti pada tahun 2019, tutupnya.  (R)

Aceh Singkil-MN-Sidang  Rapat Paripurna Dewan Aceh Singkil, tentang  laporan Badan Anggaran (Banggar) dalam penyampaian  LKPJ APBK 2019 Bupati Aceh Singkil, Di kantor DPRK Aceh Singkil, Desa Kampung Baru Kecamatan Singkil Utara. Jumat, 28/08/2020.

Dalam penyampaiannya  di ketua Banggar Bainuddin Ondo, menyampaikan catatan merah  kepada  Pemda  Aceh Singkil.  diantaranya, pada  aset milik Pemerintah  Aceh Singkil saat ini masih belum tertib administrasi. Seperti aset tanah,  belum semuanya mempunyai sertifikat.

Kemudian, Indo meminta agar eksekutif segera menyelesaikan permasalahan aset daerah tersebut, ucapnya.

Ditambahkan Ondo, penertiban aset tanah, Ketua Banggar  juga menyoroti banyaknya  kendaraan dinas yang tidak memiliki dokumen. dokumen kapal cepat KM Tailana dan izinnya  yang belum juga dituntaskan. tutupnya . (R)

Aceh Singkil, MN-Sidang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil Tentang Penyampaian I Rancangan Qanun Prioritas pada tahun 2020. Diruang sidang Kantor DPRK Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara. Jumat, 28/08/2020.

Dalam laporan  ketua Badan legislasi Ahmad Fadli dalam penyampaian tentang perubahan  rancangan qanun Aceh Singkil nomor 8 tahun 2010   antara lain pertama penambahan ayat 2 pada Pasal 6 Tentang rincian unsur majelis pemangku adat adalah bupati, DPRK, dan tokoh adat karena mengingat pemangku adat merupakan majelis yang berfungsi pembina dan penasehat.

Yang kedua merubah bunyi Pasal 8 mengenai syarat - syarat untuk menjadi ketua, wakil ketua dan para ketua bidang serta anggota majelis adat Aceh Kabupaten Aceh Singkil.

Selanjutnya, yang ketiga merubah bunyi Pasal 8 huruf h untuk ketua, wakil ketua, para ketua bidang dan anggota majelis yang bertempat dalam wilayah Aceh Singkil minimal selama 5 tahun dan dibuktikan dengan KTP Aceh Singkil.

Turut hadir dalam acara sidang paripurna Ketua DPRK Hasanuddin Aritonang, Wakil Ketua H. Amaliun, seluruh Anggota Dewan, Bupati Aceh Singkil Dul Musrid, Para SKPK, dan Insan Pers. (R)

Aceh Singkil-MN-Anggota DPRA  Hj. Asmidar, S.Pd, Provinsi Aceh, beserta anggota DPRK Ust. Aminullah, S.Pd Kabupaten Aceh Singkil, dari Partai Aceh (PA), gelar kunjungan Reses ke II di Kecamatan Pulau Banyak Aceh Singkil 22 Agustus 2020 yang lalu.

Dalam kesempatan itu, Asmidar dan  Aminullah  mengunjungi tempat  pelestarian penyu yang berada di Kampung Teluk Nibung yang berada di kecamatan tersebut.

Saat dikonfirmasi diruang kerjanya Aminullah, S.Pd Anggota DPRK Aceh Singkil Kamis, 27/08/20020, mengatakan, dalam kunjungan Reses kami  meminta kepada  pengelola penyu untuk melepaskan anak penyu ke lepas pantai, ucapnya.

Ini dikatakan sebagai bentuk kepedulian anggota DPRA  dan DPRK atas tingginya minat masyarakat tentang pelestarian alam di kepulauan banyak.

Terakhir Asmidar dan  Aminullah berharap kepada  pemerintah Aceh dan  Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil harus peduli dan perhatian  dengan kelompok pengelola penyu yang sudah lama dibentuk, jelasnya lagi.

Asmidar menambahkan,  ia siap membawa program ini ketingkat provinsi dan disamakan juga dengan pemerintah kabupaten. (R)

Aceh Singkil-MN-Pemeritah Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil, gelar kegiatan rapat  koordinasi  dengan seluruh 16 Kepala Desa di wilayah kecamatan Singkil, Rabu, 26/8/2020. di halaman kantor camat setempat.

Rakor tersebut bertujuan menyampaikan pertanggung jawaban atau laporan realisasi anggaran Posko yang disumbangkan setiap desa yang berjumlah 2 juta perdesa. Untuk oprasional posko kecamatan. Dan pembahasan lainnya.

Kemudian, diawal acara  camat Singkil  menyampaikan bahwa posko kecamatan Singkil ini sudah 9 hari berjalan. Selanjutnya camat Singkil juga mengatakan posko tersebut didirikan untuk menampung dan menangani atas merebaknya covid 19 termasuk bupati dinyatakan positif mengalami covid 19.

Yang sudah kita lakukan diantaranya memantau tes suhu rombongan ziarah dari Lampung yang berkunjung ke Singkil  dan mencatatnya serta melaksanakan  penyemprotan disinfektan  ditempat yang didatangi oleh rombongan ziarah tersebut.  setiap masyarakat yang datang ke posko kecamatan kami tes suhu dan di catat petugas piket.

Kemudian melakukan penyemprotan disekitar lokasi posko dan pesantren yang berada disamping posko.
Kepada teman - teman dari Pers  Sofyan, SH berharap  kalau  saran tolong sampaikan kepada kami,  kemudian saya juga berharap jika ada laporan miring tentang desa segera konfirmasi kepada kami setelah dilaporkan pihak kami akan langsung menindak lanjuti dan kami akan  memanggil kepala desa  terhadap adanya permasalahan didesa.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Singkil, Sekcam, Kapolsek Singkil, Para Kepala Desa, para Kasi Kecamatan Singkil, dan Insan Pers. (R)

Aceh Singkil, MN 
Pemeritah Desa Suka Damai Kecamatan Singkil pada hari ini menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap 1 yang berjumlah 300 ribu perbulan. Rabu, 26/08/2020.

Sekretaris Desa Suka Damai Buyung Hutabarat mengatakan pada hari ini kami salurkan BLT tahap 1 yang berjumlah sebanyak 65 orang. Setiap warga yang mengambil BLT harus membawa surat keterangan pemberitahuan pembayaran BLT yang telah dibagikan masing - masing kepala dusun (Kadus) sebelum disalurkannya BLT tersebut, terangnya.

Salah seorang warga kampung Suka Damai Mardin mengatakan, saya sangat senang dan merasa sangat terbantu disaat kondisi covid-19 yang melanda Aceh Singkil, dan saya berharap untuk tahap berikutnya dibayarkan langsung dua bulan,ucapnya.

Turut hadir dalam pembagian BLT tahap 1 tersebut diantaranya Kepala Desa Suka Damai beserta perangkatnya, Ketua BPG, Babinsa, Babinkamtibmas, dan masyarakat lainnya. (R)

Aceh Singkil, MN - Sejumlah  masyarakat Desa Suka Damai Kecamatan Singkil, Gelar Latihan Bacaan Shalawat Zikir Mauilid Nabi atau Shalawat Sarafal Anam secara bersama - sama yang dilaksanakan di kediaman Imam Mesjid Kampung Suka Damai.



Yahya Imam Desa Suka Damai yang terlibat sebagai Guru yang mengajarkan pembacaan shalawat Sarafal Anam dikonfirmasi, Minggu 23/08/2020,  mengungkapkan  yang bergabung dalam belajar zikir maulid ini kebanyakan dari kalangan  bapak - bapak.  untuk jumlah anggota yang belajar ada kurang lebih 15 orang. Ungkapnya.


Selanjutnya, Yahya menambahkan tujuan latihan membaca Zikir Maulid ini agar nantinya apabila tiba perayaan maulid nabi kita bisa membacanya mulai dari akhir acara sampai selesai. Untuk  Jadwal latihan diadakan 3 kali dalam satu Minggu.



Kemudian apabila kita sudah pandai membaca shalawat tersebut juga mengandung nilai pahala. Latihan membaca zikir maulid ini kami adakan 3 kali dalam seminggu. Dan untuk diketahui sudah berjalan  8 bulan latihan ini kami gelar.



Kemudian, Yahya mengungkapkan selama ini belum ada generasi penerus untuk mahir dalam membaca shalawat Sarafal Anam, maka dari timbul niat hati saya  untuk mengajarkan  bacaan shalawat zikir maulid nabi tersebut.


Terakhir Imam Yahya berharap kepada masyarakat khususnya warga Desa Suka Damai mengajak untuk belajar shalawat Zikir Maulid Nabi. Ia berharap  kepada pemerintah Desa ataupun pemerintah daerah atau dinas terkait  untuk  membantu dana ala kadarnya demi lancarnya latihan membaca zikir maulid ini. Harapnya


Ditwmpat yang sama, salah seorang anggota yang belajar shalawat zikir maulid Kobol juga  mengatakan kurang lebih sudah delapan  bulan kami belajar shalawat Sarafal anam  disaat latihan kami membeli makanan minuman ala kadarnya dengan biaya pribadi kami masing - masing. Kemudian untuk kitab zikir maulid nabi kami adakan dengan biaya pribadi kami masing - masing.


Kemudian, Kobol menambahkan kami belajar membaca shalawat Sarafal Anam ini atas kemauan kami sendiri, dan ingin pandai membacanya jika kami sudah tamat dan mahir membaca kami nantinya mengajarkan kepada warga lainnya yang ingin belajar shalawat tersebut. (R)

Aceh Singkil, MN 
Mengenai persepsi  Ketua Forjasi Aceh Singkil Sahirudin Pohan yang diberitakan  pada dua hari yang lalu  tentang Posko Kecamatan Singkil yang dinilai  tidak berfungsi dengan Baik. Jumat, 21/08/2020.


Atas permasalahan ini camat Singkil Sopyan meluruskan ia mengatakan persepsi atau penilaian buruk tentang  posko itu tidak benar. karena  sebelum berdirinya  posko seluruh kepala  Desa diwilayah kecamatan Singkil sepakat mereka meminta posko di dirikan di kecamatan.


Mengenai dana sebesar Rp 2 juta per Desa untuk posko di kecamatan singkil dipergunakan  untuk keperluan sehari-hari bagi petugas piket yang menjaga posko. Untuk petugas piket kami libatkan seluruh kepala dan staf kecamatan Singkil  secara bergiliran dari pagi sampai malam hari. Kemudian untuk belum bisa kami hadirkan  karena masih proses karantina.

Mengenai posko yang terlihat sedikit mewah sengaja kami buat agar masyarakat yang datang ke posko merasa nyaman dan tidak risih. Kemudian lagi setiap masyarakat yang berkunjung ke posko kami periksa suhu tubuh dengan alat pengecek suhu tubuh setelah diperiksa hasil pemeriksaan tersebut dicatat oleh petugas piket. Tuturnya.


Untuk petugas piket diberi alat pelindung diri (APD) seperti masker, sepatu Boat, mantel, alat penyemprot dan lainnya yang telah disediakan diposko. Untuk diketahui juga penyemprotan kami lakukan seminggu sekali di sekitar lokasi posko bahkan sampai di lingkungan pesantren yang berada disamping kantor camat. Setelah itu petugas posko mengadakan penyemprotan disetiap desa yang ada di kecamatan Singkil .


dihari yang sama salah seorang Pj. Kepala Desa Rantau Gedang Irwansyah Rijal mengatakan selain posko kecamatan di setiap di desa kami   dan desa lainnya juga  mendirikan  posko.

Kemudian Safrijal lebih menekankan lagi mengenai anggaran dua juta perdesa kami kontribusikan untuk keperluan sehari - hari  posko kecamatan Singkil dengan Ikhlas hati tidak ada paksaan dari pihak kecamatan Singkil maupun dari pihak lainnya. Karena dalam pendirian posko ini merupakan kesepakatan seluruh kepala Desa.


Terakhir, camat Singkil berharap semoga Covid 19 yang melanda Aceh Singkil ini segera berakhir dan masyarakatpun bisa beraktivitas seperti semula. Dan juga berpesan kepada masyarakat ikuti protokol kesehatan, jaga jarak, cuci tangan setelah beraktifitas, pakai masker disaat keluar rumah. (R)

Aceh Singkil, Maklumatnews-
Sejak dibukanya  posko penanganan covid 19 yang diresmikan Sekretaris Daerah Aceh Singkil Drs. Azmi pada Selasa, 18 Agustus yang lalu sampai hari ini tidak berfungsi.

Dalam pantauan maklumatnews dihari pertama dibukanya posko kecamatan Singkil terlihat petugas piket belum hadir pada pagi hari.

Kemudian, didalam pemantauan maklumatnews juga disaat petugas piket berjaga terlihat tidak memakai APD, dan tidak mengadakan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang melintasi posko tersebut.

Ketua Forum Jurnalis Aceh Singkil (Forjasi) Sahirudin Pohan Rabu, 19/08/2020 menilai tidak ada manfaatnya seharusnya posko tersebut didirikan di setiap desa yang ada di kecamatan Singkil. Karena interaksi masyarakat lebih banyak di desa dari pada di kecamatan.


Lanjut Sahirudin lagi, alat uji tes swab tidak ada disediakan oleh Pemda Aceh Singkil.  Hal ini saya menganggap posko tersebut hanya formalitas saja. Tidak ada kegiatan di posko sebagaimana mestinya.

Selanjutnya,  Ketua Forjasi mengungkapkan lagi bahwa anggaran pendirian posko kecamatan dibebankan oleh setiap desa yang ada di kecamatan Singkil, masing - masing desa menyumbangkan dana sebesar 2 juta perdesa. Selain itu, para kepala desa dilibatkan juga untuk piket di posko secara bergiliran. (R)

Salah seorang warga Singkil Mardin  dikonfirmasi mengatakan Simbolon seharusnya letak posko di tepi jalan bukannya di dalam pekarangan kantor kecamatan. Dan saya perhatikan lagi para alat - alat perlengkapan di posko-posko kurang memadai.

Selanjutnya tambah Mardin bentuk posko kecamatan terlalu mewah seperti stand pameran. Tutupnya. (R)

Aceh Singkil-MN-Dalam rangka rapat paripurna anggota dewan Aceh Singkil menyaksikan pidato presiden RI di melalui televisi layar lebar,  di ruang sidang  dewan perwakilan rakyat kabupaten (DPRK) Desa Kampung Baru Kecamatan Singkil Utara.
Jumat, 14/08/2020 yang lalu.

Dalam mendengarkan pidato kenegaraan tentang HUT RI   yang ke-75 hanya sedikit yang menghadiri dalam acara tersebut, karena sebagian anggota Dewab dalam hal seiring sedang menjalani tes swab  testimoni Covid 19 di RSUD Aceh Singkil.  Dan juga menjalani isolasi mandiri sampai menunggu  hasil pemeriksaan  keluar.

Turut hadir dalam sidang pimpinan DPRK yaitu Hasanudin Aritonang  sedangkan wakil ketua H. Amaliun  dan para anggota DPRK lainya.

Ketua DPRK Hasanudin Aritonang saat dikonfirmasi Selasa, 18/08/2020 mengatakan dalam situasi ini,  perbanyak bersabar dalam menghadapi   musibah ini kemudian  kita tidak boleh takut dan terus kuat berusaha melawan covid 19 ini dan  paling utama  jangan lupa untuk berdoa.


Kemudian, lanjut Aritonang, Semoga penyakit ini agar segera  berakhir dan masyarakat Aceh Singkil dapat beraktifitas seperti biasa. (R)

Aceh Singkil-MN-Gaji pokok Kepala Desa   akan dinaikkan ini merupakan rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil di tahun 2021 yang akan datang. (03/08/2020).

Gaji pokok Kepala Desa   disesuailan dengan ASN  golongan IIA sesuai berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Dana Desa.

Bukan hanya Kepala Desa saja yang dinaikkan gajinya, namun gaji pokok Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya akan turut dinaikkan.

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, mengatakan memang benar  pihaknya berencana naikkan gaji bulanan  keuchik dan perangkat kampong, ucap Bupati.

Rencana Gaji keuchik naik yang sebelumnya  Rp 2.000.000 menjadi Rp 2.426.640 per-bulan. Untuk Sekretaris desa dari sebelumnya mempunyai Siltap Rp 1.400.000 menjadi Rp 2.224.420 per-bulan.

Kemudian, untuk Perangkat desa  yang sebelumnya memiliki gaji bulanan Rp 1.000.000 dinaikkan menjadi Rp 2.022.200 per-bulan, terangnya.

Selain gaji pokok yang dinaikkan, para Kepala Desa juga memperoleh  tunjangan senilai Rp 500 ribu per-bulan, Kaur Keuangan Rp 300 ribu perbulan,  Kaur lainnya Rp 250 ribu per-bulan, dan Sekretaris Desa Rp. 400 Ribu setiap bulannya, tutupnya. (R)

Aceh Singkil-MN-Mesjid Al - Hidayah Desa Suka Damai, Kemukiman Pemuka, Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil masih butuh perhatian dalam pengembangan bangunan Mesjid tersebut, 02/08/2020.

Dalam pantauan maklumattnews.net Minggu, 02/08/2020 terlihat teras mesjid belum selesai pengerjaannya, hal ini terkendala biaya pembangunan teras itu.

Yahya Imam Mesjid Al - Hidayah Kampung Suka Damai menuturkan untuk teras mesjid, Sejauh ini hanya tiang dan pondasi atas teras mesjid yang baru diselesaikan untuk atap dan lantai yang belum bisa dibangun hal ini lantaran terbentur pada anggaran.

Disaat hujan lebat air hujan membasahi pintu dan lantai dan menggenanginya, kami takut apabila jamaah memasuki pintu, apabila tidak diperhatikan dengan hati - hati akan terpeleset saat melewatinya. Ini lantaran teras mesjid belum di beri atap, terang Yahya.

Kemudian, lanjut Yahya bukan hanya teras mesjid saja yang belum terselesaikan, seperti pintu mesjid belum juga ada, sarana tempat berwudhu masih sangat minim, selama ini tempat berwudhu hanya satu tempat saja, ditempat berwudhu itu dipakai oleh jamaah laki - laki dan ibu - ibu. Hal ini sungguh tidak pantas, apabila dilokasi mesjid apabila tidak membedakan tempat berwudhu.

Terakhir kata, Imam Mesjid Al - Hidayah berharap uluran tangan para donatur, untuk membantu pembiayaan  kelanjutan pembangunan Mesjid atau rumah Allah ini. Kalau diharapkan dari sumbangan kotak amal setiap Jumat, Ini tidak akan cukup untuk membiayai pembangunan Mesjid tersebut, tutupnya. (R)

Aceh Singkil-Mn-Dalam rangka  memperingati Perayaan HUT RI yang ke-75 Pemerintah Desa Ujung Bawang beserta Perangkatnya, Babinsa dan Babinkamtibmas secara serentak pada hari ini  dengan memasang  bendera di setiap depan rumah warga. Sabtu, 01/08/2020.

Jamirin Kepala Desa Ujung Bawang dikonfirmasi mengatakan, sebanyak 242 bendera dan tiang dipasang serta dikibarkan disetiap depan rumah warga secara serentak, katanya.

Kemudian, kata Jamirin pemasangan bendera merah putih secara serentak ini bertujuan untuk  memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75. Memupuk rasa cinta terhadap negara Indonesia ini. Kemudian para warga tidak bersusah payah lagi, jelasnya.

 Menunjukkan rasa hormat kita kepada pahlawan yang bersusah payah memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia ini, bahkan mereka rela berkorban harta bahkan nyawapun mereka pertaruhkan demi kemerdekaan dari penjajah Bangsa Belanda dan Jepang. Terangnya

Dalam amatan maklumattnews .net juga baru pertama kali di Aceh Singkil Desa Ujung Bawang Gelar pemasangan Atau pengibaran Bendera Merah Putih secara serentak. (R)

Singkil-MN-Akhirnya terwujud jalan menuju Desa Kuta Simboling kecamatan Singkil kabupaten Aceh Singkil di bangun oleh pemerintah dari Dana OKSUS, Sabtu,(01/8/2020).

Menurut keterangan dari si Pukak masyarakat setempat mengatakan, kepada media sumateraline.com bahwa ia sangat sedih dan merasa cemburu, katanya.

Karena jalan menuju desa lain begitu bagus di seputaran kabupaten ini beda dengan jalan kami ini tetapi saya bersukur dan berterima kasih kepada semua pihak.

Baik dari media yang menerbitkan maupun dari pemerintah daerah mungkin selama ini banyak sekali yang harus di perhatikan tentang masyarakat.

Sehingga kita merasa tidak di perhatikan ternyata  dugaan itu salah mungkin saja baru kali ini Dana untuk memperbaiki dan pengaspalan jalan Desa kita baru di sahkan oleh pemerintah

Namun kita sangat berharap kepada pemerintah pusat maupun daerah kabupaten ini memberikan peringatan agar para pembohong jangan asal jadi pekerjaan lepas tangan,  ungkapnya. RG)
(

Aceh Singkil-MN-Warga Kampung Suka Damai Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil tahun Islam 1441 Hijriah laksanakan pemotongan Hewan kurban di halaman Mesjid Al - Hidayah Desa Suka Damai, 31/07/2020.

Dalam amatan maklumattnews.com pelaksanaan Pemotongan hewan kurban tersebut dimulai setelah Shalat Id, saat dikonfirmasi Imam Mesjid Desa Suka Damai Yahya Melayu mengatakan jumlah hewan kurban pada tahun ini sebanyak 2 ekor jenis lembu. Dan dalam pantauan maklumattnews.com masyarakatnya berbondong - bondong serta gembira untuk melihat pemotongan hewan kurban tersebut.

Kemudian, lanjut Yahya ia menuturkan dalam satu ekor lembu jumlah pekurban sebanyak 7 orang. Jadi dalam dua ekor lembu berjumlah semuanya 14 orang. Untuk pekerja kurban 1 ekor hewan kurban ditangani 5 orang pekerja, jelasnya.

Harus angkat Panitia Kurban juga menyampaikan sistem pembagian daging kurban bedasarkan jumlah Kepala Keluarga (KK), Jumlah KK di Desa kami ini,   yang mendapatkan daging kurban sebanyak 198 kepala Keluarga. yang langsung kami antar kerumah warga.

Untuk Kedepan Haris berharap semoga ditahun berikutnya, para yang ikut kurban di Desa Suka Damai mengalami peningkatan, karena dengan berkurban kita bisa mewujudkan rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama apalagi pada saudara kita yang kurang mampu ditengah mewabahnya covid - 19 ini. (R)

Aceh Singkil-MN-Masyarakat Desa Suka Damai pada hari ini laksanakan Sholat Idul Adha 1441 Hijriah  dimesjid Al - Hidayah yang digelar pada pukul 07.30 Wib. Sebelum dimulainya shalat Idhul Adha Imam Mesjid Al Hidayah Yahya Melayu memberitahukan lafaz niat sholat Id lantaran entah ada yang lupa karena Sholat tersebut dilaksanakan sekali setahun. Jumat, 31/07/2020.

Setelah selesainya Sholat Idhul Adha tersebut yang bertindak sebagai khatib, Al Ustad Safardani Angkat tamatan dari Pesantren Tanah Merah Kecamatan Gunung Meriah. Dalam khutbahnya ia mengatakan, dihari raya ini merupakan momen kita masih bisa  untuk berkumpul keluarga kita, anak-anak kita, begitulah Allah memberikan nikmat agar kita berkumpul dengan keluarga kita.

Ustad Safardhani Angkat melanjutkan, kalau sanggup berkurban segera laksanakan jangan ditunda - tunda. Kalau sanggup berkurban untuk kedua orang tua kurbankan, kalau sanggup menyumbang untuk Mesjid sumbangkanlah. Karena pahala berkurban akan mengalir kepada orang tua kita, keluarga serta kita sendiri, jelasnya.

Kemudian, dalam khutbahnya ustad Safardani juga menyampaikan, hikmah berkurban dimasa covid-19 ini menjelaskan bahwa, Idul Adha selama masa pandemi ini menghadirkan banyak hikmah penting. Terutama, jika seseorang hendak mengambil apa makna “pengorbanan” dan “berkorban” dalam konteks ibadah kurban. Menurut Mu’ti, Nabi Ibrahim telah mencontohkan betapa pengorbanan itu betul-betul “memaksa” seseorang meninggalkan sesuatu yang berharga bagi dirinya semata-mata untuk Allah SWT. Jadi, pengorbanan adalah kembali pada hakikat penyerahan total segala sesuatu yang kita anggap berharga, terangnya.

“Berkaitan dengan kepatuhan, Nabi Ibrahim menjadi hamba Allah yang senantiasa mematuhi secara ikhlas meskipun perintah itu sangat berat untuk menunaikannya,” ujar Safar

“Maka, kepatuhan inilah yang menjadi teladan bagi kita bahwa hamba Allah, harus mukhlisina lahu-din (ikhlas dalam beragama) betapa berat perintah itu, kita harus menunaikannya,” tuturnya.

Selain kepatuhan, hikmah yang bisa dipetik dari Nabi Ibrahim adalah keteguhannya pada kebenaran yang diyakininya, yakni kekuasaan Allah Swt. Bahwa prinsip kebenaran tidak bersifat populis, berdasarkan banyaknya orang yang mendukung, tapi apa yang dituntunkan oleh Allah kemudian dijalankan dengan istiqamah, tambanya.

Ketiga, bahwa keberhasilan Nabi Ibrahim sebagai hamba Allah, dilalui melalui serangkaian cobaan yang tidak mudah. Juga bahwa ujian yang diberikan oleh Allah pasti ada hikmahnya, tuturnya.

Oleh karena itu, tidak menyembelih hewan kurban selama masa pandemi bukan berarti tidak berkurban. Semangat berkurban menolong sesama korban terdampak pandemi sebagai usaha untuk menyelamatkan kehidupan umat manusia pun termasuk dalam peneladanan Nabi Ibrahim, tutupnya. (R)

Aceh Singkil-MN-Bupati Aceh Singkil Dul Musrid  sampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBK Tahun 2019 dalam sidang paripurna DPRK Aceh Singkil. Di ruang Sidang DPRK Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, 29/07/2020.

Dalam penyampaian Dul Musrid  sampaikan secara singkat realisasi APBK 2019 diantaranya, Jumlah  realisasi pendapatan daerah sebesar Rp 897 miliar atau 97,64.

Walau tidak terealisasi 100 persen, bila dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar Rp 145 juta.

Selanjutnya, Realisasi Belanja jumlah belanja pada APBK 2019 terealisasi Rp 887 miliar.
Rinciannya belanja pegawai Rp 327 miliar atau terealisasi 95,45 persen dari yang dianggarkan. Belanja barang dan jasa Rp 209 miliar atau 96,37 persen dari yang dianggarkan.

Realisasi belanja subsidi Rp 1,5 miliar atau 100 persen dari yang dianggarkan. Belanja hibah Rp 9 miliar atau 93,11 persen dari yang dianggarkan.

Berikutnya realisasi belanja bantuan sosial Rp 3,2 miliar atau 90,14 persen dari yang dianggarkan.

Lalu realisasi belanja modal Rp 181 miliar atau 91,63 persen dari yang dianggarkan. Belanja tidak terduga Rp 393 juta atau 40,24 persen dari yang dianggarkan.

Selanjutnya realisasi pembiayaan sebesar Rp 13,7 miliar yang merupakan penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran.

Disisi  lain Bupati juga melaporkan  gambaran tentang neraca atau posisi keuangan Pemkab Aceh Singkil per 31 Desember 2019.

Nilai investasi jangka panjang Rp 12 miliar, naik dari tahun sebelumnya Rp 304 juta rupiah. Nilai aset tetap sebesar Rp 1,3 triliun dan nilai aset lainnya Rp 56 miliar.

Pada neraca Kabupaten Aceh Singkil per 31 Desember 2019 terdapat kewajiban jangka pendek Rp 3,2 miliar. Berupa utang perhitungan pihak ketiga, utang belanja dan utang transfer.

Berikutnya ekuitas dana sebagai kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban sejumlah Rp 1,45 triliun.

Turut hadir dalam sidang paripurna Ketua DPRK Aceh Singkil Hasanudin Aritonang, Wakil ketua DPRK H. Amaliun, Anggota DPRK, SKPK dan insan pers dan tamu undangan lainnya. (R)

Aceh Singkil-MN-Akibat Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak merata pembagiannya oleh pemerintah desa. Puluhan  masyarakat Desa Tunas Harapan kecamatan Gunung Meriah memblokir kantor Desa setempat.

Kejadian pemblokiran kantor desa karena dipicu belum dicairkanya BLT. Kata Kapolsek Gunung Meriah IPDA Mulyadi. Selasa, 28/07/2020.

“Diblokirnya kantor desa tersebut dipicu  karena BLT belum cair. Berdasarkan Pengakuan masyarakat, sebelumnya pemdes Tunas Harapan menetapkan ada 100 orang penerima manfaat BLT. Hingga  saat ini masih ada 48 warga yang belum menerima BLT tahap I, jelasnya.

Selanjutnya,  masalah  lain yang dituntut warga yaitu  pemberhentian perangkat desa tidak  sesuai aturan. Kemudian  gaji perangkat desa selama 11 bulan sejak akhir tahun 2019 belum dibayar.

 tidak ada kejelasan pencairan BLT tahap II serta sering tutupnya kantor desa sehingga pelayanan kepada masyarakat kurang maksimal.

Kapolsek beserta jajarannya melakukan upaya persuasif kepada warga agar persoalan tersebut diselesaikan dengan musyawarah.

“Mendengar penjelasan  masyarakat, Kapolsek memberikan pemahaman kepada warga dan berhasil membujuk warga sehingga palang kayu balok di buka,” ucap Kapolsek Gunung Meriah. (R)

Aceh Singkil-MN-Dibatalkannya  pembangunan jalan Aceh Singkil – Aceh Selatan oleh DPRA yang  sangat dibutuhkan masyarakat untuk efisiensi jarak tempuh. Dinilai sangat merugikan warga Aceh Singkil.

Masyarakat  Aceh Singkil sangat merasa dirugikan karena proyek multiyears tahun 2020 ini oleh DPRA dibatalkan, ucap Ketua Hasanudin Aritonang DPRK Aceh Singkil, Senin, 27/07/2020.

Hal ini DPRK dan  Bupati Aceh Singkil  sudah  menyampaikan dampak dibatalkannya pembangunan proyek   kepada komisi III DPRA.

Dirinya beranggapan ada semacam  kejadian serupa pembatalan proyek multiyears dengan kejadian pengusulan Otsus Pemda Aceh Singkil ke Pemerintah Provinsi Aceh.

Ia menilai DPRA juga tidak serta merta membatalkan begitu saja, tanpa ada kajian terlebih dahulu. Meski demikian, ia tidak mau terlalu banyak berkomentar terkait pembatalan tersebut, mengingat itu merupakan ranahnya DPRA dengan Pemerintah Aceh.

Aritonang berharap DPRA bersama Pemerintah Aceh memperbaiki apa kesalahan, bukan malah menunda. Karena menurutnya sepintas, ada sedikit kekeliruan dalam peneganggarannya. (R)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.