Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama

Karena Tidak Merata Dapat BLT Warga Tunas Harapan Blokir Kantor Desa

Aceh Singkil-MN-Akibat Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak merata pembagiannya oleh pemerintah desa. Puluhan  masyarakat Desa Tunas Harapan kecamatan Gunung Meriah memblokir kantor Desa setempat.

Kejadian pemblokiran kantor desa karena dipicu belum dicairkanya BLT. Kata Kapolsek Gunung Meriah IPDA Mulyadi. Selasa, 28/07/2020.

“Diblokirnya kantor desa tersebut dipicu  karena BLT belum cair. Berdasarkan Pengakuan masyarakat, sebelumnya pemdes Tunas Harapan menetapkan ada 100 orang penerima manfaat BLT. Hingga  saat ini masih ada 48 warga yang belum menerima BLT tahap I, jelasnya.

Selanjutnya,  masalah  lain yang dituntut warga yaitu  pemberhentian perangkat desa tidak  sesuai aturan. Kemudian  gaji perangkat desa selama 11 bulan sejak akhir tahun 2019 belum dibayar.

 tidak ada kejelasan pencairan BLT tahap II serta sering tutupnya kantor desa sehingga pelayanan kepada masyarakat kurang maksimal.

Kapolsek beserta jajarannya melakukan upaya persuasif kepada warga agar persoalan tersebut diselesaikan dengan musyawarah.

“Mendengar penjelasan  masyarakat, Kapolsek memberikan pemahaman kepada warga dan berhasil membujuk warga sehingga palang kayu balok di buka,” ucap Kapolsek Gunung Meriah. (R)

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.