Latest Post

 

Payakumbuh – 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti rapat evaluasi pengendalian pelaksanaan pembanguan kabupaten/kota Triwulan I di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Payakumbuh (09/05/2023).

Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemrov. Sumbar Kuartini Defi Putri mengatakan kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan sinergitas pelaksanaan pembangunan antara kabupaten/kota dengan provinsi di Sumbar.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa dalam rangka mewujudkan pelaksanaan pembangunan daerah yang tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran maka perlu didukung oleh tertib administrasi pembangunan yang baik,” katanya.

“Selain itu, perlu dilakukan rapat evaluasi pengendalian pembangunan seperti kegiatan ini sehingga diharapkan dapat memaksimalkan capaian realisasi fisik dan keuangan daerah kabupaten/kota, yang telah dilakasnakan selama triwulan I,” tambahnya.

​Dia menyebut, berdasarkan informasi penyampaian laporan realisasi fisik dan keuangan daerah kabupaten/kota sampai dengan kondisi 4 Mei 2023, Capaian fisik sebesar 17,85 persen dan realisasi keuangan sebesar 10,47 persen.

“Kita harapkan agar capaian realisasi fisik dan keuangan daerah kabupaten/kota bisa mencapai atau sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ucapnya.

“Berdasarkan Kondisi capaian saat ini, Kita membutuhkan keterpaduan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/Kota serta stakeholder dalam pengendalian pembangunan daerah dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan nasional,” tutupnya.

Sementara itu, Pj. Wali Kota Payakumbuh yang dalam hal ini diwakili oleh Plt. Sekretrais Daerah Kota Payakumbuh Dafrul Pasi memgucapkan terimakasih kepada Pemrov. Sumbar karena telah mempercayakan Payakumbuh sebagai tuan rumah rapat evaluasi pengendalian pelaksanaan pembanguan kabupaten/kota Triwulan I.

“Ini suatu kehormatan dan kebaggan bagi kami. Nanti sehabis kegiatan ini Bapak/Ibuk bisa berkeliling dan menikmati kuliner yang ada di Payakumbuh,” ucapnya.

Lebih lanjut Dafrul menjelaskan, di Payakumbuh untuk pengendalian administrasi pembangunan dan pengadaan barang dan jasa dilaksanakan oleh satu bagian yaitu PBJ dan Dalbang.

“Bagian ini memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan di daerah. Sehingga dengan demikian langkah-langkah pembangunan dapat berjalan optimal sesuai dengan yang direncanakan,” ujarnya.

Sekda juga menyampaikan untuk percepatan peningkatan penggunan produk dalam negeri (P3DN), saat ini di Payakumbuh sudah tersedia 22 etalase pada e-katalog lokal untuk berbelanja pengadaan barang/jasa.

“Saat ini sudah ada 12.008 produk tayang dengan 486 penyedia terdaftar. Dan selama 2023 ini transaksi pada e-katalog telah mencapai 19.268.612.413 rupiah,” katanya.

“Untuk RKPD 2024 nanti dalam perencanaan Renja tahun 2024 ditargetkan 50 persen TKDN dalam pengadaan barang/jasa,” pungkasnya. (MS)

 

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh melepas keberangkatan Nazif Ayani, Ratnawati, dan Muliandri, Backpacker NMAX yang merupakan 3 orang Warga Payakumbuh yang akan berangkat ke tanah suci Mekah, Selasa (9/5).

3 orang warga itu bersepeda motor ke Arab Saudi, 2 dari Kelurahan Tigo Koto Diate Kecamatan Payakumbuh Utara dan 1 dari Kelurahan Tanjung Pauh Kecamatan Payakumbuh Barat. Mereka dilepas Pj. Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda yang diwakili oleh Asisten II Elzadaswarman dan staf ahli Elvi Jaya dan Herlina, serta Kabag KesraEfrizal bersama pegawai kantor wali kota dan lurah.

Elzadaswarman berpesan kepada backpacker NMAX agar selalu menjaga stamina dan kesehatan, dimana terasa letih, ngantuk, dan lesu silahkan untuk beristirahat.

“Selalu melaporkan ke tempat persinggahan yang dilalui tersebut, semoga tercapai haji yang mabrur nantinya,” kata pria yang akrab disapa Om Zet itu.

Sementara itu, warga yang dilepas ke Tanah Suci menyampaikan apresiasi kepada Pemko Payakmbuh atas perhatian dan doa untuk keberangkatan mereka.

“Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, kami ucapkan terima kasih atas dukungan Pemko Payakumbuh,” ungkap Nazif. (MS)

 

Payakumbuh – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh Junaidi menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “bangunah jiwa dan raganya” yang digelar di SMAN 3 Payakumbuh, Selasa (9/5).

Junaidi memaparkan materi tentang bulliying dan UU ITE bersama Staf Diskominfo Surya Dwi Putra di hadapan ratusan siswa kelas 10 di sekolah yang dipimpin oleh Irma Takarina itu.

Kepala SMAN 3 Payakumbuh Irma Takarina mengatakan kegiatan P5 ini adalah program wajib dalam kurikulum merdeka belajar. Kegiatan ini dimulai tanggal 3 sampai 17 Mei 2023. Program belajar di luar kelas ini merupakan sistem blok, sementara untuk sistem reguler masuk di jam pelajaran.

“Rangkaian kegiatan yang kami gelar merupakan satu kesatuan kegiatan yang saling berkesinambungan. Dengan kegiatan P5 ini peserta didik diharapkan menjadi insan Pelajar Pancasila yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak Mulia, Berkhebinakaan Global, Bergotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif,” ujar Irma.

Sementara itu Kadiskominfo Junaidi dalam materinya menyampaikan pelajar memiliki hak dan kewajiban. Hak mereka mendapatkan pendidikan yang layak, sementara itu kewajiban mereka adalah menjalani program belajar dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Di zaman kini, pelajar butuh untuk terus diingatkan dan diberikan orientasi agar mereka mantap untuk menatap masa depan. Kalau sumber daya manusia tidak kita persiapkan secara mental dan attitidenya, konsekuensinya mereka akan tertinggal, tidak siap bersaing di era baru,” ujarnya.

Selain materi tentang social media trend bullying dan UU ITE, Junaidi juga menjelaskan tentang masalah kesehatan bagi pelajar perempan, saat ini mereka sedang dalam fase perkembangan organ reproduksi, bila ini tidak dipersiapkan sejak dini ada resiko melahirkan anak stunting di masa depan.

“Kami berharap kegiatan serupa seperti ini dapat diberikan ke sekolah-sekolah lain. Perangkat daerah pemerintah langsung memberi pencerahan kepada sekolah-sekolah, Pemda punya tanggung jawab kepada masyarakat usia sekolah bagaimana SDMnya dipersiapkan untuk menata masa depan gemilang,” tukuknya. (MS)

 

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Payakumbuh kirim 5 nama peserta seleksi calon Paskibraka Provinsi Sumatera Barat ke Dinas Pemuda Dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, Nofriwandi didampingi Kabid Pemuda Dan Olahraga Afrizon Nasri bersama pelatih Paskibraka Kota Payakumbuh Aidal melepas secara simbolis di Kantor Disparpora Bukik Sibaluik Senin, (8/5/2023)

Kadisparpora Nofriwandi dalam sambutannya mengatakan, ke 5 peserta calon Paskibraka Provinsi Sumbar ini kita kirim ini merupakan hasil perengkingan dari sistem pelaksanaan seleksi Paskibraka dengan menggunakan aplikasi Transparansi Paskibraka,

“Alhamdulillah hari ini ke 5 calon Paskibraka Kota Payakumbuh untuk Sumbar ini telah siap berangkat, yang mana ke lima ini terdiri dari, Arif Rahman Hakim dari SMAN 1 Payakumbuh, Muhammad Ghazi Alfahri dari SMAN 3 Payakumbuh, Afifah Rinra Putri dari SMAN 1 Payakumbuh, Nurul Aini dari SMAN 3 Payakumbuh dan Muhammad Divo Saputra dari SMAN 1 Payakumbuh, “terang Kadis yang akrab di sapa Wandi.

Lebih lanjut Kadisparpora Wandi menyampaikan, seleksi calon Paskibraka Provinsi Sumatera Barat tahun 2023 dilaksanakan Selasa sd Jumat 9-12 Mei 2023,

“Selasa 9 Mei 2023 pagi, ke 5 peserta ini diantar langsung oleh Yolanda Apripeli Kasi Pemuda pada Disparpora menuju UPTD BKOM Pelkes Provinsi Sumatera Barat di Padang, “tuturnya.

Kadisparpora Wandi juga berharap, Ke 5 calon Paskibraka ini bisa terseleksi dengan baik dan mampu menjadi yang terbaik di Sumatera Barat,

Kita berharap nantinya anak-anak ini bisa keluar menjadi yang terbaik untuk peserta Paskibraka di Sumatera Barat serta bisa menjadi salah satu wakil Sumatera Barat untuk Tingkat Nasional sehingga ada wakil dari Kota Payakumbuh yang ikut didalam Upacara 17 Agustus di Istana Negara pada tahun ini, “harapnya. (MS)

 

Payakumbuh – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Payakumbuh menggelar pelatihan manajemen dan keuangan bagi pelaku UMKM, di aula Diklat Dinas Peternakan Provinsi Sumbar, selama empat hari, Senin hingga Kamis (8-11/5).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh , M. Faizal, saat membuka kegiatan tersebut, Senin (8/5), mengatakan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan yang ada di Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik bidang peningkatan kapasitas koperasi, usaha mikro, dan kecil.

“Pelaku UMKM di Kota Payakumbuh perlu dipacu untuk terus meningkatkan kapasitas usahanya untuk bersaing naik kelas dengan mempelajari berbagai aspek seperti manajemen usaha, keuangan, pembukuan, strategi bisnis dan pemasaran. Dengan diikutinya kegiatan pelatihan manajemen dan keuangan bagi pelaku UMKM diharapkan pelaku usaha dapat membangun pondasi bisnis usaha yang kuat dan maju sehingga kedepannya lebih bisa terukur dan berdaya saing,” harap M. Faizal.

Dijelaskan M. Faizal, untuk menjadi pelaku usaha yang berdaya saing dan pelaku usaha yang legal di mata hukum dan pemerintahan di Indonesia maka setiap pelaku usaha wajib mengurus NIB (Nomor Induk Berusaha) berbasis resiko secara online di website www.oss.go.id. NIB menjadi penting untuk dimiliki semua pelaku usaha karena manfaat NIB itu adalah mempermudah akses pengurus izin lainnya (PIRT, halal, BPOM, HKI, Merk), memudahkan memperoleh akses pembiayaan dan usaha akan legal dan terdata secara nasional.

“Penjabat Wali Kota Rida Ananda berharap UMKM bisa naik kelas, kami sebagai salah satu OPD terkait yang menaungi bidang itu akan terus mendorong meningkatnya kualitas usaha kecil dan mikro di Kota Payakumbuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Koperasi dan UMKM Ade Vianora menyampaikan materi yang akan diberikan dalam pelatihan manajemen dan keuangan bagi pelaku UMKM kali ini adalah building learning, commitment (BLC), manajemen ekonomi rumah tangga, perhitungan harga pokok produksi, perencanaan keuangan, pencatatan usaha dan keuangan lanjut motivasi.

Kegiatan pelatihan nanti akan dilaksanakan secara berjenjang guna mencapai target kewirausahan nasional pada tahun 2024 sebesar 3,95% serta proporsi UMKM yang mengakses kredit lembaga keuangan formal sebesar 30,8%. Sasaran pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan manajemen dan keuangan bagi pelaku UMKM ini yaitu pelaku usaha yang bergelut di berbagai produk seperti kripik, snack basah, dan berbagai jenis olahan makanan minuman lainnya.

“Dasar pemilihan 50 orang peserta adalah indentifikasi kebutuhan diklat yang dilakukan oleh dua (2) orang tenaga pendamping dan lulus seleksi proses penjaringan calon peserta dilaksanakan oleh panitia dengan narasumber dari Lapenkop Dekopinwil Sumatera Barat,” pungkasnya. (MS)


Payakumbuh --- Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Payakumbuh Wal Asri menyampaikan apresiasi dengan transformasi pelayanan yang diberikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada masyarakat, dimana saat ini untuk pergi berobat masyarakat sudah bisa hanya dengan menunjukkan nomor induk kependudukan (NIK) saja di fasilitas kesehatan.


"Ini merupakan loncatan besar dalam pelayanan publik, karena memang NIK merupakan satu-satunya yang menjadi dasar untuk kejelasan identitas seseorang. Setiap masyarakat hanya ada 1 NIK," ungkap Wal Asri saat diwawancara media, Senin (8/5).


Dijelaskannya, tak hanya untuk urusan pendidikan, perpajakan, dan perbankan saja, NIK juga dipakai untuk mendaftarkan warga menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dengan adanya NIK yang menjadi dasar kejelasan identitas warga negara, nanti tinggal diketik oleh petugas, dan akan keluar semua data sesuai yang dicari.


"Pemerintah Kota sangat komitmen mendukung program BPJS Kesehatan, apalagi sekarang kita sudah UHC, masyarakatpun bisa langsung dapat dilayani secara gratis oleh BPJS Kesehatan, khususnya yang menjadi tanggungan pemda melalui PBI," ujarnya. 


Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Cabang Payakumbuh Defiyanna Sayodase menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh tak hanya berbuah terjaminnya biaya kesehatan masyarakat melalui layanan BPJS Kesehatan, namun juga meraih penghargaan di tingkat nasional.


"Kami menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Payakumbuh yang sudah  mencapai UHC. Hal ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah memastikan tersedianya jaminan kesehatan bagi masyarakatnya," ungkapnya.


"Kemudahan yang diberikan kepada peserta tidak hanya cukup memakai NIK/KTP saja, untuk antrian di rumah sakit atau melihat ketersediaan kamar rawatanpun sudah bisa dilakukan oleh peserta melalui aplikasi Mobile JKN, diharapkan semua peserta sudah mendownload di handphone masing-masing, karena begitu banyak fitur dan kemudahan diberikan kepada peserta di aplikasi Mobile JKN tersebut," pungkasnya. (FS)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.