Latest Post




Padang - Padang Command Center (PCC) 112 sebagai layanan kedaruratan terintegrasi di Kota Padang jadi rujukan berbagai daerah di Indonesia. 

Salah satu daerah yang berkunjung langsung ke Kota Padang untuk mempelajari penerapan PCC 112 adalah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur. 

Rombongan Pemkab Lampung Timur yang dipimpin Wakil Bupati Azwar Hadi dengan didampingi Kepala Dinas Kominfo Mansyur Syah disambut langsung Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir dan Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Bobby Firman bersama jajaran. 

Rombongan Pemkab Lampung Timur dibawa langsung ke ruang command center di Lantai II Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (17/11/2025). 

Di situ, rombongan Pemkab Lampung Timur mendapat penjelasan dari tim Diskominfo Kota Padang terkait bagaimana berjalannya PCC 112 dalam menangani berbagai situasi darurat di tengah-tengah masyarakat. 

"Kami hari ini study tiru terkait dengan call center 112 yang diterapkan di Kota Padang. Kami (Pemkab Lampung Timur) baru-baru ini juga launching call center pada 22 Oktober 2025 lalu," kata Kadis Kominfo Kabupaten Lampung Timur, Mansyur Syah. 

Dikatakannya, dalam kunjungan kali ini banyak pelajaran yang dapat, tidak saja terkait penerapan PCC 112 tapi juga penerapan sejumlah program unggul (Progul) Pemko Padang lain yang dilihatnya dapat menyentuh langsung terhadap masyarakat. 

"Banyak hal yang kami peroleh. Bukan hanya call center, tapi banyak program-progam lain yang sudah berjalan di Kota Padang, mungkin akan kami adopsi sesuai kebutuhan di daerah kami," katanya. 

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menyampaikan komitmennya untuk mendukung dan memberikan bantuan yang dibutuhkan Pemkab Lampung Timur terkait penerapan command center. 

"Pemko Padang siap berkolaborasi dan membantu sesuai kebutuhan," katanya. 

Melalui kerja sama ini, kedua pemerintah daerah berharap mewujudkan layanan publik yang lebih responsif sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (*)

 


 PADANG— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Padang menggelar Konsolidasi Akbar pada Minggu, 16 November 2025 di Hotel Axana Padang. Kegiatan satu hari penuh ini dihadiri oleh 100 kader dan pengurus partai dari berbagai tingkatan. Ketua Panitia Konsolidasi Akbar DPC PKB Kota Padang, H. Donny Asmadi, ST, MT.

Pertemuan besar ini menjadi momentum penting bagi PKB Padang untuk menyusun langkah strategis menjelang Pemilu 2029. Donny Asmadi menegaskan bahwa PKB Padang menargetkan peningkatan jumlah kursi DPRD Kota Padang, minimal mempertahankan capaian saat ini yakni 4 kursi, dan idealnya setiap daerah pemilihan (dapil) bisa menyumbang minimal satu kursi.

Fokus Konsolidasi: Loyalitas, Waktu, dan Kinerja Kader

Dalam arahannya, Donny menekankan bahwa loyalitas dan efektivitas kerja kader dalam memanfaatkan waktu menjadi kunci kemenangan partai pada kontestasi politik berikutnya.

"Untuk memenangkan PKB di Kota Padang pada 2029, kita membutuhkan kader yang solid, disiplin, dan loyal pada garis instruksi partai," tegasnya.

Konsolidasi Akbar kali ini memuat tiga agenda utama, yaitu:

Pendidikan Politik – "Kadar Loyalitas"

Pembekalan bagi kader dan pengurus agar memiliki pemahaman politik yang kuat serta kesetiaan terhadap perjuangan partai.

Konsolidasi Akbar

Penyamaan visi dan gerak langkah antara struktur partai, anggota legislatif, hingga badan otonom.

Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab)

Evaluasi, penyusunan program kerja, dan penguatan organisasi untuk menghadapi agenda strategis partai.

"Menjemput Kemenangan 2029"

Salah satu tokoh PKB yang hadir, Yusri Lafif, SHI, menegaskan bahwa seluruh rangkaian konsolidasi adalah bagian dari upaya bersama "menjemput kemenangan PKB 2029."

Ia menyampaikan bahwa konsolidasi ini merupakan tindak lanjut instruksi langsung Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), agar seluruh struktur bergerak cepat dan terukur melalui mekanisme monitoring berbasis digital.

Penguatan Sistem Monitoring: SMS dan SIMPLE

Sesuai arahan DPP PKB, seluruh tingkatan dari DPP, DPW, hingga DPC telah menjalankan monitoring dan evaluasi (monev) melalui aplikasi:

Sistem Monitoring Struktural (SMS) untuk seluruh pengurus

Sistem Pelaporan Legislator (SIMPLE) untuk anggota fraksi PKB

Melalui dua sistem ini, setiap aktivitas pengurus dan anggota legislatif dapat dipantau secara real-time, sebagai upaya meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas struktur partai.

Agenda PKB Terdekat: Muswil dan Muscab

PKB juga tengah bersiap menyelenggarakan sejumlah agenda besar, di antaranya:

Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB pada 13 Desember 2025, sesuai jadwal dari DPP PKB. Lokasi pelaksanaan menyesuaikan arahan pusat.

Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Padang serta beberapa DPC lainnya pada awal tahun 2026.

Ketua DPC PKB Padang meminta agar seluruh badan otonom dan lembaga partai mematuhi dan menjalankan seluruh instruksi organisasi tersebut.

Harapan Pengurus: Lahirkan Kader Loyal dan Program Pro Rakyat

Di sela pelaksanaan musyawarah kerja cabang, Sekretaris DPC PKB Kota Padang menyampaikan harapan agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan membuahkan hasil positif untuk penguatan struktur partai.

Dengan pendidikan politik yang diberikan, pengurus meyakini akan lahir kader yang memiliki loyalitas dan militansi tinggi untuk memenangkan PKB di Pemilu 2029. Penguatan internal juga akan dilakukan hingga ke tingkat anak ranting, agar struktur partai solid hingga akar rumput.

Muskercab PKB diharapkan dapat melahirkan program kerja yang kuat, baik yang bersifat internal maupun eksternal.

Siap Bersinergi Dengan Program Pemerintah Kota Padang

PKB Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan program Walikota Padang, terutama program yang menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.

DPC PKB Kota Padang juga meminta Fraksi PKB DPRD Kota Padang agar terus mengawal dan melahirkan program-program pro rakyat, sehingga kehadiran PKB dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam Muskercab kali ini, Anggy Crisye, selaku Ketua Panitia Muskercab DPC PKB Kota Padang, memastikan seluruh agenda telah dipersiapkan dengan baik agar berjalan efektif.

Dengan konsolidasi yang semakin matang, pendidikan politik yang terstruktur, serta komitmen loyalitas kader di semua tingkatan, PKB Kota Padang menargetkan capaian politik yang lebih besar dan signifikan pada Pemilu 2029.

(Mond)








PADANG — Pembukaan Konferensi Wakaf Internasional 2025 yang dipusatkan di Hotel Truntum, Kota Padang berlangsung meriah, Itu ditandai dengan kehadiran ribuan peserta dalam forum berskala global tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat ekosistem wakaf produktif di Indonesia.

Puluhan tokoh nasional dan internasional hadir, di antaranya Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Muhammad Ad-Duwaini, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta perwakilan lembaga wakaf dari Mesir, Maroko, Arab Saudi, Kuwait, Malaysia, dan Suriah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah membuka acara dengan menegaskan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki tradisi panjang dalam praktik wakaf, terutama dalam penguatan surau dan pendidikan. Menurutnya, wakaf merupakan instrumen penting untuk memajukan layanan pendidikan, kesehatan, UMKM, dan ketahanan sosial jika dikelola secara produktif.

“Kehadiran para tokoh nasional dan internasional adalah kehormatan bagi Sumbar. Ini menunjukkan bahwa isu wakaf menjadi perhatian global. Semoga konferensi ini melahirkan gagasan baru untuk memperkuat wakaf produktif,” ujar Mahyeldi saat acara pembukaan di Padang, Sabtu (15/11/2025).

Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, menyoroti masih lemahnya tata kelola wakaf nasional meski potensinya sangat besar. Padahal potensinya sangat besar di Indonesia.

“Potensi wakaf Indonesia itu sekitar Rp180 triliun per tahun, namun belum tergarap optimal,” ujarnya.

Ma’ruf Amin juga mengatakan, Indonesia seharusnya menjadi pusat peradaban wakaf modern. Sebab, mayoritas rakyatnya beragama islam.

“Wakaf tidak hanya soal pahala, tetapi harus melahirkan kemaslahatan nyata. Bila dikelola profesional, wakaf dapat menjadi solusi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan.”tukuknya.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menambahkan bahwa ukuran keberhasilan wakaf bukan pada besaran aset, melainkan manfaat yang berkelanjutan.

“Keberhasilan wakaf bukan soal megahnya bangunan, tetapi manfaat yang dinikmati generasi mendatang,” katanya.

Ia menyebut saat ini 278 ribu bidang tanah wakaf sudah tercatat resmi di BPN, dan kementeriannya tengah menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat ekosistem wakaf uang.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai wakaf memiliki potensi besar menjadi instrumen penting bagi pembangunan nasional.

“Jika dikelola profesional, wakaf bisa menjadi modal pembangunan, dari pendidikan hingga UMKM,” ujarnya.

IMenurutnya Sumbar memiliki punya modal kuat untuk itu, sebab masyarakatnya berbudaya dan religius. Sebuah modal besar untuk menjadi daerah pelopor pengelolaan wakaf modern.

Konferensi Wakaf Internasional akan berlangsung selama dua hari, membahas empat isu strategis: wakaf untuk pembangunan berkelanjutan, wakaf sebagai instrumen ekonomi dan investasi, wakaf dan pendidikan, serta wakaf untuk kesejahteraan sosial. Agenda pendukung juga digelar, di antaranya pelatihan nadzir bersertifikat, pameran produk wakaf, investment gathering, serta Silaturahmi Nasional Ulama dan Pengasuh Pesantren.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumbar dan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, serta didukung oleh BPKH, Bank Nagari Syariah, Paragon Corp, Pemprov Sumbar, dan Pondok Modern Darussalam Gontor. (adpsb/nov/bud)

 


Padang - Rektor Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB), Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd bangga. Pasalnya, dukungan Pemerintah Kota Padang untuk pendidikan semakin nyata. 

Bukti dukungan itu terlihat jelas ketika Pemerintah Kota Padang melakukan pengaspalan jalan menuju kampus tersebut. Rekrut UIN IB pun mengucapkan terimakasih. 

"Pemko Padang telah merealisasikan bantuan tahap pertama berupa pengaspalan jalan menuju gerbang kampus sepanjang 600 meter," ucap Rektor, kemarin. 

Diakui Rektor, dukungan ini telah memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan akses bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar. Jalan yang sebelumnya tidak rata, kini mulus tak berlubang. 

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota Padang atas perhatian dan dukungannya terhadap UIN Imam Bonjol Padang. Pengaspalan jalan menuju kampus ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam memperlancar aktivitas akademik dan mobilitas sivitas kampus,” ujar Rektor.

Rektor menyebut, bantuan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.(Charlie)


 

Padang - Salah satu ruas jalan di Kota Padang telah mengalami kerusakan parah. Pemerintah Kota Padang bakal memuluskan jalan tersebut. 

Ruas jalan itu yakni jalan Mangunsarkoro. Jalan yang menghubungkan antara simpang Ujung Gurun dengan jalan Perintis Kemerdekaan itu termasuk jalan yang cukup rindang. 

"Jalan Mangunsarkoro sebenarnya sudah rusak parah, termasuk jalur dengan kerusakan berat," jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (DPUPR), Tri Hadiyanto kepada Diskominfo, Sabtu (15/11/2025). 

Diakui Tri, jalan Mangunsarkoro tidak dapat lagi dilakukan patching (penambalan). Karena kontur tanah sudah keriting dan butuh perbaikan yang maksimal. 

"Kita akan lakukan 'overlay' total untuk jalan itu," terang Tri Hadiyanto. 

Dinas PUPR merencanakan, pengelupasan jalan dilakukan pada Sabtu ini hingga Rabu mendatang. Setelah itu dilakukan 'overlay' pada Kamis depan. 

"Kita ingin pengendara merasa nyaman saat melintasi jalan itu, kita muluskan jalan itu segera," tegas Kepala DPUPR Kota Padang. 

Diketahui selama ini, jalan Mangunsarkoro memang telah keriting. Keriting akibat telah sering dilakukan penambalan dan akhirnya berlubang kembali. Hal ini membuat pengendara tak nyaman. Bahkan beberapa kali terjadi insiden kecelakaan di jalur itu.(Charlie)

 


Padang - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir mengungkapkan bahwa Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) ke-3 Kecamatan Kuranji jadi salah satu wadah untuk memberikan ruang prestasi kepada pelajar. 

Pentas PAI ke-3 Kecamatan Kuranji yang secara resmi ditutup Maigus Nasir di SDN 48 Kota Padang, Jumat (14/11/2025) ini diikuti siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan mengikuti berbagai cabang lomba, di antaranya Lomba Tahfiz Juz 30, Lomba Pidato, Olimpiade PAI, serta Lomba Tilawatil Qur’an.

Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Pentas PAI ke-3 ini. 

Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota (Pemko) Padang serta Program Unggulan Wali Kota, yaitu Padang Balomba. 

"Melalui kegiatan lomba seperti ini, kita memberikan ruang kepada anak-anak untuk berprestasi, sekaligus menumbuhkan motivasi dan semangat mereka. Sesuai sunnatullah, setiap manusia memiliki kodrat ingin dihargai dan diakui prestasinya. Dari sanalah lahir motivasi intrinsik yang sangat penting bagi perkembangan mereka," ujar Maigus Nasir.

Dia juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Padang.

"Termasuk memperkuat program BKSDPI, MKDT, dan pengembangan sekolah lainnya. Ini semua adalah tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan generasi emas 2045," tegasnya," tambahnya.

Penutupan Pentas PAI ke-3 ini turut hadir di kesempatan itu Camat Kuranji, Rido Satria, lurah se-Kecamatan Kuranji, serta Kepala Sekolah SDN 48 Kuranji beserta majelis guru. (Taufik/Ara)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.