Kegiatan ini menjadi krusial mengingat Kota Padang tengah berupaya bangkit pascabencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Berikut adalah rangkuman perjalanan jemput aspirasi para pimpinan DPRD Kota Padang:
Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd, mengawali resesnya di Masjid Almanar, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, pada 5 Januari 2026. Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat tersebut, persoalan banjir menjadi isu utama.
Warga mendesak adanya normalisasi sungai, perbaikan drainase, betonisasi jalan, hingga bantuan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT). Menanggapi hal itu, Muharlion yang dikenal responsif menegaskan bahwa setiap usulan akan dipilah berdasarkan skala prioritas.
"Kami mendata setiap usulan. Mana yang mendesak, segera kita koordinasikan dengan Pemerintah Kota Padang. Untuk program jangka panjang, kami akan perjuangkan melalui regulasi dan penganggaran di lembaga dewan," tegas politisi senior ini.
Bertempat di Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Minggu (4/1), Wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye, SH, disambut antusias oleh warga yang masih merasakan dampak banjir. Selain usulan pengerukan sungai dan perbaikan fasilitas umum, warga juga memohon perbaikan jalan masjid sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Mastilizal Aye memberikan jawaban melegakan. Ia berjanji akan mengeksekusi segera perbaikan jalan mushalla dalam waktu dekat agar warga nyaman beribadah. Terkait bencana, ia mengajak masyarakat untuk bangkit bersama.
"Tahun 2026 adalah momentum kita untuk bangkit. Aspirasi yang sifatnya darurat dan urgent akan langsung kami upayakan eksekusinya, sementara proyek besar akan kita kawal melalui mekanisme proposal pembangunan," ujarnya menyemangati warga.
Wakil Ketua DPRD Osman Ayub memfokuskan resesnya di Banang Cafe, Siteba, Rabu (7/1). Isu yang diangkat sangat krusial, yakni nasib warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang November 2025 lalu.
Osman menegaskan bahwa DPRD terus mendorong Pemerintah Kota Padang untuk menyediakan rumah layak huni bagi korban bencana melalui program relokasi. Selain itu, ia memberikan perhatian khusus pada sedimentasi sungai yang mencapai 2 hingga 3 meter.
"Kami meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V segera melakukan pengangkatan sedimen lumpur dan pasir. Ini adalah langkah pencegahan agar banjir serupa tidak terulang kembali saat intensitas hujan tinggi," ungkap Osman dengan tegas.
Wakil Ketua DPRD Jupri, SAP, menggelar reses di Masjid Al-Kaffah, Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (4/1). Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Jupri menerima berbagai aspirasi mulai dari drainase, bantuan UMKM, hingga sarana penunjang masjid.
Sebagai petahana yang telah banyak memberikan kontribusi fisik seperti betonisasi jalan di tahun 2025, Jupri berkomitmen melanjutkan program tersebut di tahun 2026.
"Saya sangat terharu dengan sambutan warga. Insya Allah, tahun ini kita lanjutkan betonisasi di lingkungan masjid. Aspirasi mengenai UMKM dan sarana masjid juga menjadi catatan penting bagi saya untuk diperjuangkan melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan," tutur politisi PAN tersebut.
Reses pimpinan DPRD Kota Padang tahun 2026 ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan partisipasi aktif warga, pembangunan Kota Padang diharapkan semakin merata dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. (ADV)
PARIAMAN--Langit Sumatera Barat masih menyisakan duka ketika banjir bandang menyapu pemukiman dan meninggalkan luka di hati banyak orang. Di tengah reruntuhan dan air mata yang belum kering, hadir uluran kasih dari Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Cerint Iraloza Tasya, yang menyambangi langsung para korban bencana.
Dengan langkah penuh empati, Cerint menyapa warga yang terdampak, mendengar kisah kehilangan, serta menguatkan mereka yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan. Tak sekadar hadir, ia juga menyalurkan bantuan sembako sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab moral kepada masyarakat yang tengah diuji oleh alam.
Dalam kesempatan tersebut, Cerint menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan, tenaga medis, serta seluruh pihak yang tanpa lelah mengabdikan tenaga dan waktu demi membantu sesama. Menurutnya, di balik bencana, semangat gotong royong dan kemanusiaan tetap menjadi cahaya yang menerangi jalan pemulihan.
Namun, di balik kepedulian itu, terselip keprihatinan mendalam. Cerint dengan tegas mendesak pemerintah agar bertindak keras terhadap para pelaku perusakan lingkungan. Ia menegaskan bahwa alam yang dilukai akan selalu menuntut balasan, dan ketegasan hukum adalah kunci agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
Menutup kunjungannya, Cerint memanjatkan doa bagi seluruh korban. Ia berharap masyarakat yang terdampak tetap tabah, tegar, dan tidak kehilangan harapan. “Bencana boleh meruntuhkan rumah, tetapi jangan sampai meruntuhkan semangat,” ucapnya penuh haru.
Di tengah derita yang membekas, kepedulian dan doa menjadi penguat—bahwa Sumatera Barat tak pernah sendiri menghadapi cobaan.