Articles by "PDAM"

Showing posts with label PDAM. Show all posts



‎PADANG — Menjelang tradisi mudik Lebaran, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumah dalam waktu lama. Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengingatkan pelanggan untuk memastikan seluruh instalasi air dalam kondisi aman demi menghindari lonjakan tagihan.
‎Pentingnya Pengecekan Instalasi
‎Hendra menekankan bahwa kelalaian kecil, seperti keran yang tidak tertutup rapat atau kebocoran halus pada pipa, dapat menyebabkan pemborosan air dalam jumlah besar. Karena meteran air tetap berputar selama air mengalir, pelanggan sering kali terkejut dengan tagihan yang membengkak saat kembali dari kampung halaman.
‎"Kami mengimbau pelanggan memastikan seluruh keran tertutup baik. Ini penting untuk mencegah pemborosan dan memastikan tagihan tetap terkontrol," ujar Hendra pada Rabu (11/3/2026).
‎Panduan Persiapan Sebelum Mudik
‎Agar momen mudik tetap nyaman tanpa kekhawatiran, Perumda AM Padang menyarankan langkah-langkah berikut:
‎Tutup Rapat Seluruh Keran: Periksa area dapur, kamar mandi, hingga keran halaman.
‎Cek Kebocoran Pipa: Pastikan tidak ada rembesan pada instalasi pipa di dalam rumah.
‎Matikan Pompa Air: Nonaktifkan pompa atau sistem penampungan jika tidak diperlukan.
‎Titip Pengawasan: Informasikan kepada tetangga atau kerabat untuk memantau kondisi rumah secara berkala.
‎Komitmen Pelayanan
‎Selain memberikan imbauan, Perumda AM Kota Padang memastikan bahwa distribusi air bersih bagi warga yang tidak mudik akan tetap berjalan normal. Petugas lapangan disiagakan untuk menjaga stabilitas layanan selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
‎Melalui langkah sederhana ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Lebaran dengan tenang sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketersediaan sumber daya air bersih di Kota Padang.



‎PADANG — Gema takbir yang kian dekat membawa serta nuansa kehangatan Lebaran bagi masyarakat Kota Padang. Di tengah hiruk-pikuk persiapan mudik dan silaturahmi, kenyamanan dalam memenuhi kewajiban domestik, seperti pembayaran rekening air, kini tak lagi menjadi beban pikiran. Perumda Air Minum (AM) Kota Padang hadir memastikan bahwa libur panjang Idul Fitri 1447 H tetap berjalan lancar dengan sistem layanan digital yang tangguh dan responsif.
‎Menyadari mobilitas masyarakat yang tinggi selama masa cuti bersama, Perumda AM Kota Padang memperkuat infrastruktur pembayaran online. Inisiatif ini merupakan wujud nyata transformasi digital perusahaan yang menempatkan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama. Kini, pelanggan tidak perlu lagi meluangkan waktu khusus untuk datang ke kantor pelayanan, karena akses pembayaran telah terintegrasi dalam satu genggaman.
‎Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, mengungkapkan bahwa momentum Lebaran seharusnya diisi dengan ketenangan tanpa rasa khawatir akan tunggakan layanan dasar.
‎"Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes air yang mengalir di rumah pelanggan dibarengi dengan kemudahan administratif. Selama libur Lebaran, seluruh kanal pembayaran digital kami tetap beroperasi penuh. Ini adalah komitmen kami untuk terus hadir melayani, kapan pun dan di mana pun pelanggan berada," ujar Adhie Zein dengan nada optimis.
‎Efisiensi di Balik Layar Digital
‎Melalui kolaborasi luas dengan berbagai mitra perbankan dan platform teknologi finansial, Perumda AM Kota Padang telah memangkas jarak dan waktu. Pelanggan dapat memanfaatkan fitur mobile banking, internet banking, hingga berbagai marketplace populer untuk menyelesaikan tagihan mereka.
‎Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah solusi cerdas bagi warga yang sedang menempuh perjalanan mudik atau tengah berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Transparansi dan kecepatan transaksi menjadi jaminan utama, sehingga potensi keterlambatan pembayaran dapat dieliminasi secara otomatis.
‎Inovasi untuk Kepuasan Publik
‎Lebih dari sekadar urusan transaksi, kemudahan ini mencerminkan visi Perumda AM Kota Padang untuk menjadi perusahaan daerah yang modern dan humanis. Adhie Zein menambahkan bahwa digitalisasi layanan ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi yang berujung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
‎“Teknologi adalah jembatan kami untuk lebih dekat dengan warga. Dengan memanfaatkan fasilitas pembayaran online, pelanggan tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga membantu kami menjaga stabilitas operasional layanan di lapangan selama masa libur,” tambahnya.
‎Dengan kesiapan layanan digital ini, Perumda AM Kota Padang mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut hari kemenangan dengan hati yang lapang. Mari jadikan momen Idul Fitri lebih bermakna dengan memastikan segala urusan administratif tuntas melalui cara yang praktis, cepat, dan aman.



‎PADANG – Bayang-bayang musim kemarau mulai menyentuh cakrawala Nusantara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi transisi cuaca akan segera melanda sejumlah wilayah di Indonesia, membawa hawa panas yang lebih menyengat dan intensitas hujan yang kian menipis. Di tengah ancaman kekeringan yang mengintai, ketersediaan air bersih menjadi diskursus krusial yang harus disikapi dengan langkah nyata.
‎Menanggapi fenomena alam ini, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang bergerak cepat dengan mengeluarkan imbauan strategis kepada seluruh pelanggan dan lapisan masyarakat. Bukan sekadar rutinitas tahunan, imbauan ini merupakan alarm bagi semua pihak untuk mulai mempraktikkan gaya hidup hemat air sebelum krisis benar-benar mengetuk pintu rumah.
‎Menjaga Hulu, Menghemat di Hilir
‎Kondisi sungai-sungai yang menjadi sumber air baku utama di Kota Padang sangat bergantung pada fluktuasi curah hujan. Penurunan debit air di hulu saat kemarau merupakan tantangan teknis yang harus dihadapi dengan manajemen distribusi yang presisi. Namun, upaya teknis dari operator saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan kesadaran kolektif di sisi konsumsi.
‎"Air adalah nadi kehidupan, dan di musim kemarau, setiap tetesnya menjadi kian berharga. Kami mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola pemakaian air—gunakan seperlunya dan hindari pemborosan untuk aktivitas yang bisa ditunda," ungkap Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal melalui Adhie Zein selaku Kasubag Humas dalam keterangan resminya.
‎Langkah Praktis Menghadapi Kekeringan
‎Sebagai langkah mitigasi, masyarakat disarankan untuk melakukan beberapa hal sederhana namun berdampak besar:
‎Menampung Air: Mulailah menyediakan cadangan air di bak penampungan atau tandon sebagai antisipasi jika terjadi penurunan tekanan distribusi secara mendadak.
‎Cek Kebocoran: Pastikan tidak ada kebocoran pada instalasi pipa di dalam rumah. Tetesan kecil yang terbuang percuma bisa mencapai puluhan liter dalam sehari.
‎Prioritas Pemakaian: Gunakan air secara bijak untuk kebutuhan primer seperti memasak dan mandi, serta membatasi penggunaan air untuk kegiatan sekunder seperti mencuci kendaraan atau menyiram halaman secara berlebihan.
‎Komitmen Pelayanan
‎Meski tantangan alam menghadang, Perumda AM Kota Padang berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas distribusi air bersih kepada pelanggan. Tim teknis disiagakan secara penuh untuk memantau titik-titik rawan kekeringan serta memastikan infrastruktur pengolahan tetap beroperasi optimal di tengah penurunan debit air baku.
‎Masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan jika terjadi kendala distribusi di wilayah mereka melalui saluran pengaduan resmi atau Call Center yang telah disediakan. Kolaborasi antara kebijakan pemerintah, kesiagaan operator, dan kesadaran masyarakat adalah kunci utama agar Kota Padang tetap tangguh melewati musim kemarau tahun ini.(*)



‎PADANG – Komitmen Perumda Air Minum Kota Padang dalam menjaga konsistensi layanan kepada masyarakat terus dibuktikan. Menanggapi fluktuasi debit air pada sumber Intake Pegambiran, perusahaan plat merah ini secara resmi menerapkan sistem penggiliran distribusi air. Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh pelanggan tetap mendapatkan akses air bersih secara adil dan merata.
‎Upaya Menjaga Stabilitas Distribusi
‎Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan langkah teknis yang paling efektif untuk menjaga tekanan air di tengah kondisi debit sumber yang sedang menyesuaikan.
‎"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada wilayah yang terabaikan. Penggiliran ini adalah bentuk manajemen distribusi agar pasokan air tetap menjangkau setiap rumah pelanggan yang terhubung dengan Intake Pegambiran," ujar Adhie Zein.
‎Jadwal Penggiliran Wilayah
‎Agar masyarakat dapat mengantisipasi kebutuhan harian, Perumda Air Minum Kota Padang telah menyusun jadwal distribusi yang terbagi menjadi tiga zona waktu:
‎Waktu DistribusiWilayah Layanan
‎08.00 – 14.00 WIBBerlian 8, Berlian 2 Atas, Berlian Raya (Blok M & R), Zamrud, dan Mutiara.
‎14.00 – 19.00 WIBBerlian 2 Bawah, Berlian Raya Blok L, Berlian 3, 4, 5, serta Mustika 8, 9, dan 13.
‎19.00 – 08.00 WIBKawasan Ampalu – By Pass.
‎Imbauan bagi Pelanggan
‎Mengingat kondisi debit air di intake sangat bergantung pada faktor alam, jadwal ini bersifat situasional. Pihak Perumda mengimbau kepada seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk:
‎Menampung air secukupnya saat distribusi mengalir.
‎Menyiapkan cadangan air untuk mendukung aktivitas rumah tangga selama masa penggiliran.
‎Memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi Perumda jika terjadi perubahan jadwal mendadak.
‎“Kami terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Fokus utama kami adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal meskipun dalam kondisi penyesuaian debit air,” tutup Adhie.
‎Dengan langkah proaktif ini, Perumda Air Minum Kota Padang berharap masyarakat dapat terus mendukung upaya pemeliharaan layanan demi kenyamanan bersama.



‎PADANG — Di era di mana kecepatan informasi menjadi napas utama pelayanan publik, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus bergerak dinamis. Tidak sekadar mengalirkan air ke rumah-rumah warga, perusahaan plat merah ini kini tengah mempercepat arus informasi melalui transformasi digital yang semakin masif.
‎Langkah terbaru yang menjadi sorotan adalah ajakan bagi seluruh pelanggan untuk memperbarui aplikasi Kaba Aia ke versi terbaru. Pembaruan ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen Perumda AM Kota Padang untuk menghadirkan layanan yang lebih responsif, akurat, dan transparan.
‎Kenyamanan di Ujung Jari
‎Melalui aplikasi Kaba Aia versi teranyar, batasan ruang dan waktu antara penyedia layanan dan masyarakat kian terkikis. Pelanggan kini tak perlu lagi meluangkan waktu khusus untuk datang ke kantor pelayanan demi sekadar mengecek tagihan atau mencari informasi gangguan. Semuanya tersaji secara real-time di layar ponsel.
‎Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pembaruan ini membawa stabilitas sistem yang lebih mumpuni dan fitur keamanan yang lebih terjamin.
‎"Melalui aplikasi Kaba Aia yang sudah diperbarui, pelanggan dapat dengan mudah memperoleh berbagai informasi layanan, mulai dari tagihan air, informasi gangguan distribusi, hingga pengumuman resmi perusahaan. Ini adalah jembatan komunikasi yang kami rancang agar lebih nyaman dan stabil bagi pengguna," ujar Adhie.
‎Visi Modernisasi Pelayanan
‎Senada dengan hal tersebut, Direktur Umum Perumda AM Kota Padang, Afrizal Kuniang, melalui Kasubag Humas menekankan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Versi terbaru Kaba Aia diharapkan menjadi kanal resmi yang paling efektif dalam meminimalisir sumbatan informasi.
‎Bagi manajemen, efektivitas komunikasi adalah fondasi kepercayaan pelanggan. Dengan fitur notifikasi yang lebih tajam, setiap informasi terkait distribusi air—termasuk jika terjadi kendala teknis di lapangan—dapat diterima oleh pelanggan dalam hitungan detik.
‎Ajakan Menuju Layanan Modern
‎Perumda AM Kota Padang kini mengajak seluruh warga kota untuk segera mengunduh atau memperbarui aplikasi Kaba Aia melalui Play Store maupun App Store. Langkah sederhana ini menjadi bagian penting dari ekosistem pelayanan publik yang lebih modern di Kota Padang.
‎Dengan optimalisasi layanan digital ini, Perumda AM Kota Padang membuktikan bahwa mereka tidak hanya fokus pada kualitas air yang mengalir, tetapi juga pada kualitas hubungan dan kemudahan yang dirasakan oleh setiap pelanggan. Sebuah langkah maju menuju pelayanan yang transparan, cepat, dan profesional.

 

‎PADANG – Kota Padang kembali mengukuhkan posisinya sebagai pusat ekonomi syariah di Indonesia. Dalam sebuah seremoni khidmat, Wali Kota Padang secara resmi menyerahkan Sertifikat Halal kepada Perumda Air Minum (AM) Kota Padang. Pencapaian ini menobatkan Perumda AM Kota Padang sebagai BUMD air minum pertama di luar Pulau Jawa—dan satu-satunya di Sumatera—yang berhasil meraih sertifikasi halal.
‎Jaminan ‘Halalan Thayyiban’ untuk Warga Kota
‎Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa air bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan pondasi kehidupan yang harus dijamin kesuciannya. Sertifikasi ini merupakan implementasi nyata dari UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
‎"Sertifikat ini bukan sekadar label, melainkan standar kualitas tinggi. Melalui audit ketat LPPOM MUI dan BPJPH, kita memastikan proses produksi air bersih bebas dari kontaminasi najis dan zat berbahaya. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami memberikan rasa aman bagi warga Kota Padang yang religius," ujar Wali Kota.
‎Sementara itu Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menjelaskan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari konsistensi perbaikan manajemen dan teknis selama beberapa tahun terakhir.
‎"Meraih sertifikasi halal untuk skala distribusi air kota adalah tantangan besar. Kami telah melalui proses audit yang sangat detail, mulai dari pemeriksaan sumber air baku, bahan kimia penjernih yang digunakan, hingga memastikan seluruh sistem perpipaan dan distribusi kita tidak terkontaminasi unsur non-halal," ungkap Hendra Pebrizal.
‎Beliau menambahkan bahwa keberhasilan ini melengkapi berbagai capaian yang telah diraih Perumda AM Padang sebelumnya dalam hal kesehatan dan manajemen:
‎Penerapan SJPH: Mengintegrasikan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) dari hulu hingga ke keran pelanggan.
‎Standar Kualitas: Mempertahankan kualitas air yang memenuhi standar Permenkes, yang kini diperkuat dengan aspek keagamaan (halal).
‎Efisiensi Operasional: Digitalisasi sistem pemantauan tekanan air dan kebocoran untuk memastikan pelayanan tidak terganggu.
‎"Kita menjadi satu-satunya PDAM di Sumatera yang memiliki sertifikat halal. Ini adalah kado untuk warga Kota Padang dan komitmen kami mendukung visi kota sebagai pusat ekonomi syariah," tegas Hendra.
‎Katalisator UMKM Naik Kelas dan Wisata Halal
‎Langkah progresif ini tidak hanya berdampak pada konsumsi rumah tangga, tetapi juga menjadi angin segar bagi sektor ekonomi kerakyatan. Dengan air baku yang telah tersertifikasi halal, para pelaku UMKM Kuliner di Kota Padang kini memiliki kemudahan akses untuk mengurus sertifikasi produk mereka.
‎Pencapaian ini secara strategis mendukung:
‎Program Unggulan (Progul) Wali Kota: Mewujudkan "UMKM Naik Kelas".
‎Ekosistem Wisata Halal: Memperkuat daya saing Sumatera Barat di kancah nasional dan internasional.
‎Target Nasional: Mendukung target wajib halal Oktober 2026.
‎Inovasi Layanan: Call Center 1500030
‎Bersamaan dengan penyerahan sertifikat, Pemerintah Kota Padang juga meluncurkan Call Center Perumda AM Kota Padang di nomor 1500030. Layanan ini dirancang sebagai pusat kendali informasi dan pengaduan yang terintegrasi langsung dengan petugas lapangan.
‎Kepala BPJPH Wilayah Sumbar, Riau, Kepri, dan Jambi, Ikrar Abdi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. "ini menjadi satu-satunya PDAM di Sumatera yang memiliki sertifikat halal.  komitmen kami mendukung visi kota sebagai pusat ekonomi syariah," tegasnya
‎Tentang Perumda AM Kota Padang:
‎Perumda Air Minum Kota Padang terus berkomitmen menghadirkan layanan air bersih yang berkualitas, aman, dan inovatif demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi syariah di Sumatera Barat.



‎PADANG – Di tengah suasana malam yang tenang, Rabu (4/3/2026), tim teknis Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang terlihat tetap beraktivitas di kawasan Banda Bakali, Jati Parak Salai, Kelurahan Sawahan Timur. Di bawah sorot lampu penerangan, para pekerja tampak fokus melakukan perapian serta relokasi jaringan pipa distribusi air bersih.
‎Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pengawas teknis di lapangan menjelaskan bahwa perapian ini menyasar pipa distribusi yang terhubung ke Saluran Rumah (SR).
‎"Pekerjaan ini tidak hanya bertujuan menjaga kestabilan tekanan air dan mencegah kebocoran, tetapi juga merupakan bentuk komitmen kami dalam merapikan infrastruktur jaringan," ujar pengawas teknik tersebut di sela-sela pekerjaannya.
‎Salah satu fokus utama dalam pengerjaan kali ini adalah memindahkan posisi pipa yang sebelumnya berada di bawah fondasi bangunan rumah warga. Langkah ini diambil agar jaringan pipa tidak lagi mengganggu struktur bangunan dan memudahkan akses pemeliharaan di masa depan.
‎"Karena pipa sebelumnya berada di bawah fondasi rumah warga, kami relokasi ke area bahu jalan. Dengan posisi baru ini, pengerjaan di kemudian hari tidak akan lagi mengganggu kenyamanan warga," tambahnya.
‎Dalam menjalankan tugasnya, tim teknis Perumda AM Kota Padang sangat memperhatikan prosedur keselamatan. Penggalian dilakukan dengan cermat di luar badan jalan—sekitar setengah meter dari tepi perkerasan—dengan kedalaman yang telah disesuaikan agar tetap aman bagi pengguna jalan dan tidak merusak struktur infrastruktur di sekitarnya.
‎Pihak Perumda AM memastikan bahwa setelah proses relokasi ini selesai, aliran air ke rumah pelanggan akan kembali normal dan lebih stabil. Selain mencegah penurunan tekanan air, langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kerusakan pipa dan mempermudah tim lapangan dalam melakukan perawatan rutin tanpa harus mengganggu aktivitas masyarakat.



Padang – UPZ Perumda Air Minum Kota Padang bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Cabang Sumatera Barat menyalurkan sebanyak 300 Paket Ramadhan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Padang. Penyaluran dilaksanakan selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Maret 2026, di tiga wilayah yakni Batu Busuak, Tabiang Banda Gadang, dan Kuranji.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Ramadhan yang bertujuan membantu masyarakat dhuafa, khususnya yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu. Bantuan paket Ramadhan berisi kebutuhan pokok untuk menunjang kebutuhan pangan keluarga selama bulan suci.

Di Kelurahan Tabiang Banda Gadang, bantuan disambut hangat oleh warga dan pemerintah setempat. Ibu Rini Yuwira selaku perwakilan Kelurahan Tabiang Banda Gadang menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Alhamdulullah kami mewakili Kelurahan Tabiang Banda Gadang mengucapkan terima kasih banyak kepada IZI dan Perumda Air Minum Kota Padang telah menyalurkan bantuan paket Ramadhan kepada warga kami yang sebagian besar terdampak bencana banjir lalu. Semoga apa yang disalurkan menjadi ladang amal yang berlipat di sisi Allah, aamiin.”

Hal serupa juga disampaikan oleh Bapak Syafrizal selaku Lurah Kuranji.
“Terima kasih kami ucapkan kepada IZI dan Perumda Air Minum Kota Padang sudah menyampaikan bantuan paket Ramadhan ke kelurahan kami. Untuk penentuan penerima manfaat kami buat merata dari wilayah Kelurahan Kuranji dan yang paling membutuhkan. Semoga ini menjadi amal ibadah dan Pengurus IZI serta Karyawan Perumda Air Minum Kota Padang diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah, aamiin.”

Di wilayah Batu Busuak, salah satu penerima manfaat, Brahma Aditya Putra, turut menyampaikan rasa syukurnya.
“Terima kasih untuk Perumda Air Minum Kota Padang yang sudah memberikan bantuan berupa paket Ramadhan. Semoga menjadi amal untuk donatur.”

Emidawati selaku RT 01 Batu Busuak juga mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya dari Perumda Air Minum dan IZI. Semoga murah rezeki dan sehat selalu. Aamiin.”

Kepala Cabang IZI Sumatera Barat, Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga zakat dan UPZ dalam menyalurkan amanah donatur.

“Alhamdulillah, melalui Program Ramadhan Inisiatif Zakat Indonesia Sumatera Barat, kami dapat kembali menyalurkan amanah paket ramadhan dari para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini donatur paket Ramadhan yaitu UPZ Perumda Air Minum Kota Padang. Kami juga mengajak para bapak dan ibu untuk turut mendoakan donatur kita yang telah menyisihkan sebagian hartanya. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala berlipat ganda, melapangkan rezekinya, serta memberkahi harta dan keluarganya.”

Dengan tersalurkannya 300 Paket Ramadhan di tiga wilayah tersebut, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh demi kesejahteraan umat.



Padang - dalam menjaga standar kualitas dan higienitas air bersih bagi masyarakat, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang kembali melaksanakan agenda perawatan rutin berupa pengurasan reservoir. Langkah preventif ini krusial untuk memastikan air yang didistribusikan tetap sehat, aman, dan layak konsumsi sesuai standar kesehatan yang berlaku.
‎Menjaga Standar Kualitas Secara Berkelanjutan
‎Reservoir berfungsi sebagai titik krusial penampungan air sebelum dialirkan ke pelanggan. Secara alami, proses distribusi dan produksi dapat menyisakan sedimen halus atau partikel lumpur yang mengendap di dasar tangki. Jika dibiarkan, akumulasi endapan ini berpotensi memengaruhi kejernihan air serta efisiensi sistem distribusi.
‎Pembersihan menyeluruh yang mencakup pengurasan sedimen, sterilisasi dinding tangki, hingga inspeksi instalasi pendukung merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat perusahaan untuk menjamin keberlanjutan mutu layanan.
‎"Pengurasan ini adalah langkah proaktif, bukan karena air dalam kondisi kotor. Kami membersihkan sedimen alami secara berkala agar kualitas air yang sampai ke rumah pelanggan tetap terjaga mutunya," ujar Adhie Zein, Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang.
‎Informasi Gangguan Layanan & Wilayah Terdampak
‎Sehubungan dengan pekerjaan teknis pada Reservoir Utara, manajemen menginformasikan bahwa pengerjaan akan dilaksanakan pada:
‎Hari/Tanggal: Sabtu, 21 Februari 2026
‎Waktu: 09.00 WIB s.d. Selesai
‎Wilayah yang terdampak meliputi:
‎Tabing, Linggarjati, Asrama Haji, Dadok Tunggul Hitam, Siteba, Lubuk Buaya, RSUD, RS Baiturrahmah, Padang Sarai, hingga kawasan Lapas Anak Air.
‎Imbauan bagi Pelanggan
‎Demi kenyamanan bersama, manajemen mengimbau para pelanggan di wilayah terdampak untuk:
‎Menampung air secukupnya sebelum jadwal pengerjaan dimulai.
‎Menggunakan air secara bijak selama masa pemeliharaan berlangsung.
‎"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat gangguan distribusi sementara ini. Langkah ini merupakan tanggung jawab kami untuk memberikan pelayanan air bersih yang aman dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Padang," tutup Adhie.



Padang – Kepedulian terhadap ketersediaan air bagi masyarakat terus ditunjukkan oleh Perumda Air Minum (AM) Kota Padang. Pada Minggu (25/1/2026), BUMD kebanggaan masyarakat Kota Padang ini kembali menyalurkan bantuan kedua berupa pipa berdiameter DN 280 milimeter kepada warga Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.

Bantuan tersebut diperuntukkan sebagai saluran sementara irigasi, menyusul adanya gangguan aliran air yang berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian dan kebutuhan air harian warga setempat. Penyaluran pipa dilakukan langsung di lokasi dan diserahkan melalui Prof. Jamens Helyward, yang selama ini berperan aktif dalam menyampaikan aspirasi serta kebutuhan warga Lambung Bukit.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan fungsi sosial, terutama saat masyarakat menghadapi kondisi darurat yang berkaitan dengan air.

“Perumda AM Padang tidak hanya berorientasi pada pelayanan pelanggan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan air. Bantuan pipa DN 280 MM ini adalah bentuk respons cepat kami atas kebutuhan riil warga Lambung Bukit,” ujar Adhie Zein, Minggu (25/1/2026).

Menurut Adhie, pemilihan pipa dengan diameter besar tersebut telah melalui pertimbangan teknis agar mampu mengalirkan debit air yang memadai. Dengan demikian, saluran sementara ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas aliran air, khususnya untuk keperluan irigasi lahan pertanian warga.

“Pipa DN 280 MM memiliki kapasitas aliran yang cukup besar. Ini penting agar distribusi air tetap optimal, meskipun sifatnya sementara. Kami ingin memastikan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pertanian, tidak terhenti akibat kendala infrastruktur air,” jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan ini merupakan bantuan kedua yang disalurkan Perumda AM Padang untuk wilayah Lambung Bukit. Hal tersebut menunjukkan adanya perhatian berkelanjutan, bukan sekadar respons sesaat.

“Kami memahami bahwa persoalan air tidak bisa diselesaikan dengan solusi instan. Karena itu, bantuan ini menjadi langkah awal untuk menjaga kondisi tetap stabil, sembari mendorong solusi jangka panjang yang lebih permanen,” tegas Adhie.

Lebih lanjut, Adhie menyampaikan bahwa Perumda AM Padang akan terus melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan pipa tersebut di lapangan, serta membuka ruang koordinasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.

“Kolaborasi adalah kunci. Kami akan terus berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, pemerintah setempat, dan warga untuk memastikan bantuan ini benar-benar memberikan manfaat maksimal. Jika masih ada kebutuhan lanjutan, tentu akan kita kaji bersama,” katanya.

Sementara itu, warga Lambung Bukit menyambut positif penyaluran bantuan tersebut. Mereka menilai kehadiran Perumda AM Padang di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa perusahaan daerah tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan air minum, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap keberlangsungan hidup warga.

Dengan penyaluran bantuan pipa DN 280 MM ini, Perumda Air Minum Kota Padang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan air masyarakat serta memperkuat peran BUMD sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik dan kepedulian sosial.

(Mond)



#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah

 ‎

‎PADANG – Pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 lalu, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang menunjukkan progres pemulihan yang signifikan. Hingga Jumat (23/1/2026), tingkat pelayanan distribusi air bersih dilaporkan telah menyentuh angka 99 persen, mendekati kondisi normal sepenuhnya.
‎Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa krisis tersebut merupakan salah satu tantangan operasional terbesar dalam sejarah perusahaan. Pada puncak bencana, hampir 90 persen wilayah layanan terdampak akibat kerusakan infrastruktur pipa dan penurunan drastis kualitas air baku.
‎Akselerasi Pemulihan dan Solusi Teknis Melalui manajemen krisis yang terukur, Perumda AM berhasil memulihkan 77 persen layanan hanya dalam waktu satu minggu pertama. Fokus utama diarahkan pada fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan kawasan padat penduduk guna menjaga stabilitas sanitasi masyarakat.
‎Meskipun wilayah selatan telah pulih total, Hendra mengakui masih terdapat tantangan teknis di wilayah utara dan pusat kota. Kerusakan pipa berat di empat kompleks perumahan serta tingginya kadar sedimen (kekeruhan) pada air baku di transmisi Gunung Pangilun menjadi hambatan utama dalam mencapai kapasitas produksi ideal 500 liter per detik.
‎"Kami mengedepankan prinsip safety first. Produksi tidak akan dipaksakan jika standar keamanan dan kualitas air belum terpenuhi, meskipun infrastruktur sudah mulai stabil," tegas Hendra.
‎Komitmen Kemanusiaan dan Mitigasi Kemarau Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Perumda AM telah mendistribusikan sedikitnya 27 juta liter air bersih secara gratis melalui armada mobil tangki dan unit penampungan (tedmon) di titik-titik kritis. Langkah ini didukung oleh kolaborasi lintas sektoral, termasuk bantuan dari Politeknik Negeri Padang.
‎Menghadapi transisi ke musim kemarau, Perumda AM kini mulai menyiagakan pompa cadangan untuk mengantisipasi penurunan debit air baku. Hendra juga menghimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hemat air serta menjaga kelestarian lingkungan sungai sebagai sumber utama air baku kota.


 
PADANG – Pasca-bencana yang mengubah peta aliran sungai di Kota Padang, air bersih kini menjadi barang mewah sekaligus kebutuhan paling mendasar. Fenomena pendangkalan sungai dan keringnya sumur resapan warga memaksa banyak pihak untuk bergerak cepat. Merespons krisis ini, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus konsisten berada di garda terdepan guna memastikan tidak ada warga yang kehausan.

‎Hingga Selasa (20/1/2026), armada tangki Perumda AM Kota Padang terpantau masih aktif menyisir pemukiman. Hebatnya, bantuan ini tidak hanya menyasar pelanggan resmi, tetapi juga warga non-pelanggan yang terdampak parah. Perumda AM menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, misi kemanusiaan berdiri di atas segalanya.

‎Kerja keras ini didukung penuh oleh sinergi lintas instansi. Sejak pertengahan Januari, BPBD, BNPB, dan PMI turut memperkuat armada distribusi. Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa meskipun didistribusikan oleh berbagai instansi, seluruh pasokan air tetap bersumber dari intake berkualitas milik Perumda di Palukahan dan Sikayan.

‎"Kami memastikan kualitas air tetap terjaga. Kolaborasi ini adalah kunci agar bantuan sampai ke titik terjauh yang paling membutuhkan," ujar Adhie.

‎Hingga saat ini, tercatat sebanyak 24.876,75 meter kubik air bersih telah mengalir ke tangan warga. Angka ini menjadi bukti nyata konsistensi layanan di tengah tantangan alam yang berat. Direksi Perumda AM pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mitra seperti Damkar, Dinas PU, dan BWSS V yang telah bahu-membahu dalam misi pemulihan ini.

‎Bagi warga Padang, deru mesin mobil tangki kini bukan sekadar suara kendaraan, melainkan simbol harapan dan solidaritas untuk bangkit kembali.



‎Padang — Sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang mengeluhkan kondisi air yang keruh dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu pekerjaan normalisasi di kawasan hulu sungai yang menjadi sumber baku air PDAM. Akibat pengerjaan tersebut, material sedimen terangkat dan terbawa aliran sungai sehingga meningkatkan tingkat kekeruhan air hingga mendekati batas kemampuan unit pengolahan.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa situasi ini sedang dipantau secara intensif. Ia mengakui kekeruhan air baku sesekali sudah berada di ambang batas maksimal pengolahan.
‎Menurutnya, saat tingkat kekeruhan terlalu tinggi, proses penyaringan dan pemurnian membutuhkan waktu lebih lama, bahkan dapat berpengaruh pada kontinuitas distribusi.
‎“Batas kekeruhan air terkadang sudah di ambang batas pengolahan. Ini terjadi karena ada kegiatan normalisasi di hulu sungai yang mengganggu kestabilan sedimen,” ujar Adhie Zein, Jumat (2/1/2025).
‎Penyebab: Normalisasi ganggu sedimen alami sungai
‎Normalisasi sungai umumnya dilakukan untuk memperlancar aliran air, mencegah banjir, dan memperbesar kapasitas sungai. Namun, dalam masa pengerjaan, dasar sungai yang sebelumnya stabil menjadi terganggu. Lumpur, pasir, dan partikel tanah ikut terlarut dalam jumlah lebih besar, sehingga air berubah menjadi keruh.
‎Kondisi ini langsung mempengaruhi kualitas air baku yang ditarik menuju instalasi pengolahan. Di saat tertentu, kekeruhan melonjak melebihi kondisi normal, sehingga proses koagulasi, sedimentasi, dan filtrasi di IPA (Instalasi Pengolahan Air) membutuhkan penyesuaian.
‎Dampak bagi pelanggan
‎Beberapa dampak yang mungkin dirasakan pelanggan antara lain:
‎air tampak kekuningan atau kecokelatan saat keluar dari keran
‎adanya endapan halus di dasar penampungan air rumah tangga
‎potensi bau ringan pada saat tingkat kekeruhan tinggi
‎Perumda mengimbau masyarakat untuk:
‎menampung air terlebih dahulu sebelum digunakan
‎tidak langsung mengonsumsi air tanpa dimasak
‎membersihkan penampungan air secara berkala
‎PDAM: Kami tidak tinggal diam
‎Adhie Zein menegaskan, tim teknis terus bekerja melakukan pengaturan distribusi, peningkatan dosis bahan kimia pengolahan secara terukur, serta pembilasan jaringan pipa pada titik-titik yang diperlukan.
‎“Kami memahami ketidaknyamanan pelanggan. Kami juga pelanggan air di rumah kami masing-masing. Karena itu percepatan penanganan menjadi prioritas,” ujarnya.
‎Ia menambahkan, pekerjaan normalisasi bersifat sementara. Saat kondisi sungai kembali stabil, kualitas air akan ikut membaik. Pelanggan juga dipersilakan melapor jika menemukan air sangat keruh atau distribusi terganggu.
‎Komentar cerdas, lugas, dan humanis
‎Fenomena air keruh dalam masa normalisasi sungai bukan semata kesalahan pengelola air minum, tetapi bagian dari konsekuensi pekerjaan perbaikan lingkungan yang jangka panjangnya justru ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Yang terpenting, transparansi informasi dan kecepatan penanganan tetap harus diutamakan.
‎Di sisi lain, pelanggan berhak mendapatkan air layak pakai. Karena itu, komunikasi dua arah sangat dibutuhkan: PDAM terbuka menjelaskan kondisi, sementara masyarakat menyampaikan keluhan secara beretika dan faktual. Sikap saling memahami akan membantu proses perbaikan berjalan lebih cepat.
‎Air adalah kebutuhan dasar bukan sekadar komoditas. Maka setiap gangguan, sekecil apa pun, wajar menimbulkan keresahan. Namun dengan penjelasan yang jujur, langkah teknis yang jelas, serta kesabaran pelanggan, masalah kekeruhan ini diharapkan segera teratasi.
‎#PerumdaAirMinum #Padang



Padang - SELAIN untuk meningkatkan layanan dan memperkuat keandalan sistem distribusi air bersih serta peremajaan jaringan pipa guna kelancaran distribusi air ke pelanggan dan mengurangi potensi kebocoran pada sistem yang ada, Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang pada Sabtu (10/1/26) siang, melakukan Pekerjaan penggalian koneksi pipa DN 600 GI 200 HDPE di kawasan Jalan Gajah Mada, Gunung Pangilun (tepatnya di depan MAN 2 Gunung Pangilun).

"Pekerjaan ini bersifat teknis dan sering kali menyebabkan gangguan distribusi air sementara, seperti air mati atau mengecil di wilayah terdampak selama proses koneksi berlangsung", Sampai Direktur Teknik (Dirtek) Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein.

Apalagi, pekerjaan penggalian koneksi pipa DN 600 GI 200 HDPE berlangsung di bawah permukaan jalan yang padat arus lalu linta, dengan air yang terus mengalir tanpa henti membuat galian seperti kolam. Sementara, tanah yang longsor, dinding galian yang rapuh. Namun, itu semua tidak terlalu menganggu, dan pekerjaan dapat diselesaikan susai dengan tegat waktu yang direncanakan, ungkapnya melanjutkan.

“Karena pipa tersebut berada cukup dalam, air terus masuk, dan ruang gerak alat terbatas. Secara teknik, ini bukan pekerjaan ringan. Tapi sulit bukan berarti mustahil,” jelasnya lagi.

“Saya memahami, ini mengganggu perjalanan. Kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya, “tapi kami sedang memperbaiki sesuatu yang lebih mendasar: hak warga untuk mendapatkan air bersih yang layak.”

Dengan semua tantangan dan hambatan tersebut, pekerjaan telah selesai dilaksanakan oleh Perumda AM Padang pada Minggu 11 Januari 2026 tersebut berfokus pada beberapa pekerjaan, diantaranya:
Awal Pekerjaan: Penggalian dimulai pada Jumat malam, 9 Januari 2026.
Proses Koneksi: Koneksi pipa utama dilakukan pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Status Terakhir: Perumda AM Padang secara resmi mengonfirmasi penyelesaian seluruh pekerjaan pada Minggu, 11 Januari 2026. 

Dengan selesainya pekerjaan ini, layanan air ke pelanggan telah kembali normal secara bertahap, dan kedepan pendistribusian air bersih di wilayah pusat kota akan normal kembali, pungkas Adhi.(hen/aku)

#PemkoPadang #PerumdaAMPadang #KoneksPipa #JalanGajahMada #GunungPangilun #MANPadang



Padang — Perumda Air Minum Kota Padang akan melaksanakan pekerjaan koneksi jaringan pipa distribusi berdiameter DN 600 GI ke DN 200 HDPE pada Sabtu, 10 Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan dan penguatan keandalan jaringan distribusi agar air bersih menjangkau pelanggan secara lebih merata di seluruh wilayah layanan.

‎Pekerjaan koneksi akan dilakukan di Jalan Gajah Mada, depan MAN 2 Gunung Pangilun, dengan tahapan penggalian dimulai malam ini, dilanjutkan pekerjaan koneksi utama pada pukul 09.00–10.00 WIB besok. Estimasi waktu pekerjaan diperkirakan sekitar enam jam hingga proses normalisasi aliran.

‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari program penguatan jaringan distribusi.

‎Menurutnya, koneksi pipa DN 600 GI x 200 HDPE sangat penting untuk memastikan kontinuitas suplai air ke pelanggan.

‎“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Pekerjaan koneksi jaringan pipa ini adalah salah satu langkah strategis untuk memperlancar distribusi air bersih agar menjangkau seluruh lapisan pelanggan secara adil dan merata,” ujar Adhie Zein menyampaikan keterangan Direktur Utama.

‎Ia menambahkan, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama pekerjaan berlangsung dan memastikan tim teknis akan bekerja maksimal agar aliran kembali normal secepat mungkin.

‎Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, menjelaskan aspek teknis pekerjaan.

‎“Penggalian sudah kami mulai malam ini untuk mempercepat proses. Koneksi utama direncanakan dilakukan sekitar pukul 9–10 pagi, dengan estimasi durasi pekerjaan kurang lebih enam jam. Kami telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk meminimalkan gangguan aliran dan mempercepat normalisasi tekanan setelah pekerjaan selesai,” ujar Andri Satria.

‎Ia juga menegaskan bahwa tim lapangan akan siaga untuk melakukan flushing, pengecekan kebocoran, dan penyesuaian tekanan setelah pekerjaan koneksi selesai.

‎Baca Juga
‎Satpol PP Padang Perketat Disiplin Internal: Sejumlah Personel Diperiksa, Profesionalisme Jadi Taruhan
‎Satpol PP Padang Tertibkan PKL di Pasar Raya, Dua Termos dan Satu Motor Listrik Disita
‎Tiga Skema Bantuan Kemensos untuk Korban Banjir–Longsor di Padang, Proses Pencairan Dikebut
‎Wilayah Terdampak Pengaliran Sementara
‎Selama pekerjaan koneksi berlangsung, akan terjadi gangguan pengaliran air di sejumlah area layanan pusat Kota Padang, meliputi:

‎Gajah Mada
‎Jati
‎Khatib Sulaiman
‎Sudirman
‎Lapai
‎Belanti Barat dan Timur
‎Pramuka
‎S. Parman (sebagian)
‎Ulak Karang Timur dan Barat
‎Pasar Raya
‎Ayani
‎Damar
‎Olo Ladang
‎Belakang Olo
‎Kampung Jawa Dalam
‎Mangunsarkoro
‎Purus Kebun
‎Purus I–V
‎Terandam
‎Alang Lawas
‎Thamrin
‎Sebagian Pondok
‎Imbauan kepada Pelanggan
‎Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk:

‎menampung air secukupnya sebagai cadangan,
‎menggunakan air seperlunya selama pekerjaan berlangsung,
‎menunggu proses normalisasi aliran setelah pekerjaan selesai.
‎“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan. Mohon doa dan dukungan agar pekerjaan berjalan lancar, aman, dan sesuai rencana. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan terus melakukan pembenahan infrastruktur agar distribusi air semakin andal,” tambah Adhie Zein.

‎Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan bahwa informasi lanjutan akan diberikan melalui kanal resmi perusahaan dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta memahami bahwa pekerjaan ini dilakukan demi perbaikan layanan jangka panjang.




‎Padang - Di sela-sela riuh aktivitas belajar pada awal semester baru, Masjid MTsN 6 Kota Padang kembali terasa hidup. Suara langkah para siswa yang bergegas menuju tempat wudhu tidak lagi terhenti oleh keringnya keran. Air mengalir jernih, menandai berakhirnya hari-hari ketika kegiatan ibadah sempat terganggu karena pasokan air bersih yang tersendat.

‎Sinergi antara Perumda Air Minum Kota Padang dan pihak MTsN 6 Kota Padang terbukti kembali memberi dampak nyata. Pada Jumat, 9 Januari 2026, tim teknis PDAM turun langsung ke lapangan untuk mengoptimalkan jalur distribusi air menuju masjid sekolah tersebut. Upaya ini menjadi jawaban atas keluhan sebelumnya, ketika pasokan air yang tidak stabil membuat aktivitas keagamaan siswa terhambat, terutama pada jam-jam shalat berjamaah.

‎Tidak hanya sekadar perbaikan, pekerjaan dilakukan secara menyeluruh. Tim PDAM membenahi pipa saluran yang mulai mengalami penurunan fungsi serta melakukan penyetelan ulang mesin pompa yang menjadi penopang utama distribusi air. Pemeriksaan jaringan dilakukan detail, titik demi titik, hingga dipastikan tekanan air kembali normal dan aliran stabil sepanjang hari.

‎Kepala Pusat Pelayanan PDAM Sumbar turun langsung meninjau proses tersebut. Ia memastikan pekerjaan tidak berhenti pada tataran administrasi, tetapi selesai sampai tuntas di lapangan. Hasilnya kini terlihat jelas: air kembali mengalir lancar ke masjid.

‎“Alhamdulillah, hari ketiga proses pembelajaran, Masjid MTsN 6 Kota Padang sudah bisa digunakan secara optimal. Lebih dari 1.200 siswa kini kembali dapat melaksanakan shalat berjamaah dengan nyaman. Mereka tidak lagi khawatir dengan keterbatasan air untuk wudhu. Situasi ini bukan hanya memudahkan ibadah, tapi juga menghidupkan suasana religius dan kedisiplinan keagamaan di lingkungan sekolah,” ujar Awe selaku pimpinan yang terjun mengawal proses perbaikan.

‎Kepala MTsN 6 Kota Padang, H. Yakub, tidak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kecepatan respons PDAM.

‎“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kepedulian Perumda Air Minum Kota Padang. Sinergi seperti ini sangat kami butuhkan, bukan hanya untuk keberlangsungan ibadah, tapi juga untuk kenyamanan proses pendidikan secara keseluruhan. Semoga kerja sama ini terus terjalin dan semakin diperkuat ke depannya,” ungkapnya.

‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar tugas teknis, melainkan bentuk komitmen sosial perusahaan daerah.

‎“Masjid di lingkungan pendidikan bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, kami memandang pemenuhan air bersih di MTsN 6 Kota Padang sebagai tanggung jawab moral sekaligus pelayanan publik. Tim kami akan selalu siap merespons cepat jika terdapat gangguan, terutama di fasilitas-fasilitas pendidikan dan keagamaan,” terang Adhie Zein menyampaikan pesan Direktur Utama.

‎Ia menambahkan secara lugas, bahwa Perumda Air Minum Kota Padang tidak ingin hanya dikenal sebagai penyedia layanan, tetapi sebagai mitra masyarakat.

‎“Kami tidak ingin air hanya sekadar mengalir di pipa, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang nyata. Sinergi seperti ini akan terus kami perkuat, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Di setiap tetes air yang mengalir, kami ingin ada keberkahan, kenyamanan, dan rasa aman bagi para pengguna,” tutupnya.

‎Kini, dari keran-keran tempat wudhu Masjid MTsN 6 Kota Padang, air tidak hanya mengalir untuk membasuh wajah para siswa, tetapi juga mengalirkan semangat baru: bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perusahaan daerah bisa menghadirkan solusi konkret, cepat, dan berdampak.



‎Padang – Di tengah dinamika cuaca ekstrem dan kondisi alam yang belum stabil, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus bekerja tanpa lelah untuk memulihkan layanan air bersih bagi masyarakat. Komitmen perusahaan daerah ini tidak hanya berhenti pada slogan pelayanan, tetapi diwujudkan dalam langkah-langkah konkret di lapangan.

‎Saat ini, sekitar 2,3 persen pelanggan di wilayah Utara masih mengalami gangguan distribusi air akibat dampak bencana alam. Namun, proses pemulihan difokuskan dan dikebut melalui berbagai strategi teknis yang dilaksanakan tim Perumda.

‎Di kantor Perumda AM Kota Padang, Kasubag Humas Adhie Zein menyampaikan perkembangan terkini penanganan gangguan tersebut, Kamis (8/1/2026). Ia menjelaskan bahwa banjir bandang beberapa waktu lalu telah menyebabkan kerusakan berat pada jembatan pipa di Gunung Nago, yang merupakan jalur vital aliran suplai air menuju pelanggan wilayah Utara.

‎“Bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus aliran utama yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi. Namun kami tidak tinggal diam, seluruh tim langsung turun melakukan langkah taktis,” ujar Adhie.

‎Menurutnya, Perumda AM Kota Padang bersama Hutama Karya (HK) kini tengah mempercepat pemasangan pipa transmisi jalur dua untuk Intake Palukahan. Pemasangan jalur ini ditujukan untuk memperkuat sistem suplai ke wilayah Utara, termasuk kawasan Lubuk Buaya yang paling terdampak.

‎Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, Perumda juga mengerahkan 15 unit mobil tangki yang beroperasi secara maraton dari pagi hingga pukul 02.00 WIB. Armada tersebut mengantarkan air bersih langsung ke rumah-rumah warga.

‎“Kami memastikan warga tidak mengalami krisis air untuk kebutuhan harian. Operasi ini tidak hanya melibatkan personel internal, tetapi juga dukungan dari instansi mitra yang peduli,” sambung Adhie.

‎Sementara itu, untuk wilayah pusat kota, kondisi juga masih menantang. Tingkat kekeruhan air baku di Intake Kampung Koto saat ini sangat tinggi dan bercampur lumpur. Demi menjaga standar kesehatan pelanggan, Perumda memilih memperlambat proses distribusi agar kualitas air yang keluar dari instalasi tetap aman dikonsumsi.

‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap sabar dan memahami situasi ini. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak akan abai terhadap hak warga mendapatkan air bersih.

‎“Kami memahami, air bukan sekadar kebutuhan  ia adalah kehidupan. Karena itu kami tidak akan membiarkan pelanggan berjuang sendiri. Semua sumber daya kami kerahkan, baik teknis maupun logistik, untuk memastikan pemulihan berjalan secepat mungkin,” ujar Hendra dengan tegas.

‎Ia juga menambahkan, kerusakan yang terjadi akibat bencana banjir bandang merupakan tantangan besar, namun bukan alasan untuk menyerah.

‎“Infrastruktur bisa rusak, tetapi komitmen kami tidak. Bencana ini menjadi ujian ketahanan sistem dan integritas pelayanan kami. Kami belajar, berbenah, dan bergerak lebih cepat,” katanya.

‎Hendra mengajak masyarakat untuk tetap waspada menghadapi perubahan cuaca dan menyimpan persediaan air cadangan.

‎“Kami targetkan layanan kembali normal 100 persen. Namun faktor alam tetap menjadi variabel yang harus dihormati. Doakan agar cuaca bersahabat, supaya pekerjaan teknis kami tidak lagi terhambat,” tutupnya.

‎Harapan dan Ajakan
‎Perumda AM Kota Padang menghimbau warga untuk:

‎tetap menyediakan wadah penampungan air cadangan
‎menggunakan air secara hemat dan prioritas
‎terus menyampaikan laporan jika ada gangguan layanan
‎Di tengah cuaca yang tidak menentu, semangat pelayanan perusahaan daerah ini menunjukkan bahwa pemulihan bukan sekadar teknis tetapi juga soal empati dan keberpihakan kepada pelanggan.

‎(Mond)

‎#PerumdaAirMinum #Padang



Padang - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang terus mempercepat pemulihan layanan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Gangguan aliran air bersih menjadi salah satu dampak terbesar yang dirasakan masyarakat, terutama di kawasan yang jalur pipa dan jaringan distribusinya terdampak langsung oleh bencana.
‎Sebagai respons cepat, Perumda mengerahkan armada mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Armada ini disalurkan ke titik-titik terdampak yang belum dapat dilayani melalui jaringan distribusi normal akibat kerusakan infrastruktur. Layanan tangki diprioritaskan ke kawasan permukiman padat penduduk dan lokasi pengungsian.
‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang dan berbagai instansi terkait untuk mempercepat proses pemulihan. Selain distribusi air bersih, petugas juga melakukan pembersihan fasilitas, pengamanan jalur pipa, serta perbaikan bertahap agar aliran air kembali normal.
‎“Hingga 7 Januari 2026, sebagian besar wilayah layanan telah kembali normal. Namun masih terdapat sekitar 2,3 persen wilayah yang belum terlayani secara optimal akibat genangan, material longsor, dan akses yang masih terbatas,” ujarnya.
‎Wilayah Utara Masih Terdampak
‎Sejumlah kawasan di bagian utara Kota Padang masih belum dapat dialiri air bersih melalui jaringan pipa, di antaranya:
‎Perumahan Kemilau Permata Kuranji
‎Wisma Bumi Mas Kuranji
‎Graha Kuranji Asri
‎Perumahan Anai Lestari
‎Gangguan ini terjadi karena pipa penyalur air dari Gunung Nago hanyut diterjang banjir bandang (galodo) saat bencana. Untuk sementara, suplai air di wilayah ini dipenuhi melalui mobil tangki. Sedikitnya lima unit mobil tangki milik Perumda dikerahkan, ditambah bantuan armada dari sejumlah instansi lain.
‎Kawasan Pusat Kota Juga Masih Mengalami Gangguan
‎Beberapa titik di wilayah pusat kota juga belum teraliri secara optimal, di antaranya:
‎Jalan Pemuda
‎Jalan Pancasila
‎Jalan Purus II (sebagian)
‎Jalan Koto Marapak
‎Jalan Hang Tuah
‎Jalan Jati Parak Salai
‎Jalan Jati Bawah Wuluh
‎Jalan Jati Koto Panjang (sebagian)
‎Jalan Pasopati Sisingamangaraja
‎Jalan Pondok Mungil Ampang
‎Air Baku Masih Keruh, Proses Pengolahan Terkendala
‎Salah satu kendala utama pemulihan layanan berada pada sumber air baku di intake Kampung Koto, yang menjadi pemasok air ke sebagian besar wilayah pusat kota Padang. Hingga kini, air baku masih bercampur lumpur dengan tingkat kekeruhan yang melebihi batas maksimal pengolahan.
‎“Air baku masih sangat keruh, sehingga belum bisa diolah sesuai standar. Ini berdampak pada distribusi air ke pelanggan di kawasan kota,” jelas Adhie Zein.
‎Imbauan kepada Masyarakat
‎Perumda mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar, menampung air ketika aliran mengalir, serta menghemat penggunaan air bersih selama masa pemulihan ini.
‎“Gangguan aliran air bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan sebelumnya karena kondisi di lapangan masih dinamis. Kami terus bekerja semaksimal mungkin agar layanan segera pulih,” tambahnya.
‎Dengan sinergi antara Perumda, pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat, diharapkan pemulihan layanan air bersih dapat berlangsung lebih cepat dan dampak bencana banjir serta longsor di Kota Padang dapat diminimalkan.(*)



‎PADANG – Merayakan hari jadinya yang ke-51 pada 30 Desember 2025, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang menegaskan posisinya sebagai institusi yang matang dan tahan banting. Mengangkat tema “Mengalirkan Harapan, Membangun Masa Depan”, momentum emas ini menjadi simbol transformasi layanan air bersih yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga misi kemanusiaan.
‎Sinergi dan Apresiasi di Hari Jadi
‎Peringatan HUT ke-51 dirayakan dengan khidmat melalui serangkaian aksi sosial, mulai dari donor darah hingga pemberian bantuan bagi pelaku UMKM dan penghargaan bagi pelanggan setia. Walikota Padang, Fadly Amran, hadir langsung sebagai Inspektur Upacara sekaligus mewakili Kuasa Pemilik Modal (KPM).
‎Dalam arahannya, Fadly Amran menekankan vitalitas peran Perumda AM dalam struktur kehidupan masyarakat.
‎“Air adalah kebutuhan mutlak masyarakat. Perumda AM Padang harus mampu menjamin ketersediaannya dalam kondisi apa pun,” tegas Fadly Amran.
‎Ujian Bencana dan Respon Cepat
‎Tahun ke-51 ini menjadi spesial karena dilalui di tengah pemulihan pasca-banjir bandang yang sempat melumpuhkan infrastruktur air kota. Walikota memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim di lapangan yang bekerja tanpa kenal lelah memulihkan distribusi. Upaya ini pun mendapat dukungan konkret dari pemerintah pusat melalui alokasi dana bantuan sebesar Rp500 miliar untuk penguatan infrastruktur.
‎Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, menjadi sosok kunci di balik normalisasi layanan yang tergolong cepat. Saat ini, pihaknya telah berhasil memulihkan 98 persen layanan distribusi air kepada pelanggan.
‎“Saat ini fokus utama kami adalah percepatan pemulihan layanan hingga 100 persen. Insya Allah, sesuai arahan Walikota, dalam satu bulan ke depan pelayanan akan pulih sepenuhnya,” ujar Hendra Pebrizal.
‎Beliau menambahkan bahwa tantangan teknis seperti tingkat kekeruhan air dan perbaikan intake darurat terus dikebut. Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi permanen dijadwalkan memulai proses tender pada Januari 2026 dengan target rampung di akhir 2027.
‎Visi Masa Depan: Menuju Perseroda
‎Di bawah kepemimpinan Hendra Pebrizal, Perumda AM Padang tidak hanya ingin sekadar pulih, tetapi juga naik kelas. Rencana besar transformasi kelembagaan dari Perumda menjadi Perseroda kini tengah dimatangkan. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menarik investasi dan profesionalisme manajemen.
‎“Transformasi ini penting agar Perumda AM Padang lebih fleksibel, profesional, dan siap bersaing, tanpa meninggalkan esensi pelayanan publik,” jelas Hendra.
‎Dukungan Mitra Strategis
‎Kemeriahan HUT ini juga diperkuat oleh dukungan mitra perbankan. Bank Mega memberikan apresiasi berupa tiket umrah gratis bagi pelanggan beruntung, sementara Bank Nagari menyalurkan 10 unit menara dan tangki air bersih untuk membantu wilayah yang masih terdampak gangguan distribusi.
‎Dengan usia yang lebih dari setengah abad, Perumda AM Kota Padang berkomitmen untuk terus menjadi "Role Model" bagi PDAM secara nasional—sebuah institusi yang tidak hanya mengalirkan air, tetapi juga mengalirkan harapan bagi kesejahteraan warga Kota Padang.(SRP)


‎Padang — Krisis pasokan air bersih yang melanda sebagian wilayah Kota Padang tak membuat jajaran Perumda Air Minum Kota Padang surut langkah. Di tengah kualitas air baku yang memburuk akibat lumpur dan kerusakan sejumlah intake, para petugas tetap berjibaku siang dan malam agar air tetap mengalir ke rumah-rumah warga.
‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menegaskan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Kota Padang bekerja tanpa mengenal tanggal merah, hari libur, ataupun kondisi darurat.
‎“Kami dari Perumda Air Minum Kota Padang dan Pemerintah Kota Padang tidak mengenal kata tanggal merah maupun hari libur. Prinsip kami satu, bagaimana persoalan air ini bisa kami selesaikan sampai tuntas,” tegas Hendra, Rabu (10/12/2025).
‎Kualitas Air Baku Memburuk, Produksi Turun Drastis
‎Saat ini, tantangan terbesar yang dihadapi Perumda Air Minum Kota Padang adalah kualitas air baku yang sangat buruk, dipenuhi lumpur tebal akibat cuaca ekstrem dan gangguan hidrologi di hulu.
‎Kondisi ini membuat kapasitas produksi air tidak dapat dimaksimalkan sepenuhnya.
‎“Dari kualitas air baku yang ada sekarang, kita hanya mampu memproduksi sekitar 60 persen saja dari potensi normal,” ungkap Hendra.
‎Secara angka, saat ini Perumda hanya mampu melakukan produksi sekitar 1.800 liter per detik, dengan kapasitas pengolahan efektif 1.200 liter per detik. Angka ini masih jauh dari kondisi ideal untuk melayani kebutuhan masyarakat Kota Padang secara optimal.
‎7 Intake Rusak Parah, 5 Sudah Ditangani Darurat
‎Tak hanya persoalan kualitas air baku, kerusakan berat pada infrastruktur intake turut memperparah kondisi produksi. Dari total intake yang terdampak, sebanyak 7 unit mengalami kerusakan parah.
‎Namun di tengah keterbatasan, upaya darurat terus dilakukan.
‎“Dari tujuh intake yang rusak, lima sudah berhasil kami tangani secara darurat agar tetap bisa berfungsi walau belum maksimal,” jelasnya.
‎Kini, tinggal dua titik krusial yang masih menjadi pekerjaan besar:
‎Intake Palukahan dengan kapasitas 300 liter per detik
‎Pompa Latung dengan kapasitas 200 liter per detik
‎Kedua titik ini menjadi kunci penting untuk memulihkan distribusi air ke ribuan pelanggan yang terdampak.
‎Petugas Bekerja Tanpa Kenal Lelah
‎Di balik angka-angka produksi tersebut, terdapat perjuangan berat para petugas di lapangan. Mereka harus bergulat dengan lumpur tebal, arus sungai yang tidak stabil, serta risiko keselamatan yang tinggi. Tak jarang, pekerjaan dilakukan hingga larut malam bahkan menjelang subuh.
‎Dengan peralatan terbatas dan tekanan kebutuhan masyarakat yang tinggi, para teknisi Perumda Air Minum tetap berdiri di garis depan. Mereka memastikan pompa tetap berfungsi, pipa tetap tersambung, dan distribusi tetap berjalan meski dengan tekanan yang tidak normal.
‎“Air adalah kebutuhan hidup paling dasar. Selama masyarakat masih membutuhkan, kami tidak akan berhenti bekerja,” ujar salah seorang petugas di lokasi perbaikan intake.
‎Pemko Padang Turun Tangan, Pemulihan Terus Dipercepat
‎Hendra menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang juga turun langsung dalam upaya percepatan pemulihan, baik dari sisi pendanaan darurat, logistik peralatan, hingga dukungan personel.
‎Fokus utama saat ini adalah menyelesaikan dua titik intake tersisa agar kapasitas produksi dapat kembali meningkat secara bertahap.
‎Harapan untuk Warga: Bersabar, Pemulihan Terus Dikebut
‎Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan distribusi yang masih terjadi di beberapa wilayah. Masyarakat diminta bersabar, karena seluruh sumber daya saat ini difokuskan untuk memulihkan produksi dan stabilitas distribusi air.
‎“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. Insyaallah, semua permasalahan ini akan kami tuntaskan secara bertahap. Target kami satu: air tetap mengalir ke rumah warga,” pungkas Hendra.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.