Articles by "PDAM"

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama
Showing posts with label PDAM. Show all posts




‎PADANG – Perumda Air Minum Kota Padang mengonfirmasi adanya gangguan distribusi air bersih sehubungan dengan perbaikan kebocoran pipa transmisi utama berdiameter DN 250 ACP di Jalan Raya Guo, Kecamatan Kuranji, pada Senin (20/4/2026). Langkah teknis ini dilakukan guna menjamin stabilitas layanan jangka panjang dan mencegah kerusakan infrastruktur yang lebih luas.
‎Pekerjaan perbaikan ini berdampak pada penurunan tekanan hingga penghentian aliran air sementara di sejumlah wilayah, antara lain:
‎Bukit Belimbing Indah, Taruko 1 & 2
‎Sebagian Kalumbuk dan Balaibaru
‎Wahana 6 & Buana Indah 3
‎Rimbo Tarok serta Tarok Indah 1 & 2
‎Kepala Subbagian Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa perbaikan pipa utama ini merupakan prioritas yang tidak dapat ditunda demi menekan angka kehilangan air (NRW) dan menjaga keandalan jaringan distribusi.
‎"Tim teknis telah disiagakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan presisi dan target waktu yang terukur. Kami berkomitmen memulihkan distribusi air secepat mungkin agar aktivitas masyarakat kembali normal," ujar Adhie menyampaikan pesan dari Direktur Teknik, Andri Satria.
‎Manajemen Perumda mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk segera menampung cadangan air dan menggunakan persediaan yang ada secara bijak selama proses normalisasi. Perumda juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemeliharaan infrastruktur ini.



‎PADANG – Perumda Air Minum Kota Padang terus memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai sektor strategis. Terbaru, perusahaan plat merah ini menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Komisaris Bank Mega Syariah yang berlangsung hangat di kantor pusat Perumda Air Minum Kota Padang.
‎Kehadiran jajaran petinggi Bank Mega Syariah tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, didampingi jajaran direksi dan manajemen. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarlembaga.
‎Dalam diskusi yang berlangsung akrab, Hendra Pebrizal memaparkan berbagai dinamika yang tengah dihadapi perusahaan saat ini. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mengenai pemulihan infrastruktur pasca-bencana yang hingga kini masih terus dikebut oleh pihak manajemen.
‎"Kami sedang berupaya maksimal dalam tahap pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana beberapa waktu lalu. Tantangannya cukup besar, namun komitmen kami adalah memastikan hak masyarakat atas air bersih tetap terpenuhi," ujar Hendra di sela-sela diskusi, (17/04/2026).
‎Selain membahas aspek teknis infrastruktur, pertemuan tersebut juga menyoroti berbagai fenomena pelayanan publik. Pihak Perumda AM Kota Padang menegaskan bahwa meskipun berada di tengah tantangan pemulihan, upaya optimalisasi layanan terus dilakukan demi menjaga kepuasan pelanggan.
‎Pihak Komisaris Bank Mega Syariah pun memberikan apresiasi atas langkah-langkah responsif yang diambil oleh manajemen Perumda AM Kota Padang. Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dari sisi pengelolaan finansial maupun dukungan program-program strategis lainnya.
‎Melalui pertemuan silaturahmi ini, kedua belah pihak berharap terjalin kolaborasi yang saling menguatkan. Dukungan dari sektor perbankan syariah diharapkan mampu menjadi salah satu pendorong bagi Perumda Air Minum Kota Padang dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi seluruh masyarakat.



‎PADANG — Dalam upaya menjaga konsistensi standar kualitas air bersih bagi masyarakat, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang melaksanakan pemeliharaan teknis berupa flushing (pencucian) skala besar pada unit Accelator 2, Kamis (16/4/2026). Langkah ini merupakan prosedur preventif krusial dalam merespons dinamika kualitas air baku yang fluktuatif.
‎Peningkatan kadar kekeruhan (Nephelometric Turbidity Unit/NTU) pada sumber air baku belakangan ini menyebabkan akumulasi sedimen pada komponen vital sistem pengolahan, termasuk tube settler dan unit mixer. Jika tidak segera ditangani, endapan tersebut berpotensi mendegradasi efisiensi operasional dan menurunkan standar higienitas air yang didistribusikan ke pelanggan.
‎Proses pembersihan dimulai pukul 09.00 WIB dengan estimasi waktu pengerjaan selama 2,5 jam. Selama periode ini, dilakukan penyesuaian teknis berupa pengoperasian satu unit pompa air baku dan reduksi bukaan valve DN 600 hingga 40 persen. Kebijakan ini berdampak pada penurunan tekanan air di beberapa wilayah layanan secara temporal.
‎Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menegaskan bahwa integritas kualitas adalah prioritas utama perusahaan. “Dalam sistem penyediaan air minum, kualitas merupakan variabel yang tidak dapat dikompromikan. Flushing ini adalah langkah strategis untuk memastikan seluruh komponen instalasi kembali pada kondisi puncak, sehingga distribusi air tetap memenuhi standar kesehatan,” ungkapnya.
‎Lebih lanjut, Hendra menganalogikan tindakan ini sebagai upaya menjaga vitalitas sistem distribusi. Ia juga menekankan pentingnya transparansi operasional sebagai bentuk akuntabilitas publik. “Kami mengedepankan keterbukaan informasi. Setiap penyesuaian layanan dilakukan demi peningkatan keandalan jangka panjang. Lebih baik melakukan mitigasi terukur saat ini daripada menghadapi risiko penurunan kualitas di masa depan,” tambah Hendra secara lugas.
‎Faktor alam, seperti curah hujan tinggi yang memengaruhi daerah tangkapan air, menjadi tantangan utama yang menuntut respons teknis secara presisi. Melalui tindakan flushing ini, Perumda AM Kota Padang memastikan infrastruktur pengolahan tetap berfungsi optimal dalam menyuplai air jernih ke pelanggan.
‎Masyarakat diimbau untuk menampung cadangan air secukupnya sebagai langkah antisipasi. Distribusi air akan dinormalisasi secara bertahap segera setelah pekerjaan teknis selesai. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Perumda AM Kota Padang dalam menghadirkan layanan prima yang berkelanjutan.



‎PADANG — Perumda Air Minum Kota Padang bersinergi dengan Dompet Dhuafa (DD) Singgalang meluncurkan program sosial bertajuk penyaluran 500 mushaf Al-Qur’an. Program ini ditujukan untuk mendukung sarana belajar para santri, penghafal Al-Qur’an, serta masjid dan mushalla yang tersebar di berbagai titik di Kota Padang.
‎Distribusi tahap awal telah menyasar MDTA Nurul Huda dan Masjid Al-Bahrain dengan total 67 mushaf. Secara keseluruhan, program ini akan menjangkau tujuh lokasi strategis, termasuk wilayah-wilayah yang sempat terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali semangat literasi agama di tingkat akar rumput.
‎"Kami ingin menghadirkan kembali semangat belajar, terutama bagi generasi muda, agar mereka memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan Al-Qur’an melalui mushaf yang layak," ujar Adhie.
‎Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menegaskan bahwa tanggung jawab perusahaan daerah tidak hanya terbatas pada penyediaan infrastruktur publik semata. Ia menilai, pembangunan karakter masyarakat melalui nilai-nilai agama merupakan fondasi utama kemajuan sebuah kota.
‎"Jika air yang kami salurkan setiap hari menghidupkan fisik masyarakat, maka nilai-nilai Al-Qur’an adalah 'air' yang menghidupkan jiwa. Sinergi antara pembangunan fisik dan kekuatan batin adalah kunci dalam membangun peradaban," tutur Hendra.
‎Sumatera Barat, yang dikenal kental dengan tradisi pendidikan di surau, menjadi latar belakang penting program ini. Melalui kolaborasi ini, DD Singgalang dan Perumda AM Padang berharap dapat memastikan tradisi tersebut tetap terjaga di tengah tantangan zaman.
‎Partisipasi publik pun diharapkan terus mengalir agar program serupa dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. Bagi para santri di pelosok Padang, kehadiran mushaf baru ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan cahaya harapan untuk terus menjaga hafalan dan syiar Islam di tanah Minang.



Padang — Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kota Padang sempat terganggu akibat terhentinya aliran air bersih. Kondisi ini dipicu oleh kebocoran pada pipa utama berdiameter 250 mm dan 225 mm berbahan PVC yang kini tengah diperbaiki secara intensif oleh Perumda Air Minum Kota Padang.
‎Sejak Sabtu (11/4/2026), tim teknis telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Pengerjaan ini bukan sekadar perbaikan biasa, melainkan upaya krusial untuk menjaga keberlangsungan distribusi air bagi ribuan pelanggan.
‎Wilayah terdampak meliputi Andalas, Filano, Sutomo, Cendana, Azizi, Polamas, Aur Duri, Lubuk Lintah, Kalawi, Dharma Panda, Koto Lalang, hingga Pondok Ranah Minang. Di kawasan tersebut, warga diimbau untuk menghemat penggunaan air selama proses perbaikan berlangsung.
‎Di tengah situasi ini, Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan bahwa seluruh upaya terbaik sedang dilakukan. Tim di lapangan bekerja tanpa henti demi mempercepat pemulihan distribusi air.
‎“Ini bukan hanya soal memperbaiki pipa yang bocor, tetapi memastikan sistem distribusi kembali kuat dan andal. Kami tidak ingin masalah serupa terulang dalam waktu dekat,” tegas Adhie Zein.
‎Menurutnya, tantangan di lapangan tidak ringan. Selain kondisi teknis, faktor lingkungan dan tekanan distribusi menjadi bagian yang harus ditangani secara hati-hati dan presisi.
‎“Kami sangat memahami betapa pentingnya air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, tim kami bekerja dengan penuh tanggung jawab, bahkan di luar jam kerja normal, agar layanan bisa segera pulih,” tambahnya.
‎Perbaikan ini juga menjadi bagian dari langkah evaluasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan air di Kota Padang. Perumda memastikan setiap titik rawan akan terus dipantau agar kejadian serupa dapat diminimalisir.
‎Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menggunakan cadangan air. Dukungan dan kesabaran pelanggan dinilai menjadi bagian penting dalam proses pemulihan ini.

‎Sebagai bentuk keterbukaan informasi, Perumda mengajak pelanggan untuk aktif mencari update terbaru melalui media sosial resmi atau menghubungi layanan pesan langsung (DM).
‎Dengan kerja keras yang terus dikebut, harapan besar kini tertuju pada cepatnya normalisasi aliran air. Perumda Air Minum Kota Padang optimistis, dalam waktu dekat distribusi akan kembali lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seperti sediakala.




‎Padang — Komitmen menjaga kualitas air bersih bagi masyarakat terus diperkuat oleh Perumda Air Minum Kota Padang. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pengurasan accelator secara rutin, yang dijadwalkan berlangsung setiap Selasa dan Kamis, pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.
‎Namun di balik upaya peningkatan kualitas tersebut, pelanggan di sejumlah wilayah perlu bersiap menghadapi gangguan sementara pada aliran air. Tekanan air berpotensi menurun, bahkan bisa berhenti total selama proses pengurasan berlangsung.
‎Bukan tanpa alasan, accelator merupakan jantung dari proses pengolahan air tempat di mana kotoran dan partikel halus diendapkan sebelum air masuk tahap penyaringan akhir. Tanpa perawatan berkala, endapan lumpur dapat menumpuk dan berdampak langsung pada kualitas air yang diterima pelanggan.
‎Perumda pun mengimbau warga untuk bijak menyikapi kondisi ini, dengan menampung air secukupnya sebelum jadwal pengurasan dan menghemat penggunaan selama proses berlangsung.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.
‎“Ini bukan sekadar perawatan rutin, tetapi bagian dari upaya menjaga kualitas air tetap bersih, aman, dan layak digunakan. Kami memahami adanya ketidaknyamanan, namun ini demi kepentingan bersama,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
‎Lebih lanjut, ia menyampaikan keterangan dari Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, yang menekankan bahwa langkah ini bersifat krusial dan tidak bisa ditunda.
‎“Pengurasan accelator adalah langkah preventif agar sistem pengolahan air tetap optimal. Jika diabaikan, justru berpotensi menimbulkan gangguan yang lebih besar dan berkepanjangan,” jelasnya.
‎Sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan pelanggan, Perumda juga membuka akses pengaduan melalui layanan pesan langsung (DM) serta Call Center resmi di 1500-030.
‎Dengan adanya jadwal ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan memahami bahwa gangguan yang terjadi bersifat sementara, demi kualitas air yang lebih baik dalam jangka panjang.



‎KOTA PADANG — Memasuki musim kemarau tahun ini, kondisi ketersediaan air baku di Kota Padang mulai menunjukkan penurunan signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Kasubag Humas Adhie Zein dari Perumda Air Minum Kota Padang, yang menyebutkan bahwa sejumlah sumber air mengalami penurunan debit hingga 30 persen.
‎Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung terhadap produksi dan distribusi air bersih kepada masyarakat. “Penurunan debit air baku di beberapa sungai menyebabkan produksi air turun sekitar 20 hingga 30 persen. Ini tentu berpengaruh terhadap pola distribusi kepada pelanggan,” ujarnya.
‎Wilayah Rawan Krisis Air Mulai Teridentifikasi
‎Adhie menjelaskan, salah satu wilayah yang berpotensi mengalami dampak paling serius adalah kawasan Pegambiran. Area ini dinilai rentan karena bergantung pada intake Gambir yang dikenal paling cepat mengalami kekeringan saat musim kemarau.
‎“Secara umum hampir seluruh wilayah berpotensi terdampak, karena sumber air kita bergantung pada sungai. Namun Pegambiran menjadi daerah yang paling cepat merasakan dampaknya,” jelasnya.
‎Distribusi Air Mulai Diatur Bergiliran
‎Seiring menurunnya kapasitas produksi, Perumda mulai menerapkan sistem distribusi air secara bergiliran di beberapa wilayah. Jika sebelumnya pelanggan menikmati aliran air selama 24 jam penuh, kini distribusi disesuaikan menjadi siang atau malam hari secara bergantian.
‎“Ini langkah yang terpaksa kami lakukan agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan air, meskipun tidak seperti kondisi normal,” kata Adhie.
‎Tak hanya itu, tekanan air di sejumlah wilayah juga mengalami penurunan, bahkan ada yang tidak mengalir sama sekali pada waktu tertentu.
‎Langkah Antisipasi Diperkuat
‎Menghadapi potensi kemarau panjang, Perumda Air Minum Kota Padang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:
‎Optimalisasi produksi air dengan membersihkan intake dari material penghambat
‎Percepatan perbaikan kebocoran jaringan pipa
‎Pemetaan wilayah terdampak untuk mitigasi risiko
‎Pengaturan distribusi air secara merata
‎Selain itu, bantuan air bersih melalui mobil tangki juga disiapkan secara gratis, baik untuk pelanggan maupun masyarakat umum yang terdampak.
‎Kualitas Air Tetap Dijaga
‎Meski debit air menurun, Perumda memastikan kualitas air tetap menjadi prioritas utama. Pemeriksaan air baku dilakukan secara intensif melalui laboratorium yang telah terakreditasi.
‎Di sisi lain, masyarakat juga diajak berperan aktif menjaga kualitas sumber air dengan tidak mencemari sungai serta melakukan penghijauan di sekitar bantaran.
‎Penurunan Bisa Capai 50% Saat Kemarau Ekstrem
‎Adhie mengingatkan, jika kemarau berlangsung ekstrem, penurunan debit air baku bahkan bisa mencapai hingga 50 persen. Kondisi ini tentu akan semakin menantang operasional pengolahan air.
‎“Gangguan operasional pasti ada, terutama karena keterbatasan air baku yang membuat pengolahan tidak bisa maksimal,” tambahnya.
‎Imbauan Tegas untuk Masyarakat
‎Perumda juga mengeluarkan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat, di antaranya:
‎Menggunakan air secara hemat
‎Menutup kran setelah digunakan
‎Menyimpan cadangan air
‎Memastikan instalasi rumah tidak bocor
‎Tidak membuang sampah atau limbah ke sungai
‎“Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan air bersih,” tegas Adhie.
‎Solusi Jangka Panjang Mulai Disiapkan
‎Untuk mengatasi persoalan ini secara berkelanjutan, Perumda tengah merancang penguatan infrastruktur, termasuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban 3 yang akan memanfaatkan sumber air dari Palukahan.
‎Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas distribusi serta memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang belum terlayani.
‎Dengan kondisi kemarau yang mulai terasa, sinergi antara pemerintah, Perumda, dan masyarakat menjadi kunci utama agar krisis air bersih di Kota Padang dapat ditekan seminimal mungkin.



‎Padang — Tantangan alam memaksa Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang untuk mengatur ulang strategi pemeliharaan infrastrukturnya. Akibat tingginya tingkat kekeruhan air baku yang dipicu faktor cuaca, jadwal pembersihan accelator di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun resmi mengalami penyesuaian.
‎Awalnya direncanakan lebih dini, agenda krusial ini kini diputuskan bergeser ke Jumat, 3 April 2026, mulai pukul 09.00 WIB. Langkah ini diambil sebagai respons teknis demi memastikan proses filtrasi tetap berjalan presisi meski beban sedimen pada air baku sedang meningkat tajam.
‎Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap kualitas. Menurutnya, pembersihan accelator sangat vital untuk membuang endapan lumpur yang dapat mengancam integritas distribusi air bersih ke masyarakat.
‎“Tingginya kekeruhan air baku mengharuskan kami adaptif dalam jadwal. Ini bukan sekadar teknis, tapi upaya menjaga agar air yang sampai ke rumah pelanggan tetap memenuhi standar kualitas dan keamanan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini, namun ini esensial untuk keandalan layanan jangka panjang,” ungkap Adhie Zein.
‎Seiring berjalannya pekerjaan, pelanggan di wilayah pelayanan pusat kota diimbau untuk segera melakukan langkah mitigasi. Penurunan tekanan air hingga terhentinya aliran secara total diprediksi akan terjadi selama proses teknis berlangsung.
‎Perumda Air Minum memastikan tim teknis akan bekerja secara maraton guna meminimalisir durasi gangguan. Masyarakat sangat disarankan untuk mulai mencadangkan air bersih sebelum waktu pengerjaan dimulai, demi menjaga kelancaran kebutuhan domestik hingga sistem distribusi kembali stabil.



‎PADANG — Menjelang tradisi mudik Lebaran, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumah dalam waktu lama. Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengingatkan pelanggan untuk memastikan seluruh instalasi air dalam kondisi aman demi menghindari lonjakan tagihan.
‎Pentingnya Pengecekan Instalasi
‎Hendra menekankan bahwa kelalaian kecil, seperti keran yang tidak tertutup rapat atau kebocoran halus pada pipa, dapat menyebabkan pemborosan air dalam jumlah besar. Karena meteran air tetap berputar selama air mengalir, pelanggan sering kali terkejut dengan tagihan yang membengkak saat kembali dari kampung halaman.
‎"Kami mengimbau pelanggan memastikan seluruh keran tertutup baik. Ini penting untuk mencegah pemborosan dan memastikan tagihan tetap terkontrol," ujar Hendra pada Rabu (11/3/2026).
‎Panduan Persiapan Sebelum Mudik
‎Agar momen mudik tetap nyaman tanpa kekhawatiran, Perumda AM Padang menyarankan langkah-langkah berikut:
‎Tutup Rapat Seluruh Keran: Periksa area dapur, kamar mandi, hingga keran halaman.
‎Cek Kebocoran Pipa: Pastikan tidak ada rembesan pada instalasi pipa di dalam rumah.
‎Matikan Pompa Air: Nonaktifkan pompa atau sistem penampungan jika tidak diperlukan.
‎Titip Pengawasan: Informasikan kepada tetangga atau kerabat untuk memantau kondisi rumah secara berkala.
‎Komitmen Pelayanan
‎Selain memberikan imbauan, Perumda AM Kota Padang memastikan bahwa distribusi air bersih bagi warga yang tidak mudik akan tetap berjalan normal. Petugas lapangan disiagakan untuk menjaga stabilitas layanan selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
‎Melalui langkah sederhana ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Lebaran dengan tenang sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketersediaan sumber daya air bersih di Kota Padang.



‎PADANG — Gema takbir yang kian dekat membawa serta nuansa kehangatan Lebaran bagi masyarakat Kota Padang. Di tengah hiruk-pikuk persiapan mudik dan silaturahmi, kenyamanan dalam memenuhi kewajiban domestik, seperti pembayaran rekening air, kini tak lagi menjadi beban pikiran. Perumda Air Minum (AM) Kota Padang hadir memastikan bahwa libur panjang Idul Fitri 1447 H tetap berjalan lancar dengan sistem layanan digital yang tangguh dan responsif.
‎Menyadari mobilitas masyarakat yang tinggi selama masa cuti bersama, Perumda AM Kota Padang memperkuat infrastruktur pembayaran online. Inisiatif ini merupakan wujud nyata transformasi digital perusahaan yang menempatkan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama. Kini, pelanggan tidak perlu lagi meluangkan waktu khusus untuk datang ke kantor pelayanan, karena akses pembayaran telah terintegrasi dalam satu genggaman.
‎Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, mengungkapkan bahwa momentum Lebaran seharusnya diisi dengan ketenangan tanpa rasa khawatir akan tunggakan layanan dasar.
‎"Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes air yang mengalir di rumah pelanggan dibarengi dengan kemudahan administratif. Selama libur Lebaran, seluruh kanal pembayaran digital kami tetap beroperasi penuh. Ini adalah komitmen kami untuk terus hadir melayani, kapan pun dan di mana pun pelanggan berada," ujar Adhie Zein dengan nada optimis.
‎Efisiensi di Balik Layar Digital
‎Melalui kolaborasi luas dengan berbagai mitra perbankan dan platform teknologi finansial, Perumda AM Kota Padang telah memangkas jarak dan waktu. Pelanggan dapat memanfaatkan fitur mobile banking, internet banking, hingga berbagai marketplace populer untuk menyelesaikan tagihan mereka.
‎Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah solusi cerdas bagi warga yang sedang menempuh perjalanan mudik atau tengah berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Transparansi dan kecepatan transaksi menjadi jaminan utama, sehingga potensi keterlambatan pembayaran dapat dieliminasi secara otomatis.
‎Inovasi untuk Kepuasan Publik
‎Lebih dari sekadar urusan transaksi, kemudahan ini mencerminkan visi Perumda AM Kota Padang untuk menjadi perusahaan daerah yang modern dan humanis. Adhie Zein menambahkan bahwa digitalisasi layanan ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi yang berujung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
‎“Teknologi adalah jembatan kami untuk lebih dekat dengan warga. Dengan memanfaatkan fasilitas pembayaran online, pelanggan tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga membantu kami menjaga stabilitas operasional layanan di lapangan selama masa libur,” tambahnya.
‎Dengan kesiapan layanan digital ini, Perumda AM Kota Padang mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut hari kemenangan dengan hati yang lapang. Mari jadikan momen Idul Fitri lebih bermakna dengan memastikan segala urusan administratif tuntas melalui cara yang praktis, cepat, dan aman.



‎PADANG – Bayang-bayang musim kemarau mulai menyentuh cakrawala Nusantara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi transisi cuaca akan segera melanda sejumlah wilayah di Indonesia, membawa hawa panas yang lebih menyengat dan intensitas hujan yang kian menipis. Di tengah ancaman kekeringan yang mengintai, ketersediaan air bersih menjadi diskursus krusial yang harus disikapi dengan langkah nyata.
‎Menanggapi fenomena alam ini, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang bergerak cepat dengan mengeluarkan imbauan strategis kepada seluruh pelanggan dan lapisan masyarakat. Bukan sekadar rutinitas tahunan, imbauan ini merupakan alarm bagi semua pihak untuk mulai mempraktikkan gaya hidup hemat air sebelum krisis benar-benar mengetuk pintu rumah.
‎Menjaga Hulu, Menghemat di Hilir
‎Kondisi sungai-sungai yang menjadi sumber air baku utama di Kota Padang sangat bergantung pada fluktuasi curah hujan. Penurunan debit air di hulu saat kemarau merupakan tantangan teknis yang harus dihadapi dengan manajemen distribusi yang presisi. Namun, upaya teknis dari operator saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan kesadaran kolektif di sisi konsumsi.
‎"Air adalah nadi kehidupan, dan di musim kemarau, setiap tetesnya menjadi kian berharga. Kami mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola pemakaian air—gunakan seperlunya dan hindari pemborosan untuk aktivitas yang bisa ditunda," ungkap Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal melalui Adhie Zein selaku Kasubag Humas dalam keterangan resminya.
‎Langkah Praktis Menghadapi Kekeringan
‎Sebagai langkah mitigasi, masyarakat disarankan untuk melakukan beberapa hal sederhana namun berdampak besar:
‎Menampung Air: Mulailah menyediakan cadangan air di bak penampungan atau tandon sebagai antisipasi jika terjadi penurunan tekanan distribusi secara mendadak.
‎Cek Kebocoran: Pastikan tidak ada kebocoran pada instalasi pipa di dalam rumah. Tetesan kecil yang terbuang percuma bisa mencapai puluhan liter dalam sehari.
‎Prioritas Pemakaian: Gunakan air secara bijak untuk kebutuhan primer seperti memasak dan mandi, serta membatasi penggunaan air untuk kegiatan sekunder seperti mencuci kendaraan atau menyiram halaman secara berlebihan.
‎Komitmen Pelayanan
‎Meski tantangan alam menghadang, Perumda AM Kota Padang berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas distribusi air bersih kepada pelanggan. Tim teknis disiagakan secara penuh untuk memantau titik-titik rawan kekeringan serta memastikan infrastruktur pengolahan tetap beroperasi optimal di tengah penurunan debit air baku.
‎Masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan jika terjadi kendala distribusi di wilayah mereka melalui saluran pengaduan resmi atau Call Center yang telah disediakan. Kolaborasi antara kebijakan pemerintah, kesiagaan operator, dan kesadaran masyarakat adalah kunci utama agar Kota Padang tetap tangguh melewati musim kemarau tahun ini.(*)



‎PADANG – Komitmen Perumda Air Minum Kota Padang dalam menjaga konsistensi layanan kepada masyarakat terus dibuktikan. Menanggapi fluktuasi debit air pada sumber Intake Pegambiran, perusahaan plat merah ini secara resmi menerapkan sistem penggiliran distribusi air. Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh pelanggan tetap mendapatkan akses air bersih secara adil dan merata.
‎Upaya Menjaga Stabilitas Distribusi
‎Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan langkah teknis yang paling efektif untuk menjaga tekanan air di tengah kondisi debit sumber yang sedang menyesuaikan.
‎"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada wilayah yang terabaikan. Penggiliran ini adalah bentuk manajemen distribusi agar pasokan air tetap menjangkau setiap rumah pelanggan yang terhubung dengan Intake Pegambiran," ujar Adhie Zein.
‎Jadwal Penggiliran Wilayah
‎Agar masyarakat dapat mengantisipasi kebutuhan harian, Perumda Air Minum Kota Padang telah menyusun jadwal distribusi yang terbagi menjadi tiga zona waktu:
‎Waktu DistribusiWilayah Layanan
‎08.00 – 14.00 WIBBerlian 8, Berlian 2 Atas, Berlian Raya (Blok M & R), Zamrud, dan Mutiara.
‎14.00 – 19.00 WIBBerlian 2 Bawah, Berlian Raya Blok L, Berlian 3, 4, 5, serta Mustika 8, 9, dan 13.
‎19.00 – 08.00 WIBKawasan Ampalu – By Pass.
‎Imbauan bagi Pelanggan
‎Mengingat kondisi debit air di intake sangat bergantung pada faktor alam, jadwal ini bersifat situasional. Pihak Perumda mengimbau kepada seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk:
‎Menampung air secukupnya saat distribusi mengalir.
‎Menyiapkan cadangan air untuk mendukung aktivitas rumah tangga selama masa penggiliran.
‎Memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi Perumda jika terjadi perubahan jadwal mendadak.
‎“Kami terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Fokus utama kami adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal meskipun dalam kondisi penyesuaian debit air,” tutup Adhie.
‎Dengan langkah proaktif ini, Perumda Air Minum Kota Padang berharap masyarakat dapat terus mendukung upaya pemeliharaan layanan demi kenyamanan bersama.



‎PADANG — Di era di mana kecepatan informasi menjadi napas utama pelayanan publik, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus bergerak dinamis. Tidak sekadar mengalirkan air ke rumah-rumah warga, perusahaan plat merah ini kini tengah mempercepat arus informasi melalui transformasi digital yang semakin masif.
‎Langkah terbaru yang menjadi sorotan adalah ajakan bagi seluruh pelanggan untuk memperbarui aplikasi Kaba Aia ke versi terbaru. Pembaruan ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen Perumda AM Kota Padang untuk menghadirkan layanan yang lebih responsif, akurat, dan transparan.
‎Kenyamanan di Ujung Jari
‎Melalui aplikasi Kaba Aia versi teranyar, batasan ruang dan waktu antara penyedia layanan dan masyarakat kian terkikis. Pelanggan kini tak perlu lagi meluangkan waktu khusus untuk datang ke kantor pelayanan demi sekadar mengecek tagihan atau mencari informasi gangguan. Semuanya tersaji secara real-time di layar ponsel.
‎Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pembaruan ini membawa stabilitas sistem yang lebih mumpuni dan fitur keamanan yang lebih terjamin.
‎"Melalui aplikasi Kaba Aia yang sudah diperbarui, pelanggan dapat dengan mudah memperoleh berbagai informasi layanan, mulai dari tagihan air, informasi gangguan distribusi, hingga pengumuman resmi perusahaan. Ini adalah jembatan komunikasi yang kami rancang agar lebih nyaman dan stabil bagi pengguna," ujar Adhie.
‎Visi Modernisasi Pelayanan
‎Senada dengan hal tersebut, Direktur Umum Perumda AM Kota Padang, Afrizal Kuniang, melalui Kasubag Humas menekankan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Versi terbaru Kaba Aia diharapkan menjadi kanal resmi yang paling efektif dalam meminimalisir sumbatan informasi.
‎Bagi manajemen, efektivitas komunikasi adalah fondasi kepercayaan pelanggan. Dengan fitur notifikasi yang lebih tajam, setiap informasi terkait distribusi air—termasuk jika terjadi kendala teknis di lapangan—dapat diterima oleh pelanggan dalam hitungan detik.
‎Ajakan Menuju Layanan Modern
‎Perumda AM Kota Padang kini mengajak seluruh warga kota untuk segera mengunduh atau memperbarui aplikasi Kaba Aia melalui Play Store maupun App Store. Langkah sederhana ini menjadi bagian penting dari ekosistem pelayanan publik yang lebih modern di Kota Padang.
‎Dengan optimalisasi layanan digital ini, Perumda AM Kota Padang membuktikan bahwa mereka tidak hanya fokus pada kualitas air yang mengalir, tetapi juga pada kualitas hubungan dan kemudahan yang dirasakan oleh setiap pelanggan. Sebuah langkah maju menuju pelayanan yang transparan, cepat, dan profesional.

 

‎PADANG – Kota Padang kembali mengukuhkan posisinya sebagai pusat ekonomi syariah di Indonesia. Dalam sebuah seremoni khidmat, Wali Kota Padang secara resmi menyerahkan Sertifikat Halal kepada Perumda Air Minum (AM) Kota Padang. Pencapaian ini menobatkan Perumda AM Kota Padang sebagai BUMD air minum pertama di luar Pulau Jawa—dan satu-satunya di Sumatera—yang berhasil meraih sertifikasi halal.
‎Jaminan ‘Halalan Thayyiban’ untuk Warga Kota
‎Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa air bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan pondasi kehidupan yang harus dijamin kesuciannya. Sertifikasi ini merupakan implementasi nyata dari UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
‎"Sertifikat ini bukan sekadar label, melainkan standar kualitas tinggi. Melalui audit ketat LPPOM MUI dan BPJPH, kita memastikan proses produksi air bersih bebas dari kontaminasi najis dan zat berbahaya. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami memberikan rasa aman bagi warga Kota Padang yang religius," ujar Wali Kota.
‎Sementara itu Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menjelaskan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari konsistensi perbaikan manajemen dan teknis selama beberapa tahun terakhir.
‎"Meraih sertifikasi halal untuk skala distribusi air kota adalah tantangan besar. Kami telah melalui proses audit yang sangat detail, mulai dari pemeriksaan sumber air baku, bahan kimia penjernih yang digunakan, hingga memastikan seluruh sistem perpipaan dan distribusi kita tidak terkontaminasi unsur non-halal," ungkap Hendra Pebrizal.
‎Beliau menambahkan bahwa keberhasilan ini melengkapi berbagai capaian yang telah diraih Perumda AM Padang sebelumnya dalam hal kesehatan dan manajemen:
‎Penerapan SJPH: Mengintegrasikan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) dari hulu hingga ke keran pelanggan.
‎Standar Kualitas: Mempertahankan kualitas air yang memenuhi standar Permenkes, yang kini diperkuat dengan aspek keagamaan (halal).
‎Efisiensi Operasional: Digitalisasi sistem pemantauan tekanan air dan kebocoran untuk memastikan pelayanan tidak terganggu.
‎"Kita menjadi satu-satunya PDAM di Sumatera yang memiliki sertifikat halal. Ini adalah kado untuk warga Kota Padang dan komitmen kami mendukung visi kota sebagai pusat ekonomi syariah," tegas Hendra.
‎Katalisator UMKM Naik Kelas dan Wisata Halal
‎Langkah progresif ini tidak hanya berdampak pada konsumsi rumah tangga, tetapi juga menjadi angin segar bagi sektor ekonomi kerakyatan. Dengan air baku yang telah tersertifikasi halal, para pelaku UMKM Kuliner di Kota Padang kini memiliki kemudahan akses untuk mengurus sertifikasi produk mereka.
‎Pencapaian ini secara strategis mendukung:
‎Program Unggulan (Progul) Wali Kota: Mewujudkan "UMKM Naik Kelas".
‎Ekosistem Wisata Halal: Memperkuat daya saing Sumatera Barat di kancah nasional dan internasional.
‎Target Nasional: Mendukung target wajib halal Oktober 2026.
‎Inovasi Layanan: Call Center 1500030
‎Bersamaan dengan penyerahan sertifikat, Pemerintah Kota Padang juga meluncurkan Call Center Perumda AM Kota Padang di nomor 1500030. Layanan ini dirancang sebagai pusat kendali informasi dan pengaduan yang terintegrasi langsung dengan petugas lapangan.
‎Kepala BPJPH Wilayah Sumbar, Riau, Kepri, dan Jambi, Ikrar Abdi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. "ini menjadi satu-satunya PDAM di Sumatera yang memiliki sertifikat halal.  komitmen kami mendukung visi kota sebagai pusat ekonomi syariah," tegasnya
‎Tentang Perumda AM Kota Padang:
‎Perumda Air Minum Kota Padang terus berkomitmen menghadirkan layanan air bersih yang berkualitas, aman, dan inovatif demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi syariah di Sumatera Barat.



‎PADANG – Di tengah suasana malam yang tenang, Rabu (4/3/2026), tim teknis Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang terlihat tetap beraktivitas di kawasan Banda Bakali, Jati Parak Salai, Kelurahan Sawahan Timur. Di bawah sorot lampu penerangan, para pekerja tampak fokus melakukan perapian serta relokasi jaringan pipa distribusi air bersih.
‎Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pengawas teknis di lapangan menjelaskan bahwa perapian ini menyasar pipa distribusi yang terhubung ke Saluran Rumah (SR).
‎"Pekerjaan ini tidak hanya bertujuan menjaga kestabilan tekanan air dan mencegah kebocoran, tetapi juga merupakan bentuk komitmen kami dalam merapikan infrastruktur jaringan," ujar pengawas teknik tersebut di sela-sela pekerjaannya.
‎Salah satu fokus utama dalam pengerjaan kali ini adalah memindahkan posisi pipa yang sebelumnya berada di bawah fondasi bangunan rumah warga. Langkah ini diambil agar jaringan pipa tidak lagi mengganggu struktur bangunan dan memudahkan akses pemeliharaan di masa depan.
‎"Karena pipa sebelumnya berada di bawah fondasi rumah warga, kami relokasi ke area bahu jalan. Dengan posisi baru ini, pengerjaan di kemudian hari tidak akan lagi mengganggu kenyamanan warga," tambahnya.
‎Dalam menjalankan tugasnya, tim teknis Perumda AM Kota Padang sangat memperhatikan prosedur keselamatan. Penggalian dilakukan dengan cermat di luar badan jalan—sekitar setengah meter dari tepi perkerasan—dengan kedalaman yang telah disesuaikan agar tetap aman bagi pengguna jalan dan tidak merusak struktur infrastruktur di sekitarnya.
‎Pihak Perumda AM memastikan bahwa setelah proses relokasi ini selesai, aliran air ke rumah pelanggan akan kembali normal dan lebih stabil. Selain mencegah penurunan tekanan air, langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kerusakan pipa dan mempermudah tim lapangan dalam melakukan perawatan rutin tanpa harus mengganggu aktivitas masyarakat.



Padang – UPZ Perumda Air Minum Kota Padang bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Cabang Sumatera Barat menyalurkan sebanyak 300 Paket Ramadhan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Padang. Penyaluran dilaksanakan selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Maret 2026, di tiga wilayah yakni Batu Busuak, Tabiang Banda Gadang, dan Kuranji.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Ramadhan yang bertujuan membantu masyarakat dhuafa, khususnya yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu. Bantuan paket Ramadhan berisi kebutuhan pokok untuk menunjang kebutuhan pangan keluarga selama bulan suci.

Di Kelurahan Tabiang Banda Gadang, bantuan disambut hangat oleh warga dan pemerintah setempat. Ibu Rini Yuwira selaku perwakilan Kelurahan Tabiang Banda Gadang menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Alhamdulullah kami mewakili Kelurahan Tabiang Banda Gadang mengucapkan terima kasih banyak kepada IZI dan Perumda Air Minum Kota Padang telah menyalurkan bantuan paket Ramadhan kepada warga kami yang sebagian besar terdampak bencana banjir lalu. Semoga apa yang disalurkan menjadi ladang amal yang berlipat di sisi Allah, aamiin.”

Hal serupa juga disampaikan oleh Bapak Syafrizal selaku Lurah Kuranji.
“Terima kasih kami ucapkan kepada IZI dan Perumda Air Minum Kota Padang sudah menyampaikan bantuan paket Ramadhan ke kelurahan kami. Untuk penentuan penerima manfaat kami buat merata dari wilayah Kelurahan Kuranji dan yang paling membutuhkan. Semoga ini menjadi amal ibadah dan Pengurus IZI serta Karyawan Perumda Air Minum Kota Padang diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah, aamiin.”

Di wilayah Batu Busuak, salah satu penerima manfaat, Brahma Aditya Putra, turut menyampaikan rasa syukurnya.
“Terima kasih untuk Perumda Air Minum Kota Padang yang sudah memberikan bantuan berupa paket Ramadhan. Semoga menjadi amal untuk donatur.”

Emidawati selaku RT 01 Batu Busuak juga mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya dari Perumda Air Minum dan IZI. Semoga murah rezeki dan sehat selalu. Aamiin.”

Kepala Cabang IZI Sumatera Barat, Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga zakat dan UPZ dalam menyalurkan amanah donatur.

“Alhamdulillah, melalui Program Ramadhan Inisiatif Zakat Indonesia Sumatera Barat, kami dapat kembali menyalurkan amanah paket ramadhan dari para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini donatur paket Ramadhan yaitu UPZ Perumda Air Minum Kota Padang. Kami juga mengajak para bapak dan ibu untuk turut mendoakan donatur kita yang telah menyisihkan sebagian hartanya. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala berlipat ganda, melapangkan rezekinya, serta memberkahi harta dan keluarganya.”

Dengan tersalurkannya 300 Paket Ramadhan di tiga wilayah tersebut, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh demi kesejahteraan umat.



Padang - dalam menjaga standar kualitas dan higienitas air bersih bagi masyarakat, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang kembali melaksanakan agenda perawatan rutin berupa pengurasan reservoir. Langkah preventif ini krusial untuk memastikan air yang didistribusikan tetap sehat, aman, dan layak konsumsi sesuai standar kesehatan yang berlaku.
‎Menjaga Standar Kualitas Secara Berkelanjutan
‎Reservoir berfungsi sebagai titik krusial penampungan air sebelum dialirkan ke pelanggan. Secara alami, proses distribusi dan produksi dapat menyisakan sedimen halus atau partikel lumpur yang mengendap di dasar tangki. Jika dibiarkan, akumulasi endapan ini berpotensi memengaruhi kejernihan air serta efisiensi sistem distribusi.
‎Pembersihan menyeluruh yang mencakup pengurasan sedimen, sterilisasi dinding tangki, hingga inspeksi instalasi pendukung merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat perusahaan untuk menjamin keberlanjutan mutu layanan.
‎"Pengurasan ini adalah langkah proaktif, bukan karena air dalam kondisi kotor. Kami membersihkan sedimen alami secara berkala agar kualitas air yang sampai ke rumah pelanggan tetap terjaga mutunya," ujar Adhie Zein, Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang.
‎Informasi Gangguan Layanan & Wilayah Terdampak
‎Sehubungan dengan pekerjaan teknis pada Reservoir Utara, manajemen menginformasikan bahwa pengerjaan akan dilaksanakan pada:
‎Hari/Tanggal: Sabtu, 21 Februari 2026
‎Waktu: 09.00 WIB s.d. Selesai
‎Wilayah yang terdampak meliputi:
‎Tabing, Linggarjati, Asrama Haji, Dadok Tunggul Hitam, Siteba, Lubuk Buaya, RSUD, RS Baiturrahmah, Padang Sarai, hingga kawasan Lapas Anak Air.
‎Imbauan bagi Pelanggan
‎Demi kenyamanan bersama, manajemen mengimbau para pelanggan di wilayah terdampak untuk:
‎Menampung air secukupnya sebelum jadwal pengerjaan dimulai.
‎Menggunakan air secara bijak selama masa pemeliharaan berlangsung.
‎"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat gangguan distribusi sementara ini. Langkah ini merupakan tanggung jawab kami untuk memberikan pelayanan air bersih yang aman dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Padang," tutup Adhie.



Padang – Kepedulian terhadap ketersediaan air bagi masyarakat terus ditunjukkan oleh Perumda Air Minum (AM) Kota Padang. Pada Minggu (25/1/2026), BUMD kebanggaan masyarakat Kota Padang ini kembali menyalurkan bantuan kedua berupa pipa berdiameter DN 280 milimeter kepada warga Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.

Bantuan tersebut diperuntukkan sebagai saluran sementara irigasi, menyusul adanya gangguan aliran air yang berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian dan kebutuhan air harian warga setempat. Penyaluran pipa dilakukan langsung di lokasi dan diserahkan melalui Prof. Jamens Helyward, yang selama ini berperan aktif dalam menyampaikan aspirasi serta kebutuhan warga Lambung Bukit.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan fungsi sosial, terutama saat masyarakat menghadapi kondisi darurat yang berkaitan dengan air.

“Perumda AM Padang tidak hanya berorientasi pada pelayanan pelanggan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan air. Bantuan pipa DN 280 MM ini adalah bentuk respons cepat kami atas kebutuhan riil warga Lambung Bukit,” ujar Adhie Zein, Minggu (25/1/2026).

Menurut Adhie, pemilihan pipa dengan diameter besar tersebut telah melalui pertimbangan teknis agar mampu mengalirkan debit air yang memadai. Dengan demikian, saluran sementara ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas aliran air, khususnya untuk keperluan irigasi lahan pertanian warga.

“Pipa DN 280 MM memiliki kapasitas aliran yang cukup besar. Ini penting agar distribusi air tetap optimal, meskipun sifatnya sementara. Kami ingin memastikan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pertanian, tidak terhenti akibat kendala infrastruktur air,” jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan ini merupakan bantuan kedua yang disalurkan Perumda AM Padang untuk wilayah Lambung Bukit. Hal tersebut menunjukkan adanya perhatian berkelanjutan, bukan sekadar respons sesaat.

“Kami memahami bahwa persoalan air tidak bisa diselesaikan dengan solusi instan. Karena itu, bantuan ini menjadi langkah awal untuk menjaga kondisi tetap stabil, sembari mendorong solusi jangka panjang yang lebih permanen,” tegas Adhie.

Lebih lanjut, Adhie menyampaikan bahwa Perumda AM Padang akan terus melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan pipa tersebut di lapangan, serta membuka ruang koordinasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.

“Kolaborasi adalah kunci. Kami akan terus berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, pemerintah setempat, dan warga untuk memastikan bantuan ini benar-benar memberikan manfaat maksimal. Jika masih ada kebutuhan lanjutan, tentu akan kita kaji bersama,” katanya.

Sementara itu, warga Lambung Bukit menyambut positif penyaluran bantuan tersebut. Mereka menilai kehadiran Perumda AM Padang di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa perusahaan daerah tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan air minum, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap keberlangsungan hidup warga.

Dengan penyaluran bantuan pipa DN 280 MM ini, Perumda Air Minum Kota Padang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan air masyarakat serta memperkuat peran BUMD sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik dan kepedulian sosial.

(Mond)



#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah

 ‎

‎PADANG – Pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 lalu, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang menunjukkan progres pemulihan yang signifikan. Hingga Jumat (23/1/2026), tingkat pelayanan distribusi air bersih dilaporkan telah menyentuh angka 99 persen, mendekati kondisi normal sepenuhnya.
‎Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa krisis tersebut merupakan salah satu tantangan operasional terbesar dalam sejarah perusahaan. Pada puncak bencana, hampir 90 persen wilayah layanan terdampak akibat kerusakan infrastruktur pipa dan penurunan drastis kualitas air baku.
‎Akselerasi Pemulihan dan Solusi Teknis Melalui manajemen krisis yang terukur, Perumda AM berhasil memulihkan 77 persen layanan hanya dalam waktu satu minggu pertama. Fokus utama diarahkan pada fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan kawasan padat penduduk guna menjaga stabilitas sanitasi masyarakat.
‎Meskipun wilayah selatan telah pulih total, Hendra mengakui masih terdapat tantangan teknis di wilayah utara dan pusat kota. Kerusakan pipa berat di empat kompleks perumahan serta tingginya kadar sedimen (kekeruhan) pada air baku di transmisi Gunung Pangilun menjadi hambatan utama dalam mencapai kapasitas produksi ideal 500 liter per detik.
‎"Kami mengedepankan prinsip safety first. Produksi tidak akan dipaksakan jika standar keamanan dan kualitas air belum terpenuhi, meskipun infrastruktur sudah mulai stabil," tegas Hendra.
‎Komitmen Kemanusiaan dan Mitigasi Kemarau Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Perumda AM telah mendistribusikan sedikitnya 27 juta liter air bersih secara gratis melalui armada mobil tangki dan unit penampungan (tedmon) di titik-titik kritis. Langkah ini didukung oleh kolaborasi lintas sektoral, termasuk bantuan dari Politeknik Negeri Padang.
‎Menghadapi transisi ke musim kemarau, Perumda AM kini mulai menyiagakan pompa cadangan untuk mengantisipasi penurunan debit air baku. Hendra juga menghimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hemat air serta menjaga kelestarian lingkungan sungai sebagai sumber utama air baku kota.


 
PADANG – Pasca-bencana yang mengubah peta aliran sungai di Kota Padang, air bersih kini menjadi barang mewah sekaligus kebutuhan paling mendasar. Fenomena pendangkalan sungai dan keringnya sumur resapan warga memaksa banyak pihak untuk bergerak cepat. Merespons krisis ini, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus konsisten berada di garda terdepan guna memastikan tidak ada warga yang kehausan.

‎Hingga Selasa (20/1/2026), armada tangki Perumda AM Kota Padang terpantau masih aktif menyisir pemukiman. Hebatnya, bantuan ini tidak hanya menyasar pelanggan resmi, tetapi juga warga non-pelanggan yang terdampak parah. Perumda AM menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, misi kemanusiaan berdiri di atas segalanya.

‎Kerja keras ini didukung penuh oleh sinergi lintas instansi. Sejak pertengahan Januari, BPBD, BNPB, dan PMI turut memperkuat armada distribusi. Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa meskipun didistribusikan oleh berbagai instansi, seluruh pasokan air tetap bersumber dari intake berkualitas milik Perumda di Palukahan dan Sikayan.

‎"Kami memastikan kualitas air tetap terjaga. Kolaborasi ini adalah kunci agar bantuan sampai ke titik terjauh yang paling membutuhkan," ujar Adhie.

‎Hingga saat ini, tercatat sebanyak 24.876,75 meter kubik air bersih telah mengalir ke tangan warga. Angka ini menjadi bukti nyata konsistensi layanan di tengah tantangan alam yang berat. Direksi Perumda AM pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mitra seperti Damkar, Dinas PU, dan BWSS V yang telah bahu-membahu dalam misi pemulihan ini.

‎Bagi warga Padang, deru mesin mobil tangki kini bukan sekadar suara kendaraan, melainkan simbol harapan dan solidaritas untuk bangkit kembali.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.