Latest Post



Surabaya, Maklumatnews.co.id - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama di Surabaya merekomendasikan sembilan strategi kebijakan program outlook 2003. Sembilan program outlook 2023 ini disusun tim Balitbang-Diklat Kemenag yang telah bertransformasi menjadi Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumberdaya Manusia.

“Saya bersyukur kerja-kerja Balitbang Diklat selama ini mendapat apresiasi dan pengakuan dari seluruh unit eselon I Kemenag. Sembilan strategi kebijakan itu telah resmi menjadi keputusan Rakernas. Kini kita harus mengawal hasil-hasil Rakernas itu dengan maksimal,” tegas Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Suyitno usai penutupan Rakernas di Surabaya, Minggu (5/2/2023). Rakernas Kementerian Agama berlangsung dua hari, 4 – 5 Fabruari 2023.

Sembilan kebijakan itu meliputi Akselerasi Moderasi Beragama dalam Menangkal Potensi Politik Identitas, Advokasi Perizinan Rumah Ibadah dan Penguatan Sistem Peringatan Dini Konflik Keagamaan, Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Penyuluh Agama, dan Percepatan Sertifikasi halal.

Kemudian, Mempertahankan Kepuasan Layanan Penyelenggaraan Haji, Inovasi dan Optimalisasi Sertifikasi Tanah Wakaf dan Pengawasan Dana Sosial, Peningkatan Profesionalisme ASN Kemenag, Akselerasi Regulasi Layanan Keagamaan, serta Transformasi Kelembagaan Pendidikan Agama dan Keagamaan, Alih Status dan Kemandirian Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Suyitno mencontohkan, menghadapi tahun politik 2023-2024, Kemenag mewaspadai lahirnya potensi yang bisa menyebabkan disintegrasi bangsa. Kegiatan keagamaan yang seharusnya mengajak masyarakat hidup damai dan penuh semangat persaudaraan, bisa saja disusupi agenda politik yang penuh agitasi dan propaganda yang memecah belah masyarakat.

“Atas dasar pemikiran ini, (adanya) potensi penggunaan politik identitas dalam tahun politik 2023, (maka) akselerasi penguatan Moderasi Beragama menjadi keniscayaan,” paparnya. 

Selanjutnya, terkait persoalan rumah ibadah. Pascareformasi, peristiwa penolakan pendirian rumah ibadah masih terjadi, terkadang menjadi faktor penyebab timbulnya konflik. Meski telah diatur dalam PBM tahun 2006, masih terdapat umat beragama yang mendirikan rumah ibadah tidak sesuai ketentuan, atau menggunakan bangunan bukan rumah ibadah untuk peribadatan.

“Kami mencatat masih banyak peristiwa perselisihan di kalangan umat beragama dalam hal pendirian rumah ibadat. Tentu ini menjadi konsen kita. Melalui strategi kebijakan yang tepat kita berharap persoalan yang terus berulang ini dapat diatasi,” ujarnya.

Guru besar UIN Raden Fatah Palembang ini menambahkan, persoalan layanan keagamaan strategis lainnya adalah bimbingan dan kepenyuluhan agama kepada masyarakat. Penyuluh agama memiliki peran penting dalam menumbuhkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional.

“Mengingat tantangan berat yang dihadapi bangsa Indonesia di tahun-tahun mendatang, tuntutan terhadap profesionalisme penyuluh agama semakin meningkat. Hal tersebut membutuhkan regulasi yang bisa mendorong kinerja penyuluh,” imbuhnya.

Karena sudah menjadi rekomendasi Rakernas, lanjut Suyitno, strategi kebijakan dalam outlook tahun 2023 tersebut harus menjadi pedoman dalam penyusunan rencana aksi seluruh satker Kemenag dalam layanan keagamaan, pendidikan agama dan keagamaan, dan tata kelola serta akuntabilitas birokrasi. Outlook Kemenag tahun 2023 ini disusun oleh Balitbang Diklat melalui diskusi panjang dengan melibatkan para pimpinan satuan kerja (satker) Kemenag, baik pusat maupun daerah. Strategi kebijakan ini disusun, dengan mengacu pada Renstra Kemenag tahun 2020-2024 dan Program Prioritas Kemenag. Strategi Kebijakan juga disusun, setelah melihat berbagai tantangan persoalan yang dihadapi Kemenag, baik yang berskala global, maupun nasional,tutupnya.



Surabaya , Maklumat.co.id - Rektor UIN IB, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag tahun 2023 di Surabaya, Sabtu (4/2/2023).

Rakernas yang dibuka oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengangkat tema “Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat”.

Tahun 2023 dideklarasikan oleh Menag sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Menag berpesan agar seluruh jajarannya ikut berupaya dalam mencegah politisasi agama di rumah ibadah dan lingkungan masyarakat sebab sudah menjadi tugas ASN Kemenag untuk memastikan kerukunan umat tetap terjaga baik di tahun politik.

Selain itu, Menag juga berpesan seluruh jajaran di bawah Kemenag untuk dapat memberikan respons cepat, jelas, detail, serta tepat atas semua isu dan masalah keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat. Respons cepat sangat penting karena selain dapat menenangkan publik, juga merupakan upaya untuk mengedukasi masyarakat.

Hal lain yang juga ditekankan oleh Menag dalam Rakernas, yaitu profesionalisme ASN, komitmen anti korupsi, realisasi program prioritas, dan target 10 juta sertifikasi halal.

Rektor UIN IB dalam pesannya sewaktu dihubungi oleh humas mengajak kepada seluruh ASN di bawah naungan UIN Imam Bonjol Padang untuk menindaklanjuti amanat Menag tersebut dengan fokus bekerja serta menjadikannya prioritas dalam pelaksanaan program kerja di tahun 2023.

Acara yang dilaksanakan secara blended ini dihadiri secara langsung 294 peserta dari unsur Pejabat Unit Eselon I, II, III, dan IV Kemenag Pusat, Staf Ahli, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menag, Pimpinan PTKN, Kepala Kanwil Kemenag dan bergabung secara daring para Kepala Kankemenag kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

 

Payakumbuh — Penjabat Wali Kota Payakumbuh bersama Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh menyerahkan bantuan serta asupan gizi untuk anak stunting dan keluarga yang terdampak kemiskinan ekstrim di dua lokasi berbeda.

Lokasi pertama di Kelurahan Nunang Daya Bangun. Bersama Himpunan Berstau Teguh (HBT), Wako Rinda Ananda memberikan bantuan untuk 3 anak stunting dan satu keluarga terdampak kemiskinan ekstrim.

“Untuk anak stunting ini merupakan asupan bulan ke tiga. Terimakasih kita ucapkan kepada perkumpulan HBT, yang telah peduli dengan masyarakat sekitar,” kata Rida Ananda didampingi Kadis DP3AP2KB di Keluarga Nunang Daya Bangun, Jumat (3/02/23).

“Dari laporan kader yandu NDB, perkembangan anak-anak kita ini cukup bagus. Mudah-mudahan dengan bantuan bulan ke tiga ini anak kita ini bisa bebas dari stunting,” harapnya.

Dilokasi kedua tepatnya Kelurahan Tanjuang Gadang Sungai Pinago, tiga keluarga dari kelurahan berbeda telah menunggu kedatangan Wako Rida bersama istri.

“Disini ada tiga anak stunting dari Kelurahan Tanjuang Gadang Sungai Pinago, Kubu Gadang dan Parit Rantang. Kami sangat prihatin melihat kondisi anak-anak ini,” ucapnya.

“Berkat gerak cepat Lurah bersama tim di lapangan, kita langsung datangi. Dan ini akan menjadi tanggung jawab kita bersama sampai anak ini bebas dari stunting,” lanjutnya.

Rida mengatakan persoalan stunting dan ekonomi ekstrem menjadi tugas khusus Wali Kota dari Presiden RI Joko Widodo. Selain itu, juga sudah menjadi kewajiban sosial baginya sebagai kepala daerah.

“Semoga keluarga-keluarga ini bisa bangkit kembali dari keterpurukan pasca pandemi Covid-19. Dorongan dan motivasi positif akan terus kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Thomas selaku Ketua HBT menyebut HBT siap bersinergi bersama pemerintah daerah untuk bekerja sama dalam berbagai hal, termasuk dalam kegiatan sosial seperti saat ini.

“Kami siap berkolaborasi. Semoga sedikit bantuan dari kami bisa meringankan beban saudara kita ini,” ucapnya.

Dikesempatan itu, Lurah Nunang Daya Bangun Firman Hadi memberikan keterangan bagaimana kondisi keluarga tersebut. Warga ini sebelumnya tinggal dan berjualan di lingkungan SMPN 1 Payakumbuh.

Namun, karena pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu membuat sekolah tatap muka dihentikan, maka secara langsung juga membuatnya dan keluarga tak bisa lagi berjualan di sekolah.

“Kini sang suami bekerja serabutan di pasar Ibuh sebagai pembungkus tahu dan istrinya saat ini tidak bekerja lagi. Kita akan mendaftarkan warga ini ke dinas sosial. Terimakasih kepada Wako dan HBT yang telah memberikan bantuan,” pungkasnya. (MS)

 

Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Payakumbuh mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) terkait percepatan penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem bertempat di Aula Randang Balai Kota Payakumbuh, Jumat (3/02/23).

Rakor tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda di dampingi oleh Sekretaris Daerah Dafrul Pasi serta kepala OPD terkait.

Dalam sambutannya, Wako Rida Ananda mengatakan digelarnya rakor adalah tindak lanjut instruksi Presiden untuk mempercepat penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Kegiatan rakor ini untuk menindaklanjuti upaya penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kota Payakumbuh sesuai dengan instruksi Presiden angka stunting dan angka kemiskinan ekstrem harus diturunkan,” katanya.

Berdasarkan hasil SSGI tahun 2022, Prevalensi Stunting Kota Payakumbuh 17,8% dibawah rata-rata Nasional, Provinsi dan dibawah target kinerja Kota Payakumbuh tahun 2022 sebesar 18%.

Rida mengharapkan kedepannya karena sudah diketahui angka stunting dan kemiskinan ekstrem di Kota Payakumbuh tentu menjadi satu fokus sasarannya dalam menurunkan angka tersebut.

“Harapan ke depannya, tentu dengan adanya koordinasi baik dari TPPS dan OPD terkait, Seluruh program menjadi satu fokus sasarannya untuk menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem,” harap Rida.

Senada, Kepala Bappeda Kota Payakumbuh Yasrizal mengatakan ada beberapa objek yang harus di jadikan fokus yaitu Pencegahan pernikahan dini guna mengurangi angka keturunan stunting, Pencegahan stunting dengan memaksimalkan pola asuh anak dalam keluarga, Pengoptimalan peran kader BKB dalam usaha pencegahan dan penanganan stunting, Penambahan pengetahuan tentang stunting dan Usaha peningkatan gizi.

Ditambahkan Yasrizal Rakor ini juga bertujuan untuk menguatkan sinergi dan kepedulian TPPS dalam rangka koordinasi dan evaluasi terhadap stunting kompetensi.

“Tujuan pertemuan ini juga untuk menguatkan sinergi dan kepedulian tim percepatan penurunan stunting dalam rangka koordinasi dan evaluasi terhadap stunting kompetensi yang dilaksanakan oleh OPD terkait baik secara serentak, terprogram maupun lintas sektor,” jelas Yasrizal.

Diakhir penyampaiannya, Yasrizal berharap semoga dengan adanya kegiatan ini semakin memupuk serta menguatkan semangat sebagai tim penurunan stunting sehingga bisa menurunkan angka stunting di Kota Payakumbuh sehingga bisa menghasilkan generasi muda yang sehat jasmani dan rohani serta bisa bermanfaat bagi masyarakat. (MS)

 

Payakumbuh — Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda hadir di seputaran wilayah tempat olahraga di pinggiran bantaran sungai batang agam, kelurahan Tanjung Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Jumat (3/2) pagi.

Kehadiran orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota Payakumbuh itu untuk bersilaturahim bersama rekan-rekan tenaga kebersihan yang sedang bertugas agar tetap terjaganya area di seputaran tempat olahraga tersebut.

Kedatangan Wako Rida selepas menghadiri kegiatan Gemapatas bersama kantor Pertanahan Kota Payakumbuh itu turut disambut langsung Kepala Dinas PUPR Muslim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Desmon Corina dan Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda, Olahraga Delni Saputra, Sekretris Camat Payakumbuh Barat Aulia Fajrin, Lurah Tanjung Pauh Suci Amelia Putri, dan Direktur Utama Pamtigo Kota Payakumbuh Khairul Ikhwan.

Dalam kesempatan itu, Rida memberikan apresiasi yang tinggi kepada para petugas kebersihan bersama dari 3 (tiga) OPD yakni Dinas PUPR, Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga, Dinas Lingkungan Hidup dan dibantu dari BUMD Perumda Tirta Sago Kota Payakumbuh yang telah bekerja dengan ikhlas dan semangat untuk merawat serta menjaga area di seputaran tempat olahraga di pinggir bantaran sungai Batang Agam tersebut.

“Hari ini dapat kita saksikan area olahraga bagi seluruh warga Kota Payakumbuh ini bersih dari semak. Terimakasih kepada rekan-rekan semua yang telah menjaga dan merawat tempat ini,” ucap Rida.

Dijelaskan Rida bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh saat ini tengah membangun Kota Payakumbuh. Salah satu yang dilakukan ialah pembangunan infrastruktur tempat kebugaran (olahraga) bagi warga Kota Payakumbuh.

“Alhamdulillah dengan hadirnya rekan dari satgas kebersihan, tempat yang sudah kita bangun ini jadi selalu bersih dan terjaga. Sehingga warga yang ingin berolahraga disini merasa nyaman dan bahagia,” ujarnya.

Untuk terus terjaga dan terawatnya area olahraga tersebut, Rida meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian dan kebersihan aset kebanggaan masyarakat Payakumbuh itu, dan meminta dinas terkait bersama Pamtigo Kota Payakumbuh untuk selalu menyusun jadwal tetap agar rekan dari dinas dapat hadir dilokasi guna menjaga dan merawat tempat olahraga bersama di pinggir bantaran sungai batang agam tersebut. (MS)

 

Payakumbuh — Guna menyukseskan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023 di Kota Payakumbuh, Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Payakumbuh menghelat Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas) bidang tanah yang berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, Gemapatas merupakan upaya meningkatkan kesadaran untuk menandai kepemilikan tanah bagi seluruh warga Indonesia. Sehingga Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menginisiasi Gemapatas bagi sebanyak 1 juta patok tanah secara serentak pada Jumat (3/02/23).

Pemasangan sejuta patok tanah ini juga akan dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bentuk apresiasi kepada Kementerian ATR/BPN.

Berlangsung secara simbolis di kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat, dan berlangsung serentak di seluruh Indonesia, kegiatan Gemapatas dihadiri Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda bersama Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra Elvi Jaya didampingi Sekretaris Camat Payakumbuh Barat Aulia Fajrin dan Lurah Ibuh Yose Nurwahid beserta jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh dan kantor ATR/BPN Kota Payakumbuh.

“Gemapatas ialah gerakan yang baru pertama kali dilaksanakan semenjak Republik Indonesia berdiri,” ujar Kepala kantor Pertanahan Kota Payakumbuh Heddy Saragih setelah menghadiri secara virtual kegiatan Gemapatas bagi sejuta patok tanah se-Indonesia.

Disampaikan Heddy kepada Wali Kota Payakumbuh bahwa di Kota Payakumbuh telah dipasang patok atau tanda batas tanah sebanyak 50 (lima puluh) patok bidang tanah yang berada di wilayah administrasi kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat.

“Pemasangan patok merupakan kewajiban masyarakat sebelum mendaftarkan tanahnya, agar saat petugas pengukuran mengukur batas tanah, dapat lebih mudah dan cepat. Selain itu, untuk pengamanan aset dan menjamin kepastian batas bidang tanah,” katanya. 

Patok dipasang oleh masing-masing pemilik tanah dengan persetujuan pemilik tanah yang berbatasan, sehingga batas bidang tanah semakin jelas dan bisa mencegah sengketa batas yang selama ini sering terjadi. 

Patok bisa dari beton, besi, atau pipa paralon dengan panjang  minimal 50 cm, diameter sekurang-kurangnya 5 cm, lalu ditanam dengan kedalaman 30 cm dan sisanya setinggi 20 cm di permukaan tanah.

Mendengar atas penyampaian dari kepala kantor ATR/BPN Kota Payakumbuh tersebut, Wako Rida Ananda mengucapkan apresiasi atas inovasi yang telah digagas oleh Kementrian ATR/BPN.

“Tentu, selama ini dapat kita lihat jika terkait dengan persoalan tapal batas patok bidang tanah merupakan persoalan yang sering membuat warga saling berselisih. Tapi, Alhamdulilah, untuk Kota Payakumbuh hal ini tidak ada terjadi, karna warga Kota Payakumbuh sangat menjunjung tinggi rasa toleransi antar sesama,” ungkap Rida.

“Akan tetapi, jika ada sedikit kendala dan hambatan yang ditemui, maka warga mengutamakan untuk menyelesaikan hambatan itu dengan cara musyawarah serta mufakat,” lanjutnya.

Orang nomor satu di lingkup pemerintah Kota Payakumbuh itu menyampaikan bahwasanya atas Gemapatas yang dilaksanakan oleh kantor pertanahan ini dapat diambil hikmahnya bersama, dimana niat dari pihak pertanahan ini agar dalam melaksanakan patok batas ini, agar tidak ada lagi caplok mencaplok tanah yang terjadi diantara masyarakat yang selama ini sering terjadi.

Setelah mengikuti secara virtual, Kepala Kantor Pertanahan Kota Payakumbuh Heddy Saragih mangajak Wali Kota untuk melaksanakan pemasangan patok batas bidang tanah yang berada di sebelah kantor kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat. (MS)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.