Latest Post

 

Payakumbuh — Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda bersilaturahmi dan beraudiensi dengan ikatan alumni (ILUNI) SMPN 1 Payakumbuh di rumah dinasnya, Minggu (12/02/23) malam.

Acara yang berlangsung hangat itu dipandu oleh Herman R (Ujang Niar) yang tak asing lagi di telinga para alumni SMPN 1 Payakumbuh.

Kedatangan Ketua ILUNI SMPN 1 Payakumbuh Adel Noviarman beserta pengurus itu adalah dalam rangka bersilaturahmi usai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) ILUNI akhir tahun lalu. Mereka ada rencana melaksanakan temu reuni akbar yang direncanakan akan dihelat pada 25 April mendatang.

“Untuk tahap awal kami membentuk Panitia Putiah Dongker SMPN 1 Payakumbuh Maimbau Pulang. Harapan kami temu reuni akbar alumni ini bisa menghasilkan berbagai ide, gagasan, dan solusi bagaimana agar dunia pendidikan di Kota Payakumbuh semakin lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya.

Dari sisi Kepala Sekolah Defi Marlitra yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah menyampaikan dukungan alumni kepada sekolah cukup tinggi, sehingga sampai saat ini SMPN 1 Payakumbuh terus berupaya mendulang prestasi hingga ke tingkat nasional.

“Sekolah juga telah melaksanakan wisuda tahfiz, lomba bidang studi, lomba olahraga, dan lomba seni budaya. ini semua tentu berkat dukungan Pemko Payakumbuh dan alumni,” ujarnya.

Ketua Panitia Putiah Dongker SMPN 1 Payakumbuh Maimbau Pulang yang diwakili oleh Nofyan Yunaz menyampaikan acara temu reuni akbar adalah kegiatan jangka pendek ILUNI, mangundang tamatan 1968 sampai 2012, diperkirakan dihadiri 1500 orang, baik dari alumni di rantau maupun yang ada di kampung.

“Dalam acara ini nanti ada bakti sosial, dan juga ada pelantikan pengurus ILUNI yang baru saja terpilih pada Oktober 2022 lalu,” jelasnya.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Rida Ananda menyampaikan dirinya menyambut baik rencana ILUNI SMPN 1 Payakumbuh dengan kegiatan temu reuni akbar pada H+3 Idul Fitri nanti, Pemko akan mendukung penuh kegiatan sepanjang memiliki tujuan untuk memajukan dunia pendidikan.

“Kita melihat kegiatan ILUNI tak hanya memikirkan pengembangan sarana dan prasarana sekolah saja, tapi juga ada kegiatan bakti sosial. Dari rencana kegiatan yang sudah dipaparkan, Insyaallah kita akan ikut langsung dalam acara tersebut,” ujarnya.

Terkait program bakti sosial ILUNI nanti, Rida mengusulkan agar dapat disinkronkan dengan 3 program utamanya sebagai kepala daerah untuk dapat dituntaskan, yakni pengendalian inflasi, terutama cabe, bawang, dan beras, serta pengentasan kemiskinan esktrem dan stunting.

“Mungkin saja masih ada keluarga alumni yang masih belajar di SMPN 1 Payakumbuh, lalu mereka mengalami kendala stunting dan ekonomi ekstrem, mereka bisa diintervensi oleh kegiatan bakti sosial ILUNI SMPN 1 Payakumbuh,” ujarnya.

Yang penting, kata Rida, sebagai kepala daerah pihaknya terbuka untuk menampung aspirasi dari insan pendidikan, apalagi ada program Rida Menyapa yang merupakan program Rida yang dilaksanakan dua kali sebulan, setiap hari jumat pukul 2 melalui aplikasi zoom, disini secara langsung Rida merespon masukan dan keluhan dari masyarakat.

Dalam giat itu juga diserahkan SK ILUNI untuk didaftarkan ke Kesbangpol, karena telah mengantongi akta notaris, sehingga organisasi ini memiliki kekuatan hukum. (MS)

 

Payakumbuh — Sebanyak 35 orang mahasiswa yang tersebar di berbagai kelurahan dari Kecamatan Payakumbuh Barat menerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Payakumbuh, Minggu (12/02/23).

Penyerahan bantuan sebesar Rp.1 juta per orang secara simbolis itu dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh bersama Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda, Ketua Baznas Kota Payakumbuh Hamdi Syofian beserta pengurus, Kabag Kesra Efrizal, orang tua/wali, dan mahasiwa/i penerima bantuan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Rida Ananda menyampaikan pihaknya optimis program pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam tujuan utama pembangunan daerah tahun 2022 hingga 2026 dapat berjalan kedepannya, melalui sinergi yang baik antar sektor yang ada.

“Salahsatu bentuk sinergi itu adalah kegiatan hari ini. Ada Baznas yang bersama kita untuk membantu warga yang kurang mampu,” ujarnya.

Rida mengakui anggaran pemerintah daerah terbatas, maka salahsatu sumber dana itu ada di Baznas dari zakat yang ditunaikan oleh umat Islam.

“Kami apresiasi Baznas Kota Payakumbuh yang bekerja dengan amanah dan terus berupaya mencarikan sumber dana zakat untuk dapat membantu warga kita yang kesulitan secara ekonomi,” ujarnya.

Rida menambahkan, kendati Baznas dapat membantu masyarakat, penerimanya pun tentu diseleksi secara independen dan disurvei terlebih dahulu, supaya bantuan tepat sasaran sesuai aturan tentang penyelenggaraan zakat.

“Jangan pernah kehilangan harapan, kita tentu tak ingin generasi muda kita sampai putus sekolah, nantinya mereka kita harapkan menjadi SDM yang kapabel dalam menghadapi tantangan hidup kedepan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Baznas Hamdi Syofian menyebut di Kecamatan Payakumbuh Barat ada lebih dari 170 usulan bantuan yang diterima Baznas, maka setelah diseleksi dan disurvey melalui lembaga independen, didapatlah 35 penerima untuk kali ini.

“Penyerahannya pun sudah non tunai, kita tidak lagi memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai sejak tahun lalu,” ujarnya.

Hamdi menyebut, pihaknya akan terus berusaha meningkatkan paluang untuk mendulang dana zakat dari muzakki yang ada, termasuk dari berbagai pengusaha di Kota Payakumbuh. Tentu ini butuh dukungan dari pemda dan masyarakat.

“Mudah-mudahan dana zakat kita bertambah lebih banyak dan tentu kita bisa membantu lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan. Kami sampaikan apresiasi kepada para muzakki, semoga kami dapat terus mengemban tugas mulia ini, dan yang terlibat dengan ini juga diberkati oleh Allah SWT,” harapnya. (MS)

 

Payakumbuh — Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan wadah salah satu pendidikan formal bagi anak usia dini, yang sangat berperan penting dalam membentuk karakter anak dan diharapkan dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang gemilang.

Dalam rangka mempererat silaturahmi dan membicarakan program kerja Himpaudi tahun 2023, Himpaudi Kecamatan Payakumbuh Selatan mengadakan rapat bulanan yang bertempat di Kantor Lurah Padang Karambia, Kamis (9/02/23).

Rapat Bulanan Himpaudi juga dihadiri oleh Camat Payakumbuh Selatan Agus Rubiono, Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Junaidi, Lurah Padang Karambia, serta guru dan pengurus PAUD Se Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh yang juga selaku narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Ditambahkan Junaidi, salah satu fokus Pemerintah Kota Payakumbuh saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tutur Junaidi.

Adapun 10 indikator PHBS yaitu :

  1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan.
  2.    Memberi ASI ekslusif.
  3. Menimbang balita setiap bulan.
  4. Menggunakan air bersih.
  5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
  6. Menggunakan jamban sehat.
  7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu.
  8. Makan buah dan sayur setiap hari.
  9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
  10. Tidak merokok di dalam rumah.

Dilanjutkannya, Stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan balita. Dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal keluarga, hingga para calon ibu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin, serta memeriksakan kandungan empat kali selama kehamilan.

Bersalin di fasilitas kesehatan, melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan berupayalah agar bayi mendapat colostrum air susu ibu (ASI). Berikan hanya ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan.

Setelah itu, ASI boleh dilanjutkan sampai usia 2 tahun, namun berikan juga makanan pendamping ASI. Jangan lupa pantau tumbuh kembangnya dengan membawa buah hati ke Posyandu setiap bulan.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah berikanlah hak anak mendapatkan kekebalan dari penyakit berbahaya melalui imunisasi yang telah dijamin ketersediaan dan keamanannya oleh pemerintah. Masyarakat bisa memanfaatkannya dengan tanpa biaya di Posyandu atau Puskesmas.

“Pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua (seorang ibu) maka, dalam mengatur kesehatan dan gizi di keluarganya. Karena itu, marilah ibu-ibu yang tergabung dalam HIMPAUDI memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengubah perilaku yang bisa mengarahkan pada peningkatan kesehatan gizi ibu dan anak khususnya di Kota Payakumbuh,” tutupnya.

Senada, Camat Payakumbuh Selatan Agus Rubiono mengatakan Stunting atau kekurangan gizi yang berimbas pada gagalnya tumbuh kembang bayi dan balita ditargetkan turun 14 persen hingga 2024. Untuk itu menurunkan tingkat stunting di Kota Payakumbuh butuh edukasi dan kolaborasi semua pihak.

“Diharapkan kita sebagai pelayan masyarakat dapat memberikan edukasi menyeluruh kepada para orang tua agar anak kita tidak stunting, dimulai dengan pengetahuan pra pernikahan, kehamilan, dan pentingnya edukasi 1000 hari pertama kehidupan,” pungkasnya. (MS)

 

Payakumbuh — Dalam rangka percepatan rilis publikasi Payakumbuh Dalam Angka 2023 yang merupakan salah satu rujukan dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan pembangunan, BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Payakumbuh menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang bertempat di Ballroom Hotel Mangkuto, Kamis (9/02/23).

FGD dibuka secara resmi oleh Penjabat Wali Kota Payakumbuh yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Elfriza Zaharman serta dihadiri Kepala OPD terkait.

Dalam sambutannya, Elfriza Zaharman menyampaikan Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan suatu pembangunan daerah dapat dilihat dari kondisi data statistik, karena pada dasarnya data sangat diperlukan sebagai acuan dalam mengambil kebijakan guna mencapai tujuan pembangunan yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dan sinergitas yang baik antara BPS dengan pemerintah daerah.

“Kerjasama dan sinergitas yang baik terus terjalin antara BPS dengan pemerintah daerah. Sehingga, terciptanya komitmen bersama dalam menghasilkan data yang akurat dan terpercaya sesuai dengan prosedur dan kaidah yang ada,” ujarnya.

Ditambahkan, Elfriza Zaharman atau yang akrab disapa Cece ini mengatakan sesuai amanat Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, walidata yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh sebagai Walidata bersama BPS Kota Payakumbuh sebagai Pembina Data dapat melakukan kerjasama dengan Sumber Data untuk percepatan rilis Publikasi Kota Payakumbuh Dalam Angka 2023, karena data yang dipublikasikan sangat ditunggu.

“Selanjutnya pada kesempatan ini, saya juga mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi Dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani BPS Kota Payakumbuh yang baru saja sama-sama kita saksikan pencanangannya. Kita semua menjadi saksi dan turut bersama-sama mendukung, menginformasikan agar BPS Kota Payakumbuh dapat menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani,” terang Cece.

Diakhir sambutannya Cece berpesan agar semua pihak terkait dapat melaksanakan FGD dengan sebaik-baiknya demi tercapainya tujuan bersama.

“Pada pelaksanaan FGD ini saya berpesan agar semua yang terkait dengan kegiatan ini baik Walidata, Pembina data maupun sebagai Sumber data dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga demi tercapainya tujuan dari FGD ini. Lakukan verifikasi, validasi dan konfirmasi terkait. Selalu melakukan perbaikan terhadap konsep dan definisi, karena perbedaan konsep definisi akan berakibat fatal dalam pemberian informasi yang sebagai akibatnya akan berdampak dalam pengambilan keputusan,” pungkas Cece.

Senada, Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Junaidi mengatakan Diskominfo selaku wali data bekerjasama dengan OPD untuk mengelurakan buku Payakumbuh Dalam Angka 2023. Buku ini bertujuan untuk menjadi rekomendasi dan acuan bagi OPD untuk mengambil kebijakan kedepan.

“Untuk itu marilah kita selaku OPD terkait mengumpulkan data secara valid, demi terwujudnya keselarasan data sehingga penerbitan buku Payakumbuh Dalam Angka 2023 dapat dirilis dan menjadi acuan bagi OPD untuk mengambil kebijakan kedepan,” Ujarnya

Junaidi juga menyebut hingga akhir tahun 2022, penyelenggaraan statistik sektoral di Kota Payakumbuh berjalan dengan baik.

“Maka dari itu dengan data yang Bapak/Ibu berikan akan sangat bermanfaat untuk pembangunan Kota Payakumbuh kedepannya,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala BPS Kota Payakumbuh Dessi Febriyanti mengatakan untuk tahun ini FGD penyusunan publikasi PDA tahun 2023 dilakukan lebih awal karena adanya percepatan rilis publikasi serentak seluruh Indonesia.

Ditambahkan Desi, Data yang berkualitas dapat diperoleh melalui proses penentuan kebutuhan data prioritas, intergal, dan mekanisme forum data. BPS sebagai pembina statistik bertugas melaksanakan tugas statistik yang berkualitas untuk Indonesia maju serta membina kelembagaan melalui sistim statistik nasional yang berkesinambungan.

“FGD sangat penting diselenggarakan karena merupakan muara dari seluruh aktifitas yang dilaksanakan baik melalui kegiatan sensus, survei maupun kompilasi produk administrasi dengan harapan tersajinya data statistik yang lebih akurat dan tepat waktu. Untuk itu diharapkan kerja sama OPD terkait dalam pemberian data yang akurat sehingga mendapatkan hasil terbaik untuk Payakumbuh Dalam Angka tahun 2023,“ pungkasnya. (MS)

 

Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh tidak pernah berhenti untuk melakukan percepatan penurunan Stunting di daerah, hal ini terlihat dari kegiatan-kegiatan yang terus dilaksanakan oleh Pemko Payakumbuh dibawah komando Penjabat Wali Kota Rida Ananda, baik itu kegiatan aksi langsung memberikan bantuan ke warga yang terindikasi dampak Stunting serta kegiatan berupa Bimbingan Teknis di lingkup Pemerintah Kota Payakumbuh dalam mencari cara langkah cepat untuk penurunan angka Stunting di daerah.

Sebelumnya, Pemko Payakumbuh telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) secara struktural yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, dan wakil ketua ditunjuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Ketua TP-PKK dan Dinas P3AP2KB sebagai sekretaris TPPS.

Bappeda Kota Payakumbuh selaku wakil TPPS, laksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan aksi konvergensi stunting Kota Payakumbuh Tahun 2023, Kamis (9/02/23).

Dengan menghadirkan narasumber dari Tenaga Ahli LGCB ASR (Local Government Capacity Building For Acceleration of Stunting Reductioin) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Drs. M. Widodo Agustanto, SE, M.Pd serta menghadirkan perwakilan dari PD terkait dan petugas gizi dari setiap Puskesmas di Kota Payakumbuh, Bimtek yang berlangsung di aula kantor Bappeda lantai II bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM pengelola data Stunting di Kota Payakumbuh.

Mengawali sambutannya, kepala Bappeda Kota Payakumbuh Yasrizal katakan jika Bimtek yang dihelat yakni guna mempersiapkan penyusunan 8 (delapan) aksi konvergensi stunting tahun 2023 dan persiapan penilaian kinerja stunting tahun 2022 Kota Payakumbuh.

“Dalam mengawal 8 aksi konvergensi ini merupakan tugasnya Bappeda,” kata Fitria Nazmi Kepala Bidang Sosial dan Budaya mewakili kepala Bappeda Kota Payakumbuh.

Adapun untuk 8 aksi konvergensi Stunting, yakni ;

  1. Analisis situasi,
  2. Rencana Kegiatan,
  3. Rembuk stunting,
  4. Perwako tentang peran desa/kelurahan,
  5. Pembinaan KPM,
  6. Sistem Manajemen Data,
  7. Pengukuran dan publikasi, dan
  8. Reviu kinerja tahunan.

Dengan dilaksanakan Bimtek 8 aksi konvergensi Stunting, Fitri sampaikan jika di tahun 2023 diharapkan kepada seluruh Perangkat Daerah pengampu stunting agar dapat menyediakan data baik data sasaran, data cakupan layanan esensial dengan 29 indikator dan data cakupan supply dengan 35 indikator.

“Pengampu Stunting merupakan Perangkat Daerah yang bertanggung jawab untuk intervensi stunting baik intervensi spesifik dan sensitif,” ungkapnya.

Selain itu, Fitri katakan juga bahwa setiap Perangkat Daerah terkait nantinya memiliki tugas untuk melaksanakan pemetaan program, kegiatan dan sub kegiatan dengan mempedomani Surat Edaran Kemendagri nomor 400.5/8476/SJ perihal pemetaan program, kegiatan dan sub kegiatan yang mendukung percepatan penurunan stunting di daerah.

Fitri berharap dengan dilaksanakannya bimbingan teknis konvergensi Stunting di Kota Payakumbuh, prevalensi stunting Kota Payakumbuh tahun 2023 turun sesuai dengan target yang telah di tetapkan oleh pemerintah pusat.

Penurunan prevalensi stunting pada tahun 2024 dengan target 14 persen menjadi agenda utama Pemerintah Republik Indonesia. Upaya percepatan pencegahan stunting agar konvergen, baik pada perencanaan, pelaksanaan, termasuk pemantauan dan evaluasinya di berbagai tingkat pemerintahan, termasuk desa dalam percepatan pencegahan stunting. Hal itu disampaikan Drs. M. Widodo Agustanto, SE, M.Pd selaku narasumber yang ditunjuk dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan aksi konvergensi stunting Kota Payakumbuh Tahun 2023.

Sementara itu, dihubungi terpisah Ketua Pengarah TPPS Kota Payakumbuh Rida Ananda, mengatakan penurunan stunting tidak dapat serta merta langsung tetapi secara bertahap harus dilakukan pembinaan sejak dini. Meskipun angka prevalensi di Kota Payakumbuh sudah mulai mendekati target nasional, Wali Kota Payakumbuh itu mengingatkan agar tidak tidak meremehkan namun tetap disiplin melakukan pencegahan.

“Berdasarkan hasil SSGI tahun 2022 prevalensi stunting Kota Payakumbuh yakni 17,8 persen turun 2,2 persen dari tahun 2021 yang berada pada angka 20 persen,” ungkap Rida kepada media.

Stunting memiliki dampak yang sangat besar pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

Orang nomor satu di lingkup pemerintah Kota Payakumbuh itu menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting mulai dari pernikahan. Untuk itu, dalam kesempatan tersebut dilakukan komitmen bersama termasuk dengan Kantor Urusan Agama dalam urusan pernikahan.

Tidak lupa, dalam kesempatan tersebut Rida Ananda memberikan apresiasi kepada seluruh Tim Penanganan Penurunan Stunting yang telah berjuang hingga Kota Payakumbuh telah bergerak cepat sehingga angka Stunting mendekati target nasional.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat termasuk peran media dalam menyiarkan kegiatan penurunan stunting yang dilakukan oleh TPPS sehingga terbentuk kepedulian dan pencegahan secara mandiri. (MS)

 

Payakumbuh — Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda menyerahkan secara simbolis bantuan sembako kepada warga kurang mampu yang termasuk kedalam kategori rentan terdampak stunting di kantor Lurah Nunang Daya Bangun (NDB), Kecamatan Payakumbuh Barat, Selasa (7/02/23). Bantuan yang dibagikan kepada 14 KK warga di kelurahan NDB itu merupakan program dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Payakumbuh.

Bersama Ketua BAZNAS Kota Payakumbuh Hamdi Sofyan, Lurah NDB Firman Hady dan Bhabinkamtibmas NDB Joko Tri, Rida Ananda menyerahkan bantuan berupa beras 5Kg, minyak goreng, kacang hijau, susu kemasan, gula dan teh.

Usai menyerahkan bantuan sembako, Wako Rida menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada Baznas Kota Payakumbuh yang telah aktif dan rutin memberikan bantuan untuk warga yang membutuhkan di Kota Payakumbuh.

“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Payakumbuh, yang secara nyata ikut membantu Pemko Payakumbuh dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Rida.

Terkait dengan program dari BAZNAS yang telah berjalan, Rida berharap program itu dapat terus berlanjut, hingga nantinya di Kota Payakumbuh tidak ada lagi data warga yang masuk kedalam kategori miskin ekstrim.

Rida mengungkapkan jika pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kerjasama dari seluruh unsur dan elemen agar warga sejahtera.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu adanya sinergitas dengan semua pihak,” lanjut orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota Payakumbuh itu.

Diungkapkan Rida, bantuan untuk anak yang tergolong Stunting yang dilakukan BAZNAS Kota Payakumbuh tentu sejalan dengan ketugasan dan visi Pemerintah Kota untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Diakhir penyampaiannya, Rida turut menghimbau bila ada warga yang memiliki usaha dan sedang mengalami kendala agar dapat untuk menyampaikan kepada kelurahan, dan untuk hal ini nanti warga tersebut akan diberikan bantuan agar usahanya dapat kembali stabil,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Payakumbuh Ustadz Hamdi Sofyan meminta doa kepada seluruh warga agar program yang telah disusun oleh BAZNAS untuk kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh dapat berjalan dengan lancar.

“Semoga kami dapat bekerja dengan baik bersama Pemko Payakumbuh, untuk kemasyalahatan semua warga Kota Payakumbuh,” tutup Hamdi. (MS)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.