Surau Sungkai 2 Tahun Berdiri, 2 Kali Laksanakan Khatam Qur'an
Tanah Datar, Maklumatnews - Ditahun kedua berdirinya Surau Sungkai jorong Pabalutan nagari Rambatan kembali laksanakan kegiatan Khatam Qur'an kepada 23 orang muridnya.
Hal itu disampaikan pengurus Surau Sungkai Eli Adrial ketika memaparkan kondisi Surau yang baru berdiri sejak tahun 2021 silam pada perayaan Khatam Qur'an ke 2 di Lokasi Surau tersebut, Minggu (18/2).
Dikatakan Eli Adrial, "Surau Sungkai merupakan salah satu Surau tertua di Jorong Pabalutan yang keberadaanya sudah sejak ratusan tahun lalu dengan beratapkan ijuk dan berdindingkan " Sasak Bugih" (Anyaman Bilah Bambu) dengan tinggi 5 anak tangga".
"Seiring perjalanan waktu, di Jorong Pabalutan juga didirikan banyak Surau - Surau kaum sehingga Surau Sungkai hanya menjadi Surau keluarga dan kemudian hampir roboh karena keluarga hampir semuanya mencari penghidupan dan berkiprah di luar daerah bahkan diluar provinsi sehingga Surau terbengkalai".
"Namun pepatah " Sajauh-jauah tabang nyo Bangau, baliakannyo ka kubangan juo" berlaku bagi keluarga Sungkai, hasil rembuk keluarga menghasilkan kesepakatan, Surau Sungkai harus didirikan dan diaktifkan kembali dan terealisasi pada tahun 2021 lalu dengan bangunan permanen yang dikerjakan secara bertahap". Urai Eli Adrial lagi.
"Kedepannya sesuai rencana, Surau Sungkai akan mengembangkan sarana dan prasarana dengan membangun pemondokan dan rumah tahfidz sehingga pembelajaran seni baca Alquran juga seiring dengan pembentukkan Akhlak yang Islami", pungkas Eli Adrial.
Bupati Tanah Datar yang diwakili Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD-PPKB) Abdurrahman Hadi Menyampaikan apresiasi serta penghargaan yang tinggi atas kegiatan di Surau Sungkai ini karena sejalan dengan salah satu program pemerintah daerah Tanah Datar terkait "satu rumah satu Tahfidz".
"Pemda Tanah Datar selalu mendukung dan mensupport kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat, apalagi kegiatan Khatam Qur'an juga sejalan dengan upaya Pemda dalam menjadikan kabupaten Tanah Datar menjadi kabupaten Tahfidz dengan program 1 rumah 1 Tahfidz".
"Namun diharapkan kepada anak-anak didik peserta Khatam hari ini bahwasanya Khatam Qur'an bukan berarti selesainya membaca Al-Qur'an, tetapi merupakan awal untuk mempelajari Alquran secara mendalam baik dalam makna dan penafsirannya", ujarnya lagi
Pada kesempatan itu, Abdurrahman Hadi atas nama bupati membuka secara langsung pelaksanaan Khatam Qur'an di Surau Sungkai yang ke 2 sekaligus meresmikan pemakaian nama baru untuk Surau Sungkai menjadi Surau Nur Sa'adah.
Turut hadir pelaksanaan Khatam Qur'an kali ini, kepala Kemenag Tanah Datar diwakili Kepala KUA Rambatan, Camat Rambatan yang diwakili Sekcam, Ninik Mamak, Tokoh Masyarakat jorong Pabalutan dan undangan lainnya. (Pinos)
Payakumbuh — Bersama ratusan masyarakat Kota Payakumbuh, Penjabat Wali Kota Rida Ananda dan Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Elfriza “Chece” Rida mengikuti senam pagi bersama di Medan Nan Bapaneh, Ngalau Indah, Minggu (19/02/23) pagi.
Rida Ananda menyebut geliat olahraga di Kota Payakumbuh cukup tinggi, termasuk acara senam yang sudah menjadi kegiatan rutin setiap pagi di akhir pekan. Ditambah dengan suasana yang asri dan udara yang sejuk menambah kenikmatan berolahraga di Kota Randang.
“Payakumbuh punya banyak opsi berolahraga, mau joging dan senam ke Ngalau, Kawasan Batang Agam, Objek Wisata Ngalau Indah, Panorama Ampangan, Kawasan Padang Kaduduak, dan banyak lainnya. Juga kalau mau main futsal, basket, voli, skateboard, sepatu roda, panahan, bulu tangkis, takraw, dan lainnya sudah ada sarana dan prasarana pendukungnya,” ujarnya.
Ditambahkan Rida, pemerintah Kota Payakumbuh terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan dasar harus sehat terlebih dahulu, karena menurutnya percuma mencari duit banyak-banyak kalau tubuh tidak sehat, untuk itu perlu juga berolahraga sesekali untuk melatih tubuh.
“Jangan cuma di rumah saja, mari kita nikmati betapa nyaman, asri, dan indahnya lingkungan kita. Pokoknya hidup sehat menjadi tujuan utama kita, lansia jarang sakit, anak stunting berkurang, dan menciptakan keluarga yang berkualitas sumber dayanya,” pungkas Rida.
Dari pantauan kamera media, kehadiran Wako dalam senam bersama pagi itu tampak antusias disambut masyarakat, tak sedikit yang meminta foto untuk mengabadikan momen kedekatan bersama penjabat kepala daerah yang ditunjuk dan mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo itu. (MS)
Payakumbuh — Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda membuka secara resmi Seminar Nasional Sertifikasi Digital Tenaga Teknis Kefarmasian dan Study Kasus Produk Tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang digelar oleh Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) PC Kota Payakumbuh di Aula Balai Inseminasi Buatan, Kota Payakumbuh, Minggu (19/02/23).
Dalam acara tersebut, juga hadir Ketua PD PAFI Sumatera Barat, Dasril Munir, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Wawan Sofianto, Ketua PC PAFI Kota Payakumbuh Asmarini, Ketua Organisasi Profesi se Kota Payakumbuh. Untuk narasumber dari Diskominfo Batri Anugrah, Sekretaris Pengurus Daerah PAFI Sumatera Barat Indrawati Amin, Ketua Divisi Reistrasi Konsil Kefarmasian Indonesia, Maryani Hadi, Kepala Loka POM Kota Payakumbuh Iswandi.
Ketua PC PAFI Kota Payakumbuh Asmarini mengatakan seminar ini diikuti oleh 250 peserta tenaga teknis kefarmasian dari kabupaten/kota se Provinsi Sumatera Barat, bahkan ada juga dari provinsi tetangga.
“Acara ini juga merupakan rangkaian kegiatan memeriahkan HUT PAFI ke 77 tahun yang jatuh pada 13 Februari 2023,” ujarnya.
Asmarini menambahkan, baik apotek maupun tenaga kefarmasian harus mengantongi beberapa legalitas supaya dapat beroperasi dan tidak melanggar aturan. Maka diperlukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mereka memiliki sertifikat kompetensi.
“Di samping itu, kita juga aktif melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap obat-obat berbahaya dan ilegal di Kota Payakumbuh bersama mitra kerja terkait,” tegasnya.
Terkait dukungan PAFI terhadap program Pj. Wako dalam mengentaskan stunting, Asmarini menyebut keterlibatan PAFI diperlukan mengingat penanganan stunting sangat komprehensif, tidak bermula saat anak lahir saja, tetapi pada saat masih dalam kandungan.
“Kami memberikan vitamin dan tablet penambah darah kepada ibu hamil, diharapkan tenaga kefarmasian juga aktif memberikan informasi terkait pentingnya asupan gizi dan vitamin bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua PD PAFI Sumatera Barat, Dasril Munir menyampaikan apresiasi kepada PC PAFI Kota Payakumbuh yang telah mengangkat kegiatan ini dan menggelarnya dengan baik.
Menurutnya tenaga kefarmasian butuh untuk diberikan pembekalan seperti seminar, apalagi mereka yang baru saja lulus dari perguruan tinggi.
“Kami PD PAFI Sumbar sangat mendukung kegiatan ini, kami melihat pesertanya juga ada dari daerah lain di Sumbar, luar biasa,” ungkapnya didampingi Wakil Ketua Vivaldi Ersil, Pengurus PD PAFI Sumatera Barat Netty Kumala Sari, dan Sekretaris PC PAFI Pesisir Selatan Fifi Indria Ningsih.
Sementara itu, Pj. Wako Rida Ananda mengatakan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) memainkan peranan penting dalam pembangunan sektor kesehatan di Indonesia. Dengan memastikan ketersediaan, kualitas, dan keamanan obat dan pengobatan bagi masyarakat, dengan cara menjaga standar kualitas obat dan pengobatan.
“PAFI berperan dalam menjaga kualitas obat dan pengobatan yang digunakan oleh masyarakat dengan memastikan bahwa obat dan pengobatan yang dihasilkan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ujarnya.
Ditambahkannya, PAFI menyediakan informasi tentang obat dan pengobatan kepada masyarakat, termasuk informasi mengenai efek samping obat, cara penggunaan, dan interaksi obat.
“PAFI bekerja sama dengan pemerintah dan institusi kesehatan lainnya untuk meningkatkan akses terhadap obat dan pengobatan di seluruh Indonesia,” kata Rida.
Rida mengharapkan keterlibatan PAFI memberikan edukasi tentang penggunaan obat yang benar dan aman kepada masyarakat, termasuk mengenai dosis yang tepat, cara penggunaan, dan efek samping yang mungkin terjadi.
“Seperti yang sama-sama kita ketahui, PAFI berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan mengawasi penggunaan obat yang berpotensi berbahaya dan memberikan informasi tentang obat-obatan yang aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Rida menyebut kehadiran PAFI ada untuk memperkuat peran farmasis sebagai tenaga kesehatan dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi farmasis serta mempromosikan praktik farmasi yang aman dan efektif. Sehingga dengan melakukan sertifikasi digital tenaga teknis kefarmasian memberikan kepercayaan bagi konsumen bahwa tenaga teknis tersebut memenuhi standar dan kompetensi yang dibutuhkan untuk menangani tugas-tugas farmasi.
“Dengan adanya seminar digitalisasi sertifikat kompetensi tenaga farmasi, diharapkan anggota Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Kota Payakumbuh dapat meningkatkan kesadaran profesional. Sertifikasi digital tenaga teknis kefarmasian dapat membantu meningkatkan kesadaran profesional dan memperkuat tanggung jawab etis di antara tenaga teknis tersebut,” jelasnya.
Terakhir, Rida menyampaikan perlunya meningkatkan kualitas pelayanan farmasi, tenaga teknis yang bersertifikat digital kefarmasian diharapkan dapat memberikan pelayanan farmasi yang berkualitas tinggi dan memenuhi standar terbaik dalam industri farmasi.
“Selain meningkatkan peluang karir, sertifikasi digital tenaga teknis kefarmasian dapat meningkatkan kredibilitas di antara para profesional farmasi. Sehingga memenuhi persyaratan regulasi. Sertifikasi digital tenaga teknis kefarmasian dapat membantu memenuhi persyaratan regulasi yang ditetapkan oleh lembaga pemerintah dan organisasi terkait,” pungkasnya. (MS)
Payakumbuh --- Ratusan siswa-siswi SMAN 2 Payakumbuh tampak antusias mengikuti sosialisasi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Payakumbuh di lapangan basket sekolah, Jumat (17/2).
Kegiatan itu diisi dengan sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasikonal Kartu Indonesia Sehat dan pengenalan kanal-kanal layananan secara digitalisasi, senam bersama, dan motivasi semangat hidup sehat.
Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Cabang Payakumbuh Israd Akbar mengatakan sosialisasi yang dilaksanakan BPJS kali ini merambat ke sekolah-sekolah, dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada satuan pendidikan formal dan non formal sesuai dengan surat Edaran Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 5 Tahun 2022.
Diharapkan dengan promosi pola hidup sehat sejak dini, para pelajar SMA dapat terhindar dari risiko tersebut. Apalagi, usia 10-19 tahun termasuk kategori usia terbanyak dari total jumlah penduduk Indonesia.
Pada proyeksi 2010 – 2035 pun, usia angkatan kerja di Indonesia sudah dimulai sejak 2012. Meningkatnya usia angkatan kerja (bonus demografi) harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan agar bisa terserap dalam pasar kerja yang kompeten. Inilah salah satu alasan “BPJS Kesehatan Goes to School” diadakan.
“BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh ingin mengoptimalkan potensi bonus demografi melalui sektor kesehatan,” tuturnya.
Selain edukasi tentang pola hidup sehat sejak dini, menurut Israd, kegiatan “BPJS Kesehatan Goes to School” juga diharapkan dapat membentuk serta meningkatkan rasa kepedulian, kerelaan membantu sesama dan gotong royong dalam diri para pelajar. Terutama dalam hal pelaksanaan program jaminan kesehatan di Indonesia.
“Mari kita bayangkan. Jika ada satu orang peserta JKN-KIS melakukan operasi ginjal dengan biaya ratusan juta. Dengan iuran rata-rata Rp. 35.000,- maka butuh ribuan orang peserta JKN-KIS yang sehat dan membayar iuran. Kalau hanya peserta sakit saja yang membayar iuran dan tidak membayar iuran lagi ketika sudah sehat, dari mana kita bisa membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan?,” jelasnya.
Maka dari itu, ujar Israd, peran generasi muda dalam mengawal keberlangsungan program JKN-KIS di Indonesia sangatlah besar. Apalagi dengan digitalisasi saat ini, anak-anak usia sekolah sudah terbiasa dengan gadget, sehingga mereka bisa menyampaikan kepada keluarga saat ini sudah dipermudah dengan kehadiran aplikasi mobile JKN.
"Kalau dulu biasanya datang ke faskes dengan membawa kartu KIS, sekarang sudah bisa dengan pakai KTP saja atau menunjukkan kartu digital dari aplikasi Mobile JKN, kemudahan yang sudah ada hari ini tidak lepas dari adanya masukan dan saran dari peserta JKN KIS," ujarnya.
Bahkan, kata Israd, sejak 2020, BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh juga telah menyediakan mobile costumer service. Dimana ada mobil pelayanan yang memberikan beberapa layanan sama seperti di kantor cabang.
Pelayanan ini diagendakan secara berkala ke setiap daerah, apalagi nagari-nagari di Kabupaten Limapuluh Kota dan Tanah Datar.
"Bisa disebut kami berkantor di luar. Gunanya untuk menjangkau daerah yang kesulitan mengakses pelayanan ke kantor cabang, karena wilayah kerja kami cukup luas, yakni 3 kota dan kabuparen di Sumbar," ujar Israd.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Payakumbuh Dafrimal mengatakan dirinya menyambut baik kehadiran BPJS di sekolah yang dipimpinnya, menurutnya jaminan kesehatan ini sangat dibutuhkan oleh siswa sekolah, apalagi ada instruksi Presiden RI Joko Widodo, apabila ada yang mau kuliah, maka harus ikut menjadi peserta BPJS.
"Apalagi aplikasinya yang diakses melalui smartphone, juga akan memudahkan masyarakat," ujarnya.
Ditambahkan Dafrimal tak hanya bagi siswa dan guru saja, program JKN-KIS juga sangat penting bagi pensiunan guru, di hari tua mereka tentu membutuhkan jaminan kesehatan.
"Kami warga SMAN 2 Payakumbuh menyampaikan terima kasih banyak atas pelayanan jemput bola yang diberikan oleh BPJS Kesehatan. Harapan kami kerja sama ini bisa ditingkatkan dan diteruskan, sehingga setiap ada masalah dengan urusan pelayanan kesehatan, itu bisa teratasi," pungkasnya.
Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh dibawah komando Penjabat (Pj) Wali Kota Rida Ananda tidak pernah berhenti untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI, Joko Widodo dalam penanganan Stunting, pencegahan inflasi dan mengentaskan kemiskinan ekstrim di daerah.
Dalam menjaga pengendalian inflasi, Rida Ananda telah banyak melakukan langkah konkrit melalui sinergitas Dinas Pertanian, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Sosial dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Payakumbuh.
Terlihat pada Jumat (17/02/23) orang nomor satu di lingkup pemerintah Kota Payakumbuh itu turun langsung menyerahkan bantuan berupa bibit cabe dan bantuan pupuk untuk kelompok PKH (program keluarga harapan) kelurahan Padang Sikabu, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina).
Didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Ifon Satria, Kepala Dinas Sosial Irwan Suwandi, Camat Latina Diki Engla, Lurah Padang Sikabu dan jajarannya, Wako menyerahkan bantuan kepada Lili (39) selaku pemilik lahan yang dikelola kelompok PKH kelurahan Padang Sikabu.
“Ini salah satu langkah penanganan inflasi di Kota Payakumbuh. Atas kepedulian pemerintah daerah hari ini kita menyerahkan bantuan benih cabai untuk mengantisipasi kelangkaan sekaligus mempertahankan pasokan cabai di Kota Payakumbuh, semoga ini bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Rida.
Rida juga menyampaikan rasa syukurnya disela penyerahan bantuan tersebut. “Alhamdulilah, meskipun tidak banyak, semoga bantuan ini dapat membantu kita semua,” ulas Rida.
Kepada Lili, Rida menyampaikan jika masih membutuhkan bantuan tambahan agar segera koordinasikan dengan Camat, sehingga nanti bantuan yang diajukan ini bisa segera diproses dan warga bisa langsung mendapatkannya,” terang Rida.
Dalam kesempatan itu, Rida mrngatakan jika di tahun 2023 Pemerintah Kota Payakumbuh telah menganggarkan bantuan bibit untuk warga sebanyak 100 ribu batang yang dibagi penyalurannya dalam 4 (empat) termen penyerahan.
Bantuan dengan jumlah sebanyak 200 batang bibit cabe dan 20 karung pupuk yang dikemas dalam kemasan 10 kilo itu akan ditanam dan disemai diatas lahan lebih kurang luas 5000 meter persegi.
“Alhamdulilah, kami sangat senang bantuan ini dapat langsung diserahkan oleh bapak wali kota kita,” ungkap Lili yang didampingi pembina PKH Kecamatan Latina Nanda Isza dan anggota PKH lainnya.
Melihat kondisi lahannya yang masih terbatas, Lili menyampaikan permohonan permintaan bantuannya kepada Pj. Wali Kota Payakumbuh itu.
“Lahan kami masih terbuka seperti ini pak, jadi kami berharap bapak bisa membantu untuk bisa sekalian memberikan bantuan pagar agar dapat terhindar dari hewan (ayam) liar masuk yang dapat merusak tanaman ini nantinya,” pinta Lili kepada Pj. Wali Kota Payakumbuh.
Tanpa pikir lama, Pj. Wali Kota pun langsung memberikan bantuan kepada Lili berupa uang tunai untuk membeli pagar jaring agar bisa menutupi akses lahan yang akan mereka kelola nantinya. (MS)