Payakumbuh --- Rolla Mutia Putri (20) Perempuan asal RT 004 RW 005 Lingkungan Payolinyam, Kelurahan Tigo Koto Di Baruah, Nagari Koto Nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, sangat butuh uluran tangan dan donasi untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan atas penyakit leukimia dan kista ovarium yang dideritanya semenjak sekitar satu tahun lebih.
Informasi tentang derita yang dialami Rolla Mutia Putri menyebar melalui media sosial dan salah satunya melalui layanan WhatsApp (WA) grup.
Media mendapatkan informasi ini dari Yandi (35), Kamis (2/3), yang juga sebagai Ketua Pemuda Payolinyam dan Juga pengurus Masjid Nurul Jannah yang mengatakan sebelum menderita penyakit Kista pada bagian rahimnya, anak dari pasangan Saf dan Nel ini merupakan sosok perempuan sehat dan baik dan normal.
"Malangnya nasib buruk menimpanya ketika setelah menikah satu tahun lebih. Awalnya orang tua Rolla Mutia Putri menganggap biasa saja kejadian itu. Namun lama kelamaan, perempuan malang itu mulai mengeluh sakit karena nyeri di bagian perut," ujarnya.
Yandi menyebut kemudian tetangga dan orang tua Rolla mengantarkan anaknya berobat di Puskemas Tarok. Setelah mendapat rujukan dari pihak puskesmas, Rolla dibawa ke RSUD Adnaan WD Kota Payakumbuh. Akhirnya, dirujuk kembali ke Rumah Sakit M Djamil Padang, sampailah akhirnya diketahui pembengkakan pada bagian rahim dan penyakit leukimia yang dideritanya.
"Setelah diketahui penyakit tersebut di Rahim, bolak balik orang tua Rolla membawa anaknya ke RSUD M. Djamil Padang untuk dilakukan Ronsen. Sejauh ini sudah dua kali bolak balik dari Padang ke Payakumbuh," ujarnya.
Sementara itu, orang tua Rolla, Saf mengaku pekerjaannya hanya sebagai petani di kampung. Tentu tidak punya cukup uang untuk membiayai transportasi menuju Padang. Sedangkan untuk biaya perawatan anak yakni menggunakan Kartu Sehat Indonesia alias kartu sakti dari BPJS.
"Lah kaateh raso kaki kami pak, sejauh ini untuk biaya bolak balik Payakumbuh-Padang lah menghabiskan biaya sebanyak 4 juta rupiah, itupun baru 2 bulan ko. Alhamdulillah, saat ini kondisi Rolla belum membaik, semestinya dijadwalkan pada 9 Maret 2023 nanti, kami akan melakukan kontrol ke Hematologi Poliklinik Di RSUD M Djamil Padang. Harapan ambo sebagai orang tua tidak lepas dari kesembuhan putri ambo dan uluran tangan dari kita semua," ujarnya haru kepada media.
Bagi siapa saja yang ingin meringankan beban ROLLA MUTIA PUTRI bisa memberikan bantuan berupa uang dan materi ke rekening BCA atas nama FEBRI YANDI // NOMOR REK: 6145142303, atau bisa dihubungi dan dikonfirmasi langsung ke nomor HP 081374009115. (FS)
Payakumbuh — Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Baznas Kota Payakumbuh memberikan bantuan beasiswa cerdas berkarakter kepada 4 orang pelajar yang ada di Kota Payakumbuh. Kegiatan ini bertempat di Kantor bersama Padang Kaduduak, Kamis (2/03/23).
Pemberian beasiswa ini dihadiri oleh Pj. Wali Kota Payakumbuh yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Dafrul Pasi dan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dr. Dasril, Spd, Mp, Kepala Dinas Sosial Irwan Suwandi, Ketua Baznas Kota Payakumbuh Hamdi Syofian serta para penerima manfaat.
Sekretaris Daerah Dafrul Pasi mengucapkan terima kasih kepada Baznas yang telah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan memberikan bantuan kepada warga Kota Payakumbuh untuk biaya pendidikan.
“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kota Payakumbuh dan Dinas Pendidikan yang secara meraton terus menyalurkan bantuan beasiswa,” ucapnya.
Dafrul berpesan kepada anak dan orang tua penerima manfaat agar beasiswa yang diberikan betul-betul dipergunakan untuk keperluan pendidikan bukan keperluan lainnya.
“Semoga bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban para orang tua di Kota Payakumbuh untuk keperluan pendidikan anak- anaknya,” tutupnya.
Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh Dr. Dasril mengatakan Dinas Pendidikan dan Baznas Kota Payakumbuh bekerjasama dalam memberikan bantuan beasiswa kepada masyarakat yang membutuhkan dengan berbagai macam program, salah satunya adalah beasiswa cerdas berkarakter.
Sebelumnya Dinas Pendidikan juga telah memberikan bantuan berupa sembako dan sedekah seribu sehari dari ASN yang ada di Dinas Pendidikan untuk masyarakat Kota Payakumbuh yang memiliki anak stunting serta termasuk keluarga kategori miskin ekstrim.
“Diantara anak yang stunting dan miskin ekstrim ini ada anak sekolah dan kita ingin anak sekolah ini kita bantu biayanya disamping adanya bantuan sembako,” ulas Dasril.
Ditambahkannya, bantuan untuk sekolah ini ada anggarannya di Baznas. Kami menemukan keluarga ini disaat Dinas Pendidikan memberikan bantuan sembako. Ternyata mereka juga membutuhkan biaya untuk pendidikan anak yang tertunggak. Sehingga Dinas Pendidikan bersama dengan Baznas membantu biaya pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan ini.
Adapun data penerima bantuan adalah :
“Bantuan ini bertujuan agar warga Payakumbuh hidup lebih baik dari kondisi yang sekarang. Karena bantuan ini dapat menyelesaikan sebagian masalah yang dihadapi oleh keluarga ini. Semoga bantuan ini tepat sasaran dan digunakan dengan sebaik mungkin,” pungkas Dasril.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Payakumbuh Hamdi Syofian menyebutkan sebelumnya telah diberikan beasiswa untuk 129 orang mahasiswa di Kota Payakumbuh dan saat ini juga ada 3 orang pelajar yang dibantu biaya pendidikannya.
“Hari ini kita bagikan untuk 4 penerima bantuan diantaranya bantuan biaya pendidikan dan bantuan untuk keluarga yang termasuk miskin ektrim,” ujarnya.
Ia mengatakan semenjak 2022 penyerahan bantuan tidak lagi dengan bentuk uang tunai namun dengan transaksi non tunai.
Ia mengatakan pihaknya akan terus berusaha meningkatkan peluang untuk mendulang dana zakat dari muzakki yang ada, termasuk dari berbagai pengusaha di Kota Payakumbuh. Tentu ini butuh dukungan dari Pemda dan masyarakat.
“Mudah-mudahan dana zakat kita bertambah lebih banyak dan tentu kita bisa membantu lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan. Kami sampaikan apresiasi kepada para muzakki, semoga kami dapat terus mengemban tugas mulia ini, dan yang terlibat dengan ini juga diberkati oleh Allah SWT,” pungkasnya. (MS)
Payakumbuh — Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Dafrul Pasi membuka secara resmi sosialisasi penguatan nilai-nilai kepahlawanan bagi masyarakat yang digelar oleh Dinas Sosial Kota Payakumbuh di Aula Kantor Bersama Padang Kaduduak, Kamis (2/03/23).
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemko Payakumbuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan membentuk karakter kepahlawanan dalam diri bangsa.
Dafrul Pasi mengatakan penguatan nilai-nilai kepahlawanan pada masyarakat sangatlah penting. Nilai-nilai tersebut akan membentuk kepribadian serta pola pikir. Selain juga menjadi bekal untuk mendidik serta membimbing generasi muda menjadi pribadi yang jauh dari pengaruh kenakalan remaja dan siap dengan kemajuan zaman.
“Bonus demografi kedepan harus kita kelola dengan baik. Karena pengangguran menyumbang kepada meningkatnya angka kemiskinan, ketika ini berakumulasi, akhirnya kriminalitas menjadi jalan keluar terakhir bagi yang tidak berfikir dengan jernih dan maju,” ujarnya.
Makanya, kata Dafrul, Pemerintah Kota Payakumbuh berupaya untuk terus memberikan penguatan kepada anak muda melalui tiga OPD yakni Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Disparpora yang menjadi stakeholder di masing-masing bidangnya.
“Kepahlawanan, demografi, dan globalisasi ini menjadi isu utama anak muda saat ini,” terangnya.
Dafrul menambahkan, anak anak muda saat ini cenderung banyak yang punya sifat konsumtif, suka memakai barang tanpa memikirkan gunanya sehingga banyak mudharatnya dari pada keuntungannya. Lalu, mereka juga menyukai prilaku hedonisme, yakni suka bermewahan, mementingkan diri sendiri dan kurang kepedulian dengan yang lain.
“Bisa kita lihat anak-anak muda saat ini begitu mudah menyerah dan putus asa, karena daya juangnya tidak seperti orang-orang dulu, akhirnya karena putus asa mereka memilih jalan keluarnya terjerumus dalam jurang narkoba dan pergaulan bebas,” ujarnya.
Untuk itu, kata Dafrul, anak-anak muda harus memiliki sifat mau berkorban, sepanjang memberikan yang terbaik, balasannya bukan dari orang yang ditolong, tapi dari Allah melalui orang lain.
“Hindari bergaul dengan istilah circle-circle yang membuat kita terkotak-kotak, tidak ada sinergi. Kaya dengan yang kaya, pintar dengan yang pintar, tidak ingin berbagi dengan yang kekurangan. Kita harus bekerja keras, tidak ada orang yang yang menerima hasil saja, harus ada keinginan, usaha, dan tawakkal yang berbarengan,” jelasnya.
Terakhir, Dafrul berharap peserta yang hadir dalam sosialisasi tersebut dapat menjadi tokoh di masyarakat, setidaknya di lingkup kelurahan atau paling tidak di lingkungan rumahnya masing-masing.
“Melalui peserta ini diharapkan penguatan nilai kepahlawanan akan menyebar luas, melalui keluarga, melalui penduduk-penduduk di tiap kelurahan. Mereka menjadi contoh baik dalam mewujudkan generasi emas Indonesia,” tukuknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Irwan Suwandi menerangkan kegiatan sosialisasi ini digelar selama 3 hari, 2, 7, dan 9 Maret 2023. Pada hari pertama, peserta sosialisasi dari kalangan akademisi atau mahasiswa. Untuk selanjutnya kepada perwakilan karang taruna dan OSIS se Kota Payakumbuh. Narasumbernya adalah aktivis Payakumbuh dan Sumatera Barat Zulfian dan Zulfikar.
“Kami ingin menghadirkan peran generasi muda agar turut serta menyelenggarakan usaha kesejahteraan sosial, ini juga sesuai dengan tugas pokok dinas sosial adalah mengajak stakeholder turut serta di dalamnya, sesuai UU Nomor 11 Tahun 2009. Sehingga kita bisa bersama-sama mengentaskan persoalan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya. (MS)
Payakumbuh --- Menjelang pesta demokrasi 2024 mendatang, suasana politik di Kota Payakumbuh mulai menampakkan diri. Berbagai hal menarik terjadi pada tubuh partai politik maupun lembaga legislatif, mulai dari adanya isu PAW, ganti partai, hingga isu hangat lainnya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh telah menerima surat masuk dari DPRD Kota Payakumbuh terkait adanya permintaan nama dan bahan penggantian antar waktu (PAW) salahsatu anggota DPRD Kota Payakumbuh pada 22 Februari 2023 lalu.
"Benar, kami disurati oleh DPRD, meminta data terkait perolehan suara di salah satu partai politik di Kota Payakumbuh. Sesuai kewenangan kami di KPU, kami hanya menyampaikan nama calon pengganti antar waktu (PAW) Anggota DPRD Kota Payakumbuh yang diminta sesuai data yang ada," kata Haidi Mursal, Ketua KPU Kota Payakumbuh kepada media, Kamis (2/3).
Dijelaskannya, nama calon PAW itu, berdasarkan perolehan suara sah terbanyak urutan berikutnya dalam daftar peringkat perolehan suara dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan yang sama sesuai ketentuan Pasal 410 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 Jo Pasal 25 Ayat (1) Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2019.
Namun, Haidi enggan untuk menyampaikan siapa anggota DPRD yang sedang diproses untuk di PAW tersebut dan siapa calon PAWnya, tapi yang jelas peringkat suara sah calon terbanyak berikutnya adalah yang urutan ke 3 terbanyak di partai tersebut pada pemilu 2019 lalu.
"Berdasarkan validasi yang kami lakukan, yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon pengganti antar waktu Anggota DPRD Kota Payakumbuh itu yang meraih suara terbanyak ketiga di Dapilnya, sementara itu caleg yang suara terbanyak kedua telah lama mengundurkan diri dari partai tersebut," ujarnya.
Yang jelas, kata Haidi, KPU sebagai penyelenggara pemilu disini diminta untuk terkait data, sementara proses PAW ada di lembaga selanjutnya seperti DPRD, Wali Kota, Gubernur, dan Mendagri.
"Ranahnya KPU sebatas data yang diminta itu saja, DPRD meminta, ya kami memberi data. Telah diberikan kepada DPRD, setelah itu selesai tanggung jawab KPU. Paling nanti kalau ada upaya hukum, KPU memiliki kewajiban untuk mengklarifikasi apakah benar anggota DPRD tersebut melakukan upaya hukum terkait PAWnya dan hasil klarifikasi disampaikan kepada dewan itu dengan tertulis," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Payakumbuh Yon Refli ketika ditemui media di kantornya dan ditanyakan terkait penyebab adanya PAW anggota DPRD itu menjawab singkat saja pertanyaan media.
"Itu internal partai, tidak terkait dengan pelaksanaan tugas dan lain-lain dengan lembaga DPRD," ujarnya.
Yon Refli juga menambahkan, memang saat ini ada upaya hukum yang dilakukan oleh anggota DPRD itu ke Mahkamah Partai.
"Kalau sudah ada putusan Mahkmah Partai, nanti baru kita tahu apakah akan ada PAWnya, kini kita tentu menunggu prosesnya berjalan sesuai regulasi yang ditetapkan undang-undang," pungkasnya. (Tim)