Latest Post

 

Payakumbuh — Bersama masyarakat, Pj Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda melaksanakan gotong royong (goro) membersihkan saluran irigasi di Banda Sawah Baruah, Kelurahan Tigo Koto Diate, Selasa (7/03/23).

Pada kesempatan itu, Wako Rida Ananda mengatakan, goro yang dilaksanakan tersebut tidak lain adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

“Kalau saluran irigasi tidak lancar maka hasil pertanian masyarakat kita tidak maksimal,” kata Rida.

Rida menyebut, dilihat dari komoditi yang ditanam masyarakat disekitar sini adalah padi. Kalau irigasi tidak lancar tentu dalam satu tahun itu paling banyak panen hanya dua kali.

“Kalau kita maksimalkan irigasinya masyarakat kita bisa panen sampai tiga kali setahun. Otomatis ketahan pangan masyarakat kita bisa terpenuhi,” ucapnya.

“Salah satu penyumbang inflasi itu beras, jadi disini kita maksimalkan agar kebutuhan masyarakat kita bisa terpenuhi. Selain itu ekonomi petani kita juga meningkat,” tambahnya.

Selain itu, ia meminta kepada jajarannya agar terus mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur menjadi berdaya guna dan termanfaatkan.

“Nanti kalau ada kendala tolong dilaporkan. Diskusikan dengan masyarakat apa yang dibutuhkan dan segera usulkan. Insyaallah akan secepatnya kita akomodir,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh Muslim menjelaskan, ada beberapa titik yang bocor di sepanjang saluran irigasi Sawah Baruah tersebut, sehingga aliran air tidak maksimal sampai ke hilir.

“Beberapa waktu terakhir terjadi kerusakan, yaitu terjadinya bocor di beberapa titik. Kita dari Pemko Payakumbuh tidak akan lepas tangan. Hari ini kita goro bersama membersihkan sedimen yang telah lama mengendap,” terangnya.

“Kita harapkan dengan goro hari ini sawah yang telah lama kering akan bisa terairi kembali,” tukuknya.

Karena irigasi ini merupakan aset Provinsi Sumatera Barat, dikatakan Muslim telah diusulkan untuk perbaikan. Dan telah dikabulkan untuk perbaikan tahun 2023.

“Alhamdulillah usulan kita telah diterima provinsi. Tahun ini akan segera diperbaiki. Dan kita juga akan membangun jalan usaha tani disini untuk mempermudah masyarakat mengangkut hasil pertaniannya.

Dikesempatan itu juga, Tokoh Masyarakat sekitar Wal Asri mengucapkan terimakasih atas perhatian Pemko. Payakumbuh kepada masyarakat tani Padang Kaduduak.

“Atas nama masyarakat kami ucapkan terimakasih kepada wali kota yang sangat perhatian dengan ketahanan pangan,” ucapnya.

“Insyaallah disini semua lahan telah dimanfaatkan oleh petani kita untuk ketahanan pangan keluarga. Dan kami juga mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk kelancaran produksi pertanian disini,” pungkasnya. (MS)

 

Payakumbuh — Asosiasi Sepeda Rekreasi Indonesia (ASRI) Kota Payakumbuh menggelar audiensi dengan para pengurus yang notabenenya perwakilan dari komunitas sepeda Kota Payakumbuh.

Bertempat di pendopo rumah dinas Wali Kota Payakumbuh, Selasa (7/03/23) malam, Ketua Umum ASRI Kota Payakumbuh Rida Ananda mengawali audiensi dengan mengungkapkan serta mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mendoakan kesembuhan bagi beberapa orang pengurus ASRI Kota Payakumbuh yang sedang sakit, terutama ketua harian Hendri Puso yang sedang terbaring lemah sehingga tidak bisa bergabung dengan kita.

“Mari kita doakan beliau sebelum pembahasan lanjutan kita laksanakan,” kata Rida sambil dilanjut membaca Al-Fatiha oleh seluruh peserta yang hadir.

Dikatakan Rida jika pertemuan ini berlangsung selain untuk ajang silaturahim bersama pengurus ASRI juga untuk saling berembuk dalam ide, saran serta arahan untuk persiapan HUT ASRI pertama yang jatuh pada bulan Juni 2023 mendatang.

Diungkapkannya, pada tahun 2022 disaat pengukuhan pengurus ASRI Kota Payakumbuh juga berbarengan telah dilaksanakannya event Gowes Silaturahmi Adventure (GSA) yang berjalan dengan lancar dan sukses yang diikuti komunitas pesepeda dari Sumbar, Riau dan Jambi.

“Alhamdulillah event yang telah kita gelar ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semoga pada event mendatang juga dapat berjalan dengan sukses dan lancar seperti sebelumnya,” ujar Rida.

Pada perayaan HUT pertama PC ASRI Kota Payakumbuh yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2023 mendatang, Rida mengungkapkan jika ASRI juga akan kembali menggelar Gowes Silaturahmi Adventure (GSA) II tahun 2023.

Rida berharap dukungan dan peran serta para komunitas sepeda yang ada di Sumbar, Riau dan Jambi untuk kembali berpartisipasi dan ikut meramaikan event yang akan digelar tersebut.

Karena menurutnya, selain menyehatkan badan berolahraga sepeda yang dibalut dengan gowes bersama ini, tujuannya bisa menyenangkan dan membuat gembira, tanpa memandang jenis sepedanya.

“Semoga dengan terlaksananya event GSA II 2023 ini nantinya, bisa membuat Kota Payakumbuh semakin lebih dikenal,” ungkapnya.

Diakhir pertemuan, Rida mengumumkan telah dibentuknya panitia pelaksana GSA II tahun 2023, dan secara aklamasi terpilih Edvidel Arda yang juga ketua komunitas sepeda ASPAL Payakumbuh sebagai ketua pelaksana GSA II tahun 2023. (MS)

Payakumbuh --- Komisi B DPRD Kota Payakumbuh turun lapangan untuk melakukan kunjungan ke Sentra Tenun Balai Panjang dan Breeding Farm Kapalo Koto Ampangan, Senin (6/3).


Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi B Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, tampak juga Koordinator Komisi B Wulan Denura, Sekretaris Komisi B Opetnawati, dan anggota Komisi B Suparman.


Rumah Tenun Balai Panjang, Orderan Melebihi Kapasitas Produksi


Di Sentra Tenun Balai Panjang, Komisi B disambut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Yunida Fatwa dan jajaran.


Wakil Ketua DPRD Wulan Denura yang merupakan Koordinator Komisi B mengatakan sebagai ikon Kota Payakumbuh, Tenun Balai Panjang sudah mendunia dengan tampil pada berbagai iven fashion show di tingkat nasional dan internasional. DPRD sangat mengapresiasi sejauh ini bagaimana pengembangan produk unggulan industri tenun ini.


"Kami di DPRD terus mendorong bagaimana hulu ke hilirnya. Kalau bisa nanti dengan jumlah produksi yang banyak, kita bisa mengisi outlet-outlet cindera mata yang ada di Sumatera Barat, kini saja orderan tenun ini sangat banyak, sampai tak tertampung, artinya potensi luar biasa," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Komisi B YB. Dt. Parmato Alam mengatakan Tenun Balai Panjang memiliki banyak utilitas, salahsatunya menjadi pakaian seragam wajib ASN pada hari dinas tertentu, untuk itu tentu harus dilihat sejauh mana kesiapan rumah tenun memproduksinya.


"Di samping itu, perlu dilihat apakah nantinya produk ini bisa menjadi home industry, atau disiapkan di satu tempat saja. Kalau perlu Kelurahan Balai Panjang dijadikan kampung tenun, dan Pemko menjadi fasilitatornya," ujarnya.


Ditambahkannya, DPRD sebagai mitra pemerintah mendorong melalui kebijakan kepala daerah, Tenun Balai Panjang peminatnya sudah banyak, sekarang bagaimana multiplier effect di masyarakat yang akan ditangkap, artinya bagaimana skema pengembangan tenun berbasis masyarakat, nanti promosinya juga perlu diperhatikan apakah secara konvensional atau daring.


"Prospek Tenun Balai Panjang sangat luar biasa, kondisi saat ini adalah pesanan banyak tapi kita belum sanggup memenuhi semuanya dalam waktu cepat. Langkah kita kedepan mendorong peningkatan sumber daya untuk menangkap peluang ini," tukuknya.


Sementara itu, Kadisnakerin Yunida Fatwa didampingi Pengelola Rumah Tenun Pendi mengatakan Tenun Balai Panjang saat ini kapasitas produksinya adalah 150-200 pieces perbulan, sementara itu orderan yang masuk sudah banyak, bahkan lebih dari itu. Selain kain tenun, juga ada kain songket yang diproduksi di home industry dengan kapasitas 10-15 pieces perbulan, beda kain dan cara pengerjaannya.


"PR terbesar pengrajin tenun adalah bagaimana kualitas kain bisa tahan dan tidak mudah rusak. Di tambah, di sentra tenun saat ini baru ada 20 pekerja dan 20 alat tenun yang tersedia. Kita butuh jumlahnya ditingkatkan," ujarnya.


Breeding Farm Sedang Proses Perubahan Renstra


Di breeding farm, Komisi B disambut oleh Kepala Dinas Pertanian Depi Sastra dan Kabid Peternakan Sujarmen.


Disini, Komisi B mendapatkan keterangan dari dinas terkait kondisi UPTD pembibitan dan pakan ternak saat ini tengah dalam proses perubahan Renstra dan akan disiapkan pula Perwakonya agar penyelenggaraan UPTD bisa lebih dioptimalkan lagi kedepannya.


Awalnya sapi di UPTD breeding farm ini ada 125 ekor, tapi saat ini jumlahnya berkurang 73 ekor saja. YB. Dt. Parmato Alam menegaskan dari evaluasi saat rapat kerja beberapa waktu lalu, Komisi B mendorong agar keberadaan UPTD ini dapat lebih visible dan prospeknya pertahankan.


"Artinya jangan untuk pembibitan saja, lakukan juga penggemukan. Kalau nanti renstra barunya sudah keluar, ada bidang kerjanya terkait pengembangan peternakan berbasis masyarakat perkotaan, baik seduaan maupun sistem penggemukan dan terintegrasi dengan Rumah Potong Hewan (RPH)," katanya.


YB. Dt. Parmato Alam berharap keberadaan breeding farm ini lebih fleksibel lagi kedepannya dengan businessplan yang optimal, mengingat karena nanti berbentuk BLUD, sehingga kalau ada pengembangan program-program lainnya tidak akan kaku.


"Kita bisa buat program yang lebih baik lagi untuk pemanfaatan lahan, peningkatan ekonomi, dan peningkatan jumlah sapi, serta mendorong tingginya aktivitas pengolahan daging di rumah potong hewan, bersinergi dengan berbagai sektor dan prosesnya berkesinambungan," pungkasnya. 


Sementara itu, Kadis Pertanian Depi Sastra mengatakan saat ini tindakan cepat belum bisa dilakukan terhadap sapi di breeding farm karena mereka terhitung sebagai aset, untuk menjualnya saja perlu proses dilelang dan memakan waktu lama, sementara namanya barang hidup tentu ada yang sakit, bahkan mati.


"Dengan adanya perubahan renstra, kita bisa melakukan penggemukan, pengelolaan kompos, dan masih banyak lagi kebebasan dalam pengelolaannya, sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah," pungkasnya. (FS)

Payakumbuh-- Komisi C DPRD Kota Payakumbuh yang diketuai Ahmad Zifal,bersama Wakil Ketua Ahmad Ridha, Sekretaris Wirman Putra, serta anggota Mustafa, Yernita, Fahlevi Mazni, Syafrizal, dan Mesrawati turun ke lapangan meninjau Embung Dareh Bulakan Kelurahan Limbukan Payakumbuh Selatan, Senin (6/3/2023)


Dalam kunjungan Embung Dareh Bulakan tersebut Komisi C didampingi oleh Kadis PUPR Muslim,Kabid PSDA beserta Staf dan Ibuk Lurah Lidia Nugrahmi


Ahmad Zipal dalam kunjungannya," mengatakan Embung Bulakan merupakan tempat penampungan air,disamoing  sebagai Aliran Irigasi untuk petani agar dapat juga difungsikan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat 


Disamping itu Ahmad zipal juga mempertanyakan Batas - batas izin bangunan dari pinggir sepanjang embung tersebut,karena saat ini telah banyak masyarakat yang membangun dipinggiran embung yang berakibat efek buruknya memb membangun dipinggir embung.


Dan juga saat ini sudah ada pengusaha real estate perumahan yang mengajukan izin untuk membangun Perumahan yang tidak jauh dari Embung tesebut,ini perlu kita kaji jarak bangunan dari embung,nanti jangan sampai kecolongan,seperti salah satu perumahan didaerah Payakumbuh Selatan ,sudah penuh ditempati,pada hujan kena Banjir.jadi kasihan kita pada masyarakat


Ketika Dilapangan Komisi C juga menerima Pemuda Limbukan yang berkeinginan untuk pengolahan sebagai peternakan Ikan yang dikelola oleh organisasi kepemudaan,yang disampai kepada kadis PUPR Muslim,sebagai penanggung jawab pengelola Aset Balai dari kementrian PU Pusat mengatakan tidak bisa ,karena ini aset pusat jadi tidak diizinkan ,Kata Muslim,Karena ini sudah ada ada aturan  dari Kementrian Pusat


Kadis PU Muslim juga menambahkan Embung Bulakan Sangat banyak fungsi nya yang saat ini Aliran sungai Dareh tidak mampu lagi mengaliri sawah masyarakat limbukan,dengan adanya Embung Bulakan Sudah bisa mengaliri irigasi Sawah lebih kurang 200 Ha.


Untuk Izin bangunan Rumah Warga atau untuk izin perumahan minimal jarak harus 100 meter dari pinggir Embung,dan juga sudah ada aturan RT/RW jarak bangunan yang akan memberikan izin untuk pembangunan Rumah dan Perumahan,Ujar Kadis Muslim


Sementara itu Kadis PU yang didampingi Harlon Kabid PSDA menambahkan Pembangunan Embung Dareh Bulakan merupakan Embung Konservasi yang merupakan menjaga ke stabilan air dari hutan yang digunakan untuk kebutuhan air irigasi dan juga kebutuhan masyarakat .


Diakhir pembicaraan media dengan Ahmad Zipal dan Komisi C DPRD Kota Payakumbuh akan membicarakan masalah Embung ke Pusat tentang pengolahan nya,agar bisa  sebagai peningkatan ekonomi masyarakat,seperti pengolahan ikan dan lainnya,ujar Fahlevi Mazni. (FS)

Payakumbuh---- Komisi A DPRD Kota Payakumbuh mengadakan Kegiatan turun lapangan ke Kelurahan Parit Rantang dan Kelurahan Tigo Koto Diate, Senin(6/3/2023) 


Kegiatan turun lapangan ini dilaksanakan dalam rangka pengecekan kegiatan layanan yang ada dikelurahan dan memperhatikan permasalahan apa saja yang ada di kedua kelurahan tersebut. 


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Armen Faindal, Lurah Tigo Koto Diateh Musleniyeti, Lurah Parit Rantang Muhammad Hamdan, Ketua Komisi A Sri Joko Purwanto, Wakil Ketua Afrizal M, Anggota Maharnis Zul, Nasrul,Zainir, dan Altri datuak rangkomuli. 


Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Armen Faindal dalam sambutannya mengatakan tugas utama dari DPRD adalah menyerap aspirasi dari masyarakat. Apapun itu asalkan berdampak positif dan berguna bagi masyarakat harus segera ditindaklanjuti. 


"Untuk itu hari ini saya sebagai koordinator turut mendampingi komisi A turun langsung ke lapangan dalam rangka menjemput aspirasi masyarakat. Sehingga tugas dan fungsi pokok DPRD dapat terlaksana dengan baik," Terang Armen


Dikesempatan yang sama, Ketua Komisi A Sri Joko Purwanto mengatakan Komisi A turun lapangan dalam rangka mengecek kegiatan layanan yang dilaksanakan oleh dua kelurahan yaitu Kelurahan Tigo Koto Diate dan Kelurahan Parit Rantang.


"Pada hari ini kita turun lapangan dalam rangka mengecek kegiatan layanan yang dilaksanakan oleh Kelurahan. Sebagaimana yang kita ketahui bersama di kelurahan ada 3 tugas pokok yaitu pelayanan administrasi, pelayanan pembangunan dan pelayanan kelembagaan masyarakat," Ujar Joko


Dilanjutkannya, Disini pelayanan yang diberikan oleh kelurahan kepada masyarakat harus dengan baik, cepat dan tentunya gratis. Disamping itu, Pelayanan pembangunan merupakan bagaimana kelincahan Lurah menggaet program pembangunan bisa diletakkan di kelurahan yang bersangkutan serta

Pelayanan kegiatan pelayanan sosial kemasyarakatan dimana lurah harus bisa memotifasi dan bersinergi bersama masyarakat karena keberadaan lembaga masyarakat dampaknya sangat besar kepada kelurahan. 


"Dikedua kelurahan ini yang sangat spesifik yaitu kedua kelurahan ini posisinya masih berstatus sewa  kepada PJ KA jadi kami sudah melihat langsung kesiapan lahan dan anggaran  dan mudah-mudahan di perubahan ini akan diakomodir dalam pembelian tanahnya. Lalu nantik ditingkatkan dalam pembangunan gedungnya," Ujarnya


"Semoga dengan adanya turun lapangan yang diadakan oleh Komisi A ini, Segala Aspirasi dari masyarakat dapat kami tampung dan insyaallah akan kami wujudkan segala sesuatu yang dibutuhkan masyarakat sehingga sinergi antara DPRD dan Masyarakat dapat terus terjalin untuk menuju payakumbuh yang lebih baik lagi," Pungkas Joko. (FS)

Payakumbuh--Bersama Dinas Perhubungan Komisi C DPRD Kota Payakumbuh turun ke lapangan  mengunjungi Terminal Pasa Kabau Labuh Baru Kelurahan Kubu Tapak Rajo Payakumbuh Utara Senin (6/3/2023).


Rombangan yang terdiri Ketua Komisi C Ahmad Zifal, Wakil Ketua Ahmad Ridha, Sekretaris Wirman Putra, serta anggota Mustafa, Yernita, Fahlevi Mazni, Syafrizal, dan Mesrawati dan dari Dinas perhubungan Kadis Devitra, Kepala UPTD Trisna Rahmawati, dan KTU Adi, beserta jajaran.


Tujuan dari Komisi C untuk kelapangan mengunjungi terminal Pasa Kabau Labuh Baru untuk menambah tenaga kebersihan yang kurang dan akan membangun Halte Bus,serta melihat fungsi terminal serta pengelolaan terminal yang merupakan salah PAD Kota Payakumbuh


Melihat minimnya PAD dari terminal tersebut,Ahmad zipal didampingi komisi C berharap untuk memindah TPR (Tempat Pembayaran Retribusi) dipindah kan kedalam terminal agar semua angkutan membawa penumpang masuk lewat terminal,jadi jelas untuk pendataan jumlah angkutan dan Bus yang beroperasi tiap hari nya


Adapun turun nya kelapangan Komisi C untuk melihat langsung laporan masyarat dan aspirasi masyarakat agar tercapainya Kenyamanan penumpang yang memakai angkutan dan Bus,untuk itu kita anggarkan Dana APBD untuk Bangun Halte Bis dan memperbaiki Drainase dan untuk kebersihan nya kita akan menambahkan tenaga kebersihan."ujar Ahmad Zipal


Sementara itu Kadis Perhubungan Devitra mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Kota Payakumbuh terutama komisi C yang telah memfasilitasi mau mengunjungi Terminal Labuh Baru Pasa Kabau dan akan membangun kembali Halte bis dan akan mencarikan anggaran untuk penambahan tenaga kebersihan,Kami dari Dinas Perhubungan siap memfasilitasi dan mempersiapkan perencanaan nya secara matang,agar target PAD tercapai,serta Kenyamanan warga terjaga,"ungkap Devitra. (FS)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.