Payakumbuh — Sepuluh hari jelang lebaran Idul Fitri 1444 H, Pj. Wali Kota Payakumbuh bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Pasi Intel Kodim 0306/50 Kota, Komandan Subdenpom 1/4 Payakumbuh, Kejaksaan serta Kasatpol PP memantau ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di Payakumbuh.
“Dari pantauan kami tadi insyaallah untuk stok aman sampai lebaran nanti,” kata Wako Rida Ananda saat memantau ketersediaan pangan di Pasar Tradisional Ibuh, Selasa (11/04/23).
Rida menyebut, untuk harga sendiri masih tergolong stabil. Bahkan telur ayam yang sempat naik jelang Ramadan lalu, sekarang sudah mulai turun.
“Untuk telur ayam sudah turun dari 50 ribu per traynya, sekarang turun diharga 48 ribu per tray,” terangnya.
“Untuk harga cabe, bawang merah, bawang putih, daging dan beras masih stabil. Yang mengalami kenaikan yakni beras pulut/ketan karena naiknya permintaan untuk pembuatan ‘lemang tapai’, ada kenaikan harga sedikit sekitar 3 ribuan,” tambahnya.
Selain itu Wako Rida juga berdialog dengan para pedagang terkait daya beli masyarakat, ia juga berharap daya beli masyarakat bisa terus meningkatkan hingga Lebaran nanti. Sehingga ekonomi masyarakat bisa terus membaik dan kebutuhan Lebaran bisa terpenuhi.
“Semoga daya beli masyarakat terus bergairah hingga Lebaran nanti. Sehingga ekonomi masyarakat kita terus membaik dan kebutuhan Lebaran bisa terpenuhi,” pungkasnya. (MS)
Payakumbuh — Pj. Wali Kota Payakumbuh menyerahkan bantuan dan beasiswa cerdas berkarakter kepada 40 penerima, yang merupakan kerjasama antara Baznas dan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, di Aula Dinas Pendidikan Padang Kaduduak, Selasa (11/04/23).
Bantuan ini menyisir jajaran dan binaan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang tergolong tidak mampu dan masuk kedalam hasnaf yang delapan yang berhak menerima zakat dan dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan.
Wali Kota Rida Ananda mengatakan ini merupakan salah satu solusi yang diberikan untuk membantu masyarakat yang tergolong kemiskinan ekstrem.
“Kami ucapkan terimakasih kepada jajaran Dinas Pendidikan, atas zakat yang dikumpulkan bisa membantu sedikit meringankan beban saudara kita ini,” kata Rida Ananda.
“Mari kita doakan semoga yang memberikan zakat ini selalu dimudahkan rejekinya dan diberi kesehatan oleh Allah SWT. Mudah-mudahan yang kita berikan ini bisa bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya,” tukuknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dasril menyebut, bantuan ini merupakan zakat Ramadan dari Jajaran Dinas Pendidikan yang disetorkan kepada Baznas, kemudian Baznas menyalurkan kembali kepada Dinas Pendidikan untuk diberikan kepada keluarga Dinas Pendidikan yang kesulitan ekonomi.
“Tahun ini Disdik telah menyetorkan 257 juta ke Baznas. Dan kita telah menyalurkannya 3 kali dengan hari ini. Tahap satu kita salurkan kepada 30 orang pendidik dan tenaga pendidik yang sedang menjalani pendidikan masing-masing 1 juta rupiah,” ucapnya.
“Tahap duanya diberikan kepada tiga keluarga yang tergolong kemiskinan ekstrim dibantu 5 juta Rupiah. Dan tahap tiga ini kita salurkan 21.200.000 untuk 30 penjaga sekolah atau TU non ASN disekolah masing-masing 500 ribu Rupiah, 8 orang siswa yang kesulitan ekonomi serta bantuan usaha untuk 2 orang,” tambahnya.
Dikesempatan itu juga Ketua Baznas Kota Payakumbuh Hamdi Syofian mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang bertugas untuk mengelola zakat jajaran Dinas Pendidikan sebelum disetorkan ke Baznas.
“Nanti setelah disetor oleh UPZ Disdik ke Baznas 60 persennya kita salurkan lagi ke Disdik untuk diberikan kepada yang berhak,” terangnya.
“Gunakanlah bantuan ini sebaik-baiknya, ‘kok ndak panuah kateh panuah kabawah‘, walau tidak banyak mudah-mudahan bermanfaat, dan yang memberi zakat diberi balasan yang terbaik oleh Allah,” pungkasnya. (MS)
Payakumbuh — Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda menyerahkan cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan 2023 kepada sekitar 140 warga Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang, Selasa (11/04/23).
Kegiatan yang bertempat di kantor lurah Sapaku itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Edvidel Arda, Camat Payakumbuh Selatan Agus Rubiono, Lurah Sapaku Helmita, Ketua LPM Sapaku Joni Saputra, PSM, dan tamu lainnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Edvidel Arda mengatakan terkait penyerahan bantuan pangan ini telah dikoordinasikan oleh lembaga terkait, termasuk ketapang, Dinsos, dan Camat. Sementara itu, data penerima manfaat sudah diterima Pemko Payakumbuh dari badan pangan nasional, sumbernya dari kementerian sosial.
“Untuk nama penerima ini datang dari pusat, jika namanya tidak ditemukan di kelurahan, nanti bisa digantikan oleh orang yang betul-betul kurang mampu atau masuk data DTKS, disini peran PSM cukup tinggi,” katanya.
Edvidel menyebut bantuan pangan ini berasal Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan menugaskan Perum BULOG untuk melaksanakan penyaluran. Perum BULOG bekerja sama dengan PT POS Indonesia untuk menyalurkan beras dari Gudang BULOG sampai kepada seluruh Penerima Bantuan Pangan.
“Di Kota Payakumbuh terdapat 7371 warga penerima bantuan beras ini selama 3 bulan, masing-masing mendapat 10kg untuk 3 kali penerimaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wako Rida Ananda mengatakan untuk mengatasi persoalan inflasi di Indonesia, salah satu upaya pemerintah adalah dengan memberikan bantuan pangan supaya tidak kekurangan pangan, bahkan ada Pemda yang ikut menganggarkan bantuan berupa BLT.
“Dengan tingginya harga kebutuhan pokok dapat memperparah kondisi ekonomi ekstrem di tengah-tengah masyarakat. Kami berharap inflasi dapat menurun atau dapat dikendalikan,” katanya.
Rida juga mengajak masyarakat untuk dapat mengoptimalkan lahan, termasuk sawah yang seharusnya digunakan untuk menanam padi, serta lahan untuk usaha pertanian lainnya seperti cabe dan bawang.
“Kita harus menekan tingginya inflasi, kondisi dimana kebutuhan banyak, tapi barangnya sedikit. Mari optimalkan lahan-lahan yang ada, termasuk pekarangan rumah, gunakan media terbaik, bahkan menanam cabe di polibag sekalipun bisa dioptimalkan,” pungkasnya. (MS)
Payakumbuh --- Ramadhan penuh berkah, Lurah Tigo Koto Dibaruah Netra bersyukur warganya yang kurang mampu mendapatkan bantuan kebutuhan pokok dari Baznas dan Bulog.
Pada Senin (10/4), Lurah Netra dan jajaran melaksanakan pendistribusian bantuan paket sembako dari Baznas Kota Payakumbuh sebanyak 15 KK, isi paket tersebut ada beras, susu, sirup, teh, minyak goreng, gula.
Sementara itu, ada juga pendistribusian bantuan pagan dari Bulog untuk 243 orang warga kurang mampu.
"Alhamdulillah, di tengah inflasi dan kondisi ekonomi saat ini masyarakat dapat dibantu oleh Baznas dan Bulog, kami sampaikan terima kasih," ujar Lurah Netra.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Rida Ananda mengatakan untuk mengatasi persoalan inflasi di Indonesia, salah satu upaya pemerintah adalah dengan memberikan bantuan pangan supaya tidak kekurangan pangan, bantuan Baznas, bahkan ada Pemda yang ikut menganggarkan bantuan berupa BLT.
"Dengan tingginya harga kebutuhan pokok dapat memperparah kondisi ekonomi ekstrem di tengah-tengah masyarakat. Kami berharap inflasi dapat menurun atau dapat dikendalikan," katanya.
Rida juga mengajak masyarakat untuk dapat mengoptimalkan lahan, termasuk sawah yang seharusnya digunakan untuk menanam padi, serta lahan untuk usaha pertanian lainnya seperti cabe dan bawang.
"Kita harus menekan tingginya inflasi, kondisi dimana kebutuhan banyak, tapi barangnya sedikit. Mari optimalkan lahan-lahan yang ada, termasuk pekarangan rumah, gunakan media terbaik, bahkan menanam cabe di polibag sekalipun bisa dioptimalkan," pungkasnya. (MS)