Latest Post

 

Payakumbuh — Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda bersama Dharma Wanita Persatuan Kota Payakumbuh menyerahkan bantuan sembako dalam kegiatan berbagi dan peduli ASN Golongan 1 dan 2, Tenaga Jasa Perorangan (TJP), dan anak stunting yang dilaksanakan di Balai Kota, Selasa (18/04/23).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua TP-PKK Elfriza Zaharman “Chece” Rida Ananda, Plt. Sekda Dafrul Pasi, Asisten II Elzadaswarman, Ketua DWP Vera Dafrul Pasi dan jajaran, serta pegawai dan masyarakat penerima bantuan.

Ny. Vera Dafrul Pasi dalam sambutannya memaparkan bantuan paket sembako yang disalurkan oleh DWP kali ini berupa beras, telur, minyak goreng, sarden, gula pasir, jumlahnya sebanyak 85 paket. Menariknya, donatur dari MDLY turut ikut menyumbangkan pakaian baru untuk disalurkan oleh DWP kepada penerima bantuan.

“Semoga dengan bantuan yang tak seberapa ini, kita bisa berbahagia bersama dalam menyambut Idul Fitri,” harapnya.

Sementara itu, Wako Rida Ananda selaku pembina DWP Kota Payakumbuh menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada DWP atas bantuan yang diberikan ini, diharapkan menjadi amal ibadah.

“Terima kasih juga kami ucapkan kepada donatur. Ini sudah yang ke 5 kali DWP menggelar kegiatan serupa, semoga dapat terus ditingkatkan kedepannya sebagai tali asih kita, bahwasanya kita semua bersaudara. Semoga bantuan ini bermanfaat dan berkah,” ungkapnya.

Rida melihat bantuan kali ini tak hanya bagi Pegawai golongan 1 dan 2 serta TJP saja, tapi juga ada untuk anak-anak stunting. Rida menyampaikan terkait problem stunting ini ada target yang harus dientaskan, untuk itu Dia mengajak semua pihak untuk ikut membantu anak stunting yang ada di lingkungan tempat tinggal.

“Kepedulian dan kepekaan kita terhadap lingkungan jadikan sebagai semangat yang mendorong kita berbuat untuk sesama,” pungkasnya. (MS)

 

Payakumbuh — Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan menjelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah oleh Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda tidak pernah ada hentinya. Hal itu terlihat setelah mengikuti kegiatan bakti sosial bersama LKKS Kota Payakumbuh dan komunitas dari Indo Jalito Peduli, Rida Ananda tanpa ada jedanya langsung bergerak untuk kegiatan bakti sosial selanjutnya.

Bakti sosial yang berlangsung merupakan bakti sosial secara spontan dan mendadak dari Wai Kota Payakumbuh. Dimana pada kali ini, Rida Ananda menyambangi warga di kelurahan Kotokociak Kubu Tapakrajo, kelurahan Payakumbuh Utara, Selasa (18/04/23) sore.

Dengan turut didampingi oleh Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Cece Rida Ananda bersama Kepala Dinas Sosial Irwan Suwandi, Wali Kota Payakumbuh mengantarkan bantuan bakti sosial bagi satu keluarga yang menderita lumpuh belasan tahun.

Satu kelurga yang terdiri dari dua orang tersebut, merupakan kakak beradik yang keduanya sama-sama mengalami kelumpuhan yang diakibatkan penyakit polio.

Terlihat dalam kesempatan itu, Wako Rida Ananda menyerahkan bantuan uang tunai langsung kepada kakak beradik tersebut, Yulianti (55) dan Salmawati (49) dengan turut serta didampingi Ketua RT dan tetangganya.

Rida Ananda juga menginstruksikan Kepala Dinas Sosial agar segera mendata keluarga tersebut supaya nantinya bisa menerima bantuan dari Pemko Payakumbuh.

“Kalau ada masyarakat yang mengalami penyakit lumpuh atau penyakit lainnya yang diderita sudah bertahun-tahun, mohon laporkan kepada kami, insyaAllah nanti akan kami bantu semampu kami,” ucap Rida.

Selain itu, Rida juga mengatakan untuk permasalahan lain boleh juga dilaporkan, seperti lampu jalan tidak menyala dan permasalahan lainnya.

“Kalau ada permasalahan lain boleh juga laporkan kepada kami, nanti petugas akan kami turunkan dari dinas terkait, dan akan kita cari solusinya,” tandas orang nomor satu dilingkup Pemerintah Kota Payakumbuh itu. (MS)

 

Payakumbuh — Sedikitnya, 120 orang yang termasuk warga dari golongan dhuafa, anak yatim, miskin ekstrim dan terindikasi Stunting menerima paket bantuan yang diserahkan langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda bersama Ketua LKKS Kota Payakumbuh Elfriza “Cece” Zaharman dan didampingi Kepala Dinas Sosial Irwan Suwandi serta Ketua TP-PKK se-Kecamatan Kota Payakumbuh.

Dengan mengusung tema “Persaudaraan Kebersamaan dan Kepedulian”, bantuan bakti sosial merupakan program dari komunitas perantau perempuan Minang yang tergabung dalam organisasi Indo Jalito Peduli (IJP) bekerjasama dengan LKKS (Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial) Kota Payakumbuh serta Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh.

Ketua LKKS Kota Payakumbuh Elfriza “Cece” Zaharman dalam arahan mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur dari segala lintas dan elemen masyarakat telah turut bergandeng tangan dalam saling membantu sesama.

“Alhamdulilah, semoga dengan uluran tangan dari para ibu-ibu komunitas IJP dan seluruh warga serta OPD yang terlibat langsung dalam menjalankan program bakti sosial ini hendaknya mendapatkan rezeki yang berlimpah lagi sehingga mereka dapat terus memberikan uluran tangan untuk meringankan beban warga dan sanak saudara lainnya,” ungkap Cece, Selasa (18/04/23).

Cece mengungkapkan jika sebelumnya, LKKS Kota Payakumbuh diawal hanya menyediakan paket bantuan untuk 60 orang saja, namun, dengan (LKKS Kota Payakumbuh) turut mengajak dari para pengusaha dan juga Pemko Payakumbuh dalam menyukseskan bakti sosial ini, akhirnya terkumpul lah paket bantuan untuk 120 orang dengan rincian per paketnya berisi uang tunai, pakaian dan nasi kotak untuk mereka berbuka puasa.

Ketua LKKS Kota Payakumbuh itu berharap kedepannya akan semakin banyak lagi warga yang mampu untuk ikut serta dalam program bakti sosial.

“Sehingga dengan semakin banyaknya mereka yang ikut andil dalam mengumpulkan bantuan ini, maka akan semakin cepat warga Kota Payakumbuh terbebas dari kategori penerima bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda juga ungkapkan rasa syukur dan terimakasih nya kepada komunitas IJP, LKKS Kota Payakumbuh serta seluruh warga yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan bakti sosial tersebut.

Rida mengatakan jika Pemko Payakumbuh tidak bisa sendiri melakukan untuk meringankan beban dari para warga Kota Payakumbuh.

“Karna dari APBD yang ada tidaklah cukup untuk membantu secara mandiri. Agar dapat meringankan beban sanak saudara kita di Kota Payakumbuh, Pemko terus meningkatkan Sinergitas dengan seluruh unsur elemen yang ada agar sanak saudara kita bisa merasakan kebahagiaan untuk menyambut hari raya Idul Fitri esok,” ungkap Rida di pendopo rumah dinasnya.

Rida juga berbagi cerita tentang kisah perjalanan hidupnya mulai dari ia kecil hingga bisa mencapai posisi sebagai orang nomor satu di lingkup pemerintah kota Payakumbuh.

Lebih lanjut, Rida mengatakan bahwa Pemko Payakumbuh telah menyusun program kerja berupa penyaluran bantuan bagi warga Kota Payakumbuh di bidang pendidikan.

“Bantuan yang diserahkan ini tidak berupa bantuan materil saja, tetapi kami ingin nantinya warga Kota Payakumbuh yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah agar dapat tetap terus sekolah. Karna, jika anak kita putus sekolah, maka harapan untuk mengangkat derajat keluarga juga akan terputus, dan hal ini jangan sampai terjadi nantinya,” ucap Rida.

Dengan bantuan pada bidang pendidikan tersebut, Rida berharap nantinya warga Kota Payakumbuh kedepannya tidak ada yang tidak menyelesaikan pendidikan sekolah, minimal hingga sekolah menengah atas atau kejuruan. (MS)

 

Payakumbuh — Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda mengaku salut atas kebersamaan warga Lamposi Tigo Nagori (Latina) dengan eksisnya Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang menjadi penawar masalah sosial di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat penyerahan bantuan sembako kepada 152 warga di kantor camat Lamposi Tigo Nagori, Senin (17/4).

LKS Peti Bunian Lamposi merupakan Lembaga Kesejahteraan Sosial yang dicetuskan pada tahun 2016 oleh almarhum Resnulius, dan sekarang diketuai dan dijalankan oleh Yofi Kurniadi Dt. Patiah Baringek.

“Dalam mengentaskan persoalan sosial-ekonomi, Pemda tak bisa membantu full. Makanya kita berupaya mendapatkan kekuatan dari sumber-sumber lain untuk membantu masyarakat, termasuk LKS Peti Bunian Lamposi yang acap kali membantu warga di saat-saat penting,” kata Rida.

Bahkan, Rida turut melihat tak hanya pembagian paket sembako yang sudah jadi kegiatan rutin digelar, tapi LKS Peti Bunian ini juga menyalurkan bantuan beasiswa untuk anak-anak yang akan masuk sekolah/kuliah.

“Kami berharap bantuan yang diterima dari LKS Puti Bunian tersebut dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat. Apalagi, kita akan lebaran pula, sehingga tentu kebutuhan masyarakat jadi bertambah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LKS Peti Bunian Lamposi YK Dt. Patiah Nan Baringek menyebut pihaknya membantu masyarakat Latina yang belum tersentuh bantuan oleh pemerintah, dan mereka yang betul-betul membutuhkan. Syukurnya, pada tahun 2023 program LKS Peti Bunian tetap terus dapat berjalan, ini tidak terlepas dari peran donatur.

“Setiap tahun jumlah paket sembako yang kita salurkan bertambah jumlah dan isinya. Kini ada 152 paket dengan total dana Rp. 33.761.000. Masing-masing paket bernilai Rp. 250.000 berupa beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya. Kami mendoakan semoga donatur kami baik yang di Latina, perantau, dan yang di luar Latina dibalasi oleh Allah SWT dengan pahala berlipat ganda,” ujarnya.

Dari sisi Ketua DPRD Hamdi Agus turut menyampaikan apresiasi kepada LKS Peti Bunian yang setiap tahun selalu menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat.

“Bantuan ini si tawa si dingin dalam menghadapi lebaran idul fitri. Jangan lupa semangat beribadah, meski di penghujung ramadhan,” kata Hamdi mantap.

Camat Latina Diki Engla menerangkan pada awal mula LKS Peti Bunian ini didirikan hanya berfokus untuk beasiswa bagi anak-anak kurang mampu. Kemudian dalam perjalannya LKS Peti Bunian melebarkan sayap dengan memberikan bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu. Pihaknya berharap, LKS Peti Bunian dapat terus menjadi pahlawan bagi warga latina, sehingga sedikit banyaknya mereka bisa lepas dari jerat kemiskinan.

“Kami juga apresiasi pimpinan daerah yang telah ikut berbagi pada hari ini, ada anak-anak juga dapat THR, kami terharu,” pungkasnya. (FS)

 

Payakumbuh — Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda mengaku salut atas kebersamaan warga Lamposi Tigo Nagori (Latina) dengan eksisnya Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang menjadi penawar masalah sosial di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat penyerahan bantuan sembako kepada 152 warga di kantor Camat Lamposi Tigo Nagori, Senin (17/04/23).

LKS Peti Bunian Lamposi merupakan Lembaga Kesejahteraan Sosial yang dicetuskan pada tahun 2016 oleh almarhum Resnulius, dan sekarang diketuai dan dijalankan oleh Yofi Kurniadi Dt. Patiah Baringek.

“Dalam mengentaskan persoalan sosial-ekonomi, Pemda tak bisa membantu full. Makanya kita berupaya mendapatkan kekuatan dari sumber-sumber lain untuk membantu masyarakat, termasuk LKS Peti Bunian Lamposi yang acap kali membantu warga di saat-saat penting,” kata Rida.

Bahkan, Rida turut melihat tak hanya pembagian paket sembako yang sudah jadi kegiatan rutin digelar, tapi LKS Peti Bunian ini juga menyalurkan bantuan beasiswa untuk anak-anak yang akan masuk sekolah/kuliah.

“Kami berharap bantuan yang diterima dari LKS Puti Bunian tersebut dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat. Apalagi, kita akan lebaran pula, sehingga tentu kebutuhan masyarakat jadi bertambah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LKS Peti Bunian Lamposi YK Dt. Patiah Nan Baringek menyebut pihaknya membantu masyarakat Latina yang belum tersentuh bantuan oleh pemerintah, dan mereka yang betul-betul membutuhkan. Syukurnya, pada tahun 2023 program LKS Peti Bunian tetap terus dapat berjalan, ini tidak terlepas dari peran donatur.

“Setiap tahun jumlah paket sembako yang kita salurkan bertambah jumlah dan isinya. Kini ada 152 paket dengan total dana Rp. 33.761.000. Masing-masing paket bernilai Rp. 250.000 berupa beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya. Kami mendoakan semoga donatur kami baik yang di Latina, perantau, dan yang di luar Latina dibalasi oleh Allah SWT dengan pahala berlipat ganda,” ujarnya.

Dari sisi Ketua DPRD Hamdi Agus turut menyampaikan apresiasi kepada LKS Peti Bunian yang setiap tahun selalu menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat.

“Bantuan ini si tawa si dingin dalam menghadapi lebaran Idul Fitri. Jangan lupa semangat beribadah, meski di penghujung Ramadan,” kata Hamdi mantap.

Camat Latina Diki Engla menerangkan pada awal mula LKS Peti Bunian ini didirikan hanya berfokus untuk beasiswa bagi anak-anak kurang mampu. Kemudian dalam perjalannya LKS Peti Bunian melebarkan sayap dengan memberikan bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu. Pihaknya berharap, LKS Peti Bunian dapat terus menjadi pahlawan bagi warga latina, sehingga sedikit banyaknya mereka bisa lepas dari jerat kemiskinan.

“Kami juga apresiasi pimpinan daerah yang telah ikut berbagi pada hari ini, ada anak-anak juga dapat THR, kami terharu,” pungkasnya. (MS)

 

Payakumbuh — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi tahun 2023 dan sosialisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang kesehatan bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan beberapa Menteri tekait secara virtual (online) di Aula Randang, Balai Kota Payakumbuh, Senin (17/04/23).

Dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda, Rakor rutin mingguan bersama Mendagri tersebut turut juga diikuti oleh jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Payakumbuh.

Diawal sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan kembali arahan Presiden Joko Widodo agar daerah dapat mengendalikan inflasi dan selalu menjaga ketersediaan pangan di daerah.

“Pantau langsung harga di lapangan, dan hati-hati mengatur tarif (PDAM dan angkutan umum). Serta pasokan dan harga bahan pokok agar dapat terjaga, terutama untuk beras agar dipantau dengan turun langsung ke pasar,” kata Tito mengatakan ulang penyampaian Presiden RI.

Dalam arahannya, Tito mengatakan jika potensi penghimpunan zakat di Indonesia mencapai Rp.327,6 Triliun per tahun menurut data yang dihimpun dari pusat kajian strategis lembaganya.

“Potensi itu berasal dari zakat penghasilan dan jasa, pertanian, perkebunan, peternakan dan sektor lainnya,” kata Tito.

Pada tahun 2022, zakat infak sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lain (DSKL) membidik pengumpulan zakat bisa menembus Rp.26 Triliun, dan untuk mencapai angka tersebut, menurut Tito perlu dan butuh dorongan dari segala lini.

“Dan bila target terpenuhi, diperkirakan ada 56 juta orang yang akan menerima manfaat dari pengumpulan zakat. Disisi lain, pemberian bantuan BAZNAS akan dilakukan secara tepat sasaran kepada masyarakat dengan tiga segmen, yakni ekonomi, kesehatan dan pendidikan,” ungkap Tito.

Tito juga menyampaikan jika perkembangan inflasi dibulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya (kecuali tahun 2020 dan tahun 2021).

Namun, meskipun relatif rendah, Tito menghimbau agar tetap selalu waspada terhadap kenaikan harga beberapa komoditas yang mungkin terdampak tingginya permintaan menjelang hari raya Idul Fitri, seperti tarif angkutan udara, daging sapi, daging ayam ras, bawang merah dan masih banyak lainnya,” himbaunya.

Diakhir penyampaiannya, Tito mengatakan supaya inflasi dapat selalu terjaga, pemerintah daerah harus memperkuat kerjasama antar daerah, kepala daerah untuk aktif selalu cek inflasi rutin dilapangan, dan pastikan ketercukupan dan ketersediaan pasokan pangan di pasar aman.

Setelah Mendagri menyampaikan arahannya, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, pada kesempatan tersebut Budi Gunadi Sadikin memaparkan transformasi kesehatan dalam RUU tentang kesehatan.

Budi mengatakan bahwa dalam RUU kesehatan ini akan selalu mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia. Dimana dalam mendukung transformasi tersebut, terdapat 6 pilar yang dipaparkan oleh Menkes tersebut, yakni ;

1. Pilar 1 (transformasi layanan primer). 

Pada pilar pertama ini, RUU kesehatan akan menciptakan layanan kesehatan yang berfokus pada upaya mencegah orang sehat menjadi sakit.

2. Pilar 2 (transformasi layanan rujukan).
RUU kesehatan akan mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.
3. Pilar 3a (transformasi sistem ketahanan kesehatan).
RUU kesehatan akan meningkatkan kemandirian nasional di sekotor farmasi dan alat kesehatan.
⁃ Pilar 3b (trasformasi sistem ketahanan kesehatan).
RUU Kesehatan akan meningkatkan ketahanan dalam menghadapi krisis kesehatan dimasa kini dan yang akan datang.
4. Pilar 4 (transformasi sistem pembiayaan kesehatan).
RUU Kesehatan akan meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan.
5. Pilar 5 (SDM Kesehatan).
RUU kesehatan akan meningkatkan produksi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berkualitas.
6. Pilar 6 (transformasi teknologi kesehatan).
RUU kesehatan akan mewujudkan digitalisasi sistem kesehatan dan meningkatkan inovasi teknologi kesehatan.

Sebelumnya, Kementrian Kesehatan RI terlebih dahulu telah menyelenggarakan partisipasi publik dan sosialisasi RUU Kesehatan pada bulan Maret 2023.

Dalam RUU Kesehatan, Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki peran penting dalam rangka penyelenggaraan kesehatan.

“Kepala daerah diharapkan dapat mengkosolidasikan seluruh dinas kesehatan dan direktur RSUD agar mendukung RUU kesehatan dan memastikan implementasi RUU Kesehatan berjalan dengan baik,” himbau Budi.

Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda setelah Rakor berlangsung menjelaskan rakor pengendalian inflasi ini merupakan kegiatan rutin setiap minggu Kemendagri dengan seluruh pihak pemerintah daerah se-Indonesia terkait penanganan inflasi.

“Alhamdulilah, inflasi gabungan kota perProvinsi secara year of year, Sumbar masuk dalam 10 besar, tepat nya pada posisi keenam, yakni 5,97 persen,” ungkapnya.

“Dan karna Kota Payakumbuh masih mengacu terhadap Kota Padang dan Kota Bukittinggi, jadi dalam penyampaian Mendagri tadi, di Sumbar Kota Bukittinggi ambil posisi masuk 10 besar inflasi tertinggi, yakni diangka 6,08 persen,” bebernya melanjutkan.

Dan terkait ketersediaan pangan dan bahan pokok di Kota Payakumbuh, Rida menyampaikan jika saat ini kondisi stok dan ketersediaan bahan pangan masih aman, cabe murah, sedangkan untuk beras, minyak goreng tersedia” sambung Rida. (MS)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.