
Payakumbuh – Pj. Wali Kota Payakumbuh bersama beberapa kepala OPD di Lingkungan Pemko Payakumbuh beserta masyarakat melakukan giat bersih-bersih di monumen bersejarah yang menjadi saksi perjuangan masyarakat Luak Limopuluah dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan bersih-bersih monumen bersejarah ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT RI ke 78 di Kota Payakumbuh.
Ketika membersihkan jebatan yang sarat dengan nilai perjuangan, dimana dahulunya dijadikan tempat eksekusi para pemuda Minangkabau yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia kala itu, Pj. Wako Rida Ananda mengerahkan satu unit mobil Pemadam Kebakaran untuk menyemprot debu-debu yang sudah sekian lama menempel di dinding situs bersejarah itu.
“Hari ini kami bersama teman–teman dari beberapa OPD dan masyarakat Nunang Daya Bangun (NDB), melakukan pembersihan Jembatan Ratapan Ibu. Kita juga melakukan pengecatan jembatan ini agar terlihat lebih indah dan bersih,” kata Pj. Wako Rida Ananda saat bersih-bersih Jembatan Ratapan Ibu, Sabtu (05/08/2023).
Disela-sela pembersihan Jembatan Ratapan Ibu, Pj. Wako Rida Ananda juga menyempatkan meninjau pembangunan infrastruktur yang ada disekitar lokasi gotongroyong.
“Mudah-mudahan pembangunan ini cepat selesai, sehingga jalur akses masyarakat menuju Masjid Makmur dan kantor lurah NDB bisa segera digunakan,” ucapnya.
Setelah pembersihan di Jembatan Ratapan Ibu, Pj. Wali Kota dengan lincah mengendari motor Lurah NDB dan langsung menuju tugu adipura yang ada di jantung Kota Payakumbuh.
“Tugu ini akan kita percantik lagi, termasuk shelter informasi yang ada dikawasan ini. Kita juga akan percantik sampai ke sudut-sudut kota Payakumbuh. Pokoknya HUT RI tahun ini akan lebih berwarna di Payakumbuh,” pungkasnya. (Rel/FS)
Nota Kesepakatan KU PPAS APBD Tahun 2024 Ditandatangani
Tanah Datar, Maklumatnews - “Rangkaian pembahasan kebijakan umum anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun 2024 telah terlaksana dengan baik dari awal hingga ditandatanganinya Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tanah Datar tahun 2024 pada hari ini".
Hal itu disampaikan bupati Tanah Datar Eka Putra pada Rapat Paripurna dengan agenda Penandatangganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum (KU) dan (PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tanah Datar tahun 2024, di Ruang Rapat DPRD setempat, Jumat (4/8).
"Untuk itu, ucapkan terima kasih,”kami sampaikan kepada seluruh pimpinan, pimpinan Fraksi dan anggota DPRD Tanah Datar yang telah bersama-sama melakukan proses pembahasan KUA dan PPAS APBD tahun 2024 ini".
Dikatakan Eka Putra, " Dengan ditandatanganinya Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tanah Datar tahun 2024 ini, Pemda dan DPRD mempunyai tanggung jawab melalui fungsi dan kewenangan masing-masing untuk menyelenggarakan pembangunan daerah di tahun anggaran 2024 nanti".
“Terkait hal itu, Pemda dan DPRD Tanah Datar akan saling memberikan dukungan dan kotribusi dalam mencapai target pembangunan daerah di tahun anggaran 2024,” ujar Bupati Eka Putra.
"KUA dan PPAS Tanah Datar 2024 akan menjadi pedoman dalam penyusunan rancangan APBD tahun 2024 serta merupakan wujud komitmen Pemda Tanah Datar melaksanakan pembangunan dan memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat Luhak Nan Tuo ini,” ungkapnya lagi.
Sebelumnya, Ketua DPRD Tanah Datar H. Rony Mulayadi, SE. Dt. Bungsu saat memimpin Rapat Paripurna itu, mengatakan rangkaian pembahasan KUA dan PPAS APBD tahun 2024 telah melewati beberapa tahapan yang melibatkan seluruh pihak terkait.
“Ada pun proses pembahasan KUA dan PPAS APBD tahun 2024 yakni, pembahasan di tingkat Provinsi, pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) dan sebagainya,” ujarnya.
Turut mendampingi ketua DPRD di kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Saidani dan Anton Yondra, Sekwan Yuhardi serta diikuti Forkopimda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat dan Wali Nagari se Tanah Datar. (Pinos/rls)
Payakumbuh --- Pengurus Karang Taruna Kota Payakumbuh mematangkan persiapan jelang pelantikan kepengurusan baru yang akan dilaksanakan pada Kamis, 10 Agustus 2023 mendatang.
Rapat persiapan itu dipimpin oleh Ketua Karang Taruna Kota Payakumbuh Yonaldi "Ayong" didampingi Sekretaris Karang Taruna Kota Payakumbuh Novanto Yudhistira, dengan dibimbing oleh Plt. Kabid Pemberdayaan Sosial Imelia Wulandari dan moderator Rio "Kancen" di Aula Kantor Bersama Padang Kaduduak, Jumat (4/8).
Untuk informasi, komando Karang Taruna Kota Payakumbuh yang baru sudah terpilih sejak sekitar 2 tahun lalu, dan pengurusnya yang telah di SK.kan belum dilantik secara resmi. Artinya baru diakui secara defacto, belum secara dejure.
Yonaldi mengatakan dalam acara pelantikan di Aula Ngalau Indah Lantai III Kantor Wali Kota Payakumbuh itu nanti juga dilaksanakan rapat kerja membahas langkah strategis semangat karang taruna yang selalu ada di setiap sudut kota, bahu-membahu dalam menanggulangi masalah kesejahteraan sosial masyarakat.
"Pengurus telah menemui Pj. Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda untuk melantik pengurus, dan SK Karang Taruna Kota Payakumbuh yang berlaku adalah periode 2022-2027," ujarnya.
Pengurus juga mendapat pesan dari Pj. Wako Rida Ananda terkait masalah kesejahteraan sosial yang dihadapi pemerintah saat ini adalah tingginya angka stunting, ekonomi ekstrem, dan inflasi. Tentunya dengan dukungan dan gerakan strategis karang taruna, angka tersebut bisa ditekan dan diminimalisir menuju zero growth.
"Untuk itu, setelah dilantik nanti kita akan segera bergerak cepat bersama-sama untuk mendukung program pemerintah," terangnya.
Sementara itu, Novanto Yudhistira atau yang akrab disapa Pak Sek oleh anggota karang taruna itu berharap tantangan yang dihadapi oleh Karang Taruna kedepan bisa dihadapi bersama-sama. Termasuk, sebagai organisasi plat merah yang independen dan tupoksinya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia.
"Pengurus dan anggota ada karang taruna beragam latar belakang, tak lepas pula dari partai politik, bahkan ada yang menjadi penyelenggara dan pengawas pemilu pula, jadi karang taruna tidak bisa dilabeli dengan warna politik tertentu, karena organisasinya ini independen dan jelas tujuannya untuk memberdayakan potensi apapun untuk mengentaskan masalah sosial," ujarnya.
Dari sisi Plt. Kabid Pemberdayaan Sosial Imelia Wulandari menyampaikan pemerintah butuh karang taruna untuk mengentaskan masalah sosial, organisasi ini menjadi salah satu mitranya sebagai pilar sosial. Harapannya karang taruna harus beradaptasi dengan perubahan teknologi, lingkungan, dan zaman, mengambil posisi yang efektif dan efisien.
"Pemko mendorong dalam bentuk kegiatan di bidang pemberdayaan sosial di Dinas Sosial, seperti peningkatan kapasitas pengurus, bimbingan teknis, dan penajaman terhadap kebutuhan penanggulangan sosial terkini," pungkasnya. (FS)

Payakumbuh – Walau baru meraih penghargaan karena berhasil dalam pengendalian inflasi baru-baru ini, Pj. Wali Kota Payakumbuh tidak mau terlena dan tetap meminta jajarannya untuk tetap fokus dalam pengendalian inflasi di Kota Payakumbuh.
Buktinya, saat pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) seluruh OPD, Camat dan Lurah se-Kota Payakumbuh di Kota City Of Randang itu tetap membahas Isu strategis Nasional untuk dijadikan topik dan pembahasan hangat.
Seperti diketahui, saat ini angka inflasi Sumbar per-Juni 2023 sebesar 2,95 % yang disumbangkan dari Kota Padang 3.03 % dan Bukitinggi 2.34 %. Jika angka inflasi Bukittinggi jadikan acuan, maka harga pangan penyumbang inflasi di Kota Payakumbuh relatif stabil.
“Tinggal kita lagi, menjaga bagaimana jangan terjadi kenaikan yang signifikan terhadap komoditi penyumbang inflasi ini,” kata Pj. Wako Rida Ananda saat memimpin rakor itu di Aula Ngalau, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (02/08).
Rida juga menyampaikan, dana insentif fiskal 9,1 milyar rupiah akan digunakan sesuai PMK no 67 tahun 2023, dan harus segera dialokasikan di Perubahan APBD untuk pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan, peningkatan investasi dan penurunan stunting.
“Keberhasilan ini berkat upaya kita bersama dalam pengendalian inflasi di Kota Payakumbuh. Kami harapkan OPD terkait agar segera mengajukan usulannya melalui Bappeda untuk dialokasikan dalam Perubahan RKPDdan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat kita,” ucapnya.
Sedangkan untuk kemiskinan ekstrem, Pj. Rida meminta mulai bulan Agustus ini kelurahan sudah rutin mengadakan musyawarah kelurahan untuk verval data kemiskinan tersebut 1 x 1 bulan.
“Melalui Dinas Sosial kita telah membuat profil masalah yang dialami oleh setiap keluarga miskin ekstrem serta potensi usaha yang dapat dilakukan keluarga miskin untuk meningkatkan penghasilannya,” katanya.
“Dan sebagian keluarga miskin ekstrem sudah mulai dibantu modal usaha melalui gerakan sedekah seribu sehari (S3) OPD. Selain itu bersama Baznas kita juga akan memberikan bantuan usaha untuk seluruh KK miskin ekstrem, Insyaallah Agustus ini akan mulai disalurkan,” tukuknya.
“Harapan kita sesuai instruksi Presiden, tahun 2024 di Payakumbuh tidak ada lagi masyarakat miskin ektrem ini,” harapnya.
Dan untuk stunting, Rida mengatakan berdasarkan hasil entrian elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (ePPGBM) angka stunting di Payakumbuh sebnyak 265 orang.
“Ini sudah turun, kemaren itu lebih 300 orang. Yang 265 orang ini terdiri dari 76 orang sangat pendenk dan 189 orang pendek,” pungkasnya. (Rel/FS)

Payakumbuh – Sebanyak 14 orang jamaah haji asal Kota Payakumbuh yang tergabung dalam kloter 17 embarkasi Padang telah tiba dengan di Kota Payakumbuh. Kedatangan jamaah haji tersebut disambut langsung oleh Pj. Wali Kota Payakumbuh, Rida Ananda di Lobi Balai Kota Payakumbuh, Rabu (02/8).
Dalam penyambutan jamaah haji asal Payakumbuh itu tampak puluhan sanak famili dari keluarga sudah menanti kedatangan rombongan jemaah haji tersebut. Setelah bus menepi di balai kota Payakumbuh isak tangis kebahagian pun pecah menyambut kepulangan jamaah haji.
“Alhamdulillah, semua jamaah haji kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat, baik itu kloter 11 dan kloter 17 baru saja sampai,” kata Pj. Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda.
“Mari kita doakan satu orang jamaah haji kita yang berpulang di Madinah, mudah-mudahan segala amal dan ibadahnya diterima oleh Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” Ungkapnya.
“Kita lihat wajah jamaah haji sungguh luar biasa, cerah-cerah semuanya. Insyaallah menjadi haji yang mabrur, aamiin ya rabbal alamaiin,” tambahnya lagi.
Dikesempatan itu, Rida juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa menyambut langsung kedatangan para jamaah haji di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman.
“Kami atasnama Pemko Payakumbuh mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam pelayanan selama keberangkatan dan kepulangan jamaah haji. Insyaallah kedepannya akan terus kita tingkatkan,” ucapnya.
“Selamat datang kembali di Payakumbuh, mudah-mudahan sehat semua dan bisa beraktifitas kembali seperti biasa,” tutupnya.
Sementara itu, Kakan Kemenang Kota Payakumbuh Joben mengatakan, dari 250 orang jamaah haji asal Kota Payakumbuh, 249 orang telah tiba dengan selamat dan sehat di Payakumbuh. Dan 1 (satu) orang lagi meninggal di Madinah dan telah dikebumikan di Bakiak Madinah.
“250 orang jamaah haji kita ini tergabung dalam kloter 11 dan 17. Kloter 11 telah sampai di Payakumbuh tanggal 27 Juli lalu, dan kloter 17 baru sampai hari ini.Jamaah haji kita yang meninggal di Madinah atas nama Ade Taufik asal Kelurahan Padang Tangah Balai Nan Duo,” pungkasnya.
Kedatangan jamaah haji itu juga disambut Asisten III Ifon Satria, Kakan Kemenag Joben, Kabag Kesra Efrizal dan jajaran Kemenag Kota Payakumbuh. (Rel/FS)