Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama



Padang — Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kota Padang sempat terganggu akibat terhentinya aliran air bersih. Kondisi ini dipicu oleh kebocoran pada pipa utama berdiameter 250 mm dan 225 mm berbahan PVC yang kini tengah diperbaiki secara intensif oleh Perumda Air Minum Kota Padang.
‎Sejak Sabtu (11/4/2026), tim teknis telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Pengerjaan ini bukan sekadar perbaikan biasa, melainkan upaya krusial untuk menjaga keberlangsungan distribusi air bagi ribuan pelanggan.
‎Wilayah terdampak meliputi Andalas, Filano, Sutomo, Cendana, Azizi, Polamas, Aur Duri, Lubuk Lintah, Kalawi, Dharma Panda, Koto Lalang, hingga Pondok Ranah Minang. Di kawasan tersebut, warga diimbau untuk menghemat penggunaan air selama proses perbaikan berlangsung.
‎Di tengah situasi ini, Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan bahwa seluruh upaya terbaik sedang dilakukan. Tim di lapangan bekerja tanpa henti demi mempercepat pemulihan distribusi air.
‎“Ini bukan hanya soal memperbaiki pipa yang bocor, tetapi memastikan sistem distribusi kembali kuat dan andal. Kami tidak ingin masalah serupa terulang dalam waktu dekat,” tegas Adhie Zein.
‎Menurutnya, tantangan di lapangan tidak ringan. Selain kondisi teknis, faktor lingkungan dan tekanan distribusi menjadi bagian yang harus ditangani secara hati-hati dan presisi.
‎“Kami sangat memahami betapa pentingnya air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, tim kami bekerja dengan penuh tanggung jawab, bahkan di luar jam kerja normal, agar layanan bisa segera pulih,” tambahnya.
‎Perbaikan ini juga menjadi bagian dari langkah evaluasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan air di Kota Padang. Perumda memastikan setiap titik rawan akan terus dipantau agar kejadian serupa dapat diminimalisir.
‎Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menggunakan cadangan air. Dukungan dan kesabaran pelanggan dinilai menjadi bagian penting dalam proses pemulihan ini.

‎Sebagai bentuk keterbukaan informasi, Perumda mengajak pelanggan untuk aktif mencari update terbaru melalui media sosial resmi atau menghubungi layanan pesan langsung (DM).
‎Dengan kerja keras yang terus dikebut, harapan besar kini tertuju pada cepatnya normalisasi aliran air. Perumda Air Minum Kota Padang optimistis, dalam waktu dekat distribusi akan kembali lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seperti sediakala.




PADANG – Kota Padang kembali bersiap mencuri perhatian lewat event olahraga berskala besar. Grand Launching Blue Ocean Minang Run (BOM Run) 2026 resmi digelar meriah di Gedung Youth Center Padang, Minggu (12/4/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

Event ini menjadi bukti keseriusan pemerintah kota dalam mengembangkan konsep sport tourism yang memadukan olahraga dengan pesona wisata. Didukung oleh IKASMANTRI, BOM Run 2026 juga terintegrasi dengan program unggulan “Jelajah Padang” yang bertujuan memperkenalkan keindahan kota secara lebih luas.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini diproyeksikan jauh lebih besar dan semarak dibandingkan sebelumnya. Tidak hanya menyasar peserta lokal, ajang ini juga dibuka untuk pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

“Kami ingin menjadikan BOM Run sebagai event kebanggaan Kota Padang yang mampu menarik peserta dari tingkat nasional hingga internasional. Ini bukan sekadar lomba lari, tapi juga pengalaman wisata yang berkesan,” ujarnya.

Dengan rute yang dirancang melewati berbagai ikon kota dan kawasan pesisir, peserta tidak hanya akan berkompetisi, tetapi juga diajak menikmati panorama khas Padang yang memukau. Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pelari sekaligus wisatawan.

Panitia juga menyiapkan beragam rangkaian kegiatan pendukung yang akan menambah kemeriahan acara. Antusiasme masyarakat pun mulai terlihat, seiring dibukanya pendaftaran bagi para pecinta lari dari berbagai kalangan.

Melalui BOM Run 2026, Pemerintah Kota Padang optimistis dapat memperkuat citra kota sebagai destinasi unggulan untuk event olahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Dengan konsep yang lebih segar dan skala yang lebih luas, BOM Run 2026 siap menjadi ajang yang tidak hanya menantang, tetapi juga memikat hati setiap peserta yang datang ke Kota Padang.



PADANG – Tren kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Namun, sebuah fenomena menarik muncul ke permukaan: faktor harga tidak lagi menjadi variabel tunggal dalam keputusan pembelian. Bagi konsumen perempuan, aspek desain dan gaya (style) kini menempati posisi puncak sebagai daya tarik utama.

Lebih dari Sekadar Alat Transportasi

Bagi perempuan aktif di wilayah perkotaan, motor listrik telah bertransformasi dari sekadar alat transportasi menjadi pernyataan gaya hidup (lifestyle statement). Desain yang eye-catching, mulai dari nuansa modern minimalis hingga estetika retro, dinilai mampu merepresentasikan karakter pengguna yang praktis namun tetap modis.

Sejumlah poin utama yang menjadi pertimbangan konsumen perempuan meliputi:

Visualitas: Pilihan warna yang variatif dan bentuk bodi yang elegan.

Ergonomi: Posisi duduk yang nyaman serta bobot kendaraan yang ringan (compact).

Fungsionalitas: Kemudahan pengoperasian dan fitur yang intuitif.

Inovasi Desain PT Indomobil Emotor Internasional (IEI)

Melihat peluang tersebut, PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) bergerak taktis dengan menghadirkan lini produk yang menonjolkan sisi estetika. Melalui model-model seperti Adora, Sprinto, dan Tyranno, IEI menawarkan konsep desain ala Eropa dengan siluet bodi yang ramping dan segar.

"Motor listrik saat ini bukan lagi sekadar solusi mobilitas, melainkan bagian dari ekspresi diri. Desain yang unik dan estetis menjadi alasan kuat di balik meningkatnya permintaan pada segmen perempuan," ungkap seorang pengamat otomotif.

Harmoni Antara Gaya dan Performa

Meski mengedepankan penampilan, aspek teknis tetap menjadi fondasi yang kokoh. Dengan jarak tempuh yang kompetitif—berkisar antara 70 hingga 135 kilometer—motor listrik modern mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian tanpa kendala.

Keunggulan lain yang menjadi nilai tambah bagi pengemudi perempuan adalah:

Ramah Lingkungan: Bebas emisi gas buang.

Kenyamanan Akustik: Suara mesin yang sangat senyap, memberikan pengalaman berkendara yang lebih tenang di tengah kebisingan kota.

Efisiensi Biaya: Biaya operasional dan perawatan yang jauh lebih hemat dibandingkan motor konvensional.

Proyeksi Masa Depan

Ke depan, produsen diprediksi akan semakin masif dalam menghadirkan varian yang lebih personal. Fokus industri kini mulai bergeser untuk mengakomodasi kebutuhan segmen perempuan yang menginginkan keseimbangan sempurna antara fungsionalitas teknologi dan keindahan visual. Motor listrik kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilihan utama bagi mereka yang mengedepankan substansi sekaligus gaya.(Wahyudi Eka Putra)



PADANG — Musyawarah Besar (Mubes) Alumni Universitas Bung Hatta (UBH) 2026 berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan di Kampus UBH Ulak Karang, Sabtu (11/4/2026). Forum yang dihadiri ratusan alumni lintas angkatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah baru organisasi alumni yang lebih solid, progresif, dan berdaya saing.

Dalam proses demokratis yang berlangsung dinamis, Ir. Mardiansyah, ST, MT, MBA, IPU resmi terpilih sebagai Ketua Umum Alumni UBH periode 2026–2030. Sosok yang dikenal berpengalaman di dunia profesional ini diharapkan mampu membawa organisasi alumni ke level yang lebih tinggi, baik dalam kontribusi terhadap kampus maupun masyarakat luas.

Mubes tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan alumni. Nuansa rekonsiliasi dan kebersamaan terasa kuat sepanjang kegiatan, menandai semangat baru untuk meninggalkan sekat-sekat perbedaan.

Dalam sambutannya, Mardiansyah menegaskan bahwa alumni UBH harus menjadi kekuatan besar yang terorganisir dan memberikan dampak nyata. Ia menyebut organisasi alumni sebagai “rumah besar” yang harus mampu merangkul seluruh elemen, mulai dari alumni, mahasiswa hingga pihak kampus.

“Ini bukan sekadar organisasi, tetapi rumah bersama. Kita harus bersatu untuk membangun almamater dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Mardiansyah telah menyiapkan sejumlah program strategis yang terstruktur dalam tiga tahapan. Pada jangka pendek, fokus diarahkan pada konsolidasi organisasi, penguatan struktur kepengurusan, serta pendataan alumni melalui database terintegrasi nasional.

Sementara itu, pada tahap jangka menengah, pengembangan platform digital alumni akan menjadi prioritas sebagai pusat informasi dan jejaring. Selain itu, kolaborasi dengan kampus dan dunia industri akan diperkuat, termasuk mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi alumni berbasis kewirausahaan.

Adapun dalam jangka panjang, program ambisius pembangunan “Hatta Graha” digagas sebagai pusat kegiatan alumni. Fasilitas ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus ruang kolaborasi strategis. Tak hanya itu, penguatan peran alumni sebagai kekuatan sosial dan ekonomi serta upaya mewujudkan jaringan alumni UBH yang berdaya saing nasional dan global juga menjadi target utama.

Mardiansyah menegaskan bahwa kepemimpinannya akan mengedepankan semangat inklusif dan kebersamaan sebagai fondasi utama.

“Kita harus meninggalkan sekat-sekat perbedaan. Alumni UBH adalah satu keluarga besar. Dengan persatuan, kita bisa berkontribusi lebih besar bagi kampus, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya.

Mubes Alumni UBH 2026 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan organisasi alumni yang lebih profesional, solid, dan mampu menjadi mitra strategis Universitas Bung Hatta dalam menghadapi tantangan masa depan.(D)




‎Padang — Komitmen menjaga kualitas air bersih bagi masyarakat terus diperkuat oleh Perumda Air Minum Kota Padang. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pengurasan accelator secara rutin, yang dijadwalkan berlangsung setiap Selasa dan Kamis, pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.
‎Namun di balik upaya peningkatan kualitas tersebut, pelanggan di sejumlah wilayah perlu bersiap menghadapi gangguan sementara pada aliran air. Tekanan air berpotensi menurun, bahkan bisa berhenti total selama proses pengurasan berlangsung.
‎Bukan tanpa alasan, accelator merupakan jantung dari proses pengolahan air tempat di mana kotoran dan partikel halus diendapkan sebelum air masuk tahap penyaringan akhir. Tanpa perawatan berkala, endapan lumpur dapat menumpuk dan berdampak langsung pada kualitas air yang diterima pelanggan.
‎Perumda pun mengimbau warga untuk bijak menyikapi kondisi ini, dengan menampung air secukupnya sebelum jadwal pengurasan dan menghemat penggunaan selama proses berlangsung.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.
‎“Ini bukan sekadar perawatan rutin, tetapi bagian dari upaya menjaga kualitas air tetap bersih, aman, dan layak digunakan. Kami memahami adanya ketidaknyamanan, namun ini demi kepentingan bersama,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
‎Lebih lanjut, ia menyampaikan keterangan dari Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, yang menekankan bahwa langkah ini bersifat krusial dan tidak bisa ditunda.
‎“Pengurasan accelator adalah langkah preventif agar sistem pengolahan air tetap optimal. Jika diabaikan, justru berpotensi menimbulkan gangguan yang lebih besar dan berkepanjangan,” jelasnya.
‎Sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan pelanggan, Perumda juga membuka akses pengaduan melalui layanan pesan langsung (DM) serta Call Center resmi di 1500-030.
‎Dengan adanya jadwal ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan memahami bahwa gangguan yang terjadi bersifat sementara, demi kualitas air yang lebih baik dalam jangka panjang.



‎KOTA PADANG — Memasuki musim kemarau tahun ini, kondisi ketersediaan air baku di Kota Padang mulai menunjukkan penurunan signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Kasubag Humas Adhie Zein dari Perumda Air Minum Kota Padang, yang menyebutkan bahwa sejumlah sumber air mengalami penurunan debit hingga 30 persen.
‎Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung terhadap produksi dan distribusi air bersih kepada masyarakat. “Penurunan debit air baku di beberapa sungai menyebabkan produksi air turun sekitar 20 hingga 30 persen. Ini tentu berpengaruh terhadap pola distribusi kepada pelanggan,” ujarnya.
‎Wilayah Rawan Krisis Air Mulai Teridentifikasi
‎Adhie menjelaskan, salah satu wilayah yang berpotensi mengalami dampak paling serius adalah kawasan Pegambiran. Area ini dinilai rentan karena bergantung pada intake Gambir yang dikenal paling cepat mengalami kekeringan saat musim kemarau.
‎“Secara umum hampir seluruh wilayah berpotensi terdampak, karena sumber air kita bergantung pada sungai. Namun Pegambiran menjadi daerah yang paling cepat merasakan dampaknya,” jelasnya.
‎Distribusi Air Mulai Diatur Bergiliran
‎Seiring menurunnya kapasitas produksi, Perumda mulai menerapkan sistem distribusi air secara bergiliran di beberapa wilayah. Jika sebelumnya pelanggan menikmati aliran air selama 24 jam penuh, kini distribusi disesuaikan menjadi siang atau malam hari secara bergantian.
‎“Ini langkah yang terpaksa kami lakukan agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan air, meskipun tidak seperti kondisi normal,” kata Adhie.
‎Tak hanya itu, tekanan air di sejumlah wilayah juga mengalami penurunan, bahkan ada yang tidak mengalir sama sekali pada waktu tertentu.
‎Langkah Antisipasi Diperkuat
‎Menghadapi potensi kemarau panjang, Perumda Air Minum Kota Padang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:
‎Optimalisasi produksi air dengan membersihkan intake dari material penghambat
‎Percepatan perbaikan kebocoran jaringan pipa
‎Pemetaan wilayah terdampak untuk mitigasi risiko
‎Pengaturan distribusi air secara merata
‎Selain itu, bantuan air bersih melalui mobil tangki juga disiapkan secara gratis, baik untuk pelanggan maupun masyarakat umum yang terdampak.
‎Kualitas Air Tetap Dijaga
‎Meski debit air menurun, Perumda memastikan kualitas air tetap menjadi prioritas utama. Pemeriksaan air baku dilakukan secara intensif melalui laboratorium yang telah terakreditasi.
‎Di sisi lain, masyarakat juga diajak berperan aktif menjaga kualitas sumber air dengan tidak mencemari sungai serta melakukan penghijauan di sekitar bantaran.
‎Penurunan Bisa Capai 50% Saat Kemarau Ekstrem
‎Adhie mengingatkan, jika kemarau berlangsung ekstrem, penurunan debit air baku bahkan bisa mencapai hingga 50 persen. Kondisi ini tentu akan semakin menantang operasional pengolahan air.
‎“Gangguan operasional pasti ada, terutama karena keterbatasan air baku yang membuat pengolahan tidak bisa maksimal,” tambahnya.
‎Imbauan Tegas untuk Masyarakat
‎Perumda juga mengeluarkan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat, di antaranya:
‎Menggunakan air secara hemat
‎Menutup kran setelah digunakan
‎Menyimpan cadangan air
‎Memastikan instalasi rumah tidak bocor
‎Tidak membuang sampah atau limbah ke sungai
‎“Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan air bersih,” tegas Adhie.
‎Solusi Jangka Panjang Mulai Disiapkan
‎Untuk mengatasi persoalan ini secara berkelanjutan, Perumda tengah merancang penguatan infrastruktur, termasuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban 3 yang akan memanfaatkan sumber air dari Palukahan.
‎Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas distribusi serta memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang belum terlayani.
‎Dengan kondisi kemarau yang mulai terasa, sinergi antara pemerintah, Perumda, dan masyarakat menjadi kunci utama agar krisis air bersih di Kota Padang dapat ditekan seminimal mungkin.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.