Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama

Ketua TP-PKK Lima Puluh Kota Hadiri Puncak HARGANAS 2022 Di Medan

 

Lima Puluh Kota -- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Lima Puluh Kota Nevi Safaruddin mengatakan stunting perlu ditanggulangi secara bersama untuk menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan unggul. Karenanya, PKK selaku salah satu pemangku kepentingan dalam pencegahan stunting akan selalu bahu membahu dengan segenap pihak untuk menurunkan persentase prevalensi stunting di Lima Puluh Kota.

Terutama dalam upaya menyadarkan pentingnya asupan gizi berimbang bagi ibu hamil yang menjadi faktor penentu menurunnya tingkat stunting. Demikian ungkapan Ketua TP-PKK Lima Puluh Kota yang tengah mengikuti rangkaian kegiatan Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29 di Kota Medan kepada media, Kamis (7/07/22).

Di bagian lain, Nevi Safaruddin mengatakan PPK akan menggerakkan program-program pemberdayaan keluarga terutama intenalisasi pengetahuan gizi kepada ibu hamil, peningkatan kapasitas dasa wisma dan turut serta dalam intervensi terhadap masalah bersama dengan perangkat daerah.

“PPK berkomitmen untuk menunjang kegiatan pencegahan stunting di daerah, sebagai upaya mempersiapkan generasi mendatang yang sehat dan unggul,” terang Nevi Safaruddin.

Penurunan stunting, ulas Nevi Safaruddin sangat dibutuhkan untuk menghindari dampak jangka panjang. Seperti terhambatnya tumbuh kembang anak, mempengaruhi perkembangan otak, yang berimplikasi kepada rendahnya tingkat kecerdasan anak. Jika hal ini tidak diantisipasi akan berpengaruh terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Di bagian lain, Ketua TP-PKK juga mengikuti kegiatan seminar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia menggelar Dialog dan Apresiasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu, kemarin. Acara yang dibuka Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Wakil gubernur Sumut Musa Rajekshah, Gubernur Riau Syamsuar, Wali kota Medan Bobby Nasution, Ketua TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia. Kegiatan yang juga disiarkan secara virtual, diikuti juga oleh Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo bersama Sekretaris Daerah Widya Putra dan beberapa Kepala OPD di Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam sambutannya menyampaikan stunting menjadi ancaman terhadap kualitas generasi muda Indonesia. Maka dari itu, masyarakat berperan dalam menurunkan angka stunting sehingga akan tercipta generasi unggul di tahun 2045 sesuai cita-cita Presiden Joko Widodo.

Seterusnya ia juga menjelaskan saat ini Indonesia mengalami bonus demografi, namun banyak generasi muda yang tidak produktif.

“Generasi muda Indonesia saat ini sebanyak 24,4% mengalami stunting, 9,8% memiliki mental emotional disorder, 5% napza, dan 1% autisme, serta 3% difabel, hal ini sungguh disayangkan karena Indonesia tidak bisa menikmati bonus demografi lantaran memiliki generasi penerus yang tidak produktif,” jelas Hasto.

Hasto berharap, dengan upaya penurunan angka stunting, dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul yang merupakan investasi penting Indonesia untuk menghadapi masa depan. (FS)

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.