LAWAN STUNTING! DINAS PUPR TELAH PASANG 420 SAMBUNGAN BARU AIR BERSIH BAGI MBR LEWAT DAK 2022, KEPALA DINAS MUSLIM ANGKAT 1 ANAK ASUH



Payakumbuh -maklumatnews- Upaya Pemerintah Kota Payakumbuh membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Payakumbuh dengan memasangkan baru air bersih sebanyak 420 sambungan rumah melalui dana alokasi khusus (DAK) Kementerian PUPR Tahun 2022 sebesar 2,1 miliar rupiah.

Target tahun 2022 ini adalah pemasangan pipa dan sambungan rumah di Kelurahan Koto Baru, Kelurahan Tiakar, Kelurahan Padang Tiakar, Kelurahan Padang Alai Bodi di Kecamatan Payakumbuh Timur, lalu di Kelurahan Padang Tongah Balai Nan Duo, Kelurahan Padang Data Tanah Mati, Kelurahan Tanjuang Gadang Sungai Pinago, Kelurahan Koto Tangah, dan Kelurahan Payolansek, di Kecamatan Payakumbuh Barat, sementara itu di Kecamatan Latina hanya pemasangan sambungan rumah bagi MBR saja.

Kepala Dinas PUPR Bersama Kabid Cipta Karya Zuyen Turun Lapangan Ke Rumah Devi, Warga MBR Penerima Bantuan Pemasangan Sambungan Air Baru
Kepala Dinas PUPR Bersama Kabid Cipta Karya Zuyen Turun Lapangan Ke Rumah Devi,
Warga MBR Penerima Bantuan Pemasangan Sambungan Air Baru

Total jaringan pipa yang terpasang di Kecamatan Payakumbuh Barat sepanjang 3.140 meter dan di Kecamatan Payakumbuh Timur sepanjang 1.338 meter.

Kepala Dinas PUPR Muslim didampingi Sekretaris Rajman dan Kabid Cipta Karya Zuyen kepada media saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin (17/10), mengatakan pemasangan sambungan baru air bersih ini bagi 420 rumah warga di Kota Payakumbuh, berdasarkan usulan yang disampaikan oleh Dinas PUPR kepada Kementerian PUPR pada tahun 2021 lalu.

"Alhamdulillah, "gayuang basambuik", kementerian PUPR menjawab permohonan kita dengan mengaggarkan pemasangan sambungan air baru untuk MBR melalui DAK pada tahun 2022, saat ini proses pemasangannya sudah hampir selesai 100 persen," ujarnya.

Muslim menambahkan, dengan telah memiliki akses air bersih, masyarakat dapat hidup sehat, tidak lagi memakai air di sumur yang berdekatan dengan septic tank atau dari sungai yang mungkin terkontaminasi oleh bakteri penyebab penyakit, hal ini tentu memiliki muara dengan masalah stunting pada balita.

"Jadi kita sangat bersyukur sekali, di tengah program pengentasan stunting sedang digalakan, masyarakat kita menerima bantuan pemasangan sambungan baru air bersih dari pemerintah," ujarnya.
Kepala Dinas PUPR dan Kabid Cipta Karya Zuyen turun lapangan ke rumah Riska, Warga MBR Penerima Bantuan Pemasangan Sambungan Air Baru

Sementara itu, untuk tahun 2023, Muslim menerangkan di Dinas PUPR menganggarkan melalui APBD 2023, akan ada sebanyak 15 sampai 20 bantuan pemasangan sambungan baru air bersih untuk MBR di berbagai kelurahan di Kota Payakumbuh.

Dari sisi Devi Susanti (32), ibu 2 anak dan Riska Yulianti (29) ibu 2 anak di Kelurahan Padang Data Tanah Mati yang ditemui saat Kadis Muslim turun lapangan bersama jajarannya mengakui selama ini mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air buat mandi dan mencuci. Adanya program sambungan air bersih bagi MBR ini menurut mereka sangat bermanfaat.

"Selama ini kami menompang air dengan memasang selang dari rumah orang tua, cukup kesulitan memenuhi air di rumah. Sekarang kami sudah punya akses air bersih untuk dimanfaatkan dan layak diminum. Kami ucapkan terima kasih banyak atas perhatian Pemko Payakumbuh melalui Dinas PUPR," kata mereka senada.

KADIS PUPR MUSLIM ANGKAT ANAK ASUH
Kepala Dinas PUPR Muslim Mengisi Blanko Angkat Anak Asuh 


Menindaklanjuti instruksi Penjabat Wali Kota Rida Ananda untuk menanggulangi sunting di Kota Payakumbuh, Kepala Dinas PUPR Muslim mengangkat anak asuh di dekat tempat tinggalnya di Kelurahan Tanjuang Gadang Sungai Pinago, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Pada Senin (17/10), Muslim mendatangi kediaman anak asuhnya itu Nidia Safira, anak kandung dari Masril Yani warga kurang mampu untuk menyerahkan bantuan stimulan seperti susu, telur, dan biskuit untuk mendukung pemenuhan gizi anak.

Turut hadir Camat Payakumbuh Barat Ul Fakhri, Perwakilan DP3P2KB, Lurah, dan tokoh masyarakat setempat.

Kepala Dinas Muslim berharap semoga bantuan ini sedikit banyaknya bisa bermanfaat agar sang anak dapat terpenuhi gizinya sehingga dapat timbuh dan kembang dengan baik. Muslim menyadari kondisi inflasi dan naiknya harga BBM membuat daya beli masyarakat menurun, untuk itu Dia ingin mengangkat anak asuh untuk terbebas dari ancaman stunting.

"Bila nanti stoknya habis, silahkan sampaikan kepada lurah agar saya bisa datang kembali untuk membantu memenuhi kebutuhan anak ini," pesannya.

Foto bersama Anak Asuh, Orang Tua, Camat, dan Tokoh Masyarakat 


Di akhir wawancara Muslim mengatakan juga berencananya dari OPD Dinas PUPR mengangkat anak asuh dari warga yang tinggal di sekitar kawasan kantor Dinas PUPR.

"Bisa juga nanti masing-masing kepala unit kerja dan jajaran yang memiliki anak asuh, makin banyak tentu makin baik," tukuknya.

Sementara itu, Camat Payakumbuh Barat Ul Fakhri menyampaikan apresiasi kepada Kadis PUPR Muslim yang mengangkat anak asuh secara pribadi dan membantu warga kurang mampu di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

"Semoga dinilai ibadah oleh Allah SWT, kami mewakili warga menyampakan ucapan terima kasih banyak," pungkasnya diamini tokoh masyarakat yang hadir. (FS)
Labels:

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.