Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama

Nurkhalis : Semua Nagari Sudah Saya Kunjungi, Pada Umumnya Permasalahan Petani Kita Ada Di SDM


Limapuluh Kota --- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Nurlhalis Dt. Bijo Dirajo mengungkapkan rasa optimismenya terkait potensi lahan pertanian di Kabupaten Limapuluh Kota. Bahkan, politisi Gerindra itu menyebut sudah semua nagari dikunjunginya dan masing-masing memiliki potensi yang dapat dikembangkan kedepannya.


"Semua nagari sudah Saya kunjungi, pada umumnya permasalahan petani kita ada di SDM, artinya perbandingan lahan lebih banyak dari petani yang bisa menggarapnya," kata Nurkhalis saat diwawancara media, Sabtu (29/4).


Nurkhalis menjelaskan, umumnya metode ataupun inovasi pengembangan lahan dibawa oleh akademisi/mahasiswa yang pulang kampung, mereka mendapatkan ilmu dan pengalaman di luar daerah, menurut Nurkhalis ini menjadi PR bagi pemerintah daerah untuk memberikan stimulan kepada petani untuk mengelola lahan tidur.


"Melalui kebijakan di Provinsi, kami juga telah beberapa kali membawa petani untuk diberikan pelatihan dan workshop," katanya.


Nurkhalis menyebut problem petani selain SDM, adalah ketergantungan pada pupuk bersubsidi, padahal pasokan pupuk ini tidak bisa memenuhi kebutuhan petani, hanya 30 persen saja.


"Kita bisa mendorong kelompok tani memiliki unit pengolahan pupuk organik, bahkan pupuk yang dihasilkan bisa bernilai jual. Tinggal bagaimana pemda memfasilitasi mereka dari hulu ke hilir, termasuk uji labornya," terangnya.


Nurkhalis mencontohkan di Nagari Galugua, ada lahan yang tak hanya bisa dimanfaatkan untuk gambir dan jagung saja, tapi bisa juga menanam cabe dan diselingi dengan budidaya hortikultura yang lain," jelasnya.


Terkait di daerah pinggiran yang berada di kawasan hutan, menurut Nukhalis bisa dioptimalkan budidaya madu galo-galo atau lebah madu kecil tanpa sengat. Tinggal bagaimana petani diberi pembinaan saja untuk bisa mengembangkan potensi-potensi itu.


"Saya sudah mencoba membantu beberapa petani yang ingin budidaya lebah galo-galo, hasilnya cukup bagus, ini bisa lebih banyak lagi kita dorong," ungkapnya. (FS)

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.