PARIAMAN--Langit Sumatera Barat masih menyisakan duka ketika banjir bandang menyapu pemukiman dan meninggalkan luka di hati banyak orang. Di tengah reruntuhan dan air mata yang belum kering, hadir uluran kasih dari Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Cerint Iraloza Tasya, yang menyambangi langsung para korban bencana.
Dengan langkah penuh empati, Cerint menyapa warga yang terdampak, mendengar kisah kehilangan, serta menguatkan mereka yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan. Tak sekadar hadir, ia juga menyalurkan bantuan sembako sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab moral kepada masyarakat yang tengah diuji oleh alam.
Dalam kesempatan tersebut, Cerint menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan, tenaga medis, serta seluruh pihak yang tanpa lelah mengabdikan tenaga dan waktu demi membantu sesama. Menurutnya, di balik bencana, semangat gotong royong dan kemanusiaan tetap menjadi cahaya yang menerangi jalan pemulihan.
Namun, di balik kepedulian itu, terselip keprihatinan mendalam. Cerint dengan tegas mendesak pemerintah agar bertindak keras terhadap para pelaku perusakan lingkungan. Ia menegaskan bahwa alam yang dilukai akan selalu menuntut balasan, dan ketegasan hukum adalah kunci agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
Menutup kunjungannya, Cerint memanjatkan doa bagi seluruh korban. Ia berharap masyarakat yang terdampak tetap tabah, tegar, dan tidak kehilangan harapan. “Bencana boleh meruntuhkan rumah, tetapi jangan sampai meruntuhkan semangat,” ucapnya penuh haru.
Di tengah derita yang membekas, kepedulian dan doa menjadi penguat—bahwa Sumatera Barat tak pernah sendiri menghadapi cobaan.
Padang — Tokoh muda Sumatera Barat, Evi Yandri, resmi menahkodai Pemuda Panca Marga (PPM) Sumatera Barat untuk periode 2025–2030. Kepemimpinan Evi Yandri diharapkan mampu membawa PPM Sumbar semakin maju dan berperan strategis dalam pembinaan generasi muda.
Evi Yandri merupakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat. Pengalaman dan kiprahnya di dunia politik serta organisasi dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat peran PPM sebagai organisasi kepemudaan yang berlandaskan nilai-nilai kejuangan dan nasionalisme.
Dalam sambutannya, Evi Yandri menegaskan komitmennya untuk membangun PPM Sumbar yang solid, progresif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah serta peningkatan kualitas kader melalui berbagai program pembinaan.
“PPM Sumbar harus menjadi rumah besar bagi generasi muda yang memiliki semangat juang, cinta tanah air, dan kepedulian sosial. Kita ingin PPM hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Evi Yandri.
Di bawah kepemimpinannya, PPM Sumbar akan mendorong berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kebangsaan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Evi Yandri juga berharap PPM dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan Sumatera Barat.
Dengan kepemimpinan Evi Yandri sebagai nahkoda baru, PPM Sumbar optimistis mampu berkontribusi lebih besar dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berjiwa nasionalis pada periode 2025–2030.
PADANG--Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat (Dinsos Sumbar) terus mengkoordinir pengoperasian dapur umum (DU) di seluruh wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumbar. Sejauh ini, 59 DU masih dioperasikan oleh 605 Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) secara bergantian, dan telah menyalurkan puluhan ribu nasi bungkus untuk korban bencana.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, melalui Kepala Dinsos Sumbar, Syaifullah, Selasa (12/12/2025). Selain mengoperasikan langsung dua DU di Kantor Dinsos Provinsi dan di Kampung Tanjung Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Dinsos Sumbar juga terus mendukung pelaksanaan 57 DU di kabupaten/kota terdampak.
"Untuk DU yang dioperasikan oleh Dinsos Sumbar di Kota Padang, sejauh ini kita sudah distribusikan lebih 18 ribu bungkus nasi. Sedangkan 57 DU lain yang tersebar di kabupaten/kota, setidaknya memproduksi 600 bungkus nasi dalam sehari," ujar Syaifullah.
Syaifullah juga menyebutkan, Dinsos Sumbar masih terus berkoordinasi untuk menyalurkan logistik dan kebutuhan di setiap DU tersebut. Termasuk untuk DU yang didirikan oleh Baznas, Kodam XX/TIB, Dinsos Kabupaten/Kota, hingga DU yang didirikan secara mandiri oleh masyarakat.
"Kita juga mengapresiasi ratusan Tagana Sumbar yang terlibat dalam pelaksanaan dapur umum dan melayani pengungsi. Tak kurang dari 605 orang Tagana Sumbar yang terlibat secara bergantian. Ditambah juga dengan Tagana yang datang dari provinsi lain seperti dari Jawa Tengah dan Kalimantan, yang ikut membantu pengoperasian dapur umum," katanya lagi.
Setiap DU, kata Syaifullah, menyiapkan paket nasi bungkus sesuai dengan jumlah kebutuhan warga terdampak di setiap wilayah, termasuk bagi pengungsi yang saat ini berjumlah 15.878 jiwa di seluruh Sumbar. Menu yang diberikan terdiri dari nasi, sumber protein, serta sayur-sayuran. Selain itu, DU juga ikut mengkoordinir bantuan nasi bungkus yang diberikan oleh berbagai pihak, untuk kemudian disalurkan bagi warga terdampak bencana.
“Makanan yang dihasilkan dari DU ditujukan untuk warga yang masih bertahan di pengungsian, serta bagi mereka yang sudah pulang ke rumah masing-masing. Tentunya kebutuhan logistik untuk pelaksanaan DU ini cukup banyak, karena banyak warga yang terdampak. Oleh karena itu, kita juga mendapatkan dukungan dari Kemensos, serta dari instansi lembaga terkait lainnya,” ujar Syaifullah lagi. (dinsos/rel)
Jakarta – Senator asal Sumatera Barat, Cerint Iralloza Tasya, menyuarakan keberatan terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD). Ia meminta agar kebijakan tersebut segera ditinjau ulang, terutama bagi daerah yang sedang menghadapi bencana.
Cerint menegaskan bahwa tiga provinsi—Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Nanggroe Aceh Darussalam—saat ini sangat membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Ketiga wilayah tersebut terdampak banjir bandang yang menyebabkan kerugian besar, sehingga memerlukan bantuan maksimal untuk proses pemulihan.
“Dana TKD sangat dibutuhkan oleh daerah-daerah yang sedang tertimpa bencana. Pemotongan anggaran ini akan semakin memberatkan mereka dalam penanganan dan pemulihan pascabencana,” ujar Cerint dalam pernyataannya.
Sementara itu, pemerintah pusat sebelumnya meminta setiap daerah untuk semakin mandiri dalam pengelolaan anggaran. Namun, Cerint menilai bahwa kebijakan kemandirian tersebut tidak bisa diterapkan secara kaku, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.
“Daerah yang sedang berjuang bangkit dari bencana tentu tidak bisa langsung mandiri. Mereka butuh dukungan nyata dari pemerintah pusat. Oleh sebab itu, saya memohon agar kebijakan pemotongan TKD dapat ditinjau kembali,” tegasnya.
Cerint berharap pemerintah dapat melihat situasi secara objektif dan mempertimbangkan kondisi kemanusiaan di wilayah-wilayah terdampak, demi mempercepat pemulihan dan meringankan beban masyarakat.
Sumbar — Dalam helai-helai pagi yang masih menyimpan getir lumpur dan reruntuhan akibat banjir galodo, Senator DPD RI asal Sumatera Barat, Cerint Iralloza Tasya, menyusuri lokasi terdampak di Pesisir Selatan. Kehadirannya membawa secercah harapan bagi warga yang sejak beberapa hari terakhir berjibaku dengan sisa-sisa bencana.
Di tengah aroma tanah basah dan suara alat berat yang sesekali meraung, sang senator menyerahkan bantuan sembako kepada para korban. Satu per satu warga menyambutnya dengan mata yang menyimpan lelah, namun tetap menyala oleh rasa syukur. Bantuan itu bukan sekadar beras dan kebutuhan pokok; ia menjadi tanda bahwa mereka tidak berdiri sendiri dalam menghadapi cobaan alam ini.
Dalam kesempatan tersebut, Cerint Iralloza Tasya menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berjalan setengah hati. Ia meminta seluruh stakeholder terkait untuk proaktif, tidak hanya hadir saat krisis memuncak, tetapi juga saat masa pemulihan yang jauh lebih panjang.
Kita tidak bisa membiarkan masyarakat menunggu tanpa kepastian. Penambahan alat berat, khususnya ekskavator, mutlak diperlukan agar proses pemulihan bisa dipercepat. Setiap jam sangat berarti bagi warga yang kehilangan rumah, tanah, dan harapan,” ujarnya dengan suara tegas namun sarat empati.
Senator itu juga menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga, agar tanggapan terhadap bencana tidak terputus-putus, melainkan mengalir seperti satu gerak yang selaras. Ia berharap pemerintah daerah, BPBD, hingga unsur TNI–Polri dapat memperkuat sinergi demi percepatan pemulihan.
Kunjungan Cerint Iralloza Tasya meninggalkan jejak kehangatan di tengah dinginnya abu bencana. Meski banjir galodo telah merenggut banyak hal, kehadiran tangan-tangan peduli kembali menyalakan keyakinan bahwa Pesisir Selatan mampu bangkit—pelan namun pasti, seteguh akar yang tetap mencengkeram tanah meski badai datang berulang.
PADANG---Dari tengah hiruk-pikuk Kota Padang yang mulai kembali pulih pascabencana, seberkas kepedulian mengalir menuju Batu Busuk—daerah yang beberapa waktu lalu digulung oleh banjir bandang. Hari itu, jalanan yang masih menyisakan bekas lumpur dan serpihan kayu disusuri oleh sekelompok orang yang datang bukan untuk menikmati permainan, melainkan untuk membagikan harapan.
Mereka adalah Komunitas Billiard Kota Padang, komunitas besar yang beranggotakan 22 rumah billiard di seluruh penjuru kota. Dengan semangat kebersamaan yang menguatkan, mereka hadir membawa 100 paket sembako—sebuah wujud kasih yang lahir dari kepedulian bersama.
Satu per satu paket dibagikan langsung kepada warga yang rumahnya tersapu arus, yang dapurnya tersisa dingin, dan yang malam-malamnya masih ditemani kecemasan. Dalam kepenatan membersihkan reruntuhan hidup mereka, kedatangan komunitas itu bagaikan sentuhan hangat yang memulihkan tenaga.
Ari Zahran anggota komunitas billiard, yang ikut turun langsung ke lapangan, menyampaikan dengan suara bergetar namun tegas,
“Kami siap membantu kapan pun dan di mana pun. Ketika warga ditimpa musibah, kami tidak bisa tinggal diam. Kami datang membawa apa yang kami mampu, dengan niat ingin meringankan beban saudara-saudara kami.”
Warga pun menyambut mereka dengan mata berkaca-kaca. Sebagian baru saja mengangkat perabot dari lumpur, sebagian lainnya masih memunguti barang-barang kecil yang terselamatkan. Namun kehadiran rombongan itu memberi mereka kekuatan baru bahwa mereka tidak berdiri sendiri.
Komunitas Billiard Padang membuktikan bahwa solidaritas tidak hanya muncul dari organisasi besar atau barisan pejabat. Ia bisa hadir dari ruang-ruang sederhana, dari meja-meja hijau tempat sahabat berkumpul, dan dari hati-hati yang tak ingin membiarkan bencana merampas harapan seseorang.
Di Batu Busuk, di antara sisa-sisa luka alam, mereka meninggalkan jejak kebaikan—jejak yang mengingatkan bahwa kepedulian adalah cahaya yang selalu menemukan jalan, bahkan setelah banjir terburuk sekalipun.
Padang – Banjir bandang di Padang pada Jumat (28/11/2025) lalu telah menyiratkan duka. Dukungan dan bantuan bagi korban terdampak, datang bertubi-tubi dari banyak pihak.
Salah satunya dari PT Statika Mitrasarana. Perusahaan yang bergerak dalam penjualan bahan bangunan itu datang mengantarkan bantuan ke Posko Bencana di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (3/12/2025).
“Kami datang ke sini untuk mengantarkan bantuan bagi korban terdampak bencana banjir bandang,” ungkap Eko Prasetyo, perwakilan dari PT Statika Mitrasarana.
Dikatakannya, bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban korban terdampak banjir bandang di Padang. Sejumlah bantuan yang di antarkan seperti beras, mie instan, minyak goreng dan lainnya.
“Kita berharap bantuan ini dapat tersalurkan dengan baik, dimanfaatkan oleh mereka yang terdampak dan kini berada di pengungsian,” katanya.
Bantuan yang diantarkan PT Statika Mitrasarana diterima langsung oleh penanggungjawab Posko Bencana di Palanta Rumah Dinas Wali Kota. Bantuan itu segera disalurkan ke kantung-kantung pengungsian.
Eko berharap, seluruh korban banjir bandang tabah menghadapi cobaan ini. Tetap semangat dan saling menguatkan.(Charlie)
Padang – Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sumatera Barat, Ridwan Hosen, datang ke Posko Bencana Pemko Padang, Rabu (3/12/2025). Kedatangannya disambut Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Saat kunjungan itu, Ridwan Hosen sempat menyampaikan rasa duka citanya kepada korban bencana banjir bandang yang terjadi pada Jumat pekan lalu. Menurutnya, kejadian ini sangat tidak disangka-sangka.
“Kejadian ini betul-betul di luar perkiraan, saat kita takut pantai dan lari ke arah perbukitan, ternyata di tempat tinggi ada banjir bandang yang datang, ini semua tidak disangka-sangka,” ungkapnya.
Ridwan Hosen berharap seluruh korban bencana banjir bandang tetap semangat. Tidak kenal lelah meski saat ini banyak yang berada di pengungsian.
“Tetap semangat dan tidak kenal lelah,” pesannya.
Di kesempatan itu, Hiswana Migas menyalurkan bantuan bagi korban terdampak banjir bandang. Organisasi mitra resmi Pertamina itu menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan air bersih bagi masyarakat yang hingga saat ini belum mendapatkan air bersih.
“Mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban warga tertimpa bencana,” harap Ridwan Hosen.
Bantuan yang diantarkan Hiswana Migas langsung diterima Wali Kota Padang, Fadly Amran. Bantuan berupa air bersih dan uang tunai berada di Posko Bencana Pemko Padang di Rumah Dinas Wali Kota.
“Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, tentunya ini akan meringankan beban yang terdampak bencana,” kata wali kota.(Charlie)
Padang – Direktur Utama PT Cendana Sembilan mendatangi Posko Bencana Pemko Padang di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (3/12/2025). Kedatangannya untuk menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang.
Direktur Utama PT Cendana Sembilan, Riko Efri Satria menuturkan, bencana yang melanda Padang berdampak cukup luar biasa. Dirinya yakin, setelah bencana ini, Kota Padang dapat kembali bangkit.
“Saya yakin, Kota Padang kembali bangkit setelah bencana ini,” katanya kepada Diskominfo Padang setelah mengantar bantuan bagi warga terdampak.
Riko menyebut, di balik bencana yang melanda ada hikmah yang terkandung. Sebab itu, Riko berharap ke depannya, seluruh masyarakat akan lebih mengevaluasi diri.
“Di balik bencana pasti ada hikmahnya, semoga Padang lebih baik lagi, terutama di bawah kepemimpinan bapak wali kota,” ujarnya.
PT Cendana Sembilan datang membawa bantuan sebanyak 1.000 zak semen. Semen itu nantinya akan diserahkan ke warga yang rumahnya terdampak.
“Kita melihat bantuan sembako sudah lebih dari cukup, sebab itu kami mengantarkan seribu zak semen,” ujar Riko.
Bantuan semen dari PT Cendana Sembilan merupakan bantuan awal. Setelah ini akan ada bantuan lanjutan yang diserahkan langsung ke lokasi bencana.
“Dampak musibah ini luar biasa, mencapai Rp241 miliar, ini adalah instrument bantuan pasca bencana dari kami,” ucap Direktur Utama PT Cendana Sembilan itu.(Charlie)
Padang - PT Pegadaian Area Padang menyerahkan bantuan untuk korban bencana hidrometeorologi di Kota Padang. Bantuan tersebut diterima Wali Kota Padang, Fadly Amran di Posko Bantuan Utama Palanta Rumah Dinas Walikota, Kamis (4/12/2025).
Bantuan yang diserahkan antara lain cangkul sebanyak 35, sekop besi 35, gerobak 2, minyak goreng 55 dus, kain pel 3 lusin, ember 5 lusin, sapu 5 lusin, sikat keset 3 lusin, mama lemon 4 dus, soklin 10 lusin, dan sabun 10 dus.
Sumber dana donasi ini dari dana kebajikan umat yang mana dana tersebut disalurkan bila terjadi bencana guna bantuan kemanusiaan," kata Deputi Bisnis Pegadaian Area Padang, Heru Susanto.
Sejauh ini total jumlah donasi yang telah disalurkan Pegadaian mencapai Rp180 juta yang disebar ke beberapa wilayah di Sumbar mulai dari Solok, Batu Sangkar, Agam dan Kota Padang sendiri.
"Harapannya agar bantuan ini bisa bermanfaat untuk keluarga yang terdampak bencana, dan kita berdoa bersama dampak pasce bencaan segera berakhir serta dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa," ucap Heru Susanto.
Wali Kota Padang, Fadly Amran mengapresiasi bantuan dari Pegadaian untuk para korban bencana.
"Setiap bantuan yang diberikan sangat berharga untuk korban terdampak," terangnya. (Ari/Taufik)
SOLOK--- Banjir Bandang disertai longsor yang super dahsyat memporak porandakan sebahagian besar wilayah Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Solok.
Kabupaten Solok kembali diuji oleh bencana alam yang melanda sejumlah nagari, merusak infrastruktur vital, dan mengganggu aktivitas ribuan warga. Di tengah kondisi darurat tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Solok (DPRD Solok), Ivoni Munir, S.Farm., Apt, Panduko Sati menegaskan pentingnya percepatan pemulihan agar masyarakat dapat kembali bangkit dan beraktivitas secara normal.
Kabupaten Solok dilanda bencana yang merusak infrastruktur dan mengganggu ribuan warga. Ketua DPRD Ivoni Munir menegaskan percepatan pemulihan, apresiasi untuk relawan, serta dukungan Pemprov Sumbar dan Pemerintah Pusat.
Dalam pernyataannya pada Senin (1/12/2025), Ivoni menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus bekerja keras melakukan pendataan dan penanganan di lapangan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan yang bergerak tanpa henti membantu masyarakat terdampak.
“Setiap langkah di lapangan sangat berarti bagi warga. Kita melihat kerja cepat dan koordinasi yang terus dilakukan. Ini bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat,” kata Ivoni.
Pada kesempatan itu, Ivoni menekankan bahwa percepatan pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Pemerintah Pusat.
“Mudah-mudahan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik, sehingga Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi bisa segera membangun kembali infrastruktur yang terdampak, seperti irigasi, jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya,” ujarnya.
Ivoni mengingatkan bahwa kerusakan berbagai fasilitas tersebut berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Sektor pendidikan terganggu, pertanian terhambat, dan akses antarwilayah terputus.
Menurutnya, percepatan rekonstruksi menjadi kunci agar roda perekonomian kembali bergerak.
Solidaritas Warga Jadi Kekuatan Solok, Meski menghadapi cobaan berat, Ivoni mengajak masyarakat untuk tetap kuat dan saling menguatkan.“Mari kita saling menguatkan dan bersama-sama bangkit dari musibah ini,” serunya.
“Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Solok, kami menyampaikan duka dan empati yang mendalam. Tidak ada yang berdiri sendiri. Ini saatnya saling bahu membahu membangun," pintanya.
Ivoni memastikan DPRD Kabupaten Solok akan terus mengawal seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi di lapangan. Ia menegaskan bahwa pemulihan harus cepat, tepat sasaran, dan menyentuh seluruh wilayah terdampak.
“Kami akan memastikan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal dan tuntas,” pungkasnya. (*)
Sumbar-----Langit Sumatera Barat masih menyimpan kelabu setelah banjir bandang merenggut ketenangan beberapa hari lalu. Di tengah duka yang masih mengambang di udara, harapan kembali berpendar dari halaman Kantor DPD Partai Golkar Sumbar, tempat sebuah aksi kemanusiaan digelar dengan penuh ketulusan.
Di bawah naungan bendera kuning yang berkibar lembut diterpa angin pagi, Partai Golkar melepas bantuan donasi senilai Rp1 miliar serta paket sembako untuk para korban bencana. Pelepasan itu dipimpin langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Sumbar, H. Khairunas, yang berdiri teguh seakan menjadi tiang harapan bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari reruntuhan musibah.
Dengan suara yang lembut namun berisi, Khairunas menyampaikan bahwa kepedulian adalah napas yang harus terus dijaga oleh setiap insan, terutama ketika tanah kelahiran sedang dirundung derita. Satu per satu kendaraan bantuan yang dipenuhi sembako dan kebutuhan darurat diberangkatkan, membawa serta pesan bahwa cahaya kemanusiaan akan selalu menemukan jalannya.
Suasana semakin hangat ketika Zigo Rolanda, anggota DPR RI dari Partai Golkar dapil Sumbar, menyampaikan sambutannya. Dalam tuturannya yang menggugah, ia menyampaikan bahwa DPP Partai Golkar memberikan donasi sebesar Rp11 miliar sebagai bentuk tanggung jawab moral dan solidaritas bagi masyarakat Sumbar yang tertimpa musibah.
“Golkar tidak hanya hadir dalam panggung politik,” ujarnya, “tetapi juga hadir dalam denyut penderitaan rakyat. Bantuan ini kami titipkan sebagai pelita kecil agar warga yang terdampak dapat kembali menata hidupnya.”
Di tengah deretan tumpukan sembako, logistik, dan relawan yang bersiap, terasa benar bahwa bantuan ini bukan sekadar angka dan barang. Ia menjelma menjadi penguat hati, menjadi jembatan antara duka dan semangat baru yang perlahan tumbuh di daerah-daerah yang dihantam banjir bandang.
Dan ketika iring-iringan bantuan itu akhirnya bergerak meninggalkan halaman kantor, angin membawa bisik harapan: bahwa di balik gelapnya bencana, selalu ada tangan-tangan yang siap menyalakan cahaya.