Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama

Doc : Laksma TNI (Purn) Hargianto

Padang - Maklumatnews.co.di - Dalam kurun waktu kurang satu bulan, Kota Padang tengah viral dengan sederet prestasi kasus kekerasan seksual, menurut data yang disampaikan Polresta Padang sudah terjadi Enam kasus kekerasan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur. 


Delapan orang tersangka kekerasan seksual atau cabul sodomi terhadap anak dibawah umur sudah diamankan pihak kepolisian, yang mana pelakunya orang yang terdekat  yakni, kakek, ayah, kakak, sepupu, paman,  tetangga, dan teman pamannya hingga guru mengaji.


Rata-rata Korban adalah anak perempuan dan laki-laki yang masih di bawah umur, sungguh miris apa yang terjadi pada generasi penerus bangsa. 


Berbagai tokoh dan kalangan sangat prihatin terhadap kasus seksual yang terjadi pada anak di Kota Padang, salaah seorang Datuak asal Agam,  Laksma TNI (Purn) Hargianto. S.E.,M.M.,M.Si (Han) Datuak Bagindo Malano Nan Hitam juga menyatakan sangat prihatin. 


"Semua yang terjadi seharusnya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, hal yang paing utama harus diperbaiki adalah Ketahanan Keluarga, karena semuanya berawal dari keluarga yang Harmonis dan dimulai dari pribadi yang kuat dan berkarakter", ungkap pria asal Agam tersebut. 


Masih kata dia, Pengaruh yang sangat kuat untuk saat ini baik dari sisi kemajuan (Positif) maupun dari sisi kemunduran (Negatif) adalah Globalisasi.


Globalisasi tidak bisa kita hindari, melainkan kita hanya mensiasati dan manfaatkan untuk hal yang positifnya di perbesar. Bagi suatu bangsa atau masyarakat yang tidak bisa menghadapi globalisasi maka dia akan hancur terlindas di gilas waktu, jelasnya. 


Kerawanan itu terjadi antara Rumah dengan Kantor, rumah dengan Kampus/sekolahan, rumah dengan tempat ibadah. Dimana ruang sosial itu sangat rentan karena tidak ada yang mengontorolnya kecuali kepedulian masyarakat sebagai kontrol sosial.


Di samping  itu, Medsos dan Gedged yang merupakan salah Faktor pemicu terjadinya prilaku negatif  di kalangan masyarakat, faktor ekonomi juga menjadi salah satu penyebab manusia jadi serba instans karena prilaku konsumtif pendorong untuk melakukan tindak kriminalitas termasuk penyakit sosial lainnya.


Uda begitu sapaan akrabnya itu menjelaskan, ada beberapa fakktor yang menyebabkan semua itu terjadi seperti Lemahnya Iman, Hubungan Keluarga yang kurang Harmonis, Lingkungan, Perkembangan Teknologi dan tidak konsisten serta konsekwen dalam menjalankan Adat Basandi Sarak , Sarak Basandi Kitabullah yang di junjung tinggi di masyarakat minang.


Menurut data yang terjadi di Sumbar selama setahun ini yang disiarkan dibeberapa media, Sumatra Barat mencatatkan diri sebagai provinsi dengan angka perceraian tertinggi se Indonesia. Jika angka rata-rata perceraian di Indonesia 200.000 pasang pertahun atau 10 persen dari peristiwa nikah, maka di Sumbar mencapai 6.325 atau di atas 10 persen dan kanwil Kemenkumham Sumbar mengungkapkan sekitar 65 persen dari penghuni lembaga pemasyarakatan dan rutan di Sumbar adalah terpidana kasus penyalahgunaan narkoba, dengan jumlah warga binaan di lapas/rutan di Sumbar sebanyak 6.334 orang, sekitar 65 persen di antaranya adalah terpidana kasus narkoba.


Jadi, angka Perceraian, Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya yang menyumbang membuat sumbar mendudukin angka kriminalitas yang cukup tinggi. Dari data angka perceraian di yang ada maka hukum sebab akibat bahwa daya tahan keluarga atau Keharmonisan keluarga menjadi prioritas utama untuk di perbaiki, papar dia.


Kemudian yang juga perlu di perhatikan adalah peningkatan kesejahteraan melalui berbagai aktifitas ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan sehingga masyarakat terlepas dari jeratan ekonomi yang terkadang selalu menjadi masalah penyakit sosial dan kriminalitas.


Disamping selain keluarga, Peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat sangat perlu di perkuat dalam kehidupan sosial masyarakat sesuai konsep kembali ka nagari.


Maka dari itu untuk memperbaikinya adalah di mulai dari Pribadi yang kuat dan berkarakter, salah satu saran dari saya untuk generasi muda Minang di Sumbar adalah alihkan kegiatannya ke yang Positif, seperti kegiatan olahraga yang baik untuk kesehatan serta meraih Prestasi dan menangkis penyakit sosial, tutupnya. (SRP)



TNS - Maklumatnews.co.id - Ratusan personel Polda Sumatera Barat menerima penghargaan dari Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa, SH. S.Ik. Penghargaan ini diberikan saat upacara pemberian penghargaan, Senin (22/11) di halaman Mapolda Sumbar. 


Penghargaan yang diberikan Kapolda Sumbar ini, dikarenakan personel tersebut berprestasi dalam mensukseskan akselerasi vaksin Covid-19, di wilayah Provinsi Sumatera Barat. 


Irjen Pol Teddy Minahasa dalam arahannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh personel Polda Sumbar yang ikut serta dalam percepatan vaksinasi, khususnya personel yang menerima penghargaan karen banyak mengajak masyarakat untuk vaksin.


"Atas nama pribadi dan Kapolda Sumbar, saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada rekan-rekan semua yang berada di depan saya ini," kata Kapolda Sumbar. 


Dirinya menyebut, keberhasilan capaian percepatan vaksinasi di Sumatera Barat ini tidak lepas dari peran serta seluruh personel Polri dan stakeholder yang ada. 


"Kita akan tetap mencari solusi dan siasat untuk mencapai hasil yang kita harapkan (vaksinasi)" pungkasnya. 


Personel yang menerima penghargaan diantaranya adalah Dirsamapta Polda Sumbar Kombes Pol Achmadi, S.Ik, Dirlantas Kombes Pol Yofie Girianto Putro, S.Ik, Kapolres Sijunjung AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi, S.Ik, Kapolres Solok AKBP Apri Wibowo, S.Ik, Kapolres 50 Kota AKBP Trisno Eko Santoso, S.Ik, Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan, S.Ik. 


Kemudian, Kabag Binkar Rosdm AKBP Cepi Noval, S.Ik, dan beberapa Pamen, Pama, Bintara dan ASN dilingkungan Polda Sumbar.


Sementara, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik menuturkan, dari ratusan orang yang menerima penghargaan ini, juga terdapat instansi terkait lainnya yang mendapatkan penghargaan. 


"Jumlah penghargaan yang diberikan Kapolda Sumbar sebanyak 210 orang, terdiri dari 204 anggota Polri, sedangkan 6 lainnya ini adalah untuk tenaga vaksinator dari 2 TNI (AD, AL) RSUP M Jamil, dan 3 orang masyarakat," ujarnya. 


Pemberian penghargaan ini juga dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Sumbar, para Kapolres, dan perwakilan personel Polda Sumbar.(*)



Jakarta - Maklumatnews.co.id - Polri terus melakukan upaya pemberantasan kasus dugaan mafia tanah. Sepanjang tahun 2021 ini tercatat sudah ada 69 perkara yang ditangani oleh Satgas Anti Mafia Tanah Polri. 


Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, jumlah tersebut tercatat sepanjang tahun 2021 hingga bulan Oktober. 


"Target penyelesaian perkara program tahun 2021 sudah ada 69 perkara mafia tanah yang ditangani," kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Jumat (19/11).


Adapun rincian dari penanganan perkara tersebut adalah, lima diantaranya masih proses penyelidikan, 34 dalam tahap penyidikan. Lalu, 14 kasus sudah dilimpahkan tahap I. 


Kemudian, 15 perkara mafia tanah sudah dilakukan pelimpahan tahap II. Dan satu kasus dihentikan penyelidikannya dengan pendekatan Restorative Justice (RJ).


Dedi menambahkan, dari kasus mafia tanah yang ditangani, pihaknya telah menetapkan 61 orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut. 


"Dengan jumlah tersangka kasus mafia tanah sebanyak 61 orang," ujar mantan Kapolda Kalimantan Tengah tersebut. 


Dari 61 orang tersangka itu, tujuh diantaranya sudah dilakukan penahanan. Lalu, 23 orang belum ditahan. Kemudian, dua orang masih diburu atau masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan 29 tersangka lainnya sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku kejahatan mafia tanah di Indonesia.(**)


Padang-MK-Berkedok Arisan online atau bernama “Arisan Abqura Pekanbaru-Padang” by Bunda Ara, sukses tipu warga Solok Selatan hingga ratusan juta rupiah. Kini Korban Usrianti yang didampingi pengacaranya sepakat akan laporkan kepada pihak yang berwajib di Pekanbaru. 

Terduga Pelaku seorang perempuan warga Kota Pekanbaru yang berinisial SAR dan Suaminya S akan dilaporkan ke Polda Riau dengan dugaan penipuan berkedok arisan, begitu yang diungkapkan tim kuasa hukum korban yakni Ricky Francois, SH, Ilham Fajri, SH dan Hendrizon,  SH. kepada media.

Kejadian berawal terduga pelaku datang ke sebuah Butik di Kota Padang, mengajak pemilik Butik (korban) tersebut untuk ikut arisan Pekanbaru-Padang, dibulan pertama semuanya lancar-lancar saja, memasuki bulan kedua sudah mulai tidak lancar pembayarannya. Dengan berbagai alasan, disitu korban sudah mulai curiga, merasa dirugikan, jelas pengacara tersebut. 

Francois mengatakan, korban sudah menderita kerugian sebanyak Rp. 157 150 000, terangnya. 

Dirinya menekankan akan membawa kasus ini keranah hukum hingga selesai, karena dirinya menilai semua ini sudah banyak memakan kerugian kliennya, tutupnya. (SRP


TNS - Maklumatnews.co.id -Polda Sumatera Barat membuka gerai Vaksin SUMDARSIN (Sumbar Sadar Vaksin) di halaman dan basement Mapolda Sumbar, Kamis (18/11).


Vaksinasi massal secara gratis ini dilaksanakan dalam rangka Operasi Zebra Singgalang 2021, dan sebagai bentuk upaya Polda Sumbar demi percepatan vaksinasi.


Terlihat sejak pagi sekitar pukul 08.30 WIB, ratusan masyarakat telah hadir di Mapolda untuk mendapatkan pelayanan vaksin Covid-19. 


Awalnya, masyarakat yang datang dipandu oleh petugas untuk dibantu pendaftaran. Usai mendaftar, selanjutnya diarahkan kepada petugas tenaga kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan (screening) dan kemudian menuju tempat vaksin. 


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik mengatakan, pelaksanaan SUMDARSIN yang digelar Polda Sumbar dan jajaran adalah sebagai upaya akselerasi Vaksin Covid-19 di Sumbar. 


"Di Polda Sumbar dan Polres-polres sejajaran juga melaksanakan SUMDARSIN. Dalam rangka Operasi Zebra Singgalang 2021," katanya. 


Selain masyarakat umum, kata Kabid Humas, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Polda Sumbar terdapat pelajar dan beberapa komunitas masyarakat yang mengikutinya. 


"Mudah-mudahan dengan banyaknya masyarakat di Sumatera Barat yang di vaksin, maka nantinya diharapkan masyarakat di Provinsi Sumbar menjadi herd immunity," pungkasnya.(*)


Sumbar
-Ketika melihat banyaknya ketimpangan didunia kepariwisataan kami bersama Green Tourism Institute bersama para pemuda setempat berusaha memberi solusi.


Bersama Green Tourism Institute yang kami dirikan semenjak awal 2000an berusaha mengcreate Green Tourism Destination.


Sebuah destinasi wisata yang protect the cultures, protect the natures, empower and bring benefit for local people serta support conservation yang menurut kami bisa menjadi solusi dan menjadi role model kepariwisataan dunia.


Dengan pemuda setempat Sabarata Bangun kami baru saja berhasil membangun Green Village sebuah resort sederhana dikawasan Bukit Lawang - Langkat Sumatera Utara. Kami membangun resort tersebut karena untuk mewujudkan mimpi besar dari seorang Sabar yang ingin sebagian profit dari resort tersebut disumbangkan untuk biaya sekolah anak - anak. Tapi baru saja bangunan selesai dibuat dan baru saja beroperasi tiba - tiba tahun lalu banjir bandang datang tiba - tiba dan menghancurkan hampir seluruh bangunan kami. Ondeh.


Tapi kami tidak patah semangat dan tetap berjuang untuk mewujudkan mimpi kami. Dan Alhamdulillah sekarang Sabar bersama masyarakat setempat dan dibantu oleh Project Wings - Jerman berhasil mewujudkan sebuah destinasi Ecobrick terbesar didunia menurut Jakarta Post edisi 21 Februari 2021.


Tapi ujian lain yang cukup berat menimpa kami kembali. 2 hari yang lalu kantor Tabuik Diving Club (TDC) komunitas Desa Apar - Pariaman Sumatera Barat yang juga binaan kami habis terbakar dan menghanguskan seluruh peralatan selam dan aset berharga lainnya. Ondeh.


TDC bersama GTI selama kurang lebih 10 tahun telah berhasil mewujudkan lahan mangrove di Apar yang sebelumnya gersang menjadi taman mangrove yang rimbun dan indah yang menjadi destinasi kebanggaan Pariaman yang membawa income dan mengangkat nama Pariaman sendiri karena termasuk 50 destinasi wisata terbaik versi kemenparekraf dan meningkatkan kunjungan bahkan dari universitas - universitas terbaik dunia.


Dan bukan itu saja bahkan TDC berhasil menyulap terumbu karang yang rusak menjadi taman bawah laut yang indah.


Alhamdulillah anak - anak nelayan binaan GTI ini bahkan sudah mendapat penghargaan Kalpataru.


Tapi apa boleh buat kami harus berusaha memulai dari nol lagi.


Apalagi ditambah dengan kondisi pandemik yang membuat GTI tidak bisa banyak berbuat apa. Selama ini kami biasa melakukan dengan dana sendiri hasil keuntungan dari bisnis pariwisata dan tamu - tamu kami yang membantu. Hampir 2 tahun kami tidak mendapat income bahkan bisa dibilang matisuri.


Tapi seperti biasa kami tidak patah semangat. Bahkan kami tetap berusaha mengcreate destinasi - destinasi sebagai Green Tourism Destination dengan salah satu mimpinya membuat " World Naval Marine Park " diSumbar yang mana 35 Angkatan Laut dunia mempunyai taman bawah laut diSumbar sebagai hadiah yang telah saya berikan untuk Angkatan Laut dunia waktu acara Komodo Excercise 4 tahun yang lalu di Kota Padang.


Dan kami yakin kami tidak sendiri. Kami yakin banyak ingin turut berjuang dan membantu perjuangan kami dalam mewujudkan Indonesia sebagai Green Tourism Destination dan menjadi solusi pariwisata dunia.


Dan bagi yang ingin turut membantu perjuangan kami dan turut berjuang bersama kami baik perorangan atau perusahaan dapat mengirimkan bantuan dan donasi kerekening kami dibawah ini.


Green Tourism Institute bank BNI no. 0860895859


Thanks for being a Green Friend of Indonesia !


Ridwan Tulus


www.sumatraandbeyond.co

International Green Tour Operator

Support for

Green Tourism Institute

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.