Kedatangan Danlanud Dhomber disambut langsung oleh Gubernur Kaltim H Isran Noor dengan penuh ramah dan kehangatan. Kolonel Pnb Sidik Setiyono, S.E., M.Han, menyampaikan kedatangannya yang pertama silaturahmi dan kedua untuk memperkenalan diri kepada Pemerintah Kalimantan Timur sebagai Komandan baru, di Lanud Dhomber.
Lebih Lanjut Danlanud Dhomber menyampaikan ucapan trima kasih atas dukungan Pemprov Kaltim terhadap Lanud Dhomber melalui sinergitas dan kerja sama yang baik, Danlanud berharap kerja sama yang sudah terjalin selama ini dapat terus di tingkatkan.
Adapun dalam audiensi tersebut ada beberapa poin kerjasama yang dihasilkan, diantaranya Konsolidasi tentang keamanan bersama pemerintah provinsi Kalimantan Timur yang akan dihadapi di masa mendatang untuk mengamankan wilayah udara Kalimantan Timur dengan aman dan terkendali.
Saat kunjungan, Danlanud Dhomber Kolonel Pnb Sidik Setiyono, S.E., M.Han. didampingi Kadislog Letkol Kal Kuswanto dan Dansatpom Mayor Pom Eko Zain Kusnanda. Sedangkan Gubernur Kaltim H Isran Noor didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Deni Sutrisno.(***)
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan ini. Diharapkan dengan kegiatan ini, bisa menyampaikan syiar islam kepada masyarakat, yang tentunya sesuai dengan visi dan misi Polri," ujar Kapolres Sukabumi Kota, melalui Kasat Binmas Polres Sukabumi Kota AKP Iman Retno kepada awak media.
Lanjutnya, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Dit Lantas Polda Jabar tersebut, dibuka langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana. Diharapkan dengan adanya perlombaan ini, bisa menjadi contoh kepada masyarakat untuk berbuat baik sesuai anjuran dan syariat islam yang berlaku.
"Ditengah isu terorisme yang bergulir saat ini, khususnya di Provinsi Jawa Barat, Kapolda juga menginstruksikan kepada para peserta lomba, nantinya bisa keliling ke wilayah-wilayah, menyebarkan ilmunya yang bermanfaat," pungkasnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut, diikuti oleh berbagai peserta yang berasal dari Polres yang berada di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Satbinmas Polres Sukabumi Kota menduduki posisi pertama, yang mengungguli Polres Garut di posisi kedua serta Polres Majalengka di posisi ketiga.
Sumber : Humas
Didampingi beberapa Pejabat Utama Polda Sumbar dan Kapolresta Padang, Wakapolda mengikuti zoom meeting tersebut di Gedung Serba Guna PT. Semen Padang.
Dalam arahannya, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menyampaikan kepada Polda dan Polres yang daerahnya pencapaian vaksinasi di bawah 70%, agar segera lebih aktif untuk pencapaian yang maksimal.
"Salah satu upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah dengan melaksanakan vaksinasi yang pertama, kedua maupun booster," kata Wakapolri.
Sementara terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto menyebutkan, bahwa untuk vaksinasi Covid-19 ini, pihaknya masih membuka gerai Vaksin di Polda Sumbar.
"Masih dibuka (vaksinasi), baik untuk vaksin pertama, kedua dan juga booster. Syaratnya cukup membawa KTP atau kartu vaksinasi," ujarnya.(*)
Keseharianya Mbah martun dibantu oleh keponakan ,yang pesis ada disamping rumahnya untuk kebutuhan sehari-hari.
Meski berstatus warga miskin mbah Martun belum sekali pun mencicipi bantuan yang dikucurkan pemerintah setempat.
Hidup sendiri di rumah yang sangat kecil dan tidak layak Mbah martun menghabiskan hari tua sendiri tanpa suami dan kedua anaknya yang sudah lama meninggal.
Saat awak media Lidik krimsus Ri,mendatangi kediaman Mbah martun sangat memprihatinkan kondisi keadaan rumah yang ditempatinya tidak layak dan tidak ada MCK,Bahkan untuk buang air besar numpang ke tetangganya terdekat.
Salah satu keponakannya menceritakan dulu pernah didata program bedah rumah, dan katanya juga dapat ,namun entah kenapa sampai saat ini bantuan itu tidak ada kepastiannya" ucap sumining.
Sudah sempat saya tanyakan namun hasilnya ya begitu sampai saat ini blum ada bantuan itu "imbuhnya.
Saat di konfirmasi, sukowo yang menjabat sebagai kepala desa tutup kecamatan Tunjungan, menyatakan benar bahwa martun merupakan warganya yang tinggal di dukuh ngetrep Desa Tutup.
Dirinya juga berupaya untuk mengusahakan agar warganya tersebut untuk dapat mempunyai mck.
"Ya mas, kami usahakan untuk warga kami segera mempunyai mck" ucapnya saat dihubungi melalui telepon.
Dipihak lain, Denny yang menjabat plt kepala bidang perumahan, menyarankan untuk martun mengajukan proposal guna mendapat bedah rumahnya.
"Kami akan bantu upayakan untuk Mbah martun, sumber dana nantinya bisa melalui berbagai sumber, salah satunya BAZNAS". ucapnya.
Melihat kondisi beliau warga disekitar berharap pemerintah setempat untuk segera memberikan batuan bedah rumah dan dibuatkan MCK supaya beliau tidak harus numpang ke tetangga lagi kalo mau buang air besar"ucap salah satu warga. (ono)
Dalam sambutannya, Sutarmidji mengapresiasi perbaikan fisik gedung yang dilakukan oleh RSU Yarsi Pontianak. Seiring dengan perbaikan gedung tersebut, dirinya berharap ada peningkatan pelayanan kesehatan.
"Saya berharap pelayanan yang diberikan semakin baik. Saya juya berharap adanya peningkatan fasilitas rawat inap dan pelayanan hemodialisa yang lebih representatif," ucapnya.
Dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar, menurutnya merupakan komitmen dalam mendorong akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. RSU Yarsi dinilai punya peran penting dalam pelayanan kesehatan di Kota Pontianak dan sekitarnya.
Direktur RSU Yarsi Pontianak, Carlos Dja’afara mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, utamanya Pemerintah Provinsi Kalbar. Dukungan tersebut menurutnya sangat berarti serta memberikan motivasi bagi pihak rumah sakit untuk terus berbenah dan meningkatkan pelayanan kesahatan bagi masyarakat.
“Kami berupaya untuk menambah dokter spesialis, meningkatkan sarana prasarana kesehatan, berupaya menghadirkan perilaku pelayanan yang baik, serta memperkuat manajemen dan transparansi,” katanya.
Dia menyebut, dukungan yang diberikan leh pemerintah provinsi Kalbar tersebut berupa ambulance infeksius, Bed Pasien Dan Bed Perinatologi, Oksigen Incenerator, Komputer dan Service Incinerator. Berbagai upaya pembehan yang dilakukan menurutnya sudah mulai membuahkan hasil.
“RS ini sebelumnya direkomendasikan tutup, karena setiap bulan mengalami defisit. Namun sekarang, berkat dukungan dan ikhtiar kita, sekarang (pemasukan) kami sudah positif, kami tidak minus lagi,” ucapnya.
Pembina Yarsi Pontianak, Rusliansyah D Tolove, mengatakan pihaknya siap membesarkan yayasan, baik lewat rumah sakitnya maupun kampus yang saat ini telah berdiri. Dirinya mengakui sebagian bangunan di rumah sakit ini sudah berusia tua sehingga perlu ada renovasi.
“RS ini dibangun tahun 1986. Jadi banyak bangunan yang sudah tua. Untuk itulah kami berharap bantuan, terutama dari pemerintah provinsi. Juga kepada pemerintah Kabupaten Kubu Raya, karena sebagian pasien di sini merupakan penduduk Kubu Raya,” ujarnya.
Semenjak citra rumah sakit berubah semakin positif, pihaknya mengakui adanya penambahan pasien. Dia menyebut, 90 persen pasien merupakan peserta BPJS Kesehatan.
“Banyak ruangan kami yang penuh, tetapi tetap kita layani. Kalau kelas tiga penuh, kita akan pindahkan ke kelas dua dengan tagihan tetap kelas tiga,” ujarnya.(**)