
Payakumbuh – Haniifah Magno Jujefvic dan Patricia Shakila Rawnie, dua atlit cilik putri asal Kota Payakumbuh yang bermain tenis, telah mengukir prestasi membanggakan.
Meskipun hanya berlatih selama dua bulan, mereka berhasil meraih peringkat tiga dalam Kejuaraan Open Turnamen Tenis Junior Piala Bupati Tanah Datar tahun 2023.
Kompetisi ini digelar di lapangan tenis Pemda Tanah Datar dari tanggal 3 hingga 8 November 2023.
Kejuaraan ini diikuti oleh 127 petenis junior dari berbagai daerah di Sumatera, termasuk seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Ini juga merupakan bagian dari program Pelti Tanah Datar dan diakui oleh Pelti (Turnamen Diakui Pelti/TDP), dengan kategori pertandingan dibagi menjadi kelompok umur 10, 12, 14, 16, dan 18 tahun.
Ketua KONI Payakumbuh, Yengki Otrio, turut hadir dalam pengumuman juara dan seremoni pemberian medali pada Selasa 8 November 2023 di Batusangkar, Tanah Datar.
Beliau menyatakan rasa bangganya terhadap pencapaian dua atlit cilik putri berusia 10 tahun asal Kota Payakumbuh ini.
Ia menyampaikan bahwa sangat membanggakan melihat prestasi yang diraih oleh anak-anak kita ini. Mereka telah mengorbankan waktu dan kesempatan pendidikan untuk mengharumkan nama Kota Payakumbuh.
Kami juga mengucapkan apresiasi kepada Pemda dan Pelti Tanah Datar atas kesuksesan penyelenggaraan turnamen ini. Dari informasi yang kami terima, rencananya akan diadakan setiap tahun.
Kami berharap ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di Sumatera Barat secara keseluruhan, dan Payakumbuh khususnya, serta menghasilkan atlet muda yang handal untuk mengharumkan nama daerah ini di tingkat nasional.
Pelatih dari Kota Payakumbuh, Hendry yang lebih dikenal dengan panggilan Caen di dunia tenis, mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Pemda Tanah Datar.
Mereka berhasil sukses menggelar kejuaraan tenis untuk kelompok umur dan mendapatkan pengakuan dari Pelti Pusat.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Daerah Tanah Datar yang telah mendukung program Pelti, khususnya kejuaraan nasional tenis junior ini. Kami berharap tahun depan kegiatan ini bisa dijadikan kalender tetap tahunan di Tanah Datar, karena sangat berpotensi untuk mencari bibit-bibit atlet yang nantinya mampu membawa dan mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih tinggi,” ucapnya. (FS)

Payakumbuh – Pada tanggal 7 November 2023, di Aula Ngalau Lt. 3 Balai Kota Payakumbuh, Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar Orientasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kota Payakumbuh.
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten II Elzadaswarman SKM MMPM yang hadir mewakili Pj. Wali Kota Payakumbuh, Ketua DPD LPM Kota Payakumbuh H. YB. Dt Parmato Alam, SH, Ketua DPC LPM Kecamatan se-Kota Payakumbuh, dan Ketua LPM Kelurahan se-Kota Payakumbuh.
Dalam sambutannya, Asisten II Elzadaswarman, yang akrab disapa Om Zet, menyampaikan bahwa orientasi ini memberikan kesempatan bagi Ketua LPM se-Kota Payakumbuh untuk mempererat tali silaturahmi.
Ia juga mengungkapkan bahwa, Ketua LPM se-Kota Payakumbuh diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi mengenai arah dan fokus gerak LPM di Kota Payakumbuh.
Om Zet menambahkan bahwa saat ini semua aspek kehidupan telah terintegrasi dengan teknologi, termasuk proses pertumbuhan dan pembangunan masyarakat.
“Jika kita menolak perubahan, kita akan tertinggal. Oleh karena itu, LPM sebagai wadah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan digitalisasi ini untuk memajukan masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, Om Zet menyatakan bahwa orientasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas Ketua LPM se-Kota Payakumbuh, sehingga memudahkan proses pembangunan di daerah masing-masing.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan harus dilakukan bersama dengan memperhatikan dampak jangka pendek dan panjangnya, agar kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan bersama.
Tujuannya adalah masyarakat sehat, pembangunan lancar, dan situasi yang aman dan terkendali, tutup Om Zet sambil secara resmi membuka kegiatan Orientasi LPM se-Kota Payakumbuh.
Ketua DPD LPM Kota Payakumbuh, H. YB. Dt Parmato Alam, SH, berharap bahwa kegiatan ini dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Melalui orientasi ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas LPM sebagai mitra pemerintah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat di Kota Payakumbuh,” pungkasnya. (FS)

Payakumbuh – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh kembali berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi tahun 2023 pada Senin 6 November 2023 pagi.
Rakor tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, di gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri.
Agenda Rakor kali ini mencakup langkah konkret untuk mengendalikan inflasi di daerah tahun 2023 serta penyerahan insentif fiskal kinerja tahun berjalan kepada kategori kinerja dalam rangka pengendalian inflasi daerah periode III tahun 2023.
Elzadaswarman, Asisten II walikota bidang Ekonomi dan Pembangunan, hadir mewakili Pj. Walikota Payakumbuh bersama OPD teknis di ruang pertemuan Randang lantai II kantor walikota Payakumbuh.
Sebelum Rakor dimulai, acara dibuka dengan penyerahan simbolis insentif fiskal periode III tahun 2023 senilai Rp 340 miliar untuk 34 daerah (3 Provinsi, 6 Kota, dan 25 Kabupaten) yang berhasil mengendalikan inflasi.
Hal ini memberikan kontribusi besar terhadap pengendalian inflasi nasional sebesar 2,56 persen secara tahunan hingga Oktober 2023. Selain itu, dari bulan ke bulan, kontribusinya sebesar 0,17 persen dari Oktober 2023 terhadap September 2023.
Namun, Kota Payakumbuh tidak termasuk dalam 34 daerah yang menerima insentif fiskal pada periode III tahun 2023.
Ini disebabkan karena pada periode sebelumnya (periode I), kota ini sudah menerima insentif fiskal sebesar Rp 9,1 miliar dari Kementerian Keuangan.
Selama beberapa tahun terakhir, kota ini berhasil mengendalikan inflasi di bawah angka inflasi nasional.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa untuk tahun 2023, skema alokasi insentif fiskal telah diperbaiki sesuai dengan Undang-undang HKPD.
Sebelumnya dikenal sebagai dana insentif daerah (DID), sekarang diubah menjadi insentif fiskal.
Mendagri menambahkan bahwa insentif ini diberikan untuk mendorong pemerintah daerah agar aktif dalam mengendalikan tingkat inflasi dan memberikan penghargaan kepada daerah yang telah berkinerja baik dalam mengendalikan inflasi. Tujuannya juga untuk mendorong peningkatan kinerja mereka.
Mendagri juga menyampaikan bahwa Pemerintah pusat telah mengalokasikan insentif fiskal tahun anggaran 2023 sebesar Rp 8,0 Triliun sebagai stimulus pengendalian inflasi daerah, sebagaimana tercantum dalam Perpres rincian APBN tahun anggaran 2023.
Setelah mendengarkan arahan dari Mendagri dan Menkeu selama sekitar dua jam, Elzadaswarman mengingatkan OPD teknis untuk terus meningkatkan kinerja guna mengendalikan angka inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Beliau menekankan bahwa tekanan terhadap daya beli masyarakat akibat gejolak harga pangan dapat berpotensi memicu kontraksi pertumbuhan ekonomi.
Elzadaswarman juga menyebutkan bahwa insentif fiskal yang diterima sebelumnya telah disalurkan langsung ke masyarakat melalui kegiatan pasar murah dan bantuan bibit tanaman bagi petani di kota Payakumbuh.
“Insentif fiskal ini sangat membantu dalam pengendalian inflasi di kota Payakumbuh. Pemko Payakumbuh akan terus meningkatkan kinerjanya untuk dapat kembali mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat guna mendukung kinerja di daerah,” tegasnya. (FS)