Latest Post




PADANG----Di tengah langit yang masih muram dan tanah yang belum sepenuhnya kering oleh luapan banjir, kepedulian datang menyapa warga Kota Padang. Perkumpulan Organisasi Perusahaan dan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (GAKESLAB) Sumatera Barat menunjukkan empati dan tanggung jawab sosialnya kepada para korban banjir yang melanda Kota Padang, khususnya di kawasan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.

Ketua GAKESLAB Sumbar H Renvil turun langsung ke lapangan bersama jajaran pengurus, menyusuri lokasi terdampak dan menyapa warga yang tengah berjuang memulihkan kehidupan. Kehadiran mereka bukan sekadar simbol, melainkan membawa harapan melalui bantuan kemanusiaan berupa selimut, sarung, daster, serta jilbab yang diserahkan langsung kepada para korban banjir.

Sekretaris GAKESLAB Sumbar, Refki Ryantori, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial organisasi terhadap masyarakat yang sedang dilanda musibah. Menurutnya, GAKESLAB Sumbar tidak hanya berperan dalam dunia kesehatan dan alat laboratorium, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.

Sementara itu, Bendahara GAKESLAB Sumbar menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari penggalangan dana yang dihimpun dari seluruh anggota GAKESLAB Sumbar. Solidaritas dan kebersamaan para anggota menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan aksi kemanusiaan ini.

Tak berhenti di Kota Padang, GAKESLAB Sumbar juga telah mengagendakan penyaluran bantuan lanjutan ke wilayah lain yang turut terdampak bencana, yakni ke Kota Solok dan Kabupaten Agam. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus menegaskan komitmen GAKESLAB Sumbar untuk terus hadir, berbagi, dan peduli.

Di tengah duka, GAKESLAB Sumbar menabur empati—menjadi pengingat bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan di saat paling gelap sekalipun.(**)








Padang - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang menyiapkan 80 unit rumah sebagai hunian sementara bagi warga yang masih berada di pengungsian pascabencana. Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan bahwa fasilitas ini diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak memungkinkan tinggal lebih lama di lokasi pengungsian karena alasan kesehatan maupun kondisi lingkungan.

“Saat ini kami memiliki sekitar 80 rumah pasca-COVID yang bisa digunakan sementara sebagai tempat penampungan warga,” ujar Fadly, Selasa (2/12/2025) saat meninjau lokasi terdampak banjir di Tabing Banda Gadang, Nanggalo, Kota Padang.

Selain penyediaan hunian sementara, Pemkot Padang juga telah mengajukan pembangunan hunian tetap kepada pemerintah pusat. 

Proses koordinasi dengan sejumlah kementerian terus dilakukan agar pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak dapat dipercepat.

Untuk memastikan seluruh bantuan tepat sasaran, Fadly telah menginstruksikan camat dan lurah untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap rumah warga yang mengalami rusak berat, rusak sedang, hingga tidak layak huni.

“Pendataan ini bagian penting dari proses pemulihan. Kami ingin memastikan bahwa bantuan diberikan sesuai kebutuhan di lapangan dan tepat sasaran,” tegasnya.

*Komdigi Bangun Posko dan Media Center*

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memastikan pemulihan konektivitas jaringan serta infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra.

Selain pemulihan teknis, Komdigi juga mendirikan sejumlah Posko sebagai Pusat Informasi dan Media Center untuk mendukung komunikasi darurat dan koordinasi penanganan bencana.

Di Aceh, posko dipusatkan di Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Aceh, sementara di Sumatra Barat posko ditempatkan di Komplek Kantor Gubernur Sumbar.

Untuk Sumatra Utara, Posko Komdigi beroperasi di tiga titik, yakni Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Sumut, Gelanggang Olahraga (GOR) Pandan Tapanuli Tengah), serta Posko Dukungan Psikososial di Hamparan Perak, Deli Serdang.

Posko tersebut berfungsi sebagai ruang kerja bagi jurnalis, pusat penyelenggaraan konferensi pers, serta titik koordinasi lapangan bagi satuan Komdigi, operator seluler, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, posko menjadi lokasi pemantauan jaringan telekomunikasi oleh Balai Monitoring (Balmon) di tingkat wilayah, sekaligus ruang redaksi bersama untuk penyusunan narasi, informasi publik, dan berbagai konten terkait penanganan bencana.



Padang – Istri Wakil Wali Kota Padang, Ny Srihayati Maigus Nasir meneteskan air mata saat melihat warga terdampak bencana banjir di Kecamatan Nanggalo, Senin (1/12/2025). Matanya berair melihat warga di Kompleks Griya Permata I dan II, Kelurahan Tabing Banda Gadang. 

Saat mengunjungi daerah itu, tingginya lumpur membuat kendaraan sulit melalui medan. Lumpur tebal setinggi hampir satu meter itu menutupi jalan. Hingga akhirnya istri wakil wali kota harus menaiki mobil double cabin type dakkar agar bisa sampai di lokasi bencana. 

Ny Srihayati tergugu hingga akhirnya meneteskan air mata ketika mendapati rumah warga yang masih tergenang lumpur setinggi pinggang orang dewasa. Air hujan yang terkurung di dalam rumah warga belum sempat dikeluarkan. Sebab seluruh warga harus berada di pengungsian.   

“Saya tak bisa berkata-kata melihat ini semua, saya merasa kasihan dengan warga yang tidak dapat tidur di rumah karena air dan lumpur masih menggenang, lumpur sepinggang juga masih berada di dalam rumah warga,” tutur Ny Srihayati Maigus Nasir kepada Diskominfo. 

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang itu juga mendapati perubahan arus sungai yang ada di dekat perumahan yang dikunjungi. Kencangnya arus banjir bandang membentuk jalur aliran baru (shortcut). 

“Sebelumnya aliran sungai cukup jauh dari perumahan ini, akan tetapi setelah banjir kemarin, aliran sungai berada tepat di belakang rumah warga,” ucap Ny Srihayati. 

Sepanjang melihat lokasi itu, Ny Srihayati tak kuasa menahan tangis. Terlebih melihat rumah-rumah warga yang terendam, jalan yang tertutup lumpur, serta wajah warga yang masih shock dengan kondisi yang didapati. 

“Saya menangis deras setelah memberi bantuan di satu titik tempat yang terisolasi. Luar biasa ketika melihat kondisi warga yang tiga hari terkurung, tidak mendapatkan bantuan, mengungsi dan tidur di masjid,” terangnya. 

Saat kunjungan itu, Ny Srihayati menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Tabing Banda Gadang. Bantuan diterima langsung oleh warga.(Charlie)




Padang - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumbar menyalurkan bantuan langsung untuk korban bencana hidrometeorologi di Kota Padang.

Perum Bulog Sumbar sudah menyalurkan bantuan melalui Posko Utama Bencana Palanta Rumah Dinas Wali Kota A. Yani berupa nasi kotak sebanyak 300 bungkus, Sabtu (29/11/2025).

Kemudian melalui posko Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah dengan bantuan berupa beras 1.000 kg, minyak 100 Liter, gula 100 kg, mie instan 10 dus, dan kue kue 10 dus.

Selanjutnya, pada Senin (1/12/2025), Perum Bulog Sumbar menyalurkan bantuan ke posko RT 4 RW 01, Kecaman Nanggalo Kelurahan Tabing Banda Gadang dengan bantuan berupa nasi kotak 150 nasi kotak.

Kepala Bulog Sumbar, Darma Wijaya memastikan bahwa pihaknya siap mensupport pemerintah daerah di Sumbar dalam penanganan tanggap bencana ini.

"Dari internal kita sendiri memang ada bantuan langsung kepada masyarakat terdampak. Kita siap mendukung program-program pemerintah daerah dalam situasi tanggap bencana ini," terangnya. (Resti/Khalil/Ilhami/Taufik)



Padang - Ribuan korban banjir di Padang hingga Senin (1/12/2025) masih mengungsi. Sementara itu jumlah korban meninggal dunia bertambah. 

"Ada sekitar 4.446 jiwa warga terdampak bencana banjir yang masih dalam pengungsian," ujar Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, Senin siang. 

Sebanyak 4.446 jiwa itu, 810 orang merupakan kelompok rentan. Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Pauh. 

"Semoga kondisi para pengungsi tetap dalam keadaan baik," harap Hendri. 

BPBD Padang mencatat, sebanyak 1.757 jiwa warga Pauh kini dalam pengungsian. Kemudian di Kecamatan Kuranji sebanyak 984 jiwa. Di Koto Tangah sebanyak 844 jiwa. Di Nanggalo 835 jiwa. Serta di Lubuk Kilangan sebanyak 36 jiwa. 

"Ada 32 sekolah yang juga terdampak akibat banjir dan angin kencang ketika kejadian itu," ujar Kalaksa BPBD.

Hingga saat ini BPBD Padang masih terus melakukan inventarisasi kerusakan yang ada di Padang. Data akan terus bergerak setiap harinya.(Charlie)




Padang — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mengintensifkan upaya pembersihan sedimen dan sampah pasca banjir besar yang melanda kota beberapa hari lalu. 

Banjir yang menyebabkan kerusakan infrastruktur di berbagai titik ini membuat pemerintah bergerak cepat dalam memulihkan kondisi kota.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan sejak hari pertama bencana pihaknya langsung menerjunkan tim tanggap darurat lengkap dengan peralatan berat.

"Sejak hari pertama bencana, kami sudah mengirimkan ekskavator untuk membersihkan sedimen dan sampah banjir. Sampai hari ini, sudah 16 alat berat bekerja di lokasi-lokasi terdampak dan 12 unit lagi dalam proses pengiriman," jelas Tri Hadiyanto, saat diwawancarai (01/12/2025)

Jumlah alat berat tersebut bersifat dinamis dan dapat terus bertambah sesuai kebutuhan lapangan. Selain mengandalkan armada milik PUPR, pihaknya juga menggandeng pihak swasta, perguruan tinggi, BUMN, BWS V, dan PSDA Provinsi Sumatera Barat untuk mempercepat penanganan.

Selain alat berat, PUPR juga mengerahkan 100 tenaga manual yang disebar ke lokasi-lokasi terdampak. Mereka fokus menangani titik-titik yang tidak dapat dijangkau alat berat, termasuk kawasan permukiman padat.

"Banyak sedimen yang masuk ke rumah warga dan tidak mungkin diambil dengan alat berat. Karena itu, selain alat, kami juga menurunkan tenaga manual sebanyak 100 orang," ungkap Tri.

PUPR juga membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) beranggotakan 15 orang yang bergerak membantu pengangkatan sedimen secara manual hingga tingkat kelurahan.

Dalam rangka pemulihan, PUPR bekerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Padang dan Balai BPPKS Kementerian PUPR untuk menyediakan akses air bersih bagi warga terdampak.

Hingga Minggu (30/11/2025) sore, sudah tersedia 26 hidran umum di 21 lokasi, dan targetnya bertambah menjadi 58 titik.

Selain itu, PUPR juga menyalurkan 4 unit WC portable, 2 unit septic tank yang dikirim ke Pondok Pesantren MTI Batang Kabung untuk dirakit dan dipasang di PPMTI.

Pembersihan pasca banjir diprioritaskan di sejumlah titik, di antaranya Perumahan Graha 3 Sungai Lareh, Gurun Laweh, Lumin Park, Batu Gadang, Balai Gadang, Guo, Kampung Apa KPIK Lubuk Buaya, Pasar Baru menuju Unand, Batu Busuk, SMAN 12 Padang, Surau Gadang Intake PDAM Kampung Koto Gunung Pangilun, dan Intake Palukahan Gadang, kemudian di Kampung Lapai Nanggalo, Air Dingin, dan Batang Kabung Ganting Kecamatan Koto Tangah.

Tri menegaskan seluruh personel dan armada PUPR bekerja tanpa henti demi mempercepat pemulihan kondisi kota.

"Kami bergerak siang dan malam. Harapan kita, aktivitas masyarakat bisa kembali normal secepatnya," ujarnya. (**/Taufik)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.