Latest Post



‎Padang — Sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang mengeluhkan kondisi air yang keruh dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu pekerjaan normalisasi di kawasan hulu sungai yang menjadi sumber baku air PDAM. Akibat pengerjaan tersebut, material sedimen terangkat dan terbawa aliran sungai sehingga meningkatkan tingkat kekeruhan air hingga mendekati batas kemampuan unit pengolahan.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa situasi ini sedang dipantau secara intensif. Ia mengakui kekeruhan air baku sesekali sudah berada di ambang batas maksimal pengolahan.
‎Menurutnya, saat tingkat kekeruhan terlalu tinggi, proses penyaringan dan pemurnian membutuhkan waktu lebih lama, bahkan dapat berpengaruh pada kontinuitas distribusi.
‎“Batas kekeruhan air terkadang sudah di ambang batas pengolahan. Ini terjadi karena ada kegiatan normalisasi di hulu sungai yang mengganggu kestabilan sedimen,” ujar Adhie Zein, Jumat (2/1/2025).
‎Penyebab: Normalisasi ganggu sedimen alami sungai
‎Normalisasi sungai umumnya dilakukan untuk memperlancar aliran air, mencegah banjir, dan memperbesar kapasitas sungai. Namun, dalam masa pengerjaan, dasar sungai yang sebelumnya stabil menjadi terganggu. Lumpur, pasir, dan partikel tanah ikut terlarut dalam jumlah lebih besar, sehingga air berubah menjadi keruh.
‎Kondisi ini langsung mempengaruhi kualitas air baku yang ditarik menuju instalasi pengolahan. Di saat tertentu, kekeruhan melonjak melebihi kondisi normal, sehingga proses koagulasi, sedimentasi, dan filtrasi di IPA (Instalasi Pengolahan Air) membutuhkan penyesuaian.
‎Dampak bagi pelanggan
‎Beberapa dampak yang mungkin dirasakan pelanggan antara lain:
‎air tampak kekuningan atau kecokelatan saat keluar dari keran
‎adanya endapan halus di dasar penampungan air rumah tangga
‎potensi bau ringan pada saat tingkat kekeruhan tinggi
‎Perumda mengimbau masyarakat untuk:
‎menampung air terlebih dahulu sebelum digunakan
‎tidak langsung mengonsumsi air tanpa dimasak
‎membersihkan penampungan air secara berkala
‎PDAM: Kami tidak tinggal diam
‎Adhie Zein menegaskan, tim teknis terus bekerja melakukan pengaturan distribusi, peningkatan dosis bahan kimia pengolahan secara terukur, serta pembilasan jaringan pipa pada titik-titik yang diperlukan.
‎“Kami memahami ketidaknyamanan pelanggan. Kami juga pelanggan air di rumah kami masing-masing. Karena itu percepatan penanganan menjadi prioritas,” ujarnya.
‎Ia menambahkan, pekerjaan normalisasi bersifat sementara. Saat kondisi sungai kembali stabil, kualitas air akan ikut membaik. Pelanggan juga dipersilakan melapor jika menemukan air sangat keruh atau distribusi terganggu.
‎Komentar cerdas, lugas, dan humanis
‎Fenomena air keruh dalam masa normalisasi sungai bukan semata kesalahan pengelola air minum, tetapi bagian dari konsekuensi pekerjaan perbaikan lingkungan yang jangka panjangnya justru ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Yang terpenting, transparansi informasi dan kecepatan penanganan tetap harus diutamakan.
‎Di sisi lain, pelanggan berhak mendapatkan air layak pakai. Karena itu, komunikasi dua arah sangat dibutuhkan: PDAM terbuka menjelaskan kondisi, sementara masyarakat menyampaikan keluhan secara beretika dan faktual. Sikap saling memahami akan membantu proses perbaikan berjalan lebih cepat.
‎Air adalah kebutuhan dasar bukan sekadar komoditas. Maka setiap gangguan, sekecil apa pun, wajar menimbulkan keresahan. Namun dengan penjelasan yang jujur, langkah teknis yang jelas, serta kesabaran pelanggan, masalah kekeruhan ini diharapkan segera teratasi.
‎#PerumdaAirMinum #Padang



Padang - SELAIN untuk meningkatkan layanan dan memperkuat keandalan sistem distribusi air bersih serta peremajaan jaringan pipa guna kelancaran distribusi air ke pelanggan dan mengurangi potensi kebocoran pada sistem yang ada, Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang pada Sabtu (10/1/26) siang, melakukan Pekerjaan penggalian koneksi pipa DN 600 GI 200 HDPE di kawasan Jalan Gajah Mada, Gunung Pangilun (tepatnya di depan MAN 2 Gunung Pangilun).

"Pekerjaan ini bersifat teknis dan sering kali menyebabkan gangguan distribusi air sementara, seperti air mati atau mengecil di wilayah terdampak selama proses koneksi berlangsung", Sampai Direktur Teknik (Dirtek) Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein.

Apalagi, pekerjaan penggalian koneksi pipa DN 600 GI 200 HDPE berlangsung di bawah permukaan jalan yang padat arus lalu linta, dengan air yang terus mengalir tanpa henti membuat galian seperti kolam. Sementara, tanah yang longsor, dinding galian yang rapuh. Namun, itu semua tidak terlalu menganggu, dan pekerjaan dapat diselesaikan susai dengan tegat waktu yang direncanakan, ungkapnya melanjutkan.

“Karena pipa tersebut berada cukup dalam, air terus masuk, dan ruang gerak alat terbatas. Secara teknik, ini bukan pekerjaan ringan. Tapi sulit bukan berarti mustahil,” jelasnya lagi.

“Saya memahami, ini mengganggu perjalanan. Kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya, “tapi kami sedang memperbaiki sesuatu yang lebih mendasar: hak warga untuk mendapatkan air bersih yang layak.”

Dengan semua tantangan dan hambatan tersebut, pekerjaan telah selesai dilaksanakan oleh Perumda AM Padang pada Minggu 11 Januari 2026 tersebut berfokus pada beberapa pekerjaan, diantaranya:
Awal Pekerjaan: Penggalian dimulai pada Jumat malam, 9 Januari 2026.
Proses Koneksi: Koneksi pipa utama dilakukan pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Status Terakhir: Perumda AM Padang secara resmi mengonfirmasi penyelesaian seluruh pekerjaan pada Minggu, 11 Januari 2026. 

Dengan selesainya pekerjaan ini, layanan air ke pelanggan telah kembali normal secara bertahap, dan kedepan pendistribusian air bersih di wilayah pusat kota akan normal kembali, pungkas Adhi.(hen/aku)

#PemkoPadang #PerumdaAMPadang #KoneksPipa #JalanGajahMada #GunungPangilun #MANPadang




‎PADANG – Pengurus Daerah (PD) Tunas Indonesia  Raya (TIDAR) Sumatera Barat, melalui  Sekretarisnya, Anggiatman menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Ketua DPD Gerindra Sumbar sekaligus Anggota DPR RI, Andre Rosiade, dalam merespons keresahan masyarakat terkait aktivitas tambang emas ilegal (PETI) dan kasus penganiayaan yang menimpa Nenek Saudah.
‎Anggiatman menegaskan bahwa tindakan Andre Rosiade merupakan bukti nyata kehadiran wakil rakyat dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil yang selama ini merasa terintimidasi oleh praktik-praktik melanggar hukum.
‎Mengawal Aspirasi ke Mabes Polri
‎Langkah Andre Rosiade yang berencana membawa aspirasi masyarakat Sumbar langsung ke Markas Besar (Mabes) Polri dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus rantai mafia tambang liar yang telah merusak lingkungan dan tatanan sosial di Sumatera Barat.
‎"Kami di PD TIDAR Sumbar berdiri tegak mendukung penuh aksi nyata Bang Andre Rosiade. Masalah tambang emas liar ini bukan hanya soal kerugian negara, tapi soal keselamatan warga dan masa depan lingkungan kita," ujar Anggiatman dalam keterangannya.
‎Keadilan untuk Nenek Saudah
‎Selain isu lingkungan, Anggiatman juga menyoroti kasus penganiayaan yang menimpa Nenek Saudah. Menurutnya, tindakan kekerasan tersebut tidak bisa ditoleransi dan memerlukan pengawalan hukum di tingkat pusat agar prosesnya berjalan transparan dan objektif.
‎"Kasus Nenek Saudah adalah luka bagi kita semua. Dengan dibawa kasus ini ke Mabes Polri, kami berharap pada kepolisian agar kasus ini diusut tuntas  dan ada titik terang serta keadilan yang seadil-adilnya bagi korban. Tidak boleh ada oknum yang kebal hukum di tanah Minangkabau," tegasnya.
‎Komitmen PD TIDAR Sumbar
‎ 
‎Sebagai sayap pemuda Partai Gerindra, PD TIDAR Sumbar berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga tuntas. Anggiatman mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersatu mendukung upaya penegakan hukum yang sedang diperjuangkan oleh Bang Andre Rosiade.
‎"Ini adalah momentum untuk bersih-bersih. Kami akan terus bersinergi dengan DPD Gerindra Sumbar guna memastikan aspirasi rakyat tidak hanya didengar, tapi dieksekusi dengan tindakan nyata," tutup Anggiatman.(*)



‎PADANG – 12 Januari 2026,  Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Provinsi Sumatera Barat kembali memperkuat barisan penegak hukumnya melalui prosesi pelantikan dan pengangkatan advokat baru. Acara khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD IKADIN Sumatera Barat, Imral Adenangsih, S.H., M.H.
‎Dalam sambutannya, Imral Adenangsih menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan momentum sakral bagi para advokat untuk mulai memikul tanggung jawab profesi yang officium nobile (profesi yang mulia). Beliau mengingatkan bahwa sebagai garda terdepan dalam mencari keadilan, advokat IKADIN harus menjaga integritas dan moralitas tinggi.
‎"Seorang advokat bukan hanya dituntut cerdas secara intelektual dalam menguasai hukum, tetapi juga harus memiliki keteguhan moral. IKADIN Sumbar berkomitmen melahirkan advokat yang mampu memberikan pendampingan hukum terbaik bagi masyarakat dengan menjunjung tinggi kode etik profesi," ujar Imral Adenangsih di hadapan para peserta pelantikan.
‎Pelantikan ini menandai langkah awal para advokat muda untuk berkontribusi aktif dalam dinamika hukum di wilayah Sumatera Barat. Kehadiran wajah-wajah baru di bawah naungan IKADIN diharapkan dapat memperluas akses keadilan (access to justice) bagi seluruh lapisan masyarakat, baik dalam perkara litigasi maupun non-litigasi.
‎Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD IKADIN Sumbar serta tokoh-tokoh hukum setempat, yang secara kolektif memberikan dukungan penuh terhadap penguatan profesi advokat di ranah Minang.(*)



Padang — Perumda Air Minum Kota Padang akan melaksanakan pekerjaan koneksi jaringan pipa distribusi berdiameter DN 600 GI ke DN 200 HDPE pada Sabtu, 10 Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan dan penguatan keandalan jaringan distribusi agar air bersih menjangkau pelanggan secara lebih merata di seluruh wilayah layanan.

‎Pekerjaan koneksi akan dilakukan di Jalan Gajah Mada, depan MAN 2 Gunung Pangilun, dengan tahapan penggalian dimulai malam ini, dilanjutkan pekerjaan koneksi utama pada pukul 09.00–10.00 WIB besok. Estimasi waktu pekerjaan diperkirakan sekitar enam jam hingga proses normalisasi aliran.

‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari program penguatan jaringan distribusi.

‎Menurutnya, koneksi pipa DN 600 GI x 200 HDPE sangat penting untuk memastikan kontinuitas suplai air ke pelanggan.

‎“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Pekerjaan koneksi jaringan pipa ini adalah salah satu langkah strategis untuk memperlancar distribusi air bersih agar menjangkau seluruh lapisan pelanggan secara adil dan merata,” ujar Adhie Zein menyampaikan keterangan Direktur Utama.

‎Ia menambahkan, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama pekerjaan berlangsung dan memastikan tim teknis akan bekerja maksimal agar aliran kembali normal secepat mungkin.

‎Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, menjelaskan aspek teknis pekerjaan.

‎“Penggalian sudah kami mulai malam ini untuk mempercepat proses. Koneksi utama direncanakan dilakukan sekitar pukul 9–10 pagi, dengan estimasi durasi pekerjaan kurang lebih enam jam. Kami telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk meminimalkan gangguan aliran dan mempercepat normalisasi tekanan setelah pekerjaan selesai,” ujar Andri Satria.

‎Ia juga menegaskan bahwa tim lapangan akan siaga untuk melakukan flushing, pengecekan kebocoran, dan penyesuaian tekanan setelah pekerjaan koneksi selesai.

‎Baca Juga
‎Satpol PP Padang Perketat Disiplin Internal: Sejumlah Personel Diperiksa, Profesionalisme Jadi Taruhan
‎Satpol PP Padang Tertibkan PKL di Pasar Raya, Dua Termos dan Satu Motor Listrik Disita
‎Tiga Skema Bantuan Kemensos untuk Korban Banjir–Longsor di Padang, Proses Pencairan Dikebut
‎Wilayah Terdampak Pengaliran Sementara
‎Selama pekerjaan koneksi berlangsung, akan terjadi gangguan pengaliran air di sejumlah area layanan pusat Kota Padang, meliputi:

‎Gajah Mada
‎Jati
‎Khatib Sulaiman
‎Sudirman
‎Lapai
‎Belanti Barat dan Timur
‎Pramuka
‎S. Parman (sebagian)
‎Ulak Karang Timur dan Barat
‎Pasar Raya
‎Ayani
‎Damar
‎Olo Ladang
‎Belakang Olo
‎Kampung Jawa Dalam
‎Mangunsarkoro
‎Purus Kebun
‎Purus I–V
‎Terandam
‎Alang Lawas
‎Thamrin
‎Sebagian Pondok
‎Imbauan kepada Pelanggan
‎Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk:

‎menampung air secukupnya sebagai cadangan,
‎menggunakan air seperlunya selama pekerjaan berlangsung,
‎menunggu proses normalisasi aliran setelah pekerjaan selesai.
‎“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan. Mohon doa dan dukungan agar pekerjaan berjalan lancar, aman, dan sesuai rencana. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan terus melakukan pembenahan infrastruktur agar distribusi air semakin andal,” tambah Adhie Zein.

‎Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan bahwa informasi lanjutan akan diberikan melalui kanal resmi perusahaan dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta memahami bahwa pekerjaan ini dilakukan demi perbaikan layanan jangka panjang.




‎Padang - Di sela-sela riuh aktivitas belajar pada awal semester baru, Masjid MTsN 6 Kota Padang kembali terasa hidup. Suara langkah para siswa yang bergegas menuju tempat wudhu tidak lagi terhenti oleh keringnya keran. Air mengalir jernih, menandai berakhirnya hari-hari ketika kegiatan ibadah sempat terganggu karena pasokan air bersih yang tersendat.

‎Sinergi antara Perumda Air Minum Kota Padang dan pihak MTsN 6 Kota Padang terbukti kembali memberi dampak nyata. Pada Jumat, 9 Januari 2026, tim teknis PDAM turun langsung ke lapangan untuk mengoptimalkan jalur distribusi air menuju masjid sekolah tersebut. Upaya ini menjadi jawaban atas keluhan sebelumnya, ketika pasokan air yang tidak stabil membuat aktivitas keagamaan siswa terhambat, terutama pada jam-jam shalat berjamaah.

‎Tidak hanya sekadar perbaikan, pekerjaan dilakukan secara menyeluruh. Tim PDAM membenahi pipa saluran yang mulai mengalami penurunan fungsi serta melakukan penyetelan ulang mesin pompa yang menjadi penopang utama distribusi air. Pemeriksaan jaringan dilakukan detail, titik demi titik, hingga dipastikan tekanan air kembali normal dan aliran stabil sepanjang hari.

‎Kepala Pusat Pelayanan PDAM Sumbar turun langsung meninjau proses tersebut. Ia memastikan pekerjaan tidak berhenti pada tataran administrasi, tetapi selesai sampai tuntas di lapangan. Hasilnya kini terlihat jelas: air kembali mengalir lancar ke masjid.

‎“Alhamdulillah, hari ketiga proses pembelajaran, Masjid MTsN 6 Kota Padang sudah bisa digunakan secara optimal. Lebih dari 1.200 siswa kini kembali dapat melaksanakan shalat berjamaah dengan nyaman. Mereka tidak lagi khawatir dengan keterbatasan air untuk wudhu. Situasi ini bukan hanya memudahkan ibadah, tapi juga menghidupkan suasana religius dan kedisiplinan keagamaan di lingkungan sekolah,” ujar Awe selaku pimpinan yang terjun mengawal proses perbaikan.

‎Kepala MTsN 6 Kota Padang, H. Yakub, tidak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kecepatan respons PDAM.

‎“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kepedulian Perumda Air Minum Kota Padang. Sinergi seperti ini sangat kami butuhkan, bukan hanya untuk keberlangsungan ibadah, tapi juga untuk kenyamanan proses pendidikan secara keseluruhan. Semoga kerja sama ini terus terjalin dan semakin diperkuat ke depannya,” ungkapnya.

‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar tugas teknis, melainkan bentuk komitmen sosial perusahaan daerah.

‎“Masjid di lingkungan pendidikan bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, kami memandang pemenuhan air bersih di MTsN 6 Kota Padang sebagai tanggung jawab moral sekaligus pelayanan publik. Tim kami akan selalu siap merespons cepat jika terdapat gangguan, terutama di fasilitas-fasilitas pendidikan dan keagamaan,” terang Adhie Zein menyampaikan pesan Direktur Utama.

‎Ia menambahkan secara lugas, bahwa Perumda Air Minum Kota Padang tidak ingin hanya dikenal sebagai penyedia layanan, tetapi sebagai mitra masyarakat.

‎“Kami tidak ingin air hanya sekadar mengalir di pipa, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang nyata. Sinergi seperti ini akan terus kami perkuat, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Di setiap tetes air yang mengalir, kami ingin ada keberkahan, kenyamanan, dan rasa aman bagi para pengguna,” tutupnya.

‎Kini, dari keran-keran tempat wudhu Masjid MTsN 6 Kota Padang, air tidak hanya mengalir untuk membasuh wajah para siswa, tetapi juga mengalirkan semangat baru: bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perusahaan daerah bisa menghadirkan solusi konkret, cepat, dan berdampak.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.