Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama




‎Padang — Komitmen menjaga kualitas air bersih bagi masyarakat terus diperkuat oleh Perumda Air Minum Kota Padang. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pengurasan accelator secara rutin, yang dijadwalkan berlangsung setiap Selasa dan Kamis, pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.
‎Namun di balik upaya peningkatan kualitas tersebut, pelanggan di sejumlah wilayah perlu bersiap menghadapi gangguan sementara pada aliran air. Tekanan air berpotensi menurun, bahkan bisa berhenti total selama proses pengurasan berlangsung.
‎Bukan tanpa alasan, accelator merupakan jantung dari proses pengolahan air tempat di mana kotoran dan partikel halus diendapkan sebelum air masuk tahap penyaringan akhir. Tanpa perawatan berkala, endapan lumpur dapat menumpuk dan berdampak langsung pada kualitas air yang diterima pelanggan.
‎Perumda pun mengimbau warga untuk bijak menyikapi kondisi ini, dengan menampung air secukupnya sebelum jadwal pengurasan dan menghemat penggunaan selama proses berlangsung.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.
‎“Ini bukan sekadar perawatan rutin, tetapi bagian dari upaya menjaga kualitas air tetap bersih, aman, dan layak digunakan. Kami memahami adanya ketidaknyamanan, namun ini demi kepentingan bersama,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
‎Lebih lanjut, ia menyampaikan keterangan dari Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, yang menekankan bahwa langkah ini bersifat krusial dan tidak bisa ditunda.
‎“Pengurasan accelator adalah langkah preventif agar sistem pengolahan air tetap optimal. Jika diabaikan, justru berpotensi menimbulkan gangguan yang lebih besar dan berkepanjangan,” jelasnya.
‎Sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan pelanggan, Perumda juga membuka akses pengaduan melalui layanan pesan langsung (DM) serta Call Center resmi di 1500-030.
‎Dengan adanya jadwal ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan memahami bahwa gangguan yang terjadi bersifat sementara, demi kualitas air yang lebih baik dalam jangka panjang.



‎KOTA PADANG — Memasuki musim kemarau tahun ini, kondisi ketersediaan air baku di Kota Padang mulai menunjukkan penurunan signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Kasubag Humas Adhie Zein dari Perumda Air Minum Kota Padang, yang menyebutkan bahwa sejumlah sumber air mengalami penurunan debit hingga 30 persen.
‎Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung terhadap produksi dan distribusi air bersih kepada masyarakat. “Penurunan debit air baku di beberapa sungai menyebabkan produksi air turun sekitar 20 hingga 30 persen. Ini tentu berpengaruh terhadap pola distribusi kepada pelanggan,” ujarnya.
‎Wilayah Rawan Krisis Air Mulai Teridentifikasi
‎Adhie menjelaskan, salah satu wilayah yang berpotensi mengalami dampak paling serius adalah kawasan Pegambiran. Area ini dinilai rentan karena bergantung pada intake Gambir yang dikenal paling cepat mengalami kekeringan saat musim kemarau.
‎“Secara umum hampir seluruh wilayah berpotensi terdampak, karena sumber air kita bergantung pada sungai. Namun Pegambiran menjadi daerah yang paling cepat merasakan dampaknya,” jelasnya.
‎Distribusi Air Mulai Diatur Bergiliran
‎Seiring menurunnya kapasitas produksi, Perumda mulai menerapkan sistem distribusi air secara bergiliran di beberapa wilayah. Jika sebelumnya pelanggan menikmati aliran air selama 24 jam penuh, kini distribusi disesuaikan menjadi siang atau malam hari secara bergantian.
‎“Ini langkah yang terpaksa kami lakukan agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan air, meskipun tidak seperti kondisi normal,” kata Adhie.
‎Tak hanya itu, tekanan air di sejumlah wilayah juga mengalami penurunan, bahkan ada yang tidak mengalir sama sekali pada waktu tertentu.
‎Langkah Antisipasi Diperkuat
‎Menghadapi potensi kemarau panjang, Perumda Air Minum Kota Padang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:
‎Optimalisasi produksi air dengan membersihkan intake dari material penghambat
‎Percepatan perbaikan kebocoran jaringan pipa
‎Pemetaan wilayah terdampak untuk mitigasi risiko
‎Pengaturan distribusi air secara merata
‎Selain itu, bantuan air bersih melalui mobil tangki juga disiapkan secara gratis, baik untuk pelanggan maupun masyarakat umum yang terdampak.
‎Kualitas Air Tetap Dijaga
‎Meski debit air menurun, Perumda memastikan kualitas air tetap menjadi prioritas utama. Pemeriksaan air baku dilakukan secara intensif melalui laboratorium yang telah terakreditasi.
‎Di sisi lain, masyarakat juga diajak berperan aktif menjaga kualitas sumber air dengan tidak mencemari sungai serta melakukan penghijauan di sekitar bantaran.
‎Penurunan Bisa Capai 50% Saat Kemarau Ekstrem
‎Adhie mengingatkan, jika kemarau berlangsung ekstrem, penurunan debit air baku bahkan bisa mencapai hingga 50 persen. Kondisi ini tentu akan semakin menantang operasional pengolahan air.
‎“Gangguan operasional pasti ada, terutama karena keterbatasan air baku yang membuat pengolahan tidak bisa maksimal,” tambahnya.
‎Imbauan Tegas untuk Masyarakat
‎Perumda juga mengeluarkan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat, di antaranya:
‎Menggunakan air secara hemat
‎Menutup kran setelah digunakan
‎Menyimpan cadangan air
‎Memastikan instalasi rumah tidak bocor
‎Tidak membuang sampah atau limbah ke sungai
‎“Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan air bersih,” tegas Adhie.
‎Solusi Jangka Panjang Mulai Disiapkan
‎Untuk mengatasi persoalan ini secara berkelanjutan, Perumda tengah merancang penguatan infrastruktur, termasuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban 3 yang akan memanfaatkan sumber air dari Palukahan.
‎Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas distribusi serta memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang belum terlayani.
‎Dengan kondisi kemarau yang mulai terasa, sinergi antara pemerintah, Perumda, dan masyarakat menjadi kunci utama agar krisis air bersih di Kota Padang dapat ditekan seminimal mungkin.



PADANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-fraksi serta Penyerahan Rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang Tahun Anggaran 2025.

Rapat yang berlangsung khidmat pada Senin (6/4/2026) di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Jalan Baginda Aziz, Sungai Sapih, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, didampingi Wakil Ketua Mastilizal Aye dan Osman Ayub, serta Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar.


Kontribusi Konstruktif Legislatif

Meski secara umum fraksi-fraksi di DPRD memberikan lampu hijau dan menyetujui LKPJ 2025, suasana rapat tetap dinamis dengan pemaparan berbagai rekomendasi tajam. Salah satu sorotan datang dari Fraksi Partai NasDem yang menekankan pentingnya efisiensi dan inovasi dalam tata kelola daerah.

Beberapa poin krusial yang direkomendasikan kepada Pemerintah Kota Padang meliputi:

Transformasi Ekonomi: Penguatan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan.

Optimalisasi PAD: Mendorong digitalisasi layanan demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara transparan.

Infrastruktur & Bencana: Pemerataan pembangunan infrastruktur serta penguatan sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh.

Kinerja Birokrasi: Penerapan penganggaran berbasis kinerja dan peningkatan pelayanan publik yang terintegrasi teknologi.


Respons Pemerintah Kota Padang

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir dan Plt Sekda Raju Minrofa Caniago. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD, khususnya Panitia Khusus (Pansus) LKPJ.

"Masukan dan tanggapan multidimensi yang diberikan oleh DPRD Kota Padang merupakan bahan evaluasi berharga bagi kami. LKPJ ini bukan sekadar laporan formalitas, melainkan alat ukur untuk memperbaiki kinerja demi kepentingan masyarakat," ujar Fadly Amran.

Beliau mengakui bahwa pelaksanaan program di tahun 2025 masih memerlukan penyempurnaan di berbagai lini. Oleh karena itu, sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci utama untuk memastikan pembangunan di tahun-tahun mendatang berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.


Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Rapat Paripurna ini menjadi simbol harmonisasi antara pengawas (DPRD) dan pelaksana (Pemko) kebijakan. Dengan diserahkannya rekomendasi tersebut, DPRD Kota Padang berharap pemerintah daerah dapat bergerak lebih lincah dalam merespons kebutuhan riil masyarakat.


Komitmen yang lahir dari sidang paripurna ini diharapkan mampu membawa Kota Padang menuju arah pembangunan yang lebih berkelanjutan, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga Kota Bingkuang.(Adv)



PADANG – Mencari kendaraan yang tidak hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga mampu menunjang gaya hidup, kini menjadi kebutuhan masyarakat urban. Menjawab tantangan tersebut, Adora hadir membawa standar baru: perpaduan desain yang ikonik dengan performa yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Estetika Premium yang Memikat Mata

Pandangan pertama pada Adora akan langsung tertuju pada balutan warna putihnya yang bersih dan elegan. Desainnya yang padat dan berisi—atau yang akrab disapa dengan kesan gemoy—memberikan identitas visual yang segar, modern, dan berkelas. Adora diciptakan bagi Anda yang ingin tampil standout dan penuh percaya diri di setiap sudut kota.

Performa Gesit di Balik Tampilan Manis
Jangan tertipu dengan tampilannya yang menggemaskan. Di balik keanggunannya, Adora menyimpan jiwa sporty yang siap memacu adrenalin. Kendaraan ini dirancang dengan teknologi mesin yang memastikan setiap tarikan gas terasa responsif dan bertenaga.

Mengapa Adora menjadi pilihan tepat untuk mobilitas Anda?

Kelincahan Tanpa Batas: Bodinya yang kompak membuatnya sangat gesit untuk membelah kemacetan dan bermanuver di ruang sempit.

Handling yang Effortless: Kendali yang ringan membuat perjalanan jauh maupun dekat terasa lebih santai dan menyenangkan.

Stabilitas Tinggi: Meski lincah, Adora tetap memberikan kestabilan maksimal saat dipacu pada kecepatan tinggi, memberikan rasa aman ekstra bagi pengendara.

Lebih dari Sekadar Kendaraan, Ini Adalah Pernyataan Gaya
Adora adalah representasi bagi pribadi yang aktif, dinamis, dan berani tampil beda. Ia adalah teman setia untuk Anda yang memiliki jadwal padat namun tetap ingin terlihat stylish dan fresh hingga sampai ke tujuan.

Baik untuk keperluan bekerja, bersantai di akhir pekan, hingga menembus padatnya aktivitas kota, Adora membuktikan bahwa Anda bisa mendapatkan segalanya dalam satu paket: kenyamanan, keindahan, dan performa yang tangguh.

Adora: Si Putih Gemoy yang Bukan Cuma Lucu, Tapi Juga Punya Taji di Jalanan.(Wahyudi Eka Putra)




PADANG---Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai pelantikan pengurus Perdami Sumatera Barat yang dirangkai dengan acara halal bihalal. Kegiatan ini digelar di Hotel Truntum Padang dan menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sekaligus arah baru organisasi periode 2025–2028.

Ketua Perdami Sumbar, Romi Yusardi, dalam wawancaranya dengan awak media mengungkapkan bahwa saat ini jumlah anggota Perdami di Sumatera Barat mencapai 97 dokter spesialis mata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Menurutnya, pemerataan tenaga medis ini seharusnya menjadi kabar baik bagi masyarakat. Ia menyoroti masih adanya anggapan bahwa berobat ke rumah sakit mata di pusat kota lebih baik dibandingkan di daerah.

“Semua tempat berobat mata itu bagus, baik di klinik maupun rumah sakit. Semua dokter mata juga memiliki kompetensi yang baik. Mungkin perbedaannya hanya pada kelengkapan alat,” ujar Romi.

Ia pun menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu selalu datang ke kota besar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang berkualitas. Di berbagai daerah di Sumatera Barat, layanan serupa juga telah tersedia dengan standar yang baik.

Lebih lanjut, Romi menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mata. Ia mengibaratkan pemeriksaan mata seperti perawatan kendaraan.

“Periksalah mata secara rutin, jangan tunggu sakit dulu. Seperti kendaraan, lebih baik dicek sebelum rusak. Kalau sudah parah, justru biayanya bisa lebih besar,” pesannya.

Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga penegasan komitmen Perdami Sumbar untuk terus meningkatkan pelayanan, edukasi, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata di seluruh wilayah Sumatera Barat.



‎Padang — Tantangan alam memaksa Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang untuk mengatur ulang strategi pemeliharaan infrastrukturnya. Akibat tingginya tingkat kekeruhan air baku yang dipicu faktor cuaca, jadwal pembersihan accelator di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun resmi mengalami penyesuaian.
‎Awalnya direncanakan lebih dini, agenda krusial ini kini diputuskan bergeser ke Jumat, 3 April 2026, mulai pukul 09.00 WIB. Langkah ini diambil sebagai respons teknis demi memastikan proses filtrasi tetap berjalan presisi meski beban sedimen pada air baku sedang meningkat tajam.
‎Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap kualitas. Menurutnya, pembersihan accelator sangat vital untuk membuang endapan lumpur yang dapat mengancam integritas distribusi air bersih ke masyarakat.
‎“Tingginya kekeruhan air baku mengharuskan kami adaptif dalam jadwal. Ini bukan sekadar teknis, tapi upaya menjaga agar air yang sampai ke rumah pelanggan tetap memenuhi standar kualitas dan keamanan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini, namun ini esensial untuk keandalan layanan jangka panjang,” ungkap Adhie Zein.
‎Seiring berjalannya pekerjaan, pelanggan di wilayah pelayanan pusat kota diimbau untuk segera melakukan langkah mitigasi. Penurunan tekanan air hingga terhentinya aliran secara total diprediksi akan terjadi selama proses teknis berlangsung.
‎Perumda Air Minum memastikan tim teknis akan bekerja secara maraton guna meminimalisir durasi gangguan. Masyarakat sangat disarankan untuk mulai mencadangkan air bersih sebelum waktu pengerjaan dimulai, demi menjaga kelancaran kebutuhan domestik hingga sistem distribusi kembali stabil.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.