Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama

Tour Wartawan Tanah Datar Menuai Masalah


Tanah Datar - MN- Kamis (09/01/2020) Batusangkar. Buntut dari kisruh Kantor Balai Wartawan oleh satu organisasi di tanah datar, sampai dengan tour pariwisata. Empat orang Wartawan mengatas namakan organisasi PWI memakai kop surat buat Profosal bantuan sumbangan PWI. Romi Matianus, SH Wartawan Utama angkat bicara. Bahwa ini perlu dipertanyakan berempat saja angota PWI ditanah datar..? "Saya juga PWI mungkin layak untuk bertanya," kata Romi.

Kok bisa mengunakan lambang PWI untuk meminta batuan mengatas namakan organisasi, lambang PWI bukan milik orang berempat atau perorangan, harus ada pertanggung jawaban secara organisasi.
"Saya sebagai anggota PWI merasa kecewa dengan tindakan oknum
yang meminta bantuan mengunakan lambang PWI di kop suratnya, padahal tidak semua kepentingan anggota yang terwakili disana," tambahnya.

Kalau dilihat secara aturan sudah jelas ada indikasi penyimpangan pengunaan lambang PWI di kop surat yang judulnya minta bantuan, padahal permintaan bantuan ini lebih hanya ke individu yang akan pergi saja. minta bantuan, kalau untuk kepentingan organisasi sah-sah saja. Permintaan bantuan ini hanya untuk kepentingan pribadi atau beberapa orang saja lebih ke individu, tutur Romi hari Kamis 09/01/2020.

Pada kesempatan yang sama Meriyanto juga mengatakan, saya selaku anggota pwi  yang diberi kepercayaan oleh ketua pwi tanah datar, sebagai ketua bidang Pariwisata dan kebudayaan, "saya sangat kecewa sekali dengan ketidak terbukaan ketua semenjak dilantik sebagai ketua pwi tanah datar, "Karena sewaktu proposal di ajukan kepada pengurus emersia hotel saya mengetahui. Proposal itu diajukan ketika ulang tahun emersia hotel," kata Meriyanto.

Setelah saya melihat gelagat antara ketua , sekretaris dan bendahara menyembunyikan pengajuan proposal tersebut. Lalu saya bertanya surat apakah itu ?, lalu bendahara menjawab tidak ada apa2 hanya surat biasa, kata bendahara. Tetapi saya ada kecurigaan dari awal, ketiganya pengurus inti tersebut berbohong. Jadi saya diam saja lagi karena saya merasa tidak urusan saya. Tetapi setelah mereka berangkat ke malaysia saya kaget rupanya mereka meminta bantuan untuk berangkat, saya belum tau kalau mereka memakai nama PWI, ucap Meriyanto.

Saya tau setelah ada informasi bahwa mereka berangkat menjalankan proposal atas nama pwi makanya saya cek and ricek ke saudara. Joe Lubis pengurus Emersia Hotel. Maka joe lubis memberikan yg sebenarnya dan mengatakan mereka meminta bantuan atas nama pwi, lanjutnya.

Ini semua harus diketahui oleh ketua PWI sumbar Bpk Heranof, nanti ketua sumbar jangan mendengar sebelah pihak. Itulah yang terjadi selama kepengurusan pwi tanah datar yang baru, lanjutnya.

"Saya secara pribadi  anggota pwi dengan UKW Madya bukan saya tidak membela pwi. Saya mau bela kalau dengan kejujuran dan keterbukaan sesama anggota. Kalau kecurangan dan selalu main tipu-tipu bagaimana saya mau bela," tegasnya.

Selaku anggota PWI Tanah Datar saya juga tidak mengharapkan untuk ke Malaysia, tetapi sacara organisasi apa salahnya mereka bilang sama anggota yang lain, karena dia memakai logo PWI untuk jalankan proposal, tambah Meriyanto.(Jn).
Labels:

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.