Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama

Keluhkan Jam beroperasi, Pedagang Kaki Lima Protes!

Doc : Aksi Protes PKL terhadap Kebijakan Jam Operasi


Padang- Maklumatnews - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Raya Kota Padang mengeluhkan kebijakan Pemerintah Kota Padang yang menetapkan jam beroperasi mulai pukuk 15-00 WIB, Rabu (23/02/2022).


Dijelaskan oleh seorang pedagang yang tidak menyebutkan nama kepada awak media " Kami sangat Kecewa dengan Kebijakan ini, kami disini hanya mencari sesuap nasi untuk keluarga kami, untuk pendidikan anak-anak kami, bukanny untuk mencari kekayaan". 


Anak kami banyak, belum lagi yang kuliah SPPnya mahal, belanja, makan, dan keperluan lainnya, itu baru satu orang sementara anak saya ada 5 orang, 2 orang di SMA, dan 1 orang di SMP, 1 orang lagi yang terus saya bawa sambil berjualan, terkadang saya menangis melihat nasib seperti ini, tapi kepada siapa lagi kami akan mengadu. Tuturnya.


kalau kondisi kami tetap seperti ini, itu artinya pemerintah ingin membunuh kami secara perlahan, semula kami berharap pemerintah akan memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat, tetapi malah justru sebaliknya.


Biasanya saya berjual beli perharinya sekitar Rp 1.000.000 sekarang Rp 100.000 saja susah, bayangkan uang seratus ribu untuk menghidupi 7 orang dalam rumah tangga, jangankan berlebih, malahan jauh dari kata cukup, Tutupnya.


Sementara itu pedagang pakaian Dodi Irawan memaparkan, kami sangat berharap pemerintah akan mengerti dengan keluh kesah kami rakyat kecil, kami bukan pejabat ataupun PNS yang bisa menerima Gaji perbulannya, kami tidak mempunyai penghasilan lain kecuali hanya dengan berjualan ini. Ungkapnya.


Kami tidak akan protes seandainya pemerintah dan dinas terkait tidak menyiksa kami dengan cara seperti ini, mereka mencekik kami, tidak merasakan penderitaan kami, kami memilih pemimpin untuk mendapatkan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran bukan kesengsaraan seperti ini yang kami mau.




Kami berharap kepada pemerintah tolonglah dengar keluhan kami ini, jaga kepercayaan kami, kami hanya mencari sesuap nasi disini. Kalau kami masih buka jam 15.00 WIB berarti pemerintah sedang memberikan racun kepada kami, dan racun itu akan membunuh kami secara perlahan-lahan,. Tutupnya.(JR)

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.