Obati Anemia Lewat Program JKN, Mardiyah Warga Harau Merasa Bahagia


Limapuluh Kota --- Mardiyah (52) warga Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota menceritakan kisahnya yang sering dirawat inap dirumah sakit untuk melakukan transfusi darah. Saat dikunjungi petugas BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Achmad Darwis Suliki mengatakan sudah hampir 2 tahun ini melakukan tindakan transfusi darah karena menderita penyakit anemia.


Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalam tubuh lebih rendah atau kurang dari kondisi normal. Anemia juga sering dianggap sebagai penurunan kemampuan pengangkutan oksigen pada darah. Gejala yang ditimbulkan dari anemia itu sendiri yaitu lemas, mudah mengantuk, sakit kepala dan lain-lain. Bahkan tak jarang gusi yang bengkak dan berdarah juga sebagai tanda awal dari adanya anemia.


Mardiyah yang ditemani oleh sang anak mengakui bahwa berkat adanya Program JKN yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, ia masih memiliki harapan untuk tetap semangat menghadapi anemia yang dideritanya.


"Pertama kali saya tahu kalau saya menderita anemia waktu itu awalnya karena gusi saya sering bengkak dan berdarah. Selain itu, badan saya terasa lemas dan maunya tiduran saja, bahkan memar pada badan juga sering muncul. Anak saya membawa saya untuk berobat ke puskesmas dan dari hasil laboratorium kata dokter saya dinyatakan terkena anemia, kemudian saya di rujuk ke RSUD Achmad Darwis Suliki ini untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut," ungkap Mardiyah, Senin (23/10).


Dirinya tak menyangka akan terkena anemia bahkan harus mendapatkan tindakan transfusi darah beberapa kali untuk pengobatannya. Ia juga mengaku dirinya merasa khawatir jika harus terus menerus melakukan perawatan lewat rawat inap dan rawat jalan. Mengingat sang suami yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan pendapatan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, hal ini tentu menjadi beban pikiran untuknya.


"Kalau tidak dibantu dengan Program JKN, saya mungkin tidak akan rutin berobat seperti ini. Biaya keperluan rumah tangga sangat banyak, anak-anak saya juga masih perlu biaya untuk sekolah dan lainnya. Untungnya biaya pengobatan dan perawatan ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Lega sekali rasanya karena bisa mengurangi beban suami saya untuk menanggung biaya pengobatan saya," tutur Mardiyati.


Mardiyati merupakan peserta Program JKN dari segmen peserta Pekerja Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan oleh pemerintah. Menurutnya walaupun berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan ia merasa pelayanan dari rawat inap maupun rawat jalan yang dirasakannya sangat memuaskan dan tidak ada perbedaan antara peserta Program JKN dan peserta umum. Proses administrasi yang mudah dan tidak bertele-tele, tindakan-tindakan mulai dari transfusi yang sudah ia lakukan beberapa kali hingga obat-obatan pun dapat tetap ia dapatkan tanpa keluhan dan tanpa biaya tambahan apapun.


Merasa terbantukan dengan adanya program JKN, Mardiyah sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada BPJS Kesehatan. Mardiyah merasa puas akan fasilitas dan pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan kepada dirinya.


"Selama saya mendapatkan pelayanan baik di puskesmas maupun rumah sakit, tidak pernah menemui kendala, bahkan sangat mudah, sekarang cukup pakai kartu JKN atau KTP/NIK saja sudah dapat dilayani. Saya bersyukur berkat BPJS Kesehatan, saya bisa tetap berobat untuk mengobati penyakit anemia saya, dapat membantu meringankan beban keluarga saya. Karena program JKN ini saya dapat merasakan adanya semangat baru untuk kesembuhan penyakit saya. Saya harap BPJS Kesehatan selalu dan makin baik lagi untuk terus mudahkan pasien dengan penyakit yang berat seperti saya." tutup Mardiyah. (FS)

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.