September 2025

Perubahan Propemperda Tahun 2025 Disepakati DPRD Dan Pemkab Tanah Datar
Maklumatnews, TD - "Berdasarkan kesepakatan bersama, Ranperda tentang Perubahan kedua Propemperda tahun 2025 ditetapkan sesuai nomor SK Propemperda 2025 yaitu nomor 100.3.3/15/KPTS/DPRD-TD/2025 tanggal 30 September 2025 yang selanjutnya akan dibahas bersama pemerintah Tanah Datar dengan Bapemperda".

Hal itu disampaikan ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra yang didampingi wakil ketua Kamrita ketika memimpin Rapat paripurna dengan "Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) untuk tahun 2025", di ruang sidang utama DPRD setempat, Selasa (30/9). 

"Untuk itu, program pembentukan Ranperda merupakan instrumen perencanaan yang dilakukan dalam setiap pembentukan suatu peraturan perundang-undangan yang ideal dimulai dari perencanaan, persiapan, teknis penyusunan, perumusan, pembahasan, pengesahan dan pengebarluasan, urai Anton lagi.

Sebelumnya Ketua Bapemperda DPRD Tanah Datar Adrijinil Simabura menyampaikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menyebabkan banyak Perda yang harus diubah, salah satunya Perda tentang Pilwana, Perda tentang BPRN dan Perda tentang Pemerintah Desa/Nagari, dan faktor efisiensi.

Maka diusulkan kirannya Ranperda tentang Nagari dan Ranperda BPRN di gabung menjadi 1(satu) Ranperda yaitu Ranperda tentang Nagari, sehingga terjadi pengurangan 1 Ranperda dari 10 Ranperda yang diusulkan pada Propemperda menjadi 9 Ranperda.

Dalam pembahasan disepakati untuk memasukkan 1 (satu) Ranperda di luar Propemperda sesuai yang diusulkan yaitu Ranperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok sehingga ranperda yang akan dibahas pada tahun 2025 menjadi 10 (sepuluh) Ranperda dan sebagai pedoman dalam penyusunan peraturan daerah yang mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanah Datar.

10 Propemperda tahun 2025 yang sepakati sebagai berikut :
1. Ranperda RPJMD kabupaten Tanah Datar Tahun 2025-2029.
2. Ranperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak.
3. Ranperda tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika,
4. Ranperda tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan.
5. Ranperda tentang Nagari.

6. Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024,
7. Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025
8. Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2026.
9. Ranperda tentang Perubahan ketiga atas peraturan daerah nomor 9 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.
10. Ranperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Sementara itu, Wakil Bupati Ahmad Fadly bacakan sambutan Bupati sampaikan terima kasih dengan telah disepakati penambahan pengusulan Ranperda diluar Propemperda tahun 2025 yaitu Ranperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok yang perlu dilakukan perubahan terhadap beberapa materi muatan.
 
Diakhir sambutannya, Ahmad Fadly mengharapkan perangkat daerah sebagai Pemrakarsa Ranperda yang telah di tetapkan untuk segera melakukan upaya-upaya percepatan penyusunan Ranperda tersebut sehingga dapat disampaikan ke DPRD sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

10 Propemperda tersebut dituangkan dalam bentuk nota kesepakatan yang di tandatangani oleh Ketua DPRD Anton Yondra, Wakil Bupati Ahmad Fadly didampingi wakil Ketua Kamrita dan disaksikan seluruh peserta rapat. (Pinos)

 


Padang - Bila hujan deras tiba, warga Parak Buruk, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah suka was-was. Resah daerahnya akan dihondoh banjir. 

"Tiap hujan kami di sini pasti resah," ungkap Joni seorang warga Parak Buruk, Sabtu (27/9/2025). 

Joni menyebut, warga yang berada di bantaran sungai lebih was-was lagi. Sebab, mereka yang berdomisili di bantaran sungai kerap melihat air besar yang menggerus dinding sungai. 

“Selama ini kalau hujan deras kami khawatir arus sungai makin menggerus tebing," ungkap Yurnalis warga lain. 

Keresahan warga akhirnya terobati juga. Pada hari itu Wali Kota Padang Fadly Amran datang ke lokasi. Melihat pembangunan oprit jembatan dan pemasangan batu beronjong di Batipuh Panjang. 

"Adanya beronjong dan oprit ini membuat kami lebih tenang," tambah Yurnalis. 

Pembangunan oprit sepanjang 100 meter dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Padang, sementara batu beronjong sepanjang 150 meter dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah cepat pemerintah dalam menjawab aduan masyarakat.

“Alhamdulillah pengerjaan berjalan dengan baik. Ini adalah respon atas keluhan warga, agar mereka merasa lebih aman dan nyaman. Kita ingin hasil pembangunan tidak hanya memperkuat jembatan, tapi juga benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyampaikan bahwa pembangunan oprit di Batipuh Panjang merupakan bagian dari paket pembangunan jembatan tahap I yang juga dikerjakan di dua titik lain di Bungus Timur.

“Tahun ini total anggaran yang disiapkan melalui APBD Kota Padang sebesar Rp1,53 miliar. Untuk di Parak Buruk, proyek ini dikerjakan oleh CV Arsa Nusantara Persada sejak 22 Juli hingga 15 Desember 2025,” jelasnya.

Sementara itu, PPKOP BWS Sumatera V Padang, Satriawan, menekankan pentingnya pembangunan batu beronjong dalam menjaga stabilitas sungai.

“Selain melindungi infrastruktur jembatan, pembangunan beronjong ini juga melindungi pemukiman warga di bantaran sungai dari ancaman erosi,” terangnya.

Peninjauan dihadiri Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, Lurah Batipuh Panjang, Saputra Herianto, serta elemen masyarakat setempat yang menyambut hangat langkah cepat Pemko Padang. (Charlie / Hariz)

 ‎


Padang – Bank Nagari bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat memperkuat sinergi melalui Workshop “Optimalisasi Peran Kejaksaan dalam Penanganan Kredit Macet melalui Jalur Non-Litigasi dan Litigasi” yang digelar pada Rabu (24/9/2025) di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Pusat Bank Nagari. Dalam kesempatan itu, kedua pihak juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.

‎Acara berlangsung dengan dihadiri langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Yuni Daru Winarsih, SH., M.Hum., bersama jajaran Direksi serta Dewan Komisaris Bank Nagari. Penandatanganan PKS dilakukan antara Yuni Daru Winarsih dengan Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra.

‎Dalam sambutannya, Yuni menekankan pentingnya mengedepankan jalur non-litigasi dalam penyelesaian kredit bermasalah. “Tidak semua kasus kredit macet harus masuk ke ranah pengadilan. Mediasi, negosiasi, dan restrukturisasi sering kali lebih efisien, cepat, dan mampu menjaga hubungan baik antara bank dan debitur,” ujarnya.

‎Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, dukungan Kejati Sumbar melalui peran Jaksa Pengacara Negara (JPN) akan memperkuat langkah Bank Nagari dalam menekan risiko kredit bermasalah, menjaga kualitas aset, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah.

‎Penandatanganan kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen bersama antara lembaga negara dan BUMD dalam mendukung ketahanan ekonomi daerah melalui sektor perbankan.(SRP)

Ranperda APBD Perubahan 2025 Akhirnya Ditetapkan Menjadi Perda 
Maklumatnews, TD - Setelah melalui beberapa kali rapat Paripurna, akhirnya DPRD Tanah Datar bersama Pemkab sepakat serta menyetui Rancangan peraturan daerah (Ranperda) APBD Perubahan tahun 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra didampingi Wakil Ketua Nurhamdi Zahari dan Kamrita serta dihadiri 28 orang Anggota dengan Bupati Tanah Datar Eka Putra di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD setempat Rabu (24/9).

Ketua DPRD Anton Yondra sampaikan bahwa sebelum dituangkan hasil kesepakatan Ranperda Perubahan APBD tahun 2025 dijadikan Peraturan Daerah, terlebih dahulu dilakukan penyampaian laporan hasil pembicaraan pertama yang dibacakan Kamrita, juru bicara Badan Anggaran.

"Perumusan terhadap hasil pembahasan Ranperda kabupaten Tanah Datar tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan pada tanggal 23 September 2025 lalu yang mana dalam pembahasan tersebut dapat disimpulkan dan diambil beberapa kesepakatan bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)” sampai Kamrita.

Adapun hasil rumusan tersebut disetujui, Pendapatan Daerah sebesar Rp 1.289.902.332.063,81 dan Belanja daerah sebesar Rp 1.328.708.623.785,87 atau dengan suplus/defisit sebesar Rp 38.806.291.722,06, Kemudian Pembiayaan yaitu penerimaan Rp 43.806.291.772,06 dan pengeluaran Rp 5.000.000.000,00 dengan jumlah pembiayaan netto sebesar Rp 38.806.291.722,00.

Rumusan tersebut, kata Kamrita selepas rapat antara Badan Anggaran DPRD bersama TAPD, 8 Fraksi DPRD menerima Ranperda untuk dijadikan Perda tentang Perubahan APBD Tahun 2025 melalui juru bicara masing-masing fraksi.

“Alhamdulillah, setelah melalui rangkaian proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, kemarin masing-masing fraksi telah menyampaikan pendapat akhir atas Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dan hari ini kita tanda tangani bersama berita acara persetujuannya,” ujar bupati Eka Putra.

"Selanjutnya, Ranperda tersebut akan disampaikan kepada Gubernur untuk dievaluasi, setelah terlebih dahulu dilakukan penyesuaian berdasarkan hasil pembahasan Banggar DPRD dengan TAPD".

"Pada perubahan APBD Tahun 2025 ini memuat penyesuaian anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam rangka pemenuhan kewajiban penyelenggaraan kewenangan pemerintah Tanah Datar untuk pemenuhan belanja wajib di bidang pendidikan, kesehatan, pendukung standar pelayanan minimal, program percepatan pencegahan dan penurunan stunting, program pemulihan ekonomi daerah pasca bencana serta program perlindungan sosial". 

"Semua target tersebut disinkronkan dengan pencapaian target RPJMD Tanah Datar tahun anggaran 2025-2029," ungkapnya.

“Kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN diminta bekerjalah secara profesional, hindari perbuatan melawan hukum, ciptakan kerjasama yang baik, suasana kondusif dan inovatif untuk mewujudkan visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD Tanah Datar 2025-2029 melalui pelaksanaan program unggulan daerah,  (Pinos)

 







Padang - Penyelenggaraan statistik sektoral yang andal dan terstandar menjadi fondasi utama dalam mendukung pembangunan berbasis data. 

Hal ini menjadi fokus utama dalam kegiatan Pembinaan Penyelenggaraan Statistik Sektoral (Domain Kelembagaan dan Statistik Nasional) yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang di Abu Bakar Jaar, Selasa (23/9/2025).

Kepala Diskominfo Kota Padang, Boby Firman, menegaskan bahwa di era keterbukaan informasi dan percepatan digitalisasi saat ini, penyelenggaraan statistik tidak bisa lagi dilakukan secara parsial.

 Menurutnya, dibutuhkan kerangka kerja bersama yang menyatukan seluruh proses statistik, mulai dari perencanaan, pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga diseminasi.

“Penyusunan daftar data statistik sektoral merupakan langkah awal yang fundamental untuk memetakan seluruh data yang kita hasilkan dan butuhkan, baik kewilayahan, sektoral, maupun tematik,” ujarnya.

Boby memaparkan sejumlah isu prioritas yang membutuhkan penguatan data sektoral, di antaranya pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan. Pada sektor pendidikan, data diperlukan untuk melihat potensi ketimpangan akses serta perkembangan indikator seperti rata-rata lama sekolah dan angka partisipasi pendidikan di semua jenjang.

Di sektor kesehatan, prevalensi stunting, cakupan imunisasi, hingga pengendalian penyakit tidak menular memerlukan data berkala dan terintegrasi. Sementara pada sektor kemiskinan, sinkronisasi data antar sektor sangat penting untuk memastikan intervensi sosial tepat sasaran.

“Semua isu tersebut membutuhkan data sektoral yang lengkap, akurat, dan dapat ditindaklanjuti. Melalui pembinaan ini, kita berharap dapat memperkuat pemahaman bersama tentang pentingnya statistik sektoral serta kontribusinya dalam mewujudkan data yang andal dan berkualitas,” pungkasnya.

Kegiatan pembinaan diikuti oleh sebanyak 50 orang dari berbagai OPD di lingkungan Pemko Padang. (MA/Taufik)

 







Padang – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, hadir di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) untuk memberikan kuliah umum, Senin (22/9/2025). 

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang memberikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

Menurut Maigus Nasir, kehadiran tokoh nasional di tengah mahasiswa memberikan motivasi besar bagi generasi muda. 

Ia berharap kuliah umum ini menjadi penyemangat untuk terus menimba ilmu dan aktif dalam kegiatan organisasi.

“Organisasi adalah ruang belajar yang membentuk kepemimpinan. Kita ingin mahasiswa Padang tumbuh menjadi generasi tangguh dan siap menghadapi perubahan zaman,” ucap Maigus.

Dalam paparannya, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq alumni Universitas Muhammadiyah yang berlokasi di solo berbagi pengalaman sekaligus menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan organisasi. 

"Untuk itu yang diperlukan bagaimana bisa berpikir lebih analitis dalam melihat persoalan yang rumit. Di mana pentingnya ada kemampuan untuk beradaptasi, dan perlunya memperkuat softskill. Tugas kita di Kementerian Dikdasmen menyiapkan regulasi bagaimana membentuk generasi yang adaptik,” terangnya.

Baginya, organisasi adalah media melatih karakter, membangun jejaring, dan memupuk rasa percaya diri.

Ratusan mahasiswa UMSB mengikuti kuliah umum tersebut dengan penuh antusias, bahkan aktif terlibat dalam sesi diskusi. Mereka mendapat motivasi langsung untuk berani bermimpi besar sekaligus menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa di masa depan. (Hariz/Taufik)

 


Padang – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2025, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II akan menggelar berbagai kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

Hal ini disampaikan Asisten Teritorial (Aster) Dankodaeral II, Letkol (P) Octav Bayu Dirgantara, saat menghadiri pertemuan di rumah dinas Wali Kota Padang, Senin (22/9/2025).

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT TNI ke-80 akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang. Salah satunya berupa bakti sosial dengan membersihkan bantaran Kali Mati di Kelurahan Berok Nipah.

"Selain itu, akan digelar pula bakti kesehatan berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah, serta pembagian sembako yang dipusatkan di kawasan Satrol Lantamal II pada 2 Oktober 2025 mendatang," jelasnya.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Kita akan menggerakkan stakeholder dan masyarakat , melalui bakti sosial ini, kita berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dari segi kesehatan," katanya. (MA / Charlie)




Padang - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Yosefriawan segera memasuki purna tugas. Pamong senior itu tidak lagi menjabat Kepala Bapenda terhitung 1 Oktober depan. 

Saat diminta untuk menyampaikan pesan dan kesan di depan Wali Kota Padang, sambil berkelakar, Yosefriawan mengaku ingin kembali muda. 

"Rasanya ingin kembali muda seperti wali kota, tapi tak terasa ternyata usia sudah 60 tahun," ucapnya saat rapat bulanan di lingkup Pemko Padang, di Balai Kota, Aie Pacah, Senin (22/9/2025). 

Diakui Yosefriawan, dirinya memang tak muda lagi. Dirinya mengucapkan maaf di depan wali kota, wakil wali kota dan seluruh OPD. Selama bekerja, Yosefriawan mengaku belum sesuai ekspektasi. 

"Semua karena faktor 'U' (usia), sehingga gercep (gerak cepat) yang diharapkan pimpinan tidak tercapai," ungkap Yosefriawan. 

Selama bertugas, Yosefriawan bukan tanpa prestasi. Cukup banyak prestasi yang dicapai. Seperti di tahun 2023 lalu, di tangan Yosefriawan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang melebihi target. Ketika itu capaian PAD yakni Rp657,5 miliar dari target Rp650 miliar. Angka ini tertinggi di sepanjang sejarah. Selain itu, Yosefriawan juga pernah menjabat Pj Sekdako Padang. 

"Sebenarnya ASN itu tidak ada yang luar biasa. Semua yang diraih itu karena dikerjakan dengan kerjasama dan dukungan kawan-kawan ASN semua," ucapnya. 

Yosefriawan bertugas sebagai ASN sudah hampir 40 tahun. Sejumlah posisi sudah dirasakannya. Bahkan Yosefriawan sudah berpindah-pindah tempat tugas. 

"Saya mengabdi kepada negara 40 tahun kurang empat bulan," jelasnya. 

Yosefriawan memulai kariernya pada tahun 1986. Pemko Padang merupakan tempat dinas pertamanya. Kemudian pindah tugas ke Kabupaten Padangpariaman. Setelah itu Yosefriawan bekerja di Pemprov Sumbar. 

Tak lama setelah itu, Yosefriawan bertugas di Sekretariat APDN di Baso, Agam. Yosefriawan juga sempat beberapa tahun bertugas di Pemkab Agam untuk kemudian mengakhiri tugasnya di Pemko Padang. 

"Mohon maaf jika selama ini ada kesalahan," sebutnya di depan rekan sejawat di Pemko Padang. 

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi kinerja Yosefriawan selama ini. 

"Pak Yosef telah menunjukkan loyalitas, pengabdian dan meninggalkan legacy yang luar biasa bagi Pemko Padang. Mewakili kami semua, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Semoga masa purna bakti ini menjadi awal baru yang penuh keberkahan,” tutup Fadly Amran.(Charlie)

 








Padang – Pengurus Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Sumatra Barat periode 2025-2029 resmi dikukuhkan di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (21/9/2025).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang baru dikukuhkan sebagai Ketua Umum IKTD Sumbar, menegaskan bahwa organisasi ini merupakan wadah kekompakan, kekeluargaan yang harus mampu menjadi perekat persatuan. 

“Bersama pengurus kita akan melaksanakan rapat kerja untuk memajukan daerah, ke depan akan didirikan rumah singgah untuk perantau yang berkunjung ke Kota Padang. Sejumlah program juga sedang disiapkan untuk memperkuat kontribusi IKTD,” kata Fadly yang juga putra daerah Tanah Datar.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, berharap pengurus yang baru dikukuhkan dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan dengan para perantau.

“Sinergi sesama perantau harus terus dijaga, baik di Sumbar maupun di daerah lain. Perantau punya peran besar memberikan saran dan masukan, dan kami siap bekerja,” ujarnya.

Eka Putra juga berpesan kepada Wali Kota Padang Fadly Amran agar memberi perhatian kepada mahasiswa asal Tanah Datar yang menempuh pendidikan di Kota Padang.

Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menambahkan bahwa IKTD hadir untuk mewadahi masyarakat asal Tanah Datar di rantau.

“Harapannya, IKTD bisa terus berkontribusi dalam pembangunan Sumbar dan Indonesia. Selain pemersatu perantau, IKTD juga menjaga nilai adat, budaya, dan tradisi agar tetap diwariskan,” jelasnya.

Susunan pengurus IKTD Sumbar periode 2025-2029 yakni Ketua Umum Fadly Amran, Ketua Harian Hendri Nofrianto, Sekretaris Umum Hardi Sulthani, dan Bendahara Umum Mardiah Muluk. (MA/Taufik)

 


Padang – Suasana Pantai Padang sejak Sabtu (20/9/2025) pagi tampak ramai oleh ratusan peserta yang bergotong royong membersihkan area pesisir. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan World Cleanup Day (WCD) 2025 yang dipusatkan di kawasan belakang Hotel Pangeran hingga Pantai Muaro Lasak.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, aksi bersih pantai ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. 

“Kebersihan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam agama, kita diajarkan menjaga kebersihan karena itu menentukan ibadah seseorang. Dari sini kita ingin menguatkan semangat Padang Rancak yang menjadi program unggulan Wali Kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, menjaga keindahan kota tidak hanya dilakukan dengan membersihkan sampah, tetapi juga melalui penataan taman, pemanfaatan pekarangan, hingga menjaga lingkungan di sekitar rumah. 

“Terpenting adalah keteladanan. Semua pihak harus menjadi motor penggerak agar budaya bersih bisa tumbuh di tengah masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, menuturkan bahwa peringatan WCD diikuti secara serentak di seluruh 104 kelurahan di Kota Padang. 

“Selain di pantai, kita juga mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan di depan rumah masing-masing. Aksi ini melibatkan petugas DLH, perwakilan kelurahan di Kecamatan Padang Barat, serta komunitas bank sampah,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Pemko Padang berharap kebersihan menjadi budaya bersama, sehingga wajah kota semakin indah dan nyaman untuk semua. (Hariz / Charlie)



 
Padang – Kota Tua Festival 2025 resmi ditabuh, Jumat (19/9/22025). Kegiatan itu dipusatkan di GOR HTT, Pondok. 

Festival yang digagas Himpunan Tjinta Teman (HTT) Pusat Padang bersama WHTT, serta berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Sumatera Barat ini akan berlangsung selama sembilan hari, mulai 19 hingga 27 September 2025. Sejumlah sajian budaya, kuliner, hingga UMKM ikut memeriahkan agenda tahunan ini.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya festival tersebut. 

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya wadah hiburan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Padang.

“Pemerintah Kota Padang mengapresiasi pelaksanaan Kota Tua Festival. Harapannya, kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat pariwisata kota kita,” ujar Fadly.

Mengusung tema “Urang Padang Jalan Barampek”, festival tahun ini sejalan dengan program unggulan Jelajah Padang yang digencarkan Pemko. 

Program tersebut bertujuan memperkenalkan lebih luas potensi wisata, sejarah, dan keberagaman budaya yang dimiliki Kota Padang.

“Padang adalah kota multietnis. Melalui festival ini kita perlihatkan semangat kebersamaan, meski berbeda latar belakang tetap satu tujuan menjaga persatuan,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar, yang hadir mewakili Gubernur. Lila menilai festival budaya menjadi sarana efektif untuk mempromosikan Sumatera Barat, khususnya Padang, sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

Festival yang berlangsung hingga sepekan lebih itu menghadirkan pertunjukan seni budaya dari etnis Tionghoa, India, Nias, dan Minangkabau. Tidak hanya itu, tersedia bazar UMKM dan kuliner khas, permainan tradisional, ajang Kota Tua Got Talent, hingga kegiatan sosial berupa donor darah.

Kehadiran sejumlah tokoh juga menambah semarak acara, di antaranya Ketua Dekranasda Sumbar Ny. Harneli, Ketua BKOW Sumbar Ny. Dianita Maulin Vasko, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman yang juga mewakili Ketua HTT Pusat Padang, serta jajaran Forkopimda Sumbar dan Kota Padang.

Ragam suguhan dan nuansa kebersamaan lintas budaya di kegiatan Kota Tua Festival 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas Padang sebagai kota sejarah, kota budaya, sekaligus destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat. (Hariz / Charlie)

 


Padang - Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), di Ruang Rapat Kantor BPKAD Kota Padang, Balai Kota Lama, Jumat (19/9/2025).

Tujuan kegiatan itu memastikan penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang Nomor 24 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok berjalan efektif, sekaligus menyesuaikan dengan kebijakan terbaru setelah diundangkannya Peraturan Presiden (PP) Nomor 28 Tahun 2024.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan regulasi baru dari pemerintah pusat akan memerlukan penyesuaian dalam berbagai aspek, mulai dari pengaturan iklan rokok hingga penertiban kawasan tertentu.

"KTR ini sangat penting dalam rangka mewujudkan visi Kota Padang menjadi kota pintar (smart city) dan kota sehat. Pertemuan ini juga menjadi momen untuk mengevaluasi efektivitas penegakan Perda, termasuk poin-poin yang diikutsertakan dalam penyusunannya. Dengan adanya perubahan dari pemerintah pusat, kita siap menyesuaikan," ujar Fadly Amran.

Dia menambahkan, saat ini Pemko Padang tengah menjalani penilaian Kota Sehat oleh Kementerian Kesehatan RI, sehingga hasil Monev ini diharapkan dapat menjadi masukan penting dalam penilaian untuk Kota Padang.

"Kota sehat adalah tujuan kita. Sehat infrastruktur, sehat sekolah, sehat pasar, sehat kebencanaan, dan sehat kesejahteraan sosial. Pertemuan ini diharapkan memberikan masukan yang bermanfaat bagi langkah kita ke depan," tambahnya.

Koordinator Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau Kementerian Kesehatan Benget Saragih menjelaskan, PP Nomor 28 Tahun 2024 mengatur sejumlah hal baru terkait pengendalian tembakau, dan rokok elektrik.

Pada Pasal 443, disebutkan tentang pemantauan yang menggunakan sistem informasi kesehatan terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan nasional, dan pada Pasal 445 diatur mengenai pemberian penghargaan kepada kepala daerah.

"Kemudian Pasal 449 membahas pengendalian iklan produk tembakau dan rokok elektrik pada media luar ruang. Iklan tidak boleh dipasang di fasilitas pelayan kesehatan, tempat belajar-mengajar, tempat ibadah, angkutan umum, arena bermain anak, jalan protokol, serta dalam radius 500 meter dari satuan pendidikan,” jelas Benget.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Dalam Negeri Kurnia Fajar Darmawan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memiliki Perda tentang KTR. Menurutnya, kegiatan Monev ini penting untuk mengevaluasi Perda yang ada agar selaras dengan regulasi terbaru dari pemerintah pusat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Tim Kerja Hukor Nas P2P Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Biro Hukum Pemprov Sumbar, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Andalas Tobacco Control (ATC), serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Kota Padang sendiri diketahui telah memiliki Satuan Tugas (Satgas) KTR yang pekan lalu telah melakukan sosialisasi langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan terkait KTR. (Taufik)




Padang — Pemerintah Kota Padang berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Padang menyelenggarakan kegiatan pasar murah untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga bahan pokok. Kegiatan ini diadakan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 16 hingga 18 September 2025, di lokasi yang berbeda

Penelaah Teknis Kebijakan di Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Vivi Julianti menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Dinas Perdagangan menggandeng pelaku UMKM, distributor, dan Bulog untuk menjual barang-barang dengan harga di bawah harga pasar atau harga distributor.

"Tujuan utama pasar murah ini adalah untuk pengendalian harga dan menjaga stabilitas harga, supaya tidak terjadi inflasi," ujar Vivi di lokasi pasar murah, di Lapangan Bola Voli Kelurahan Bungo Pasang, Koto Tangah, Rabu (17/9/2025). 

Memastikan harga terjangkau, panitia juga membagikan voucher kepada masyarakat. Setiap orang berhak mendapatkan dua voucher. Masing-masing voucher bernilai Rp5.000. Voucher tersebut dapat digunakan untuk membeli berbagai bahan pokok, seperti minyak goreng, beras, telur, gula, dan cabai.

Seorang warga, Neni, mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Menurutnya, harga yang ditawarkan jauh relatif murah dibandingkan dengan harga di warung. Ia berharap kegiatan ini dapat lebih sering diadakan dan menyediakan lebih banyak jenis bahan pokok.

Neni menjelaskan, untuk mendapatkan kupon, warga hanya perlu mendaftar di lokasi, dan kupon akan langsung diberikan. Ia mencontohkan, jika harga minyak goreng Rp15.000, dengan menyerahkan satu kupon senilai Rp5.000, ia hanya perlu membayar Rp10.000. 

"Harga di sini relatif murah dibanding di tempat lain," aku Neni. 

Pasar murah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.
(Wahdini / Syafiqah / Charlie)

 


Padang – Suasana halaman Masjid Agung Nurul Iman, Padang, tampak semarak dan penuh keceriaan. 

Ribuan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Padang berbusana ihram dan gamis putih, berbaris rapi mengikuti rangkaian Manasik Haji yang digelar oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Padang, Kamis (18/9/2025).

Kegiatan yang memperagakan salah satu rukun Islam ini tidak hanya diikuti anak-anak, tetapi juga disaksikan langsung oleh para orang tua yang turut mendampingi. 

Antusiasme terlihat sejak pagi, ketika anak-anak mulai melakukan prosesi tawaf mengelilingi replika Kakbah hingga wukuf di Arafah.

Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Susi Fitria, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Manasik Haji sejak usia dini merupakan langkah edukatif yang sarat nilai agama.

“Kegiatan Manasik Haji ini sangat penting bagi anak-anak kita. Semoga mampu menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini dan kelak menjadikan mereka generasi yang saleh dan salehah. Mudah-mudahan mereka benar-benar bisa menunaikan ibadah haji ke Baitullah nantinya,” ujar Susi.

Susi juga menekankan pentingnya edukasi ibadah haji seiring pendidikan lain bagi anak-anak. Ia berterima kasih kepada Himpaudi Kota Padang yang secara konsisten menggelar kegiatan ini setiap tahun.

Sementara itu, Ketua Himpaudi Kota Padang, Desi Susanti, menjelaskan kegiatan Manasik Haji tahun ini diikuti lebih dari 1.432 murid PAUD dari seluruh kecamatan di Kota Padang. Peserta terbagi dalam 11 kloter yang mewakili masing-masing kecamatan.

Desi menegaskan, Himpaudi akan terus berkontribusi dalam mendukung dunia pendidikan di Kota Padang.

“Upaya ini juga bagian dari mendukung visi Wali Kota Padang untuk mewujudkan Kota Padang sebagai Smart City dan kota sehat berlandaskan agama serta budaya. Kami siap ikut bergerak demi mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, ribuan anak PAUD di Kota Padang tak hanya belajar tata cara ibadah haji, tetapi juga diperkenalkan pada makna mendalam dari nilai-nilai keislaman sejak usia dini. (Hariz/Charlie)

 


Padang – Rangkaian verifikasi lapangan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Kota Padang resmi berakhir pada Jumat, 19 September 2025.

Kegiatan ditutup dengan Focus Group Discusion (FGD) di salah satu rumah makan di Kota Padang. Selama dua hari, tim penilai pusat meninjau 13 lokasi yang mewakili sembilan tatanan kota sehat, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, pasar, industri, pariwisata, hingga pengelolaan lingkungan.

Asisten III Administrasi Umum Setdako Padang, Corri Saidan, mengatakan verifikasi lapangan ini menjadi gambaran sejauh mana Kota Padang memenuhi kriteria kota sehat.

“Bukan hanya penilaian, tapi juga menyasar pada kebiasaan hidup masyarakat. Dari hasil penilaian tentu ada catatan dari tim, dan apa yang dilakukan di lapangan diharapkan benar-benar berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya saat menutup kegiatan verifikasi KKS. 

Sementara itu, tim penilai pusat Rusdy Tahir dari Sekretariat Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM menilai, inovasi yang dilakukan Kota Padang sudah berjalan baik diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Semangat dan kerja nyata tim di lapangan luar biasa, Kita berharap inovasi yang dilakukan bisa menjadi kegiatan yang berkelanjutan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan tim penilai pusat lainnya, Prilia Hamda Yuswindasari dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan. Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan kerja sama Pemerintah Kota Padang selama proses verifikasi.

“Kami berharap komitmen dari lintas OPD dapat terus terjalin dalam mengimplementasikan sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat. Dengan terwujudnya Kota Sehat, masyarakat Padang secara keseluruhan akan merasakan manfaatnya,” tukasnya (MA / Charlie)

 


Padang – Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Pusat melakukan penilaian lapangan di Kota Padang. Tahun ini, Padang berhasil masuk nominasi penerima penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara Tingkat Nasional 2025.

Kedatangan tim verifikasi yang dipimpin oleh Rusdy Tahir dari Sekretariat Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian UMKM, serta Prilia Hamda Yuswindasari dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, disambut Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama Ketua Forum Kota Sehat (FKS) Padang, Rukayah Anwar, Kamis (18/9/2025). 

Saat meninjau SMPN 8 Padang sebagai salah satu lokus penilaian, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan rasa bangganya.

"Alhamdulillah, kita cukup bangga dengan sekolah ini dan anak-anak kita. Semua tidak direkayasa. Setiap kali ditanya, mereka bisa menjawab dengan baik, dan semua kriteria penilaian insya Allah terpenuhi. Mudah-mudahan Padang menjadi yang terbaik dalam penilaian Kota Sehat ke depan," ujarnya.

Maigus menambahkan, di sekolah tersebut terdapat Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), pengolahan sampah, kantin sehat, hingga green house yang menjadi daya dukung penilaian. Menurutnya, perilaku sehat yang ditunjukkan siswa bukanlah rekayasa, melainkan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Sementara itu, Rusdy Tahir berharap sejumlah lokus yang dikunjungi, salah satunya Goa Padayo Kelelawar, dapat memberi dampak positif bagi perekonomian, khususnya sektor pariwisata. 

“Hal ini tentu sangat berguna dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Senada, Prilia Hamda Yuswindasari menilai secara keseluruhan penyelenggaraan KKS di Padang sudah berjalan baik.

 “Koordinasi dengan pihak kesehatan juga siaga, dengan penilaian KKS diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat, begitu juga dengan Kota Padang secara umum,” ungkapnya.

Penilaian berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (18–19/9/2025). Pada hari pertama verifikasi, tim meninjau sejumlah lokus, di antaranya Sekretariat Forum Kota Sehat Padang (Penilaian kelembagaan), SMPN 8 Padang (Tatanan satuan pendidikan), Sekretariat Forum Kecamatan Lubuk Begalung (Penilaian kelembagaan).

Goa Kelelawar Padayo (Tatanan pariwisata) , PT Semen Padang (Tatanan perkantoran dan perindustrian), SLRT Bundo Kanduang, (Tatanan perlindungan sosial) KSB Langit Lolong Belanti (Tatanan penanggulangan bencana), Puskesmas Lubuk Buaya (Tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri) , serta Batik Tanah Liek (Tatanan perkantoran dan perindustrian). (MA/Charlie)

 


PADANG – SMA Praja Nusantara Sumatra Barat diharapkan berperan besar dalam melahirkan generasi unggul dan berintegritas. Harapan tersebut disampaikan Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Syahrial Kamat, saat menghadiri pengukuhan praja muda, madya, dan nindya angkatan ke- IV di Hotel Pangeran Beach, Padang, Kamis (18/9/2025).

Ia menekankan bahwa pendidikan semi-militer di SMA Praja Nusantara memiliki peran besar dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.

 Menurutnya, pola pendidikan tersebut sejalan dengan visi Kota Padang sebagai Kota Pendidikan dan Padang Juara, serta mendukung terwujudnya Kota Pintar dan Kota Sehat.

“Tentu Kota Sehat itu didukung oleh orang yang cerdas,” ujar Syahrial Kamat yang juga Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang.

Ia menjelaskan, SMA Praja melatih dua karakter penting bagi peserta didiknya, yaitu hard skill dan soft skill. Hard skill mencakup kedisiplinan, keteraturan, serta kecerdasan, sedangkan soft skill meliputi kepemimpinan, komunikasi, manajemen waktu, dan kolaborasi. 

“Kepemimpinan di sini tentu utamanya adalah kepemimpinan diri sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahrial Kamat menaruh harapan besar kepada para praja yang baru dikukuhkan agar dapat menjadi bagian dari generasi emas Indonesia 2045. 

Ia optimistis SMA Praja Nusantara mampu mencetak SDM unggul yang kelak membawa kemajuan bagi Kota Padang maupun bangsa.(Wahdini / Syafiqah / Mizwa / Charlie)

 


Padang - Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus menggulirkan Program Unggulan (Progul) untuk menciptakan generasi muda agamis yang siap bersaing di era globalisasi seperti saat ini. 

Untuk 2026, terdapat sejumlah program yang direncanakan berkaitan dengan Smart Surau, diantaranya pelaksanaan lomba yang akan dilakukan mulai dari tingkat masjid, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota. 

"Ini juga bagian dari Padang Balomba. Jadi akan banyak perlombaan bidang agama yang akan kita laksanakan pada 2026, mulai dari Juz Amma, Didikan Subuh, dan Festival Surau," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Padang, Jasman pada saat kegiatan retret di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (18/9/2025). 

Lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan sertifikasi guru MTQ serta pemberian insentif untuk imam masjid se-Kota Padang. 

"Untuk imam Masjid Jamik ada 104 dan imam Masjid Agung ada 110 imam. Ini yang akan kita berikan insentif. Untuk tahun ini sebenarnya sudah kita berikan juga tapi akan coba kita tingkatkan besarannya pada 2026 nanti," tambah Jasman. 

Selain itu, pihak Kesra saat ini juga sudah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah tahfidz yang ada untuk nanti di 2026 juga diberikan insentif. 

Wali Kota Padang, Fadly Amran menegaskan komitmen Pemko Padang untuk mensukseskan program Smart Surau ini. Meski di tengah efisiensi anggaran yang tengah terjadi, fokus terhadap pembentukan karakter generasi muda tidak boleh berkurang. 

"Jangan ragu-ragu dalam mensukseskan Progul karena ini tujuannya baik dan kita akan sama-sama bergerak," jelas Wako Fadly Amran. (Taufik/Darwina)

 


Padang - Dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80 yang bertajuk Tebarkan Kebaikan, Wali Kota Padang, Fadly Amran turut hadir dan menerima penghargaan bergengsi, Lencana Jasa Pratama. 

Kegiatan yang digelar di Auditorium Universitas Baiturrahmah Rabu (17/9) ini juga menjadi momen silaturahmi antar para penggiat donor darah.

Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, menyampaikan bahwa Wako Fadly Amran diberikan penghargaan Lencana Jasa Pratama berkat sumbangsihnya terhadap PMI dan kemanusiaan di Kota Padang. 

"Penghargaan ini diberikan karena berjasa kepada PMI yang dengan kerelaan dan niat baik memberikan sumbangsih terhadap kemajuan PMI dan kemanusiaan yang ada di Kota Padang," ungkap Zulhardi.

Selain memberikan penghargaan kepada Wako Fadly Amran, Zulhardi juga mengucapkan terima kasih kepada 17 instansi, universitas, dan kelompok penggerak donor darah yang rutin menyumbangkan lebih dari 500 kantong darah setiap tahunnya.

Widyarman, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang, menyebutkan bahwa kegiatan ini dihadiri 155 pendonor darah. 

Ia juga memaparkan bahwa UDD PMI Kota Padang yang berdiri sejak 1970 kini melayani kebutuhan darah selama 24 jam untuk 30 rumah sakit di seluruh Sumatera Barat.

"Terima kasih Baiturrahmah di fasilitasi, terima kasih yang hadir," katanya. 

Kemudian, Wali Kota Padang, Fadly Amran menyatakan penghargaan yang diterimanya adalah bentuk apresiasi untuk seluruh jajaran Pemkot Padang. 

Ia juga mengapresiasi perayaan HUT PMI ini karena menjadi ajang untuk memberikan pengakuan kepada para pendonor.

"Kita sangat apresiasi kegiatan perayaan hari ulang tahun PMI dengan mengundang seluruh penggerak pendonor sebagai bentuk rekognisi aktivitas mereka dalam mengembangkan visi-visi kemanusiaan, terkhusus donor darah," kata Fadly Amran.

Meskipun aktivitas donor darah di Kota Padang sudah cukup baik, Fadly mengakui masih diperlukan kerja keras untuk mencapai titik aman di mana suplai darah berbanding lurus dengan kebutuhan. Ia menegaskan komitmen Pemkot Padang untuk terus berkolaborasi.

"Hari ini kita memikirkan bagaimana reward terhadap pendonor-pendonor kita, bagaimana apresiasi kita berikan kepada instansi terkait yang sudah menggerakkan donor darah," ujarnya.

Fadly Amran juga telah menginstruksikan kecamatan-kecamatan untuk melaksanakan kegiatan donor darah dan siap mendukung pembangunan kantor PMI yang baru. 

Ia juga mengajak seluruh instansi, mulai dari BUMN, BUMD, universitas, sekolah, hingga swasta, untuk ikut bergerak.

"Saya yakin kalau ini dikomunikasikan, ini disosialisasikan, dijemput bola, lebih banyak lagi instansi yang bisa terlibat dalam menggerakkan donor darah di lingkungannya masing-masing," katanya.

Fadly berharap PMI tidak hanya mengandalkan hibah pemerintah, tetapi juga bisa menggerakkan bulan dana untuk mengumpulkan dukungan dari para pemerhati yang peduli pada visi kemanusiaan, sehingga program PMI bisa berjalan lebih masif ke depannya.

Selain itu, HUT PMI ke 80 ini pendonor darah 150 kali ke atas yang sedari tahun 2024-2025 juga mendapatkan 3 umroh gratis ke Tanah Suci dari Pemko Padang. (Heru/Taufik)



Padang - Di sebuah negeri yang dihiasi bukit-bukit berselimut kabut dan lembah-lembah yang menggenggam sejarah, tersimpan pula kisah diam-deiam yang mengguncang. Pada pagi Rabu yang biasa—tanggal 17 September 2025—Sumatra Barat dikagetkan oleh satu kenyataan yang luar biasa: pengungkapan peredaran sabu-sabu seberat 50 kilogram.
‎Angka yang tak sekadar statistik, tetapi simbol dari pertarungan senyap melawan racun peradaban. Dan di balik keberhasilan itu, berdirilah satu nama yang perlahan namun pasti meneguhkan maknanya dalam lembaran pemberantasan narkoba di ranah Minang—Kompol Dedy Adriansyah Putra.
‎Tak banyak yang tahu, bahwa pria kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung ini telah mengukir pengabdian nyaris satu dekade di bumi Minangkabau. Meski bukan putra daerah, Sumbar telah menjadi kampung keduanya—bukan sekadar karena seragam dan kewajiban, tetapi karena cinta dan dedikasi yang tak diucapkan, hanya dibuktikan.
‎Dedy bukan sosok flamboyan di depan kamera. Ia lebih memilih bekerja dalam diam, menukangi strategi, dan memimpin pasukannya dari garis depan. Sosoknya bersahaja, tutur katanya tenang, namun di balik semua itu tersembunyi ketegasan dan kecermatan yang telah berkali-kali membongkar skema peredaran narkotika dari jantung-jantung kota hingga pelosok batas provinsi.
‎Ia mengawali pengabdiannya di Sumbar sebagai Kanit II Sitindak di Direktorat Polairud Polda. Lalu, langkahnya berlanjut ke Pasaman Barat, Bukittinggi, hingga Padang. Di tiap tempat itu, Dedy bukan sekadar singgah sebagai perwira, tetapi hadir sebagai pengayom dan pelayan yang meresapi denyut masyarakat yang dilayaninya.
‎Saat menjabat Kasat Narkoba Polresta Padang, Dedy tak hanya mengungkap kasus demi kasus, tapi mulai memahat rekam jejak sebagai sosok yang tak kenal kompromi terhadap narkoba. Barulah ketika ia dipercaya memimpin Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar, kapasitasnya mencapai titik puncak yang baru.
‎Hanya dalam waktu kurang dari setahun, Subdit III yang ia pimpin telah menggagalkan peredaran ganja 47 kilogram di Padang, disusul pengungkapan 50 kilogram ganja di Rao, Pasaman. Dan akhirnya, pada 28 Agustus 2025, tonggak sejarah ditorehkan: 50 kilogram sabu-sabu berhasil diamankan—pengungkapan terbesar sepanjang sejarah narkotika Sumbar.
‎Namun, Dedy bukan tipe perwira yang menyematkan semua keberhasilan pada pundaknya sendiri. Dengan rendah hati, ia menyebut bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja tim, dedikasi personel Subdit III, serta arahan dari para pimpinan—Kombes Pol Wedy Mahadi selaku Dirresnarkoba, hingga Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Try Suryanta.
‎Nama-nama seperti Iptu Istiklal, Brigadir Yogi, Brigadir Fakhrul, Briptu Rizki, Bripda Luki, Bripda Fatha, dan Bripda Alfis adalah mata rantai yang tak terpisahkan dari kemenangan itu. Mereka adalah para penjaga senyap, yang bekerja tanpa pamrih di medan yang tak selalu terlihat oleh sorot publik.
‎Yang mereka jaga bukan sekadar hukum, melainkan masa depan. Sebab satu kilogram sabu bisa menghancurkan ratusan jiwa—maka 50 kilogram adalah badai yang nyaris terjadi, namun berhasil dihentikan.
‎Dalam dunia yang kadang abu-abu, tempat batas antara godaan dan integritas menjadi samar, Dedy dan timnya memilih tetap berpijak pada prinsip. Nilai barang bukti boleh mencapai miliaran, tapi nilai kejujuran dan profesionalisme tetap tak tergantikan.
‎“Ini bukan hanya tentang angka atau prestasi,” ujar Dedy suatu kali. “Ini tentang komitmen menjaga Sumbar tetap waras, tetap kuat.”
‎Maka ketika kita menyebut namanya hari ini, bukan hanya sebagai Komisaris Polisi. Tapi sebagai simbol dari keteguhan: bahwa selama masih ada satu sosok yang berdiri tegak, maka harapan untuk sebuah negeri yang bersih dari narkoba tetap menyala.
‎Dari balik langkah senyapnya, Kompol Dedy Adriansyah Putra mengajarkan kita bahwa perjuangan tak harus gaduh. Kadang, diam-diam saja—asal benar, asal tuntas.
‎(*)




Padang – Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Ketersediaan Pangan se-Sumatera Barat (Sumbar) yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Selasa (16/9/2025).

Rakor yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar ini dihadiri oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Sumbar, serta stakeholder terkait yang memiliki peran menjaga ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan capaian besar pemerintah dalam kurun waktu 11 bulan terakhir, khususnya di sektor pangan. Ia menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia menargetkan Indonesia menuju swasembada pangan dalam waktu dekat.

“Stok pangan kita saat ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog. Bahkan sejak Indonesia merdeka, belum pernah tercapai angka setinggi ini. Tahun depan bisa jadi lebih tinggi lagi. Dulu, pada 1984 Pak Harto mendapat penghargaan. Sekarang kita mencapai 4 juta ton beras,” ujar Amran dihadapan peserta rapat.

Selain stok pangan, Amran juga menyoroti capaian luar biasa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor pertanian. Untuk pertama kalinya, sektor ini mencatat pertumbuhan secara tahunan tertinggi, sebesar 10,55 persen.

“Capaian ini merupakan buah kerja keras bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah, dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan. Mimpi kita jelas mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” pungkas Menteri Pertanian.

Sementara itu Wali Kota Padang Fadly Amran mendukung penuh arahan Menteri Pertanian dan menegaskan kesiapan Kota Padang untuk program nasional dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Sebagai salah satu kota besar di Sumbar, kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota lain agar cita-cita Bapak Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan terealisasi,” ujar Fadly Amran didampingi Kadis Pertanian Yoice Yuliani.(*)




Padang - Wali Kota Padang mendampingi Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, melakukan peninjauan ke Pasar Lubuk Buaya Padang, Selasa (16/9/25). Peninjauan ini merupakan rangkaian dari agenda kunjungan kerja Menteri Pertanian RI di Sumatera Barat. 

Amran Sulaiman memastikan harga-harga kebutuhan pangan di Kota Padang dan Sumatera Barat stabil. Amran Sulaiman menyampaikan mayoritas harga pangan di seluruh Indonesia relatif turun. 

“Kami melihat operasi pasar sudah masif sampai ke bawah. Dan kami menerima laporan harga sudah turun masif seluruh Indonesia. Bisa dilihat di BPS inflasi kita bulan lalu 2,7% dan sekarang 2,1%,” ujarnya. 

Pada kesempatan ini Amran Sulaiman juga menyampaikan operasi pasar bisa diperpanjang sampai Februari 2026. 

“Stok beras kita masih banyak, khususnya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Posisi stok yang belum disalurkan 1 juta ton lebih, yang disalurkan baru 200an ribu ton,” terangnya. 

Menteri Pertanian RI ini juga menyatakan tingginya permintaan beras SPHP tidak menjadi masalah, karena stok beras mencukupi.

Fadly Amran yang ikut mendampingi Sidak Mentan RI di Pasar Lubuk Buaya menjelaskan secara umum harga pangan di Padang relatif stabil. 

“Harga pangan kita relatif stabil, dan itu tidak terlepas dari dukungan Kementerian Pertanian dan stakeholder lainnya. Selain operasi pasar, kita juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di setiap kecamatan,” imbuh Fadly Amran.


Hendrizon, SH., MH.

Wartawan Muda

Hukum pidana di Indonesia pada dasarnya masih banyak dipengaruhi paradigma retributif, yaitu penghukuman sebagai bentuk pembalasan atas perbuatan pelaku. Paradigma ini kerap menimbulkan persoalan, antara lain penumpukan perkara di pengadilan, overkapasitas lembaga pemasyarakatan, dan kurangnya perhatian pada kepentingan korban. Oleh karena itu, diperlukan terobosan baru berupa Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif sebagai alternatif penyelesaian perkara pidana.


Pengertian Restorative Justice


Restorative Justice adalah penyelesaian perkara pidana dengan menekankan pada pemulihan keadaan semula, bukan semata-mata penghukuman terhadap pelaku. Konsep ini menempatkan pelaku, korban, dan masyarakat dalam posisi aktif untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil, seperti melalui perdamaian, ganti kerugian, atau bentuk kesepakatan lainnya.


Dasar Hukum Restorative Justice di Indonesia


Penerapan RJ di Indonesia telah mendapat legitimasi hukum, antara lain:


1. Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) yang mengatur diversi berdasarkan keadilan restoratif.


2. Peraturan Kepolisian Republik Indonesia No. 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.


3. Surat Edaran Jaksa Agung (SEJA) No. 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.


4. Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 2 Tahun 2012 tentang Batasan Tindak Pidana Ringan.


Syarat dan Batasan Penerapan


Penerapan RJ hanya dapat dilakukan dengan memenuhi syarat-syarat tertentu, antara lain:


Tindak pidana yang dilakukan termasuk kategori ringan dengan ancaman pidana di bawah lima tahun.


Bukan merupakan tindak pidana serius seperti narkotika, korupsi, terorisme, atau pelanggaran HAM berat.


Adanya kesepakatan perdamaian antara pelaku dan korban.


Pelaku mengakui perbuatannya serta bersedia memperbaiki akibat dari tindak pidana yang dilakukan.


Manfaat Restorative Justice


1. Bagi korban: memperoleh pemulihan dan kepastian ganti kerugian.


2. Bagi pelaku: menghindari stigma negatif berlebihan serta memberi kesempatan memperbaiki diri.


3. Bagi masyarakat: menciptakan harmoni sosial dan mencegah konflik berkelanjutan.


4. Bagi negara: mengurangi beban perkara di pengadilan dan menekan overkapasitas lembaga pemasyarakatan.


Kritik dan Tantangan


Meski memberikan terobosan positif, penerapan RJ di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, antara lain:


Potensi penyalahgunaan kewenangan oleh aparat penegak hukum.


Adanya kemungkinan korban ditekan untuk menerima perdamaian.


Belum adanya standar baku yang seragam di seluruh institusi penegak hukum.


Perlunya pengawasan agar RJ benar-benar berorientasi pada pemulihan, bukan sekadar formalitas administrasi.


Penutup


Restorative Justice merupakan instrumen penting dalam pembaruan hukum pidana Indonesia. Dengan penerapan yang konsisten dan berkeadilan, RJ mampu menghadirkan sistem hukum pidana yang lebih humanis, menekankan pemulihan, serta tetap menjamin kepastian hukum.


Catatan Kaki


1. Lihat Mardjono Reksodiputro, Kriminologi dan Sistem Peradilan Pidana (Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Universitas Indonesia, 1994), hlm. 85.


2. Pasal 1 angka 6 dan Pasal 7 Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.


3. Pasal 2 dan Pasal 3 Peraturan Kepolisian Republik Indonesia No. 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.


4. Surat Edaran Jaksa Agung No. 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.


5. Peraturan Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP.


6. Lihat Pasal 5 ayat (1) huruf a Perpol No. 8 Tahun 2021.

(**)

 


Padang – Pemerintah Kota Padang terus mendorong petani milenial agar mampu berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan sektor pertanian. Dorongan ini sekaligus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menghadiri kegiatan Narasemesta Jasindo di Saung Meeting Dinas Pertanian Kota Padang, Jumat (12/9/2025).

“Pemko Padang mengapresiasi bantuan yang diberikan Jasindo sebagai bentuk perhatian kepada petani sekaligus mendukung Asta Cita ketahanan pangan,” ujar Maigus.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

“Semangat para petani merupakan kekuatan besar dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan,” tambahnya.

Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandi, menyampaikan bahwa pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi petani, salah satunya melalui literasi asuransi pertanian.

“Asuransi pertanian menjadi penunjang ketika petani mengalami gagal panen. Ini bagian dari upaya kami mendukung keberlanjutan program pertanian di Kota Padang,” jelas Ocke.

Adapun bantuan yang diberikan Asuransi Jasindo meliputi asuransi kecelakaan diri gratis, fasilitas internet gratis untuk Agrowisata Seilar, rumah hidroponik untuk komunitas petani milenial, serta mesin penggiling padi untuk Kelompok Tani Taruko Saiyo. (MA / Charlie)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.