Latest Post

 

Payakumbuh — Penjabat Wali Kota Payakumbuh, Rida Ananda menghadiri grand opening sekaligus peresmian cafe Ribian yang berlokasi di jalan Soekarno Hatta Nomor 20, Koto Nan Ampek.

Rida diawal sambutannya mengatakan jika Pemerintah Kota Payakumbuh selalu berusaha memberikan percepatan bagi warga dalam peningkatan usaha.

“Hal ini tentunya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kita di Payakumbuh ke arah yang lebih baik,” ungkap Rida, Senin (6/3/23).

Rida Ananda hadir bersama Asisten III Bidang Administrasi Umum Ifon Satria Chan, Kepala Kantor Kesbang-Pol Dipa Surya Persada, dan Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Elfriza Zaharman beserta rombongan jajaran lainnya.

Dikatakannya, untuk usaha yang telah didirikan ini akan terus di dukung secara penuh oleh Pemko Payakumbuh.

Rida menyampaikan apresiasinya kepada mereka (pengusaha) yang telah membangun usaha yang berdampak bagi warga lainnya dalam peningkatan ekonomi yang lebih baik, tentunya hal ini sudah membantu Pemko dalam mencegah dan menjaga inflasi agar semakin terkendali.

Lebih lanjut, dengan telah di-branding nya Kota Payakumbuh, Rida meminta agar dalam usaha yang telah didirikan para pengusaha supaya dapat membawa nama Kota Randang dalam usaha mereka.

Turut diungkapkan orang nomor satu di lingkup pemerintah Kota Payakumbuh itu jika saat ini sudah banyak cafe di Payakumbuh, dan hal ini tentu menandakan perekonomian di Kota Payakumbuh sudah kembali pulih pasca diterjang badai Covid-19 sebelumnya.

Rida meminta dengan telah banyaknya cafe berdiri di Kota Payakumbuh agar dapat membawa suasana yang kondusif dan terjaga, dan Pemko akan memberikan pelayanan yang maksimal dalam perizinan maupun segala sesuatu urusan bagi para pengusaha dalam kelancaran usahanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa cafe Ribian memiliki dua area, yaitu indoor dan outdoor demi menarik minat pembeli, berbagai desain yang unik dengan menyusun konsep yang simpel baik untuk indoor dan juga Outdoor.

“Dan untuk harganya juga terjangkau, maka dari itu, semoga kedepannya cafe ini bisa berjalan dengan baik serta dapat berkembang di kota lainnya,” harapnya.

Diakhir penyampaiannya, Rida mengucapkan Selamat kepada Fajrin selaku pemilik cafe Ribian, semoga semakin maju dan sukses sehingga dapat berdampak lebih baik terhadap perekonomian di Kota Payakumbuh,” tukasnya.

Pemilik cafe Ribian Fajrin mengatakan, untuk merancang cafe ini ia hanya membutuhkan waktu satu bulan saja.

“Alhamdulillah, agar bisa dapat segera memberikan tempat yang nyaman bagi para penikmat kopi, maka kami merampungkan pembangunan cafe Ribian ini hanya 30 hari saja. Karna sebelumnya kami hanya merubah konsep dan suasana tempat saja, tidak membangun dari awal,” ujarnya.

Fajrin juga menjelaskan, perihal harga di cafe kami cukup standar, untuk minuman dimulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000 dan untuk makanan berkisar Rp16.000 hingga Rp32.000. (MS)

 

Payakumbuh --- Penjabat Wali Kota Payakumbuh secara resmi melauncing pelaksanaan Crash Program Polio dan Posyandu Prima di Kota Payakumbuh.

Melatar belakangi adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Provinsi Aceh pada bulan November silam, yang mengakibatkan terjadinya kelumpuhan pada anak.

Mengingat Sumbar masih bertetangga dengan Aceh dengan cakupan imunisasi polio yang masih rendah, maka dikhawatirkan kasus Polio di Aceh dapat menular ke Sumbar.

“Kami mengharapkan kita semua dapat melaksanakan imunisasi Polio secara serentak. Dimana jumlah sasaran anak usia 0-59 bln di Kota Payakumbuh adalah 8.932 dan target yang harus kita capai adalah 95 persen,” kata Wako Rida Ananda saat launching di Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kota Payakumbuh, Senin (6/03/23).

Rida meminta dukungan dari berbagai pihak seperti Kemenag, Dinas Pendidikan, kecamatan, kelurahan, PKK, RT/RW, kader dan tokoh masyarakat, serta organisasi profesi kesehatan. Untuk suksesnya Crash Program Polio di Payakumbuh.

“Kami mengharapkan semua unsur dapat mendukung pelaksanaan Crash Program Polio dan Pelaksanaan Transformasi Pelayanan Kesehatan primer dalam bentuk Posyandu Prima ini,” ucapnya.

Ia menyebut, pelaksanaannya akan dilakukan pada 201 Pos PIN yang ada di Kota Payakumbuh. Jika semua dapat fokus bersama-sama menghadapi 7 hari Crash Program Polio ini diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik.

“Kami mengharapkan juga sweeping sasaran, advokasi, edukasi kepada keluarga sasaran balita yang akan di imunisasi agar dilakukan se optimal mungkin,” ujarnya.

“Mari lakukan transformasi kesehatan melalui crash program polio dan posyandu prima. Agar Payakumbuh mendapatkan generasi yang sehat, cerdas, beriman, berakhlah mulia dan mampu berdaya saing,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Wawan Sofianto mengatakan, kegiatan imunisasi Polio akan dilaksankan tujuh hari kedepan untuk mencegah penularan virus polio.

“Kegiatan ini dimulai hari ini, dan dilakukan selama 7 hari dan sweeping selama 5 hari dalam bentuk imunisasi polio tetes (OPV) pada anak berusia 0-59 bl dan polio suntik (IPV) bagi balita berusia 4-59 bulan, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya,” terangnya.

Dia menyebut, bertepatan dengan kegiatan imunisasi Polio juga dilaunching Posyandu Prima pada 5 Kecamatan yang terletak di 5 Kelurahan yaitu:

  1. Posyandu Prima Kelurahan Ompang Tanah Sirah (Pyk Utara).
  2. Posyandu Prima Kelurahan Limbukan (Pyk Selatan).
  3. Posyandu Prima Kelurahan Payobasung (Pyk Timur).
  4. Posyandu Prima Kelurahan Koto Tangah (Pyk Barat).
  5. Posyandu Prima Kelurahan Padang Sikabu (Latina).

​”Nanti disini, SDM nya sesuai dengan kriteria panduan posyandu Prima yaitu, 1 perawat, 1 Bidan dan dua orang kader,” pungkasnya.

Kegiatan itu juga dihadiri ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Chece Rida Ananda, Asisten III Ifon Satria, Kepala OPD, Kakan Kemenag Payakumbuh, Camat, Lurah, organisasi profesi dan tamu undangan lainnya. (MS)

 


Limapuluh Kota --- Maktab Center yang berlokasi di Nagari Sungai Kamuyang, Kabupaten Lima Puluh Kota menerima kunjungan dari Brionesia Regional Sumatera Barat yang sedang melakukan kunjungan sosial dalam rangka hari ulang tahun (anniversary) Brionesia yang ke 7 tahun bertema "bersama".

Dalam kunjungan tersebut, Minggu (5/3), puluhan anggota komunitas yang mengendarai mobil Honda Brio yang diketuai oleh Ramadhani SH.C.P.L itu diterima dengan hangat oleh Ketua Maktab Center Bunda Salma didampingi Fefi Amelia.


Brionesia Sumbar memberikan donasi untuk kelancaran kegiatan di maktab center, dan niat tersebut langsung disambut baik oleh Ketua Maktab Center Bunda Salma dengan mengalokasi bantuan tersebut menjadi 15 buah talaqi, yang nantinya akan dibagikan secara gratis kepada warga Jorong Rageh pada khususnya dan warga Nagari Sungai Kamuyang pada umumnya.

Ketua Brionesia Sumbar Ramadhano mengatakan komunitas ini bersifat non politik, non komersial, murni karena kegemaran yang sama. Kegiatannya juga beragam, mulai dari sosial hingga rekreasi dan olahraga.

"Kopdar rutin digelar, touring juga, ada baksos dan menjalin silatuhrahmi dengan member Brionesia Sumbar,"  ujarnya.

Ditambahkannya, Brionesia masuk ke Sumatera Barat diawali pada bulan Maret tahun 2016. Dalam perjalanannya sampai sekarang Brionesia Sumbar telah hadir di berbagai kota daerah serta nagari yang berada di Sumatera Barat.

"Khususnya bagi pemilik pecinta mobil Honda brio. Brionesia Sumbar merupakan wadah silaturahmi kekeluargaan yg erat dan berbagi pengalaman serta keseruan menggunakan mobil Honda Brio," terangnya.

Sementara itu, Ketua Maktab Center Bunda Salma didampingi Humasnya Fefi Amelia menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi dan bantuan yang telah didonasikan oleh Brionesia Sumbar. Karena, maktab center sendiri merupakan sebuah rumah Qur'an yang mengusung pola ilmu- amal, amal-dakwah, dakwah-sabar.

"Kegiatan maktab berorientasi pada pembentukan guru guru Qur'an yang nantinya akan tersebar di berbagai daerah, saat ini maktab membina beberapa murid untuk program tokhasus, dan yang menariknya lagi tidak ada ketetapan biaya bagi siapa saja yang menuntut ilmu di maktab center. Dukungan yang diberikan oleh Brionesia Sumbar sangat kami apresiasi, semoga menjadi berkah dan amal ibadah di sisi Allah SWT," ujarnya. (FS)



Surabaya, Maklumatnews.co.id - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama. Rakernas berlangsung dua hari di Surabaya, 4 – 5 Februari 2023.

Di hadapan para pejabat Eselon I dan II, pusat dan daerah, serta para Kankemenag Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang mengikuti giat secara daring, Wamenag menggarisbawahi perlunya antisipasi atas menguatnya isu fanatisme kelompo di tahun politik.

“Isu fanatisme kelompok dan agama yang kerap ber-eskalasi menjadi penyulut konflik, apalagi di tahun-tahun politik, perlu diantisipasi,” pesan Wamenag di Surabaya, Minggu (5/2/2023).

Dikatakan Wamenag, dalam suasana bangsa dan negara yang tengah menghadapi dinamika tahun-tahun politik, Kementerian Agama sebagai institusi pemerintah yang melayani umat tidak boleh hanya di menara gading. Jajaran Kemenag harus maju ke tengah gelanggang, berperan membimbing, menenangkan, mencerahkan, dan mengayomi seluruh umat beragama dalam menyikapi beragam isu keagamaan.

Para pakar dan pemerhati, kata Wamenag, menyatakan bahwa agama merupakan salah satu kekuatan potensial dan aktual yang dirasakan pengaruhnya dalam membangun dan mengembangkan tatanan kehidupan sosial-kebangsaan. Dalam konteks ini, agama merupakan instrumen perekat kehidupan masyarakat dan bangsa yang menyuguhkan alternatif perbaikan pada berbagai aspek kehidupan.

“ASN Kemenag harus mampu mengoptimalkan peran agama sebagai pembangun moral, perekat etnisitas dan nasionalitas dalam kehidupan kenegaraan yang ditegakkan dalam koridor konstitusi,” pesannya.

Menurut Wamenag, Kementerian Agama bukan sekedar tempat bekerja bagi para ASN, tetapi tempat menghasilkan manfaat dan nilai tambah kepada umat, bangsa, dan negara. Seluruh jajaran Kementerian Agama perlu mempertajam analisis dalam membaca fenomena sosial-keagamaan serta meningkatkan kolaborasi dengan multi stakeholder dan seluruh lapisan umat tanpa membedakan satu sama lain.

“Pola pikir dan pola kerja kita semua harus senantiasa mengedepankan nilai-nilai kebersamaan di atas kepentingan pribadi, kelompok atau golongan,” terangnya.

“ASN Kementerian yang membawa nama agama ini harus mampu menjadi teladan moral melalui pengabdian profesi dan posisi formal di jajaran pemerintahan. Profesionalisme ASN Kementerian Agama di semua lini harus memancarkan integritas, nilai-nilai moralitas dan humanitas,” sambungnya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mencanangkan 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Untuk itu, gaung tahun kerukunan harus dimasifkan. Muara dari penguatan Moderasi Beragama sebagai program nasional adalah kerukunan umat beragama yang semakin berkualitas dan teruji.

“Isu agama dan keagamaan tahun 2023 dan tahun mendatang, akan sangat dinamis, berwarna dan bergelombang. Ibarat nahkoda dan para awak kapal, kita semua harus pandai membaca ombak dan gelombang samudera agar berlayar sampai ke tujuan,” tutur Wamenag.

“Kita harus pandai mengayomi dan mengarahkan kehidupan umat beragama menuju tujuan yang dicita-citakan dan menghindari segala hal yang kontraproduktif,” tandasnya.

 


Limapuluh Kota - Rombongan IKKP bertolak dari Padang menuju Lembah  Harau kabupaten Limapuluh Kota bersama Ketua Umum IKKP Sumbar Zon Titamura, Pembina Evi Syamsi, Waka Zulkifli Piliang, Sekretaris Phiandri Eka Soma (Mak Oyon), wakil sekretaris Eva Elonita, Bendahara Lili Rozana, ketua Bundo Kanduang Asnimar beserta anggota lainnya.


Lembah Harau dipilih menjadi salah satu lokasi kunjungan rombongan IKKP. Bertempat di Taman Anak Aka Barayun Lembah Harau, berbagai kegiatan digelar seperti fun game dengan tujuan untuk menambah keakraban dan kekompakan. (4/3)


Ketua Umum IKKP Sumbar Zon Titamura dalam sambutannya mengatakan tujuan dibentuknya wadah ini adalah untuk menjalin tali silaturahmi badunsanak dengan berbagai agenda postiif dengan saling bahu membahu dalam kebersamaan. 


"Kita telah membentuk pengurus DPP, DPW dan DPD untuk mengumpulkan keluarga bersuku Piliang yang nantinya akan bersatu didalam wadah IKKP ini".


"Nantinya apabila wadah IKKP ini berkembang pesat dengan jumlah keluarga bersuku Piliang yang banyak anggotanya maka bisa kita mencapai salah satu tujuan yaitu melaunching Bank Syariah Piliang. Bank ini didirikan untuk menunjang  kesejahteraan anggota IKKP khususnya dan keluarga yang bersuku Piliang pada umumnya yang bergerak di bidang UMKM dan bidang usaha lainnya", ucap Zon Titamura.


Diharapkan kepengurusan akan solid dan segera di urus legal standing nya semoga kedepannya keluarga suku Piliang akan bersatu dalam motto "Manjapuik Nan Tatingga Mengumpuakan Nan Taserak".


Ketua DPW Sumbar mak Arman dalam sambutannya mengatakan bahwa rombongan yang hadir sekarang ini sudah dianggap mewakili keluarga dan diharapkan kita akan berkumpul lebih banyak lagi kedepannya.


Dalam sambutannya waka IKKP kota Padang Zulkifli yang juga bacaleg DPRD kota Padang dari partai Nasdem mengatakan bahwa saat ini sejak pelantikan bulan Juli tahun lalu sudah ada lebih dari 100 keluarga.


"Kita harapkan nanti akan lebih banyak lagi keluarga suku Piliang di mana saja berada yang akan bergabung kedalam wadah silaturahmi badunsanak dengan nama IKKP ini", ujar Zulkifli.


Kita berkomunikasi dan bersilaturahmi salah satunya menggunakan media sosial whatsapp grup. Kita menghimbau kepada anggota IKKP kota Padang untuk dapat aktif dalam grup untuk bisa menambah kekompakan dengan komunikasi yang positif.


Kebersamaan ini diharapkan jangan sampai luntur dan selalu menjaga kekompakan diantara kita.


Zulkifli sebagai bacaleg DPRD kota Padang Dapil 1 Koto Tangah dari Partai Nasdem berjanji akan selalu mendukung semua kegiatan positif yang dilakukan IKKP kota Padang. Terlebih lagi apabila nanti terpilih menjadi anggota DPRD. Tentunya akan lebih mudah lagi dalam menunjang berbagai kegiatan positif  IKKP baik kegiatan sosial maupun lainnya.


Pada kesempatan tersebut Ketua Umum IKKP Zon Titamura melantik Harikha Gusniyetti sebagai Ketua DPD IKKP Kota Payakumbuh. Dengan harapan akan banyak lagi terbentuk DPD IKKP di seluruh Sumatera Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya. (FS)




Payakumbuh --- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Goes To School kali ini menyasar SMAN 1 Payakumbuh, Jumat (3/3).


Jajaran BPJS Kantor Cabang Payakumbuh hadir ke sekolah yang dipimpin oleh Erwin Satriadi itu untuk melaksanakan sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasikonal Kartu Indonesia Sehat dan pengenalan kanal-kanal layananan secara digitalisasi, dan motivasi semangat hidup sehat kepada siswa dan warga sekolah.


Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Cabang Payakumbuh Israd Akbar yang diterima oleh Wakil Kepala Oria Lasmana di sekolah mengatakan ini adalah kali kedua setelah sebelumnya beberapa minggu lalu dilaksanakan di SMAN 2 Payakumbuh.


"Alhamdulillah, penerimaan sekolah terhadap program ini cukup baik, bahkan sudah ada beberapa SMA dan SMK yang meminta kehadiran BPJS ke sekolah untuk kegiatan serupa," jelasnya.


Ditambahkan Israd, program BPJS kali ini bertujuan dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan kepesertaan jaminan sosial kesehatan pada satuan pendidikan formal dan non formal sesuai dengan surat Edaran Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 5 Tahun 2022.


Diharapkan dengan promosi pola hidup sehat sejak dini, para pelajar SMA dapat terhindar dari risiko tersebut. Apalagi, usia 10-19 tahun termasuk kategori usia terbanyak dari total jumlah penduduk Indonesia.


Pada proyeksi 2010 – 2035 pun, usia angkatan kerja di Indonesia sudah dimulai sejak 2012. Meningkatnya usia angkatan kerja (bonus demografi) harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan agar bisa terserap dalam pasar kerja yang kompeten. Inilah salah satu alasan “BPJS Kesehatan Goes to School” diadakan.


“BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh ingin mengoptimalkan potensi bonus demografi melalui sektor kesehatan,” tuturnya.


Selain edukasi tentang pola hidup sehat sejak dini,  menurut Israd, kegiatan “BPJS Kesehatan Goes to School” juga diharapkan dapat membentuk serta meningkatkan rasa kepedulian, kerelaan membantu sesama dan gotong royong dalam diri para pelajar. Terutama dalam hal pelaksanaan program jaminan kesehatan di Indonesia.


“Mari kita bayangkan. Jika ada satu orang peserta JKN-KIS melakukan operasi ginjal dengan biaya ratusan juta. Dengan iuran rata-rata Rp. 35.000,- maka butuh ribuan orang peserta JKN-KIS yang sehat dan membayar iuran. Kalau hanya peserta sakit saja yang membayar iuran dan tidak membayar iuran lagi ketika sudah sehat, dari mana kita bisa membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan?,” jelasnya.


Maka dari itu, kata Israd, peran generasi muda dalam mengawal keberlangsungan program JKN-KIS di Indonesia sangatlah besar. Apalagi dengan digitalisasi saat ini, anak-anak usia sekolah sudah terbiasa dengan gadget, sehingga mereka bisa menyampaikan kepada keluarga saat ini sudah dipermudah dengan kehadiran aplikasi mobile JKN.


"Kalau dulu biasanya datang ke faskes dengan membawa kartu KIS, sekarang sudah bisa dengan pakai KTP saja atau menunjukkan kartu digital dari aplikasi Mobile JKN, kemudahan yang sudah ada hari ini tidak lepas dari adanya masukan dan saran dari peserta JKN KIS," ujarnya.


Bahkan, kata Israd, sejak 2020, BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh juga telah menyediakan mobile costumer service. Dimana ada mobil pelayanan yang memberikan beberapa layanan sama seperti di kantor cabang.


Pelayanan ini diagendakan secara berkala ke setiap daerah, apalagi nagari-nagari di Kabupaten Limapuluh Kota dan Tanah Datar.


"Bisa disebut kami berkantor di luar. Gunanya untuk menjangkau daerah yang kesulitan mengakses pelayanan ke kantor cabang, karena wilayah kerja kami cukup luas, yakni 3 kota dan kabuparen di Sumbar," ujar Israd.


Dia berharap adanya kerja sama dengan OPD Dinas Pendidikan untuk menyukseskan program ini, karena nanti akan ada banyak sekolah yang dikunjungi dan tentunya ini menjadi kesempatan untuk menyukseskan program Presiden RI, dimana semua pelajar yang akan kuliah sudah memiliki kartu KIS.


Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Payakumbuh Erwin Satriadi mengatakan sangat menyambut baik kehadiran BPJS untuk memberikan pemahaman pentingnya jaminan kesehatan bagi pelajar. Jaminan kesehatan ini sangat dibutuhkan oleh siswa sekolah, apalagi telah ada instruksi dari Presiden RI Joko Widodo, jika ada yang mau kuliah, mereka harus ikut menjadi peserta BPJS.


"Apalagi, sudah ada aplikasinya yang dapat diakses melalui smartphone, juga akan memudahkan anak-anak muda yang menggemari hal-hal praktis," ujarnya.


Ditambahkannya, tak hanya bagi siswa dan guru saja, program JKN-KIS juga sangat penting bagi pensiunan guru, di hari tua mereka tentu membutuhkan jaminan kesehatan.


"Kami warga SMAN 1 Payakumbuh menyampaikan terima kasih banyak atas pelayanan jemput bola yang diberikan oleh BPJS. Harapan kami kerja sama ini bisa ditingkatkan dan diteruskan, sehingga setiap ada masalah dengan urusan pelayanan kesehatan, itu bisa teratasi," pungkasnya. (FS)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.