Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama

Payakumbuh – Tuntutan dunia pendidikan semakin tinggi. Di saat guru di tuntut menguasa teknologi secara maksimal, beragam kompetensi lain juga harus menyertai. Targetnya, guru harus siap menyambut masa depan yang lebih cerah.

Sasaran yang hendak di capai tersebut, tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemajuan teknologi yang sangat cepat, tidak sebanding dengan kemampuan guru mengikutinya. Ketika hal tersebut di ikuti, atau di saat guru berkonsentrasi penuh mengikutinya, persoalan lain justru terjadi.

“Guru cenderung tidak mampu memahami karakter peserta didiknya karena terlalu konsentrasi pada pelajaran tanpa mempelajari karakter siswanya,” kata Ketua DPRD Sumbar Supardi, ketika Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi Guru SMA sekota Payakumbuh, di Bukittinggi, Rabu (26/7).

Supardi mengingatkan, jika guru hanya memiliki perhatian kepada pelajaran, lalu memahami karakter peserta didiknya terabaikan, maka di khawatirkan, justru akan menjadi bom waktu di kemudian hari.

Ia kemudian membeberkan hasil survei sebuah lembaga berkompeten, KPA. Katanya, sebuah SMK di Payakumbuh ditemukan sebuah hasil survei mengejutkan. Sebanyak 10 dari satu kelas di salah satu SMK, ternyata siswanya terlibat LGBT.

Kondisi ini, katanya, tentu memprihatinkan. Terhadap hal tersebut, maka, kata Supardi, setiap guru harus memiliki kemampuan untuk memahami karakter siswanya. Jangan di abaikan.

Membekali Guru, Supardi menyebutkan, makanya dalam Bimtek kali ini, juga diberikan bekal terkait psikologi. Bekal psikologi yang dimiliki guru diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut.

Sejalan dengan kemajuan zaman, maka tingkat perangai siswanya juga berbeda. Perkembangan tersebut juga harus di ikuti kemampuan guru untuk mengetahui atau memahaminya.

Ia kemudian mengambil contoh kasus yang baru-baru saja terjadi di Limapuluh Kota. Seorang guru merekam muridnya yang sedang emosi. Murid tersebut mampacaruik-an (mengatai gurunya dengan kata-kata kotor). Video tersebut beredar secara luas. Beragam tanggapan muncul.

“Siapa yang salah, atau apa yang salah dari kejadian tersebut,” kata Supardi sembari menyebutkan, betapa memprihatinkannya kondisi pendidikan hari ini.

Lalu, katanya, dari apa dan siapa yang salah, kejadian tersebut harus dijadikan pelajaran berharga bagi semua. Semua komponen harus melakukan introspeksi diri.

Terkait tantangan dan kemampuan untuk mengikuti perkembangan teknologi, Bimtek yang berlangsung selama empat hari tersebut, membekali seluruh peserta untuk terampil menggunakan teknologi sehingga dapat menyikapi kebutuhan dalam menghadapi dan menjalani pembelajaran.

Kendati demikian, kata Supardi, bukan berarti sudah puas dengan penggunaan aplikasi yang sudah dikuasai, tetapi tolok ukurnya adalah bagaimana setiap guru memiliki motivasi untuk mengelola aplikasi tersebut. Jika tidak memiliko motivasi mengelolanya, maka akan selalu terbelakang, sebab teknologinya terus bergerak dan berkembang.

Supardi juga menyebutkan, sejumlah pembekalan yang sudah di berikan kepada guru SMA di Payakumbuh, khususnya melalui program Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi Guru SMA sekota Payakumbuh, di harapkan menjadi motor penggerak peningkatan SDM guru dan sekaligus akan memberikan pembeda kualitas guru-guru di Payakumbuh dengan kota dan kabupaten lain.

Kolaborasi
Supardi yang juga pernah menjadi guru tersebut juga mengingatkan arti penting sebuah kolaborasi, khususnya kolaborasi antar sekolah, kolaborasi di sekolah mau pun kolaborasi sesama guru. Kolaborasi tersebut akan bermuara baiknya suasana antar guru, lingkungan sekolah dan antar sekolah.

Ajakan kolaborasi tersebut disampaikannya, sebab Supardi melihat dan merasakan masih tingginya tingkat persaingan antar guru.

“Jika persaiangan antar guru tersebut dibiarkan, atau Kepala Sekolah tak mampu mengakomodir atau menyelesaikannya, di khawatirkan suasana sekolah tidak akan kondusif,” kata Supardi sembari menyebutkan, kekuatan sesungguhnya adalah pada tim yang kuat.

Agus Hilaluddin, instruktur pada Bimtek tersebut menyebutkan, tingginya tuntutan terhadap tugas seorang guru, sesungguhnya sudah di ketahui dan di pahami orang sejak dahulu. Seorang guru adalah sosok yang selalu menjadi acuan, panduan dan teladan bagi setiap orang.

Menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela kegiatan, Agus Hilaluddin menyebutkan, ada sedikit pergeseran yang membedakan guru dahulu dan sekarang.

“Masa lalu, mereka yang menjadi guru sudah di impikan sejak kecil. Sekarang, mayoritas banyak yang tidak, sehingga rasa yang ada pastilah berbeda,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Prov Sumbar Drs. Barlius, MM mendukung program yang berasal dari Pokir Supardi tersebut. Aplikasinya langsung menyentuh sasaran. Titik yang di sasar sangat membutuhkan peningkatan kapasitas SDM yang berhubungan langsung dengan tuntutan mereka hari ini dan masa datang.

Barlius juga mengatakan, komitmen Ketua DPRD Sumbar Supardi mewujudkan Kota Payakumbuh menjadi Kota Digital, khususnya di bidang Pendidikan, sangatlah besar.
“Beliau sangat fokusnya,” kata Barlius.

Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi Guru SMA sekota Payakumbuh di laksanakan di Hotel Rocky Bukittinggi, 24 – Juli 2023. Di ikuti 200 peserta, terbagi dalam 4 angkatan. Peserta di bekali keterampilan terkait digitalisasi bahan ajar. Mereka di mentori oleh beberapa pakar untuk merancang bahan ajar digital, dan penggunaan aplikasi.(Rel/FS)


Payakumbuh --- 12 orang alumni SMKN 4 Payakumbuh dilepas secara resmi oleh gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah untuk kuliah dan bekerja di luar Negeri. Ini merupakan tindak lanjut dari program menciptakan 100 ribu enterpreneur untuk bisa terealisasi lebih cepat, mengingat lulusan sekolah vokasi seperti SMK di Sumbar setiap tahun sekitar 20 ribu orang lebih. 


Dalam pelepasan di rumah dinas gubernur pada Rabu (26/7) itu, tampak Gubernur Mahyeldi bersama Kepala dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Barlius Kacabdisdikwil IV Syafruddin, Direktur PT. Cahaya Pendidikan Internasional (Bright Education) Bandung Astria Dewi, serta Kepala SMKN 4 Payakumbuh Aizur Hedi.


12 Alumni tersebut adalah M Ihsan Pratama, Ismail, dan Titania Salsabila yang Magang ke Jepang, sementara itu Agil Adrian mengikuti program Beasiswa Kuliah di International Foundation Programn 1+4 at Cheng Shiu University In Taiwan, Dilla Kumala Sari akan bekerja di Inggris, dan 7 lainnya seperti Muhammad Febrian, Thoriq Hidayat Syah, Muhammadil Fatra, Lefrand Septiand Maydi, Seruni Sartika, Tegar Story Yondra, dan Muhamad Fadel Teguh Permana dikirim ke Jerman untuk bekerja sambil kuliah di berbagai tempat.


Gubernur Mahyeldi saat melepas mereka memberikan cendera mata yang berbeda dan mungkin jarang terfikirkan oleh orang banyak, masing-masing alumni tersebut diberikan 1 buah Alquran Kurdopa dan berpesan agar tetap menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup baik di negeri sendiri maupun di Luar Negeri.


"Semoga kalian sukses dan jadi contoh bagi adik-adik SMK di seluruh Sumatera Barat," harap Mahyeldi.


Mahyeldi menambahkan, saat ini kualitas pendidikan vokasi sudah semakin baik dibuktikan dengan semakin banyaknya lulusan SMK yang terserap dunia usaha atau mendirikan usaha sendiri berbekal keahlian yang diasah selama di SMK. Bahkan, sudah banyak siswa SMK yang bisa merasakan atmosfer dunia kerja sebelum lulus, karena sekolahnya menjalin kerja sama dengan dunia industri, sehingga keahliannya semakin terasah dan benar-benar siap pakai saat lulus.


Dia menilai, dengan kurikulum yang diterapkan Kemendikbudristek saat ini, kepala sekolah lebih leluasa untuk berinovasi guna meningkatkan hard skill siswanya. Itu didukung dengan semakin banyaknya SMK di Sumbar yang telah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang bisa memiliki usaha sendiri dan menjalin kerja sama dengan dunia industri.Ia juga mengingatkan agar kerangka berfikir kepala sekolah tentang industri bukan hanya industri besar. 


UMKM juga termasuk industri yang patut diperhitungkan oleh SMK untuk menjalin kerja sama. Menurutnya, hal itu sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) terkait skema SMK penggerak UMKM sebagai penerapan dari Perpres Nomor 68 tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi yang bertujuan untuk menyiapkan SDM kompeten, produktif, dan berdaya saing guna menyongsong Indonesia Emas 2045.


"Ini sejalan pula dengan program unggulan kita menciptakan 100 ribu enterpreneur. Semakin banyak pengusaha di Sumbar, semakin besar daya ungkit terhadap ekonomi daerah," katanya.


Sementara itu, Kepala SMKN 4 Payakumbuh Aizur Hedi kepada media mengatakan dirinya masih ingat pada tanggal 10 Januari 2022 lalu, bersamaan dengan peresmian gedung perkantoran SMKN 4 Payakumbuh oleh Gubernur Provinsi Sumatera Barat dan pada saat itu pula juga melaksanakan MoU dengan PT. Bright Education Bandung dengan program Ausbildung pola kerja dan kuliah di Jerman.


"Sejak itu kami sudah melakukan persiapan penguasaan bahasa Jerman level A1 A2 dan B1. Di sekolah maupun di boarding PT. Bright Education Bandung. Alhamdulillah sekarang sudah mulai menampakan hasilnya dimana 7 dari 12 orang siswa kita dalam waktu dekat akan diberangkatkan ke Jerman. Ada yang tanggal 2 Agustus mendatang dan lainnya sedang menunggu visa," kata Aizur Hedi.


Ditambahkan Aizur, untuk pemberangkatan siswa ke Jerman sampai diterima di perusahaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT. Bright Education Bandung.


"Di Jerman anak kita 3 hari kerja dan 2 hari kuliah , perusahaan, tempat mereka bekerja dan tempat sekolah atau Beruff Scholl serta apartemen disiapkan oleh PT. Bright Education Bandung. Sementara biaya transportasi dari apartemen ke sekolah dan dari apartemen keperusahaan serta biaya apartemen setara hotel bintang 4 dibunyikan dikontrak menjadi tanggung jawab perusahaan. Selama tiga tahun alumni kita akan menjalani pendidikan dan bekerja dengan gaji rata-rata 1000 Uero setiap bulannya, biasanya di tahun kedua dan ke tiga meningkat terus. Dan nanti jika saat sudah tamat alumni kita akan mendapat ijazah fachkraff, atau ijazah keahlian setara D3," terangnya.


Kepala Sekolah yang terkenal bersahaja dan disayangi siswanya itu juga menerangkan nanti setelah tamat alumni SMKN 4 Payakumbuh ini bisa langsung bekerja di perusahaan yang ada di Eropa, tidak hanya di Jerman saja, bisa ke Perancis, Inggris, Belanda dan lainnya dengan gaji setara gaji eropa sekitar kurang lebih 2500 hingga 3000 Uero perbulan, kalau dikonversikan ke rupiah senilai 25 sampai 30 juta perbulannya.


"Selain itu alumni kita juga sudah ada yang bekerja di Thailand 2 orang, Jepang 3 orang, Inggris 1 orang, dan insya Allah melalui program hallo beasiswa alumni kita juga akan berkuliah di Taiwan," tukuknya.


Sebetulnya, kata Aizur, Ausbildung merupakan solusi bagi istilah SMK sebagai penyumbang pengangguran terbesar. Pada hal tidak, jika program ini berjalan dengan baik. Dirjen SMK Wika Sakarinto pernah mengatakan bahwa sebetulnya bangsa Indonesia sudah luar biasa dalam berbagai kompetensi, namun kekurangan di kemampuan komunikasi.


"Maka sejalan dengan itu pula kami dalam waktu dekat akan mendirikan cafe bahasa yang nanti di kafe tersebut kita akan tawar menu Bahasa Inggris, Jerman, Arab, Jepang dan Korea. Jadi cafe ini seperti duo lingua di SMKN 4 Payakumbuh, konsumennya diharapkan siswa dari berbagai sekolah di Payakumbuh dan Sumbar, dan tidak tertutup juga kemungkinan bagi guru atau masyarakat umum yang ingin mendalami bahasa asing di cafe kita," jelasnya.


Terakhir, Aizur menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi dan DPRD Sumbar atas dukungan dan perhatian yang luar biasa terhadap pendidikan khususnya kepada SMKN 4 Payakumbuh. Karena tanpa dukungan yang kuat dari itu, tentulah kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik.


"Semoga alumni kita ini sukses membawa nama baik Sumatera Barat dan bangsa Indonesia di Eropa, kelak kita berharap akan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka ke depan," pungkasnya. (FS)

Payakumbuh – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan literasi dan pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan (DPK) Kota Payakumbuh menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial di Bukik Sibaluik, Selasa dan Rabu, (25-26/7/2023).

Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Kadis DPK Prima Yanuarita dihadiri oleh Sekretaris DPK Joni datuak Indo Marajo dan Kabid Perpustakaan Irwandi Darmawan bersama narasumber Sesmi Anggia beserta seluruh peserta dari perwakilan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan masyarakat di Kelurahan Se Kota Payakumbuh.

Pada sambutannya, Kepala Dinas DPK Prima Yanuarita menyampaikan, Perpustakaan melakukan Sosialisasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosialisasi untuk meningkatkan literasi dan pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat.

“Dengan melaksanakan sosialisasi Inklusi Sosial ini, kita Inginnya pelatihan merangkai bunga ini dapat meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat serta sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ektrem yang digalakkan oleh Pj. Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda, “terangnya.

Lebih lanjut Kadis DPK menyampaikan, nanti setelah selesai pelatihan ini diharapkan peserta bisa menerapkannya di tempat TBM ataupun di lingkungan masyarakat sekitarnya.

“Kita berharap, setelah pelatihan ini peserta dapat menerapkannya di daerah kita masing-masing, “harapnya. (Rel/FS)

 

Payakumbuh – Anggota DPRD Kota Payakumbuh YB. Dt. Parmato Alam yang juga ketua DPD LPM Kota Payakumbuh menghadiri dan menyambut kedatangan tim penilai LPM berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Rombongan yang dipimpin oleh Quartita Evari Hamdiana, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa prov sumbar itu akan melakukan penilaian lapangan di LPM Kelurahan Tiakar.

“Selamat datang kepada tim penilai, harapan kita LPM Tiakar bisa menjadi LPM terbaik di Sumbar dengan berbagai keunggulannya,” kata YB. Dt. Parmato Alam saat penilaian LPM berprestasi di Kelurahan Tiakar, Rabu (26/07/2023).

Dia menyebut, sebelumnya DPD LPM Kota Payakumbuh bersama pemko telah melaksankan tahapan penilaian LPM mulai dari tingkat kecamatan dan selanjutnya penilaian tingkat kota.

“Dari rangkaian penilaian itu, LPM Tiakar inilah yang menjadi LPM terbaik di Payakumbuh,” ucapnya.

“Selain itu, kami selalu mendorong setiap LPM selaku wadah yang strategis untuk memberikan pemberdayaan untuk masyarakat,” tambahnya.

Anggota DPRD Kota Payakumbuh itu menjelaskan, kenapa LPM Tiakar menjadi yang terbaik? Karena ada 17 keunggulan yang lahir dari pemberdayaan masyarakat di Tiakar ini.

Diantaranya: Tiakar bersih narkoba, Swadaya 4 Milyar Masjid Al Mubarok dan Al Hikmah, satkamling Tiakar, kampung tangguh inflasi, Tiakar sadar literasi, Tiakar tolak stunting, konsultasi hukum gratis, Tiakar reaksi cepat, kolaborasi denhan Batalyon 131/BRS, posyandu remaja, Tiakar bapalanta nagori, Tiakar peduli, kampung tanpa rokok, pemuda Tiakar bangkit, Tiakar bina UKM dan launcing buku Tiakar dari masa ke masa.

“Alhamdulillah, keunggulan LPM Tiakar ini sebagian besar berasal dari pemberdayaan dan kemauan masyaralat untuk maju,” ucapnya.

“Mudah-mudahan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita di Payakumbuh kedepannya,” pungkasnya. (FS)



Padang-Maklumatnews-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sapi bunting di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sumatera Barat (Sumbar).



Penyidik Kejati Sumbar setelah diperiksa secara marathon sore sekira pukul 17.30 WIB langsung melakukan penahanan badan dan ketiga tersangka dibawa ke Rutan Anak Aia, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (25/7/2023).


Diketahui, sebelumnya Kejati Sumbar pada 14 Juli 2023 telah menetapkan 3 tersangka yang masing-masing berinisial DM sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), WI sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan AAP sebagai Direktur CV. EDE.


Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar Asnawi yang didampingi  Aspidsus Hadiman dan Kasidik Sumriadi menyebutkan, tiga tersangka baru tersebut masing-masing berinisial PRS sebagai Direktur CV. PRD, WI sebagai Direktur CV. LG dan AIA sebagai Direktur CV. A.


Asnawi menambahkan, masing-masing tersangka tersebut merupakan perusahaan rekanan.


“Saya menyatakan tetap terus melakukan penyelidikan terhadap pengembangan pada kasus ini dan yang bersangkutan telah hadir, yang sebelumnya ditetapkan tersangka pada hari ini dan langsung kita lakukan penahanan,” ujarnya.


Asnawi menambahkan, penahanan dilakukan mengingat memperlancar penyidikan perkara dikarenakan adanya kekhawatiran tersangka melarikan diri.


“Kemudian merusak atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana, serta ketentuan yang disangkakan terhadap tersangka memiliki ancaman hukuman di atas 5 tahun,” kata Asnawi.


Asnawi menyebutkan, untuk tersangka PRS dilakukan penahanan di Lapas Kelas IIB Padang dan tersangka WI dan AIA di Rutan Kelas IIB Padang untuk 20 hari ke depan.


Masih kata Asnawi, berdasarkan perhitungan kerugian negara oleh auditor internal di Kejati Sumbar ditemukan kerugian negara sebesar Rp 7.365.458.205 miliar dari nilai kontrak Rp 35.017.340.000.


“Para tersangka disangka melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” kata dia.


Terkait ancaman pidananya, berdasarkan pasal 2 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.


Kemudian, pasal 3 dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp1 miliar.(***)

 


Foto : Ember warga yang berjejer menunggu mobil Air Pamtigo datang.

Payakumbuh --- Masyarakat Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang, khususnya warga RW 1, RW 3, dan sebagian wilayah lainnya mengeluhkan kurangnya pasokan air bersih yang mengalir di kran mereka, hanya di waktu tertentu saja kran hidup, seperti waktu malam.


Hal ini terlihat saat mobil operasional Perusahaan Air Minum Tirta Sago Kota Payakumbuh datang ke kelurahan untuk mengisi ember penampung warga yang telah antre sejak Rabu (26/7) siang.


"Kran kami banyak angin pado aianyo," kata salah satu warga seloroh saat diwawancara wartawan.


Warga lainnya juga menyampaikan ada keluarga yang akan menggelar pesta pernikahan, bila air tak juga kunjung hidup, maka baralek itu dikhawatirkan terkendala krisis air.


Ada pula warga yang menyebut selama ini belum pernah sejarahnya di Nagari Aua Kuniang kekurangan air seperti ini, padahal mata airnya dekat dengan kawasan nagari tersebut.


Krisis air yang terjadi di beberapa wilayah Kota Payakumbuh ini, juga pernah diungkapkan oleh dua tokoh masyarakat, Toa Libra dan Refidon yang juga menyuarakan keluhan warga di Koto Baru, Payakumbuh Timur dan Balai Baru, Payakumbuh Utara.

Di lain sisi, informasi diterima media dari pihak PAMTIGO, malam ini akan dilaksanakan perbaikan untuk membenahi permasalahan tersebut. (FS)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.