Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama

Prosesi Ma'anta Syarat Ka Guru, Tradisi Silat Yang Tetap Dilestarikan

Prosesi Ma'anta Syarat Ka Guru, Tradisi Silat Yang Tetap Dilestarikan
Maklumatnews, (TD) "Saya mewakili seluruh masyarakat Tanah Datar menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena tradisi maanta syarat ka guru bagi anak-anak yang akan belajar silat disini masih tetap dijalankan".

Hal itu disampaikan bupati Tanah Datar Eka Putra saat menghadiri prosesi Ma'anta Syarat ka Guru anak nagari baraja Silek Harimau di Medan Bapaneh Mahakarya Kapalo Koto jorong Gurun nagari Gurun kecamatan Sungai Tarab, Minggu (2/2). 

"Hal ini membuktikan bahwa pak Datuak Febby begitu sangat mencintai budaya kita dan kegiatan ini juga sejalan dengan program Satu Nagari Satu Event yang mana bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya masyarakat dan salah satunya adalah silat," kata bupati Eka Putra.

"Untuk itu, atas nama Pemerintahan Daerah kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih khususnya kepada pimpinan FDB Institut yang masih mempertahankan dan menjalankan tradisi masyarakat yang sudah ada dari dulunya". 

"Tradisi ini juga bisa menjadi salah satu paket wisata dimana para wisatawan yang datang kita suguhkan permainan silek harimau sekaligus makan bajamba, yang tentu akan mendukung dan memajukan ekonomi masyarakat sekitar melalui UMKM yang ada, karena paket wisata seperti ini tentu ada sejumlah biaya yang harus dibayarkan oleh para wisatawan yang datang," urainya lagi.

Sebelumnya pimpinan FDB Institut Febby Dt. Bangso menyampaikan bahwa kegiatan silek seperti yang dilaksanakan di Medan nan Bapaneh Mahakarya Kapalo Koto ini sangat diminati terutama oleh anak-anak yang masih di usia sekolah. 

"Alhamdulillah, kegiatan silek dan kesenian seperti ini sangat diminati anak-anak, artinya anak-anak kita butuh panggung dan juga tempat untuk mereka menyalurkan bakatnya dan kami disini mencoba untuk memfasilitasinya dengan mengajarkan kepada mereka silek, alua pasambahan dan juga kesenian tradisional lainnya," sampai Febby Dt. Bangso. 

"Ini adalah bagian dari ikhtiar kita sebagai masyarakat agar anak-anak generasi muda yang ada di kampung bisa mempelai adat dan budaya kita sebagai orang Minangkabau. Mudah-mudahan ke depannya apa yang kami lakukan disini bisa menjadi gerakan bersama, tentunya partisipatif masyarakat menjadi sangat penting," ujarnya. 

Febby Dt. Bangso juga mengatakan bahwasanya menurut tradisi lama, anak-anak yang akan belajar silek maupun mengaji adalah tanggungjawab Mamaknya (paman) untuk mencarikan guru dan sekaligus menyediakan syaratnya. 

Lebih jauh Febby Dt. Bangso juga menjelaskan bahwa dalam satu hari anak-anak latihan di medan nan Bapaneh Mahakarya Kapalo Koto menghabiskan waktu setidaknya selama 3 sampai 4 jam. Dan selama itu anak-anak tidak memegang handphone. 

Dalam satu minggu anak-anak latihan disini sebanyak 3 hari, jadi kalau dihitung-hitung satu minggu bisa mengurangi anak-anak memegang handphone selama 10 sampai 12 jam, tentunya hal semacam ini sangat bagus untuk perkembangan mereka," pungkasnya.

Pada kesempatan itu juga hadir Guru Gadang Silek Harimau Edwel Yusri Dt. Gampo Alam, Camat Sungai Tarab beserta forkopimca, anggota DPRD Dharmasraya, orang tua murid dan undangan lainnya. (Pinos/rls)

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.