Latest Post



Padang – Pasar Raya akan bersolek di tahun 2026 ini. Rencananya, kawasan air mancur akan disulap menjadi “Time Square” (persimpangan jalan ikonik) seperti di New York, Amerika Serikat.

Rencana penataan kawasan Pasar Raya itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, Senin (26/1/2026). Menurutnya, di kawasan Air Mancur akan dibangun sejumlah bangunan yang akan menarik kunjungan wisatawan maupun pembeli.

“Kita akan ubah wajah Pasar Raya sehingga nanti banyak yang tertarik ke sana, karena ada yang dikunjungi,” ucap Tri Hadiyanto kepada awak Diskominfo Padang.

Tri mengatakan, khusus di Air Mancur akan dikembalikan ke konsep lama. Di mana di lokasi itu ada jam gadang dengan air mancur yang estetik.

Selain itu juga ada sentuhan baru di persimpangan jalan yang menghubungkan antara jalan M. Yamin, Hiligoo dan Jalan Pasar Raya. Di lokasi ini akan dibangun plaza bertingkat. Plaza itu berdiri di bekas kapal kuliner. Sementara tepat di dekat plaza itu nantinya dipasang videotron ukuran besar yang menempel ke dinding bangunan.

“Tentunya dengan adanya ‘Time Square’ ini akan banyak masyarakat yang bermain dan belanja ke Pasar Raya Padang,” kata Tri.

Selain memperindah kawasan persimpangan itu, Dinas PUPR juga akan membangun jembatan penyeberangan. Jembatan itu akan menghubungkan Fase 7 dengan bangunan sebelahnya.

Tidak itu saja. Di tahun ini juga akan dilakukan perbaikan terhadap drainase, trotoar dan jalan di kawasan Pasar Raya Padang. Mulai dari Jalan Permindo, Jalan Hiligoo, termasuk di Jalan Sandang Pangan.

“Jalan Sandang Pangan akan kita overlay, trotoar dibenahi, dan jalan dibuat dua jalur,” ungkap Tri.

Penataan kawasan Pasar Raya Padang ini merupakan tindak lanjut dari program unggulan wali kota. Saat ini proses tender sedang berlangsung. DIperkirakan pengerjaan kawasan ini dilakukan setelah lebaran nanti.(Charlie)



Padang  - Pemerintah Kota Padang mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Pendataan Bantuan Pascabanjir Bandang secara daring di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (23/1/2026). Di rapat itu ditegaskan urgensi validasi data agar bantuan perumahan, isi hunian, dan jaminan hidup (Jadup) dapat segera disalurkan secara tepat sasaran. 

Rapat diikuti Asisten I Tarmizi Ismail, Asisten III Corri Saidan, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton serta sejumlah kepala OPD. Rapat yang diinisiasi oleh Ditjen Otoda Kemendagri itu berlangsung hangat. 

Di rapat itu, Pemerintah pusat memberlakukan alur verifikasi berlapis untuk menjamin akurasi data. Proses dimulai dari Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah, pemadanan data identitas melalui BPS dan Dukcapil, hingga validasi lapangan.

Pemerintah pusat memberikan tenggat waktu pengumpulan data terverifikasi paling lambat Jumat (23/01/2026) pukul 17.00 WIB. 

Sementara itu,  berdasarkan update data kerusakan Kota Padang, terjadi penyusutan angka yang signifikan setelah dilakukan verifikasi lapangan menggunakan standar pengkajian hitung cepat pasca bencana (Jitupasna). 

Di Kota Padang, dari 6.423 kejadian yang dilaporkan, hanya 822 unit rumah yang dinyatakan masuk kategori rusak. Rinciannya yakni 136 rumah hanyut, 422 rusak berat, 112 rusak sedang, dan 212 rusak ringan. Sementara, sebanyak 5.541 kejadian lainnya dinyatakan tidak masuk kategori penerima bantuan pusat.

"Saat ini kita tengah melakukan tahap uji publik yang dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu pagi esok untuk memastikan transparansi data sebelum disahkan," jelas Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton.(Defrianto / Charlie)



Padang — Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Sumatera Barat menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Masyarakat Kota Padang, Jumat (23/1/2026). Kegiatan dengan tema “Peran Strategis Orang Tua dalam Menanamkan Nilai-nilai HAM Sejak Dini”, itu dilaksanakan di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang. 

Kegiatan tersebut dibuka Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Feri Mulyani Hamid. Nampak hadir sejumlah undangan yakni para orang tua dan wali murid tingkat SD dan SMP se-Kota Padang. 

Feri Mulyani menegaskan bahwa pendidikan HAM berbasis keluarga merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi berkarakter dan beretika. 

“Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa pendidikan HAM berbasis keluarga adalah fondasi penting dalam membangun generasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sesuai jati diri bangsa,” ujarnya. 

Ia juga menekankan peran strategis orang tua sebagai pendidik sekaligus teladan utama bagi anak. 

"Penanaman nilai HAM sejak dini dapat dimulai dari hal sederhana, seperti saling menghargai, menghormati perbedaan, menegakkan keadilan dalam keluarga, serta membiasakan musyawarah dan empati dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenham RI Kanwil Sumbar, Dewi Nofyenti, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar orang tua mampu membimbing anak-anak memahami hak dan kewajibannya sejak dini. 

"Ketika anak memahami haknya dan hak orang lain, mereka akan lebih menghargai sesama serta terhindar dari perilaku negatif seperti perundungan atau kekerasan di sekolah,” jelasnya. 

Menurut Dewi, keluarga tetap menjadi pondasi utama pembentukan karakter anak. 

“Sekolah adalah rumah kedua, namun peran orang tua di rumah adalah kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai HAM,” tutupnya.(Viqi / Charlie)



‎JAKARTA – Mengawali tahun 2026, Bank Nagari kembali menegaskan dominasinya dalam industri perbankan syariah nasional. Bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini sukses memboyong dua penghargaan prestisius sekaligus dalam ajang bergengsi 6th Anniversary Indonesia 20 Top Syariah Awards 2026 dan 6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards 2026.

‎Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, pada Kamis (22/1) di Auditorium Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta. Raihan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan nyata atas konsistensi Bank Nagari dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang unggul dan berkelanjutan.

‎Kinerja Tak Tertandingi: Pemimpin di Kelas BPD

‎Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari kini resmi menyandang predikat sebagai yang terbaik di antara UUS Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia. Prestasi ini didukung oleh data kinerja yang sangat impresif:

‎Dominasi Aset: UUS Bank Nagari mencatatkan pangsa aset tertinggi terhadap induk usaha mencapai 19,31 persen.

‎Profitabilitas Tinggi: Membukukan laba (unaudited) sebesar Rp224,6 miliar, angka tertinggi dibandingkan UUS BPD lainnya di tanah air.

‎Kontributor Strategis: Capaian ini menjadikan UUS Bank Nagari sebagai motor penggerak ekonomi syariah daerah yang solid dan kontributor signifikan bagi performa keuangan induk perusahaan.

‎Kepemimpinan Visioner di Balik Kesuksesan

‎Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin Gusti Candra. Melalui parameter penilaian yang ketat mencakup Popularity, Competency, Crisis Leadership, hingga Personality, ia dinobatkan sebagai salah satu Best CEO Syariah 2026.

‎"Prestasi ini adalah bukti bahwa Bank Nagari Syariah terus berjaya. Terima kasih atas dukungan pemegang saham, nasabah, mitra kerja, serta seluruh pegawai. Ini adalah pertanda rida Allah terhadap konsep syariah yang kami jalankan dengan konsisten," ujar Gusti Candra dengan penuh optimisme.

‎Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan

‎Keunggulan Bank Nagari Syariah berakar pada strategi bisnis yang terukur, antara lain:

‎Penguatan Pembiayaan Sektor Produktif: Mendorong roda ekonomi lokal agar terus berputar.

‎Optimalisasi Dana Pihak Ketiga (DPK): Membangun kepercayaan masyarakat melalui produk simpanan berbasis syariah yang kompetitif.

‎Digitalisasi Layanan: Memastikan akses perbankan syariah yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

‎Menatap Masa Depan

‎Dengan raihan dua penghargaan dari The Iconomics Research ini, Bank Nagari tidak hanya sekadar bertahan, tetapi terus bertransformasi menjadi inspirasi bagi industri perbankan nasional. Bank Nagari membuktikan bahwa nilai-nilai syariah yang dikelola dengan profesionalisme tinggi mampu menghasilkan kinerja bisnis yang melampaui ekspektasi.(SRP)

 ‎

‎PADANG – Pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 lalu, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang menunjukkan progres pemulihan yang signifikan. Hingga Jumat (23/1/2026), tingkat pelayanan distribusi air bersih dilaporkan telah menyentuh angka 99 persen, mendekati kondisi normal sepenuhnya.
‎Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa krisis tersebut merupakan salah satu tantangan operasional terbesar dalam sejarah perusahaan. Pada puncak bencana, hampir 90 persen wilayah layanan terdampak akibat kerusakan infrastruktur pipa dan penurunan drastis kualitas air baku.
‎Akselerasi Pemulihan dan Solusi Teknis Melalui manajemen krisis yang terukur, Perumda AM berhasil memulihkan 77 persen layanan hanya dalam waktu satu minggu pertama. Fokus utama diarahkan pada fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan kawasan padat penduduk guna menjaga stabilitas sanitasi masyarakat.
‎Meskipun wilayah selatan telah pulih total, Hendra mengakui masih terdapat tantangan teknis di wilayah utara dan pusat kota. Kerusakan pipa berat di empat kompleks perumahan serta tingginya kadar sedimen (kekeruhan) pada air baku di transmisi Gunung Pangilun menjadi hambatan utama dalam mencapai kapasitas produksi ideal 500 liter per detik.
‎"Kami mengedepankan prinsip safety first. Produksi tidak akan dipaksakan jika standar keamanan dan kualitas air belum terpenuhi, meskipun infrastruktur sudah mulai stabil," tegas Hendra.
‎Komitmen Kemanusiaan dan Mitigasi Kemarau Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Perumda AM telah mendistribusikan sedikitnya 27 juta liter air bersih secara gratis melalui armada mobil tangki dan unit penampungan (tedmon) di titik-titik kritis. Langkah ini didukung oleh kolaborasi lintas sektoral, termasuk bantuan dari Politeknik Negeri Padang.
‎Menghadapi transisi ke musim kemarau, Perumda AM kini mulai menyiagakan pompa cadangan untuk mengantisipasi penurunan debit air baku. Hendra juga menghimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hemat air serta menjaga kelestarian lingkungan sungai sebagai sumber utama air baku kota.



Padang– Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyatakan komitmennya untuk ikut mengawal secara intensif proses pembebasan lahan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dan Tol Padang-Sicincin. 

Hal tersebut ditegaskan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta konsinyering isu pembebasan lahan di Hotel Santika Padang, Jumat (23/1/2026).

Rapat strategis ini secara khusus membahas percepatan pengadaan 23 bidang lahan untuk Fly Over Sitinjau Lauik, termasuk penanganan khusus pada area sempadan sungai yang menjadi isu krusial agar tidak menghambat pelaksanaan konstruksi di lapangan.

Dalam arahannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, memberikan penekanan serius mengenai perlunya kesamaan visi antar-instansi demi kelancaran Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. "Pentingnya sinergi lintas sektor. Saya meminta seluruh pihak menghindari ego sektoral sehingga proses pembebasan lahan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran," tegas Muhibuddin.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Raymundus Nggajo, memaparkan bahwa proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) ini memerlukan gerak cepat dalam verifikasi dokumen. "Lakukan pengecekan berkas per bidang lahan, pastikan kelengkapan dokumen, lakukan paraf dan verifikasi bersama Satgas, serta proses segera data yang telah dinyatakan lengkap tanpa penundaan," ujar Raymundus.

Menanggapi instruksi tersebut, Pj Sekda Kota Padang, Raju Minropa, memastikan bahwa Pemerintah Kota Padang akan berdiri sebagai garda terdepan dalam mendukung kelancaran administrasi di tingkat daerah. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah kota akan bekerja ekstra untuk memastikan proyek ini tidak terhambat oleh kendala lahan.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Wawako, Pemerintah Kota Padang akan terus mengawal proses ini secara intensif, agar PSN yang berada di Kota Padang bisa berlangsung dengan baik,” kata Raju Minropa. (Taufik)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.