Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama



‎Padang - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sampai saat ini masih melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat. Antrean panjang kendaraan di SPBU hingga memicu kemacetan membuat aparat kepolisian turun tangan melakukan pengawasan ketat.
‎Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumbar menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Kota Padang secara maraton selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu (21–23 Mei 2026).
‎Sidak tersebut dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan. Dalam kegiatan itu, petugas menemukan sejumlah kendaraan yang diduga melakukan praktik “lansir” BBM subsidi.
‎Tidak tanggung-tanggung, dalam sidak tersebut petugas mendapati kendaraan yang telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas tidak standar.
‎Selain itu, ditemukan pula kendaraan dengan pelat nomor yang diduga dapat diganti-ganti untuk melakukan pengisian solar subsidi berulang kali di beberapa SPBU.
‎"Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik penyelewengan distribusi BBM subsidi sehingga terjadinya kelangkaan BBM tersebut, ujar Kombes Pol Andry.
‎Selain memeriksa kendaraan, petugas juga memberikan teguran keras kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pengisian BBM subsidi melebihi kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
‎Kombes Pol Andry Kurniawan mengatakan kelangkaan BBM subsidi berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, terutama para sopir truk, bus angkutan, hingga pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
‎“Kelangkaan ini sangat dirasakan masyarakat. Antrean panjang terjadi di banyak SPBU dan menyebabkan kemacetan di sejumlah titik,” ujarnya.
‎Kemudian, lanjut Andry, di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan BBM subsidi, muncul dugaan kuat bahwa BBM tersebut justru mengalir ke aktivitas tambang emas ilegal atau Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih marak di sejumlah wilayah Sumbar.
‎Aktivitas PETI tersebut, menurut Kombes Pol Andry, membutuhkan pasokan BBM dalam jumlah besar untuk mengoperasikan mesin dan alat tambang.
‎"Kondisi itu diduga menjadi salah satu pemicu tersendatnya distribusi BBM subsidi bagi masyarakat umum," ujarnya.
‎Akibatnya, antrean kendaraan di SPBU semakin panjang setiap harinya. Banyak sopir terpaksa mengantre berjam-jam demi mendapatkan solar subsidi, sementara aktivitas transportasi dan distribusi barang ikut terganggu.
‎Kombes Pol Andry Kurniawan menegaskan, Polda Sumbar akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap praktik penyalahgunaan BBM subsidi dari hulu ke hilir agar distribusinya benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan ilegal.(**)




PADANG — Tantangan dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Sumatera Barat ke depan dirasakan kian berat. Maraknya peredaran narkotika, fenomena perilaku menyimpang, hingga tingginya angka perceraian menjadi "lampu kuning" yang memerlukan penanganan serius dari semua pihak.

Merespons kondisi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan komitmen penuhnya untuk memperkuat peran lembaga adat di Sumbar, khususnya organisasi Bundo Kanduang. Langkah konkret yang disiapkan adalah dengan mendorong penguatan anggaran secara berkelanjutan setiap tahunnya demi meningkatkan kualitas keilmuan dan keahlian (skill) para pengurus adat.

Penegasan tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bundo Kanduang Angkatan II yang diikuti oleh ratusan peserta di salah satu hotel di Kota Padang, Sabtu (17/5).

"Ke depan, kita akan mengupayakan agar seluruh lembaga adat mendapatkan porsi anggaran setiap tahun. Hal ini tentunya bertujuan untuk peningkatan kualitas, baik secara keilmuan maupun keahlian (skill). Kita harus bergerak bersama melahirkan generasi masa depan yang berkualitas," ujar Muhidi di hadapan ratusan pasang mata peserta Bimtek.

Sebagai Ketua DPRD Sumbar, Muhidi menyatakan siap menggandeng erat Bundo Kanduang sebagai mitra strategis dalam membentengi masyarakat dari dampak negatif kemajuan zaman. "Sekarsng musuh bersama kita adalah narkoba, LGBT, hingga tantangan negatif dari kemajuan teknologi. Bundo Kanduang harus mengambil andil besar dalam mewujudkan generasi yang berdaya saing," tegasnya optimis.

Butuh Payung Hukum Resmi

Komitmen yang disuarakan Ketua DPRD Sumbar ini disambut hangat oleh jajaran pengurus Bundo Kanduang. Namun, di sisi lain, organisasi perempuan adat ini juga menyampaikan aspirasi terkait mendesaknya kebutuhan regulasi atau Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur peran mereka secara legal formal.

Selama ini, tanpa adanya legalitas hukum yang kuat, peran Bundo Kanduang dinilai belum optimal dan cenderung terbatas pada lingkup keluarga masing-masing. Padahal, dengan adanya payung hukum resmi, Bundo Kanduang memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk masuk ke instansi pendidikan (sekolah) serta memberikan program penyuluhan pranikah bagi calon pengantin.

Langkah preventif ini dirasa kian krusial mengingat tren angka perceraian di Sumatera Barat yang belakangan terus melonjak. Berdasarkan data dan penelitian lapangan, tren kasus perceraian tersebut kini justru didominasi oleh gugatan yang diajukan dari pihak perempuan.

Mendengar aspirasi tersebut, Muhidi memastikan bahwa pintu DPRD Sumbar selalu terbuka lebar untuk membahas kebutuhan regulasi yang mampu memperkuat posisi Bundo Kanduang di tengah masyarakat. Di akhir penyampaiannya, ia berpesan agar para pengurus Bundo Kanduang tidak patah semangat dan terus optimis demi masa depan ranah Minang yang madani.(SRP)




Padang - Perumda Air Minum Kota Padang mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh pelanggan menyusul tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kota Padang dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak langsung terhadap kualitas sumber air baku di sejumlah intake pengolahan air milik perusahaan daerah tersebut.

Meningkatnya debit sungai akibat hujan lebat menyebabkan tingkat kekeruhan air di bagian hulu mengalami lonjakan signifikan. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi proses produksi air bersih karena instalasi pengolahan harus bekerja lebih ekstra untuk menjaga kualitas air tetap sesuai standar sebelum didistribusikan ke pelanggan.

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, manajemen Perumda AM Kota Padang meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus melakukan langkah antisipasi mandiri guna mengurangi dampak apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan distribusi air bersih.

Kasubag Humas Adhie Zein menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem saat ini harus menjadi perhatian bersama, baik oleh pihak perusahaan maupun masyarakat sebagai pelanggan.

“Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan air sungai di hulu menjadi keruh dan membawa material lumpur dalam jumlah besar. Kondisi ini tentu mempengaruhi proses pengolahan air di instalasi kami. Karena itu kami mengimbau pelanggan untuk mulai menampung air selagi aliran masih normal dan menggunakan air secara bijak,” ujar Adhie Zein.

Menurutnya, langkah sederhana seperti menyediakan cadangan air di rumah sangat penting dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan sementara yang dapat terjadi kapan saja akibat faktor alam.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan air secara berlebihan selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung. Penggunaan air secara hemat dinilai dapat membantu menjaga ketersediaan distribusi bagi seluruh pelanggan di berbagai wilayah pelayanan.

“Gunakan air untuk kebutuhan yang benar-benar prioritas seperti memasak, mandi, dan kebutuhan pokok rumah tangga lainnya. Dengan pola penggunaan yang bijak, maka cadangan air yang dimiliki masyarakat bisa bertahan lebih lama apabila terjadi kendala distribusi,” tambahnya.

Meski menghadapi tantangan tingginya kekeruhan air baku, Perumda AM Kota Padang memastikan seluruh tim teknis tetap bersiaga penuh di lapangan. Petugas terus melakukan pemantauan kondisi intake, jaringan perpipaan, hingga proses produksi di instalasi pengolahan air guna memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan semaksimal mungkin.

Selain itu, koordinasi internal juga terus ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan lebih besar apabila intensitas hujan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Adhie Zein menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kontinuitas pelayanan di tengah situasi cuaca yang cukup ekstrem saat ini. Namun demikian, ia meminta masyarakat dapat memahami bahwa faktor alam menjadi tantangan utama yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan.

“Kami terus berupaya maksimal agar distribusi air tetap berjalan. Namun kami juga berharap pelanggan memahami bahwa kondisi alam saat ini cukup berat. Untuk itu kami mengajak masyarakat bersama-sama melakukan langkah antisipasi agar dampaknya bisa diminimalkan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi resmi yang disampaikan melalui media sosial maupun kanal komunikasi resmi Perumda AM Kota Padang terkait perkembangan kondisi distribusi air di masing-masing wilayah pelayanan.

Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Kota Padang, Perumda AM berharap kesadaran masyarakat dalam menghemat dan menyiapkan cadangan air dapat menjadi langkah bersama dalam menghadapi situasi ini, sehingga kebutuhan air bersih warga tetap dapat terpenuhi dengan baik.



Padang — Distribusi air bersih Perumda Air Minum Kota Padang ke sejumlah kawasan mengalami gangguan menyusul ditemukannya kebocoran pipa utama berjenis DN 200 PVC di kawasan Jawa Gadut, Koto Luar Kapalo Koto, Selasa (12/5/2026). Kebocoran tersebut berdampak langsung terhadap penyaluran air ke beberapa wilayah pelanggan, terutama di daerah Koto Luar, Sei Balang, Bandar Buat hingga Kehakiman.

Pihak Perumda Air Minum Kota Padang bergerak cepat melakukan penanganan begitu laporan kebocoran diterima. Tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan identifikasi titik kerusakan sekaligus proses perbaikan agar distribusi air dapat segera kembali normal.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein mengatakan, kebocoran terjadi pada jaringan pipa distribusi utama yang memiliki peranan penting dalam mengalirkan suplai air ke sejumlah kawasan permukiman padat penduduk.

“Begitu kebocoran ditemukan, petugas langsung melakukan isolasi aliran dan pengerjaan perbaikan di lapangan. Kami berupaya semaksimal mungkin agar gangguan ini tidak berlangsung lama,” ujar Adhie Zein.

Ia menjelaskan, selama proses pengerjaan berlangsung, tekanan air kepada pelanggan akan mengalami penurunan bahkan penghentian sementara di beberapa titik terdampak. Karena itu masyarakat diminta untuk melakukan penghematan penggunaan air dan menampung air secukupnya selama proses normalisasi berlangsung.

Menurut Adhie, kondisi cuaca belakangan ini juga menjadi perhatian serius pihak Perumda. Intensitas hujan yang tinggi berpotensi memperparah gangguan distribusi air, terutama apabila terjadi longsoran tanah, genangan maupun pergeseran pipa di sejumlah titik rawan.

“Potensi hujan lebat perlu diwaspadai bersama. Selain dapat menghambat pekerjaan teknis di lapangan, curah hujan tinggi juga berisiko memicu gangguan baru pada jaringan perpipaan. Karena itu kami menyiagakan personel untuk mengantisipasi kondisi darurat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebutuhan air bersih masyarakat merupakan prioritas utama sehingga pihaknya terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap jaringan distribusi, terutama pada wilayah yang rawan mengalami gangguan saat cuaca ekstrem.

“Kami memahami air merupakan kebutuhan vital masyarakat. Karena itu kami tidak hanya fokus memperbaiki kebocoran, tetapi juga memastikan sistem distribusi tetap aman dan stabil di tengah cuaca yang tidak menentu,” katanya.

Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi Perumda.

Sementara itu, warga di kawasan terdampak berharap proses perbaikan dapat segera rampung sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu terlalu lama. Pasokan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk kebutuhan rumah tangga, ibadah hingga aktivitas usaha kecil.

Hingga kini, petugas masih berjibaku di lapangan untuk mempercepat proses penormalan distribusi air ke seluruh pelanggan terdampak.



PADANG — Di tengah riuhnya prosesi Wisuda II Universitas Andalas (Unand) 2026, Sabtu (9/5), ada sebuah momen yang terasa lebih dari sekadar seremoni akademik. Di Auditorium Unand yang khidmat, Davi Ahmad Zhillal melangkah maju, bukan hanya untuk menjemput ijazah Sarjana Kedokteran (S.Ked), melainkan untuk mengukuhkan sebuah estafet intelektual yang telah lama mengakar di keluarganya.

Davi, putra kedua dari Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, seolah sedang menegaskan sebuah pepatah lama: buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Namun, di balik nama besar sang ayah yang merupakan tokoh sentral dunia kesehatan di Sumatera Barat, ada jejak ketekunan personal yang Davi bangun di lorong-lorong Fakultas Kedokteran Unand.

Jejak Prestasi Sang Kakak

Keberhasilan Davi menuntaskan studi di Fakultas Kedokteran (FK) Unand seolah mempertegas tradisi intelektual yang mengakar kuat di keluarganya. Langkah Davi ini mengikuti jejak gemilang sang kakak, Shafana Vinda Shabira, yang pada tahun 2024 lalu berhasil mengukuhkan diri sebagai lulusan terbaik profesi dokter di fakultas yang sama.

Keberhasilan beruntun kakak-beradik ini menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian dan standar akademik yang tinggi mengalir kuat dalam garis keturunan mereka. Di bawah bimbingan sang ayah, yang merupakan tokoh sentral dunia kesehatan di Sumatera Barat, Davi kini bersiap meneruskan tongkat estafet pengabdian tersebut.

Tradisi Kedisiplinan di Balik Jubah Toga

Bagi keluarga Dovy Djanas, kelulusan Davi adalah momen refleksi. Mengenakan toga kebanggaannya, Davi tampak mewarisi ketenangan dan aura dedikasi sang ayah. Kehadiran keluarga inti di lokasi acara tidak hanya menjadi bentuk dukungan moral, tetapi juga simbolisasi penyerahan tongkat estafet pengabdian.

Di balik gelar S.Ked yang kini tersemat, tersimpan narasi tentang disiplin tingkat tinggi. Menjadi putra seorang praktisi medis papan atas tentu memberikan standar ekspektasi tersendiri, namun Davi membuktikan bahwa ia mampu menempuh jalannya dengan integritas akademik yang mandiri.

Lulus di Era Keemasan Unand

Langkah Davi menuju dunia profesional kesehatan terjadi di saat yang sangat tepat. Ia lulus ketika almamaternya, Universitas Andalas, sedang berada di puncak prestasi global. Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D, dalam orasinya menegaskan bahwa Unand kini telah bertransformasi menjadi institusi yang diperhitungkan secara internasional.

Capaian prestisius Unand yang melatari kelulusan Davi antara lain:

Reputasi Global: Menempati peringkat ke-8 nasional versi Times Higher Education (THE) 2025.

Interdisipliner: Masuk jajaran 201–250 besar dunia dalam kategori Interdisciplinary Science Ranking.

Legalitas Mutu: Mempertahankan Akreditasi "Unggul" dari BAN-PT hingga 2028.

Menembus Batas Digital dan Inklusivitas

Davi merupakan representasi dari generasi baru dokter yang lahir dari ekosistem digital. Ijazah dengan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan integrasi layanan MyUNAND bukan sekadar administrasi, melainkan bekal bahwa ia siap menghadapi digitalisasi layanan kesehatan masa depan.

Lebih dari itu, atmosfer inklusivitas yang dirasakan Davi selama kuliah—seperti terlihat dari kehadiran Juru Bahasa Isyarat bagi wisudawan disabilitas pada upacara tersebut—membentuk perspektif humanis yang krusial bagi seorang calon dokter. Ia lulus dari rahim pendidikan yang tidak hanya mengejar angka, tapi juga menghargai kesetaraan.

Menuju Fase Bakti

Gelar S.Ked hanyalah sebuah titik awal. Di depan Davi, terbentang jalan panjang menuju pengabdian medis yang sesungguhnya. Dengan bimbingan dan teladan dari Dr. Dovy Djanas, Davi Ahmad Zhillal kini bersiap melangkah lebih jauh.

Publik kini menanti, bagaimana langkah-langkah pasti Davi selanjutnya akan mewarnai wajah kesehatan Indonesia. Selamat berjuang, Davi! Dunia kesehatan memang menanti baktimu, namun hari ini, nikmatilah syukur atas satu janji yang telah tertunaikan.

Penulis: Tim Redaksi 



PADANG – Memasuki masa sidang ketiga tahun 2026, jajaran Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menunjukkan komitmen nyata dalam melayani konstituen. Melalui agenda reses maraton yang digelar mulai Jum'at -Selasa, 1 hingga 5 Mei 2026, para pimpinan legislatif turun langsung ke lapangan untuk memastikan suara masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam program kerja nyata.

Fokus utama dalam reses kali ini menyasar pada penguatan infrastruktur dasar, penanggulangan banjir, hingga pengembangan sarana keagamaan dan pendidikan di berbagai daerah pemilihan (Dapil).



Muharlion: Dorong Jalan Heler Jadi Jalur Evakuasi Strategis

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengawali kunjungannya di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah. Menyadari wilayah tersebut rawan genangan, Muharlion membawa visi besar terkait aksesibilitas warga. Ia mengusulkan optimalisasi Jalan Heler sebagai jalur alternatif sekaligus jalur evakuasi menuju Bypass Aia Pacah.

"Jika jembatan dan akses Jalan Heler kita tuntaskan, ini bukan sekadar mengurai kemacetan di Jalan DPR, tapi menjadi jalur penyelamatan yang efektif saat bencana," ujar Muharlion. Selain itu, ia memastikan berbagai usulan seperti betonisasi jalan lingkungan, dukungan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), dan pengadaan gedung PAUD mandiri akan dikawal melalui mekanisme APBD 2026 hingga 2027.


Mastilizal Aye: Hadirkan Solusi Teknis Tangani Banjir di Tabing Banda Gadang

Langkah proaktif ditunjukkan Wakil Ketua DPRD, Mastilizal Aye. Tak ingin sekadar berteori, saat menyambangi Perumahan Banda Gadang Permai di Kelurahan Tabing Banda Gadang, ia langsung memboyong tim teknis dari Dinas Perkim dan konsultan perencana.

"Warga sudah cukup menderita dengan banjir yang masuk ke rumah meski hujan hanya sebentar. Saya pastikan, akhir Juni ini pengerjaan drainase sudah harus dimulai," tegas Mastilizal. Sinergi ini juga diperkuat dengan aksi sosial dari PMI Kota Padang yang dipimpin Zulhardi Z. Latif dengan menyalurkan bantuan logistik bagi 60 KK terdampak banjir.


Osman Ayub: Wujudkan Janji, Perkuat Syiar Islam di Pasa Gadang

Sentuhan berbeda terlihat di Kelurahan Pasa Gadang, di mana Wakil Ketua DPRD Osman Ayub meninjau langsung realisasi dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) senilai Rp20 juta untuk renovasi Pondok Tahfiz Masjid Raya Pasa Gadang.

"Inilah bukti nyata bahwa janji kami saat Ramadan lalu telah terealisasi. Kami hadir untuk memastikan pendidikan karakter islami anak-anak kita memiliki fasilitas yang layak," kata Osman. Ia juga menyambut positif usulan pembangunan kanopi masjid demi melindungi struktur bangunan dari cuaca ekstrem, yang direncanakan masuk dalam anggaran perubahan mendatang.


Jupri: Prioritaskan Keselamatan dan Penerangan Jalan di Tanjung Saba

Di sisi lain kota, Wakil Ketua DPRD Jupri menyerap keresahan warga di Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Lubuk Begalung. Fokus utamanya adalah memperbaiki infrastruktur yang membahayakan keselamatan publik, seperti jalan berlubang dan matinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

"Kemanan warga di malam hari adalah prioritas. Masalah PJU dan drainase yang tersumbat ini segera kami koordinasikan dengan dinas terkait agar ada penanganan mendesak," ungkap Jupri di hadapan warga di Musala Nurul Yaqin.

Sinergi Menuju Padang yang Lebih Baik

Turunnya keempat pimpinan DPRD Kota Padang ini menegaskan bahwa legislatif bukan sekadar lembaga pembuat kebijakan, melainkan pelayan masyarakat yang responsif. Melalui pengawalan aspirasi yang ketat, DPRD Kota Padang berkomitmen menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan kebutuhan riil masyarakat guna menciptakan kota yang aman, nyaman, dan religius.

DPRD Kota Padang: Bekerja dengan Hati, Membangun dengan Aksi.

(adv)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.