PAD Samsat Sijunjung Tembus Rp30,91 Miliar, DPRD Sumbar Dorong Optimalisasi Pajak Air Permukaan dan Alat Berat



SIJUNJUNG -  UPTD Samsat Sijunjung mencatat kinerja gemilang sepanjang tahun 2025 dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp30,91 miliar atau 123,25 persen dari target Rp25,08 miliar. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, yang menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dan optimalisasi potensi pajak, khususnya Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Alat Berat (PAB), untuk menghadapi target PAD tahun 2026.

Hal itu disampaikan Muhidi saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD Samsat Sijunjung, Kamis (29/1). Ia menilai surplus pendapatan sebesar Rp5,83 miliar yang berhasil diraih merupakan indikator kinerja positif dan harus dijadikan pijakan untuk peningkatan yang berkelanjutan.

“Ke depan, UPTD Samsat Sijunjung bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung harus terus memperkuat kolaborasi agar seluruh potensi PAD, terutama dari Pajak Air Permukaan dan Pajak Alat Berat, dapat digarap secara maksimal,” tegas Muhidi
 
Menurutnya, pembaruan dan validasi data objek pajak menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pemungutan pajak. Data yang akurat, mulai dari pajak kendaraan bermotor hingga PAP dan PAB, akan mendorong optimalisasi pendapatan daerah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kasi Penagihan dan Penerimaan UPTD Samsat Sijunjung, Rio Satria, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil meraih peringkat kedua terbaik dalam pencapaian target perubahan pada tahun anggaran 2025. Seluruh jenis pajak yang menjadi kewenangan UPTD berhasil melampaui target yang ditetapkan.

Ia menjelaskan, sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan realisasi Rp13,38 miliar atau 168,29 persen dari target Rp7,95 miliar. Adapun Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tetap menunjukkan kinerja stabil dengan capaian Rp17,52 miliar atau 102,34 persen.

Capaian paling menonjol tercatat pada sektor Opsen BBNKB Kabupaten Sijunjung yang menembus realisasi 224,48 persen. Secara keseluruhan, total Opsen PKB dan BBNKB yang berhasil dihimpun mencapai Rp21,53 miliar.

Keberhasilan tersebut, lanjut Rio, tidak lepas dari penerapan strategi “Target Perubahan” sepanjang 2025 melalui transformasi layanan serta kemudahan akses bagi wajib pajak. Selain sektor kendaraan bermotor, UPTD Samsat Sijunjung juga terus mengoptimalkan penerimaan dari Pajak Air Permukaan dan Pajak Alat Berat. 

Pada sektor Pajak Air Permukaan, tercatat sembilan objek pajak aktif dengan rata-rata tagihan sebesar Rp3.820.200 per bulan. PDAM Tirta Sanjung Buana menjadi kontributor terbesar dengan rata-rata setoran Rp2.417.000 per bulan, disusul PT Sumatera Karya Agro dan PT Kemilau Permata Sawit.

Sementara itu, untuk Pajak Alat Berat, UPTD Samsat Sijunjung telah mendata tujuh unit alat berat jenis wheel loader milik tiga perusahaan besar, yakni PT Sumatera Karya Agro sebanyak dua unit, PT Sawit Makmur Perkasa tiga unit, serta PT Kemilau Permata Sawit dua unit. Dominasi alat berat keluaran tahun 2024–2025 menunjukkan adanya pertumbuhan investasi yang berpotensi meningkatkan penerimaan daerah dari sektor PAB pada tahun-tahun mendatang. 

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Daswanto, menilai capaian tersebut harus dijaga keberlanjutannya melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan sarana dan prasarana pelayanan yang memadai.

“Capaian PAD yang melampaui target ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Justru harus menjadi dasar untuk memperkuat sistem, menambah personel, dan memastikan sarana pendukung pelayanan Samsat benar-benar memadai,” ujarnya.

Ia menegaskan, Komisi III DPRD Sumbar akan terus mendorong penguatan peran UPTD Samsat, termasuk optimalisasi sektor Pajak Air Permukaan dan Pajak Alat Berat, karena memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

“Optimalisasi PAP dan PAB harus ditopang pendataan yang akurat serta koordinasi lintas pemerintah daerah agar potensi PAD dapat digarap secara maksimal dan berkelanjutan,” tegas Daswanto. (*)

Labels:

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.