Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodim 0312/Padang Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PoldaSumbar Politik Polres Polres Pasaman Barat PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama

Wawako Maigus Nasir: Gunung Sebagai Pasak Bumi, Jangan Digunduli



Padang - Kota Padang dilanda bencana banjir besar pada akhir November 2025 lalu. Tidak saja lumpur yang mengalir di sungai, akan tetapi juga gelondongan kayu. 

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, sejak kecil hingga dewasa, baru kali ini dirinya melihat dahsyatnya banjir bandang. Banjir membawa kayu besar dan menghantam jembatan dan irigasi. 

"Banjir sekarang membuat kita miris," ungkap Maigus Nasir di sela-sela kegiatan Pelatihan Kelurahan Siaga Bencana di salah satu hotel berbintang di Padang, Senin (19/1/2026). 

Kayu besar yang turun melalui arus sungai itu bermuara di laut. Banyak yang menilai, kayu tersebut hasil dari pembalakan liar di bukit maupun gunung. 

"Alam kita sedang tidak baik-baik saja. Dulu waktu kecil saya selalu diberi nasehat oleh nenek, gunung itu sebagai pasak bumi," ungkap Wawako Maigus. 

Gunung disebut sebagai pasak bumi karena penstabil kerak bumi. Gunung dapat mencegah bumi berguncang atau gempa.  Di mana gunung memiliki "akar" yang menancap dalam ke bawah permukaan, mirip pasak yang memaku lempeng-lempeng bumi agar tetap kokoh. 

"Kini gunung justru didatarkan. Diambil batunya, pohon dikuras habis. Kalau gunung sebagai pasak bumi, ketika digunduli, otomatis bumi hilang keseimbangan," terang Maigus Nasir. 

Wawako Maigus mengimbau kepada siapa saja untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. Gunung dan bukit dijaga dengan baik. Tidak digunduli. Ketika ada yang menebang pohon, harus terlebih dahulu menanam bibit pohon baru dan tumbuh.(Charlie)

Labels:

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.