PESISIR SELATAN — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momen sakral untuk merenungkan kembali makna perjuangan dan pengabdian. Bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, kemerdekaan bukan sekadar memperingati sejarah, melainkan juga merawat dan mempertahankan infrastruktur yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.

Di bawah naungan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, PPK 2.4 mengemban amanah vital dalam menjaga kelayakan serta keamanan ruas jalan nasional di wilayah Pesisir Selatan. Membentang dari Kambang – Indrapura – Tapan – Batas Jambi, hingga jalur Tapan – Batas Bengkulu, koridor ini menjadi jalur logistik, ekonomi, dan mobilitas utama yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan provinsi tetangga.

Di balik kokohnya jalur penghubung antarprovinsi tersebut, berdiri jembatan-jembatan rangka baja yang megah. Namun, nilai estetika dan fungsi krusial jembatan ini kerap terancam oleh kebiasaan oknum masyarakat yang menjadikannya tempat pembuangan sampah sembarangan.

Beban Bertambah, Daya Tahan Terancam

Menyikapi fenomena ini, Kepala PPK 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., menyampaikan imbauan mendalam sekaligus edukasi bagi masyarakat bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan RI.

"Jembatan dirancang dengan perhitungan teknis yang sangat presisi, termasuk batas kapasitas beban maksimal demi keamanan setiap pengguna jalan. Ketika tumpukan sampah dibiarkan menumpuk di area struktur jembatan, ada beban berlebih yang tak terencana. Lebih jauh lagi, penumpukan sampah memicu proses korosi, kelembapan berlebih, serta kerusakan pada struktur elemen pendukung jembatan," ungkap Gina Lamria.

Penumpukan sampah di celah-celah rangka jembatan tak hanya merusak pemandangan, tetapi secara perlahan mengikis daya tahan (durability) jembatan itu sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi membahayakan keselamatan para pengguna jalan yang melintas setiap harinya. Padahal, pemeliharaan jembatan membutuhkan anggaran yang cukup besar setiap tahunnya untuk menjaga kemantapan fungsinya.

Merawat Infrastruktur, Wujud Cinta Tanah Air

Mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dengan aksi-aksi besar. Bagi masyarakat Pesisir Selatan, menjaga kebersihan dan kelestarian fasilitas umum adalah bentuk nyata cinta terhadap Tanah Air.

PPK 2.4 mengajak seluruh elemen masyarakat di sepanjang ruas Kambang hingga Batas Jambi dan Bengkulu untuk bersama-sama membangun kesadaran kolektif:

Hentikan Membuang Sampah di Jembatan: Jadikan jembatan sebagai simpul konektivitas yang bersih dan aman, bukan tempat penampungan akhir sampah.

Jaga Keawetan Struktur: Keberadaan sampah yang menahan air mempercepat pelapukan baja dan beton jembatan.

Saling Mengingatkan: Mewujudkan lingkungan jalan nasional yang tertib dan nyaman adalah tanggung jawab bersama.

"Kemerdekaan mengajarkan kita untuk saling menjaga. Menjaga jembatan tetap bersih dan berfungsi optimal adalah investasi keselamatan bersama untuk generasi hari ini dan masa depan," tutur Gina menutup imbauannya.

Dengan semangat HUT RI, mari bersatu merawat setiap jengkal infrastruktur negara. Karena jembatan yang kokoh dan bersih adalah cerminan dari masyarakat yang maju dan bermartabat.(SRP)