Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel ASBANDA Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi BPJN Sumbar Wilayah II bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dir narkoba Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Ditlantas Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda HBT Padang Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodaeral II Kodim 0312/Padang Korem 032/Wbr Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Peduli korban bencana Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PJN Wilayah II PoldaSumbar Politik Polres Polres Bukittinggi Polres Padang Pariaman Polres Pasaman Barat Polres Sijunjung PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Polsek IV Nagari PPK 2.4 Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama


 Dedikasi Tanpa Kenal Kompromi: PPK 2.4 PJN II Sumbar Siaga 24 Jam Kawal Keselamatan Jalan Nasional Tapan–Batas Jambi

PADANG — Menghadapi hantaman cuaca ekstrem dan anomali curah hujan yang melanda Sumatera Barat, peran dan kehadiran negara di tengah masyarakat kian diuji. Di balik kelancaran arus logistik dan mobilitas warga di lintas selatan Sumatera, terdapat kerja keras dan kesiagaan tanpa henti dari jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, khususnya melalui komitmen nyata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumbar.

Di bawah komando Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., tim PPK 2.4 Sumbar menunjukkan respons cepat dan kepemimpinan yang tanggap di lapangan. Ketika material lumpur dan longsoran tebing berulang kali menutup badan jalan nasional—terutama di titik rawan KM 228+100 ruas Tapan–Batas Jambi—tim ini tidak menunggu lama untuk bergerak mengamankan akses vital masyarakat tersebut.

Langkah Cepat dan Manajemen Krisis di Lapangan

Bagi Gina Lamria Indriati Tampubolon, keselamatan pengguna jalan dan kelancaran distribusi barang adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Menyadari ancaman longsor susulan yang dipicu oleh jenuhnya struktur tanah akibat hujan intensitas tinggi, ia langsung menginstruksikan pengerahan unit alat berat jenis wheel loader ke lokasi kejadian sesaat setelah bencana terjadi.

Langkah taktis ini berhasil memangkas waktu hambatan lalu lintas dan memulihkan akses penghubung antarwilayah dengan cepat. Tidak hanya menurunkan alat berat, Gina dan tim teknisnya memastikan posko siaga dan personel inti tetap berada di lapangan secara standby penuh, siap siaga menghadapi segala kemungkinan darurat di tengah cuaca yang kian sulit diprediksi.

Menyigi Akar Masalah: Edukasi dan Mitigasi Lingkungan

Di luar fungsi penanganan darurat (responsif), PPK 2.4 PJN II Sumbar juga mengambil langkah proaktif yang bersifat edukatif. Berdasarkan analisis teknis mendalam yang dilakukan timnya, tingginya kerentanan longsor di ruas Tapan–Batas Jambi tidak terlepas dari faktor alih fungsi lahan perbukitan secara masif—seperti maraknya pembukaan lahan perkebunan di sekitar lereng jalan.

Melalui pendekatan persuasif dan sosialisasi terbuka, Gina Lamria Indriati Tampubolon mengajak masyarakat, khususnya para pemilik lahan di sepanjang jalur perbukitan, untuk kembali memperhatikan aspek keseimbangan ekologis. Hilangnya vegetasi berakar dalam yang digantikan tanaman semusim dinilai telah mengurangi daya ikat tanah secara signifikan.

Melalui imbauan ini, PPK 2.4 PJN II Sumbar tidak sekadar memperbaiki jalan yang rusak akibat alam, tetapi juga merintis kesadaran kolektif bersama warga demi mewujudkan mitigasi bencana yang berkelanjutan.

Wujud Nyata Negara Hadir untuk Masyarakat

Kehadiran PPK 2.4 PJN II Sumbar di garis depan penanganan infrastruktur jalan nasional ini membuktikan bahwa dedikasi seorang abdi negara melampaui tugas administratif di atas meja. Lewat koordinasi yang solid, kecepatan eksekusi di lapangan, serta kepedulian terhadap keselamatan jangka panjang, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T. dan tim sukses menjaga urat nadi perekonomian Sumatera Barat tetap berdetak di tengah badai cuaca ekstrem.(MK)




PADANG - Dua persoalan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kota Padang. Mulai dari keluhan pelayanan kesehatan yang melibatkan rumah sakit dan BPJS Kesehatan hingga disharmonisasi kemitraan pengemudi ojek online (ojol) dengan aplikator Maxim, DPRD mendorong pembenahan agar hak pasien dan kesejahteraan driver tidak terabaikan.

Sorotan tersebut mengemuka dalam dua agenda rapat pada Senin (26/10/2026). Komisi IV DPRD Kota Padang mempertemukan pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan pelayanan kesehatan sekaligus mendengarkan aspirasi pengemudi transportasi online. Dua isu ini memiliki kepentingan berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan kejelasan tanggung jawab, pengawasan, dan tindak lanjut konkret. Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar dan dihadiri Ketua DPRD Kota Padang Muharlion. Anggota Komisi IV yang hadir dalam rapat itu adalah Erianto Mahmuda, Dewi Susanti, Irwandi, Rustam Effendi, Hendrizal, Rusdi, dan lain-lain. 



Dalam rapat pelayanan kesehatan, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar, menyoroti keluhan masyarakat mengenai pembatasan rujukan pasien hingga dugaan pemulangan pasien rawat inap sebelum kondisi medisnya dinyatakan layak oleh dokter. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus mengutamakan keselamatan pasien, bukan semata-mata pertimbangan administratif atau pembiayaan.

“Layanan kesehatan kita masih jauh tertinggal dibandingkan Malaysia dan Singapura. Oleh karena itu, banyak warga Kota Padang yang berekonomi mapan memilih berobat ke luar negeri,” tegas Iskandar. Pernyataan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pihak terkait untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas medis di daerah sendiri.



Rapat itu melibatkan Dinas Kesehatan Kota Padang, RSUD dr. Rasyidin, BPJS Kesehatan Cabang Padang, para direktur rumah sakit se-Kota Padang, serta pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Padang. Forum tersebut membahas berbagai keluhan, termasuk pasien yang disebut tidak bisa memperoleh rujukan karena kuota pelayanan pada bulan berjalan telah penuh dan diminta menunggu hingga bulan berikutnya.

Menurut Iskandar, keluhan mengenai pembatasan rujukan perlu ditindaklanjuti secara serius. Ia meminta agar mekanisme pelayanan dievaluasi sehingga persoalan kuota maupun administrasi tidak menjadi penghalang bagi pasien untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Setiap kasus, menurutnya, perlu ditangani berdasarkan ketentuan yang berlaku dan kebutuhan medis pasien.



Selain rujukan, DPRD juga menerima keluhan mengenai dugaan pemulangan pasien rawat inap yang dikaitkan dengan keterbatasan pembiayaan atau klaim BPJS Kesehatan. Iskandar menegaskan bahwa keputusan medis untuk memulangkan pasien harus didasarkan pada penilaian dokter yang menangani, bukan semata-mata pertimbangan pembiayaan. Dugaan tersebut perlu diperiksa bersama agar persoalan yang dikeluhkan masyarakat dapat dijelaskan secara objektif.

Bagi DPRD, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dilindungi. Karena itu, rumah sakit, BPJS Kesehatan, dan instansi terkait diminta memperkuat koordinasi untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai kebutuhan medis serta ketentuan yang berlaku. Pembenahan ini diharapkan mampu mencegah berulangnya keluhan serupa dan memberikan kepastian kepada pasien maupun keluarganya.




Sebagai langkah tindak lanjut, Komisi IV DPRD Kota Padang mendorong pembentukan call center pengaduan agar masyarakat memiliki saluran untuk menyampaikan keluhan pelayanan kesehatan. DPRD juga menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap persoalan yang muncul. Dengan saluran pengaduan yang mudah diakses, keluhan warga diharapkan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara lebih terarah.

Di sisi lain, perhatian Komisi IV DPRD Kota Padang juga tertuju pada persoalan kemitraan pengemudi Maxim. Rapat yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Kota Padang pada Senin (26/10/2026) dipimpin Ketua Komisi IV, Buya Iskandar, dan dihadiri Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. Pertemuan tersebut melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dinas Perhubungan, BPJS Ketenagakerjaan, manajemen Maxim, serta perwakilan pengemudi.

Dalam rapat itu, perwakilan mitra menyampaikan 10 poin tuntutan yang berkaitan dengan kondisi kemitraan dan penghasilan pengemudi. Buya Iskandar menyoroti disharmonisasi antara aplikator dan driver, termasuk persoalan perubahan tarif serta sistem kemitraan yang dinilai perlu dievaluasi. Perwakilan Maxim telah hadir dan merespons aspirasi tersebut, tetapi menurut Iskandar, mereka belum memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan akhir.

Salah satu tuntutan yang disampaikan pengemudi berkaitan dengan potongan biaya aplikasi. Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menjelaskan bahwa pengemudi meminta potongan yang saat ini disebut sebesar 10 persen diturunkan menjadi 8 persen. Mereka berharap usulan tersebut dapat dipertimbangkan untuk wilayah Kota Padang, dengan memperhatikan kebijakan perusahaan dan perkembangan ketentuan di daerah lain.

Persoalan lain yang disampaikan menyangkut kompensasi stiker kendaraan. Muharlion menyebut pengemudi sebelumnya menerima kompensasi Rp300.000 per bulan, tetapi pembayaran tersebut kini disebut tidak lagi diberikan, sementara pengemudi harus membeli stiker sendiri. Kondisi ini menjadi salah satu poin yang perlu diklarifikasi agar terdapat kejelasan mengenai biaya operasional dan kewajiban masing-masing pihak dalam hubungan kemitraan.

DPRD juga meminta penjelasan lebih lanjut mengenai pemotongan Rp600 yang dipersoalkan pengemudi, termasuk kaitannya dengan perpajakan. Besaran, dasar pengenaan, dan mekanisme pemotongan tersebut perlu ditelusuri melalui penjelasan pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Transparansi biaya dinilai penting bagi pengemudi untuk memahami komponen pendapatan bersih yang mereka terima.

Tak hanya urusan potongan aplikasi, rapat turut membahas perlindungan sosial bagi pengemudi. Keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan menjadi penting untuk memperjelas akses mitra transportasi online terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai persyaratan yang berlaku. DPRD mendorong agar persoalan perlindungan dan kesejahteraan pengemudi dibahas bersama, sehingga hubungan kemitraan tidak hanya berfokus pada operasional aplikasi, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan kepastian perlindungan.

Isu lain yang mencuat adalah status perizinan operasional transportasi online di Kota Padang. Dalam rapat tersebut, Buya Iskandar menyoroti informasi mengenai perizinan lokal aplikator seperti Maxim, Gojek, dan Grab. Persoalan ini perlu diklarifikasi bersama instansi berwenang dan perusahaan terkait untuk memastikan status perizinan masing-masing operator berdasarkan aturan yang berlaku. DPRD menyatakan akan memanggil pihak-pihak terkait guna membahas persoalan tersebut lebih lanjut.

Muharlion menjelaskan, Dinas Perhubungan menyampaikan bahwa pengurusan perizinan dapat ditindaklanjuti melalui dinas terkait. Namun, sejumlah keputusan tetap memerlukan pembahasan dengan manajemen pusat perusahaan. Karena itu, pertemuan lanjutan direncanakan kembali berlangsung dalam waktu sekitar dua minggu setelah rapat, agar persoalan perizinan dan aspirasi pengemudi dapat dibahas lebih mendalam.

Dalam pembahasan itu, Buya Iskandar juga menyinggung besarnya perputaran uang dari penggunaan transportasi online di Kota Padang serta pentingnya kejelasan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Meski nilai perputaran transaksi yang disampaikan dalam rapat belum dirinci melalui data terverifikasi, DPRD menilai aspek kepatuhan terhadap aturan dan kontribusi daerah perlu menjadi bagian dari evaluasi bersama pemerintah dan operator.

Kini, tindak lanjut kedua persoalan tersebut menjadi hal yang dinantikan masyarakat. Di sektor kesehatan, warga membutuhkan pelayanan yang tepat waktu, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Sementara bagi mitra Maxim dan pengemudi ojol lainnya, kejelasan potongan aplikasi, kompensasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta perizinan operator menjadi isu penting yang membutuhkan jawaban nyata dari pihak terkait.

Komisi IV DPRD Kota Padang menyatakan akan mengawal pembahasan tersebut agar tidak berhenti sebatas rapat dan penyampaian aspirasi. Masyarakat menunggu tindak lanjut dari BPJS Kesehatan, rumah sakit, instansi pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, serta manajemen aplikator. Perkembangan selanjutnya akan menjadi tolok ukur bagaimana koordinasi dan pengawasan dijalankan untuk melindungi kepentingan pasien sekaligus memperjelas hak dan kewajiban mitra pengemudi transportasi online di Kota Padang. (Adv).

Disdikbud Tanah Datar Kecipratan Dana TKD 2.7 Milyar Lebih, Ini Realisasinya
Maklumatnews, TD - "Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Dikbud  menerima kucuran dana TKD  2026 sebesar Rp2,757,520,942 dengan realisasi sampai saat ini sebesar Rp1,751,318,881 atau 63,51 persen".

Penjelasan itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Dikbud Mulkhairi didampingi Kepala Dinas Kominfo Dedi Tri Widono dan PPTK Sarana dan Prasarana Bidang SMP Zainal Arif kepada awak media di Aula Dinas Dikbud, Jumat (23/10).

"Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi sarana, prasarana dan utilitas sekolah tingkat SMP sebesar Rp414,120,942 dengan realisasi sebesar Rp260,385,000 atau 62,8 persen", rincinya.

" Sedangkan untuk rehabilitasi prasarana dan utilitas sekolah tingkat SD sebesar Rp545,000,000 dengan realisasi sebesar Rp296,689,360 atau 54,31 persen".

"Selanjutnya, untuk biaya operasional (BOP) dan pembangunan ruang kelas baru UPT SDN 05 Bungo Tanjuang sebesar Rp270,000,000 dengan realisasi sebesar Rp255,731,000 atau 94,44 persen, untuk pengadaan mebel sekolah tingkat SD sebesar Rp330,000,000 dengan realisasi sebesar Rp50,034,500 atau 15,15 persen". urainya lagi.

"Untuk rehabilitasi ruang kelas sekolah tingkat SD sebesar Rp555,000,000 dengan realisasi sebesar Rp386,169,021 atau 69,55 persen.Untuk pembangunan sarana, prasarana dan utilitas sekolah tingkat SD sebesar Rp520,000,000 dengan realisasi sebesar Rp502,310,000 atau 96,53 persen".

"Untuk rehabilitasi ruang kelas TK Pembina, Nagari Batipuh Ateh sebesar Rp123,400,000 dimana saat ini masih dalam proses perencanaan karena masuk dalam dana TKD tambahan setelah APBD Perubahan", pungkasnya.

Sementara itu, kepala dinas Kominfo Dedi Tri Widono menyampaikan bahwasanya penjelasan penggunaan dana TKD oleh OPD terkait ini dalam upaya mewujudkan prinsip keterbukaan informasi publik.

“Kita berharap masyarakat dapat informasi yang jelas mengenai pengelolaan dana TKD bidang Pendidikan dan Kebudayaan di Tanah Datar,” ucap Dedi. (Pinos)



ALAHAN PANJANG — Inovasi dalam bidang pembinaan, pengawasan, dan administrasi terus dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang. Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas Harianto, S.Sos., M.H., Lapas Alahan Panjang menghadirkan aplikasi SMARTPAS 360° sebagai upaya mendorong transformasi digital dalam pelayanan pemasyarakatan.

SMARTPAS 360° merupakan sistem Monitoring, Rekapitulasi, dan Informasi Pemasyarakatan Terpadu yang dirancang untuk mendukung pengelolaan informasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu fitur unggulannya adalah layanan pendaftaran kunjungan keluarga warga binaan secara daring. Melalui sistem ini, keluarga dapat mendaftarkan jadwal kunjungan tanpa harus datang langsung ke lapas hanya untuk melakukan pendaftaran, sehingga proses pelayanan diharapkan menjadi lebih praktis dan tertib.

Pendaftaran kunjungan dapat dilakukan minimal satu hari sebelum jadwal kunjungan. Setelah permohonan didaftarkan dan disetujui, sistem akan menghasilkan booking barcode yang harus ditunjukkan kepada petugas saat hari kunjungan.

Selain itu, berbagai informasi di Lapas Kelas III Alahan Panjang dapat diakses Melalui Aplikasi ini. Seperti program pembinaan, ketahanan pangan, bakti sosial dan layanan kesehatan grati.

Cara Menggunakan SMARTPAS 360°

Masyarakat dapat mengakses aplikasi melalui laman https://smartpas.bronghummy.homes menggunakan perangkat pribadi.

Berikut tahapan pendaftarannya:

  1. Registrasi akun: Pengguna membuat akun dengan mengisi data diri, meliputi nama, nomor KTP, alamat, nomor telepon, dan alamat email, serta mengunggah foto kartu identitas.
  2. Pilih layanan kunjungan: Setelah masuk ke akun, pengguna membuka menu layanan kunjungan dan mencari nama warga binaan yang akan dikunjungi.
  3. Tentukan jadwal: Pengguna memilih tanggal dan sesi kunjungan, mengisi hubungan keluarga, serta menentukan jumlah pengunjung sesuai ketentuan yang berlaku.
  4. Simpan barcode: Setelah data lengkap dan permohonan didaftarkan, pengguna menunggu persetujuan. Jika disetujui, booking barcode dapat disimpan atau diunduh untuk ditunjukkan kepada petugas lapas saat kunjungan.

Kehadiran SMARTPAS 360° menjadi bagian dari langkah Lapas Kelas III Alahan Panjang dalam mengembangkan pelayanan berbasis teknologi informasi. Digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses layanan, mendukung ketertiban administrasi, serta memperkuat sistem monitoring dan pengawasan pemasyarakatan.

Melalui inovasi tersebut, Lapas Alahan Panjang berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin efektif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap memperhatikan ketentuan keamanan dan tata tertib kunjungan yang berlaku.

Ahmad Fadly Sampaikan Jawaban Bupati Terkait Ranperda APBD TA 2027
.     Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly

Maklumatnews, TD, - "Terima kasih atas sumbangsih dalam bentuk apresiasi, pertanyaan, pernyataan dan saran dalam penyempurnaan Ranperda ini sehingga nantinya akan lahir produk hukum sesuai kebutuhan serta mengacu pada peraturan perundang-undangan".. 

Hal itu disampaikan Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly membacakan jawaban bupati Tanah Datar atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda tentangan APBD Tahun Anggaran 2027 bergantian dengan Sekdakab Abdurrahman Hadi pada rapat Paripurna DPRD setempat di Pagaruyung, Kamis (22/10).

Dikesempatan itu, Wabup bersama Sekda Tanah Datar menyampaikan jawaban pandangan fraksi yang sebelumnya telah disampaikan melalui Rapat Paripurna selasa kemaren. 

"Menanggapi saran dari fraksi PPP agar Pemda Tanah Datar lebih efesien dan inovatif dalam menggali sumber PAD, Pemda telah melaksanakannya, dan bahkan sudah menata prioritas belanja publik agar program pembangunan tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pelayanan," ungkap Ahmad Fadly. 

Sedangkan untuk berapa persen target capaian RPJMD dan Progul Daerah tahun 2027 sesuai dengan APBD 2027, Ahmad Fadly menyampaikan seluruh sasaran strategis dan target indikator setiap misi tertuang pada RPJMD 2025-2029. 

"Sedangkan untuk Progul Tahun 2027 telah dituangkan dalam Keputusan Bupati tentang Roadmap Pelaksanaan Progul dalam RPJMD tahun 2025-2029, yang menjelaskan target dan indikator yang digunakan dalam pencapaian Progul hingga tahun 2030," tukasnya. 

Selepas jawaban disampaikan Wabup dan diserahkan kepada DPRD, Ketua DPRD Anton Yondra menyampaikan bahwa jawaban Bupati itu akan dilakukan pembahasan antara Banggar DPRD dengan TAPD yang dilaksanakan besok sampai 13 November 2026. 

"Selepas pembahasan, maka akan digelar Paripurna Pembicaraan Tingkat II tentang Ranperda ini pada 16 November 2026 dengan agenda Pengambilan Keputusan DPRD terhadap Ranperda APBD TA 2027 ini," pungkasnya. 

Paripurna kali ini dipimpin Ketua DPRD Anton Yondra didampingi Wakil Ketua Nurhamdi Zahari dan Kamrita serta 22 orang anggota DPRD serta undangan lainnya, 



PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempresentasikan komitmen serta berbagai capaian keterbukaan informasi publik dalam uji kepatuhan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik se-Sumatera Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Selasa (20/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Padang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, didampingi Asisten III Sekretariat Daerah Kota Padang Corri Saidan, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang Tommy TRD.

Presentasi dan uji kepatuhan ini dinilai langsung oleh tim panelis Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Ketua KI Sumbar Idham Fadhli, bersama para komisioner yakni Tanti Endang Lestari, Mona Sisca, dan Riswandy.

Langkah ini menjadi bentuk pertanggungjawaban Pemko Padang atas amanat undang-undang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Sebelumnya, Kota Padang sukses menyandang predikat tertinggi sebagai kota "Informatif" sekaligus meraih Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tingkat Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat pada tahun 2025.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban fundamental yang terus diperkuat.

"Pemerintah Kota Padang menyadari bahwa ini merupakan sebuah kewajiban yang diamanatkan oleh undang-undang. Tentu kita menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan akuntabel," ujar Raju.

Inovasi Layanan hingga Tingkat Kelurahan
Guna mengoptimalkan arus informasi hingga ke akar rumput, Pemko Padang telah membentuk struktur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana di seluruh perangkat daerah dan akan memperluasnya hingga ke tingkat kelurahan serta unit kerja.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemko Padang menyiapkan dukungan anggaran khusus pada tahun 2027 mendatang berupa pengadaan satu unit komputer PC All-in-One untuk setiap kelurahan.

"Khusus tahun 2027 depan, untuk memperkuat peran kelurahan sebagai PPID pelaksana, kita menyiapkan anggaran untuk pengadaan satu unit PC all-in-one. Hal ini bukan untuk administrasi persuratan, melainkan khusus menunjang kegiatan PPID pelaksana. Peralatan administrasi kelurahan sudah ada tersendiri, namun ini kita sediakan agar lurah dapat menyampaikan informasi secara tepat dan baik memanfaatkan teknologi yang ada," jelas Raju.

Transparansi Dokumen Publik dan Fitur Ramah Disabilitas
Dalam hal aksesibilitas data, Pemko Padang secara rutin memublikasikan berbagai dokumen krusial, seperti APBD, 9 Program Unggulan Kota, Rencana Umum Pengadaan (RUP), hingga alokasi dana hibah dan bantuan sosial (bansos). Dokumen-dokumen ini dapat diakses secara terbuka melalui situs resmi BPKAD maupun portal PPID Kota Padang. Transparansi ini juga difungsikan sebagai alat kontrol sosial agar masyarakat dapat ikut mengawasi dan memberikan masukan melalui saluran pengaduan.

Tak hanya itu, portal PPID Kota Padang kini telah dilengkapi dengan fitur accessibility guna memudahkan penyandang disabilitas. Layanan ini mencakup penyesuaian kontras, sorotan tautan, ukuran teks, bionic text, jeda animasi, format ramah disleksia, pengaturan tinggi garis, hingga fitur text-to-speech.

Sementara terkait penanganan sengketa informasi, Pemko Padang mengedepankan langkah mediasi di bawah koordinasi PPID Utama sebelum melangkah ke tahap persidangan di Komisi Informasi.

Dengan peningkatan alokasi anggaran yang signifikan, penguatan kelembagaan, serta penyempurnaan kualitas layanan, Pemko Padang optimistis dapat mempertahankan gelar juara pada evaluasi KIP tahun ini.

"Insya Allah, untuk tahun 2026 ini kita yakin dapat mempertahankan capaian peringkat satu Keterbukaan Informasi Publik tingkat Provinsi Sumatera Barat. Meringankan langkah kita, komitmen anggaran, penguatan kelembagaan, serta kualitas informasi terus diperkuat. Kita berharap Kota Padang kembali meraih predikat terbaik," tutup Raju.(A)



PADANG — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kota Padang kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Kontingen dari madrasah ini berhasil memborong tiga gelar juara dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Olahraga Baris-Berbaris Seluruh Indonesia (FORBASI) Sumatera Barat yang diselenggarakan di Kabupaten Pesisir Selatan pada 15–17 Oktober 2026.

Tiga penghargaan bergengsi yang berhasil dibawa pulang meliputi Juara Utama III kategori Vaformus, Juara Utama II kategori LOBB, serta Juara Utama III kategori RUKIBRA. Berkat capaian gemilang ini, tim MTsN 5 Kota Padang secara resmi mengamankan tiket untuk melaju ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FORBASI yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada Desember 2026 mendatang.

Kepala MTsN 5 Kota Padang, Noprizal, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan perjuangan para siswa yang telah mengharumkan nama sekolah dan daerah.

"Alhamdulillah, tiga prestasi yang berhasil diraih ini mengantarkan MTsN 5 Kota Padang melaju ke Kejurnas FORBASI di Bandung pada Desember mendatang. Ini merupakan hasil yang sangat membanggakan bagi keluarga besar madrasah," ujar Noprizal di MTsN 5 Kota Padang, Selasa (20/10/2026).

Noprizal mengungkapkan bahwa piala yang diraih merupakan buah manis dari proses latihan yang panjang, kedisiplinan tinggi, serta kekompakan yang terjalin erat antaranggota tim. Menurutnya, torehan di tingkat daerah ini barulah langkah awal dari perjuangan yang lebih besar di tingkat nasional.

"Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, kekompakan, dan semangat juang mampu mengantarkan murid madrasah meraih hasil membanggakan. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya," tambahnya.

Menghadapi persaingan di Kejurnas mendatang, Noprizal berpesan agar para siswa tidak cepat berpuas diri, melainkan tetap menjaga semangat juang dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama masa persiapan.

"Prestasi lahir dari disiplin, tumbuh melalui kekompakan, dan menjadi kebanggaan melalui perjuangan. Terus melangkah, jaga kekompakan, junjung sportivitas, dan harumkan nama madrasah di tingkat nasional," tegasnya memotivasi.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh siswa MTsN 5 Kota Padang untuk terus menggali potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik, serta membawa nama harum Kota Padang di kancah nasional.(A)



PADANG — Momen apel pagi di lingkungan Balai Kota Padang, Aia Pacah, Senin (19/10/2026), berlangsung penuh haru dan kenangan. Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, menyampaikan pesan perpisahan sekaligus mengenang perjalanan panjang pengabdiannya menjelang masa purnatugas pada akhir Oktober mendatang.

Di hadapan jajaran ASN Pemko Padang, Corri mengungkapkan bahwa dirinya akan resmi mengakhiri masa dinas sebagai aparatur sipil negara (ASN) per 31 Oktober 2026, setelah membaktikan diri selama kurang lebih 34 tahun 9 bulan.

"Terhitung tanggal 31 Oktober 2026, saya akan mengakhiri penugasan sebagai ASN, khususnya di Pemerintah Kota Padang. Lebih kurang 34 tahun 9 bulan saya mengabdi, dimulai dari pengangkatan sebagai CPNS di Kota Sawahlunto, kemudian pindah ke Kota Padang," ujar Corri dalam pengarahannya.

Sepanjang karier birokrasi yang panjang tersebut, Corri telah diberi amanah mengemban berbagai posisi strategis di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di antaranya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Inspektorat, hingga Dinas Pertanian.

Pencapaian dan rekam jejak penugasan tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari dedikasinya dalam mendukung roda pemerintahan serta mengoptimalkan pelayanan publik di Kota Padang.

Menjelang hari-hari terakhirnya bertugas, Corri menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas segala kekurangan maupun kekhilafan selama mengemban tanggung jawab.

“Dalam perjalanan pengabdian ini, tentu terdapat kekurangan dan kekhilafan, baik dalam perkataan maupun tindakan. Untuk itu, saya memohon maaf dengan tulus kepada Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, jajaran ASN, serta masyarakat yang selama ini berinteraksi dan bekerja sama dengan saya,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Corri memberikan pesan dan harapan bagi seluruh jajaran ASN Pemko Padang agar senantiasa meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan memelihara semangat pengabdian dalam melayani masyarakat.

"Saya mendoakan semoga Pemerintah Kota Padang ke depan semakin maju dan sejahtera sesuai dengan visinya. Semoga ASN Pemko Padang dapat memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat," pungkas Corri.(*)



PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui UPTD Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mematangkan langkah dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan sanitasi warga. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan uji coba Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) yang kini telah memasuki hari ketiga di Kelurahan Air Tawar, Kecamatan Padang Utara, Senin (19/10/2026).

Program strategis ini dirancang untuk menjaga keberfungsian teknis tangki septik milik masyarakat sekaligus mengoptimalkan kinerja Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang telah dibangun pemerintah. Lebih dari itu, peluncuran LLTT menjadi pijakan penting bagi Pemko Padang dalam mengejar target pencapaian sanitasi aman sebesar 24 persen di Kota Padang.

Kepala Bidang Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik Kota Padang, Khairunnas, menyampaikan optimismenya saat meninjau langsung pelaksanaan pengurasan di kawasan Jalan Hamka.

"Ini merupakan hari ketiga pelaksanaan uji coba Layanan Lumpur Tinja Terjadwal. Saat ini kami melayani pelanggan di Jalan Hamka, Kota Padang. Mudah-mudahan ini menjadi program yang berkelanjutan demi mewujudkan sanitasi yang lebih aman bagi seluruh warga," ujar Khairunnas.

Dukungan penuh juga mengalir dari pemerintah pusat melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat. Pendamping Implementasi LLTT Provinsi Sumbar dari BPPW, Nardi, mengapresiasi komitmen Pemko Padang dan kesadaran warga dalam menyukseskan program ini.

"Terima kasih kepada masyarakat Kota Padang dan UPTD PALD yang telah mampu menyelenggarakan layanan lumpur tinja terjadwal. Tujuan utamanya adalah menjaga keberfungsian teknis tangki septik penduduk serta keberfungsian infrastruktur IPLT yang telah kita bangun, sekaligus untuk mencapai target sanitasi aman Kota Padang di angka 24 persen," tegas Nardi.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat penerima layanan. Rina Erlisa, salah seorang warga Kelurahan Air Tawar yang rumahnya menjadi sasaran uji coba, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian pemerintah daerah.

"Hari ini rumah saya telah disedot WC-nya melalui bantuan dari Pemko Padang. Terima kasih kepada Pemko Padang yang telah menyelenggarakan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal ini," tutur Rina.

Melalui program ini, Pemko Padang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah pola pikir dalam pengelolaan sanitasi rumah tangga. Warga diharapkan tidak lagi menunggu hingga tangki septik mampet atau penuh, melainkan rutin melakukan penyedotan secara berkala setiap dua hingga tiga tahun sekali demi terciptanya lingkungan pemukiman yang sehat, bersih, dan aman.(A)



PADANG — Pemerintah Kota Padang terus memperluas jaringan kerja sama internasional di bidang pendidikan. Terbaru, Pemko Padang menggandeng Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia untuk memberikan peluang beasiswa perkuliahan bagi generasi muda Kota Padang.

Kesepakatan dan pembahasan kerja sama ini dimatangkan dalam pertemuan antara Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dengan Professor Management & Entrepreneurship Section UniKL, Prof. Ilham Sentosa, Ph.D., di Rumah Makan Takana Nasi Padang, Senin (19/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Turut hadir mendampingi Wawako Padang yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang Yopi Krislova, Sekretaris Disdikbud Irwansyah, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setdako Padang OS Damanik.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyambut hangat inisiatif strategis ini. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing global, namun tetap berlandaskan nilai-nilai religius.

“Tentunya kami sangat menyambut baik kerja sama ini. Harapan kita, nantinya mahasiswa asal Padang tidak hanya menimba ilmu teknologi di UniKL, tetapi juga memperdalam ilmu agama. Lewat program ini, kita optimistis akan lahir generasi emas yang siap memimpin bangsa di masa depan,” ujar Maigus Nasir.

Sementara itu, Prof. Ilham Sentosa, Ph.D. menjelaskan bahwa UniKL memiliki program unggulan setara jenjang S1 bernama Huffaz Teknologis. Program ini dirancang khusus untuk melahirkan tenaga profesional di bidang teknologi yang juga memiliki hafalan Al-Qur'an.

"Salah satu program kami adalah Ulul Albab, yang menggabungkan aktivitas perkuliahan akademik dengan program hafalan Al-Qur'an selama 10 jam dalam seminggu," jelas Prof. Ilham.

Ia menambahkan, dari hasil seleksi administrasi yang telah dilakukan UniKL, sebanyak 10 calon mahasiswa asal Kota Padang dinyatakan lolos. Sebelum memulai perkuliahan, para calon mahasiswa akan menjalani uji kompetensi hafazan. Mahasiswa yang telah memiliki hafalan 5 hingga 6 juz akan dibimbing dan ditempa selama masa studi tiga tahun hingga menjadi hafiz Al-Qur'an penuh. Pembiasaan membaca Al-Qur'an pun diterapkan secara rutin setiap pagi sebelum kelas dimulai dan sore hari seusai perkuliahan.

Pengabdian Masyarakat dan Program Orang Tua Angkat

Selain Beasiswa Huffaz Teknologis, kerja sama ini juga mencakup program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa UniKL di Kota Padang. Rencananya, mahasiswa asal Malaysia tersebut akan berinteraksi langsung dengan warga Padang melalui pembukaan kelas digital, kelas bilingual, hingga penguatan konsep Smart Surau.

“Mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat akan tinggal bersama penduduk setempat melalui program orang tua angkat (homestay) selama satu pekan di Padang,” tambah Prof. Ilham.

Tak hanya di bidang akademik dan pengabdian masyarakat, UniKL juga berkomitmen untuk mendukung berbagai agenda kolaboratif dengan Pemko Padang di masa mendatang, mulai dari perhelatan kegiatan kebudayaan hingga penelitian bersama yang berdampak langsung bagi masyarakat.(A)


PADANG — Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang ekonomi kreatif dan ruang kolaborasi antar-komunitas. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menerima audiensi dari pengurus Komunitas House of Padang Entrepreneur (HOPE) di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (19/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Marandang 2026 Open House, sebuah perhelatan kreatif yang digagas oleh HOPE di bawah naungan Balai Diklat Industri (BDI) Padang. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Desember 2026 mendatang di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan dukungan penuhnya terhadap gelaran Marandang 2026. Menurutnya, Pemerintah Kota Padang akan terus berupaya menyediakan fasilitas dan ruang gerak bagi para pelaku kreatif di Kota Padang, salah satunya dengan optimalisasi Gedung Youth Center.

“Kita akan terus melakukan pembenahan terhadap Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center ini sehingga dapat semakin optimal dimanfaatkan sebagai ruang kreativitas, kolaborasi, dan pengembangan potensi komunitas di Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Lebih lanjut, Fadly Amran mengungkapkan bahwa Pemko Padang saat ini tengah berjuang agar Kota Padang dapat ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) di bidang gastronomi. Saat ini, Kota Padang sedang menjalani proses penilaian di tingkat nasional agar dapat terpilih mewakili Indonesia.

“Kami mohon dukungan dari para pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan seluruh masyarakat agar upaya ini dapat berjalan dengan baik. Kolaborasi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk memperkuat potensi gastronomi serta memperkenalkan kekayaan kuliner Kota Padang ke tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Acara Marandang 2026, Mutiara Dwi Zonal, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan dan regenerasi anggota di tubuh komunitas. Marandang 2026 dirancang sebagai wadah terbuka tempat berbagai komunitas dapat berkumpul, bertukar gagasan, serta menampilkan keahlian dan kreativitas di bidangnya masing-masing.

“Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi komunitas untuk memperkenalkan potensi sekaligus membangun jejaring dengan komunitas lainnya. Kami mengajak seluruh teman-teman komunitas yang ada di Padang untuk bergabung bersama dalam Marandang 2026,” ungkap Mutiara.

Ia berharap perhelatan ini nantinya mampu memicu semangat sinergi lintas komunitas di Kota Padang. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk berkolaborasi, mengembangkan kreativitas, serta mendorong regenerasi anggota komunitas,” tutupnya.

Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Ferri Erviyan Rinaldy, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, serta jajaran perwakilan dari Komunitas HOPE.(A)



YOGYAKARTA– Tim Riset Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kota Padang sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 yang berlangsung di Yogyakarta pada 17–19 Oktober 2026, kontingen dari Kota Padang ini berhasil memboyong medali perak.

Prestasi membanggakan tersebut dipersembahkan oleh dua siswi kelas IX.1, Rindu Asmara dan Filzah Fakhira Nalfi. Keduanya mengusung karya ilmiah berjudul “Sex Before Marriage: Dampak Media Sosial terhadap Perubahan Norma Seksualitas di Kalangan Remaja dalam Perspektif Q.S. An-Nur Ayat 30–31”.

Penelitian yang mereka angkat sangat relevan dengan dinamika era digital saat ini. Dalam kajiannya, Rindu dan Filzah mengulas secara mendalam mengenai pengaruh media sosial terhadap pergeseran norma seksualitas di kalangan remaja. Melalui pendekatan perspektif Islam yang mengacu pada Q.S. An-Nur ayat 30–31, riset ini menyoroti krusialnya menjaga kehormatan diri serta menerapkan nilai-nilai agama dalam pergaulan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Kepala MTsN 3 Kota Padang, Nurhidayati, S.T., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian yang diraih oleh kedua anak didiknya.

"Kami mengucapkan selamat kepada Rindu Asmara dan Filzah Fakhira Nalfi atas prestasi luar biasa yang diraih. Semoga keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi keduanya untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan karya penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Nurhidayati, Senin (19/10/2026).

Nurhidayati menambahkan, pencapaian ini menjadi bukti nyata kemampuan peserta didik madrasah dalam menghasilkan karya ilmiah bermutu yang mampu menjawab persoalan sosial masa kini. Keberhasilan ini juga memperkuat komitmen MTsN 3 Kota Padang dalam mengembangkan program Madrasah Riset serta memicu budaya berpikir kritis, kreatif, dan inovatif di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, ia berharap torehan prestasi ini dapat menular kepada para siswa lainnya untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri dalam berbagai ajang kompetisi.

"Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi siswa lainnya untuk berani mencoba, mengembangkan potensi, dan mengikuti berbagai ajang kompetisi. Madrasah akan terus mendukung penuh pengembangan budaya riset agar semakin banyak siswa yang berprestasi dan membawa nama baik MTsN 3 Kota Padang, sejalan dengan semangat Padang Juara," tutupnya.

Capaian tim riset ini tidak hanya mengharumkan nama madrasah, tetapi juga selaras dengan semangat Padang Juara dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter mulia, serta siap bersaing di kancah nasional.(A)



PADANG — Pemerintah Kota Padang bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia resmi mengaktifkan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Buaya, Kota Padang, Jumat (16/10/2026). Langkah strategis ini mengukuhkan komitmen bersama dalam memastikan pemenuhan hak serta perlindungan bagi kelompok rentan pascabencana.

Rangkaian acara diawali dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi calon petugas Pos SAPA di Kantor Camat Koto Tangah, dilanjutkan dengan prosesi peresmian aktivasi pos di Huntara Lubuk Buaya. Program ini menjadi bagian penting dari percepatan fase rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat, khususnya dalam menjamin keberlanjutan layanan perlindungan bagi perempuan dan anak terdampak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Boby Firman, menegaskan bahwa kehadiran Pos SAPA berperan vital dalam mendekatkan akses layanan perlindungan kepada masyarakat, terutama setelah berakhimya masa tanggap darurat.

Sebanyak delapan calon petugas relawan yang berasal dari unsur Pimpinan Daerah Aisyiyah dibekali pemahaman komprehensif mengenai pencegahan kekerasan, tata cara penerimaan pengaduan, hingga mekanisme rujukan dan pendampingan korban.

"Penanganan isu perempuan dan anak tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari RT/RW, tokoh agama, hingga kader kelurahan—untuk aktif mewujudkan Pos SAPA sebagai 'mata dan telinga' kita bersama dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak," ujar Boby Firman.

"Khusus kepada para petugas relawan yang nantinya mengelola Pos SAPA, kami titipkan amanah mulia ini. Berikanlah pelayanan terbaik bagi warga huntara dengan empati tinggi dan sikap yang responsif," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Perencana Ahli Madya Kementerian PPPA, Dianawati Lasmindar, menyampaikan bahwa aktivasi Pos SAPA merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat untuk mendampingi warga terdampak yang saat ini masih menghuni hunian sementara.

"Harapan kami, dengan hadirnya Pos Sahabat Perempuan dan Anak ini, warga—khususnya perempuan dan anak di Huntara Kota Padang—mendapatkan pelayanan dan perlindungan yang maksimal selama mereka tinggal di sini," tutur Dianawati.

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan bimtek sebagai fondasi sebelum petugas diterjunkan langsung. "Melalui bimtek ini, para calon petugas dibekali pemahaman mendalam sehingga saat pelaksanaan layanan nanti, mereka dapat memberikan pendampingan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan spesifik korban bencana," jelasnya.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah, Pos SAPA diharapkan menjadi sarana yang mudah dijangkau dan efektif dalam mendukung pemulihan trauma, sekaligus menjamin pemenuhan hak-hak perempuan dan anak di Kota Padang.(A)



PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 11 Padang di Jalan Pasar Lalang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kamis (15/10/2026). Peninjauan lapangan ini dilakukan guna memastikan kesiapan lahan serta memetakan kebutuhan infrastruktur pendukung sebelum proses pembangunan dimulai.

Peninjauan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malvi Hendri, Kepala Dinas Pertanahan Raf Indria, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, serta perwakilan masyarakat dari Kaum Suku Chaniago.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama di lapangan saat ini adalah belum tersedianya akses jalan utama menuju lokasi sekolah. Oleh karena itu, Pemko Padang akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mematangkan skema pembagian peran.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi terkait rencana pembangunan tersebut. Jika memang diserahkan, tentu Pemerintah Kota Padang menyiapkan infrastrukturnya melalui Dinas PUPR, sedangkan penyediaan tanah dibantu oleh Dinas Pertanahan," ujar Yopi.

Ia menegaskan, hadirnya SMKN 11 Padang sangat krusial untuk memperluas pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi lulusan SMP di kawasan Kuranji dan sekitarnya agar dapat membekali diri dengan keterampilan siap kerja.

"Kami mendorong agar anak-anak kita tidak ada yang putus sekolah setelah SMP. Dengan akses pendidikan yang memadai, mereka tentu bisa menikmati pendidikan sesuai dengan minatnya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menyambut positif antusiasme dan dukungan penuh dari warga setempat. Masyarakat kawasan Pasar Lalang, khususnya Kaum Suku Chaniago, telah menyatakan kesediaannya untuk menghibahkan lahan seluas kurang lebih 1,1 hektar (11.000 meter persegi) demi pembangunan sekolah kejuruan ini.

"Masyarakat sangat menginginkan sekolah ini dibangun di daerah Kuranji, tepatnya dekat Pasar Lalang. Dari hasil diskusi, mereka bersedia menghibahkan lahan kurang lebih 1,1 hektar," jelas Malvi.

Malvi menambahkan, pengerjaan proyek ini direncanakan mengusung skema kolaborasi lintas pemerintah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan bertanggung jawab atas pembangunan fisik gedung sekolah, sedangkan Pemko Padang berfokus pada penyediaan dan pembangunan infrastruktur jalan akses menuju lokasi.

Melalui peninjauan dan sinergi ini, Pemko Padang berharap koordinasi dengan Pemprov Sumbar dapat segera ditindaklanjuti. Kehadiran SMKN 11 Padang diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemerataan fasilitas pendidikan, tetapi juga mampu mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Padang secara berkelanjutan.(A)



PADANG — Pemerintah Kota Padang resmi meluncurkan dan menyosialisasikan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tingkat Kota Padang Tahun 2026 di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Kamis (15/10/2026). Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kepedulian generasi muda terhadap isu-isu kependudukan melalui jalur pendidikan formal.

Acara launching tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Kemenag Kota Padang Yasril, perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, serta seluruh Kepala Sekolah jenjang SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, hingga MA se-Kota Padang.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menegaskan bahwa tata kelola kependudukan tidak hanya berfokus pada pengendalian jumlah penduduk semata. Lebih dari itu, kependudukan mencakup peningkatan kualitas SDM, pemerataan persebaran, struktur umur, hingga sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan keluarga.

"Peluncuran Sekolah Siaga Kependudukan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemahaman generasi muda sekaligus merajut sinergi yang solid antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat," ujar Raju Minropa.

"Mari kita wujudkan komitmen ini melalui aksi nyata di sekolah masing-masing, baik dengan mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam mata pelajaran yang relevan maupun mengembangkan media edukasi yang kreatif," tambahnya mengimbau.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, menjelaskan bahwa program SSK mengacu pada kebijakan pembangunan kependudukan dan keluarga nasional serta menjadi wujud sinergi nyata antara Pemerintah Daerah, BKKBN, dan satuan pendidikan.

"Kegiatan launching dan sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan di Kota Padang tahun 2026 dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kepedulian terhadap isu kependudukan melalui jalur pendidikan. Maksud pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan memperkuat pelaksanaan SSK sebagai salah satu upaya meningkatkan literasi kependudukan di lingkungan sekolah," ungkap Boby Firman.

Penerapan Materi Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Sekolah Siaga Kependudukan dipastikan bukan sekadar program tambahan, melainkan instrumen untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, bertanggung jawab, dan tanggap terhadap tantangan demografi masa depan.

Materi kependudukan nantinya akan diintegrasikan secara kreatif ke dalam mata pelajaran serta kegiatan sekolah sesuai tingkatannya:

Tingkat SD/MI: Pengenalan difokuskan pada nilai dasar seperti mengenal struktur keluarga, menghargai keberagaman, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Tingkat SMP/MTs & SMA/SMK/MA: Pembahasan dikembangkan lebih luas mencakup isu pertumbuhan penduduk, kesehatan reproduksi remaja, pendewasaan usia perkawinan (PUP), perencanaan masa depan, hingga pencegahan perilaku berisiko.

Keberhasilan dan keberlanjutan program SSK di Kota Padang ini dinilai sangat bergantung pada komitmen, kolaborasi, serta peran aktif seluruh pemangku kepentingan, terkhusus para kepala sekolah, tenaga pendidik, dan pengawas sekolah di seluruh Kota Padang.(A)



PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk aktif meningkatkan kompetensi. Langkah ini dilakukan guna mewujudkan aparatur yang profesional, kompeten, dan mampu memberikan pelayanan publik berkualitas.

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur BKPSDM Kota Padang, Diane Mary, menegaskan bahwa pengembangan kapasitas merupakan kewajiban setiap ASN demi menunjang kualitas serta profesionalisme dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

"Sesuai ketentuan pengembangan kompetensi ASN, PNS wajib memenuhi minimal 20 Jam Pelajaran (JP) dalam satu tahun, sedangkan PPPK sebanyak 24 JP dalam satu periode kontrak," ujar Diane saat ditemui di Kantor BKPSDM Kota Padang, Kamis (15/10/2026).

"Untuk itu, kami mengimbau seluruh ASN agar proaktif mencari informasi dan memanfaatkan berbagai bentuk pembelajaran mandiri guna meningkatkan kompetensinya," tambahnya.

Diane menjelaskan, pemenuhan kompetensi mencakup tiga aspek utama, yakni:

Kompetensi Teknis (baik struktural maupun fungsional),

Kompetensi Manajerial, dan

Kompetensi Sosial Kultural.

Ketiga aspek ini menjadi indikator penting dalam sistem manajemen talenta ASN. Pemenuhannya akan menentukan pemetaan posisi pegawai dalam talent box pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Talenta (Simata) Kota Padang.

Inovasi Platform Pembelajaran Mandiri
Guna memfasilitasi kebutuhan belajar ASN agar lebih terarah dan fleksibel, BKPSDM Kota Padang saat ini tengah mengupayakan pembuatan situs web Belajar Mandiri Kota Padang.

"Saat ini, kami sedang dalam proses pengajuan pembuatan situs web Belajar Mandiri Kota Padang. Sementara itu, ASN dapat memanfaatkan berbagai tautan pembelajaran mandiri yang telah kami bagikan melalui Instagram resmi BKPSDM," jelas Diane.

Ia berharap seluruh ASN di lingkungan Pemko Padang dapat mengambil peran aktif dalam mengembangkan kapasitas diri tanpa hanya bergantung pada pelatihan formal yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Bagi ASN yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pengembangan kompetensi, akses dapat dilakukan melalui situs web resmi, akun Instagram BKPSDM Kota Padang, atau dengan mendatangi langsung kantor BKPSDM Kota Padang.

Melalui berbagai terobosan ini, BKPSDM Kota Padang optimistis pengembangan kompetensi dapat mentransformasi budaya kerja ASN menjadi budaya belajar berkelanjutan (continuous learning).(A)



JAKARTA — Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perikanan dan Pangan melakukan kunjungan kerja strategis ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) di Jakarta pada 13–16 Oktober 2026. Langkah “jemput bola” ini dilakukan untuk memperjuangkan alokasi dukungan anggaran pemerintah pusat melalui APBN 2027 demi percepatan pembangunan sektor perikanan dan ketahanan pangan daerah.

Kunjungan kerja tersebut merupakan tindak lanjut nyata atas arahan Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang mendorong seluruh Perangkat Daerah agar proaktif menggaet peluang pendanaan pusat di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung KKP RI pada Kamis (15/10/2026), Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Muhammad Dwi Richie, hadir memimpin tim yang didampingi oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Elvida, serta Kepala UPT Sentra Pengolahan Perikanan (SPP) Pasia Nan Tigo Titin Sumarni.

Rombongan Pemko Padang diterima langsung oleh jajaran pejabat tinggi KKP RI, di antaranya Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Hendra Yusran Siry; Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Erwin Dwiyana; Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Ady Chandra; Direktur Ikan Air Tawar Gemi Triastutik; Direktur Prasarana dan Sarana Perikanan Budi Daya Enggar Sadtopo; serta Direktur Rumput Laut Nono Hartanto.

Fokus Program Prioritas: Dari Revitalisasi SPP hingga Kampung Nelayan Tematik
Dalam kesempatan tersebut, Pemko Padang memaparkan sejumlah usulan program prioritas, di antaranya:

Revitalisasi UPT SPP Pasia Nan Tigo: Diproposalkan untuk meningkatkan mutu pengolahan hasil perikanan, daya saing produk, hingga daya jangkau pasar berorientasi ekspor. Usulan ini menyambut respons amat positif dari KKP RI yang berencana memprioritaskan alokasi anggarannya pada APBN 2027.

Kampung Nelayan Merah Putih Tematik Batang Arau: Konsep integrasi antara aktivitas perikanan, wisata bahari, kuliner olahan ikan, dan kawasan Kota Tua. Langkah ini sekaligus memperkuat akselerasi Kota Padang menuju jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Gastronomi. Pihak KKP RI bahkan menyatakan kesiapannya untuk melakukan peninjauan lapangan secara langsung ke kawasan Batang Arau.

Budi Daya Rumput Laut & Ikan Kerapu: Mengakomodasi potensi investasi daerah serta dorongan ekspor komoditas unggulan.

Dukungan Budi Daya Terintegrasi Program Makan Bergizi Gratis
Tidak hanya itu, Pemko Padang turut mengusulkan program Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) dan Minapadi yang dirancang terintegrasi dengan program pemenuhan gizi nasional.

"Kami berupaya menjemput peluang dukungan dari pemerintah pusat agar program prioritas sektor perikanan di Kota Padang bisa direalisasikan. Harapannya, dukungan ini dapat memperkuat fasilitas pengolahan, mengembangkan usaha perikanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor ini," ujar Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Muhammad Dwi Richie.

Richie menambahkan, untuk program Mini RAS dan Minapadi, Pemko Padang mendorong skema rantai pasok (supply chain) yang terhubung langsung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami merencanakan kerja sama antara pembudi daya ikan lokal dan 74 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Padang agar hasil panen pembudi daya terserap dengan kepastian pasar yang jelas, sekaligus membantu pemenuhan gizi masyarakat," jelasnya.

Melalui sinergi agresif ini, Pemko Padang optimistis dukungan APBN 2027 dapat terealisasi untuk memacu produktivitas, daya saing sektor kelautan, serta menggerakkan roda perekonomian para nelayan, pembudi daya, hingga pelaku UMKM pengolahan hasil perikanan di Kota Padang.(A)



PADANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang resmi menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem dalam jaringan (daring) bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah Kota Padang. Kebijakan ini diambil sebagai langkah responsif dalam menyikapi penurunan kualitas udara akibat kabut asap yang kian memprihatinkan.

Penerapan PJJ tersebut berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD/TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta di bawah naungan Disdikbud Kota Padang. Ketentuan ini tertuang secara resmi dalam Surat Edaran (SE) Kepala Disdikbud Kota Padang Nomor 400.3/35/Dikbud-Pdg/X/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh akibat Kondisi Kabut Asap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menegaskan bahwa kebijakan ini diprioritaskan demi melindungi kesehatan warga sekolah.

"Langkah ini kami ambil menindaklanjuti kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat kabut asap. Keselamatan serta kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik adalah prioritas utama kami," ujar Yopi pada Rabu (14/10/2026).

Skema Pelaksanaan Belajar dan Imbauan Orang Tua

Sebagai transisi awal pada Rabu (14/10/2026), aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah dipersingkat, di mana seluruh murid dipulangkan paling lambat pukul 12.00 WIB. Pelaksanaan PJJ secara penuh efektif berlangsung mulai Rabu, 14 Oktober 2026 hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.

Meskipun para siswa belajar dari rumah (BDR), kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan (tendik) diwajibkan tetap hadir ke sekolah untuk memandu proses Pembelajaran Jarak Jauh dari satuan pendidikan masing-masing.

Pihak Disdikbud menginstruksikan sekolah agar memanfaatkan platform digital atau media komunikasi yang fleksibel dan tidak memberatkan peserta didik. Keaktifan siswa selama PJJ akan tetap dihitung dan dicatat sebagai kehadiran resmi.

Di samping itu, Disdikbud mengimbau para orang tua/wali murid untuk berperan aktif mendampingi dan mengawasi anak-anak selama jam belajar berlangsung.

"Kami meminta orang tua murid untuk mengawasi anak-anak agar tetap belajar dari rumah, membatasi aktivitas luar ruangan, dan selalu menggunakan masker medis atau pelindung pernapasan jika terpaksa harus keluar rumah," imbau Yopi menegaskan.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Padang berharap proses belajar-mengajar tetap berjalan optimal tanpa mengesampingkan perlindungan kesehatan anak dari bahaya polusi udara dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).(A)




PADANG — Dinas Perdagangan Kota Padang kembali menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai langkah nyata menjaga keterjangkauan harga bahan pokok dan menekan inflasi daerah. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Camat Nanggalo pada Rabu (14/10/2026) ini mendapat sambutan hangat serta apresiasi positif dari warga setempat.

Program ini menjadi angin segar bagi perekonomian rumah tangga di tengah melonjaknya harga sejumlah komoditas di pasar tradisional. Warga menilai selisih harga bahan pangan yang ditawarkan pada pasar murah tersebut cukup signifikan dan sangat membantu memenuhi kebutuhan harian.

Resti, salah seorang warga Siteba yang hadir di lokasi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran pasar murah ini. Menurutnya, potongan harga pada komoditas penting seperti cabai merah sangat terasa dampaknya bagi kaum ibu.

"Sangat apresiasi dan bagus sekali. Apalagi ibu-ibu kan butuh yang seperti ini. Walaupun mungkin harganya tidak terlalu murah, tapi lumayan dibanding di pasar. Cabai di pasar sekarang bisa mencapai Rp80.000 per kilogram, sedangkan di sini ada yang Rp75.000, bahkan ada yang Rp55.000. Sangat apresiasi sekali, semoga ini terus berlanjut," ujar Resti.

Senada dengan Resti, Novi yang juga merupakan warga Siteba, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif pemerintah daerah ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan lebih rutin agar jangkauan manfaatnya semakin luas.

"Tanggapan saya terhadap adanya kegiatan pasar murah ini sangat mendukung sekali. Harapannya ke depan agar lebih sering dilakukan seperti ini agar masyarakat terbantu. Terima kasih untuk Dinas Perdagangan yang telah memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengakses pasar murah ini," ungkap Novi.

Pelaksanaan Pasar Murah ini menegaskan komitmen Dinas Perdagangan Kota Padang dalam mengintervensi pasar secara positif, mempermudah masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.(A)



PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus berkomitmen mencetak generasi muda berprestasi di bidang olahraga. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi membuka Turnamen Bola Tangan Antar Kecamatan se-Kota Padang Kategori U-17 Tahun 2026 yang digelar di Rafhely Futsal Bypass, Rabu (14/10/2026).

Ajang yang menjadi wadah penjaringan bibit unggul atlet daerah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat. Di antaranya Anggota DPD RI Cherint Iralloza Tasya, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang Izmi Maylendra, Ketua Umum Pengcab Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Padang Manufer Putra Firdaus, serta Ketua Dewan Pembina Pengcab ABTI Kota Padang Argi Putra Finalo. Turut hadir Ketua Pelaksana Seprinaldi beserta para kepala sekolah dan guru pembina SMP negeri dan swasta se-Kota Padang.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan optimismenya terhadap penyelenggaraan turnamen usia muda ini. Ia berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet penerus yang dapat mempertahankan tradisi prestasi dan mengharumkan nama Kota Padang di tingkat yang lebih tinggi.

“Olahraga bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga membentuk karakter, kejujuran, kerja sama, dan sikap saling menghargai. Melalui program Padang Balomba yang merupakan aktivasi dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara, Pemko Padang berkomitmen mendukung generasi muda untuk terus berprestasi,” ujar Maigus.

Ia juga memberi pesan semangat kepada seluruh peserta yang bertanding. “Selamat bertanding dan junjung tinggi sportivitas. Mari jaga persahabatan, dan semoga ananda semua menjadi generasi penerus yang membawa olahraga Kota Padang semakin jaya,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengcab ABTI Kota Padang, Manufer Putra Firdaus, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan. Pembinaan sejak usia sekolah dipandang sangat vital untuk memperkuat regenerasi atlet sekaligus mempertahankan dominasi Kota Padang di ajang regional.

“Kontingen bola tangan Kota Padang berhasil meraih lima medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada Porprov Sumbar XVI 2026. Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus membina atlet muda sebagai pelapis atlet senior di masa mendatang,” ungkap Manufer.

Ketua Pelaksana Turnamen, Seprinaldi, menambahkan bahwa ajang kategori U-17 tahun ini diikuti oleh 18 tim putra dari SMP negeri dan swasta se-Kota Padang. Selain menyajikan kompetisi yang sengit, turnamen ini dirancang sebagai ajang seleksi dan penjaringan atlet potensial.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah pembinaan sekaligus penjaringan atlet-atlet bola tangan berbakat yang nantinya dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi,” pungkas Seprinaldi.(A)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.