PADANG – Bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M menjadi momentum bagi jajaran pimpinan DPRD Kota Padang untuk turun langsung ke tengah masyarakat. Melalui agenda rutin Safari Ramadhan, para wakil rakyat ini tidak hanya datang untuk bersilaturahmi, tetapi juga membawa misi penguatan karakter generasi muda, penyaluran bantuan pembangunan, hingga penyerapan aspirasi di akar rumput.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengawali rangkaian Safari di Mushala Nurul Iman, Kelurahan Bungo Pasang, Koto Tangah, Minggu (1/3/2026). Dalam pesannya, Muharlion menekankan pentingnya menghidupkan kembali fungsi rumah ibadah sebagai pusat pendidikan.
Ia memperkenalkan konsep Smart Surau, sebuah gerakan untuk mengajak anak-anak kembali ke masjid setelah jam sekolah.
"Kita ingin anak-anak kita kuat menghadapi tantangan digital. Dengan rutin salat berjamaah dan tahfiz Al-Qur'an di surau, karakter religius mereka akan terbentuk secara alami," tegasnya.
Tak lupa, ia mengajak warga menjaga kebersihan kota dan taat pajak sebagai modal utama pembangunan Kota Padang menuju kota terbersih di Indonesia.
Gotong Royong dan Kepedulian Global ala Mastilizal Aye
Di Masjid Baiturrahim, Nanggalo, Wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye memberikan apresiasi atas semangat swadaya masyarakat. Ia menceritakan bagaimana sebuah mushala kayu kini bertransformasi menjadi masjid yang megah.
Selain menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp25 juta, Aye juga menyentuh sisi kemanusiaan jamaah dengan mengajak mendoakan umat Muslim di Palestina. "Di saat kita beribadah dengan tenang, saudara kita di Timur Tengah tengah berjuang. Mari kita kuatkan rasa syukur dan kepedulian," ujarnya menyentuh hati jamaah.
Osman Ayub: Aksi Nyata untuk Kebutuhan Umat
Semangat yang sama dibawa oleh Wakil Ketua DPRD Osman Ayub saat mengunjungi Masjid Al Mujahidin, Kurao Pagang. Pria yang akrab disapa Mak Etek Os ini menegaskan bahwa kehadirannya adalah bentuk pengabdian nyata.
“Kami datang bukan sekadar untuk berceramah, tetapi menyalurkan bantuan hibah Rp25 juta yang langsung menyentuh kebutuhan pembangunan masjid,” katanya. Ia juga meminta peran aktif tokoh masyarakat dan niniak mamak untuk menjadi teladan bagi generasi muda agar mencintai Al-Qur'an.
Jupri: Alarm Keras Darurat Narkoba
Menjelang pertengahan Ramadhan, Wakil Ketua DPRD Jupri (Makdang Jupri) melaksanakan safari di Masjid Al Kaffah, Lubuk Begalung, Minggu (8/3/2026). Ia membawa peringatan serius terkait ancaman narkotika yang kini mulai menyasar wilayah pedesaan di Sumbar.
"Padang bukan lagi sekadar perlintasan, tapi sasaran peredaran narkoba. Ini peringatan serius bagi orang tua dan niniak mamak. Kita harus membentengi anak kemenakan kita dengan lingkungan yang religius," tutur Jupri tegas.
Sebagai bentuk dukungan operasional, Jupri menyerahkan hibah sebesar Rp25 juta, yang disambut haru dan syukur oleh pengurus masjid serta warga setempat.
Sinergi untuk Padang yang Lebih Baik
Rangkaian Safari Ramadhan ini membuktikan bahwa DPRD Kota Padang tidak hanya bekerja di balik meja. Kehadiran pimpinan dewan di berbagai titik—mulai dari Koto Tangah, Nanggalo, hingga Lubuk Begalung—menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan pembangunan fisik rumah ibadah berjalan seiring dengan pembangunan mental spiritual warga.
Melalui hibah puluhan juta rupiah dan pesan-pesan moral yang disampaikan, DPRD Kota Padang berharap Ramadhan 1447 H menjadi titik balik kebangkitan karakter generasi muda Minang yang religius, berbudaya, dan bebas dari pengaruh negatif zaman.(Adv)
PADANG---Di antara desir angin yang membawa harum harapan, Rumah Tahfiz Qur’an Hannah resmi diluncurkan dalam sebuah perhelatan yang sarat makna dan doa. Peresmian ini bukan sekadar berdirinya sebuah lembaga pendidikan, melainkan lahirnya mercusuar kebaikan—buah kolaborasi antara Rumah Tahfiz Qur’an Hannah dan Daarut Tauhiid Peduli (DT Peduli), yang berlandaskan kepedulian sosial untuk masyarakat luas.
Rumah tahfiz ini dihadirkan sebagai ruang tumbuh generasi Qur’ani, terbuka bagi masyarakat dan diselenggarakan secara gratis. Sebuah ikhtiar mulia agar setiap anak, tanpa sekat kemampuan ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk menghafal dan mencintai Al-Qur’an.
Acara diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh para santri. Suara mereka mengalun jernih, menembus relung hati para hadirin. Setiap huruf yang terucap seakan menjadi saksi bahwa rumah ini akan senantiasa dipenuhi cahaya wahyu.
Sambutan pertama disampaikan oleh pimpinan Rumah Tahfiz Qur’an Hannah, Meldian. Dengan penuh ketulusan, ia menegaskan bahwa berdirinya rumah tahfiz ini adalah wujud cita-cita untuk melahirkan generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari—menjadi insan yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara.
“Ini bukan sekadar tempat belajar,” tuturnya, “melainkan rumah bagi lahirnya para penjaga kalam Ilahi, yang kelak akan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.”
Senada itu dari perwakilan DT Peduli, yang menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memperluas manfaat sosial dan pendidikan bagi umat. Sinergi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya melalui pendidikan Al-Qur’an.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan ramah tamah yang hangat dan penuh keakraban. Senyum dan jabat tangan saling bertaut, menguatkan tekad untuk menjaga amanah ini. Momen diabadikan dalam foto bersama—sebuah bingkai sederhana yang menyimpan harapan besar.
Di hari itu, bukan hanya bangunan yang diresmikan. Sebuah cahaya dinyalakan. Dan dari Rumah Tahfiz Qur’an Hannah, cahaya itu diharapkan akan terus menyala—menerangi langkah generasi penerus menuju masa depan yang berlandaskan Al-Qur’an.