Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel ASBANDA Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dir narkoba Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Ditlantas Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda HBT Padang Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodaeral II Kodim 0312/Padang Korem 032/Wbr Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Peduli korban bencana Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PJN Wilayah II PoldaSumbar Politik Polres Polres Bukittinggi Polres Padang Pariaman Polres Pasaman Barat Polres Sijunjung PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Polsek IV Nagari PPK 2.4 Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama



 PADANG — Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau para pelanggan, khususnya yang berada di sekitar tujuh titik proyek galian drainase, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan cadangan air bersih. Imbauan ini dikeluarkan guna mengantisipasi potensi gangguan aliran maupun penurunan tekanan air selama aktivitas konstruksi berlangsung.

Adapun tujuh wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:

Jalan Maransi

Jalan Raya Gadut

Kawasan Pemugaran GOR H. Agus Salim

Kompleks Bayamas

Kawasan Klenteng Pondok

Dadok Tunggul Hitam

Bypass Lubeg (depan Kantor PLN)

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, menjelaskan bahwa pengerjaan drainase di wilayah-wilayah tersebut bersinggungan langsung dengan jaringan utilitas pipa bawah tanah.

“Kami menyampaikan informasi ini lebih awal agar masyarakat dapat melakukan antisipasi sejak dini. Potensi gangguan ini bukan untuk memicu kekhawatiran, melainkan bentuk kesiapsiagaan agar kebutuhan dasar rumah tangga tetap terpenuhi,” ujar Afriyanto.

Prinsip Antisipasi: "Jangan Menunggu Air Berhenti Mengalir"
Afriyanto menekankan pentingnya menampung air secukupnya sebelum dampak pengerjaan mulai dirasakan di kran-kran rumah warga. Langkah ini sangat krusial terutama untuk menopang kebutuhan vital harian seperti memasak, minum, mandi, dan mencuci.

Selain menyiapkan pasokan darurat, warga juga diharapkan menggunakan air secara bijak dan hemat selama proses pemeliharaan infrastruktur tersebut berjalan.

Pemantauan Intensif dan Imbauan Waspada Hoaks
Perumda Air Minum Kota Padang memastikan tim teknis terus melakukan koordinasi dan pemantauan ketat di lapangan guna meminimalkan risiko kerusakan pipa penyuplai.

Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak panik, serta bijak dalam menyaring informasi. Perumda mengimbau pelanggan agar selalu merujuk pada kanal media sosial dan saluran komunikasi resmi perusahaan untuk mendapatkan pembaruan (update) informasi tepercaya terkait layanan air bersih.

Dengan kerja sama dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan pengerjaan proyek drainase kota ini dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kendala berkepanjangan bagi pelayanan pasokan air masyarakat.



Alahan Panjang — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang melaksanakan pelatihan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Solok dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, khususnya dalam bidang pertanian. 

Melalui pelatihan ini, warga binaan diberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yang dapat diterapkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena metode hidroponik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan metode penanaman sayuran menggunakan lahan konvensional atau tanah.

“Berbagai keunggulan sayuran hidroponik antara lain dapat diterapkan di pekarangan yang sempit, lebih efisien dalam penggunaan air, serta memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan waktu panen yang lebih singkat karena kebutuhan nutrisi, air, dan oksigen dapat tercukupi secara lebih akurat. Selain itu, tanaman hidroponik relatif bebas dari hama dan penyakit yang berasal dari tanah,” ujar Harianto.

Menurutnya, keterampilan yang diberikan melalui pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat selama warga binaan menjalani masa pembinaan, tetapi juga dapat menjadi bekal keterampilan produktif setelah mereka selesai menjalani masa pidana.

Sementara itu, salah seorang warga binaan Lapas Kelas III Alahan Panjang yang enggan disebutkan namanya mengaku bersyukur atas kesempatan mengikuti pelatihan yang diberikan melalui sinergitas pemerintah dan pihak Lapas.

“Program pembinaan ini sangat bermanfaat bagi semua kalangan, khususnya masyarakat di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti. Mayoritas penduduk di sini bekerja sebagai petani,” ujarnya.

Ia berharap seluruh program pelatihan dan pembinaan yang diberikan oleh Lapas, baik di bidang pertanian, sosial maupun keagamaan, dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah bebas dan kembali ke lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Lapas Kelas III Alahan Panjang berkomitmen untuk terus memberikan keterampilan yang produktif dan bermanfaat sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu hidup mandiri serta berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.



PADANG — Suasana senja di Monumen Gempa Padang, Rabu (30/9/2026), mendadak hening. Tepat pukul 17.15 WIB—waktu di mana bumi Kota Ranah Minang terguncang hebat 17 tahun silam—ratusan pasang mata tertunduk. Doa-doa dilantunkan, mengudara bersama kenangan akan 363 warga Kota Padang yang gugur dalam tragedi dahsyat 30 September 2009.

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Kota Padang tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi momentum refleksi mendalam. Namun, di balik berdirinya batu granit hitam yang menjadi saksi bisu tempat prosesi tabur bunga itu berlangsung, ada jejak ketulusan seorang tokoh masyarakat yang tak boleh dilupakan: Andreas, Tuako Himpunan Bersatu Teguh (HBT).

Sebagai penggagas berdirinya Monumen Gempa Padang, sosok Andreas hadir di tengah-tengah jajaran pejabat, mulai dari Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian, unsur Forkopimda, Sekda Kota Padang Raju Minropa, hingga Wali Kota Padang periode 2004–2014 Fauzi Bahar Dt. Sati. Kehadiran Andreas menegaskan bahwa rasa kemanusiaan dan memori kolektif warga Padang melintasi batas-batas suku dan golongan.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat pentingnya membangun kesadaran dan mitigasi kebencanaan secara berkelanjutan.

"Gempa 30 September 2009 adalah pelajaran besar bagi kita semua. Penguatan kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi harus ditopang oleh perencanaan yang matang, koordinasi, serta edukasi masyarakat yang berkesinambungan. Pemko Padang akan terus menggelar tsunami drill agar masyarakat siap menghadapi segala potensi risiko," ujar Fadly Amran usai menaburkan bunga di Monumen Gempa.

Monumen Kenangan dan Harapan Masa Depan

Bagi Andreas, Monumen Gempa Padang bukan sekadar susunan batu, melainkan pengingat abadi akan pentingnya persatuan, ketangguhan, dan rasa empati antar-sesama warga kota saat badai kehidupan menerpa.

Di sela-sela prosesi peringatan, Tuako HBT Andreas menyampaikan pandangannya yang menyentuh dada mengenai makna di balik pendirian monumen tersebut.

"Monumen ini kita gagas bukan untuk meratapi luka atau memelihara kesedihan, melainkan untuk merawat ingatan. Di atas tanah ini, 17 tahun lalu, kita belajar bahwa bencana tidak pernah memilih siapa korbannya. Namun, dari situ pula kita belajar arti kebersamaan dan kepedulian tanpa sekat," ungkap Andreas dengan nada haru.

Ia berharap tugu tersebut dapat terus berdiri sebagai pengingat generasi mendatang agar tak pernah lengah menghadapi potensi alam.

"Setiap ukiran nama dan kenangan di monumen ini adalah pengingat bagi anak cucu kita kelak: bahwa Padang adalah kota yang tangguh. Kita boleh berduka, tetapi kita tidak boleh menyerah. Tugu ini adalah warisan kesadaran agar kita selalu siap, siaga, dan saling menjaga satu sama lain," tambah Andreas.

Acara peringatan diakhiri dengan penaburan bunga oleh Wali Kota Padang, Sestama BNPB, Tuako HBT Andreas, para pegiat kebencanaan, serta perwakilan keluarga korban. Di bawah pendar cahaya senja Kota Padang, Monumen Gempa kembali berdiri kokoh—menjadi simbol ketangguhan sebuah kota yang pernah rebah, namun bangkit dan terus melangkah maju.(SRP)



PADANG — Guna menjaga kualitas serta kelancaran pasokan air bersih kepada masyarakat, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang kembali melakukan pemeliharaan rutin infrastruktur. Kali ini, pengurasan sedimen di Intake Paluki dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026.

Pekerjaan pemeliharaan berkala tersebut dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga 12.30 WIB dengan estimasi pengerjaan sekitar empat jam.

Pengurasan sedimen ini berfokus pada pembersihan endapan lumpur, pasir, dan material alami lainnya yang terakumulasi di area intake. Jika dibiarkan tanpa penanganan berkala, penumpukan material tersebut berpotensi menurunkan kapasitas pengambilan air baku, yang pada akhirnya memicu gangguan pada sistem pengolahan dan pendistribusian air ke pelanggan.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan sarana dan keberlangsungan pelayanan air minum bagi warga Kota Padang.

“Pekerjaan pengurasan sedimen di Intake Paluki ini adalah pilar penting pemeliharaan infrastruktur kami. Endapan material alami di area intake jika dibiarkan dapat mengurangi kapasitas pasokan air baku menuju instalasi pengolahan,” ujar Afriyanto.

Ia menjelaskan, seluruh proses pemeliharaan dirancang seefisien mungkin agar dampak terhadap kenyamanan masyarakat dapat ditekan sekecil mungkin.

“Pengerjaan berdurasi empat jam ini kami optimalkan sedemikian rupa agar dampak gangguan pendistribusian ke pelanggan minimal. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemeliharaan berlangsung,” ungkapnya.

Potensi Penurunan Tekanan Air dan Imbauan Pelanggan
Selama pengerjaan berlangsung, pelanggan di sekitar wilayah pelayanan Intake Paluki diimbau untuk mengantisipasi potensi penurunan tekanan air hingga penghentian aliran sementara.

Sebagai langkah antisipasi, Perumda Air Minum Kota Padang meminta masyarakat terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum pengerjaan dimulai pada Rabu pagi.

Perumda AM Kota Padang memastikan bahwa setelah pengerjaan selesai sekitar pukul 12.30 WIB, pendistribusian air akan langsung dialirkan kembali secara bertahap. Namun, pemulihan tekanan air memerlukan waktu seiring proses pengisian kembali (priming) pada jaringan perpipaan.

Kecepatan normalisasi aliran air juga dipengaruhi oleh kondisi geografis dan posisi jaringan pipa di masing-masing area pelanggan.

“Untuk informasi lebih lanjut maupun layanan pengaduan, pelanggan dapat menghubungi kanal resmi dan call center layanan pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang,” tutup imbauan tersebut.

Melalui perawatan infrastruktur secara berkelanjutan ini, Perumda Air Minum Kota Padang terus berupaya memastikan ketersediaan air bersih yang aman, andal, dan optimal bagi seluruh warga.



PADANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang menjadwalkan pekerjaan pengurasan kanal intake Palukahan yang dimulai pada Senin (28/9/2026). Pekerjaan pemeliharaan berkala ini dipastikan bakal berdampak pada penurunan tekanan hingga terhentinya distribusi air bersih sementara waktu di sejumlah area layanan.

Kepala Subbagian Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, menjelaskan bahwa pengurasan kanal intake merupakan langkah krusial untuk menjaga performa infrastruktur dan keberlangsungan sistem penyediaan air minum bagi masyarakat.

"Pekerjaan ini perlu dilakukan untuk menjaga kondisi kanal intake tetap berfungsi secara optimal. Selama proses berlangsung, pelanggan di wilayah terdampak perlu mengantisipasi kemungkinan turunnya tekanan air hingga aliran tidak mengalir sementara," ujar Afriyanto.

Wilayah Terdampak
Berdasarkan pendataan Perumda Air Minum Kota Padang, gangguan distribusi air diperkirakan meliputi kawasan:

Sei Lareh & Pilakut

Komplek Villaku & Gunung Sariak

Batas Kota Lubuk Buaya & Anak Air

Balai Gadang & Sei Bangek

Balai Baru, Kalumbuk, Gurun Laweh, hingga Siteba

Imbauan kepada Pelanggan

Guna meminimalkan dampak gangguan aktivitas harian, Perumda Air Minum mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk segera menampung air bersih secukupnya sebelum pengerjaan dimulai, serta menggunakannya secara bijak.

Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan selama proses pemeliharaan berlangsung.

"Kami memahami air bersih merupakan kebutuhan vital masyarakat. Oleh karena itu, kami memohon pengertian dan kesabaran para pelanggan. Setelah pengerjaan selesai, pengaliran air akan dinormalkan kembali secara bertahap sesuai kondisi tekanan sistem," tutur Afriyanto.

Perumda Air Minum Kota Padang berkomitmen mengawal pengerjaan pengurasan ini agar berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat dapat kembali optimal.

 

‎
‎AROSUKA — Selama seminggu terakhir, aroma tumisan ayam, ikan goreng, dan telur dadar menjadi kawan setia para warga terdampak bencana banjir bandang (galodo) serta relawan dan aparat TNI/Polri di Arosuka. Namun hari ini, suasana di Dapur Umum Relawan Humani Care (RHC) terasa berbeda. Keriuhan dapur diiringi senyum penuh syukur saat dua ekor kambing segar tiba di posko bantuan.
‎
‎Sumbangan istimewa tersebut datang langsung dari seorang perwira menengah Polri, Kombes Pol Andri Kurniawan, S.I.K., M.Hum. Kepedulian sosok yang dikenal humanis ini seketika mengubah deretan menu harian dapur umum menjadi sajian istimewa: Gulai Kambing.
‎
‎Bagi warga korban bencana yang tengah berjuang bangkit dari trauma, serta para relawan dan personel TNI/Polri yang tak kenal lelah bertugas di lapangan, santapan hangat berkuah santan dan kaya rempah ini bukan sekadar peningkat selera makan. Lebih dari itu, hidangan "menu sultan" ini membawa pesan kepedulian yang mendalam bahwa mereka tidak sendirian melewati masa-masa sulit ini.
‎
‎"Alhamdulillah, kepedulian Kombes Pol Andri Kurniawan memberikan warna dan semangat baru di posko kami. Setelah seminggu berturut-turut menikmati menu ayam, ikan, dan telur, hari ini warga dan jajaran pengabdi kemanusiaan bisa menikmati sajian gulai kambing bersama-sama," ujar salah satu pengelola Dapur Umum RHC.
‎
‎Langkah nyata ini kembali menegaskan wajah Polri yang Presisi dan dekat dengan masyarakat. Bukan sekadar dalam pengamanan dan penegakan hukum, namun juga hadir merangkul dan meringankan beban sesama di saat-saat kritis.
‎
‎Semoga kebaikan dan rasa kepedulian yang diulurkan Kombes Pol Andri Kurniawan menjadi ladang amal jariyah yang melimpah, serta membawa keberkahan dan kesehatan bagi beliau dan keluarga. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.   
‎
‎Catatan Profil & Jejak Kepedulian Kombes Pol Andri Kurniawan, S.I.K.
‎
‎Jabatan & Peran: Beliau merupakan perwira tinggi lulusan Akpol yang menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumatera Barat.   
‎
‎Rekam Jejak Sosial: Dikenal sebagai sosok perwira yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Beliau aktif berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan, termasuk pergerakan angkatan alumni (seperti almamater Pamor Persada 2000) yang fokus memberikan bantuan tanggap bencana banjir dan galodo di Sumatera Barat.
‎
‎Prestasi & Dedikasi: Sebelum menjabat di Polda Sumbar, beliau memiliki rekam jejak pengabdian yang berprestasi tinggi di jajaran Reskrim (termasuk penerima Pin Emas Kapolri saat bertugas) dan dikenal berintegritas serta cepat tanggap terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan.
‎
‎(SRP)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.