Dedikasi Tanpa Kenal Kompromi: PPK 2.4 PJN II Sumbar Siaga 24 Jam Kawal Keselamatan Jalan Nasional Tapan–Batas Jambi
PADANG — Menghadapi hantaman cuaca ekstrem dan anomali curah hujan yang melanda Sumatera Barat, peran dan kehadiran negara di tengah masyarakat kian diuji. Di balik kelancaran arus logistik dan mobilitas warga di lintas selatan Sumatera, terdapat kerja keras dan kesiagaan tanpa henti dari jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, khususnya melalui komitmen nyata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumbar.
Di bawah komando Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., tim PPK 2.4 Sumbar menunjukkan respons cepat dan kepemimpinan yang tanggap di lapangan. Ketika material lumpur dan longsoran tebing berulang kali menutup badan jalan nasional—terutama di titik rawan KM 228+100 ruas Tapan–Batas Jambi—tim ini tidak menunggu lama untuk bergerak mengamankan akses vital masyarakat tersebut.
Langkah Cepat dan Manajemen Krisis di Lapangan
Bagi Gina Lamria Indriati Tampubolon, keselamatan pengguna jalan dan kelancaran distribusi barang adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Menyadari ancaman longsor susulan yang dipicu oleh jenuhnya struktur tanah akibat hujan intensitas tinggi, ia langsung menginstruksikan pengerahan unit alat berat jenis wheel loader ke lokasi kejadian sesaat setelah bencana terjadi.
Langkah taktis ini berhasil memangkas waktu hambatan lalu lintas dan memulihkan akses penghubung antarwilayah dengan cepat. Tidak hanya menurunkan alat berat, Gina dan tim teknisnya memastikan posko siaga dan personel inti tetap berada di lapangan secara standby penuh, siap siaga menghadapi segala kemungkinan darurat di tengah cuaca yang kian sulit diprediksi.
Menyigi Akar Masalah: Edukasi dan Mitigasi Lingkungan
Di luar fungsi penanganan darurat (responsif), PPK 2.4 PJN II Sumbar juga mengambil langkah proaktif yang bersifat edukatif. Berdasarkan analisis teknis mendalam yang dilakukan timnya, tingginya kerentanan longsor di ruas Tapan–Batas Jambi tidak terlepas dari faktor alih fungsi lahan perbukitan secara masif—seperti maraknya pembukaan lahan perkebunan di sekitar lereng jalan.
Melalui pendekatan persuasif dan sosialisasi terbuka, Gina Lamria Indriati Tampubolon mengajak masyarakat, khususnya para pemilik lahan di sepanjang jalur perbukitan, untuk kembali memperhatikan aspek keseimbangan ekologis. Hilangnya vegetasi berakar dalam yang digantikan tanaman semusim dinilai telah mengurangi daya ikat tanah secara signifikan.
Melalui imbauan ini, PPK 2.4 PJN II Sumbar tidak sekadar memperbaiki jalan yang rusak akibat alam, tetapi juga merintis kesadaran kolektif bersama warga demi mewujudkan mitigasi bencana yang berkelanjutan.
Wujud Nyata Negara Hadir untuk Masyarakat
Kehadiran PPK 2.4 PJN II Sumbar di garis depan penanganan infrastruktur jalan nasional ini membuktikan bahwa dedikasi seorang abdi negara melampaui tugas administratif di atas meja. Lewat koordinasi yang solid, kecepatan eksekusi di lapangan, serta kepedulian terhadap keselamatan jangka panjang, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T. dan tim sukses menjaga urat nadi perekonomian Sumatera Barat tetap berdetak di tengah badai cuaca ekstrem.(MK)

Post a Comment