Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Agam Agama Artikel ASBANDA Bank Nagari Baru Batam Bawaslu Tanah Datar Beeita DPRD Tanah Datar berita DPRD berita DPRD Maklumatnews berita DPRD Tanah Datar Berita DPRD Tanah Datat berita DPRD TD berita Maklumatnews Tanah Datar berita Pemkab Tanah Datar berita Tanah Daftar Berita Tanah Datar Berita Tanah Datar Maklumatnews berita TanahaDatar Maklumatnews berura DPRD Tanah Datar Beruta Tanah Datar Box Redaksi bpjs Bukit Tinggi Dharmasraya Dir narkoba Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar Ditkrimsus Polda Sumbar Ditlantas Polda Sumbar Dovy Djanas DPR RI DPRD DPRD Kota Padang Dprd payakumbuh DPRD Sumbar DPRD Tanah Datar DPRD TD Epyardi Asda HBT Padang Jabar Jakarta Jakarta. Jawa Tengah Kab. Pesisir Selatan Kab. Pesisir Selatan. Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok KAI Sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Solok Selatan kejadian Kodaeral II Kodim 0312/Padang Korem 032/Wbr Kota Padang Kota Padang. Kota Pariaman Kriminal Legis Legislatif Liputan Khusus Luak Limopuluah Maklumatnews Maklumatnews Tanah Datar Medan MUA NasDem Nasional Nasional. Olahraga Opini Otomotif Padang padang panjang. Padang Pariaman Pariwara Bank Nagari Pasaman Barat pasaman. pay Payakumbuh PD TIDAR Sumbar PDAM Peduli korban bencana Pembangunan Pemkab Pemko Padang Pemko Padang. Pendidikan Peristiwa Perpani Sumbar PJN Wilayah II PoldaSumbar Politik Polres Polres Bukittinggi Polres Padang Pariaman Polres Pasaman Barat Polres Sijunjung PolresDharmasraya Polresta Padang Polri Polri. Polsek IV Nagari PPK 2.4 Sawahlunto Sijunjung Solok Sosial dan Budaya Sport Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Tanag Datar Tanah Data Maklumatnew Tanah Datar Tanah Datar Maklumatnews Terbaru TNI Uin Utama




PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, serta Pejabat Pengawas di lingkungan Pemko Padang. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (12/10/2026).

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, jajaran Staf Ahli, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemko Padang.

Sebanyak 27 pejabat resmi dilantik dan diambil sumpahnya, yang terdiri dari 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 10 Pejabat Administrator, dan 14 Pejabat Pengawas.

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang menduduki posisi baru tersebut yakni:

Desmon Danus, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanahan, kini mengemban amanah sebagai Sekretaris DPRD Kota Padang.

Raf Indria, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, kini resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanahan.

Hendrizal Azhar, yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD, kini menduduki posisi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

Dalam arahannya, Wawako Maigus Nasir menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik tidak boleh hanya terjebak dalam rutinitas birokrasi, tetapi harus mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan, inovasi, dan solusi nyata bagi masyarakat.

"Mulai hari ini, saudara tidak cukup hanya menjadi pejabat yang mampu melaksanakan rutinitas administrasi pemerintahan. Saudara harus menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan, menyelesaikan persoalan, menciptakan inovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Maigus Nasir.

Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang pejabat tidak diukur dari formalitas administratif atau laporan kegiatan semata.

"Ukuran keberhasilan kita bukan berapa banyak rapat yang kita lakukan, bukan berapa banyak surat yang kita keluarkan, dan bukan pula berapa banyak kegiatan yang kita laporkan. Ukuran keberhasilan kita adalah perubahan apa yang dirasakan masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, Maigus Nasir menjelaskan bahwa Pemko Padang saat ini mengusung semangat "Satu Tujuan untuk Kejayaan Kota Padang", yang ditopang oleh sembilan program unggulan: Padang Amanah, Padang Juara, Smart Surau, Sinergi Nagari, Padang Melayani, Padang Rancak, Padang Sigap, UMKM Naik Kelas, dan Jelajah Padang. Menurutnya, seluruh program unggulan ini harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan tepat sasaran, pelayanan cepat, anggaran yang efektif, serta eksekusi yang terukur.

Khusus untuk program Padang Amanah, Wawako menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat integritas dan profesionalisme. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik pungutan liar (pungli), penyalahgunaan wewenang, maupun pelayanan diskriminatif. Pemerintahan harus dibangun secara bersih, transparan, akuntabel, serta berbasis digitalisasi pelayanan publik.

Sementara pada program Padang Melayani, ia meminta Perangkat Daerah merubah paradigma dari pasif menjadi proaktif. Birokrasi dilarang menunggu aduan masyarakat baru bergerak, serta harus sigap agar masalah sederhana tidak membesar akibat lambatnya respon pemerintah.

Menutup sambutannya, Maigus Nasir mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi terwujudnya kejayaan Kota Padang.(A)



PADANG — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Padang kembali memicu gangguan serius terhadap infrastruktur pelayanan air bersih. Meningkatnya debit air Sungai Guo menyebabkan putusnya pipa transmisi distribusi milik Perumda Air Minum Kota Padang, yang berpotensi melumpuhkan pasokan air bersih ke sejumlah wilayah pelanggan.

Kondisi ini menjadi perhatian mendesak mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar harian masyarakat. Arus deras Sungai Guo tidak hanya menggerus kondisi tanah di sekitar aliran sungai, tetapi juga memberi tekanan hebat pada jaringan pipa utama yang tertanam di kawasan tersebut.

Menanggapi situasi ini, pihak Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan bahwa penanganan darurat tengah berjalan dengan memprioritaskan keselamatan petugas serta ketepatan teknis di lapangan.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini menjadi tantangan berat bagi operasional perusahaan. Meski begitu, langkah pemulihan akan terus diupayakan secepat mungkin.

“Peningkatan debit Sungai Guo akibat hujan deras berdampak langsung pada sistem distribusi jaringan kami. Penanganan harus dilakukan secara cermat dengan memperhitungkan kestabilan arus sungai, kondisi tanah, serta keselamatan para petugas di lapangan,” ujar Afriyanto.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada publik selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami sangat memahami bahwa gangguan ini menghambat aktivitas sehari-hari warga. Oleh karena itu, informasi mengenai perkembangan penanganan dan estimasi pemulihan akan terus kami sampaikan secara berkala agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi,” tambahnya.

Proses Pemulihan Terukur dan Evaluasi Ketahanan Jaringan
Pemulihan jaringan pipa transmisi ini membutuhkan waktu dan penanganan yang terukur. Tim teknis Perumda Air Minum Kota Padang saat ini berfokus melakukan pemeriksaan titik kerusakan, evaluasi dampak, serta penilaian keamanan lokasi sebelum menerjunkan personel untuk penyambungan ulang.

Selain fokus pada perbaikan darurat, Perumda Air Minum Kota Padang juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan infrastruktur di sepanjang aliran sungai. Hal ini dilakukan guna meminimalisasi risiko gangguan serupa saat hujan deras kembali menerjang.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat di wilayah yang terdampak diimbau untuk menampung dan menghemat penggunaan air bersih secukupnya sembari menunggu proses perbaikan selesai dan pasokan air kembali normal.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya ketahanan infrastruktur penyediaan air baku di tengah kondisi cuaca ekstrem yang makin tidak menentu. Kini, kecepatan, transparansi informasi, serta ketepatan tindakan Perumda Air Minum Kota Padang menjadi kunci utama untuk mengembalikan hak masyarakat atas akses air bersih.




Solok Selatan — Tragedi tanah longsor kembali menimpa kawasan penambangan emas tradisional di kawasan Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, pada Selasa (6/10/2026) dini hari. Empat pendulang emas lokal dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material tanah dan bebatuan.
‎
‎Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ketika para korban sedang mengambil material galian di area tebing terjal. Kondisi lereng perbukitan yang tergerus akibat aktivitas penggalian tak berizin tersebut memicu longsor secara tiba-tiba. Meski pekerja lain di sekitar lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan, tebalnya material tanah bercampur batu membuat nyawa keempatnya tidak dapat diselamatkan.
‎
‎Kapolres Solok Selatan, AKBP Andreanaldo Ademi, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan rasa duka atas musibah yang menimpa para warga.
‎
‎Adapun identitas keempat korban tewas yang merupakan warga lokal setempat adalah:
‎
‎Defriadi (40), warga Jorong Kampuang Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir.
‎
‎Rafli (35), warga Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.
‎
‎Dani (25), warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir.
‎
‎Zul Fatrianto (35), warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir.
‎
‎Mengingat lokasi tambang yang terisolasi jauh di dalam hutan, proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama. Para korban berhasil dievakuasi oleh rekan sesama pendulang sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka masing-masing. Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian para korban sebagai musibah saat mencari nafkah.
‎
‎Komitmen Ketat Jajaran Polres Solok Selatan
‎
‎Musibah ini kian menegaskan besarnya risiko keselamatan dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Di tengah tantangan geografis lokasi tambang liar yang terisolasi, Polres Solok Selatan di bawah kepemimpinan AKBP Andreanaldo Ademi terus menunjukkan komitmen kuat dan tindakan responsif dalam memberantas praktik PETI di wilayah hukumnya.
‎
‎Jajaran Polres Solok Selatan secara intensif dan konsisten menggelar razia penertiban. Langkah-langkah tegas, mulai dari pemusnahan pondok-pondok tambang liar hingga penyitaan peralatan kerja, terus dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden serupa. Bahkan hingga Oktober 2026, Polres Solok Selatan mencatat telah menertibkan belasan titik lokasi yang terindikasi menjadi area tambang ilegal.
‎
‎"Medan yang sulit dan terisolasi memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami di lapangan. Namun hal tersebut tidak mengendurkan niat kami. Polres Solok Selatan tetap berkomitmen penuh untuk menegakkan hukum dan memberantas penambangan ilegal demi keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan," tegas AKBP Andreanaldo Ademi.(*)



PADANG — Keberadaan meteran air (water meter) di setiap rumah pelanggan sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, perangkat kecil ini memegang peran krusial dalam mencatat volume penggunaan air bersih sekaligus menjadi acuan utama penetapan tagihan rekening bulanan.

Guna memastikan proses pencatatan berjalan akurat dan transparan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih peduli terhadap kondisi dan keterbacaan meteran air di hunian masing-masing.

Kendala Lapangan dan Risiko Penggunaan Estimasi
Dalam praktik di lapangan, petugas catat meter masih kerap mendapati kondisi meteran yang sulit dijangkau. Banyak meteran air tertimbun tanah, tertutup tumpukan barang bekas, terhalang semak belantik, hingga berada di area terkunci atau di balik bangunan.

Kondisi tersebut tak hanya menyulitkan petugas, tetapi juga berpotensi merugikan pelanggan. Saat angka meteran tidak dapat dibaca secara langsung, sistem pencatatan terpaksa menggunakan kalkulasi estimasi berdasarkan rata-rata pemakaian terdahulu. Dampaknya, nilai tagihan pada bulan berjalan bisa berbeda dari konsumsi air aktual.

Tiga Aspek Utama Perawatan Meteran Air
Untuk menghindari kendala pencatatan, Perumda Air Minum Kota Padang mengingatkan masyarakat akan tiga hal penting dalam merawat meteran air:

Keterlihatan (Visibilitas): Memastikan posisi meteran berada di lokasi yang jelas dan mudah dilihat tanpa tertutup benda apa pun.

Bebas Hambatan: Merawat dan membersihkan area sekitar meteran secara berkala dari sampah, material bangunan, tanah, maupun tanaman liar.

Perlindungan Fisik yang Tepat: Melindungi alat dari benturan atau potensi kerusakan fisik tanpa menutupi akses petugas untuk membacanya.

Meteran Air Sebagai "Kasir Pribadi" Pelanggan
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, mengibaratkan meteran air sebagai "kasir pribadi" yang bertugas mencatat transaksi air bersih di setiap rumah.

"Meteran air itu analoginya seperti 'kasir pribadi' di rumah pelanggan. Setiap tetes air yang mengalir dan tercatat di sana adalah komitmen transparansi antara kami dan pelanggan. Jika alat catatnya terhalang atau rusak, transparansi itu ikut terganggu," ujar Afriyanto.

Ia menegaskan, menjaga keterbacaan meteran merupakan langkah mandiri pelanggan dalam melindungi hak transaksinya agar tetap efisien dan akurat.

Larangan Memperbaiki Mandiri dan Kanal Pengaduan
Perumda juga mengingatkan pelanggan untuk tidak membongkar atau memperbaikinya secara mandiri jika menemukan indikasi kerusakan—seperti jarum meteran tidak bergerak, kaca buram/pecah, atau terjadi kebocoran sambungan. Tindakan mandiri berisiko merusak segel resmi dan berimplikasi pada sanksi administratif.

Jika menemukan gangguan pada meteran air, masyarakat diimbau untuk segera melapor melalui kanal resmi berikut:

Call Center: 1500030

WhatsApp Layanan: 0811-669-123

Instagram: @perumdaairminumkotapadang

Kantor Pelayanan: Kantor cabang Perumda Air Minum Kota Padang terdekat pada jam kerja.

Melalui sinergi antara perawatan mandiri oleh warga dan pelayanan responsif dari Perumda, pencatatan pemakaian air bersih di Kota Padang diharapkan semakin akurat dan bebas dari potensi kesalahpahaman penagihan.



ALAHAN PANJANG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang berhasil meraih predikat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terbaik dalam Postingan Media Sosial Terbanyak yang Berkualitas kategori Edukasi di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Barat untuk periode September 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi Lapas Kelas III Alahan Panjang dalam mengelola dan menyajikan informasi melalui media sosial, khususnya konten yang memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

Capaian ini juga menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana publikasi kegiatan pemasyarakatan, tetapi juga sebagai media komunikasi publik untuk menyampaikan berbagai informasi positif, edukatif, dan informatif kepada masyarakat.

Melalui konten-konten yang dipublikasikan, Lapas Kelas III Alahan Panjang berupaya memperkenalkan berbagai program pembinaan, kegiatan warga binaan, serta aktivitas kedinasan kepada masyarakat secara terbuka dan mudah diakses.

Predikat tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Kelas III Alahan Panjang untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan media sosial. Ke depan, publikasi diharapkan tidak hanya semakin aktif, tetapi juga tetap mengedepankan akurasi informasi, nilai edukasi, kreativitas, serta etika dalam penyampaian informasi kepada publik.

Penghargaan periode September 2026 ini menegaskan komitmen Lapas Kelas III Alahan Panjang dalam membangun komunikasi publik yang positif sekaligus memperkuat citra pemasyarakatan yang transparan, edukatif, dan dekat dengan masyarakat.



PADANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-42 Tingkat Kota Padang kembali menyuguhkan persaingan spiritual yang sarat makna. Salah satu cabang yang menarik perhatian adalah Qiraat Muratal Tingkat Remaja dan Dewasa, yang berlokasi di Masjid Al-Hijrah, Dadok, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (3/10/2026).

Lomba ini diikuti oleh total 33 peserta perwakilan dari berbagai kecamatan se-Kota Padang, yang terdiri atas 14 peserta tingkat remaja serta 19 peserta (putra dan putri) tingkat dewasa.

Panitera Qiraat Muratal MTQ Ke-42 Kota Padang, Humaira Lubis, menjelaskan bahwa rangkaian babak penyisihan hingga final diselenggarakan secara bertahap selama tiga hari berturut-turut.

"Pelaksanaan pada 11 Oktober diperuntukkan bagi tingkat remaja, sedangkan 12 Oktober difokuskan pada kategori dewasa. Sementara itu, babak final dijadwalkan berlangsung pada 13 Oktober," ujar Humaira Lubis.

Mengenalkan Keberagaman Riwayat dan Kaidah Qiraat

Cabang Qiraat Muratal pada MTQ kali ini tidak hanya sekadar menguji keindahan suara, tetapi juga memperkenalkan variasi bacaan Al-Qur’an (qiraat) berdasarkan tiga imam besar beserta riwayatnya masing-masing, yaitu:

Imam Nafi’ (Riwayat Qalun dan Warsy)

Imam Ibnu Katsir (Riwayat Al-Bazzi dan Qunbul)

Imam Abu Amr (Riwayat Ad-Duri dan As-Susi)

Ketua Dewan Hakim Qiraat Muratal, H. Adrizal, menyampaikan bahwa kriteria penilaian dalam cabang ini mencakup beberapa aspek krusial, mulai dari ketepatan tajwid hingga keharmonisan irama.

"Cabang Qiraat Muratal memperkenalkan variasi bacaan Al-Qur’an berdasarkan tiga imam qiraat beserta riwayat masing-masing. Penilaian peserta berfokus pada aspek tajwid—khususnya penerapan kaidah usuliah perbedaan riwayat—serta fashahah, adab (ketepatan makhraj dan etika membaca), hingga irama dan lagu," ungkap H. Adrizal.

Mendorong Penguatan Smart Surau

Mengusung tema “Membumikan Al-Qur'an, Menguatkan Smart Surau Menuju Padang Maju dan Sejahtera”, perhelatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata. Lebih dari itu, kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap Al-Qur’an serta memperdalam pemahaman akan keragaman bacaan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui ajang ini, Kota Padang terus berkomitmen memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang maju, religius, dan sejahtera.(A)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.